Banten

Banten (7136)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan, khususnya sistem drainase di tingkat wilayah. Salah satunya dilakukan di Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, yang kini memasuki tahapan survei lapangan.

Lurah Pondok Bahar Donny bersama jajaran dan pihak Kecamatan Karang Tengah mendampingi Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah titik yang direncanakan mendapat penanganan infrastruktur drainase, Kamis (27/8/2026).

Survei tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan sekaligus menentukan titik-titik yang membutuhkan penanganan, termasuk rencana pemasangan penutup drainase di sekitar Kantor Kelurahan Pondok Bahar.

Donny mengatakan, penataan drainase di sekitar kantor kelurahan penting dilakukan mengingat lokasi tersebut merupakan pusat pelayanan masyarakat.

> “Kami didampingi pihak kecamatan dan Tim Dinas PUPR Kota Tangerang mengecek langsung lokasi yang akan dipasang tutup drainase agar sekitar kantor kelurahan yang menjadi pusat pelayanan masyarakat setempat bisa lebih aman, rapi, dan bebas dari genangan saat hujan tiba,” ujar Donny, Kamis (27/8/2026).

 

Selain kawasan sekitar kantor kelurahan, peningkatan infrastruktur drainase juga direncanakan menyasar lingkungan permukiman RT 02, RW 02, Kelurahan Pondok Bahar.

Menurut Donny, pembenahan tersebut diperlukan untuk memastikan saluran air dapat berfungsi secara optimal, terutama dalam menghadapi musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada akhir tahun.

> “Tidak butuh waktu lama lagi sistem drainase dan gorong-gorong di sini akan dinormalisasi menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) wilayah setempat. Semuanya diharapkan berjalan tanpa kendala sehingga salurannya segera berfungsi normal lagi,” tambahnya.

 

Ia berharap proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat segera merasakan manfaat dari peningkatan infrastruktur tersebut.

Perbaikan dan normalisasi drainase juga menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi genangan serta menjaga kenyamanan lingkungan permukiman. Dengan saluran air yang lebih baik, aliran air diharapkan dapat berjalan lancar dan mengurangi potensi gangguan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Pemkot Tangerang berharap rencana perbaikan sistem drainase di Kelurahan Pondok Bahar dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah juga terus mendorong koordinasi antara kelurahan, kecamatan, dan perangkat daerah terkait agar kebutuhan infrastruktur masyarakat dapat ditangani secara tepat dan efektif. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id — Polresta Tangerang memperketat pengamanan dan monitoring di sejumlah stasiun kereta api sebagai langkah antisipasi pergerakan massa yang hendak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi, Kamis (27/8/2026).

Pemantauan dilakukan secara berjenjang di sejumlah titik, termasuk jalur dari Stasiun Daru menuju Stasiun Tigaraksa. Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas melakukan monitoring terhadap aktivitas penumpang dan pergerakan massa di sepanjang jalur tersebut.

Langkah pengamanan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polresta Tangerang untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus mengantisipasi adanya kelompok massa, khususnya pelajar, yang berpotensi bergerak menuju Jakarta melalui transportasi kereta api.

IMG 20260827 WA0055

Pengamanan dan monitoring tersebut berada di bawah jajaran Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada A., S.H., S.I.K., M.M., M.Si. dengan pelaksanaan di lapangan turut melibatkan Ipda H. M. Irfan Fauzi, S.Sos., M.M., C.Cms. serta Kapolsek Cisoka Iptu Aditya Surya Sakti, S.Tr.K., M.M.

Petugas melakukan pemantauan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Pengawasan dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap berlangsung aman sekaligus mencegah adanya mobilisasi massa yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

Polresta Tangerang juga mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar, agar tidak ikut dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan diri maupun mengganggu ketertiban umum.

