Banten

Banten (6060)

Tangerang, lensafokus.id - Di penghujung tahun 2025, Rumah Zakat Tangerang mendapatkan penghargaan dari ketua RW dalam pengelolaan bank sampah yang berlokasi di Jalan Papandayan RT 05 RW 04 Kelurahan Suradita Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

Bank Sampah Papandayan berdiri sejak tahun 2019, saat ini nasabah yang aktif sudah mencapai 30 nasabah, omset perbulan yang didapat mulai dari satu juta hingga dua juta. Dalam pengelolaan nya bank sampah papandayan menerapkan program sedekah sampah, sampah yang di kumpulkan di catat oleh petugas lalu di tukarkan dengan sembako mulai dari minyak, gula, sarden, mie instan dan lain-lain.

Sejak bulan Mei Rumah Zakat mulai berkolaborasi dengan bank sampah papandayan dengan memberikan edukasi terkait pengolahan sampah dan juga memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk bank sampah Papandayan. Rumah Zakat memberikan bantuan tempat sampah dan timbangan, buku tabungan, dan perlengkapan lain untuk menunjang kegiatan pemilahan sampah di Bank Sampah Papandayan, juga memberikan bantuan berupa hadiah untuk nasabah yang datang dan menimbang sampah di bank sampah Papandayan. Upaya ini dilakukan agar bisa meningkatkan jumlah nasabah yang menimbang di bank sampah Papandayan.

Pak Jumadi selaku pengurus bank sampah merasakan sekali manfaat dan kolaborasi dengan Rumah Zakat, "Alhamdulillah setalah diumumkan akan ada hadiah bagi nasabah yang menimbang, antusiasme warga luar biasa, jumlah nasabah yang menimbang meningkat 30% setiap bulannya.

Keaktifan masyarakat dalam mengumpulkan sampah dilihat juga oleh ketua Rukun Warga, karna hal itu ketua Rukun Warga memberikan penghargaan untuk Rumah Zakat atas kolaborasi yang dijalankan karna berdampak positif bagi wilayah nya.

"Semua masyarakat mulai rajin mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing. Terima kasih donatur Rumah Zakat yang setia mendukung! Karena kalian, sampah bisa jadi peluang, bukan masalah!" Tutur ketua RW. (Lingga)

Tangerang, lensafokus.id - Akhir akhir ini warga di Kabupaten Tangerang dibuat terperangah karena munculnya angka kemiskinan ekstrem. Dimana angka yang mengukur kondisi di bawah garis kehidupan minimum itu memberi jarak cukup tinggi se-Provinsi Banten.

Indikator yang memunculkan angka kemiskinan ekstrem di kota seribu industri dan sejuta jasa tersebut pun diungkapkan oleh dua aktivis kawakan Kabupaten Tangerang.

“Warga Kabupaten Tangerang dibuat bingung dengan acuan dan dasar perhitungan persentase penduduk miskin ekstrem yang kerap disampaikan ke publik tanpa penjelasan data yang transparan,” ungkap senior aktivisme, H Retno Juarno,” Minggu (21/12/2025).

Kendati demikian, Retno mengajak semua pihak untuk bijak dalam menilai agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif.

Sementara itu Alamsyah mendesak pihak-pihak yang melakukan pendataan angka kemiskinan ekstrem tersebut harus membuka data secara terbuka, termasuk metodologi, indikator, serta faktor-faktor yang dijadikan kajian.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya disuguhkan dengan angka persentase tanpa penjelasan rinci.

“Jangan hanya bicara persentase kemiskinan ekstrem. Data pada dasarnya apa, indikatornya apa, wilayah mana saja, itu harus dibuka ke publik, masyarakat sekarang sudah cerdas,” ujar Alamsyah.

Alamsyah juga menggali soal pernyataan yang tersebar di sejumlah media online, dimana, komentar terkait kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tangerang justru disampaikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten.

Ia menilai hal tersebut janggal, mengingat selama ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi jarang turun langsung melakukan pendataan di tingkat Kabupaten, khususnya Kabupaten Tangerang.

“Kalau kita jujur ​​melihat kondisi dilapangan, sejak kapan OPD Provinsi Banten secara intens turun langsung menunjukkan kemiskinan di Kabupaten Tangerang?, ini yang menjadi pertanyaan besar,” tegasnya.

Alamsyah mengatakan, bagaimana mungkin pihak yang jarang turun ke lapangan dapat memastikan secara akurat jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Tangerang.

Ia juga mengganggu pesatnya pembangunan perumahan di Kabupaten Tangerang yang terus menjamur dari tahun ke tahun.

Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan narasi bahwa penduduk Kabupaten Tangerang didominasi oleh kemiskinan ekstrem.

