Items filtered by date: Wednesday, 22 July 2026

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi meluncurkan layanan Investment and Potential Object Tangerang (IPO-T) bertajuk "Investasi Digital, Peluang Optimal". Layanan tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Lemo Hotel Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/7/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah. Menurutnya, di tengah perkembangan era digital, pemerintah dituntut untuk terus menghadirkan layanan informasi investasi yang mudah diakses, akurat, dan terpercaya untuk memberikan kemudahan bagi calon investor dalam mengenali potensi daerah yang dimiliki.

"Melalui DPMPTSP, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan Aplikasi IPO-T sebagai inovasi digital yang menghimpun informasi potensi investasi dalam satu platform. Kami berharap aplikasi ini menjadi media promosi yang efektif sekaligus memudahkan investor memperoleh informasi peluang investasi secara cepat, transparan, dan terpercaya," ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, kehadiran IPO-T merupakan wujud komitmen Pemkab Tangerang dalam memperkuat pelayanan publik berbasis digital sekaligus meningkatkan daya saing daerah melalui kemudahan aksesq informasi investasi.

"Saya berharap IPO-T dapat meningkatkan realisasi investasi di Kabupaten Tangerang yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk aktif memperbarui data potensi wilayah agar setiap informasi yang disajikan selalu lengkap, mutakhir dan terkini. Ia pun mengundang para pelaku usaha, investor, dan akademisi untuk memanfaatkan IPO-T sebagai sarana membangun kolaborasi dan membuka peluang investasi baru di Kabupaten Tangerang.

"Keberhasilan aplikasi ini membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Kabupaten Tangerang akan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki iklim investasi yang kondusif dan potensi ekonomi yang kompetitif," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan mengatakan, aplikasi IPO-T merupakan inovasi digital yang menghimpun data potensi dan peluang investasi di Kabupaten Tangerang dalam satu platform digital yang mudah diakses oleh calon investor.

"Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan aplikasi IPO-T atau Investment and Potential Object Tangerang. Di dalamnya memuat data potensi dan peluang investasi dari berbagai sektor, seperti industri, perdagangan, kesehatan, hingga UMKM yang disajikan per kecamatan," ujar Hendar.

Dia menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi investasi yang berbeda. Sebagai contoh, Kecamatan Kelapa Dua memiliki peluang pada sektor jasa, kawasan hunian, dan pendidikan swasta, sedangkan Kecamatan Kresek lebih berpotensi di sektor pertanian serta pengolahan dan ketahanan pangan. Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi referensi awal bagi para investor dalam menentukan lokasi investasi.

Hendar menambahkan, berbeda dengan aplikasi layanan perizinan yang telah dimiliki DPMPTSP, IPO-T tersebut berfungsi sebagai pusat informasi investasi. "Kalau aplikasi yang lain fokus pada pelayanan perizinan, IPO-T justru menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan calon investor. Jadi mereka tidak perlu lagi mencari informasi ke masing-masing perangkat daerah karena semuanya sudah kami himpun dalam satu aplikasi yang dapat diakses melalui ponsel maupun laptop," jelasnya.

Saat ini, lanjut Hendar, IPO-T baru memuat data dari lima kecamatan dan akan terus dikembangkan hingga mencakup seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Data yang tersedia akan terus diperbarui dan ke depan direncanakan terintegrasi dengan aplikasi Potensi dan Informasi Regional (PIR) milik BKPM agar data investasi daerah dan nasional dapat saling terhubung," imbuhnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lontar 2, Kecamatan Kemiri yang telah selesai direnovasi dengan memanfaatkan material fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU Lontar sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Rabu (22/7/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada PLTU Lontar yang telah mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui renovasi ruang belajar di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1.

"Hari ini kita meresmikan hasil renovasi di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1. Total ada lima unit yang dibangun, empat unit di SDN Lontar 2 dan satu unit di SDN Klebet 1. Ini merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya penyediaan sarana dan prasarana belajar yang layak," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, salah satunya perbaikan ruang kelas yang belum direnovasi agar seluruh bangunan sekolah memiliki kualitas yang seragam dan semakin nyaman digunakan oleh para siswa maupun tenaga pendidik.

"Pemkab Tangerang akan menyesuaikan dengan bangunan yang sudah direnovasi oleh PLTU Lontar. Ruang kelas lainnya akan kami rehabilitasi agar seluruh fasilitas sekolah menjadi lebih baik, sehingga proses belajar mengajar berlangsung nyaman, aman, bersih, sehat, dan tertib," katanya.

