TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menggelar acara tasyakuran atas keberhasilan Kafilah Kabupaten Tangerang yang kembali meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Banten untuk lima kali berturut-turut di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Jumat (17/07/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Kabupaten Tangerang kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten.
"Pada hari ini kita mengundang seluruh kafilah yang baru saja berjuang membawa nama baik Kabupaten Tangerang pada MTQ tingkat Provinsi Banten. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi bersama para pembina, dewan hakim, pelatih, pendamping, para kiai, Ketua MUI, DMI, FKUB, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang kembali menjadi yang terbaik di Provinsi Banten," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum selama lima kali berturut-turut merupakan hasil kerja keras, kekompakan, pembinaan yang berkelanjutan, serta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh kafilah, dewan hakim, pembina, pelatih, pendamping, dan semua pihak yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten.
"Silaturahmi ini harus terus kita jaga sebagai pondasi untuk mempertahankan prestasi di masa mendatang. Kita harus terus mempersiapkan diri, terus berlatih, agar para kafilah tetap menjadi duta-duta terbaik Kabupaten Tangerang pada MTQ berikutnya," ujarnya.
Labih jauh, ia menandaskan bahwa prestasi MTQ bukan hanya tentang meraih gelar juara, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat syiar Islam dan meningkatkan budaya membaca, memahami Al-Qur'an serta mengamalkannya di tengah masyarakat.
"MTQ ini hanyalah jembatan untuk membawa nama baik Kabupaten Tangerang. Yang lebih penting adalah bagaimana baca tulis Al-Qur'an semakin membudaya dan syiar Islam terus dikumandangkan di Kabupaten Tangerang. Sebagai daerah yang masyarakatnya religius, kita juga harus terus menjaga toleransi, saling menghormati antarumat beragama, serta memperkuat persatuan dan kesatuan," tandasnya.
Ia berharap keberhasilan meraih juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten 5 kali berturut-turut tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi seluruh generasi muda Kabupaten Tangerang untuk terus mencintai Al-Qur'an, meningkatkan kualitas keagamaan, sekaligus mempertahankan prestasi Kabupaten Tangerang sebagai salah satu daerah terbaik dalam penyelenggaraan MTQ di Provinsi Banten.
Acara tasyakuran berlangsung penuh kehangatan dan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, para ulama, pembina, pelatih, dewan hakim, dan seluruh kafilah yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tangerang melalui prestasi gemilang di ajang MTQ Provinsi Banten.
Pada kesempatan tersebut Bupati Tangerang juga memberikan apresiasi kepada para kafilah dan pembina yang telah berjuang di MTQ ke-XXIII tingkat Provinsi Banten yang digelar di KP3B Kota Serang beberapa waktu yang lampau
Kegiatan tasyakuran ini dihadiri seluruh kafilah MTQ Kabupaten Tangerang, para pembina, pelatih, pendamping, dewan hakim asal Kabupaten Tangerang, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, DMI Kabupaten Tangerang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para kiai, serta jajaran pemerintah daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Baznas, DMI, kepala OPD dan camat beserta unsur Fokopimcam Kelapa Dua melakukan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid At-Taqwa yang ada di Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua. Jumat (17/07/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dan kekeluargaan masyarakat Kelapa Dua.
“Kami ucapkan terima kasih kepada DKM kepada tokoh masyarakat para Kyai para ulama dan telah menerima kami dengan baik dan ini bahagian daripada upaya kita sebagai umat bisa melaksanakan silahturahmi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan bahwa kagiatan Jumling merupakan salah satu upaya pemerintah untuk bisa hadir lebih dekat ke masyarakat dan berdialog tanpa sekat terkait dengan tantangan pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat Kelapa Dua
“Kehadiran kami hari ini adalah bagian dari kegiatan rutin Pemkab Tangerang untuk lebih dekat ke masyarakat. Kita melaksanakan salat Jumat bersama Baznas, DMI Kabupaten Tangerang ke masjid-masjid, bersilahtarahmi dan berdialog tanpa sekat, mendengar dan melihat langsung aspirasi dan keinginan masyarakat,” ungkapnya
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal dan memperjuangkan apa yang disampaikan masyarakat melalui Kegiatan Jumling. Selain itu, dia juga memohon dukungan dan partisipasi aktif masyarakat Kelapa Dua untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam menyukseskan pembangunan, pelayanan dan pemberdyaaan masyarakat yang dilaksanakan.
