TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang menggelar Workshop Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) sekaligus Rapat Koordinasi Pengumpulan Data Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Tangerang, Rabu (30/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan daerah sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan verifikasi lapangan Penghargaan Parahita Ekapraya. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengevaluasi implementasi PUG serta mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperkuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang yang diwakili oleh Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Murwani, menyampaikan bahwa PUG merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender.
Menurutnya, PUG dilaksanakan melalui kebijakan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan maupun laki-laki. Perspektif tersebut perlu diintegrasikan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi seluruh kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan.
"Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan manusia," ujarnya.
Lebih lanjut, Murwani menyampaikan bahwa Penghargaan Parahita Ekapraya menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang. PPE tidak hanya berkaitan dengan penghargaan maupun penilaian administratif, tetapi juga menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan memberikan manfaat yang setara, adil, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.
"Dalam implementasi PUG di Kabupaten Tangerang, diperlukan analisis untuk mengetahui sejauh mana kesetaraan dan keadilan gender telah terwujud. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam dokumen rekomendasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam penyusunan kebijakan, program, kegiatan, penganggaran, dan kebutuhan pembangunan lainnya," jelasnya.
Murwani juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PUG di Kabupaten Tangerang masih memerlukan penguatan, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender. Karena itu, kegiatan workshop dan pendampingan menjadi momentum refleksi sekaligus perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan capaian PUG di Kabupaten Tangerang.
"Melalui pendampingan ini, diharapkan perangkat daerah mampu mengintegrasikan analisis gender, memanfaatkan data terpilah, serta menyusun program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam persiapan verifikasi lapangan PPE, seluruh perangkat daerah juga diharapkan memastikan kesiapan data, dokumen pendukung, bukti pelaksanaan, kelembagaan, program, serta praktik PUG yang telah dilaksanakan. Seluruh bahan tersebut perlu tersedia, terkoordinasi, dan dapat disampaikan secara jelas pada saat proses verifikasi berlangsung.
"Untuk mendukung kesiapan tersebut, rapat koordinasi membahas berbagai kebutuhan, antara lain kesiapan dokumen dan data dukung, pembagian tugas, kesiapan paparan, penyiapan lokasi verifikasi, penentuan personel yang akan mendampingi Tim Verifikasi, serta berbagai hal teknis lainnya. Setiap perangkat daerah juga diharapkan berpartisipasi aktif sesuai tugas dan kewenangannya serta segera mengidentifikasi dan menindaklanjuti apabila masih terdapat kekurangan pada dokumen maupun data dukung," ungkapnya.
Selain kelengkapan dokumen, Pemerintah Kabupaten Tangerang menekankan pentingnya memastikan materi yang disampaikan dalam verifikasi benar-benar menggambarkan kondisi dan praktik pelaksanaan PUG secara objektif, termasuk berbagai inovasi dan upaya yang telah dilakukan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi PUG secara nyata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Melalui Penghargaan Parahita Ekapraya, penguatan PUG juga diarahkan tidak hanya pada pemenuhan dokumen dan indikator, tetapi mencakup kepemimpinan, sinergi lintas sektor, serta konsistensi penerapan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di seluruh perangkat daerah. Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus memperkuat PUG sebagai strategi pembangunan yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber, seperti Davip Arya Bima, S.P., M.M., selaku Analis Kebijakan PUG Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Novi Dwi Remi Asih, S.P., M.M., selaku Pejabat PUG Provinsi Banten untuk memberikan pendampingan dalam penguatan pelaksanaan PUG dan persiapan penilaian PPE Kabupaten Tangerang.
Murwani berharap persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komitmen bersama dapat mendukung kelancaran pelaksanaan verifikasi lapangan PPE sekaligus memberikan masukan positif bagi penguatan PUG di Kabupaten Tangerang. Ia juga berharap kegiatan tersebut menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret dalam memperkuat Pengarusutamaan Gender dan pembangunan yang inklusif.
"Semoga dengan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komitmen bersama, pelaksanaan verifikasi lapangan PPE dapat berjalan lancar serta memberikan masukan positif bagi penguatan PUG di Kabupaten Tangerang," tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda menggelar rapat persiapan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Program Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren) dan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (30/09/26) di Ruang Rapat Solear, Gedung Bupati Lantai 4 ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy.
Rapat ini diselenggarakan dalam rangka menyatukan langkah dan memperkuat pengawasan lintas sektor yang melibatkan unsur Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Agama (Kemenag), Inspektorat, serta Tim Teknis dari Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman (Perkim) serta Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB).
