Items filtered by date: Thursday, 23 July 2026

TANGERANG, lensafokus.id - Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik di Gedung Diklat Kitri Bakti, Curug, Kamis (23/7/2026).

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal dari amanah besar untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi momentum memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, gerakan koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan ataupun seremoni organisasi, melainkan awal dari amanah besar untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan,” ujar Bupati Maesyal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun koperasi di Kabupaten Tangerang. Fondasi yang telah dibangun tersebut diharapkan menjadi pijakan kuat bagi kepengurusan baru untuk menghadirkan inovasi dan memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.

Bupati Maesyal menegaskan, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, koperasi tidak lagi dapat dikelola dengan cara-cara lama, tetapi harus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, adaptif terhadap teknologi, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

“Saya berharap Dekopinda Kabupaten Tangerang dapat menjadi motor penggerak perubahan, menjadi rumah besar bagi seluruh gerakan koperasi, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat melalui pembinaan koperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diharapkan mampu melahirkan koperasi yang sehat, produktif, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Maesyal menegaskan keberhasilan pengembangan koperasi tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, ia mengajak Dekopinda menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan membangun organisasi yang terbuka, responsif terhadap kebutuhan anggota, serta mampu menghadirkan solusi dan ruang inovasi agar koperasi semakin diminati generasi muda.

“Saya percaya, apabila seluruh pengurus mampu bekerja secara kolektif, menjaga kekompakan, serta membangun kolaborasi yang luas, maka koperasi di Kabupaten Tangerang akan semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Tangerang, Sukmajaya, mengatakan pelantikan tersebut menjadi awal untuk memperkuat pendampingan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai berkembang sejak program tersebut digagas pemerintah pusat. Menurutnya, Dekopinda harus hadir lebih dekat agar koperasi baru dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Setelah mereka lahir, kita harus bisa berdamping, kita harus bisa membersamai sehingga KDKMP yang bersama hadir akan menjadi warna untuk pertumbuhan ekonomi koperasi di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan Dekopinda periode 2026–2030 berkomitmen memperluas pembinaan koperasi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dekopinda akan terus bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang untuk menghadirkan inovasi, komunikasi, dan penguatan kelembagaan bagi koperasi.

“Insya Allah, niat kami tetap, kami akan mengibarkan banyak-banyak koperasi untuk perekonomian masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” imbuhnya.

Sukmajaya menilai kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan gerakan koperasi. Dekopinda tidak dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa dukungan pemerintah daerah, sehingga sinergi yang selama ini telah terbangun akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan, termasuk pembinaan dan jambore koperasi.

“Dekopinda tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak menyandarkan pemikiran dengan pemerintahnya. Alhamdulillah, kolaborasi antara Dinas dan Dekopinda sudah berjalan sehingga kami bisa bersama-sama melakukan inovasi dan pendampingan kepada KDKMP,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, Dekopinda bukan lembaga yang berorientasi mencari keuntungan, melainkan organisasi yang berfokus memperkuat gerakan koperasi demi kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara Dekopinda dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, pihaknya optimistis koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan cita-cita pembangunan ekonomi nasional.

“Insya Allah dengan bersatunya Dekopinda dan pemerintah daerah, perekonomian masyarakat kita akan naik dan berkembang sebagaimana cita-cita Bapak Presiden,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Jakarta, lensafokus.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi usia akses terhadap platform berisiko tinggi.

Menurutnya, platform digital juga harus bertransformasi menjadi ruang yang aman dan ramah anak agar anak Indonesia dapat tumbuh sesuai tahap perkembangannya.

"Kita ingin bahwa anak-anak ini cakap digital, tapi di saat yang bersamaan cakap digital itu juga berarti bisa mengimbangi kehidupan dia di ranah maya dengan kehidupan sehari-hari dengan orang tua, dengan teman dan sebayanya, sehingga anak-anak bisa kita kembalikan kepada jati diri mereka sebagai anak-anak," tegas Meutya Hafid saat dalam acara peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Meutya menjelaskan kemajuan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Namun, di sisi lain, berbagai risiko juga muncul, mulai dari gangguan pola tidur ( sleep deprivation), kecanduan media sosial dan platform digital, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.

Menurutnya, perubahan perilaku anak sering kali bukan disebabkan karakter anak itu sendiri, melainkan akibat paparan konten negatif yang diterima sebelum mereka memiliki kesiapan secara usia.

