Satu Tahun Maesyal–Intan Memimpin, Kabupaten Tangerang Catat Progres Pembangunan dan Ekonomi Meningkat

Tangerang, lensafokus.id – Satu tahun kepemimpinan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menunjukkan berbagai capaian positif dalam pembangunan daerah. Melalui sejumlah program strategis, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan daya saing daerah di berbagai sektor.

Berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data capaian pembangunan, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang meningkat dari 5 persen pada 2024 menjadi 5,27 persen pada 2025.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan dari 76,19 pada 2024 menjadi 76,74 pada 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya itu, usia harapan hidup masyarakat turut meningkat dari 75,34 tahun menjadi 75,63 tahun.

Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka juga berhasil ditekan dari 6,06 persen menjadi 5,94 persen, sedangkan tingkat kemiskinan menurun dari 6,55 persen menjadi 6,42 persen.

Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat juga membuahkan hasil dengan penurunan angka stunting dari 7,7 persen menjadi 6 persen.

Dalam mewujudkan pemerintahan yang inovatif dan modern melalui program PRIMA (Pemerintahan Inovatif, Maju, dan Smart), Pemkab Tangerang terus mendorong digitalisasi layanan publik.

Digitalisasi layanan kependudukan kini telah diterapkan di seluruh kecamatan. Selain itu, Gerai Pelayanan Publik (GPP) telah beroperasi di Mall Ciputra dan Intermoda BSD, serta Mal Pelayanan Publik Pasar Kemis yang segera hadir untuk memperluas akses pelayanan masyarakat.

Pemerintah daerah juga membangun Command Center Kabupaten Tangerang guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data terpadu.

Di bidang sumber daya manusia, Pemkab Tangerang juga melakukan penataan ASN melalui pengangkatan 475 CPNS, 1.219 PPPK Tahap I, 177 PPPK Tahap II, serta 8.205 PPPK paruh waktu.

Melalui program PROSPEK (Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Daerah), Pemkab Tangerang terus memperkuat perekonomian masyarakat.

Salah satu programnya adalah penyaluran bantuan pangan sebanyak 17,25 ton beras kepada 1.725 kepala keluarga di setiap desa atau kelurahan yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

Selain itu, pemerintah juga membentuk Kelompok Ekonomi Petani (KEP) di 10 desa serta 25 Desa Mandiri Pangan untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemkab Tangerang juga menggelar operasi pasar Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan 9.000 paket sembako kepada masyarakat.

Di sektor usaha mikro, sebanyak 821 UMKM mendapatkan pendampingan melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Kreatif dan pusat UMKM.

Sementara itu, layanan Kartu Pencari Kerja (AK-1) mencatat 28.201 pencari kerja terdaftar, dengan 23.225 orang berhasil mendapatkan pekerjaan dari total 25.168 lowongan kerja yang tersedia.

Di sektor kesehatan melalui program TUNAS (Talenta Unggul Generasi Sehat), Pemkab Tangerang berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100,49 persen atau menjamin perlindungan kesehatan bagi 3,5 juta penduduk.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga telah dimanfaatkan oleh 1.381.215 warga, melebihi target yang ditetapkan.

Selain itu, sebanyak 7.620 balita dan 1.250 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) menerima bantuan makanan tambahan bergizi.

Pemerintah daerah juga menambah 38 unit ambulans serta melakukan rehabilitasi 35 puskesmas dan puskesmas pembantu guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Dalam sektor pendidikan melalui program SETARA (Sekolah Terpadu Ramah Anak), Pemkab Tangerang menghadirkan program sekolah swasta gratis yang menjangkau 44 SD swasta dan 116 SMP swasta, dengan total 35.784 siswa penerima manfaat.

Selain itu, Beasiswa Tangerang Gemilang diberikan kepada 235 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, serta beasiswa bagi 419 guru PAUD yang terdaftar dalam sistem dapodik.

Pemkab Tangerang juga membangun 44 Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) serta merehabilitasi 138 ruang kelas SD dan SMP.

Untuk mendukung akses pendidikan, pemerintah daerah juga mengoperasikan 15 unit bus sekolah gratis yang melayani 14 kecamatan dan lebih dari 3.500 siswa pada tahap awal.

Dalam mendukung konektivitas wilayah, Pemkab Tangerang membangun jalan baru sepanjang 20,5 kilometer, serta melakukan rekonstruksi jalan sepanjang 10,3 kilometer dan rehabilitasi jalan sepanjang 13,3 kilometer.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 58,14 kilometer serta membangun 15 jembatan baru.

Upaya pengendalian banjir juga dilakukan melalui pembangunan drainase sepanjang 9,29 kilometer, 6 unit stasiun pompa banjir, serta normalisasi sungai sepanjang 17,15 kilometer.

Pemerintah daerah juga membangun tanggul sungai sepanjang 11,4 kilometer, 701 unit sarana air bersih, dan 1.377 unit septic tank untuk meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Tangerang juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi.

Di antaranya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ke-17 kali berturut-turut, predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovation Government Award 2025, serta Terbaik I Paritrana Award tingkat nasional atas komitmen perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain itu, Bupati Tangerang juga meraih Top Pembina BUMD Awards 2025, serta Kabupaten Tangerang memperoleh penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM dari Kementerian HAM RI.

Di tingkat Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang juga menorehkan sejumlah prestasi seperti Juara Umum MTQ XXII Provinsi Banten, Peringkat Kedua Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025, serta Juara I Paritrana Award Provinsi Banten.

Dengan berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis pembangunan daerah akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Rate this item
(0 votes)
Go to top