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tangerang, Chaidir, menegaskan bahwa kehadiran tim gabungan ini sangat krusial untuk menjamin akuntabilitas seluruh tahapan program.
"Alhamdulillah, hari ini kita hadir bersama untuk mendukung pelaksanaan pengawasan program Sanitren dan Aspontren. Kehadiran unsur Kejaksaan, Kepolisian, Kemenag, Inspektorat, hingga tim teknis DTRB dan Perkim diharapkan menjadi satu kesatuan utuh untuk bersama-sama mengawasi, memberikan bimbingan, melakukan evaluasi, serta menyusun laporan pengawasan yang transparan dan akuntabel di tahun 2026 ini," ujar Chaidir.
Dalam paparannya, Chaidir menyampaikan perkembangan signifikan dari pelaksanaan program Sanitren dan Aspontren di lingkungan Pemkab Tangerang:
1. Program Sanitren (Sanitasi Berbasis Pesantren):
o Realisasi s.d. 2025: Telah terbangun sebanyak 868 unit di berbagai pondok pesantren (rincian capaian: 2019 = 196 unit, 2021 = 150 unit, 2022 = 205 unit, 2023 = 148 unit, 2024 = 94 unit, dan 2025 = 75 unit).
o Target Tahun 2026: Dialokasikan sebanyak 50 titik/unit baru.
o Total Akumulasi 2026: Mencapai 918 unit Sanitren.
2. Program Aspontren (Asrama Pondok Pesantren):
o Realisasi Tahun 2025: Terbangun sebanyak 44 unit.
o Target Tahun 2026: Melonjak menjadi 150 titik/unit.
o Total Akumulasi 2026: Mencapai 194 unit Aspontren.
o Dasar hukum penyelenggaraan Aspontren dipayungi oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2025.
Terkait pemenuhan kebutuhan sarana ke depan, Chaidir menyebutkan bahwa Pemkab Tangerang terus berkomitmen memperhatikan pesantren yang belum terjangkau.
"Berdasarkan data Kemenag, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100 lokasi. Untuk Sanitren, akumulasi kita sudah mencapai 918 unit, sehingga mudah-mudahan tersisa sekitar 200 titik lagi yang akan kita perhatikan pada tahun-tahun mendatang. Bapak Bupati juga berharap ke depan program Aspontren dapat terus ditambah kuotanya," ungkap Chaidir.
Sebaran lokasi pembangunan tahun 2026 meliputi:
• Sanitren (50 Titik di 18 Kecamatan): Balaraja (2), Cisoka (5), Gunung Kaler (2), Jambe (2), Jayanti (2), Kemiri (2), Kresek (2), Kronjo (5), Mekar Baru (1), Pakuhaji (1), Panongan (1), Rajeg (7), Sepatan (2), Sindang Jaya (2), Solear (1), Sukadiri (1), Sukamulya (8), dan Tigaraksa (4).
• Aspontren (150 Titik di 24 Kecamatan): Balaraja (3), Cikupa (6), Cisoka (15), Gunung Kaler (7), Jambe (11), Jayanti (6), Kelapa Dua (1), Kemiri (1), Kresek (8), Kronjo (11), Legok (2), Mauk (2), Mekar Baru (1), Pakuhaji (6), Panongan (7), Pasar Kemis (5), Rajeg (13), Sepatan (3), Sepatan Timur (2), Sindang Jaya (6), Solear (13), Sukadiri (3), Sukamulya (1), Teluknaga (1), dan Tigaraksa (16).
Saat ini, Pemkab Tangerang telah menerjunkan 45 orang tim fasilitator (30 orang untuk Aspontren dan 15 orang untuk Sanitren) guna memverifikasi kelengkapan administrasi para Kelompok Swadaya Masyarakat/Kelompok Masyarakat Pesantren (KPS) serta melakukan verifikasi lapangan.
Chaidir menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pengerjaan fisik pembangunan di lapangan.
"Pelaksanaan kegiatan konstruksi fisik ditargetkan mulai pertengahan Oktober dan harus selesai dalam kurun waktu 2 bulan. Jika pencanangan dimulai paling lambat tanggal 20 Oktober, maka paling lambat 20 Desember seluruh pekerjaan fisik sudah harus rampung secara 100%. Kita patuhi arahan tim teknis agar pengerjaan ini disiplin dan tidak menyeberang ke tahun anggaran 2027," tegasnya.