"Anak-anak kita bukan anak yang nakal. Mereka adalah tunas bangsa yang hebat. Tetapi jika anak-anak yang baik terus-menerus terpapar konten negatif ketika usianya belum siap, tentu perilaku mereka bisa berubah," ujarnya.

Selain paparan konten berbahaya, Meutya menyoroti risiko fitur interaksi pada berbagai platform digital yang memungkinkan orang asing menghubungi anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru.

Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kejahatan digital terhadap anak, termasuk praktik _child grooming._

Karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan penundaan akses media sosial berisiko tinggi hingga usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.

"Fitur kontak ini sangat berbahaya. Di sinilah kadang orang dewasa yang memiliki niat tidak baik melakukan komunikasi dengan anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru. Itulah salah satu alasan kami menunda usia anak sampai 16 tahun untuk masuk ke ranah digital dengan risiko tinggi," jelasnya.

Meski demikian, Meutya menegaskan pemerintah tidak menerapkan pendekatan pelarangan semata.

Sebaliknya, pemerintah memberikan ruang bagi perusahaan platform digital untuk melakukan pembenahan sehingga layanan mereka dapat dikategorikan sebagai platform berisiko rendah dan aman digunakan anak.

"Di Indonesia kita bukan sembarang melarang. Platform juga kita beri ruang untuk berlomba-lomba membuat platformnya menjadi lebih ramah anak. Kalau platform mau berubah, menghilangkan fitur kontak yang berbahaya dan memastikan hanya konten yang sesuai usia yang dapat diakses anak, maka platform tersebut bisa menjadi platform berisiko rendah dan anak-anak boleh masuk," jelasnya.

Platform digital, lanjut Meutya, perlu menghapus berbagai fitur yang mendorong kecanduan, memperkuat moderasi terhadap konten pornografi, perjudian daring, maupun bentuk kejahatan digital lainnya, sehingga ruang digital benar-benar menjadi lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

"Kita memberi waktu kepada platform untuk memperbaiki dirinya agar konten-konten seperti pornografi, kejahatan digital termasuk judi _online_ , serta fitur-fitur yang membuat anak sulit tidur dan sulit berkonsentrasi dibenahi terlebih dahulu. Ketika ruang digital sudah benar-benar ramah anak, maka mereka bisa kembali masuk dengan aman," katanya.

Meutya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata.

Menurutnya, anak-anak tetap membutuhkan interaksi langsung dengan keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitar agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara sosial dan emosional.

"Anak-anak tetap perlu bermain di lapangan, tetap perlu bermain bersama teman-temannya, mengenal permainan tradisional, berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cakap digital bukan berarti hanya hidup di dunia digital, tetapi mampu menyeimbangkan kehidupan di ruang maya dengan kehidupan nyata," ujarnya.

Menutup acara, momentum peringatan Hari Anak Nasional ini juga ditandai dengan pembacaan Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital oleh para tenaga pendidik dan perwakilan siswa dari delapan sekolah, yaitu SD Labschool FIP-UMJ, SMPN 208 Jakarta Timur, SMP Labschool Kebayoran, SMP Santa Theresia Jakarta, SMPN 11 Jakarta Selatan, SMPN 19 Jakarta Selatan, SMPN 29 Jakarta Selatan, dan SMPN 216 Jakarta Pusat.

Dalam deklarasi tersebut, sekolah-sekolah ini menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi PP TUNAS dengan menjadi warga digital yang cakap, aman, beretika, serta bertanggung jawab.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjaga data pribadi, menolak perundungan siber, serta menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara sistem elektronik. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang menggelar Jambore Koperasi tingkat Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (23–24 Juli 2026) ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/07/26).

Rangkaian acara pada hari pertama diawali dengan suasana kompetitif melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Perkoperasian dan Lomba Paduan Suara Perkoperasian tingkat SMA/SMK sederajat.

Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa perlombaan ini dirancang bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sebagai sarana mengasah wawasan serta pemahaman generasi muda terhadap dunia perkoperasian sejak dini.

