Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi membuka Seleksi Daerah Program Beasiswa Luar Negeri dalam skema Beasiswa Gemilang 2026 dengan kampus tujuan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Seleksi wawancara tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Rabu (10/06/2026).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja. Program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Pemkab Tangerang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi muda yang kompetitif di kancah internasional.
Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelontorkan dana sebesar Rp22 miliar khusus untuk program Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemerintah daerah juga berhasil mengoptimalkan daya tampung penerima beasiswa dari target awal 675 orang menjadi 976 mahasiswa.
"Total anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai mahasiswa yang tersebar di 35 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di Mesir, dengan rincian 424 mahasiswa baru, 497 mahasiswa ongoing yang saat ini sedang menempuh perkuliahan, dan 55 mahasiswa penerima bantuan tugas akhir/skripsi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa, khusus untuk klaster keberangkatan Universitas Al-Azhar Kairo, terdapat lebih dari 50 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi kelayakan awal. Namun, karena keterbatasan kuota formasi, Pemkab Tangerang hanya akan memilih 25 peserta terbaik untuk diberangkatkan pada tahun ini.
"Hari ini kita menunggu hasil akhir seleksi untuk mengumumkan seluruh 976 penerima beasiswa secara terbuka kepada publik. Bagi anak-anakku yang belum beruntung hari ini, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan di tahun depan. Pegang teguh pepatah Labor Omnia Vincit bahwa kerja keras akan mengalahkan segalanya. Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong Indonesia Emas dan Indonesia Maju 2045," jelas Soma Atmaja.
Soma Atmaja mengungkapkan dalam proses seleksi wawancara dirancang secara ketat untuk menguji kesiapan akademis, linguistik, dan spiritual para calon mahasiswa. Tim penguji memberikan instrumen penilaian mendalam mulai dari uji percakapan aktif bahasa Arab, kemampuan membaca sekaligus mengartikan kitab kuning, hingga kelancaran hafalan Al-Qur'an minimal 2 juz.
"Selain kompetensi keagamaan, Pemkab Tangerang juga menerapkan verifikasi faktual yang ketat terkait persyaratan kelayakan ekonomi. Hal ini dilakukan agar program beasiswa penuh tepat sasaran dan diprioritaskan bagi calon penerima berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, salah satu peserta seleksi asal Kecamatan Jayanti, Nabila Wardani Haifurrahma, membagikan pengalamannya selama mengikuti proses penyaringan. Alumni Pondok Pesantren Modern Al-Mizan 3 ini menjelaskan bahwa dirinya harus melewati tahapan ujian di Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri ke program Beasiswa Tangerang Gemilang.
Nabila mengungkapkan motivasi besarnya untuk bisa belajar langsung di universitas Islam tertua di dunia tersebut.
"Saya ingin sekali belajar bersama para ulama Al-Azhar. Bagi saya, Al-Azhar merupakan pusat dari moderasi dan keseimbangan dalam ajaran agama Islam. Harapan besar saya, semoga bisa lulus seleksi hari ini, dilancarkan studinya, sukses, dan kelak bisa membahagiakan kedua orang tua," tutur Nabila penuh harap. (Red)
