Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi SMP dan SMK Satya Muda Gemilang di Kecamatan Tigaraksa, dalam rangka monitoring dan memberikan motivasi kepada para peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/26).
Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan Camat Tigaraksa. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran Yayasan Satya Muda Gemilang, para guru, serta ratusan siswa baru yang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS.
Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran yayasan dan pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan MPLS secara edukatif, semangat dan keakraban.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan program MPLS yang berjalan dengan baik. Kami juga melihat adanya perkembangan jumlah peserta didik di sekolah ini yang menunjukkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat," ujar Bupati Maesyal
Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting sebagai langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter yang kuat sejak dini.
"Manfaatkan masa MPLS ini dengan sebaik-baiknya. Kenali guru-gurunya, lingkungan sekolahnya, dan teman-teman barunya. Bangun semangat belajar sejak hari pertama. Tanamkan disiplin, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih kesuksesan tidak dapat diraih secara instan. Kesuksesan membutuhkan proses panjang yang diisi dengan kerja keras, ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
"Tidak ada kesuksesan yang datang begitu saja. Semua membutuhkan proses, usaha, dan doa. Kalian adalah calon pemimpin masa depan Kabupaten Tangerang, maka persiapkan diri mulai dari sekarang dengan belajar sungguh-sungguh," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Satya Muda Gemilang, Mas Iman Kusnandar, mengaku bersyukur atas kehadiran Bupati Tangerang beserta jajaran yang dinilainya menjadi suntikan motivasi bagi para siswa baru.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kehadiran beliau menjadi penyemangat sekaligus motivasi bagi anak-anak kami untuk lebih giat belajar dan berani memiliki cita-cita yang tinggi," ujar Mas Iman.
Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta didik di SMP dan SMK Satya Muda Gemilang terus mengalami peningkatan yang signifikan.
"Alhamdulillah, pada tahun ajaran 2026 jumlah peserta didik secara keseluruhan, baik SMP maupun SMK, telah mencapai sekitar 400 siswa. Ini merupakan peningkatan yang sangat membanggakan dibandingkan pada awal berdirinya yang hanya sekitar 51 siswa. Kepercayaan masyarakat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan," katanya.
Mas Iman menambahkan, khusus jenjang SMK, saat ini tersedia tiga program keahlian yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri, yakni Manajemen Perkantoran, Teknologi Digital, dan Teknik Otomotif.
"Kami terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ketiga program keahlian tersebut kami kembangkan agar lulusan memiliki kompetensi, keterampilan, serta karakter yang siap memasuki dunia kerja," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan kerja berkeliling Kecamatan Tigaraksa untuk memantau pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran. Rabu, (15/07/26)
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid meninjau rumah calon penerima bantuan di Kampung Babakan, Desa Pematang, serta mengecek hasil pembangunan RTLH di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, sekaligus memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar mendapatkan hunian yang layak dan akses air bersih
"Hari ini kita bersama melihat dan mengecek langsung, baik itu kondisi warga calon penerima program maupun hasil program RTLH yang telah dilaksanakan. Kita ingin memastikan rumahnya nanti benar-benar layak dan ada akses air bersihnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah milik Ibu Dalilah di Kampung Babakan, Desa Pematang. Rumah tersebut dipastikan segera direhabilitasi melalui program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis) sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini kami datang langsung ke rumah Ibu Dalilah untuk memastikan rumah ini segera dibangun atau direhabilitasi agar menjadi rumah yang sehat dan layak huni. Ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dilakukan secara bertahap," ujarnya
Selain memastikan pembangunan rumah, ia memperhatikan kondisi kesehatan Ibu Dalilah yang sedang sakit. Pada kesempatan tersebut, dia menginstruksikan kepada petugas Puskesmas yang turut hadir untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
"Alhamdulillah, Ibu Dalilah juga langsung ditangani oleh Puskesmas. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan. Pemerintah tidak hanya memperhatikan kondisi rumahnya, tetapi juga kesehatan warganya," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari Program Gebrak Pakumis, sebagai salah satu upaya Pemkab Tangerang untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Tangerang.