Menanggapi dinamika di lapangan seperti adanya kendala keterbatasan lahan atau status tanah, Bagian Kesra bersama tim teknis DTRB dan Dinas Perkim siap memfasilitasi survei kelayakan dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) teknis, khususnya bagi pesantren yang mengusulkan pembangunan secara bertingkat di atas bangunan yang sudah ada.
"Kami berharap melalui koordinasi intensif bersama tim MONEV ini, seluruh kegiatan Sanitren maupun Aspontren di 18 dan 24 kecamatan dapat berjalan lancar, tertib secara administrasi, serta berkualitas secara fisik di lapangan tanpa kendala yang berarti," tutup Chaidir. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meresmikan rumah milik Siti Rahmawati yang roboh pada bulan Agustus lalu di Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Rabu (30/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan rumah Ibu Siti Rahmawati yang dibongkar total dan saat ini sudah bisa ditempati dengan lebih dengan lebih aman, nyaman, bersih dan sehat.
“Alhamdulillah sekarang Ibu Rahmawati beserta keluarga, suami dan anaknya bisa tinggal di sini dengan nyaman, bersih dan sehat. Air bersihnya juga sudah kita bangun dan bor, alhamdulillah airnya bening,” ujar Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menegaskan pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata dan gotong royong masyarakat bersama berbagai pihak yang dilakukan secara swadaya tanpa menggunakan APBD Kabupaten Tangerang. Pembangunan rumah tersebut dilakukan dengan membongkar seluruh bangunan lama yang sudah tidak layak dan kemudian membangunnya kembali
“Ini kita gotong royong bersama-sama, tidak menggunakan APBD. Ada Pak Camat, Pak Lurah, Pak Yansen dan semua pihak yang ikut membantu,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk almarhum Haji Deden Shukron, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta pihak lainnya yang ikut membantu mewujudkan rumah layak huni bagi keluarga Siti Rahmawati.
Tak hanya memastikan rumah dibangun kembali dengan layak, perhatian juga diberikan terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga Ibu Siti Rahmawati tersebut. Bupati menyebut anak sulung Siti Rahmawati akan diberikan kesempatan bekerja di tempat usaha milik Yansen, salah satu pihak yang turut membantu pembangunan rumah.
“Anaknya yang besar nanti akan kita berikan kesempatan untuk bekerja di Pak Yansen, supaya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membantu kedua orang tuanya,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Rahmawati mengaku sangat bersyukur dan terharu melihat rumahnya kini kembali berdiri dan dapat ditempati bersama keluarga. Ia dan keluarganya kini bisa menempati rumah dengan lebih aman dan nyaman
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah kami sekarang sudah bagus dan nyaman untuk ditempati,” kata Siti.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi sebuh kado kebahagiaan besar bagi keluarganya, terlebih setelah rumah yang sebelumnya ditempati mengalami kerusakan berat hingga akhirnya harus dibangun dan bisa ditempati kembali.
“Saya tidak menyangka bisa dibantu sampai rumahnya dibangun kembali. Semoga semua yang sudah membantu diberikan kesehatan, rezeki dan dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam meningkatkan pengelolaan sampah serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri dan membuka Workshop Kepatuhan Perusahaan Dalam Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan PT. Japfa Food Indonesia, Rabu (30/09/26)
"Penguatan kolaborasi, komunikasi dan koordinasi antara perintah dan dunia usaha harus terus dilakukan agar pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan dapat sama-sama dijaga yang pada akhirnya juga bermanfaat serta berdampak luas," ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan, dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kualitas lingkungan. Untuk itu, pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan yang merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara konsisten, berkelanjutan dan berdampak
"Pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan ini merupakan tanggung jawab bersama. Peningkatan kepedulian, perubahan kebiasaan, serta penerapan inovasi di lingkungan perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan yang berdapak nyata bagi perusahaan, pemerintah dan masyarkat," tandasnya
Ia mengapresiasi PT So Good Manufacturing yang telah berinisiatif menyelenggarakan workshop tersebut. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman, meningkatkan kepedulian, serta memperkuat komitmen seluruh pihak terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih baik.
Wabup Intan berpesan kepada seluruh peserta workshop agar kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan komitmen bersama terhadap lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang.
