Banten

Banten (7136)

Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah, Soma Atmaja melepas gerak jalan santai dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) yang diikuti berbagai elemen masyarakat Kecamatan dan unsur pemerintahan se-Kecamatan Sukamulya, Kamis (13/08/26)

Dalam sambutannya, Sekda Soma sangat mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan masyarakat Sukamulya yang dengan penuh semangat dan kegembiraan mengikuti gerak jalan santai tersebut

"Masyarakat Sukamulya kompak. Saya sangat senang melihat antusias masyarakat pagi hari ini yang penuh semangat dan ceria, mulai dari anak-anak, pemuda bapak, ibu dan seluruh elemen masyarakat ikut memeriahkan jalan santai," ungkap Soma

Dia menandaskan kekompakan, kepedulian dan kebersamaan merupakan modal dasar pembangunan. Dengan terjaganya kekompakan, kepedulian dan kebersamaan tantangan pembangunan akan lebih mudah dihadapi

"Kegiatan ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kekompakan masyarakat adalah kekuatan kita. Kalau masyarakat kompak, pembangunan akan lebih mudah, lingkungan akan lebih nyaman, masyarakat akan sehat dan aktif serta daerah pun semakin kuat," tandasnya

Menurut dia, gerak jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI tidak hanya sederhana tetapi juga mempunyai tujuan yang sangat besar di antaranya memperkuat silahturahmi, kerukunan, gotong-royong, kepedulian sosial dan persatuan

"Inilah yang kita harapkan dalam setiap peringatan kemerdekaan, bukan hanya dengan upacara, memasang bendera merah putih tetapi kemerdekaan juga kita isi dengan kebersamaan, persatuan, gotong royong dan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan seluruh masyarakat," ungkapnya

Soma pun mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Sukamulya untuk terus menjaga dan memperkuat persatuan, kekompakan dan kepedulian dalam setiap sendi kehidupan, baik pemerintahan maupun kemasyarakatan

"Mari kita terus pertahankan semangat seperti pagi hari ini. Jangan hanya kompak ketika ada perayaan saja tetapi mari kita bangun dan perkuat kebersamaan ini dalam kehidupan sehari-hari, mari kita peduli terhadap lingkungan serta mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," ajaknya

Selain gerak jalan santai dengan berbagai doorprize menarik, pada kegiatan tersebut juga digelar senam massal, cek kesehatan gratis dan tebus murah sembako. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Nonce Thendean bersama warga Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan melakukan survei ke PT Kobe Kujira Mandiri (KKM) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan aroma tak sedap yang tercium hingga ke kawasan permukiman.

Nonce Thendean menegaskan bahwa aktivitas industri tetap harus memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kami ke sini bukan untuk menghakimi suatu perusahaan. Kami datang untuk memastikan sejauh mana perusahaan tersebut berproduksi sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau belum,” ungkap Nonce pada Rabu 12 Agustus 2026.

IMG 20260813 WA0005

Salah satu hal yang menjadi perhatian Politisi Partai Demokrat itu adalah kelengkapan perizinan PT KKM. Nonce meminta pihak PT KKM menunjukkan dokumen perizinan asli untuk dilakukan pengecekan bersama instansi terkait.

Menurut Nonce, meskipun sebagian perizinan PT KKM diterbitkan oleh pemerintah pusat, keberadaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya ketika aktivitasnya diduga menimbulkan dampak bagi masyarakat.

“Walaupun perizinan sudah dilengkapi secara komplit, tetapi masih ada dampak yang dirasakan masyarakat, perusahaan juga harus bertanggung jawab untuk mengurangi dampak dari polusi tersebut,” tandasnya.

Saat kunjungan ke lokasi, Nonce menceritakan pengalamannya ketika mencium bau menyengat yang diduga menyerupai bau oli terbakar di sekitar kawasan Citra Raya dan sekitarnya.

Diungkapkan Nonce, bau tersebut tidak selalu muncul di lokasi yang sama. Berdasarkan pengamatannya, bau dapat terbawa angin dan muncul di wilayah yang berbeda, terutama pada malam hari.