Bupati berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PLTU Lontar terus berlanjut melalui berbagai program CSR lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami juga berharap kerja sama ini dapat diperluas, tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga program bedah rumah, kesehatan, dan program sosial lainnya. Saya meminta Pak Camat terus memfasilitasi agar program CSR PLTU Lontar dapat menjangkau lebih banyak desa di Kecamatan Kemiri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dili Windu Rezeki Sugandi, melaporkan bahwa SDN Lontar 2 berdiri di atas lahan seluas 1.978 meter persegi dengan total tujuh ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta fasilitas pendukung lainnya.

Melalui program CSR PLTU Lontar, sekolah tersebut dapat memperoleh bantuan renovasi 3 ruang kelas, satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan satu fasilitas sanitasi. Sedangkan SDN Klebet 1 sebelumnya telah mendapatkan renovasi satu ruang kelas sejak Desember 2025.

"Perbaikan di SDN Lontar 2 dilaksanakan mulai Maret hingga Juli 2026. Alhamdulillah seluruh pekerjaan telah selesai dan hari ini dapat diresmikan. Kami menyampaikan terima kasih kepada PLTU Lontar atas dukungan yang diberikan dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Tangerang," ucapnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten melakukan kunjungan verifikasi lapangan di Posyandu Mawar 3, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kegiatan evaluasi ini digelar untuk memantau penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, Rabu (22/07/2026).

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengapresiasi kesiapan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta kader masyarakat Desa Sukamantri dalam menyelenggarakan pelayanan publik terintegrasi. Ia menegaskan bahwa penilaian lapangan ini merupakan sarana evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa.

"Penilaian ini menjadi sarana belajar bersama dan memperkuat inovasi pelayanan enam SPM. Posyandu harus berfungsi optimal sebagai sarana pelayanan publik yang paling dekat dengan pemukiman warga," ujar Tinawati.

Mewakili Bupati Tangerang, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tangerang Prima Saras Puspa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan dasar melalui Posyandu Mawar 3 yang telah beroperasi sejak 2015.

Prima menyampaikan bahwa Posyandu Mawar 3 terpilih menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata.

"Posyandu Mawar 3 menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata," kata Prima

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai dinas teknis, unsur kecamatan, perangkat desa, serta organisasi kemasyarakatan lokal. Menurutnya, kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu. Integrasi layanan 6 SPM diharapkan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah," ungkap Rismawati

Dalam kunjungan evaluasi tersebut, Tim Penilai Provinsi Banten bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung enam titik lokasi pelayanan terpadu. Peninjauan mencakup Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar terpadu bagi balita, ibu hamil, remaja, hingga lansia, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu, Bank Sampah untuk pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga, Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah pemanfaatan pekarangan dan ketahanan pangan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pendataan perbaikan hunian masyarakat, serta Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) guna menjaga ketenteraman dan ketertiban desa.

Sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penguatan operasional dan kesejahteraan warga, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama instansi terkait menyalurkan sejumlah bantuan stimulan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa menyerahkan dua buah puzzle edukatif untuk Ketua TP Posyandu Desa. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyerahkan benih kangkung dan sawi untuk kader, sedangkan Dinas Kesehatan memberikan buku pedoman serta media sosialisasi.

Bantuan sosial dan pendidikan turut disalurkan berupa satu unit kursi roda dan alat bantu jalan dari Dinas Sosial, 30 paket buku gambar dan pensil warna dari Dinas Pendidikan, serta 40 buku mewarnai dari DP3AKKB untuk anak PAUD. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan 10 pasang sepatu bot untuk kepala desa dan lurah, BKKBN memberikan 50 butir telur untuk kader, serta Unit Pengumpul Zakat menyalurkan 10 paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan evaluasi lapangan diawali dengan penyambutan tim penilai, dilanjutkan sesi pembukaan, paparan situasi Posyandu, dan penyerahan bantuan secara simbolis.

