Banten

Banten (6443)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Kabar baik bagi masyarakat Kota Tangerang. PT Tangerang Nusantara Global (TNG) resmi menghadirkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU yang dikelolanya mulai 1 Mei 2026.

Direktur PT TNG Muhamad Rijal menyampaikan, sejak memulai operasional SPBU pada Desember 2022, pihaknya terus melakukan pengembangan layanan.

"Awalnya, SPBU PT TNG hanya menyediakan empat jenis BBM, yakni Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kini, dengan hadirnya biosolar, pilihan BBM bagi masyarakat menjadi semakin lengkap," papar Rijal, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/26).

“Permintaan terhadap biosolar cukup tinggi, baik dari masyarakat umum maupun dari kebutuhan operasional Pemerintah Kota Tangerang. Karena itu, mulai 1 Mei 2026 kami siap menyediakan biosolar di SPBU PT TNG,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan biosolar tidak hanya datang dari pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga dari sektor layanan publik.

Sejumlah armada seperti Bus Tayo dan truk pengangkut sampah yang beroperasi di Kota Tangerang turut memanfaatkan BBM jenis ini untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Secara bisnis, perkembangan SPBU kami sangat baik. Setiap tahun mengalami peningkatan, baik dari sisi penjualan maupun pendapatan bersih. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” katanya.

Dengan penambahan layanan biosolar, PT TNG optimis dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang.

Hal ini sejalan dengan peran PT TNG sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali meninjau langsung progres pembongkaran bangunan liar dan normalisasi Kali Cirarab yang berada di wilayah Kecamatan Sepatan dan Pasar Kemis, Selasa (21/4/26)

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kapolresta Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, serta para camat setempat.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran jajaran lintas instansi bertujuan memastikan proses penertiban dan normalisasi berjalan sesuai rencana. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan perusahaan yang berada di bantaran sungai, salah satunya PT. Intek, terkait penggunaan lahan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS).

“Kami sudah sampaikan dan alhamdulillah pihak PT. Intek bersedia mematuhi ketentuan GSS dan akan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap kepentingan umum,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan normalisasi Kali Cirarab dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keselamatan masyarakat, para pekerja dan warga di sekitar bantaran sungai. Setelah proses pembongkaran, akan segera dilakukan pengerukan sungai serta penurapan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Setelah dinormalisasi dan dilakukan penurapan, insyaAllah wilayah ini diharapkan tidak lagi terdampak banjir. Ini adalah langkah jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan pelaku usaha di dua wilayah tersebut yang secara mandiri melakukan pembongkaran bangunan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi pihak lainnya

“Di wilayah Sepatan, ada tiga perusahaan yang akan membongkar secara mandiri. Di Pasar Kemis juga masyarakat, termasuk pelaku usaha dan tempat ibadah, sudah mulai melakukan pembongkaran,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk panjang normalisasi Kali Cirarab, diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, mulai dari wilayah Gelam hingga lokasi peninjauan di PT. Intek

Terkait penanganan banjir di wilayah lain, dia menyebut bahwa akan dilakukan pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir lainnya, seperti di wilayah Jayanti dan Kresek yang saat ini sedang dalam proses tender oleh BBWS.

“Penanganan banjir menjadi perhatian bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan BBWS. Semua dilakukan secara bertahap untuk mengurangi tingkat kebanjiran di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menekan angka stunting melalui langkah nyata di lapangan. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Pelatihan dan Edukasi Gizi bagi Koordinator Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Gedung Serba Guna (GSG) Puspem Kabupaten Tangerang. Selasa (21/04/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Sekretariat Daerah, Prima Saras Puspa, S.H., M.M., yang hadir membuka acara, menekankan bahwa kunci utama pencegahan stunting terletak pada pemahaman masyarakat mengenai kualitas pangan. Menurutnya, diversifikasi pangan harus menjadi kebiasaan baru di tingkat keluarga.

