Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan kerja dari Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Ruang Rapat Wareng, Lantai 3 Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/26). Kunjungan strategis ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk memaparkan keberhasilan tata kelola keuangan daerah, lompatan pertumbuhan ekonomi, serta berbagai program inovasi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Delegasi BKSAP DPR RI yang dipimpin langsung oleh Ketua Delegasi, Bramantyo Suwondo, disambut hangat oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud, Sekretaris Daerah, Soma Atmaja jajaran Forkopimda yang meliputi empat Kapolres dan Dandim, para Kepala OPD, serta jajaran Direksi BUMD Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan BKSAP DPR RI. Kehadiran lembaga legislatif ini dinilai mampu memberikan kontribusi positif, arahan strategis, sekaligus solusi bagi keberlanjutan program pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang yang terus berkembang pesat.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat datang. Kehadiran Bapak dan Ibu dari BKSAP DPR RI memang sangat kami tunggu. Kami memohon arahan sekaligus sinergi program pusat yang bisa dijalankan di daerah, guna memberikan solusi terhadap berbagai program pembangunan yang tengah kami selaraskan," ujar Bupati Maesyal.
Kabupaten Tangerang saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia, dengan total populasi mencapai kurang lebih 3.500.000 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Wilayah ini mencakup 29 kecamatan, 246 desa, 28 kelurahan, serta sekitar 11.500 RT/RW.
Bupati Maesyal memaparkan bahwa meskipun lokasinya berdampingan langsung dengan DKI Jakarta, karakteristik Kabupaten Tangerang sangat unik karena masih memiliki 246 desa yang mayoritas berada di wilayah tengah dan utara. Sementara itu, wilayah selatan telah menjelma menjadi kawasan perkotaan baru.
"Di wilayah selatan, kini telah wujud kota-kota baru seperti di Kecamatan Curug, Kelapa Dua, Cisauk, Pagedangan, dan Legok. Kawasan urban modern inilah yang memberikan kontribusi besar terhadap subsidi silang bagi wilayah-wilayah lain di utara dan tengah yang statusnya masih pedesaan. Strategi ini kami jalankan secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Bupati Maesyal.
Terkait ketahanan fiskal daerah, Pemkab Tangerang melaporkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, porsi APBD Kabupaten Tangerang menyentuh angka Rp8,74 triliun dengan target pendapatan daerah sebesar Rp8,2 triliun. Pendapatan tersebut ditopang kuat oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp5,2 triliun, Dana Transfer Pusat sebesar Rp2,52 triliun, dan pendapatan dari Provinsi sebesar Rp436 miliar.
Hebatnya, Pemkab Tangerang berhasil melampaui pemenuhan urusan wajib (mandatory spending) yang ditetapkan undang-undang, dengan rincian sebagai berikut:
• Sektor Pendidikan: Mengalokasikan 30% (Mandatory: 20%).
• Sektor Kesehatan: Mengalokasikan 25% (Mandatory: 10%).
• Sektor Infrastruktur: Mencapai 41% lebih (Mandatory: 40%).
• Belanja Pegawai: Berhasil ditekan di angka 27%, di bawah batas maksimal 30%.
"Berdasarkan data dari tingkat provinsi, penyusunan APBD Kabupaten Tangerang dinilai sebagai yang terbaik di Provinsi Banten selama tiga tahun berturut-turut. Efisiensi dan ketepatan alokasi ini kami tuangkan ke dalam lima komponen unggulan RPJMD bersama Ibu Wakil Bupati, yaitu tata kelola pemerintahan yang efektif, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan. Ini adalah representasi murni dari apa yang diinginkan masyarakat bawah saat kami turun ke lapangan," tegas Bupati Maesyal.