Turut hadir jajaran pimpinan dinas teknis terkait meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Bappeda serta Satpol PP, Camat Pasar Kemis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Sukamantri serta perwakilan UPT Puskesmas, KUA, MUI, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan para kader Posyandu Mawar. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Cikupa khususnya di Kelurahan Sukamulya terus berupaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan asri melalui partisipasi aktif dalam Lomba Kampung Hijau dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Tangerang. Penilaian lomba ini secara resmi dilaksanakan pada Rabu (22/07/2026) di Kantor Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Keikutsertaan dalam perlombaan ini merupakan bentuk ikhtiar nyata dan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat setempat. Fokus utamanya bukan semata-mata untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sebagai wadah edukasi untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup yang bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Lurah Sukamulya, Soni Rahmat Sonjaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya terencana guna membentuk masyarakat yang unggul. Ia menegaskan bahwa inti dari perlombaan ini adalah menjaga dan menumbuhkan perilaku positif secara berkelanjutan di lingkungan warga.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, serta membudayakan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Ia menjelaskan, Dalam pelaksanaannya, tim penilai memusatkan kunjungannya atau lokus penilaian di RW 11, Perumahan Mediterania 2, Kelurahan Sukamulya. Kawasan ini tidak hanya menjadi area penilaian, tetapi juga diproyeksikan menjadi kampung percontohan bagi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) lainnya dalam menata lingkungan yang ideal.

"Ini sekaligus menjadi kampanye, menjadi contoh bagi RT/RW yang lain dalam rangka menata kampung, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman. Bukan kejuaraannya yang kami kedepankan, tetapi kampanye pola hidup sehatnya yang luar biasa," tambahnya menegaskan.

Sementara itu, perwakilan dari Forum Kabupaten Tangerang Sehat Emong Wiharya, yang hadir melakukan visitasi memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian warga dan sinergi yang terjalin. Kolaborasi aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW, dinilai sangat baik dan terkesan positif dalam mengimplementasikan instrumen-instrumen PHBS.

"Tentu kami mengapresiasi kemandirian masyarakat serta kolaborasi dari aparatur pemerintah. Terkesan di sini kami melihat masalah PHBS sudah sangat terwakili, dan pembinaan Asuhan Mandiri Toga (Tanaman Obat Keluarga) juga sudah berjalan kolaboratif. Lingkungannya cukup nyaman," jelasnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan lahan lingkungan di RW 11 dinilai sangat produktif, salah satunya dibuktikan dengan eksistensi Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT di wilayah ini terpantau telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.

"Ke depannya, program Kampung Hijau ber-PHBS ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek penataan lingkungan fisik semata. Kontribusi nyata dari inisiatif warga dan edukasi berkelanjutan ini diharapkan dapat membantu posyandu setempat dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan gizi anak-anak, serta menginspirasi kampung-kampung lain untuk bersama-sama mewujudkan kawasan yang luar biasa nyaman, bersih, dan asri," tutupnya. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah guna memastikan kondisi jalan tetap aman, nyaman, dan layak dilalui masyarakat. Salah satu ruas yang saat ini menjadi prioritas penanganan adalah Jalan Pajajaran, Kecamatan Jatiuwung.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, mengatakan proses perbaikan tengah dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

"Kami melanjutkan kegiatan perbaikan Jalan Pajajaran, Jatiuwung, yang mengalami kerusakan dalam beberapa hari terakhir. Beberapa titik jalan berlubang sudah dilakukan penambalan dan pengaspalan ulang. Pekerjaan ini kami targetkan selesai hari ini," ujar Iwan, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan difokuskan pada penambalan lubang-lubang jalan yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Menurutnya, kerusakan pada ruas Jalan Pajajaran sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya kendaraan yang melintas dari kawasan industri Jatiuwung menuju Jalan Raya Gatot Subroto hingga jalur Tangerang–Serang.

"Perbaikan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dan distribusi barang dari kawasan industri tetap berjalan lancar. Kami ingin memastikan pengguna jalan dapat berkendara dengan aman dan nyaman," katanya.

Iwan menambahkan, Dinas PUPR akan terus melakukan monitoring dan pemeliharaan secara berkala terhadap kondisi jalan, baik jalan utama maupun jalan lingkungan di seluruh wilayah Kota Tangerang.

"Tidak hanya sekarang, kami akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan seluruh jalan di kawasan perkotaan maupun lingkungan tetap dalam kondisi baik sehingga dapat digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman," tambahnya.

Selain melakukan perbaikan, Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif melaporkan apabila menemukan kerusakan jalan di wilayahnya.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan LAKSA (Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda) pada aplikasi Tangerang LIVE atau melalui layanan WhatsApp pengaduan di nomor 0811-1500-152. Dengan partisipasi masyarakat, diharapkan penanganan kerusakan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (Sumarna)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Proyek pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) di Kampung Nagreg RT 07/03, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Proyek senilai Rp99.288.000 yang bersumber dari APBD Perubahan (APBDP) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) itu diduga mengabaikan prinsip keterbukaan informasi dan minim pengawasan.