"Ini adalah upaya edukasi untuk memberi pemahaman bahwa makan itu bukan hanya soal kenyang saja, namun nilai gizi sangat dibutuhkan. Kita melatih bagaimana asupan gizi bisa diolah untuk anak-anak demi menghindari stunting," ujar Prima.

Ia menambahkan bahwa bahan makanan yang selama ini dianggap kurang bernilai gizi tinggi perlu ditingkatkan kualitas pengolahannya agar lebih optimal bagi tumbuh kembang anak.

IMG 20260421 WA0049

Menurut Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, Dr. Achmad Muchlis, MARS, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjangkau seluruh wilayah kabupaten dengan melibatkan kader dari 265 desa. Para peserta dibekali kemampuan teknis, mulai dari pemilihan bahan baku hingga metode memasak yang tepat.

"Hari ini mereka dilatih cara memasak dan memilih bahan makanan agar nantinya nilai gizi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak-anak," jelas Dr. Achmad Muchlis.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan sebagai implementasi dari landasan hukum Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Inpres No. 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Dengan adanya pelatihan ini, para koordinator DASHAT diharapkan mampu menjadi ujung tombak di desa masing-masing dalam menciptakan generasi Tangerang yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan. (Mala)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Konsolidasi, Silaturahmi, dan Pemantapan (KSP) Satuan Petugas Penanganan Gizi (SPPG) digelar di Aula Remaja Kuring, Selasa (21/4/2026). Acara ini diselenggarakan oleh Ketua Umum MBG, Roy Marjuk.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MBG Pusat Dr. Muhammad Qodari, http://S.Psi, M.A dan Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan. Turut hadir pula jajaran pengurus MBG serta para relawan SPPG se-Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Roy Marjuk menegaskan bahwa KSP ini menjadi momentum memperkuat barisan relawan SPPG di lapangan. "Penanganan gizi bukan kerja satu pihak. Butuh kolaborasi, data yang akurat, dan relawan yang solid di setiap kelurahan," ujarnya.

IMG 20260421 WA0044

Ketua MBG Pusat Dr. Muhammad Qodari, http://S.Psi, M.A menyampaikan apresiasi atas militansi relawan SPPG Kota Tangerang. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan edukasi berkelanjutan ke keluarga sasaran agar intervensi gizi lebih tepat sasaran.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan menyatakan Pemkot siap mendukung program MBG dan SPPG. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi, dan relawan menjadi kunci menurunkan angka stunting dan masalah gizi lainnya di Kota Tangerang.

Selain pemaparan program, acara KSP juga diisi sesi pemantapan tugas relawan, pembekalan teknis pendataan balita dan ibu hamil, serta penyamaan metode edukasi gizi di tingkat RW.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto dengan seluruh peserta. Melalui KSP ini, SPPG se-Kota Tangerang menargetkan peningkatan jangkauan pendampingan keluarga serta percepatan pelaporan kasus gizi ke sistem MBG. (Sumarna)

Kota Tangerang, lensafokus.id — Keluarga besar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Daerah (BPD) Provinsi Banten menggelar acara Halal Bihalal bersama delapan Badan Pimpinan Cabang (BPC) kabupaten/kota se-Banten, Senin (20/4/2026). Kegiatan berlangsung hangat di Pakons Prime Hotel, Kota Tangerang.

Mengusung tema “Kembali Fitri Bersatu Untuk Hospitality Industry”, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi di sektor perhotelan dan restoran di Banten.

Ketua Panitia, Andra Basra Utama yang juga Wakil Ketua Umum (WKU) PHRI Banten serta owner Pakons Prime Hotel, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan, pengurus, anggota PHRI, hingga para vendor yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyajian maupun pelayanan selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PHRI BPD Banten, G. S. Ashok Kumar, membuka sambutannya dengan pantun yang mengundang keakraban seluruh peserta. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para ketua BPC kabupaten/kota, jajaran pengurus, hingga perwakilan vendor seperti Telkom Indonesia dan Bank Banten, serta pelaku UMKM Tangerang Raya, diberikan kesempatan naik ke panggung untuk menyampaikan pesan singkat.

