Items filtered by date: Wednesday, 08 July 2026

Tangerang, lensafokus.id - Lingga Kurniawan karyawan sebuah perusahaan swasta Jasa Pengiriman Barang J&T Cargo bidang Delivery Service Order (DSO) di TGR 99A yang ber alamat di Kadu Jaya Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang mengaku kaget setelah menerima gaji bulan ini hanya sebesar Rp1 jutaan.

Padahal gaji pokok yang disepakati jauh di atas angka tersebut. Dirinya mempertanyakan adanya pemotongan hingga 60% yang dilakukan tanpa perincian jelas.

Tanpa slip gaji yang diterima, Lingga seharusnya menerima gaji pokok Rp3,5 juta sesuai absen masuk. Namun setelah dipotong, uang yang diterima hanya Rp1 juta.

"Saya tidak dikasih tahu dari awal. Tahu-tahu di gaji ada potongan, administrasi dan kerugian operasional totalnya hampir 60%. Ditanya ke HRD nya langsung namun tidak ada jawabannya," ujar Lingga, salah satu karyawan bagian Driver, Rabu 08/07/2026.

Lingga mengatakan pemotongan dilakukan serentak ke hampir semua Driver. "Ini bukan satu dua orang. Satu divisi kena semua," katanya.

Para karyawan mengaku sudah meminta rincian tertulis terkait dasar pemotongan, namun hingga saat ini belum diberikan oleh perusahaan.

"Kalau memang ada kesalahan kerja, tunjukkan buktinya. Hitungannya seperti apa juga jelaskan. Masa main potong saja," kata Lingga.

Karena tidak ada itikad baik dari perusahaan, dirinya berencana melaporkan kasus ini ke Dinas Ketenagakerjaan dan serikat pekerja untuk mediasi. Mereka menuntut agar selisih gaji dikembalikan dan ada transparansi sistem penggajian.

Dalam UU Ketenagakerjaan, pengusaha dilarang memotong upah pekerja kecuali dengan persetujuan pekerja dan harus berdasarkan perjanjian tertulis. Setiap pemotongan juga wajib disertai perincian yang bisa dipertanggung jawabkan. (Red)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) melaksanakan pengecekan lapangan dalam rangka Provisional Hand Over (PHO) terhadap 11 bangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Lebak, Selasa (7/7/2026).

Pengecekan dilakukan pada sejumlah titik pekerjaan yang telah dinyatakan siap memasuki tahapan PHO dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 70 persen. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengawasan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan yang berlaku sebelum diserahterimakan.

Adapun lokasi yang dilakukan pemeriksaan meliputi P3A Maju Bersama Ciruyung di Desa Banjarsari, Kali Cirepet di Desa Jagabaya, Kecamatan Warunggunung, P3A Berkah Tani, P3A Mutiara Tani di Desa Anggalan, P3A Sadang Bersatu di Desa Sumurbandung, P3A Cisereh, P3A Salasih di Desa Cigoong Utara, P3A Tunas Simpati di Desa Tamanjaya, P3A Sukses Jaya di Desa Parage, P3A Citando di Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, serta P3A Sinar Mulya di Desa Asem Margaluyu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

IMG 20260708 WA0033

Ketua Tim Evaluasi PHO BBWSC3, Muhamad Farid Hamzah, ST, mengatakan tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan irigasi guna memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Tim memastikan seluruh pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan yang berlaku," ujar Farid.

Menurutnya, proses evaluasi dilakukan bersama kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Pemeriksaan meliputi kualitas konstruksi, kondisi fisik bangunan, hingga fungsi saluran irigasi agar benar-benar mampu memberikan manfaat optimal bagi para petani.

Farid menegaskan, apabila masih ditemukan kekurangan dalam hasil pekerjaan, pelaksana diwajibkan segera melakukan perbaikan sebelum proses PHO dinyatakan selesai.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pengawasan dan evaluasi untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kelancaran sistem irigasi guna mendukung produktivitas sektor pertanian," katanya.

