Banten

Banten (6060)

Tangerang, lensafokus.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang resmi memasuki hari pertama, setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang pada Kamis malam. Kegiatan MTQ tahun 2026 ini digelar di Kecamatan Pagedangan di 14 arena yang tersebar di beberapa lokasi.

Salah satu arena yang menarik perhatian adalah Arena 2 Bidang Tilawah Remaja yang berlangsung di Aula Taman Makam Pahlawan Raden Arya Wangsakara, Jalan Lengkong Klai, Desa Lengkong Kulon. Arena ini diikuti oleh 16 peserta terbaik dari berbagai kecamatan yang menampilkan kemampuan tilawah dengan performa maksimal.

Penampilan para peserta Tilawah Remaja menunjukkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang sangat baik, baik dari segi makharijul huruf, tajwid, maupun penghayatan lagu, sehingga mampu memukau para dewan hakim dan masyarakat yang hadir.

Salah satu peserta, Khairul Bariyah, perwakilan dari Kafilah Kecamatan Rajeg, menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan persiapan intensif selama tiga bulan sebelum pelaksanaan MTQ ke-56. Ia mengungkapkan bahwa latihan dilakukan secara konsisten, bahkan dengan treatment khusus, yakni menghafal satu juz Al-Qur’an setiap selesai melaksanakan sholat wajib.

“Persiapan ini tidak lepas dari dukungan besar orang tua, guru, serta saudara-saudara saya. Support tersebut menjadi motivasi dan keyakinan bagi saya untuk tampil maksimal,” ujar Khairul Bariyah, Jumat (09/01/26).

Ia juga berharap melalui pelaksanaan MTQ ke-56 ini, syiar Islam dapat semakin meluas di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

“Semoga MTQ bisa membuat generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an dan termotivasi untuk ikut ambil bagian dalam MTQ di masa mendatang,” tutupnya.

Dengan antusiasme peserta dan dukungan masyarakat, MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi ajang pembinaan sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman yang berkelanjutan. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang di Kampung Bugel Kelurahan Tigaraksa, Jum’at, (09/01/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatkan bahwa gedung PCNU tersebut diharapkan bukan hanya rumah keluarga besar PCNU, namun juga bisa menjadi menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan dan toleransi di Kabupaten Tangerang.

"Gedung ini bukan hanya rumah bagi warga NU Kabupaten Tangerang, tapi juga diharapkan menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan, dan toleransi di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang senantiasa mendukung dan mengapresiasi program-program NU yang
telah dijalankan, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

“Kami, pemerintah daerah terus menguatkan bersinergi dan kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama. Terima kasih dan apresiasi atas program-program NU yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, baik di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi umat, akan terus kami dukung,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan pentingnya menjaga identitas Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada budaya lokal, sekaligus menjadi benteng persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Nahdlatul Ulama selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas daerah. Identitas NU harus tetap dijaga, dengan dakwah yang sejuk, santun, dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Gedung PCNU yang dibangun di atas tanah wakaf dan diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.

“Selamat atas Gedung Nahdlatul Ulama ini. Siapa pun yang memiliki kepentingan untuk kemaslahatan masyarakat, silakan memanfaatkan gedung ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang, KH Mahmud Jumhur menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung PCNU.

"Gedung ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan dan pelayanan umat nantinya," jelasnya

Peresmian Gedung PCNU Kab. Tangerang juga dihadiri perwakilan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, segenap pengurus PWNU Banten dan PCNU Kab. Tangerang, Muslimat NU, Fatayat NU, tokoh NU se-Kabupaten Tangerang, para pemuka agama lintas iman, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Camat Tigaraksa, Lurah Kaduagung. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Di tengah era modernisasi, perhatian terhadap warga penyandang disabilitas masih menjadi kebutuhan penting yang harus terus diperkuat. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan komitmennya dengan menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga lansia penyandang disabilitas di Kampung Pinang, RT 04/03, Kelurahan Tigaraksa, Kamis (8/1/2026).

Bantuan kursi roda tersebut diberikan kepada seorang janda lansia bernama Nawati (59), yang selama ini mengalami kesulitan berjalan akibat keterbatasan fisik. Bantuan tersebut disambut haru oleh penerima manfaat, yang mengaku sangat terbantu karena keterbatasan ekonomi yang dimilikinya.

Dengan mata berkaca-kaca, Nawati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah.

