Banten

Banten (7352)

TANGERANG, lensafokus.id — Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mendorong penguatan pemenuhan gizi anak sejak usia dini melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini diikuti 3.791 peserta didik dari tujuh kecamatan dan 10 desa di Kabupaten Tangerang sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, serta menekan angka stunting.

Kegiatan PMT tersebut dimulai pada Rabu (21/10/2026) di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg. Program ini dilaksanakan dalam enam tahap dengan sasaran peserta didik PAUD di Kecamatan Rajeg, Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan Timur, Kosambi, Solear, dan Gunung Kaler.

Dalam sambutannya, Rismawati menegaskan bahwa PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada fase golden age atau masa keemasan. Pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat sehingga membutuhkan layanan pendidikan berkualitas serta asupan gizi yang cukup sesuai tahapan perkembangannya.

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan program intervensi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, dan menekan angka stunting,” ujar Rismawati.

Menurutnya, pelaksanaan PMT bukan sekadar kegiatan seremonial makan bersama, melainkan bentuk komitmen dan kepedulian pemerintah, satuan pendidikan, serta masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehat, dan aman. Program tersebut juga menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus menyukseskan program PAUD Holistik Integratif.

Rismawati mengajak para orang tua untuk membiasakan pola makan sehat di rumah dan tidak hanya mengandalkan makanan tambahan dari sekolah. Ia menekankan pentingnya pola asuh yang baik serta pemenuhan asupan bergizi setiap hari agar kebutuhan tumbuh kembang anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak para orang tua untuk melanjutkan kebiasaan makan sehat di rumah, tidak hanya bergantung pada makanan tambahan dari sekolah, serta lebih peduli pada pola asuh dan asupan harian anak,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, pengurus PAUD, dan pihak penyelenggara yang telah menyiapkan menu bergizi serta mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Rismawati berharap kolaborasi pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga terus diperkuat agar anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria, sekaligus siap menjadi generasi emas Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang PAUD dan Kasi Sarpras Bidang SD, Yudi Nursapyudin, mengatakan program PMT bagi peserta didik PAUD dilaksanakan dalam enam tahap. Tahap pertama dimulai pada Rabu (21/10/2026) di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg.

"Kegiatan tersebut bertujuan mendukung kesehatan anak melalui pemeriksaan kesehatan dasar, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta kesehatan orang tua," jelasnya.

Yudi juga menjelaskan, dalam penyediaan makanan, menu PMT diarahkan untuk mengandung protein hewani pada setiap sajian, memanfaatkan pangan lokal yang mudah diperoleh dan aman, serta diolah hingga matang sempurna.

Ia menambahkan, program PMT diharapkan dapat mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara optimal pada masa keemasan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan pertumbuhan dan mengurangi risiko kekurangan gizi pada anak usia dini.

"Adapun 3.791 peserta didik penerima PMT berasal dari 10 desa di tujuh kecamatan," jelaskan.

Program PMT tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Melalui pelaksanaan program ini, pemenuhan gizi anak diharapkan semakin diperhatikan melalui kolaborasi pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu naik kelas dan semakin berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar dan Temu Usaha Nasabah Mekaar PNM Cabang Tangerang yang digelar di aula Masjid Agung Alamjad, Rabu (21/10/26).

"UMKM naik kelas itu tidak cukup hanya dari sisi permodalan, tapi juga ditentukan oleh kompetensi pelaku UMKM-nya, produk yang berkualitas dan mampu bersaing serta jangkauan pasar yang luas," ungkap Bupati Maesyal

Menurut dia, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Untuk itu pengembangan dan dukungan terhadap UMKM harus terus dilakukan agar usahanya dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi, bukan hanya untuk kesejahteraan para pelaku UMKM dan masyarakat, namun juga perekonomian daerah

“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya

Bupati juga mengajak para nasabah PNM Mekar untuk memanfaatkan teknologi digital, menjaga kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengelola keuangan usaha secara tertib dan bijak agar usahanya benar mampu bersaing dan berkembang

“Jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berinovasi dan kebersamaan sebagai kekuatan untuk maju bersama. Kita ingin UMKM Kabupaten Tangerang semakin mandiri, berdaya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” katanya.

Pihaknya pun mengapresiasi PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) yang terus berperan dalam pengembangan UMKM, khususnya melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan kapasitas pelaku usaha.