"Melalui Lomba Cerdas Cermat dan Paduan Suara ini, kami ingin mengasah pengetahuan siswa-siswi mengenai prinsip dasar dan nilai ekonomi gotong royong dalam koperasi. Kami berharap seluruh peserta bertanding dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, sportif, dan tidak curang. Koperasi itu dibangun atas dasar kepercayaan dan kebersamaan, maka kebiasaan jujur harus dimulai dari ajang seperti ini," ujar Anna.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pelajar dan elemen masyarakat dalam Jambore Koperasi ke-79 ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader insan koperasi yang inovatif dan siap membawa perekonomian daerah ke arah yang lebih maju.

Selain ajang kompetisi antar-pelajar di pagi hari, puncak seremonial pembukaan Jambore Koperasi ke-79 ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

Rangkaian kegiatan Jambore Koperasi ke-79 di hari pertama meliputi berbagai agenda menarik, antara lain:

* Lomba Cerdas Cermat & Paduan Suara Perkoperasian: Diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMKsederajat serta perwakilan Kelompok Data Koperasi dan Usaha Mikro (KDKMP) se-Kabupaten Tangerang.

* Pemberian Penghargaan: Penyerahan apresiasi kepada koperasi-koperasi berprestasi di Kabupaten Tangerang.

* Pembagian Doorprize: Pengundian hadiah menarik untuk memeriahkan suasana bagi seluruh peserta jambore.

* Kompetisi Malam & Keakraban: Lomba The Seven Coop, upacara api unggun, serta ditutup dengan sesi ramah tamah untuk mempererat silaturahmi antar-insan koperasi.

Melalui penyelenggaraan Jambore Koperasi ke-79 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat terus bertumbuh, sejalan dengan penguatan peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian daerah. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Upacara Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (23/7/2026) pagi.

Acara bertajuk "Sayang Anak, Lindungi & Bangun Masa Depan" tersebut berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 2.000 anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SLTA se-Kabupaten Tangerang.

Bertindak sebagai Pembina Apel Akbar, Bupati Tangerang memimpin jalannya Apel Akbar yang didampingi langsung oleh jajaran Forkopimda, antara lain Kapolres Kombes Pol. Indra Waspada, perwakilan Dandim, Sekretaris Daerah, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas DP3A, serta unsur perwakilan instansi lainnya.

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal menyampaikan ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan serta memfasilitasi kebutuhan dan tumbuh kembang anak-anak.

"Anak-anak kita adalah masa depan bangsa dan calon pemimpin di masa yang akan datang. Pemkab Tangerang terus berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap masa depan anak-anak. Langkah nyata yang terus kita tingkatkan di antaranya program sekolah gratis SD dan SMP swasta secara bertahap, penambahan bus sekolah, hingga penyediaan sarana perpustakaan dan ruang bermain anak di setiap kecamatan," ujar Bupati Maesyal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, H. Asep Suherman mengatakan, bahwa perayaan HAN tahun ini dikonsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini kita kemas menjadi suatu hal yang baru. Yang biasanya diselenggarakan di gedung, sekarang kita laksanakan di lapangan terbuka (outdoor) dengan apel. Selain memperlihatkan kreativitas anak-anak berprestasi, kami juga menyediakan parade profesi seperti pilot, tentara, kepolisian, hingga dokter agar anak-anak dapat membuka wawasan dan meraih cita-citanya," ujar Asep.

Puncak perayaan yang diinisiasi oleh DP3A Kabupaten Tangerang ini turut menyajikan 10 Gelar Seru, di antaranya:

1. Gelar Apel Akbar

2. Gelar Kreatifitas

3. Gelar Karya

4. Gelar Parade Profesi

5. Gelar Permainan Tradisional

6. Gelar Permainan Edukasi

7. Gelar Cek Kesehatan Gratis

8. Gelar Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA)

9. Gelar Literasi

10. Gelar Makanan Tradisional

Sebelum puncak acara ini dilaksanakan, DP3A telah merangkaikan perayaan HAN 2026 dengan berbagai jenis perlombaan. Penyerahan penghargaan dan piala bagi para pemenang lomba diserahkan secara simbolis dalam momentum apel akbar ini.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, Pemkab Tangerang berharap seluruh elemen masyarakat dan orang tua dapat bersinergi dalam menjaga, melindungi, serta mendukung hak-hak anak agar tumbuh menjadi generasi unggul dan berkualitas di masa depan. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Beasiswa Tangerang Gemilang bersama PTDI-STTD, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, dan Politeknik Pelayaran Banten.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Gedung Serba Guna (GSG) Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kamis (23/7/2026).

Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 12 putra-putri asal Kabupaten Tangerang berhasil lolos seleksi dan memperoleh beasiswa penuh melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Perhubungan.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dalam rangka membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di bidang transportasi darat, udara, dan pelayaran.

"Hari ini merupakan momentum yang sangat membanggakan sekaligus menjadi sejarah bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang. Melalui kolaborasi ini kita membuka jalan bagi anak-anak Kabupaten Tangerang untuk meraih pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala biaya," ujar Bupati Maesyal

Bupati Maesyal juga berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi serta memanfaatkan program beasiswa dengan sebaik-baiknya.

"Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Karena itu saya berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik keluarga, almamater, dan Kabupaten Tangerang. Tunjukkan prestasi terbaik sehingga kelak dapat kembali mengabdi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa,"* tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Suharto, menyambut baik kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan institusi pendidikan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperluas dengan penambahan kuota penerima beasiswa pada tahun-tahun mendatang.

"Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang baik untuk mewujudkan cita-cita generasi muda Kabupaten Tangerang," ungkap Suharto.

Program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi, sekaligus mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap mendukung pembangunan daerah maupun nasional. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (23/7/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Anak Nasional ke-42 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut merupakan ajakan kepada seluruh elemen bangsa agar mampu memenuhi hak anak, memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta membangun masa depan Indonesia melalui generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh untuk terus berupaya menghadirkan kebijakan dan fasilitas yang berpihak kepada anak sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak yang baik

"Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Sekda, Kepala DP3A, Ketua MUI dan seluruh jajaran hadir bersama anak-anak perwakilan se-Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Pemerintah daerah juga menyediakan berbagai sarana bermain anak sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi mereka," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperhatikan perkembangan anak, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan dan perlindungan hingga pemenuhan hak-haknya.

"Harapan kami anak-anak Kabupaten Tangerang dapat terus mengikuti pendidikan dengan baik, tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu meraih cita-citanya. Mereka inilah yang akan menjadi penerus pembangunan Kabupaten Tangerang dan Indonesia di masa yang akan datang," katanya.

Ia juga mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Ia menandaskan bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

"Sejalan dengan amanat Menteri PPPA, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi setiap anak sebagai investasi terbaik untuk masa depan bangsa," tandasnya.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Tangerang turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan fasilitas sarana bermain bagi anak-anak.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, berkreasi, berpartisipasi, serta merasa aman dan bahagia dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang menggelar sesi tanya jawab interaktif bersama para pengunjung di stan Festival Cisadane 2026, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pada hari kedua festival tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Sesi interaktif itu disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang, Dr. Mugiya Wardhany, yang turut menyerahkan berbagai door prize kepada pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan dari panitia.

Melalui kuis dan tanya jawab tersebut, Diskominfo mengedukasi masyarakat mengenai berbagai program Smart City, layanan publik berbasis digital, serta peran Diskominfo dalam menyebarluaskan informasi dan kebijakan Pemerintah Kota Tangerang.

Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya warga yang aktif mengikuti kuis, menjawab pertanyaan, hingga berdiskusi langsung dengan petugas di stan Diskominfo.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Dr. Mugiya Wardhany, mengatakan kehadiran Diskominfo dalam Festival Cisadane merupakan momentum untuk semakin mendekatkan layanan informasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi digital warga.

"Kami ingin masyarakat Kota Tangerang semakin cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital dan mengetahui bahwa berbagai layanan informasi pemerintah kini dapat diakses dengan mudah. Melalui kuis dan sesi tanya jawab ini, edukasi menjadi lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan," ujarnya.

Menurut Mugiya, pendekatan yang dikemas secara santai dan komunikatif diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai layanan digital yang telah disediakan Pemerintah Kota Tangerang.

Festival Cisadane 2026 sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Tangerang yang tidak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi wadah promosi UMKM serta pelayanan publik dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (Sumarna)

Published in Banten

Lebak, lensafokus.id - Ratusan aktivis pergerakan Lebak dari berbagai lembaga dan organisasi menggelar aksi menyampaikan pendapat terkait aksi premanisme sekelompok orang dari salah satu Ormas Lebak terhadap Uun aktivis kemanusiaan warga Kp Kebon Awi Desa Bojongleles Kec Cibadak Kab Lebak,Banten.Kamis, 23/7/2026

Dalam orasinya para pimpinan organiasasi dan lembaga menekankan pada penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan penculikan dan pengeroyokan Uun alias Fam Phu Tjong wakil ketua Peradi pwi ,sabtu malam pekan kemarin.