“Terima kasih Pak Lurah dan Dinas Sosial yang sudah membantu saya agar bisa berjalan dengan baik. Selama ini saya kesulitan berjalan dan tidak mampu membeli kursi roda. Bantuan ini sangat membantu saya,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Rohmah, Kasi Lansia dan Anak Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, menjelaskan bahwa bantuan kursi roda tersebut merupakan tindak lanjut dari pengajuan pihak kelurahan untuk warga lansia kurang mampu penyandang disabilitas.

“Hari ini kami menyerahkan satu unit kursi roda dari Dinas Sosial yang merupakan usulan dari kelurahan. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan program seperti ini dapat terus berjalan,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan juga didampingi langsung oleh Lurah Tigaraksa, Eko Suryanto, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, atas perhatian yang diberikan kepada warga yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Maesyal Rasyid melalui Dinas Sosial yang telah menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga Kabupaten Tangerang di Kelurahan Tigaraksa. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi penerima,” katanya.

Eko menambahkan, penyerahan bantuan kursi roda kali ini merupakan tahap awal. Ke depan, pihak kelurahan akan terus mengusulkan bantuan serupa melalui laporan para kader di lapangan.

“Mudah-mudahan ke depannya usulan-usulan yang telah diajukan dapat segera terealisasi, sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” tambahnya.

Selain Nawati, masih banyak warga miskin dan penyandang disabilitas lain di wilayah tersebut yang membutuhkan perhatian serupa. Pemerintah daerah diharapkan terus memperluas jangkauan bantuan sosial agar semakin banyak warga seperti Nawati yang dapat merasakan langsung kehadiran dan kepedulian negara melalui program-program kesejahteraan sosial. (Rosmala)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melantik 149 Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kab. Tangerang, di Hotel Sapphire Gading Serpong, Kamis (08/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa 149 Dewan Hakim MTQ ke-56 Tingkat Kab. Tangerang tersebut telah mengikuti Bimtek dan orientasi serta diberikan arahan dari pengawas Dewan Hakim sebagai bekal dalam menjalankan tugas nantinya

"Sejak pagi para dewan hakim telah melaksanakan orientasi sekaligus pengarahan-pengarahan dari pengawas Dewan Hakim. Dan alhamdulillah di penghujung acara hari, baru saja dilantik sebanyak 149 menjadi dewan Hakim MTQ yang ke-56 Kabupaten Tangerang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dia berharap para dewan hakim yang dilantik bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik pada pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang selama 5 hari pelaksanaan.

"Kami mohon para dewan hakim bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Sehingga keputusannya nanti benar-benar transparan dan berkualitas," tandasnya

Menurut dia, peran dewan hakim sangat menentukan sejauhmana kualitas duta-duta Kabupaten Tangerang yang akan berlaga di MTQ Provinsi Banten nantinya

"Peran dewan hakim ini sangat penting dan menentukan untuk memilih duta-duta yang akan mewakili Kabupaten Tangerang pada MTQ Provinsi Banten nanti," tegasnya

Pihaknya juga memohon dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat agar pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang dapat berjalan lancar dan sukses

"Mohon doanya kepada semuanya supaya dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Tangerang ini bisa berjalan dengan lancar, baik pembukaan sampai dengan penutupannya juga bisa berjalan dengan lancar dan sukses," ujarnya

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ yang juga Sekretaris Daerah, Soma Atmaja mengungkapkan bahwa kegiatan Bimtek dan orientasi dewan hakim ini merupakan langkah awal persiapan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang.

"Bimtek dan orientasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi metode penilaian antardewan hakim guna melahirkan qori-qoriah yang berkualitas serta meningkatkan profesionalisme dalam perhakiman sesuai kaidah terbaru," jelas Soma

Lanjut dia, total peserta yang hadir 170 orang yang terdiri dari 21 orang pengurus LPTQ Kabupaten Tangerang dan 149 orang Dewan Hakim MTQ ke-56.

"Kami menekankan penggunaan teknologi digital dalam seluruh tahapan MTQ tahun ini untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi yang meliputi : E-MTQ untuk pendaftaran peserta secara online, E-Maqro dan E-Penilaian untuk penilaian secara digital," ungkapnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi tanah longsor di sempadan Sungai Cidurian yang berada di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kamis, (8/1/26).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Dan jajaran Dinas, Camat Cisoka, Kapolsek Cisoka, Kepala Desa setempat, serta unsur terkait lainnya. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanah di bantaran sungai yang berisiko longsor dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan terdapat enam rumah warga yang berada dalam kondisi rawan akibat kontur tanah yang tidak stabil di pinggiran Sungai Cidurian, menyusul tingginya curah hujan beberapa waktu yang lalu.