Monitoring di stasiun menjadi salah satu bagian dari strategi pengamanan Polresta Tangerang dalam mengantisipasi pergerakan massa menuju Jakarta. Petugas akan terus melakukan pemantauan situasi dan menyesuaikan pola pengamanan berdasarkan perkembangan di lapangan. (Asp)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang mendorong Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjadi program untuk pembentukan generasi muda yang berkualitas dan keluarga yang harmonis

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri acara diskusi lintas sektor program kependudukan dan pembangunan keluarga di Hotel Vega, Gading Serpong, Kamis (27/08/26)

"Gerakan Ayah Teladan Indonesia hadir sebagai solusi untuk menguatkan peran strategis ayah dalam keluarga. Program GATI merupakan sebuah ajakan kepada seluruh ayah dan calon ayah agar hadir secara nyata dalam kehidupan keluarga untuk membentuk generasi muda yang berkualitas dan keluarga yang harmonis," ujar Wabup Intan

Wabup Intan mengaskan bahwa keterlibatan ayah merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan karakter anak, pembentukan mental yang mandiri, dan terbangunnya keluarga yang harmonis. Keterbatasan kehadiran ayah, baik karena perceraian, pekerjaan jauh dari keluarga, atau sebab lainnya berpotensi menimbulkan tantangan besar bagi perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak.

"Keterlibatan ayah diukur melalui empat indikator utama di antaranya: adanya interaksi langsung ayah dalam aktivitas anak, aksesibilitas atau kesempatan yang dijangkau anak, baik fisik maupun psikologis, tanggung jawab terhadap kesejahteraan, pendidikan, dan perlindungan anak serta keterlibatan domestik yang aktif dalam pekerjaan rumah dan pengasuhan sehari-hari," ungkapnya

Lanjut dia, keterlibatan ayah bukan hanya membangun keluarga yang kuat, tetapi juga menggerakkan komunitas yang sehat dan masyarakat yang lebih berdaya.

"Ayah bukan hanya kepala keluarga, tapi juga hati keluarga. Kehadiran ayah yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab akan menghadirkan teladan yang baik bagi anak-anak dan generasi muda kita," imbuhnya

Dia berharap melalui sinergi antara pemerintah daerah, BKKBN, pihak swasta, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat, program GATI tersebut dapat berjalan dengan optimal, menjangkau semua lapisan masyarakat, dan membina hubungan keluarga yang harmonis.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini, sebagai ruang bersama untuk menyampaikan hasil identifikasi sekaligus juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus kegiatan penanganan stunting di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini penyakit, pencegahan stunting, serta pemeriksaan dan penanganan Tuberkulosis (TBC). Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten yang secara langsung terus mendukung dan memantau langsung pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Tangerang.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Banten yang terus mengikuti perkembangan ini dan hadir langsung. Beliau juga mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Tangerang dapat terus melaksanakan cek kesehatan gratis,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, hingga saat ini sekitar 1,6 juta masyarakat Kabupaten Tangerang telah tercatat mengikuti program CKG. Pada kegiatan di Kecamatan Mauk, terdapat tiga kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan, yakni CKG, pemeriksaan terkait stunting, serta pemeriksaan TBC.

Bupati menambahkan, pelaksanaan program kesehatan tersebut akan terus diperluas ke wilayah lainnya. Gubernur Banten juga meminta agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada pekan berikutnya di lokasi yang berbeda.

“Ini menunjukkan perhatian beliau terhadap derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang sangat besar. Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Gubernur Banten dan sinergi yang terus kita lakukan, masyarakat Kabupaten Tangerang semakin sehat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, CKG merupakan salah satu program hasil cepat Presiden Prabowo yang terus didorong pelaksanaannya di seluruh wilayah Provinsi Banten.

Ia menyebutkan, target CKG di Provinsi Banten sebesar 46 persen dari jumlah penduduk telah terlampaui. Saat ini, sekitar 48 persen atau setara dengan 6,2 juta warga Banten telah mengikuti program cek kesehatan gratis.

“Alhamdulillah hari ini bersama Bupati Tangerang kami melaksanakan cek kesehatan gratis. Ini salah satu program hasil cepat Bapak Presiden. Target kita 46 persen dari jumlah penduduk Provinsi Banten, hari ini sudah mencapai 48 persen atau setara dengan 6,2 juta warga Banten,” ungkap Andra Soni.

Selain CKG, Gubernur juga mengapresiasi inovasi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting melalui pemberian makanan bergizi berupa telur, ikan, dan ayam kepada masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan. Menurutnya, inovasi tersebut telah memberikan dampak positif terhadap penurunan angka stunting di Kecamatan Mauk yang sebelumnya termasuk sebagai salah satu wilayah dengan angka stunting cukup tinggi.

