JAKARTA, lensafokus.id — Idachi Fitness resmi dibuka di kawasan Jembatan Lima, Jakarta Barat, Minggu (25/10/2026). Peresmian pusat kebugaran tersebut berlangsung meriah, diawali atraksi barongsai dan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita oleh pemilik Idachi Fitness, Liong Kong Sui.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari purnawirawan TNI, personel TNI-Polri, tokoh masyarakat, pengurus organisasi, pengusaha, hingga para ketua perkumpulan dari wilayah Jabodetabek.
Atraksi dua barongsai berwarna merah dan emas menjadi pembuka acara. Diiringi tabuhan tambur, pertunjukan tersebut menarik perhatian para tamu undangan sekaligus menjadi simbol harapan akan keberuntungan, kemajuan, dan keberhasilan usaha yang baru diresmikan.

Suasana semakin semarak saat Liong Kong Sui melakukan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Idachi Fitness untuk masyarakat umum. Prosesi tersebut disaksikan para tamu undangan yang hadir dalam kegiatan peresmian.
Beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan Menteri Agama RI dan mantan Wakil Panglima TNI; Mayjen TNI (Purn) Fachrizal; serta sejumlah perwira TNI dan Polri.
Turut hadir Kolonel Laut Heru Priyantara, Kolonel Laut Iswantono, Kolonel CBA M. Risal, Kolonel Laut Muddan, Kolonel Laut (Purn) Budi Iswantono, Kolonel Laut (Purn) Wawan, Mayor Inf Endik, Mayor Inf Tubagus Abdul Karim yang disebut sebagai Danramil Jakarta Barat, serta Serka Inf Syarif Hidayat yang disebut sebagai Babinsa Jakarta Barat.
Dari unsur kepolisian, hadir AKP Sudargo, Wakapolsek Tambora, beserta jajaran Polsek Tambora.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PTK Indonesia Yordanus dan Ketua Dewan Pengawas PTK Indonesia Tjhai Leonardi, bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi tersebut. Sejumlah ketua perkumpulan se-Jabodetabek, tokoh masyarakat, pengusaha, serta kerabat pemilik Idachi Fitness turut menghadiri acara.
Kehadiran para undangan dari berbagai latar belakang menjadi bagian dari momentum silaturahmi sekaligus dukungan terhadap hadirnya fasilitas kebugaran baru di Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Liong Kong Sui menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam peresmian Idachi Fitness.
Ia menilai dukungan dari keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur organisasi menjadi motivasi bagi pengelola untuk mengembangkan usaha dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diawali dengan tarian barongsai yang membawa berkah, hari ini dengan penuh rasa syukur saya sendiri melakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Idachi Fitness,” ujar Liong Kong Sui.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Mayjen TNI (Purn) Fachrizal, jajaran TNI-Polri, pengurus PTK Indonesia, para ketua perkumpulan se-Jabodetabek, serta seluruh tamu undangan yang menghadiri acara tersebut.
“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah kehormatan, energi dan motivasi terbesar bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan masyarakat,” lanjutnya.
Idachi Fitness diperkenalkan sebagai pusat kebugaran dengan konsep modern yang menyediakan peralatan latihan, instruktur, serta lingkungan berolahraga yang dirancang untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan aktivitas fisik, dan membangun pola hidup sehat.
Selain menjadi tempat berolahraga, Idachi Fitness juga diharapkan dapat menjadi ruang interaksi sosial yang positif bagi para anggotanya melalui kegiatan kebugaran dan komunitas.
Rangkaian acara peresmian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, makan bersama, serta sesi foto dengan para tamu kehormatan. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, memperkuat kesiapsiagaan melalui patroli selama 24 jam, penempatan pos pemantauan di empat penjuru, hingga pengoperasian alat berat pada shift malam, Senin (26/10/26).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana menyampaikan, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan di area TPA sekaligus mempercepat respons petugas apabila ditemukan indikasi kebakaran.
“Patroli dilakukan secara terjadwal selama 24 jam dengan memperkuat pengawasan di wilayah utara, selatan, timur, dan barat. Penempatan pos pantau di sejumlah titik strategis ini bertujuan membantu petugas mendeteksi lebih dini potensi munculnya titik api di area TPA,” papar Yudi.
Selain patroli, kesiapan operasional juga diperkuat melalui pengaktifan alat berat pada shift malam. Ekskavator dan buldoser disiapkan untuk mendukung penanganan di lapangan, dengan dua petugas yang ditugaskan untuk mendukung operasional alat berat tersebut.
”Kesiapan alat berat pada malam hari menjadi bagian penting dari upaya mempercepat penanganan apabila muncul kondisi yang berpotensi memicu kebakaran. Dengan dukungan personel dan peralatan yang tersedia, petugas diharapkan dapat segera mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.
