Banten

Banten (6443)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Pencabutan segel terhadap bangunan milik PT Esa Jaya Putra oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Langkah tersebut dinilai menimbulkan tanda tanya besar, bahkan terkesan sarat kepentingan.

Pasalnya, segel yang sebelumnya dipasang justru dicopot saat proses perizinan bangunan disebut masih berjalan. Kondisi ini memicu kegaduhan di tengah masyarakat, terutama terkait keberadaan bangunan yang berdiri di atas lahan fasilitas umum (fasum), seperti hanggar dan gerbang yang tampak kokoh di area gudang perusahaan tersebut.

Sorotan juga datang dari Garda Aktif Tangerang Raya (GATRA) yang menggelar audiensi dengan Satpol PP Kota Tangerang pada Senin, 13 April 2026. Ketua GATRA, Subarna atau yang akrab disapa Barna, menilai pencopotan segel dilakukan terlalu dini dan berpotensi menyalahi prosedur.

“Pencabutan segel ini terkesan dipaksakan, padahal izin belum sepenuhnya terbit. Hal ini memunculkan dugaan adanya kepentingan tertentu yang berpihak pada perusahaan,” ujar Barna.

Ia menegaskan bahwa dalam proses pembangunan gedung, dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. PBG wajib dimiliki sebelum pembangunan dimulai untuk memastikan kesesuaian tata ruang, sementara SLF menjadi bukti bahwa bangunan layak digunakan.

“PBG dan SLF ini bukan sekadar administrasi, tapi menyangkut legalitas, keamanan, dan kepastian hukum. Kalau belum lengkap, seharusnya tidak ada aktivitas, apalagi sampai segel dibuka,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Satpol PP Kota Tangerang melalui perwakilan Kepala Bidang Penegakan Hukum Peraturan Daerah (Gakkumda), Alex T Suyitno, menjelaskan bahwa pencabutan segel dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pihak perusahaan.

IMG 20260415 WA0017

Menurut Alex, saat itu perusahaan melalui kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan pembukaan segel dengan dasar bahwa PBG telah terbit. Sementara untuk SLF, prosesnya disebut sudah dalam tahap akhir.

“Permohonan diajukan beberapa kali. Karena PBG sudah ada dan SLF dalam proses menuju selesai, akhirnya pada Februari sebelum Ramadan diterbitkan surat perintah pembukaan segel,” jelas Alex.

Terkait keberadaan bangunan di atas fasum, Alex mengaku pihaknya masih menunggu kejelasan status lahan tersebut, apakah masih menjadi milik pengembang atau sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Tangerang.

“Untuk hanggar di tengah itu masih belum jelas statusnya. Kami menunggu surat pernyataan dari pengembang,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa setelah PBG dinyatakan lengkap, pihaknya tidak dapat kembali memasang segel. Selain itu, penerbitan SLF menjadi kewenangan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), bukan Satpol PP.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang, Junaidi, turut mempertanyakan keputusan pencabutan segel tersebut. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 8 Januari 2026, telah direkomendasikan agar segel tidak dibuka sebelum seluruh perizinan rampung.

“Dalam RDP sudah jelas disepakati, selama izin belum selesai, segel tidak boleh dibuka. Tapi kenyataannya segel sudah dicopot. Ini jadi pertanyaan besar,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (14/4/2026).

Junaidi bahkan mengaku heran dengan langkah tersebut dan mempertanyakan alasan di balik percepatan pencabutan segel.

“Kalau memang izinnya belum selesai, kenapa dibuka? Ada apa sebenarnya? Ini yang perlu dijelaskan secara transparan,” tegasnya.

Hingga kini, polemik pencabutan segel PT Esa Jaya Putra masih menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap adanya kejelasan serta transparansi dari pihak terkait agar tidak menimbulkan dugaan adanya pelanggaran prosedur maupun kepentingan tertentu di balik kebijakan tersebut. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan kesiapan infrastruktur digital, dalam mendukung pelaksanaan pra-Sistem Penerimaan Murid Baru (Pra-SPMB) yang akan berlangsung hingga 8 Juli 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Diskominfo Mugiya Wardhany, saat ditemui langsung di ruang kerjanya, Senin (13/4/26).

Ia menyatakan, Diskominfo telah mengalokasikan server khusus guna menunjang kelancaran proses pra-SPMB untuk jenjang SD maupun SMP.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya akses dari masyarakat, khususnya ratusan ribu orang tua calon peserta didik.