"Terima kasih dan apresiasi kepada pihak PNM yang terus aktif mengembangkan UMKM, khususnya melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan kapasitas para pelaku usaha. Semoga ini juga bisa jadi contoh bagi yang lainnya," pungkasnya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Ribuan pencari kerja (pencaker) memadati kegiatan Gebyar Rekrutmen Kerja yang digelar di Tangerang Convention Center (TCC) Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengatakan Gebyar Rekrutmen Kerja merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pekerjaan bagi masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan program unggulan 3G, khususnya Gampang Kerja.

“Kami membuka Gebyar Rekrutmen Kerja untuk mendorong program unggulan 3G, Gampang Kerja bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. Antusiasnya sangat luar biasa, data terakhir ada 3.239 pencaker yang menjalani seleksi dari 7.678 orang yang melamar lewat aplikasi Tangerang LIVE,” ujar Sachrudin, Rabu (21/10/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menyediakan 1.267 lowongan pekerjaan dari 25 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.

Menurut Ujang, Gebyar Rekrutmen Kerja kali ini memiliki mekanisme berbeda dibandingkan bursa kerja pada umumnya. Para pelamar tidak hanya menyerahkan berkas lamaran, tetapi juga dapat mengikuti tahapan seleksi secara langsung di lokasi kegiatan.

“Gebyar ini berbeda dari job fair biasanya, jadi ribuan peserta yang hadir di sini tidak hanya melamar, melainkan langsung melakukan seleksi di tempat. Ada yang tes psikologi, tes kompetensi, sampai walk-in interview, bahkan ada yang langsung diumumkan hasilnya hari ini juga,” jelas Ujang.

Pelaksanaan seleksi langsung tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perekrutan dan mempertemukan perusahaan dengan kandidat yang sesuai kebutuhan. Bagi pencari kerja, kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk mengakses beragam lowongan dalam satu lokasi.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pencari kerja yang mengikuti proses seleksi. Salah satunya Fahrur Rozi (25), warga Kecamatan Jatiuwung, yang mengaku terbantu dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Saya sangat senang adanya acara seperti ini karena bisa mencoba melamar pekerjaan langsung, lowongannya ada banyak, dari kualifikasi lulusan SD sampai S1 semuanya ada. Apalagi prosesnya juga tidak ribet dan cepat,” ungkap Fahrur. (Sumarna)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin turut memperagakan gerakan pencak silat bersama ribuan pelajar dalam Gebyar Silat Benteng Pelajar Kota Tangerang Tahun 2026 di Stadion Benteng Reborn, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan sekitar 5.000 atlet pencak silat tingkat pelajar tersebut menampilkan Jurus Silat Benteng secara kolosal. Para pesilat, mulai dari anak-anak hingga remaja, tampil serempak memperagakan beragam jurus dan ketangkasan di hadapan jajaran Pemerintah Kota Tangerang dan para undangan.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan turut menyaksikan kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah. Suasana stadion pun dipenuhi semangat para pelajar yang menunjukkan kemampuan sekaligus kecintaan mereka terhadap seni bela diri tradisional Indonesia.

Sachrudin mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Silat Benteng Pelajar. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana membentuk karakter, kedisiplinan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental generasi muda.

“Tentunya selain melestarikan seni budaya luhur bangsa, silat ini membina mentalitas, karakter pantang menyerah, serta kedisiplinan para siswa. Maka memasyarakatkan dan membumikan silat di tengah pelajar ini harus terus kita upayakan,” ujar Sachrudin.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen mendukung pembinaan dan pengembangan atlet pencak silat sejak usia dini. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi warisan budaya yang harus kita banggakan. Melalui pembinaan yang terstruktur di tingkat pelajar, kita tidak hanya mencetak calon juara, tetapi juga membentengi anak-anak kita dengan kegiatan yang bernilai positif,” tuturnya.

Sachrudin berharap pengalaman mengikuti kegiatan berskala besar tersebut dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelajar, sekaligus memotivasi mereka untuk terus berlatih dan mengembangkan potensi di bidang olahraga pencak silat.

“Semoga ini menjadi pengalaman besar bagi mereka, menjadi bagian dari kebanggaan diri, orang tua, sekolah dan juga Kota Tangerang,” pungkasnya. (Sumarna)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang secara resmi membuka kegiatan Penguatan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kota Tangerang yang berlangsung di GOR Puri Beta, Kecamatan Larangan, Selasa (20/10/26).