“Di musim penghujan ini, saya bersama Kepala Dinas Bina Marga, Pak Camat, dan Kapolsek datang ke Kampung Salapajang, Desa Carenang, khususnya di lokasi yang berbatasan langsung dengan Sungai Cidurian. Ada enam rumah yang berisiko karena kondisi tanah di sempadan sungai ini tidak stabil,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan bahwa saat ini keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan mengingat potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian sewaktu-waktu semakin tinggi dan deras alirannya sehingga dapat menggerus tanah di sekitarnya.

“Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini karena hujan terus turun dan dikhawatirkan debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik,” tegasnya.

Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait akan segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan Balai Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah wilayah setempat guna mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar sempadan Sungai Cidurian.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan teknis di kawasan Sungai Cidurian merupakan bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3) Kementerian PU

“Untuk penanganan teknis di Sungai Cidurian ini merupakan kewenangan Balai C3. Kami dari Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan sudah menyampaikan surat kepada Balai beberapa waktu lalu. Saat ini kami masih menunggu langkah-langkah teknis yang akan dilakukan oleh Balai,” jelas Iwan.

Pihaknya menambahkan, sembari menunggu tindak lanjut dari Balai, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiapkan langkah antisipatif.

“Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kemungkinan melakukan relokasi bagi warga yang terdampak dan berada di zona paling rawan, tentu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesiapan lahan,” tambahnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali mengunjungi Perumahan Villa Permata 2, Kecamatan Balaraja, untuk meninjau secara langsung progres penanganan banjir yang selama ini kerap terjadi setiap tahun. Rabu, (7/1/25).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kunjungannya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan banjir yang dirasakan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini saya kembali datang ke Villa Permata 2 Balaraja untuk melihat langsung upaya-upaya yang sudah kita lakukan bersama. Sebelumnya kami bersama Pak Gubernur, Pak Camat, Pak Lurah, dan para RW sudah datang ke sini untuk mencari solusi atas banjir yang rutin terjadi setiap tahun,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, pascakunjungannya beberapa waktu lalu, pemerintah daerah bersama masyarakat langsung melakukan langkah konkret, di antaranya pembangunan tandon air serta pelebaran saluran drainase yang dilakukan secara gotong royong.

“Alhamdulillah, tandon sudah dibangun, saluran air juga sudah dilebarkan. Saya juga tanyakan langsung kepada masyarakat dan RW, sekarang sudah tidak banjir lagi. Ini bagian dari tugas kita bersama agar beban masyarakat bisa diringankan,” ujarnya.

Menurut dia, banjir kerap menyebabkan warga tidak bisa beristirahat karena harus membersihkan rumah yang kemasukan air. Oleh karena itu, solusi yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi jangka panjang.

“Fungsi tandon ini untuk meminimalisir banjir sekaligus sebagai area resapan air. Ke depan, tandon ini juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan akan dilengkapi paving bloc sehingga bisa digunakan sebagai jogging track bagi masyarakat,” jelasnya.

Dia juga menanggapi usulan warga terkait pembangunan gedung serbaguna di sekitar tandon dan berjanji akan menindaklanjuti secara bertahap, sesuai dengan kesiapan anggaran.

“Mudah-mudahan ini semua untuk kepentingan masyarakat. Nantinya bisa ditanyakan langsung kepada warga apakah solusi ini benar-benar bermanfaat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua RW Perumahan Villa Permata 2, Subianto, menyampaikan bahwa pascakunjungan Gubernur Banten bersama Bupati Tangerang dan jajarannya, penanganan banjir langsung dilaksanakan di lapangan.

“Setelah kunjungan Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Sekda, dan Muspika Kecamatan Balaraja, langsung dilakukan pembangunan tandon dengan kedalaman sekitar dua meter dan luas kurang lebih 1.000 meter persegi oleh Dinas Bina Marga,” ungkap Subianto.

Ia menambahkan, selain pembangunan tandon, dilakukan pula pengerukan dan pelebaran aliran sungai menuju Sungai Cimanceuri serta normalisasi aliran sungai sepanjang kurang lebih dua kilometer. Pihaknya pun mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat yang telah terlibat dalam penanganan banjir di Perum Villa Permata Balaraja

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Gubernur, Bupati, Muspika Kecamatan Balaraja, serta seluruh warga yang telah membantu baik secara pikiran maupun material. InsyaAllah pada tahun 2026 akan dilanjutkan dengan penyempurnaan seperti paving, turap tandon, dan saluran irigasi,” ujarnya. (Red)

Page 11 of 606
Go to top