“Sejak awal pelaksanaan pra-SPMB, kami telah menyiapkan server tersendiri yang didukung dengan sumber daya optimal. Kami juga melakukan berbagai pengujian melalui sejumlah skenario untuk memastikan kekuatan dan stabilitas server dalam menghadapi lonjakan akses,” ungkap Mugiya.

Lanjutnya, Diskominfo juga melakukan pemantauan server secara intensif selama 24 jam penuh, baik melalui pengawasan fisik maupun dashboard sistem yang tersedia. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak terjadi gangguan atau downtime selama proses berlangsung.

“Petugas server kami siagakan 24 jam dalam dua shift setiap hari. Ini menjadi komitmen kami untuk menjaga agar layanan tetap stabil. Jika terjadi kendala, dapat segera ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kendala yang mungkin dihadapi masyarakat dapat menghubungi help desk Dinas Pendidikan yaitu tingkat SD di nomor 0877-4852-8302 sedangkan di tingkat SMP di nomor 0877-4852-8303.

"Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi LAKSA sebagai kanal pengaduan layanan publik non-kegawatdaruratan,” tutupnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal dan pemberian santuan ke0ada 500 anak yatim yang berasal dari Kecamatan Rajeg dan Mauk di Halaman Kantor Pusat Perumdam TKR, Senin (13/4/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam sambutannya meminta seluruh jajaran Perumdam TKR agar terus menguatkan sinergi dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan dan perekonomian daerah

"Melalui momentum HUT ke-50, saya minta seluruh jajaran Perumdam terus kuatkan sinergi dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan ekonomi daerah," pinta Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi teknologi, penguatan SDM, serta sinergi dengan berbagai pihak adalah hal sangat penting dan perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan ke depan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang terus meningkat.

"Momentum HUT ke-50 ini, diharapkan menjadi semangat baru bagi seluruh jajaran Perumdam TKR untuk bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih berdampak bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Lanjut dia, selama 50 tahun perjalanannya, Perumdam TKR telah mampu mencurahkan dedikasi, komitmen dan bukti nyata dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Capaian tersebut tidak hanya terlihat dari sisi bisnis, tetapi juga kontribusi sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Perumdam tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga hadir melalui program sosial seperti sambungan gratis, bantuan keagamaan, bedah rumah, hingga beasiswa anak yatim. Inilah peran BUMD yang kita harapkan, tumbuh secara perusahaan sekaligus memberi dampak sosial yang luas,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri UMKM RI yang dinilai menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Momentum Syawal 1447 Hijriah ini juga menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Perumdam TKR yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan terhadap UMKM.

“Kehadiran kami di sini merupakan bagian dari kolaborasi antar kementerian dan daerah, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian Perumdam TKR yang dinilai sebagai salah satu perusahaan daerah terbaik di Indonesia, serta keberhasilannya dalam menyeimbangkan antara profit dan manfaat sosial, termasuk dalam pembinaan UMKM.

Direktur Utama Perumdam TKR, Sofyan Sapar menambahkan bahwa perjalanan 50 tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Perumdam TKR akan terus adaptif, progresif, serta melakukan transformasi digital dalam pelayanan. Kami juga berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program sosial,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian perusahaan, di antaranya pertumbuhan sambungan pelanggan, peningkatan cakupan pelayanan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta predikat kinerja terbaik nasional selama lima tahun berturut-turut. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama jajaran perangkat daerah dan unsur terkait, mengawal langsung pelaksaan penataan dan pembongkaran bangunan liar (Bangli), sekaligus memulai normalisasi Sungai Cirarab yang berada di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan, Minggu (12/4/26).

Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya memimpin jalannya penertiban, tetapi juga turun langsung ke lapangan membantu proses pengangkatan puing-puing bangunan hasil pembongkaran. Aksi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir dan keselamatan warga.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkaokan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah yang telah dilakukan beberapa kali dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Dinas Tata Ruang, Dinas PUPR Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), unsur TNI-Polri, para camat, hingga RT/RW serta pemilik bangunan di sepanjang bantaran Sungai Cirarab

“Alhamdulillah, hari ini kita mulai pelaksanaan penertiban dan penataan di bibir Sungai Cirarab. Semua ini sudah melalui proses sosialisasi dan kesepakatan bersama, termasuk penandatanganan pernyataan dari para pemilik bangunan,” ujar Bupati Maesyal

Ia menjelaskan bahwa Sungai Cirarab memiliki peran penting sebagai saluran drainase yang terhubung dengan Situ Gelam yang hulunya berasal dari wilayah Legok. Kondisi bantaran sungai saat ini mengalami abrasi dan pengikisan tanah yang cukup mengkhawatirkan dan menyebabkan potensi bencana cukup tinggi, salah satunya banjir yang kerap melanda di wilayah sepanjang Sungai Cirarab

“Kalau kita lihat langsung di lapangan, sudah terjadi penggerusan tanah. Kami khawatir bangunan di bantaran sungai ini berisiko tinggi, apalagi saat debit air meningkat. Ini bisa membahayakan keselamatan warga,” jelasnya.