Momen tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan dan sinergi lintas sektor dalam mendukung kemajuan industri hospitality di Banten.

Ashok Kumar menegaskan bahwa PHRI merupakan salah satu kontributor besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di sektor pariwisata. Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran akibat pemangkasan APBD dan APBN yang berdampak pada kegiatan MICE di perhotelan, PHRI Banten tetap optimistis.

“PHRI harus tetap solid, cepat, dan cerdas dalam beradaptasi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai segmen,” tegasnya.

Di penghujung acara, pendiri konsep “Bank Air”, Sudirman Indra, turut menyampaikan gagasannya terkait pengelolaan air. Ia menyoroti bahwa sekitar 70 persen air hujan di Indonesia masih terbuang ke laut, sementara di negara Timur Tengah air laut justru dimanfaatkan melalui teknologi untuk kebutuhan pertanian dan air minum.

“Setiap warga sebenarnya bisa ikut serta menabung air hujan sebagai langkah sederhana menjaga keberlanjutan sumber daya air,” ungkapnya. (Asp)

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah bersama jajaran perangkat Desa Sentul meninjau langsung kondisi rumah milik Ibu Sumirah, warga Kampung Pos Sentul, RT. 005/003, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja (20/4/26).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa peninjauannya bersama jajaran perangkat Desa Sentul merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap laporan adanya rumah yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan penghuninya.

"Hari ini, saya bersama Kasi Trantib, Pak Sekdes beserta perangkat Desa Sentul melihat dan menindaklanjuti langsung laporan adanya rumah yang sangat tidak layak dan membahayakan penghuninya," ungkap Wabup Intan

Dia menegaskan bahwa hunian yang layak merupakan fondasi utama bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Untuk itu, Pemkab Tangerang serius dan berkomitmen penuh melaksanakan program bedah RTLH secara berkelanjutan dengan target sekitar 1000 rumah setiap tahunnya

"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa bantuan program bedah rumah ini tepat sasaran. Kondisi rumah Ibu Sumirah ini memang memerlukan penanganan segera agar beliau bisa tinggal dengan rasa aman dan nyaman," ujarnya.

Dia juga memberikan dorongan semangat dan berjanji membantu percepatan pelaksanaan rovasi agar rumah kepada Ibu Sumirah segera diperbaiki

"Nanti kita perbaiki ya bu, insyaAllah bulan ini, paling cepat dimulai minggu depan," katanya

Pihaknya pun mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sentul yang telah merespon cepat adanya laporan rumah tidak layak huni dan melakukan langkah-langkah untuk mempercepat proses renovasi RTLH

Sementara itu, Sekretaris Desa Sentul, Asep, menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Sentul telah memasukkan program perbaikan rumah Ibu Sumirah ke dalam perencanaan prioritas desa. Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh aspek pendukung, termasuk tempat tinggal sementara bagi pemilik rumah, telah dipersiapkan dengan matang.

"Renovasi akan dimulai bulan ini, dan sudah masuk dalam anggaran desa. Nanti Ibu Sumirah sementara tinggal di tempat saudaranya selama proses pembangunan berlangsung," jelas Asep.

Sementara Ibu Sumirah, selaku pemilik rumah, menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kunjungan langsung Wakil Bupati Tangerang bersama aparat desa. Ia berharap perbaikan rumahnya dapat segera dilaksanakan mengingat kondisi atap yang sudah bocor dan dinding yang mulai rapuh.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak bu bantuannya. Rumah saya kalau hujan selalu bocor dan dindingnya sudah rapuh, takut ambruk," ungkapnya. (Red)

Page 9 of 645
Go to top