Proyek yang dikerjakan CV Mahakarya Putra Konstruksindo tersebut awalnya memasang papan informasi sebagaimana ketentuan. Namun, saat awak Lensafokus.id kembali melakukan pemantauan pada Senin (20/7/2026), papan proyek itu mendadak sudah tidak berada di lokasi.

Raibnya papan informasi proyek memunculkan tanda tanya besar. Padahal, papan proyek merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana, hingga waktu pelaksanaan. Penghilangan papan proyek di tengah pekerjaan berpotensi mengurangi akses masyarakat untuk mengetahui informasi kegiatan yang dibiayai uang negara.

Kejanggalan tidak berhenti di situ. Berdasarkan keterangan pekerja, pengeboran sumur diklaim mencapai kedalaman sekitar 65 meter. Namun, proses pengeboran disebut hanya berlangsung dalam satu hari. Klaim tersebut memunculkan pertanyaan mengenai metode pekerjaan yang digunakan serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Saat dimintai keterangan, para pekerja memberikan informasi yang berbeda-beda mengenai pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Awalnya proyek disebut milik seseorang bernama Ruli, sementara dari tiga pekerja yang berada di lokasi, seorang berinisial RN mengaku bertugas sebagai mandor.

Sejak kedatangan awak media, aktivitas di lokasi juga tampak berhenti. Para pekerja terlihat enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

«"Ini sudah siang, jadi pengerjaan tidak dilanjutkan hari ini. Kami hanya mengawasi material yang datang," ujar RN, Senin (20/7/2026).»

Selain persoalan transparansi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja. Hingga proses pemantauan berlangsung, tidak terlihat adanya pengawas dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang yang melakukan monitoring maupun memberikan teguran terhadap kondisi tersebut.

Pemantauan kembali pada Rabu (22/7/2026) menunjukkan aktivitas proyek masih minim. Di lokasi hanya tampak material bangunan, termasuk semen dan rangkaian besi yang telah disambung. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan serta kesesuaian material yang digunakan dengan spesifikasi kontrak.

Berbagai temuan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Masyarakat berharap Dinas Perkim Kabupaten Tangerang segera melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, memenuhi prinsip keterbukaan informasi, serta mematuhi standar keselamatan kerja.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Mahakarya Putra Konstruksindo maupun pengawas resmi dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan. Lensafokus.id masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan pemberitaan. (Mala)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri sekaligus membuka Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Tangerang di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa, Rabu (22/7/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan Warteksi Gemilang yang digelar bertujuan meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau karena telah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah

"Kegiatan Warung Tekan Inflasi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok. Harga-harga yang dijual di Warteksi ini kurang lebih telah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sekitar 45 persen sehingga masyarakat dapat membeli sembako dengan harga jauh lebih murah," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan bahkan diperluas jangkauannya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat secara langsung

"Kita berusaha terus secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini. Tadi masyarakat juga menyampaikan rasa terima kasih karena sangat terbantu. Kami berkomitmen kegiatan seperti ini akan lebih sering digelar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Lanjut dia, Masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pokok dengan harga subsidi, di antaranya beras premium Rp7.000 perkilogram, gula pasir Rp12.000 perkilogram, minyak goreng Rp13.500 perliter, bawang merah Rp20.000 perkilogram, bawang putih Rp25.000 perkilogram, cabai merah keriting Rp25.000 perkilogram, cabai rawit merah Rp30.000 perkilogram dan cabai rawit hijau Rp38.000 perkilogram.

"Melalui Program Warteksi Gemilang, Pemerintah Kabupaten Tangerang diharapkan juga mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli yang baik di tengah dinamika harga pangan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan Program Paket Subsidi Warteksi dilaksanakan selama tiga hari, mulai 22-24 Juli 2026 di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa dan Pasar Daon, Desa Daon, Kec. Rajeg.

"Paket subsidi ini terdiri atas delapan komoditas kebutuhan pokok dengan meliputi beras premium sebanyak 665 kilogram, gula pasir 200 kilogram, minyak goreng 200 liter, bawang merah 200 kilogram, bawang putih 200 kilogram, cabai merah keriting 150 kilogram, cabai rawit merah 150 kilogram, serta cabai rawit hijau 150 kilogram," ungkap Resmiyati

Menurutnya, nilai seluruh komoditas berdasarkan harga pasar mencapai Rp310.200. Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan subsidi sebesar Rp139.700 atau sekitar 45 persen sehingga masyarakat cukup membayar Rp170.500 untuk memperoleh seluruh isi paket tersebut.

"Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat," jelasnya

Salah seorang warga Cikupa, Yulianti, mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Warteksi Gemilang. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar dan sangat meringankan pengeluaran keluarga.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan jajarannya yang telah mengadakan program pangan murah seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama ibu-ibu, karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan, kalau bisa setiap bulan," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pembukaan Festival Cisadane 2026 yang dijadwalkan dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan Festival Cisadane merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Kota Tangerang. Tahun ini, festival mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage" dan diproyeksikan mampu menarik lebih dari 70 ribu pengunjung selama penyelenggaraannya.

"Kami terus mematangkan seluruh persiapan menuju pembukaan Festival Cisadane. Seluruh pihak yang terlibat telah melakukan gladi bersih agar rangkaian acara dapat berjalan maksimal dan memberikan hiburan terbaik bagi masyarakat. Tahun lalu festival ini berhasil menghadirkan sekitar 68 ribu pengunjung, dan tahun ini kami optimistis jumlahnya akan melampaui capaian tersebut," ujar Boyke, Rabu (22/7/2026).

IMG 20260722 WA0004

Menurutnya, malam pembukaan Festival Cisadane 2026 akan dikemas lebih meriah dengan berbagai pertunjukan spektakuler yang dapat dinikmati masyarakat.

Sejumlah atraksi yang akan memeriahkan pembukaan antara lain pesta kembang api, tari kolosal, Flying Jetski Dance, pertunjukan perahu naga, hingga panggung hiburan yang menghadirkan grup musik Feel Koplo bersama sejumlah artis lainnya.

Boyke mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang maupun daerah sekitar untuk hadir dan bersama-sama menyemarakkan pembukaan Festival Cisadane 2026.

"Ayo ajak keluarga, sahabat, dan kerabat untuk hadir malam pembukaan Festival Cisadane. Selain berbagai atraksi dan hiburan menarik, masyarakat juga dapat mengunjungi ratusan stan UMKM yang menghadirkan beragam produk unggulan asli Kota Tangerang," katanya.

Festival Cisadane 2026 akan berlangsung selama beberapa hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan beragam agenda budaya, seni, hiburan, olahraga tradisional, hingga pameran produk UMKM.

Masyarakat yang ingin mengetahui jadwal lengkap seluruh rangkaian kegiatan dapat mengakses informasi melalui akun media sosial resmi @tangerangkota dan @disbudparkotatangerang. (Sumarna)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gununganten 2, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, diduga kerap tidak berada di lokasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut dikeluhkan oleh sejumlah relawan yang bertugas di dapur MBG.

Salah seorang relawan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku Ketua SPPG hanya sesekali hadir di lokasi. Menurutnya, dalam sepekan yang bersangkutan disebut hanya datang sekitar satu kali.

"Ketua SPPG jarang masuk. Paling dalam seminggu hanya satu kali hadir. Selain itu, yayasannya juga sudah beberapa kali berganti," ujar sumber kepada awak media, Selasa (21/7/2026).

Sumber tersebut menilai kondisi itu dapat mengganggu efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Padahal, Ketua SPPG memiliki tanggung jawab penting dalam mengawasi operasional dapur, memastikan makanan dimasak sesuai standar, serta memantau proses distribusi makanan ke sekolah maupun posyandu.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Akademis Banten Raya, M. Iyos Rosyid atau yang akrab disapa Bang Yos, menegaskan bahwa keberadaan Ketua SPPG sangat penting untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan program berjalan sesuai ketentuan.

"Ketua SPPG memiliki tugas mengawasi dapur, memastikan makanan dimasak dengan benar dan matang, serta memantau langsung proses pendistribusian makanan ke setiap sekolah. Fungsi pengawasan ini tidak bisa diabaikan," ujarnya.

Bang Yos juga mengingatkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi kewajiban atau melanggar standar operasional dapat dikenakan sanksi secara bertahap oleh Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari teguran tertulis, penghentian operasional sementara, hingga pencabutan izin. Apabila ditemukan unsur kelalaian berat yang menimbulkan dampak serius, sanksi dapat berlanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menambahkan, yayasan sebagai badan hukum penyelenggara Program MBG juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program.

"Seharusnya pihak yayasan sebagai penanggung jawab utama memberikan teguran dan melakukan evaluasi apabila memang ditemukan adanya ketidakhadiran atau kelalaian dalam menjalankan tugas. Yayasan merupakan penerima dana dan bertanggung jawab atas pelaksanaan program," tegas Bang Yos.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua SPPG Gununganten 2 maupun pihak yayasan yang menaungi operasional dapur MBG tersebut belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan tanggapan sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (C2p)

Published in Banten
Go to top