Acara yang dihadiri oleh pengurus ormas, akademisi, tokoh masyarakat, serta jajaran pemuda dari berbagai wilayah ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas, kemandirian dan peran strategis ormas dalam pembangunan daerah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang Wawan Fauzi, menekankan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan ini agar tidak berhenti sekadar pada penyampaian materi, melainkan terwujud dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar penyampaian materi, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata. Mari kita bangun ormas yang kuat kelembagaannya, mandiri secara ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tegas Wawan.

Selain dorongan kemandirian ekonomi, Wawan juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif.

"Kehadiran ormas diharapkan dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam mengawal pesta demokrasi agar berjalan damai dan lancar," pungkasnya.

Kesbangpol Kota Tangerang berharap, seluruh elemen ormas dapat terus bersinergi, produktif dan berdaya saing demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus berkomitmen menekan serta memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi deteksi dini dan penanganan kasus kekerasan secara berkelanjutan bersama narasumber berskala nasional hingga internasional yang berlangsung di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Selasa (20/10/26).

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menyampaikan, sosialisasi ini merupakan agenda rutin Pemkot Tangerang yang menyasar berbagai lapisan masyarakat Mulai dari lingkungan sekolah, universitas, kelompok masyarakat, hingga organisasi mitra seperti PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

"Setiap momen dan event selalu kami manfaatkan untuk menyampaikan pentingnya deteksi dini pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami ingin memastikan masyarakat Kota Tangerang tahu ke mana harus melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan," ujar Tihar.

Masyarakat Kota Tangerang yang ingin melapor dapat langsung datang ke UPTD PPA di Gedung Nyimas Melati atau memanfaatkan aplikasi percepatan pelayanan publik seperti Silacak Perak.

Dalam sosialisasi kali ini, DP3AP2KB menggandeng ECPAT Indonesia (Ending Child Sexual Exploitation), sebuah NGO internasional yang berfokus pada penghapusan eksploitasi seksual anak dan perlindungan perempuan.

Narasumber dari ECPAT Indonesia Maria Yohanista Djou menjelaskan, materi yang dibawakan mencakup dua topik utama, yaitu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penggerak yang tidak menghakimi korban.

"Korban kekerasan sering kali ragu melapor karena takut akan stigma sosial dan rasa malu. Oleh karena itu, masyarakat atau pendamping harus memberikan rasa aman, mendengarkan tanpa memotong, mengapresiasi keberanian korban, serta memberikan pilihan-pilihan langkah hukum maupun psikologis yang transparan," jelas Maria.

Ia juga mengapresiasi inovasi Pemkot Tangerang dalam membentuk kelompok kader di tingkat bawah dan kanal pelaporan yang mudah diakses.

"Meningkatnya jumlah laporan bukan berarti Kota Tangerang memburuk, melainkan mengindikasikan tingginya kesadaran masyarakat yang kini berani bersuara dan tahu ke mana harus mencari bantuan," tegasnya.

Di tingkat operasional, Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kota Tangerang memastikan kesiapan penuh dalam merespons aduan masyarakat.

Koordinator Satgas PPA Wilayah Timur, Soimah mengungkapkan, pihaknya siap memberikan pendampingan penanganan kasus, baik yang masuk melalui kontak pribadi Satgas, aplikasi Silacak Perak, maupun layanan darurat Laksa 112 dan SAPA 129.

"Dalam satu hari, warga yang datang ke kantor bisa mencapai 4 hingga 5 laporan, belum termasuk aduan via telepon dan kanal darurat. Kami tidak hanya menangani kejadian di Kota Tangerang, tetapi juga membantu warga Kota Tangerang yang mengalami kasus di luar wilayah," tutur Soimah.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor, baik melalui Satgas di tingkat kecamatan maupun kader PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) di tingkat kelurahan.

"Semua layanan di UPTD PPA Kota Tangerang mulai dari pendampingan pelaporan ke kepolisian, proses visum, konsultasi dan layanan psikologi, hingga pendampingan hukum seluruhnya disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya," tuturnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, NGO dan penggerak masyarakat di tingkat tapak, Pemkot Tangerang berharap ruang aman bagi perempuan dan anak dapat terus terwujud secara optimal di seluruh wilayah Kota Tangerang. (Red)

Page 9 of 736
Go to top