“Kalau memang angka kemiskinan ekstrem tinggi, pertanyaannya sederhana, bagaimana mungkin perumahan terus tumbuh pesat di Kabupaten Tangerang?, ini logika yang harus dijawab dengan data, bukan asumsi,” tutupnya.

Selain itu, Alamsyah juga menyebut, faktanya banyak kerusakan infrastruktur di Kabupaten Tangerang justru itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.

Salah satu contohnya kata dia, yang disampaikan adalah ruas jalan Maja - Cisoka - Tigaraksa yang mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun dan baru diperbaiki setelah viral di media sosial akibat banyaknya korban kecelakaan.

"Kerusakan jalan Provinsi itu nyata dan ekstrem, baru diperbaiki setelah ramai dan viral. Begitu juga dengan ruas-ruas jalan lain yang rusak parah, sebagian besar itu kewenangan Provinsi, termasuk pengelolaan irigasi yang OPD nya juga dipegang Provinsi," ungkapnya. (Lingga)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan motivasi dan arahan kepada 25 pemain sepak bola U-20 PSSI Kabupaten Tangerang di TOS Hotel, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/12/25).

Dalam arahannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya persiapan matang menghadapi dua agenda besar ke depan, yakni Porprov 2026 dan Piala Gubernur. Menurutnya, seluruh aspek harus dipersiapkan secara optimal agar kontingen sepak bola Kabupaten Tangerang mampu meraih hasil positif dan membanggakan.

“Persiapan tim harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari latihan, fisik, mental, hingga disiplin. Dengan persiapan yang baik, InsyaAllah tim sepak bola Kabupaten Tangerang bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati menyampaikan bahwa para pemain yang terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang. Dari puluhan pemain yang diseleksi, terpilih 25 pemain terbaik yang diharapkan menjadi cikal bakal pemain senior hingga pemain nasional di masa mendatang.

“Saudara-saudara adalah duta dari lebih dari 3,4 juta penduduk Kabupaten Tangerang. Jaga kepercayaan ini dengan latihan disiplin, semangat, dan sikap profesional,” tegasnya.

Dia berpesan agar para pemain untuk menjaga kedisiplinan, pola istirahat dan makan, menjaga emosi, skill dan performanya serta patuh kepada pelatih dan tim kesehatan yang mendampingi.

"Jaga emosi, kekompakan, hindari begadang, jaga asupan makanan sehat, serta mengikuti arahan tim medis agar kondisi fisik tetap prima," tandasnya.

Selain itu, dia juga meminta seluruh tim dan ofisial untuk bersikap sportif dan komunikasi yang baik di lapangan, serta kepemimpinan kapten tim yang menjadi kunci dalam menjaga ritme permainan dan menghindari kartu yang merugikan tim.

“Bermainlah dengan semangat dan sportivitas. Jangan mudah terpancing emosi, karena itu justru akan merugikan tim. Jaga komunikasi dan kerja sama di lapangan,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Bupati berharap para pemain U-20 PSSI Kabupaten Tangerang dapat terus berlatih dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi disiplin, serta membawa harum nama Kabupaten Tangerang di tingkat provinsi maupun nasional.

"Terima kasih kepada jajaran pelatih dan ofisial atas terus memberikan pengalaman dan pemahaman mendalam tentang pembinaan sepak bola usia muda. Semoga apa yang telah diberikan menjadi pondasi kuat dalam mencetak pemain-pemain berkualitas dan berprestasi," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan, khususnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di tengah semakin banyaknya disrupti teknologi dan era post-truth.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menutup Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW) PKC PMII Provinsi Banten yang digelar di Aula Gedung Diklat Kitri Bakti, Curug, Minggu (21/12/25).

Perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi telah membawa perubahan besar, namun juga memunculkan fenomena post-truth, di mana fakta sering kali kalah oleh opini dan emosi. Kondisi ini membutuhkan figur-figur penjernihan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurutnya, instruktur tidak hanya berfungsi sebagai pengajar materi kaderisasi, tetapi juga sebagai pembentuk pola pikir, sikap, dan karakter kader PMII agar memiliki integritas, literasi digital yang baik, serta kepedulian sosial.

“Kegiatan PIW merupakan ruang kaderisasi intelektual dan kepemimpinan sekaligus juga investasi strategis dalam mencetak kader dan instruktur yang mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Dia menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Tangerang ke depan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik dan mendukung penuh upaya kaderisasi yang dilakukan organisasi kepemudaan.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan merupakan kunci keberhasilan pembangunan. Pemerintah memerlukan pemikiran kritis, inovasi, serta kontrol sosial yang konstruktif dari kalangan pemuda dan mahasiswa,” tambahnya.