TPA Rawa Kucing juga menyiapkan dukungan armada yang siap mengangkut toren atau tangki air ke lendfill, jika ditemukan terjadi titik api. Dengan toren yang sigap dibawa ke atas, akan mempercepat penanganan dini dan memutus titik api dengan cepat.
Melalui berbagai langkah tersebut, DLH Kota Tangerang terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran di TPA Rawa Kucing. Kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada pengawasan siang hari, tetapi juga mencakup operasional malam hari untuk memastikan pemantauan berjalan secara berkelanjutan.
”Upaya ini diharapkan dapat mendukung keselamatan petugas, menjaga lingkungan sekitar, dan meminimalkan risiko gangguan operasional TPA,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) kembali memperkuat pembibitan generasi Qur'ani sejak usia dini melalui penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Tilawah Gemilang Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Masjid Agung Al-Amjad, Senin (26/10/2026).
Ajang ini menjadi puncak evaluasi dari proses pembinaan intensif selama 16 kali pertemuan yang diikuti 164 peserta dari 29 kecamatan, sebelum disaring menjadi 76 peserta terbaik untuk berkompetisi pada empat kategori, yakni Tilawah Anak, Tilawah Remaja, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ), dan Tafsir.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua Umum LPTQ, Soma Atmaja. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran LPTQ beserta pihak terkait atas suksesnya penyelenggaraan program pembinaan hingga tahap seleksi.
"Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPTQ Kabupaten Tangerang beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan program Tilawah Gemilang tahun 2026," ujarnya.
Menurutnya, program ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, sekaligus mendorong penguatan pendidikan keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berkarakter dan berdaya saing.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong penguatan pendidikan keagamaan. Melalui pembelajaran di 6 klaster, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman Al-Qur'an," ungkapnya.
Ia menambahkan, ajang ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi sarana evaluasi agar peserta mengetahui kelebihan dan kekurangannya serta terus melakukan peningkatan pemahaman bacaan sesuai kaidah.
"Melalui pelatihan itulah sebenarnya yang ingin dinilai hari ini pada STQ. Kami sangat menyambut baik ikhtiar tersebut, agar anak-anak terbiasa untuk berkompetisi, mengetahui kekurangannya, mengetahui kelebihannya, sekaligus memperbaiki terus agar mereka bisa lebih baik lagi ke depannya," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhidin Abdul Qodir melaporkan bahwa STQ Tilawah Gemilang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Tilawah Gemilang yang telah melalui tahapan seleksi dan pembinaan.
"Jumlah peserta yang mendaftar hasil rekomendasi dari LPTQ Kecamatan berjumlah 164 orang, terdiri dari tilawah remaja dan anak-anak 84 orang, KTIQ 46 orang, dan tafsir 34 orang. Setelah dilakukan seleksi dasar oleh para tutor dari Dewan Hakim LPTQ Kabupaten Tangerang, didapatkan sebanyak 110 peserta yang berhak mengikuti pembinaan," jelasnya.
Ia menambahkan, 110 peserta tersebut dipandu oleh 16 tutor dan 6 fasilitator yang melaksanakan pembelajaran selama 16 kali pertemuan, terhitung sejak 25 Juli 2026 hingga 10 Oktober 2026. Keenam klaster tersebut terdiri dari 4 klaster tilawah yang difasilitasi di Kecamatan Legok, Tigaraksa, Rajeg dan Mauk, serta 2 klaster KTIQ dan Tafsir yang dipusatkan di Kantor LPTQ Kabupaten Tangerang, Islamic Center Citra Raya.
"Berdasarkan hasil rekomendasi para tutor setelah proses pembelajaran, sebanyak 76 peserta dinyatakan berhak berlaga pada STQ Tilawah Gemilang. Rinciannya terdiri dari Tilawah 48 orang (tilawah remaja 25 orang, tilawah anak 23 orang), KTIQ 14 orang, dan Tafsir 14 orang. Kami menyampaikan terima kasih kepada para Camat yang telah memfasilitasi berjalannya pembelajaran di kecamatan masing-masing," paparnya.
Dalam momentum STQ tersebut, turut diluncurkan buku kumpulan tulisan berjudul Ayat-Ayat Semesta yang merupakan hasil karya kolektif 14 peserta KTIQ selama masa pembinaan di bawah bimbingan tutor.
"Buku ini merupakan kumpulan tulisan peserta KTIQ berjumlah 14 orang yang hari ini tampil menjadi peserta STQ Gemilang. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat untuk bahan bacaan dan referensi karena kaitannya dengan alam semesta yang luar biasa, sehingga judulnya diberikan Ayat-Ayat Semesta," jelasnya.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para peserta. Perwakilan peserta kategori Tilawah Remaja Putri asal Klaster 2 Kecamatan Tigaraksa, Najwa, Zahra, dan Faira mengaku telah melakukan persiapan rutin selama 16 kali pertemuan. Mereka mengaku senang karena proses latihan yang menyenangkan dan menambah banyak teman baru.
