TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin (12/10/2026)
Dengan mengusung tema “GEMILANG” (Gerakan Masyarakat Peduli Perempuan dan Anak Cemerlang). Kegiatan tersebut turut juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, jajaran perangkat daerah, Camat Teluknaga beserta TP PKK Kecamatan, Kepala Desa Kebon Cau beserta Ketua TP PKK Desa Kebon Cau, serta para peserta dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten beserta seluruh tamu undangan. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat datang kepada tim Ruang Bersama Indonesia Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga. Kami menyambut baik kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan ini sebagai upaya bersama untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap perlindungan perempuan dan anak,” ujar Bupati Maesyal.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, keluarga, hingga lingkungan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya untuk terus mengampanyekan gerakan antiperundungan terhadap anak serta terus menekan angka kekerasan terhadap perempuan melalui edukasi, pencegahan, pendampingan, dan penanganan yang tepat.
“Kita harus terus mengampanyekan gerakan antiperundungan atau Bullying terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dalam ketakutan akibat perundungan. Begitu pula dengan kekerasan terhadap perempuan, kita harus bersama-sama mencegah dan menekan angka kejadiannya,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Tim Penilaian dan Verifikasi Lapangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten, Hj. Irma Narulita, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan merupakan bagian penting untuk melihat secara langsung komitmen serta keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan perlindungan perempuan dan anak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melihat sejauh mana kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi perempuan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, serta ramah bagi perempuan dan anak,” ujar Hj. Irma Narulita.
Ia menambahkan, melalui penilaian dan verifikasi lapangan tidak hanya sebagai seremonial dan untuk mencari juara, namun menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
Kegiatan monitoring, penilaian, dan verifikasi lapangan Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Banten di Desa Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, juga dirangkaikan dengan penyaluran berbagai bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Adapun bantuan dan program yang dilaksanakan meliputi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta sejumlah program bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu bantuan sosial bagi usaha ekonomi produktif, bantuan sosial tunai bagi penyandang disabilitas, bantuan sosial tunai bagi lanjut usia (lansia), bantuan sosial tunai bagi anak yatim piatu, serta program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kebon Cau. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan hewan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular, termasuk rabies. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia sekaligus juga HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan vaksinasi rabies gratis yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Banten II di area parkir Gedung Usaha Daerah (GUD) Puspemkab Tangerang, Senin (12/10/26)
"Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan vaksinasi rabies secara gratis, tetapi juga pemeriksaan kesehatan, pengobatan sesuai kebutuhan, vitamin, serta makanan hewan. Pemerintah daerah membantu dan memfasilitasi warga masyarakat yang senang memelihara hewan, untuk diperiksa kesehatannya, termasuk divaksin,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan hewan kesayangan merupakan bagian dari kepedulian bersama yang perlu terus ditingkatkan. Hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, monyet, musang dan hewan kesayangan lainnya, juga membutuhkan perawatan serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang disediakan pemerintah daerah tersebut sekaligus juga bertanggung jawab dalam memelihara hewan.
“Bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga kepada hewan sebagai makhluk Allah, makhluk Tuhan yang harus mendapatkan bagian perhatian dari kita semua,” ungkapnya.
Bupati Maesyal menambahkan, hingga pukul 11.00 WIB tercatat sekitar 80 ekor kucing, 14 ekor anjing, dan satu ekor musang telah mendapatkan vaksinasi. Ada sekitar 300 lebih hewan yang telah terdaftar, dengan target pelayanan awal sebanyak 400 ekor yang bisa dilayani hingga pukul 14.00 WIB.
"Apabila masih terdapat hewan yang belum mendapatkan pelayanan hingga kegiatan berakhir, DPKP akan mengagendakan pelayanan lanjutan. Selain di lokasi kegiatan, layanan vaksinasi dan pemeriksaan hewan juga tersedia melalui fasilitas pelayanan kesehatan hewan di wilayah Curug dan Balaraja sesuai jadwal yang ditetapkan," imbuhnya
Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada laporan mengenai temuan kasus rabies. Meski demikian, upaya pencegahan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan hewan, dan edukasi kepada masyarakat.
"Vaksinasi ini merupakan langkah penting pencegahan rabies. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menular dari hewan ke manusia. Kami menghimbau seluruh masyarakat agar terus menjaga kesehatan hewan peliharaan, mengikuti jadwal vaksinasi, serta segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan apabila menemukan kondisi yang mencurigakan," tandasnya
Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan kesayangan dan menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, dokter hewan, organisasi profesi, dan masyarakat dalam upaya pencegahan rabies serta mendukung target Indonesia Bebas Rabies 2030. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak anak-anak menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik, seperti bersepeda, berolahraga, dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Menurut Meutya, anak-anak perlu memahami bahwa mengisi waktu dengan aktivitas di luar layar dapat menjadi pilihan yang sehat. Kegiatan tersebut juga memberi kesempatan bagi anak untuk membangun pertemanan, melatih konsentrasi, dan mengembangkan minat di luar dunia digital.