Uun saat itu berada di rumah sekitar jam delapan malam kedatangan puluhan orang dengan cara menggedor pintu rumah, setelah pintu di buka Uun langsung di hujani pukulan oleh orang-orang tersebut.

Tak tak cukup sampai di situ,Uun di culik paksa di bawa ke suatu tempat yang diketahui rumah itu milik salah satu pimpinan DPRD Kab Lebak. Dalam perjalanan menuju rumah itu di dalam mobil Uun masih di siksa oleh penculik sambil mengeluarkan kata-kata yang dapat dikatagorikan sebuah pengancaman kepada Uun korban aksi premanisme sabtu malam.

Kami aktivis Lebak meminta penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten agar menangani kasus ini dengan baik dan profesional tanpa tebang pilih. Kekerasan terhadap Uun aktivis Lebak tidak bisa di tolerir mengingat perbuatan para pelaku sangat biadab tak ada lagi memiliki rasa kemanusiaan.

" Kami meminta Ditkrimum Polda Banten agar serius menangani perkara ini dan tidak ada tebang pilih ,setiap pelaku tangkap dan penjarakan", kata King Naga saat orasinya.

Senada dikatakan para orator lainya saat orasi di atas mobil komamdo ,mendesak agar segera kejar para pelaku kejahatan kriminal kepada Uun Fam Phu Tjong.
" Kami meminta agar para pelaku segera di kejar dan di tangkap,kami menunggu ketegasan pihak polda", kata Tisna LSM LBR Lebak.

Di tempat terpisah,Eli Sahroni mengatakan adanya aksi dari sejumlah organisasi dan lembaga di kantor DPRD Lebak merupakan sebuah aspirasi aktivis yang prihatin melihat kejadian menimpa Uun di sampaikan kepada anggota DPRD Lebak yang memiliki pungsi penampung aspirasi masyarakat dan untuk di tindaklanjutinya.

" Saya apresiasi pergerakan rekan-rekan aktivis lebak melakukan gerakan aksi orasi menyampaikan aspirasi atau pendapat di depan gedung wakil rakyat atas keperihatinan dan kepeduliaan untuk Uun aktivis yang di culik dan di keroyok puluhan orang sabtu malam", kata King Badak panggilan lain dari Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan.

King Badak,mengatakan agar aspirasi di salurkan oleh anggota legislativ kepada pihak Polda Banten, aspirasi ini bukan hanya sekedar di terima tapi harus ada penyampaian atau tindaklanjutnya.

" Saya meminta pihak legislativ bukan hanya sekedar mendengar menerima aspirasi ini ,harus di tindaklanjutinya,sampaikan sesuai kewenangan dewan kepada Ditkrimum Polda Banten", kata King Badak melalui chat WhasAppnya.

Menurut King Badak, para pelaku penculikan sesuai pasal 328 KUHPidana ,setiap orang yang ada dalam peristiwa hukum penculikan atau membawa paksa orang ke tempat lain dapat di jerat pasal penculikan,dan pengeroyokan sebagaimana bunyi pasal 262 KUHPidana setiap orang bersama - sama melakukan pengeroyokan mengakibatkan orang lain luka dapat di penjara sesuai pasal pengeroyokan.

" Saya mememinta penyidik ditkrimum Polda Banten agar menggunakan dan menerapkan pasal pidana yang tepat berdasarkan pristiwa hukumnya, kasus Uun itu penculikan dan pengeroyokan ,pasal 328 KUHP dan pasal 262 KUHP baru", terangnya. (C2p)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Festival Cisadane 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin di kawasan Jalan Benteng Jaya, Kelurahan Sukarasa, Rabu (22/7/2026). Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", festival tahunan kebanggaan Kota Tangerang ini tampil lebih meriah dan berhasil masuk dalam jajaran Top 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pembukaan festival berlangsung spektakuler dengan menghadirkan berbagai atraksi budaya di atas Sungai Cisadane yang disambut antusias ribuan masyarakat dari Kota Tangerang maupun daerah sekitarnya.