"Kita rutin latihan setiap hari Sabtu dan Minggu selama 16 kali pertemuan, 80 persen kita sudah siap untuk ikut STQ hari ini. Kita berharap Tilawah Gemilang ini bisa berkelanjutan untuk tahun depan agar membawa banyak generasi yang lebih baik dan lebih bagus lagi," ujar ketiganya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar kegiatan Apel Pagi Minggu Ke-4 Bulan Oktober 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Tigaraksa, Senin (26/10/26). Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Achmad Kasori, serta diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tangerang.
Dalam amanatnya, Achmad Kasori menyampaikan apresiasi serta terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh ASN yang tetap disiplin menjalankan kewajiban mengikuti apel pagi sebagai ajang konsolidasi dan peningkatan profesionalisme.
"Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak-Ibu sekalian yang telah melaksanakan apel pagi hari ini. Kita berdoa semoga senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh tugas pelayanan publik," ujar Achmad Kasori.
Menjelang akhir bulan Oktober yang menandai masuknya akhir Triwulan IV (TW IV) Tahun Anggaran 2026, Achmad Kasori memberikan penekanan khusus terkait efektivitas pelaksanaan program dan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah. Mengingat waktu pelaksanaan kegiatan sisa dua bulan lagi, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta bergerak cepat dan saling mengingatkan jajarannya.
"Semua rangkaian program dan kegiatan yang telah, sedang, maupun akan dilaksanakan oleh masing-masing OPD harus dipastikan berjalan dengan baik, lancar, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan," tegasnya.
Ia juga menyoroti peran strategis Sekretaris Badan (Sekban), Sekretaris Dinas (Sekdis), Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK), serta pejabat terkait yang memegang fungsi tata kelola dan verifikasi dokumen keuangan daerah seperti pembuatan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) dan SPM (Surat Meminta Membayar).
"Jangan sampai di akhir tahun anggaran terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang terlalu besar akibat penyerapan yang kurang maksimal. Kinerja dan efektivitas suatu OPD sangat ditentukan oleh bagaimana perancangan, penyerapan, dan pelaporan realisasi anggaran tersebut secara efisien," pungkasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan kunjungan kerja studi tiru ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang untuk mempelajari tata kelola sistem informasi geospasial serta integrasi data perencanaan pembangunan daerah.
Kunjungan yang berlangsung di Tangerang Live Room, Gedung Pemerintahan Kota Tangerang, Kecamatan Tangerang, Senin (26/10/2026), melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baprida), Diskominfo, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Pemkot Serang mempelajari pengembangan simpul jaringan informasi geospasial, termasuk pengelolaan data dan penerapan sistem yang mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.
Ketua Tim Survei dan Akuisisi Data Bidang Statistik dan Pemberdayaan Diskominfo Kota Tangerang, Iffi Nur Mukhlishotin, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya memaparkan lima domain pengembangan simpul jaringan informasi geospasial yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) selaku pembina data geospasial nasional.
“Alhamdulillah hari ini Pemkot Serang berkunjung melalui jajaran Baprida, Diskominfo, dan BPS Kota Serang. Saat ini status simpul jaringan informasi geospasial Kota Tangerang sudah berstatus unggul (biru), sementara Kota Serang masih berada di status terhubung (merah),” ujarnya.
Menurut Iffi, mempertahankan predikat unggul membutuhkan kolaborasi dan komitmen berbagai perangkat daerah. Saat ini, pengembangan simpul jaringan informasi geospasial di Kota Tangerang melibatkan 40 organisasi perangkat daerah (OPD) dan tiga badan usaha milik daerah (BUMD) yang terhubung dengan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).
Ia berharap, melalui kegiatan studi tiru dengan pendekatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), kedua pemerintah daerah dapat saling bertukar pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi geospasial.
“Melalui kegiatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) ini, kami saling bertukar informasi agar bersama-sama maju dalam membangun simpul jaringan di daerah masing-masing,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) Baprida Kota Serang, Ahmad Saefulrohim, mengatakan Kota Tangerang dipilih sebagai tujuan studi tiru karena dinilai memiliki kemajuan dalam pengelolaan data, big data, dan informasi geospasial.
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi merupakan komponen penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Bagi kami, data merupakan komponen krusial dalam menyusun dokumen perencanaan pembangunan. Melalui studi tiru ini, kami melihat langsung bagaimana Tangerang Satu Peta dioperasikan. Dengan geospasial, data tidak hanya disajikan dalam bentuk angka, tetapi dapat diterjemahkan secara visual melalui spasial,” ungkapnya.
Ahmad berharap, pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh selama kunjungan dapat diterapkan di Kota Serang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data serta penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Kami berharap, ilmu dan praktik baik yang didapatkan dari Kota Tangerang dapat segera diadopsi dan dipraktikkan di Kota Serang. Sehingga, pengelolaan data dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) di Kota Serang dapat meningkat ke level yang lebih baik dan sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya,” tutupnya. (Sumarna)