“Bukan karena mama papanya enggak sayang kalian. Tapi kita semua bisa mengalihkan energi kita, salah satunya adalah dengan bersepeda,” ujar Meutya Hafid saat berdialog dengan para siswa dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Tabanan, Bali, Jumat (09/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Meutya berbincang dengan siswa dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Tabanan. Ia juga berinteraksi dengan komunitas pesepeda yang turut hadir untuk menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat dilakukan bersama orang lain, termasuk lintas generasi.
Meutya Hafid menjelaskan, penggunaan teknologi perlu disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak. Ruang digital memang menyediakan kesempatan untuk belajar dan berinteraksi, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan PP TUNAS untuk melindungi anak dari risiko penggunaan platform digital yang tidak sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Melalui aturan tersebut, pemerintah menerapkan pembatasan terhadap akses anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.
“Bukannya dilarang seumur hidup naik mobil, tapi tunggu mereka siap. Karena jalanan itu berbahaya untuk anak kecil. Demikian juga sosial media, game online yang kita anggap risikonya tinggi,” jelasnya.
Meutya Hafid juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal melalui internet. Risiko di ruang digital dapat berupa penipuan, perundungan, pendekatan yang mengarah pada eksploitasi anak atau child grooming, hingga penggunaan layanan secara berlebihan.
Dalam dialog bersama siswa, muncul cerita tentang pengalaman tertipu saat melakukan transaksi. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa anak perlu memahami risiko sebelum berinteraksi atau melakukan aktivitas di ruang digital.
“Perlindungan anak tidak cukup hanya dengan menetapkan batas usia. Anak perlu memahami alasan di balik aturan tersebut agar dapat mengenali risiko dan mengambil keputusan yang lebih aman ketika menggunakan teknologi,” ungkapnya.
Meutya Hafid juga menjelaskan bahwa PP TUNAS menggunakan pendekatan berbasis risiko. Platform digital memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketentuan pelindungan anak sesuai profil risiko layanan mereka. Sementara itu, orang tua dan guru berperan mendampingi anak, menjelaskan batasan penggunaan teknologi, dan membantu mereka menghadapi persoalan yang muncul di ruang digital.
“Sekali lagi saya mengajak orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut membangun kebiasaan digital yang sehat. Pendampingan perlu berjalan bersama upaya menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar, bermain, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung,” ajaknya.
Melalui sosialisasi PP TUNAS di Tabanan, Kementerian Komdigi mengingatkan bahwa masa anak-anak perlu diisi dengan pengalaman yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Anak tetap dapat mengenal teknologi sesuai usia dan kebutuhannya, dengan perlindungan yang memadai serta keseimbangan aktivitas di dalam dan di luar ruang digital. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sukses menggelar ajang olahraga bertajuk Gemilang KORPRI Night Run 2026 yang dipusatkan di kawasan Gading Serpong, Sabtu (10/10/2026) malam. Acara yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai penjuru daerah, baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum, ini berlangsung meriah, penuh energi positif, dan semangat kebersamaan.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas antusiasme para peserta yang memadati lokasi acara. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang lari untuk mengejar garis finis, melainkan sebuah perayaan energi kebersamaan dengan mengusung tema "Melangkah Pasti untuk Negeri".
"Ini adalah cerminan dari komitmen, keteguhan, dan konsistensi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa dan negara tercinta," ungkap Bupati.
Bupati juga menjelaskan filosofi mendalam di balik pemilihan waktu pelaksanaan pada malam hari. Menurutnya, lari malam melambangkan semangat pengabdian yang tidak mengenal batas waktu, di mana dedikasi kerap melampaui rutinitas formal demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Ajang ini juga menjadi wadah silaturahmi nasional yang mempertemukan berbagai elemen bangsa. Di balik peluh keringat nanti, kita ingin membuktikan bahwa kita semua bugar, sehat, gesit, dan siap berkontribusi secara prima," tambahnya.
Lebih dari sekadar kemeriahan olahraga, Gemilang KORPRI Night Run 2026 juga menghadirkan aksi kepedulian sosial. Di tengah acara, dilakukan penyaluran donasi bagi para korban bencana alam, yang menunjukkan solidaritas sosial tanpa batas.