“Dengan adanya inovasi ini, alhamdulillah mengalami penurunan yang drastis. Semoga upaya ini terus memperbaiki kualitas kesehatan atau derajat kesehatan warga Banten,” tuturnya.

Andra Soni juga menegaskan bahwa CKG tidak hanya bertujuan menemukan penyakit, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mencegah munculnya penyakit yang lebih serius. Dari pelaksanaan CKG, masih banyak ditemukan masyarakat dengan tekanan darah tinggi dan diabetes.

“Upaya ini kita lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Cek kesehatan gratis diperlukan sebagai upaya preventif dan pencegahan,” jelasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Lomba Canvas Gemilang 2026 yang digelar oleh Bappeda Kabupaten Tangerang mendapat respons positif dari masyarakat. Ajang tahunan ini dinilai mampu menjadi ruang partisipasi publik, khususnya bagi generasi muda, untuk ikut memikirkan masa depan daerahnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan Kanvas Gemilang merupakan implementasi salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, yakni PRIMA (Pemerintahan yang Inovatif, Maju, dan Smart).

Program tersebut, kata dia, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk ikut terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Kita menyadari bahwa di Kabupaten Tangerang masih banyak permasalahan dan persoalan yang membutuhkan gagasan dan ide, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujar Erwin, 27 Agustus 2026.

Ia menegaskan, masyarakat bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki peran penting dalam melahirkan solusi. Karena itu, Bappeda membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki ide segar, gagasan orisinal, maupun inovasi untuk disampaikan dan dibahas bersama.

Gagasan yang dinilai mampu memberikan solusi terhadap persoalan daerah, kata Erwin, tidak akan berhenti sebagai sebuah kompetisi. Bappeda akan mendorong ide-ide terbaik untuk menjadi bahan kebijakan dan selanjutnya diprogramkan dalam penganggaran pemerintah daerah.

“Yang paling penting adalah terhadap ide dan gagasan tersebut kita dorong menjadi kebijakan pembangunan supaya implementatif, jangan sebatas menjadi ide, menjadi gagasan,” katanya.

Kompetisi ini dibagi menjadi lima kategori, yakni masyarakat, tenaga pendidik, ASN, mahasiswa, dan pelajar.

Juara pertama di masing-masing kategori akan memperoleh Rp22 juta, juara kedua Rp19 juta, juara ketiga Rp14 juta, serta juara keempat atau harapan satu sebesar Rp10 juta.

Erwin menilai, nilai sebuah ide sejatinya jauh lebih besar daripada sekadar nominal hadiah. Sebab, gagasan yang orisinal dan mampu menjawab persoalan masyarakat dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Kabupaten Tangerang.

“Dengan adanya reward ini, mudah-mudahan banyak masyarakat turut serta dan aktif memberikan gagasan supaya pembangunan di Kabupaten Tangerang semakin berkualitas,” tuturnya.

Untuk memastikan kompetisi berlangsung kredibel, Bappeda juga melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang dan institusi yang memiliki kepakaran di bidang inovasi serta pemerintahan.

Dari tingkat pemerintah pusat, Bappeda menggandeng perwakilan BRIN, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian PAN-RB. Sementara dari tingkat provinsi terdapat perwakilan Bappeda Provinsi Banten. Unsur akademisi juga dilibatkan, antara lain dari Universitas Prasetiya Mulya, Swiss German University, dan Bina Nusantara University.

Erwin mengatakan, keterlibatan para ahli tersebut diharapkan membuat proses seleksi gagasan berjalan ketat dan objektif. Transparansi juga menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan Kanvas Gemilang.

Bappeda, lanjutnya, akan membuka ruang bagi media untuk ikut mengawasi proses tersebut sehingga publik dapat mengetahui bagaimana gagasan peserta dinilai dan bagaimana kompetisi dijalankan.

Program Kanvas Gemilang pun telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menurut Erwin, kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk menyampaikan ide dan gagasan dalam proses perencanaan pembangunan turut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang meraih Innovative Government Award.

“Masih terbatas pemerintah daerah yang dalam rangka melakukan proses perencanaan pembangunan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan ide dan gagasannya,” ujarnya.