Dia berharap Pelatihan Instruktur Wilayah ini (PIW) melahirkan instruktur-instruktur PMII yang visioner, adaptif terhadap perubahan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah dan Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong para alumi SMPN 1 Cisoka untuk saling menguatkan kolaborasi dan peran aktifnya dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan, saat menghadiri Reuni Akbar Lintas Angkatan Alumni SMP Negeri 1 Cisoka. Minggu (21/12/25).

"Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan peran serta seluruh elemen, termasuk para alumni SMPN 1 Cisoka. Reuni ini menjadi titik awal penguatan relasi yang berkelanjutan yang bukan selesai hari ini, tetapi terus terjaga ke depan dalam bentuk komunikasi, kolaborasi, dan aksi nyata dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat," ujar Wabup Intan.

Menurut dia, reuni bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, mengenang jasa para guru, sekaligus memperkuat jejaring kebersamaan antaralumni lintas generasi, sekaligus juga bersama-sama untuk memperkuat kepedulian sosial.

"Di tengah dinamika dan tantangan zaman, relasi dan jejaring menjadi modal sosial yang sangat berharga. Melalui reuni ini, para alumni dapat saling mengenal, saling menguatkan, membuka peluang kolaborasi, serta membangun sinergi, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia, keluarga besar SMPN 1 Cisoka dan alumni yang tidak hanya menggelar silahturahmi tapi juga dirangkaikan dengan kegiatan-kegiatan sosial untuk masyarakat.

"Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan alumni yang telah menginisiasi kegiatan ini. Terus rawat dan kelola jejaring hubungan yang telah terjalin baik ini," ucapnya.

Dia optimistis dengan semakin kuatnya jejaring dan persatuan antaralumni SMPN 1 Cisoka, kontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat akan semakin terlihat manfaatnya.

"Saya yakin dengan makin kuatnya jejaring dan kekompakan dari para alumni SMP 1 Cisoka ini akan lahir banyak kontribusi nyata yang berdampak positif, tidak hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi lingkungan sekitar dan pembangunan Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Keluarga Besar Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) menggelar dzikir dan istighosah berjamaah sebagai agenda rutin akhir tahun. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Kantor Pusat BBP, Jalan Raya Sampay–Cileles, Kampung Julat, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Minggu (21/12/2025).

Istighosah dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Cikulur, KH Maemun Albari, dan diikuti oleh jajaran pengurus, anggota Ormas BBP, serta masyarakat sekitar. Sejumlah pejabat dan tokoh penting Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tampak hadir Ketua Dewan Pembina Kenaziran Sultan Maulana Hasanuddin Banten KH TB Mudakir Hasan Fuad, Ketua Gapensi Lebak Nabil Jayabaya, Ketua DPRD Lebak dr. Juwita Wulandari, Wakil Ketua DPRD Acep Dimiyati, Pengusaha H. Mega Jayabaya, Kepala Kesbangpol Lebak, Kasat Intelkam Polres Lebak, Kasi Intelijen Kejari Lebak, anggota DPRD Lebak Arsid dan Hasan Gaos, unsur Muspika Kecamatan Cikulur, APDESI Kecamatan Cikulur, serta para ulama dan umaro Kabupaten Lebak.

IMG 20251222 WA0002

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gapensi Lebak Nabil Jayabaya secara terbuka menyatakan komitmennya untuk bergabung dan berjalan bersama Ormas Badak Banten Perjuangan.

“Hari ini saya menyatakan diri sebagai bagian dari keluarga besar Badak Banten Perjuangan. Mari kita melangkah bersama, dalam satu tujuan dan kepentingan bersama demi memajukan Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan, H. Eli Sahroni yang akrab disapa Raja Badak, menegaskan bahwa istighosah akhir tahun merupakan cara mulia dalam menyambut pergantian waktu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Istighosah di akhir tahun adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk mewujudkan keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa. Jika dilakukan secara berjamaah, ini akan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial,” tutur Eli Sahroni.

IMG 20251222 WA0006

Ia menjelaskan, makna istighosah di penghujung tahun adalah sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri, memohon pengampunan atas kesalahan di masa lalu, sekaligus menguatkan doa agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik dan jauhkan dari bala bencana.

“Akhir tahun adalah momentum taubat dan refleksi. Kita memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT dalam menghadapi tantangan hidup ke depan,” tambahnya.

Ketua DPRD Lebak juga memberikan apresiasi kepada Ormas Badak Banten Perjuangan yang dinilai konsisten berkontribusi dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat.

“Saya mengapresiasi Badak Banten Perjuangan. Teruslah berpartisipasi untuk Lebak Ruhay, Banten Gemilang, dan Indonesia Maju,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut. (Cecep)

Page 17 of 606
Go to top