“Yang kita harapkan bukan hanya bertambahnya pengetahuan setelah mengikuti workshop ini, tetapi adanya perubahan yang dapat dirasakan dalam pelaksanaan sehari-hari. Mulai dari bagaimana kita memperlakukan sampah, membangun kebiasaan yang lebih peduli lingkungan, sampai bagaimana perusahaan dapat terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan lingkungannya,” ujarnya
Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara PT So Good Manufacturing dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan di bidang lingkungan.
"Saya berharap kerja sama yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan dan inovasi di bidang lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di lingkungan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.
Sementara itu, Head of HRBP Manufacturing PT Japfa Food Indonesia, Agung Wahyu Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kegiatan tersebut. Pihaknya berharap dukungan arahan dan sinergitas yang telah terjalin dapat memberikan dorongan semangat bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan ke depan
“Kami berharap ke depan hubungan dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang semakin erat. Dengan dukungan dan arahan dari pemerintah, kami semakin percaya diri menghadapi berbagai tantangan, baik kompetisi maupun regulasi yang akan datang,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputy Head of Sustainability PT. Japfa Food Indonesia, Mardian, mengatakan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab perusahaan atas penggunaan energi, material dan penggunaan air oleh perusahaan
“Kami menyadari sebagai perusahaan yang beroperasi dari hulu hingga hilir, tentunya harus memberikan dampak lingkungan. Kami harus bertanggung jawab untuk mengelola berbagai dampak yang muncul, baik dari penggunaan energi, penggunaan material, penggunaan air yang menghasilkan sampah atau limbah,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, secara resmi melepas kontingen kafilah Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Kabupaten Tangerang untuk berlaga di tingkat Provinsi Banten. Acara pelepasan yang penuh khidmat dan semangat kebersamaan ini dilangsungkan di Masjid Al-Amjad, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (30/9/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menegaskan bahwa ajang FASI memiliki nilai yang jauh melampaui sekadar kompetisi atau perlombaan semata. Lebih dari itu, FASI merupakan instrumen strategis dalam membangun fondasi generasi masa depan yang religius.
"FASI bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, FASI merupakan bagian penting dari ikhtiar kita dalam membangun generasi yang memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," ujar Soma Atmaja di hadapan para peserta, pembina, dan orang tua santri.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, menyambut sangat baik dan memberikan apresiasi tinggi atas keikutsertaan para santri terbaik daerah pada ajang FASI Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 ini.
Kepada para peserta yang akan bertanding, Sekda menyampaikan pesan penyemangat agar mereka senantiasa menjaga kepercayaan diri dan nama baik daerah. Ia mengingatkan bahwa para santri tidak hanya membawa nama pribadi atau lembaga pendidikan masing-masing, melainkan membawa marwah Kabupaten Tangerang secara keseluruhan.
"Anak-anakku yang saya banggakan, berangkatlah dengan doa, tampilkan kemampuan dengan percaya diri, junjung tinggi akhlak dan sportivitas, serta pulanglah membawa pengalaman dan kebanggaan bagi Kabupaten Tangerang. Ingatlah bahwa prestasi akan menjadi lebih bermakna apabila dibangun bersama akhlak yang mulia," ujar Soma.
Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak menjadikan kemenangan semata-mata sebagai satu-satunya tujuan utama. Keberanian untuk tampil, kedisiplinan dalam berlatih, serta proses belajar dan bersilaturahmi merupakan pencapaian berharga tersendiri.
Sekda juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkomitmen penuh dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui penguatan sektor pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda.
Pihaknya bertekad agar anak-anak di daerah berjuluk Kota Benteng ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter kuat, berdaya saing, serta siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Tak lupa, Soma Atmaja menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Tangerang, para ustadz dan ustadzah, guru pembimbing, serta para orang tua.
"Peran Bapak dan Ibu sangat penting. Sebab, prestasi anak-anak tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari pendidikan, keteladanan, doa, latihan, dan pendampingan yang dilakukan secara terus-menerus," tambahnya.
Menutup arahannya, Sekda mendoakan agar seluruh kafilah diberikan kelancaran, kesehatan, serta hasil terbaik yang membanggakan. “Selamat berjuang, selamat bertanding, jaga nama baik Kabupaten Tangerang, dan berikan penampilan terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelepasan Kafilah FASI BKPRMI Sarwoko menambahkan Ketua Pelaksana Pelepasan Kafilah FASI BKPRMI, Sarwoko, mengungkapkan bahwa kegiatan mulia ini melibatkan puluhan peserta pilihan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. "Kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta, didukung oleh 16 official, serta 10 pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Tangerang," ujar Sarwoko.