Sebanyak kurang lebih 62 bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Cirarab ditertibkan, terdiri dari 41 bangunan di wilayah Pasar Kemis dan 21 bangunan di Sepatan. Penertiban ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir dan potensi bencana lainnya.

“Ini bukan semata-mata penertiban, tetapi upaya perlindungan terhadap masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Setelah proses pembongkaran selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melanjutkan tahap normalisasi sungai, yang kemudian diikuti dengan pembangunan turap untuk memperkuat struktur bantaran sungai.

“Setelah akses alat berat terbuka, kita langsung lakukan normalisasi. Selanjutnya akan dilakukan penurapan agar lebih aman dan mampu meminimalisir banjir,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat melalui BBWS. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur Banten, dan alhamdulillah mendapat dukungan, termasuk dari BBWS. Ini adalah kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penataan ini, demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tertata, dan bebas dari risiko banjir.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak, khususnya masyarakat, agar upaya ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Pihak HKBP Kutabumi. Pengurus Gereja HKBP Kutabumi, Risma mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar.

“Pada dasarnya kami dari pihak gereja setuju untuk dilakukan normalisasi dan pembongkaran bangunan liar. Kami juga akan mematuhi aturan, karena ini semua demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Haji Suryo, pemilik usaha tempe di pinggir Sungai Cirarab yang turut terdampak penertiban. Ia mengaku mendukung langkah pemerintah, meski sebagian bangunan usahanya harus dibongkar.

“Kami setuju dilakukan pembongkaran dan normalisasi agar nantinya tidak terjadi banjir di wilayah Pasar Kemis. Namun kami berharap diberikan keringanan waktu untuk melakukan pemindahan barang-barang. Kami minta waktu satu sampai dua hari untuk proses tersebut,” ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tangerang menggelar Musyawarah Kerja III (Musker III) di Gedung PCNU, Kelurahan Tigaraksa, Ahad (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan organisasi yang lebih strategis dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema “Halal bihalal - Silaturahmi - Konsolidasi - Penguatan Kelembagaan”, forum tersebut berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Musker III tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya, tetapi juga sarana konsolidasi internal dalam memperkuat peran organisasi di tengah dinamika sosial masyarakat.

IMG 20260412 WA0020

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang, Makhmud Jumhur, menegaskan bahwa Musker merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam mengevaluasi sekaligus menyusun program kerja ke depan.

“Ini kegiatan musyawarah kerja internal untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan merumuskan langkah satu tahun ke depan. Hasilnya akan kami implementasikan dalam bentuk program yang efektif dan berdampak langsung bagi umat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada penyusunan program kerja yang lebih aplikatif serta penguatan fungsi kelembagaan. Selain itu, keberadaan gedung baru PCNU juga dioptimalkan sebagai pusat aktivitas organisasi sekaligus pelayanan bagi warga Nahdliyin.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Temmy Setiawan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Kemandirian PCNU Kabupaten Tangerang. Hadir pula Andi Afandi bersama jajaran pengurus, perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) tingkat kecamatan, delegasi badan otonom (Banom), serta berbagai lembaga di lingkungan NU.

Melalui Musker III ini, PCNU Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri, profesional, serta konsisten dalam memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Cisoka, Polresta Tangerang, intensif melaksanakan patroli malam di sejumlah titik rawan di wilayah hukumnya.

Kegiatan patroli ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas, seperti kawasan pertokoan, pemukiman warga, objek vital, hingga titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul masyarakat pada malam hari. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminalitas, mulai dari pencurian, balap liar, tawuran, hingga gangguan keamanan lainnya.

Kapolsek Cisoka, IPTU Aditya Surya Sakti, S.Tr.K., M.M., menegaskan bahwa patroli malam merupakan kegiatan rutin yang menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Patroli malam rutin kami laksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas serta memastikan wilayah hukum Polsek Cisoka tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Tidak hanya berpatroli, petugas juga aktif berinteraksi dengan masyarakat yang ditemui di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, anggota kepolisian memberikan imbauan kamtibmas serta mengajak warga untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat diminimalisir sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selama pelaksanaan patroli, situasi di wilayah hukum Polsek Cisoka terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Mala)

Page 12 of 645
Go to top