Selain persoalan rumah tidak layak huni, pihaknya juga menyoroti adanya usulan masyarakat tentang kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi kendala warga, terutama saat musim kemarau. Ia pun langsung menginstruksikan kepada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) untuk segera menyediakan solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi masalah tersebut
"Untuk kebutuhan air bersih, tadi saya sudah minta Kadis Perkim segera menyiapkan toren air dan tangki air sementara. Selanjutnya akan dilakukan pengeboran sumur agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih baik, khususnya saat musim kemarau," tandasnya.
Usai meninjau rumah Ibu Dalilah, Bupati melanjutkan kunjungan ke Desa Cileles untuk melihat secara langsung hasil pembangunan RTLH yang telah selesai dikerjakan. Tiga rumah yang dikunjungi tersebut milik Ibu Jakari, Ibu Amaidah, dan Ibu Asmin yang sebelumnya telah mendapat bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal Rasyid juga melakukan dialog dengan para penerima manfaat untuk memastikan kondisi rumah yang telah dibangun benar-benar memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat
Salah seorang penerima bantuan RTLH, Ibu Jakari, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Bupati Tangerang beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang atas kepedukian dan bantuan yang telah diberikan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan seluruh jajarannya yang telah membangun rumah saya menjadi layak huni. Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus, lebih nyaman ditempati, dan saya sangat bersyukur Bapak Bupati bisa membantu rumah saya," ungkap Ibu Jakari. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online dengan tidak lagi bertumpu pada pemutusan akses situs semata, tetapi menyasar seluruh mata rantai kejahatan digital yang menopang operasinya.
Pendekatan baru ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memutus aliran dana, menindak pelaku, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak perjudian online.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online hanya akan efektif jika dilakukan secara menyeluruh.
“Pemberantasan judi online harus dilakukan menyeluruh. Tidak cukup atau tidak boleh berhenti hanya pada pemutusan akses situs, tetapi harus menyasar keseluruhan ekosistemnya,” ujar Meutya dalam OJK Banking Forum 2026 bertema Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi Perbankan serta Peningkatan Upaya Pemberantasan Kejahatan Keuangan dan Perjudian Online di Era Digital di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Meutya, strategi tersebut diperkuat melalui sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri perbankan, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi itu juga didukung Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang menjadi landasan penanganan judi online secara terpadu.
“Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 memperkuat sinergi antarinstansi dalam pemberantasan judi online. Penanganannya harus terintegrasi, mulai dari pemutusan akses, pemutusan aliran dana, hingga penegakan hukum,” katanya.
Meutya menekankan pemblokiran situs harus diikuti pemutusan rekening-rekening penampung yang menjadi jalur utama perputaran dana perjudian online.
“Pemutusan akses situs harus dibarengi dengan mengamputasi ‘leher’ ekosistem judi online, yaitu rekening-rekening penampung. Karena itu kolaborasi Komdigi, OJK, industri perbankan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kejahatan ini,” tegasnya.
Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Komdigi telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan konten bermuatan judi online. Bersama OJK, Komdigi juga melaporkan sekitar 38 ribu rekening yang diduga terkait aktivitas perjudian online, dengan sekitar 32.500 rekening telah ditutup setelah melalui proses cleansing.
Meutya mengapresiasi komitmen OJK dan industri perbankan dalam memperkuat pengawasan terhadap rekening mencurigakan serta mendorong penguatan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) agar penyalahgunaan rekening dapat dicegah sejak awal.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari kejahatan keuangan kini menjadi tantangan utama sektor jasa keuangan.
“Tugas kita bukan hanya memastikan perbankan tetap sehat, tetapi juga melindungi masyarakat dari berbagai modus scam dan judi online yang dapat menggerus kepercayaan terhadap sistem keuangan,” ujarnya.
Friderica menambahkan transformasi digital harus diiringi penguatan tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang aman, tepercaya, dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan perbankan memegang peran sentral dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
“Peningkatan upaya pencegahan kejahatan keuangan yang memanfaatkan layanan perbankan serta penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi hal yang strategis di era transformasi digital,” katanya.
Menurut Dian, hingga Mei 2026 OJK mencatat 2,8 juta penolakan hubungan usaha dengan calon nasabah, 51,2 ribu penutupan hubungan usaha terhadap nasabah yang terindikasi terkait judi online, serta 32.454 rekening diblokir setelah melalui proses Enhanced Due Diligence (EDD).