Ia menjelaskan, festival yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Tangerang ini turut dihadiri oleh pengurus perwakilan kabupaten/kota se-wilayah Tangerang. Dalam ajang bergengsi ini, kontingen Kabupaten Tangerang ambil bagian dari delapan cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Dalam kesempatan yang sama, pihak perwakilan BKPRMI juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan nyata terhadap suksesnya kontingen ini. Sinergi yang kuat terjalin berkat kepedulian dari pihak swasta hingga unsur pemerintah.
"Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam baik kepada pihak swasta maupun pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan dan sinergi yang terjalin," pungkas Sarwoko. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Sukses dan penuh khidmat, Kecamatan Cisoka merayakan Hari Jadi ke-44 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Cisoka pada Rabu, 30 September 2026. Acara tasyakuran ini diisi dengan doa bersama, santunan bagi puluhan anak yatim, dan momen bersejarah berupa peluncuran (launching) Batik Cisoka.
Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si., mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara yang kental dengan nuansa religius ini. Namun, hal yang paling mencuri perhatian dalam perayaan tahun ini adalah resmi diluncurkannya Batik Cisoka. Camat Sumartono membeberkan bahwa batik tersebut dirancang bersama rekan-rekan KNPI, Karang Taruna, Paskibra, dan Pramuka dengan memadukan sejarah, filosofi, serta kearifan lokal yang kuat melalui 5 unsur utama:
1. Warna Ungu: Melambangkan warna ciri khas dari Kabupaten Tangerang.
2. Bunga Asoka: Diambil dari cerita rakyat tentang asal-usul nama Cisoka, di mana air embun pada bunga Asoka digunakan untuk berwudu pada masa lampau. Selain itu, ada versi cerita perseteruan Ki Daeng dan Ki Laeng yang disatukan oleh Syekh Mubarok hingga meneteskan air mata kebahagiaan (Ci berarti air, Soca/Soka berarti mata).
3. Bunga Cempaka: Berasal dari Desa Cempaka sebagai penyeimbang bunga Asoka. Konon, di sana terdapat makam Nyimas Cempaka, seorang tokoh yang ikut berjuang di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, sebelum masa perjuangan Nyimas Melati.
4. Pohon Bambu: Melambangkan kondisi geografis Cisoka, di mana sekitar 27 hingga 30 persen wilayahnya ditumbuhi oleh pohon bambu.
5. Simbol Keagamaan Islam: Berupa relief atau garis-garis simbol yang biasa ditemukan di masjid atau mushala. Unsur ini menonjolkan kearifan lokal Cisoka yang dikenal memiliki banyak kiai, ulama, pondok pesantren, dan santri.

Lebih lanjut, Camat Sumartono juga mengajak masyarakat untuk melakukan kilas balik sejarah. Secara administratif, Cisoka berdiri sendiri terpisah dari Kecamatan Tigaraksa pada tahun 1983, yang mendasari usia Hari Jadi ke-44 saat ini. Namun, nama Cisoka sendiri sebenarnya sudah ada jauh sebelum itu, tepatnya sekitar tahun 1584 saat Syekh Mubarok menyatukan Ki Daeng dan Ki Laeng hingga menjadi mualaf. "Ini nanti kita tinjau lagi, apakah hari jadi Cisoka itu yang ke-44 atau jauh sebelumnya," tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, SH, MBA, MM. Beliau berharap kehadiran batik baru ini mampu mendongkrak sektor ekonomi.
"Launching batik ini dapat menggugah para UMKM di Kecamatan Cisoka. Mudah-mudahan Batik Cisoka dapat menjadi kebanggaan batik daerah, dikenal lebih luas lagi ke luar Cisoka hingga luar kabupaten, menjadi ciri khas daerah, serta meningkatkan ekonomi kreatif khususnya warga Cisoka. Semoga di usia yang ke-44 ini, Cisoka makin maju, berkembang, dan masyarakatnya sejahtera," tutur Asep.
Kebanggaan serupa turut dirasakan oleh Kepala KUA Kecamatan Cisoka, H. Saepul Hupad, S.Ag. Ia menilai inovasi ini melambangkan kemajuan daerah yang nyata.
"Di hari jadi ke-44 ini, kami sebagai warga Cisoka sangat bangga sekali, apalagi dengan diterbitkannya Batik Kecamatan Cisoka. Ini mengungkapkan bahwa Tangerang Semakin Gemilang. Semoga berkah dan membawa kebaikan buat semua," pungkasnya hangat. (Mala)