Tak berhenti pada kompetisi, Bappeda juga membuka peluang bagi gagasan yang dinilai memiliki nilai kekayaan intelektual untuk mendapatkan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Salah satu mahasiswa UIN SMH Banten, Riski, menilai lomba ini merupakan kegiatan yang menarik dan berpotensi menjadi ajang yang dinantikan masyarakat.

“Lomba ini bagus banget. Ini bisa jadi lomba yang ditunggu-tunggu banyak orang. Saya yakin setiap orang pasti ingin daerah tempat tinggalnya bisa maju,” ujar Riski.

Menurutnya, kesempatan untuk menyampaikan gagasan mengenai pembangunan daerah dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk turut berkontribusi. Ia meyakini akan banyak warga yang tertarik mengikuti ajang tersebut karena memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan daerah tempat mereka tinggal.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ariza, warga Balaraja. Ia menilai Canvas Gemilang 2026 bukan hanya memberikan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih berani menyampaikan pemikiran dan solusi bagi kemajuan daerah.

“Ajang ini bisa jadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dari masyarakat dan generasi muda, sekaligus mendorong warga Kabupaten Tangerang untuk ikut mengambil bagian dalam membangun daerahnya.,” kata Ariza.(Mala)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menerima Kunjungan Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Rabu (26/8/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa kunjungan Komisi VII DPR RI tersebut dilakukan untuk mendengarkan dan melihat secara langsung berbagai kondisi, masukan, serta aspirasi dari pelaku usaha dan pemerintah paerah terkait aktivitas kawasan industri, termasuk hubungan antara perusahaan dengan pemerintah daerah serta masyarakat di sekitar kawasan.

“Komisi VII ingin mendengarkan langsung terkait dengan keberadaan aktivitas kawasan industri yang ada di Kawasan Industri Cikupa Mas. Yang kedua, dalam rangka menampung usulan-usulan dari pengusaha maupun dari pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi untuk membuat regulasi terkait dengan industri, supaya memberikan kenyamanan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, kunjungan kerja Komisi VII DPR RI tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai masukan yang menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Kawasan Industri, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan industri yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

"Selain regulasi kawasan industri, salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam pembahasan adalah optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)," imbuhnya

Menurut dia, program CSR perusahaan perlu diarahkan agar lebih produktif dan tepat sasaran serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri. Untuk itu, koordinasi dan pelaporan program CSR kepada pemerintah daerah dinilai penting agar program yang dilaksanakan dapat terdata dan memberikan manfaat yang lebih besar.

“Bukan kurang. Masih banyak yang tidak melaporkan kepada kita, ada program apa saja. Harusnya mereka melaporkan kepada kita program yang mereka jalankan, salah satunya CSR,” jelasnya.

Bupati menambahkan, Pemkab Tangerang dapat mendorong penguatan peran forum CSR sebagai wadah koordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan adanya forum tersebut, berbagai program CSR dapat tercatat, terkoordinasi, dan dipublikasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat sekitar.

“Yang penting koordinasi. Mereka harus berbicara dengan kita sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menekankan aspek kondusivitas kawasan industri, termasuk potensi premanisme. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan terkait praktik premanisme di Kawasan Industri Cikupa Mas. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan industri.

“Sampai sekarang khusus di sini tidak pernah ada laporan. Kita akan terus mengikuti perkembangan ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik oleh perusahaan maupun karyawan, termasuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Usai melakukan dialog dan menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha, Bupati Tangerang bersama jajaran Komisi VII DPR RI melanjutkan kegiatan dengan meninjau salah satu pabrik yang berada di Kawasan Industri Cikupa Mas.

Bupati dan rombongan Komisi VII DPR RI juga meninjau aktivitas produksi pabrik yang bergerak di bidang pembuatan busa (foam) yang digunakan sebagai bahan untuk berbagai produk, di antaranya kasur, sofa, dan kebutuhan furnitur lainnya.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan untuk melihat secara langsung aktivitas industri di lapangan, mulai dari proses produksi hingga kondisi lingkungan kerja. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan gambaran nyata kepada Komisi VII DPR RI mengenai aktivitas dan dinamika industri yang ada di Kabupaten Tangerang sebagai salah satu kawasan industri penting di Provinsi Banten. (Red)

Page 15 of 714
Go to top