Kemeriahan dan kesuksesan acara ini juga dirasakan langsung oleh para runner. Firial, salah seorang peserta yang juga merupakan ASN Kabupaten Tangerang, mengaku sangat antusias dan mengapresiasi penyelenggaraan acara yang dinilainya terorganisasi dengan baik dan sangat seru. Meskipun baru pertama kali mengikuti ajang lari, ia berhasil menyelesaikan rute dan meraih medali untuk kategori 5K.
"Dalam momentum peringatan hari jadi Kabupaten Tangerang ini, saya berharap pemerintah daerah dapat terus berinovasi dan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat demi Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," pungkasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi dan semangat para siswa sekolah dasar yang dinilai memiliki peluang besar menjadi generasi penerus yang membanggakan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Maryono saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 4 Larangan, Kota Tangerang, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Maryono menyampaikan rasa bangganya melihat kemampuan dan semangat para siswa. Menurutnya, potensi yang dimiliki anak-anak sejak usia dini merupakan modal penting bagi masa depan Kota Tangerang.
“Adik-adik siswa SDN 4 Larangan keren-keren. Saya bangga melihat anak-anak semua. Semoga mereka kelak tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Maryono.
Ia menilai, masa sekolah dasar menjadi salah satu fase penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan dan kreativitas anak.
Karena itu, para siswa perlu terus mendapatkan dukungan agar memiliki semangat belajar, berani meraih cita-cita, menghormati guru dan orang tua, serta membiasakan diri melakukan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Maryono juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari karakter, kepedulian sosial, dan kemampuannya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi fondasi bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di masa mendatang.
“Semoga apa yang dilakukan anak-anak hari ini bisa menjadi sesuatu yang membanggakan dan dikenang, bahkan sampai 20 tahun yang akan datang. Insya Allah, kelak mereka tumbuh menjadi orang-orang hebat yang membawa manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.
Momentum Maulid Nabi untuk Menanamkan Akhlak Mulia
Selain menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, peringatan Maulid Nabi di lingkungan sekolah juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Maryono mengajak para siswa untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya dengan menjunjung tinggi kejujuran, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, menghormati orang lain, serta memiliki semangat dalam menuntut ilmu.
Ia berharap, nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya dipahami melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Semoga melalui Maulid Nabi Muhammad SAW, anak-anak semakin mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah, tumbuh menjadi pribadi yang baik, rajin belajar, menyayangi sesama, serta kelak membanggakan keluarga dan membawa manfaat bagi Kota Tangerang,” pungkasnya. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id – PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) menggelar kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan yang diikuti ratusan mahasiswa, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Wakil Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Banten, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tangerang dan kalangan akademisi, yang berlangsung di Auditorium Saba Karya, Sabtu (10/10/2026).
Sebagai bentuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya literasi keuangan, pengelolaan keuangan secara bijak, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pengelolaan keuangan.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian finansial, menentukan prioritas kebutuhan, membiasakan diri menabung, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat di tengah perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital.
“Saya mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang diselenggarakan PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda). Kegiatan ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pemahaman keuangan yang baik, sehingga mereka mampu mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan,” ujar Intan.
Wabup Intan berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk ibu-ibu, pekerja buruh, serta masyarakat umum.
"Saya mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, serta pentingnya mengenali risiko penipuan dan berbagai tawaran investasi yang tidak memiliki legalitas jelas," kata Wabup Intan.
Sementara itu, Direktur PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Ai Suherlan, menjelaskan bahwa kegiatan literasi dan edukasi keuangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang semakin cerdas dan mandiri secara finansial.
Menurut Ai Suherlan, mahasiswa sebagai generasi muda perlu memiliki pemahaman keuangan sejak dini agar mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran, menyusun perencanaan keuangan, serta memahami manfaat dan risiko dari produk maupun layanan keuangan yang digunakan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa literasi keuangan bukan sekadar mengetahui produk perbankan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” jelas Ai Suherlan.
Ia menambahkan, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) akan terus berupaya mengambil peran dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan otoritas terkait.
"Melalui sinergi tersebut, perusahaan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan, memanfaatkan layanan perbankan sesuai kebutuhan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal," ungkapnya.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut Elva Risi, mengungkapkan bahwa literasi dan edukasi keuangan memberikan wawasan baru mengenai cara mengelola keuangan secara lebih terencana, terutama bagi mahasiswa yang mulai belajar mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman tentang pentingnya mengatur keuangan sejak masih kuliah. Kami jadi lebih memahami bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk tabungan, serta lebih berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.