Sinergitas yang kuat di sektor ekonomi membawa tren yang sangat positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 berhasil mencapai 5,67%, di atas rata-rata pertumbuhan provinsi dan nasional. Angka ini kembali melonjak tajam pada kuartal berjalan tahun 2026 yang telah menyentuh 5,77%. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga kokoh di angka 76% lebih berkat sokongan masif di sektor kelayakan hidup, kesehatan, dan pendidikan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Tangerang menggratiskan biaya sekolah SD dan SMP swasta secara bertahap sejak tahun 2025. Tidak hanya itu, gebrakan besar dilakukan di jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa penuh bagi anak-anak keluarga kurang mampu (kategori Desil 1 hingga Desil 5).
"Jika tahun 2025 lalu kami memberangkatkan 235 mahasiswa ke berbagai universitas ternama seperti di Kairo (Mesir), Swiss German University, IPB, Unpad, hingga Untirta, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis menjadi 900 warga Kabupaten Tangerang yang kami kuliahkan gratis sampai wisuda. Sasaran kami adalah masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka tidak hanya sekadar bermimpi, tapi bisa mewujudkannya menjadi kenyataan," tambah Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang tahun ini juga memperluas kerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dan menyiapkan kuota untuk calon dokter.
"Kami ingin anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang ini kelak ada yang menjadi pilot dan menjadi dokter. Ini tanggung jawab moral kami bersama Ibu Wakil Bupati," tambahnya.
Selain pendidikan, sektor riil terus dipacu. Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tangerang melonjak signifikan dari 61.000 unit di tahun 2024 menjadi 78.000 unit UMKM di tahun 2026. Penambahan 16.000 UMKM baru ini menjadi salah satu pilar utama pendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara di bidang ketahanan pangan, melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan, Pemkab Tangerang aktif menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), bibit hortikultura, bibit palawija, serta pemanfaatan lahan tidur bagi kelompok tani. Bagi para nelayan, bantuan berupa perahu dan jaring tangkap diberikan secara berkala untuk memastikan produktivitas dan kesejahteraan mereka meningkat.
Merespons capaian luar biasa Pemkab Tangerang, Ketua Delegasi BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo. menegaskan bahwa kehadiran BKSAP ke Kabupaten Tangerang adalah bagian dari upaya "membumikan diplomasi" agar dampak politik luar negeri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan industri di daerah.
"Selama ini diplomasi dianggap sebagai hal yang berada di awan-awan, tinggi, dan jauh dari realitas. Melalui fungsi keempat DPR RI selain pengawasan, penganggaran, dan legislasi—yaitu fungsi diplomasi—kami hadir di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah dengan seribu industri. Kami ingin memastikan ada kesinambungan antara diplomasi internasional yang kami jalankan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk meningkatkan industri dan UMKM," ujar Bramantyo.
Lebih lanjut, Bramantyo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tengah menjalani proses technical review untuk masuk menjadi anggota OECD. Proses ini menuntut harmonisasi perundang-undangan, peraturan pemerintah, hingga Peraturan Daerah (Perda) agar sesuai dengan standar global.
"OECD memiliki standar yang diakui dan dipahami di seluruh dunia. Jika regulasi kita sudah memenuhi standar OECD, investor asing akan dengan sangat mudah dan percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia, yang harapannya tentu mengalir deras ke Kabupaten Tangerang. Saat ini, proses cepat atau lambatnya kita masuk OECD bolanya bukan di Paris, Prancis, melainkan ada di tangan kita sendiri; bagaimana kita bisa menyesuaikan semua hal itu," jelas Bramantyo.
Selain persoalan kebijakan, BKSAP DPR RI menyoroti pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk menyambut arus investasi pasca-kesepakatan komprehensif Indonesia dengan Uni Eropa.
"Kita tidak bisa menutup mata. Regulasi sudah baik, investor sudah mengantre, namun jika SDM lokal tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton. Oleh karena itu, dalam diskusi hari ini, seperti halnya yang sempat kami bedah di Kabupaten Bekasi, kami ingin menggali peluang program pemagangan luar negeri bagi pemuda Kabupaten Tangerang serta penyiapan kurikulum pendidikan yang inline dengan kebutuhan industri global," tutup Bramantyo. (Red)