Meutya optimistis pendekatan yang menyasar seluruh ekosistem akan membuat pemberantasan judi online lebih efektif.
“Pemberantasan judi online hanya akan berhasil jika seluruh ekosistemnya kita putus bersama. Bukan hanya situsnya, tetapi juga aliran dananya, identitas pelakunya, serta penegakan hukumnya. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kita optimistis dapat menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan sehat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menyelenggarakan Workshop Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di seluruh perangkat daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen dalam memastikan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat yang setara, adil, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.
Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman menekankan bahwa Pengarusutamaan Gender merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis. Melalui PUG, setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan dirancang dengan memperhatikan kebutuhan, pengalaman, peran, serta akses yang berbeda antara perempuan dan laki-laki.
"Kami mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak memandang pelaksanaan Pengarusutamaan Gender sebagai beban administrasi semata, melainkan sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk menghadirkan pembangunan yang lebih berkualitas, tepat sasaran, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa workshop tersebut menjadi ajang diskusi untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan serta merumuskan solusi aplikatif dalam penerapan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimis dapat terus meningkatkan capaian dalam pelaksanaan PUG demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
"Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, konsolidasi, dan penguatan komitmen antarperangkat daerah. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk lebih memahami indikator penilaian serta mampu menyiapkan data dan dokumen pendukung secara lebih berkualitas dan tertib," ungkapnya
Sebagai informasi, Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta menghadirkan narasumber yang ahli di bidang kebijakan PUG untuk memberikan pendampingan teknis kepada para peserta. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Seorang warga Jeungjing Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang menjadi korban akibat tersangkut kabel wifi yang menjuntai ke bawah badan jalan. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius hingga harus menjalani amputasi separuh kaki.
Peristiwa diduga terjadi saat korban melintas di wilayah Jeungjing. Dalam foto yang beredar terlihat bercak darah yang masih menempel di lokasi kejadian akibat luka yang dialami korban.
Husen, Ketua RT 03 RW 03 Kampung Jeungjing, membenarkan bahwa korban adalah warganya.
"Benar,namanya Fais itu warga saya. Kejadiannya karena kabel wifi yang menjuntai rendah di jalan," ujar Husen saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih dalam penanganan medis. Pihak keluarga korban saat ini belum bisa dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Warga sekitar mengaku sudah lama resah dengan kabel-kabel yang menjuntai di sejumlah titik. Mereka meminta penyedia layanan internet dan pemerintah desa segera menertibkan agar tidak ada lagi korban.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang maupun perusahaan penyedia layanan terkait penyebab kabel tersebut menjuntai dan siapa yang bertanggung jawab. Serta sampai saat ini wartawan Lensa Fokus masih berupaya mendapatkan keterangan jelas dan perkembangan kesehatannya Fais.
Kasus ini menjadi sorotan warga agar perawatan infrastruktur jaringan di ruang publik lebih diperhatikan demi keselamatan bersama. (Lingga)
SERANG, lensafokus.id – Aliansi Mahasiswa Demokrasi Banten Bersatu (AMDBB) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan memperoleh air bersih dan kebutuhan pokok dengan menggelar kegiatan bakti sosial di sejumlah wilayah Provinsi Banten.
Dalam aksi sosial tersebut, AMDBB menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga lokasi di Kecamatan Tirtayasa, yakni Kampung Tirtayasa, Kampung Laban, dan Kampung Samparwadi. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Selain itu, AMDBB juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat di Perumahan Griya Karundang Asri, Kecamatan Pontang, dan Kecamatan Cikande sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Demokrasi Banten Bersatu (AMDBB), Nur Hadi, mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama.
"Mahasiswa harus hadir bukan hanya ketika menyampaikan kritik, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan nyata. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa juga memiliki kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan," ujar Nur Hadi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, AMDBB berupaya hadir langsung memberikan bantuan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
AMDBB berharap bantuan air bersih dan paket sembako yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.
Organisasi tersebut juga mengajak pemerintah, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus bersinergi dalam menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat. (Red)