Ia berharap melalui proses PHO yang dilakukan secara teliti, infrastruktur irigasi yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani.

"Melalui proses PHO yang dilakukan secara teliti, diharapkan infrastruktur irigasi yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal, memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani, serta menjadi wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur irigasi," tambah Farid.

Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak (C2P), mengapresiasi kelompok P3A yang telah melaksanakan pembangunan irigasi P3-TGAI dengan baik sehingga hasil pekerjaannya dinilai memenuhi spesifikasi teknis oleh tim evaluasi BBWSC3.

"Bekerja dengan baik tentu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Karena itu, tim evaluasi PHO dari BBWSC3 menyatakan fisik bangunan irigasi telah sesuai spesifikasi yang ditetapkan," ujar King Badak. (C2p)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Aktivitas penambangan batu rakyat di Blok Cidahu, Desa Sukanegara, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, diduga berlangsung secara ilegal dan menggunakan bahan peledak jenis dinamit. Praktik tersebut memicu keresahan warga karena ledakan yang terdengar sangat keras dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

Informasi mengenai dugaan penggunaan bahan peledak itu diperoleh awak media dari warga yang berada di sekitar lokasi tambang, Kamis (8/7/2026).

Salah seorang warga, Rohim, mengaku warga sudah lama merasa khawatir akibat suara ledakan yang terjadi saat proses penambangan berlangsung.

"Kami tidak tahu pasti jenis bahan peledaknya, tetapi setiap kali ada ledakan suaranya sangat dahsyat. Warga jadi waswas karena lokasi tambang tidak jauh dari permukiman," ujar Rohim.

Ia menilai apabila benar menggunakan bahan peledak, pengelola tambang wajib memenuhi seluruh ketentuan perizinan dan standar keselamatan sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.

Berdasarkan ketentuan pertambangan, penggunaan bahan peledak di area tambang hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP), persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), serta izin kepemilikan, penyimpanan, pembelian, dan penggunaan bahan peledak dari kepolisian. Selain itu, peledakan wajib dilakukan oleh juru ledak bersertifikat dengan prosedur keselamatan yang ketat, termasuk sterilisasi radius aman dan sistem peringatan kepada masyarakat.

Dugaan penggunaan bahan peledak itu diperkuat oleh pengakuan salah seorang pekerja tambang bernama Oman, warga Kampung Cilamba, Desa Sukanegara.

"Iya benar kami menggunakan bahan peledak. Kalau tidak memakai dinamit, batu-batu besar tidak bisa dipecahkan hanya dengan palu godam. Baru kemarin dilakukan peledakan dua kali berturut-turut," katanya saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Sukanegara, Samsudin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas penambangan batu yang menggunakan bahan peledak di wilayahnya.

"Saya tidak mengetahui adanya penggunaan bahan peledak di lokasi tambang tersebut," singkatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh keterangan resmi dari pemilik atau pengelola tambang batu di Blok Cidahu terkait dugaan penggunaan bahan peledak maupun legalitas kegiatan penambangan tersebut. (C2p)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan doa bersama tim penanggulangan bencana dan relawan untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan, baik personil tim yang terlibat maupun masyarakat terdampak di TPA Jatiwaringin Kec. Mauk, Rabu (08/07/26)

"Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqo untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama juga kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Di sela-sela kunjungannya, Bupati Maesyal mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penganan bencana kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk. Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat melakukan monitoring penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin

"Hari ini penanganan bencana kebakaran hari yang ke-9, semua tim baik itu dari pusat, BNPB-nya, Kementerian LH, Kementerian Kehutanan dengan Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang termasuk juga dari Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upayanya yang tak pernah berhenti menangani bencana kebakaran ini," ucapnya

Lanjut dia, kolaborasi yang terpadu dan saling bahu membahu dari semua pihak dalam penanganan bencana kebakaran TPA menjadi dorongan semangat untuk terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan

"Alhamdulillah semuanya semangat terus tadi. Baru saja sudah kita lihat masih ada titik-titik asap yang harus kita pemadamkan. Semuanya sudah saling bantu, kita bergandeng tangan bersama-sama dalam rangka upaya pemadaman api ini," ujarnya

Dia menambahkan upaya penyiraman air di lokasi yang masih berasap juga terus dilakukan, selain waterbombing dengan helikopter dari BNPB untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau

"Sinergi dan kolaborasi yang bagus ini harus terus kita pertahankan dan kita evaluasi bersama untuk mempertegas tugas masing-masing, sebagai bagian dari rasa tanggung jawab bersama-sama untuk kepentingan pemadaman api ini," tandasnya

Labih lanjut, fokus penanganan bagi masyarakat terdampak juga tetap diutamakan dan disiagakan. Pemerintah daerah menjamin, baik kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat di tempat evakuasi yang berada di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar Kec. Rajeg

"Apabila asapnya ke wilayah pemukiman, langsung kita tangani evakuasi di kantor desa baik itu di Rajeg Mulya maupun Tanjakan Mekar. Kita siapkan di sana, petugas kesehatannya stand by untuk kesehatan masyarakat dan juga kebutuhan sehari-harinya, makan minum kita siapkan, vitamin, suplemen kita juga berikan kepada masyarakat supaya masyarakat tetap sehat," jelasnya

Terkait dengan rekayasa hujan, pihaknya terus menunggu dari informasi dan kepastian BMKG. Dikarenakan awannya masih sangat tipis, BMKG belum bisa melakukan hujan buatan.

"Untuk rekayasa hujan, kita terus menunggu dari BMKG. Karena di sini awannya itu sangat tipis, belum bisa diupayakan," ungkapnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Workshop Pengembangan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui Strategi Pembelajaran Mendongeng bagi para guru PAUD yang diselenggarakan di GSG Puspemkab Tangerang, Rabu (08/07/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mendorong para kepala sekolah dan guru PAUD terus memperkuat sinergi untuk menyiapkan anak-anak generasi Alpha menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, mampu bekerja sama, berpikir kritis, mudah beradaptasi dan peduli sesama.

"Anak-anak yang hari ini duduk di bangku PAUD adalah generasi Alpha yang tumbuh di era teknologi digital. Tugas kita bukan hanya membuat mereka pintar membaca atau berhitung tapi kita harus menyiapkan mereka menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, mampu bekerja sama, berpikir kritis, mudah beradaptasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, dia mengatakan menjadi guru PAUD itu bukan pekerjaan biasa. Tugasnya terlihat sederhana, tetapi dampaknya luar biasa terhadap tumbuh kembang anak didik kelak. Pengenalan dan pembentukan karakter, kebiasaan belajar, rasa ingin tahu, hingga kepercayaan diri seorang anak harus dimulai dari tingkat PAUD tanpa paksaan, penuh keceriaan dan contoh keteladanan.

"Guru PAUD itu harus memposisikan diri bukan hanya sebagai orang yang mengajar di depan kelas, tetapi menjadi mitra belajar bagi anak-anak. Menemani mereka bertumbuh, mendengarkan, memberi ruang untuk bertanya, mengapresiasi setiap usaha mereka, dan membantu mereka menemukan potensi terbaik yang dimiliki," tandasnya

Dia menyambut baik Workshop tersebut. Menurut dia, Pendekatan Deep Learning melalui strategi mendongeng mengajarkan bahwa belajar itu tidak harus kaku dan serius namun penuh dengan contoh nilai-nilai kebaikan dan kejujuran

"Pendekatan Deep Learning melalui strategi mendongeng mengajarkan kepada kita bahwa belajar itu tidak harus selalu serius dan kaku. Lewat cerita, anak-anak bisa belajar mengenal nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, keberanian, sekaligus mengembangkan imajinasi, kemampuan berbahasa, dan cara berpikir mereka," jelasnya

Wabup Intan juga memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjadikan Workshop tersebut sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, menamnah wawasan dan membawa pulang ide-ide baru yang nanti bisa diterapkan di sekolah masing-masing.

