Items filtered by date: Tuesday, 20 October 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang secara resmi membuka kegiatan Penguatan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kota Tangerang yang berlangsung di GOR Puri Beta, Kecamatan Larangan, Selasa (20/10/26).

Acara yang dihadiri oleh pengurus ormas, akademisi, tokoh masyarakat, serta jajaran pemuda dari berbagai wilayah ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas, kemandirian dan peran strategis ormas dalam pembangunan daerah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang Wawan Fauzi, menekankan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan ini agar tidak berhenti sekadar pada penyampaian materi, melainkan terwujud dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar penyampaian materi, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata. Mari kita bangun ormas yang kuat kelembagaannya, mandiri secara ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tegas Wawan.

Selain dorongan kemandirian ekonomi, Wawan juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif.

"Kehadiran ormas diharapkan dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam mengawal pesta demokrasi agar berjalan damai dan lancar," pungkasnya.

Kesbangpol Kota Tangerang berharap, seluruh elemen ormas dapat terus bersinergi, produktif dan berdaya saing demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang. (Red)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus berkomitmen menekan serta memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi deteksi dini dan penanganan kasus kekerasan secara berkelanjutan bersama narasumber berskala nasional hingga internasional yang berlangsung di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Selasa (20/10/26).

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menyampaikan, sosialisasi ini merupakan agenda rutin Pemkot Tangerang yang menyasar berbagai lapisan masyarakat Mulai dari lingkungan sekolah, universitas, kelompok masyarakat, hingga organisasi mitra seperti PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

"Setiap momen dan event selalu kami manfaatkan untuk menyampaikan pentingnya deteksi dini pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami ingin memastikan masyarakat Kota Tangerang tahu ke mana harus melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan," ujar Tihar.

Masyarakat Kota Tangerang yang ingin melapor dapat langsung datang ke UPTD PPA di Gedung Nyimas Melati atau memanfaatkan aplikasi percepatan pelayanan publik seperti Silacak Perak.

Dalam sosialisasi kali ini, DP3AP2KB menggandeng ECPAT Indonesia (Ending Child Sexual Exploitation), sebuah NGO internasional yang berfokus pada penghapusan eksploitasi seksual anak dan perlindungan perempuan.

Narasumber dari ECPAT Indonesia Maria Yohanista Djou menjelaskan, materi yang dibawakan mencakup dua topik utama, yaitu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penggerak yang tidak menghakimi korban.

"Korban kekerasan sering kali ragu melapor karena takut akan stigma sosial dan rasa malu. Oleh karena itu, masyarakat atau pendamping harus memberikan rasa aman, mendengarkan tanpa memotong, mengapresiasi keberanian korban, serta memberikan pilihan-pilihan langkah hukum maupun psikologis yang transparan," jelas Maria.

Ia juga mengapresiasi inovasi Pemkot Tangerang dalam membentuk kelompok kader di tingkat bawah dan kanal pelaporan yang mudah diakses.

"Meningkatnya jumlah laporan bukan berarti Kota Tangerang memburuk, melainkan mengindikasikan tingginya kesadaran masyarakat yang kini berani bersuara dan tahu ke mana harus mencari bantuan," tegasnya.

Di tingkat operasional, Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kota Tangerang memastikan kesiapan penuh dalam merespons aduan masyarakat.

Koordinator Satgas PPA Wilayah Timur, Soimah mengungkapkan, pihaknya siap memberikan pendampingan penanganan kasus, baik yang masuk melalui kontak pribadi Satgas, aplikasi Silacak Perak, maupun layanan darurat Laksa 112 dan SAPA 129.

"Dalam satu hari, warga yang datang ke kantor bisa mencapai 4 hingga 5 laporan, belum termasuk aduan via telepon dan kanal darurat. Kami tidak hanya menangani kejadian di Kota Tangerang, tetapi juga membantu warga Kota Tangerang yang mengalami kasus di luar wilayah," tutur Soimah.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor, baik melalui Satgas di tingkat kecamatan maupun kader PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) di tingkat kelurahan.

"Semua layanan di UPTD PPA Kota Tangerang mulai dari pendampingan pelaporan ke kepolisian, proses visum, konsultasi dan layanan psikologi, hingga pendampingan hukum seluruhnya disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya," tuturnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, NGO dan penggerak masyarakat di tingkat tapak, Pemkot Tangerang berharap ruang aman bagi perempuan dan anak dapat terus terwujud secara optimal di seluruh wilayah Kota Tangerang. (Red)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mencatatkan berbagai capaian strategis dan sejumlah prestasi.

Langkah masif yang berfokus pada perlindungan, pemberdayaan perempuan, penanganan stunting, hingga bina keluarga lansia terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang secara signifikan.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengungkapkan, indeks pelayanan dan kualitas hidup masyarakat Kota Tangerang saat ini telah berada di atas rata-rata pencapaian tingkat provinsi maupun nasional.

"Kami mencatatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 67, melampaui target provinsi dan nasional yang dipatok pada angka 64. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesehatan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang terus mengalami peningkatan nyata," tegasnya.

Dalam dua tahun terakhir, DP3AP2KB Kota Tangerang sukses meraih sejumlah prestasi tingkat provinsi hingga nasional, seperti KLA Kategori Nindya, Juara 1 & 2 Lomba Keluarga Berkualitas Banten, Juara 1 Lomba Rumah Dataku, penghargaan Lomba TAMAS, serta apresiasi indeks pelayanan publik dari KPPPA dan BKKBN.

"Kami bermitra dengan PKK, DWP, dan Gabungan Organisasi Wanita di Kota Tangerang agar perempuan bisa setara gender dengan laki-laki untuk bisa memimpin, mengambil keputusan, serta menyampaikan pendapatnya," kata Tihar.

Melalui program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) yang diselenggarakan di 13 kecamatan, pembinaan tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas politik, sosial, dan budaya.

"Kami juga terus berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kepolisian dan Kejaksaan dalam upaya pencegahan serta advokasi hukum bagi perempuan dan anak," sambungnya.

Selain itu, program Bina Lansia melalui Sekolah Lansia menjadi salah satu inovasi unggulan DP3AP2KB Kota Tangerang yang telah mewisuda dua gelombang lulusan di seluruh kecamatan.

Mengusung kurikulum 7 dimensi kehidupan dan sistem pembelajaran secara bertahap (Standar 1 hingga 3), program ini melibatkan sinergi dari MUI, Kemenag, PKK, hingga relawan masyarakat melalui 12 kali pertemuan per semester.

"Lulusan dari Sekolah Lansia diharapkan menjadi agent of change di lingkungannya untuk mengajak para lansia lain tetap sehat, bahagia, berdaya guna, dan tidak merasa kesepian," paparnya.

Dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan, DP3AP2KB secara aktif berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Layanan kontrasepsi/KB (pil, suntik, dan metode lainnya) dilakukan secara masif melalui program roadshow di 13 kecamatan serta diselipkan pada momentum event resmi Kota Tangerang untuk menjangkau masyarakat secara luas.

"Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program strategis ini secara berkelanjutan (sustainable) demi mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang sehat, berdaya, dan sejahtera," tutup Tihar. (Red)

Published in Banten
Go to top