IMG 20260723 WA0016

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengatakan Festival Cisadane menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Alhamdulillah, Festival Cisadane tahun ini kembali digelar dengan lebih meriah. Kita bersyukur festival ini telah masuk dalam Karisma Event Nusantara sebagai salah satu dari 125 event terbaik di Indonesia. Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak, tahun depan Festival Cisadane dapat masuk dalam 10 besar event nasional," ujar Sachrudin.

Untuk memudahkan masyarakat menikmati festival, Pemerintah Kota Tangerang juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya layanan Bus Tayo gratis menuju lokasi festival serta dukungan transportasi lainnya.

Menurut Sachrudin, seluruh rangkaian pembukaan tahun ini dipusatkan di atas Sungai Cisadane dengan menampilkan tarian kolosal di panggung apung, atraksi perahu naga, liong dance, sirkus api, hingga pesta kembang api yang memukau para pengunjung.

"Seluruh rangkaian pembukaan kami fokuskan di atas Sungai Cisadane. Ada tarian kolosal di panggung apung, atraksi perahu naga, liong dance, sirkus api, hingga pesta kembang api," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan konsep tersebut menjadi simbol bahwa Sungai Cisadane tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah dan warisan budaya yang harus terus dilestarikan.

Menurutnya, tema "Flowing Heritage, Growing Courage" menggambarkan semangat menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mendorong keberanian untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Selama penyelenggaraan yang berlangsung pada 22–26 Juli 2026, masyarakat dapat menikmati berbagai hiburan, pameran produk UMKM dan ekonomi kreatif, kriya, fesyen, kuliner, pelayanan publik dari organisasi perangkat daerah (OPD), hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Boyke menambahkan, masuknya Festival Cisadane ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi pengakuan nasional atas kualitas penyelenggaraan festival sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan daya saing pariwisata Kota Tangerang.

"Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Tangerang. Festival Cisadane bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk melestarikan budaya, memperkuat ekonomi kreatif, serta menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah," katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak siang hari dengan memadati kawasan festival. Salah seorang pengunjung, Nurul, mengaku selalu menantikan Festival Cisadane setiap tahun karena menyuguhkan perpaduan hiburan dan edukasi budaya.

"Seru sekali. Tadi kami melihat atraksi perahu naga, tarian kolosal yang sangat menarik, pesta kembang api, sampai penampilan musik. Selain menghibur, festival ini juga membuat kami semakin mengenal sejarah Sungai Cisadane. Semoga acara seperti ini terus dilestarikan dan diselenggarakan setiap tahun," ungkapnya. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang turut ambil bagian dalam kemeriahan Festival Cisadane 2026 dengan membuka stan pelayanan dan informasi kepada masyarakat di kawasan festival, Rabu malam (22/7/2026).

Keikutsertaan BPKD menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat. Melalui stan tersebut, pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi mengenai pajak daerah, retribusi, serta inovasi layanan digital yang memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

Suasana di stan BPKD tampak semarak dengan kehadiran seluruh jajaran pegawai yang menunjukkan kekompakan dalam memberikan pelayanan. Mulai dari Kepala Badan, Sekretaris Badan, hingga para staf, seluruhnya terlihat antusias menyambut masyarakat yang berkunjung.

Petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pajak daerah bagi pembangunan Kota Tangerang, sekaligus membagikan berbagai suvenir kepada pengunjung sebagai bentuk apresiasi.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang, Agus Andriansjah, S.E., M.M., mengatakan keikutsertaan dalam Festival Cisadane merupakan komitmen BPKD untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

"Kami ingin layanan BPKD tidak hanya hadir di kantor, tetapi juga bisa diakses dan dipahami langsung oleh masyarakat melalui kegiatan seperti ini. Kekompakan tim menjadi kunci bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati," ujar Agus Andriansjah.

Menurutnya, Festival Cisadane menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan daerah serta peran pajak dalam mendukung pembangunan Kota Tangerang.

Festival Cisadane sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Tangerang yang selalu menyedot perhatian puluhan ribu pengunjung. Berbagai pertunjukan seni dan budaya, bazar UMKM, kuliner, hingga pelayanan publik dari organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi daya tarik utama festival tersebut. (Red)

Published in Banten
Go to top