"Saya yakin, ketika guru terus belajar, maka kualitas pendidikan juga akan terus meningkat. Terima kasih kepada seluruh guru PAUD atas kesabaran, ketulusan, dan dedikasi bapak dan ibu. Percayalah, apa yang bapak dan ibu tanamkan sekarang akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan mereka," pungkasnya

Ketua panitia Workshop, Muzayanah, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang terus memberikan motivasi dan bantuan kepada para guru PAUD agar mereka semakin kompeten dan lebih baik lagi

"Di sini banyak sekali yang mengikuti program penyetaraan S1 PAUD-nya dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Alhamdulillah, dari Pasar Kemis dan Rajeg saja sudah banyak, apalagi kalau se-Kabupaten Tangerang. Maka dari itu, terima kasihlah kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang selalu memperhatikan guru-guru PAUD," ucapnya. (Mala)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial memberikan bantuan Ke kelurahan Suka asih Kecamatan Tangerang, untuk di sampaikan kepada warga terdampak kebakaran di wilayah Rt 01 Rw 02, kejadian tersebut pada tanggal 16 juni 2026.

Kebakaran tersebut menghanguskan Kontrakan yang di huni dua keluarga, namun dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang menegaskan, bahwa bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah terhadap warganya yang terdampak kebakaran yang bertempat tinggal asli Tangerang maupun sebatas berdomisili,di Kota Tangerang,"ujar Edy Ruhiyat, perwakilan Dinsos.

Kepedulian Pemerintah Daerah terhadap warganya hal yang sudah menjadi kuajiban kami sebagai pemerintah, dan bantuan tetap kami salurkan tanpa memandang status kependudukan korban, sekalipun warga terdampak merupakan warga pendatang,"ujar edy perwakilan dari Dinas sosial, Rabu (8/7/2026).

IMG 20260708 WA0022

Adapun bantuan tanggap darurat yang diserahkan meliputi: berupa.pertama bahan Poko Beras, Mi instan, minyak goreng, air mineral, makanan siap saji, busa/ kasur untuk alas tidur, dan Selimut, serta beberapa pakaian layak pakai, perlangkapan mandi, obat - obatan dasar, matras,terpal, dan family kit," ujarnya.

Selain bantuan logistik, tim dari Dinsos bersama Tagana dan Kecamatan Tangerang juga melakukan pendampingan psikososial untuk membantu pemulihan trauma warga terdampak.

"Kami hadir untuk memastikan warga yang tertimpa musibah tidak berjuang sendiri.Tahapan awal ini fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar.Selanjutnya kami asesmen untuk langkah pemulihan,"ujar edy Ruhiyat

Sementara itu, Sekel Suka asih Yulia Hudori, menyampaikan, apresiasi atas gerak cepat Dinas Sosial membantu korban yang terdampak dan mengajak warga untuk bergotong royong membantu dua keluarga tersebut hingga kondisi kembali pulih," ujar Hudori.

Dalam hal ini, Hudori atas nama Pemerintah Kota Tangerang menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memeriksa instalasi listrik secara berkala dan tidak meninggalkan kompor keadaan menyala bila ingin keluar rumah," akhir Hudori. (Sumarna)

Published in Banten

BOGOR, lensafokus.id – Guna menjawab tantangan pudarnya minat generasi muda terhadap kegiatan kepramukaan di tingkat SLTA akibat gempuran gadget, SMK YKTB Bogor menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Mandiri.

Kegiatan yang dipusatkan di sekolah dan kawasan Rancamaya ini bertujuan melahirkan pembina Pramuka yang kompeten, berkarakter, dan memiliki legalitas resmi sesuai standar Pusdiklatcab Kota Bogor.

Ketua Pelaksana KMD Mandiri SMK YKTB, Kusnadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini awalnya diutamakan untuk penguatan kapasitas guru internal YKTB. Namun, atas dasar kepedulian terhadap kemajuan Pramuka di Bogor, kepesertaan akhirnya dibuka untuk para pembina di wilayah sekitar.