“Tadi saya sudah berdiskusi dengan Pak Camat mengenai permohonan dan usulan dari masyarakat untuk pembangunan di Kelapa Dua. Insya Allah, itu akan kami perjuangkan demi kepentingan umum dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya
Selain itu, pihaknya juga memohon dukungan dan partisipasi aktif masyarakat untuk terus menguatkan sinergi dan kolabrasi untuk bersama-sama menyukseskan program-program pembangunan yang dilaksanakan untuk kemajuan bersama
“Kami mohon dukungan dan partisipasi masyarakat Kelapa Dua, terus bersinergi dan berkolaborasi bersama kami agar program-program baik itu pembangunan, pelayanan maupun pemberdayaan dapat berjalan lancar dan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya
Pada kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada DKM Masjid At-Taqwa. Pihaknya berharap bantuan yang diserahkan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran dan pelayanan kepada umat dan masyarakat di sekitar Masjid At-Taqwa Kelapa Dua. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah secara resmi membuka pelaksanaan program Isbat Nikah Terpadu 1.000 pasangan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG) Tigaraksa, Jumat (17/07/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa program Isbat Nikah Terpadu tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan kepastian hukum bagi pasangan suami istri yang telah menikah secara agama namun belum tercatat secara resmi oleh negara serta memberikan kepastian dan perlindungan hukum keluarga, terutamanya perempuan dan anak
"Yang kita urus hari ini bukan hanya dokumen, bukan hanya sekadar administrasi, tetapi kehidupan sebuah keluarga. Dengan adanya pencatatan pernikahan, hak-hak perempuan, anak, serta akses terhadap berbagai pelayanan publik dapat terlindungi dengan baik," ungkap Wabup Intan.
Menurut Wabup Intan, keluarga yang memiliki kepastian hukum akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Keluarga yang punya kepastian hukum ini akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, jangan tunda-tunda lagi untuk mencatatkan pernikahannya agar seluruh hak hukum keluarga dapat terlindungi sejak awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Isbat Nikah Terpadu 1.000 Pasangan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pengadilan Agama Tigaraksa, Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang. Pelaksanaan sidang dilakukan secara bertahap yang terbagi dalam 6 daerah pemilihan. Tahap pertama yang digelar di Gedung Serbaguna Tigaraksa diikuti 267 pasangan, sedangkan sidang berikutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kronjo, Sepatan, Pasarkemis, Curug, dan Legok.
“Sidang isbat pertama hari ini dipusatkan di GSG. Sebanyak 267 pasangan dari Kecamatan Balaraja, Cisoka, Jambe, Jayanti, Solear dan Tigaraksa hadir melakukan sidang isbat. Selanjutnya untuk peserta dari daerah pemilihan lainnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kronjo, Sepatan, Pasarkemis, Curug dan di Kecamatan Legok,” jelasnya
Ia menambahkan, pelaksanaan isbat nikah dilakukan secara bertahap, mulai Juli hingga September 2026 menyesuaikan jadwal persidangan Pengadilan Agama. Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dia juga berharap program sidang isbat nikah bisa menjadi agenda rutin tahunan agar manfaatnya bisa lebih banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi pasangan yang belum mencatatkan perkawainannya secara negara
"Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang ingin memastikan negara benar-benar hadir memberikan perlindungan hukum bagi setiap keluarga. Semoga seluruh peserta memperoleh kepastian hukum dan dapat membangun keluarga yang semakin harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah," pungkasnya.
Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa, Muhammad Kasim melaporkan sebanyak 1.496 pasangan dari 29 kecamatan telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Isbat Nikah Terpadu. Setelah melalui proses verifikasi, 1.004 pasangan dinyatakan memenuhi persyaratan dan siap mengikuti persidangan, sedangkan sisanya 492 pasangan lainnya masih melengkapi persyaratan administrasi dan akan terus mendapatkan pendampingan melalui Pos Pelayanan Hukum Pengadilan Agama Tigaraksa.