"Kami tidak hanya ingin memajukan keluarga besar YKTB saja, tetapi juga merangkul para pembina di wilayah Bogor Utara, Selatan, Timur, Tengah, dan seterusnya untuk tumbuh bersama," ujar Kusnadi saat memberikan keterangan, selasa (07/8/26).

IMG 20260708 WA0019

Menyadari tingginya biaya operasional penyelenggaraan KMD di luaran yang jamak mencapai Rp1.000.000 hingga Rp1.050.000, pihak manajemen YKTB memberikan subsidi besar-besaran. Didukung penuh oleh Direktur Pendidikan YKTB, biaya untuk peserta luar ditekan menjadi Rp850.000 saja, sementara biaya guru internal hampir seluruhnya ditanggung lembaga.

"Kegiatan ini membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga jarang bisa digelar beberapa kali dalam setahun. Alhamdulillah, Pak Direktur sangat mendukung penuh peningkatan kualitas karakter ini," tambah Kusnadi, yang saat ini juga tengah disupport lembaga menyelesaikan jenjang Kursus Pelatih Pembina Pramuka (KPD/KPL).

Dari target 40 peserta, saat ini tercatat 38 peserta resmi mengikuti kursus. Dua kuota tersisa terkendala jadwal libur luar kota beberapa guru internal. Kelancaran manajemen finansial dan logistik acara ini dikawal ketat oleh Radipan selaku Bendahara Kegiatan yang dinilai gigih mempersiapkan fungsional anggaran.

KMD Mandiri ini menerapkan kurikulum komprehensif total 72 jam pelajaran yang dibagi menjadi dua fase:

• Fase Teori (Selasa s.d. Kamis): Pendalaman materi, tata upacara (perbedaan format Penggalang dan Penegak), serta metode pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) secara akurat di lingkungan SMK YKTB.

• Fase Praktik Lapangan (Jumat s.d. Minggu): Berkemah dan simulasi riil di kawasan 3R Rancamaya, Bogor.

Menariknya, para guru calon pembina ini akan digembleng secara mandiri di lapangan. Seluruh logistik kendaraan menuju Rancamaya difasilitasi oleh panitia dengan titik kumpul di sekolah. Di lokasi perkemahan, para peserta diwajibkan mendirikan tenda Pramuka (kapasitas 5 orang) secara mandiri dari nol. Jika konstruksi dinilai tidak aman atau roboh, tim pelatih akan mengoreksi dan mewajibkan pemasangan ulang.

Tak hanya itu, untuk urusan konsumsi, panitia hanya mendistribusikan bahan mentah (natura) seperti beras dan sayur-mayur. Peserta dituntut bekerja sama memasak untuk kelompoknya melalui sistem piket (Korpiche).

Kusnadi menekankan, output utama dari KMD Mandiri ini adalah melahirkan pembina yang memiliki etos kerja tinggi dan jiwa kerelaan tulus membangun bangsa, mengingat dunia Pramuka didasari oleh sistem sukarela (volunteerism). Nilai bakti ini juga konsisten diterapkan YKTB, salah satunya saat menerjunkan armada sekolah untuk aksi kemanusiaan bencana longsor di Bandung beberapa waktu lalu.

Pasca-kegiatan, peserta wajib menyelesaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dalam kurun waktu 6 bulan di bawah bimbingan Kwartir Ranting (Kwarran). Keberhasilan RTL akan mengantarkan mereka ke jenjang Kursus Mahir Lanjutan (KML) untuk mendapatkan spesialisasi golongan (Siaga, Penggalang, Penegak, atau Pandega).

"Lewat jenjang lanjutan, pembina akan mengantongi lisensi resmi berupa Hak Bina dan Hak Latih dari Kwartir Cabang (Kwarcab). Ini krusial, karena jika Pramuka ditangani oleh pembina yang salah atau tanpa lisensi, anak didik justru akan takut dan menjauh dari Pramuka," pungkasnya. (Zul)

Published in Nasional
Go to top