“Sidang tahap pertama dilaksanakan hari ini, tanggal 17 Juli 2026 bertempat di GSG Tigaraksa, dan akan berlangsung secara berturut-turut hingga sidang tahap keenam pada tanggal 25 September 2026 di Kecamatan Legok,” jelasnya
Pihaknya berharap program Isbat Nikah Terpadu yang diselenggarakan tersebut, hak-hak sipil masyarakat, seperti akta kelahiran anak, hak waris, dan administrasi kependudukan, dapat terpenuhi secara menyeluruh. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Dalam upaya meningkatkan literasi digital dan kreativitas masyarakat di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang resmi membuka pendaftaran Program Kelas Literasi: AI Content Creation Bootcamp. Program pelatihan ini diselenggarakan secara gratis bagi warga Kota Tangerang yang ingin menguasai teknologi AI untuk pembuatan konten kreatif, Jumat (17/7/2026).
Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan perkembangan industri digital saat ini.
Menurutnya, melalui AI Content Creation Bootcamp, peserta akan mempelajari cara memanfaatkan berbagai perangkat berbasis kecerdasan buatan untuk menghasilkan konten digital yang menarik, kreatif, dan berkualitas.
"Kami mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk memanfaatkan kesempatan ini. Pendaftaran telah dibuka mulai 16 hingga 22 Juli 2026. Silakan melakukan pendaftaran melalui tautan yang telah disediakan," ujar Engkos.
Ia menjelaskan, pelatihan akan dibagi ke dalam dua batch dengan kuota maksimal 25 peserta di setiap batch. Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan interaktif.
Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan hingga selesai akan memperoleh sertifikat digital secara gratis sebagai bukti telah mengikuti dan menyelesaikan program.
Adapun persyaratan bagi calon peserta, yakni berusia minimal 16 tahun, memiliki akun ChatGPT yang aktif, serta membawa laptop pribadi yang telah terinstal aplikasi CapCut Pro dengan kredit yang masih tersedia. Peserta juga diwajibkan hadir sesuai jadwal pelaksanaan apabila telah dinyatakan lolos sebagai peserta.
"Melalui program ini kami berharap masyarakat semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital, mampu memanfaatkan AI secara positif, serta meningkatkan keterampilan dalam menciptakan konten yang kreatif dan produktif," pungkas Engkos. (Sumarna)
SERANG, lensafokus.id - Gaduhnya video seorang perempuan berinisial IF yang melaporkan dugaan pelecehan terhadap Gubernur Banten, ke Komnas Perempuan, diduga sebagai penekanan dalam seleksi pemilihan Komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pelantikan pejabat di Banten.
Diketahui, usai viralnya video pelaporan IF ke Komnas Perempuan, tak lama berselang, IF mencabut laporannya dan membuat video klarifikasi bahwa tindakannya hanyalah bentuk "emosi sesaat".
Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Publik mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di balik pelaporan IF, terlebih karena momentum kasus tersebut bertepatan dengan proses seleksi jajaran direksi BUMD Banten oleh tim panitia seleksi (pansel),
Serta menjelang pelantikan sejumlah kepala dinas dan jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Untuk di ketahui, bahwa BUMD di tingkat provinsi memiliki peran strategis dalam mengelola aset daerah, distribusi energi, perbankan daerah, hingga sektor transportasi. Posisi direksi BUMD bukan hanya jabatan administratif, melainkan pintu masuk bagi suatu golongan untuk mengakses sumber daya ekonomi dan politik yang besar. Dengan kewenangan mengatur arus modal dan proyek daerah, jabatan ini sering dipandang sebagai "kursi emas" yang dapat memperkuat pengaruh kelompok tertentu.
Tak heran jika publik menduga bahwa perebutan posisi di BUMD bisa mendorong berbagai pihak untuk menghalalkan segala cara demi mendapatkan kursi tersebut. Dalam konteks ini, munculnya laporan IF—meski kemudian dicabut—dipandang sebagian kalangan sebagai bagian dari dinamika politik yang lebih luas. Namun, hingga kini belum ada bukti konkret yang mengaitkan pencabutan laporan IF dengan proses seleksi jabatan di BUMD maupun pelantikan pejabat strategis lainnya.
Spekulasi pun bermunculan. Sebagian pihak menduga bahwa isu ini tidak semata-mata persoalan pribadi, melainkan berkaitan dengan dinamika politik dan perebutan posisi strategis di pemerintahan daerah.
Namun, hingga kini belum ada bukti konkret yang mengaitkan pencabutan laporan IF dengan proses seleksi jabatan tersebut.
Pengamat politik menilai bahwa kasus ini mencerminkan kompleksitas relasi kekuasaan di daerah.
Publik diimbau untuk tetap kritis, namun juga menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjebak dalam spekulasi yang belum terverifikasi. (Sumarna)