Nonce bahkan mengaku pernah membuka kaca mobil saat melintas di kawasan permukiman dan mencium bau yang serupa.

“Sesudah mobil saya bergeser jauh ke depan, tidak tercium lagi. Jadi, boleh dikatakan bau tersebut tidak menetap. Bagaimana arah angin, jika arah angin membawa, maka di wilayah tersebut akan tercium,” paparnya.

Selain perizinan, Nonce meminta penjelasan secara rinci mengenai kegiatan utama PT KKM, termasuk jenis bahan baku, proses produksi, hingga kapasitas produksinya. Nonce mempertanyakan apakah perusahaan hanya mengumpulkan dan menyalurkan oli bekas atau juga melakukan proses pengolahan.

“Kalau mengolah, bahannya itu mulai dari yang murni atau yang dari bekas? Dan kemudian setelah diproduksi, berapa banyak sehari yang diproduksi?” tanya Nonce.

Ia juga mengaitkan kapasitas produksi dengan potensi dampak lingkungan. Menurutnya, semakin besar aktivitas produksi, perlu dipastikan pula bahwa sistem pengendalian dampak lingkungan mampu mengimbanginya.

"Keberadaan industri dan perlindungan masyarakat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan dampak yang dirasakan warga," pungkasnya. (Mala)

LEBAK, lensafokus.id – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Barisan Aktivis dan Advokasi Keluarga (Badak) Banten Perjuangan menilai Roby Sumantri Jayabaya merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak.

Roby Sumantri Jayabaya ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Kabupaten Lebak dan dilantik oleh Ketua Kadin Provinsi Banten, M. Azzari Jayabaya, berdasarkan hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Kadin Lebak. Kepengurusan baru tersebut akan menjalankan masa bakti 2026–2031.

Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, mengatakan Roby melanjutkan kepemimpinan Kadin Lebak dari Vivi Sumantri Jayabaya yang telah berakhir masa baktinya.

Menurut Eli, kepengurusan baru Kadin Lebak diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan investasi.

"Kami meyakini Robby bersama jajaran pengurus Kadin Lebak akan mampu membawa organisasi menjadi lebih terbuka, adaptif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha," kata Eli Sahroni.

Ia menilai membangun dan mengelola organisasi sebesar Kadin bukan perkara mudah. Kadin tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para pelaku usaha, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat dan mendukung perkembangan aktivitas bisnis di daerah.

"Kami mengajak masyarakat Lebak untuk bersama-sama mendukung Robby Sumantri Jayabaya dalam menjalankan perannya sebagai lokomotif dunia usaha di Kabupaten Lebak. Kadin juga memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia usaha dengan pemerintah daerah," ujar Eli yang akrab disapa King Badak.

IMG 20260813 WA0003

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Moch. Nabil Jayabaya, menyambut baik kepemimpinan baru Kadin Kabupaten Lebak.

Ia berharap Kadin tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha, tetapi mampu mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Nabil, Kadin harus aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.

"Kadin jangan hanya menjadi wadah. Kadin harus aktif bersinergi dengan pemerintah, ikut memberikan gagasan dan solusi, sehingga dunia usaha di Lebak bisa tumbuh dengan baik," kata Nabil.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci menciptakan iklim investasi dan usaha yang sehat. Selain itu, sinergi tersebut dinilai dapat memperkuat UMKM serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

"Kalau pemerintah dan dunia usaha bisa berjalan bersama, saya yakin akan semakin banyak peluang yang bisa dibuka. Target akhirnya tentu bagaimana dunia usaha tumbuh, masyarakat mendapatkan manfaat, dan bersama-sama mewujudkan Lebak Ruhay," pungkasnya. (C2p)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kecamatan Cisoka mengadakan pasar murah pada Rabu 12/08/2026, bagi warga yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus membantu masyarakat menghemat biaya pengeluaran kebutuhan pokok Sehari-hari.

Paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok utama, yaitu beras, tepung terigu, gula, dan minyak goreng. Komoditas ini merupakan kebutuhan yang paling sering digunakan dalam rumah tangga, sehingga kehadirannya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Warga menyambut baik program ini. Dengan harga yang terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Program ini juga diharapkan dapat menjaga kestabilan kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat di lingkungan Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Banten.

Berharap dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini, serta menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (Lingga)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmennya terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan, perlindungan, serta kompetensi tenaga pendidik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Bersama Guru Membangun Kota” yang digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Rabu (12/8/2026).

Seminar tersebut diikuti sebanyak 125 guru tingkat SD dan SMP se-Kota Tangerang. Kegiatan menjadi ruang bagi para pendidik untuk menambah wawasan, bertukar gagasan, serta memperkuat peran guru dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Maryono mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional tersebut. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan Kota Tangerang.

“Guru adalah pilar penting dalam pembangunan daerah. Kemajuan Kota Tangerang tidak terlepas dari pengabdian dan dedikasi para guru dalam mendidik generasi penerus,” ujar Maryono.

IMG 20260812 WA0023

Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga harus diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan dan peningkatan kompetensi para tenaga pendidik.

“Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi tenaga pendidik, baik negeri maupun swasta, melalui berbagai program. Kami ingin para guru dapat menjalankan tugas mulianya dengan tenang, profesional, dan terus berkembang,” jelasnya.

Menurut Maryono, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Karena itu, guru dituntut tidak hanya mampu memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik.

Ia menilai, generasi masa depan harus memiliki kemampuan akademik yang baik sekaligus karakter kuat, sehingga mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan.

Maryono berharap seminar nasional tersebut tidak berhenti sebatas forum diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kota Tangerang.

“Terima kasih atas pengabdian Bapak dan Ibu guru. Apa yang diberikan hari ini kepada anak-anak kita akan menjadi bekal bagi masa depan mereka, sekaligus menjadi bagian dari kemajuan bangsa dan masyarakat Kota Tangerang,” pungkas Maryono. (Sumarna)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di lingkungan pendidikan.

Melalui program Sekolah Aman Bencana, BPBD Kota Tangerang menggelar kegiatan Sosialisasi, Informasi dan Edukasi (SIE) Rawan Bencana di SMPN 6 Kota Tangerang, Jalan Cemara Raya, Kecamatan Karawaci, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 1.055 siswa. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengetahuan dasar kebencanaan, tetapi juga mengikuti praktik dan simulasi secara langsung sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Salah satu simulasi yang dilakukan yakni praktik pemadaman api yang melibatkan guru SMPN 6. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi warga sekolah agar memahami langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

IMG 20260812 WA0019

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan edukasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini.

" Lingkungan sekolah perlu memiliki kesiapsiagaan yang matang agar seluruh warga sekolah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ancaman bencana datang secara tiba-tiba," ujar Mahdiar.

Menurutnya, program Sekolah Aman Bencana bertujuan memastikan siswa maupun tenaga pendidik tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. Pemahaman mengenai jalur evakuasi, titik kumpul aman, hingga tata cara penyelamatan diri menjadi bagian penting yang harus diketahui seluruh warga sekolah.

"Melalui program Sekolah Aman Bencana ini, kami ingin memastikan para siswa dan tenaga pendidik tidak panik saat menghadapi situasi darurat. Edukasi dasar kebencanaan dan simulasi evakuasi ini penting agar mereka memahami jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta langkah-langkah penyelamatan diri yang benar," jelasnya.

Mahdiar menambahkan, pembentukan karakter tangguh bencana pada generasi muda diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh para siswa diharapkan dapat diterapkan dan ditularkan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan tempat tinggal.

"Anak-anak yang mendapatkan edukasi kebencanaan di sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana. Pengetahuan tersebut juga dapat mereka bagikan kepada keluarga di rumah," tambahnya.

BPBD Kota Tangerang berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan program Sekolah Aman Bencana ke berbagai sekolah lainnya di wilayah Kota Tangerang.

Melalui kolaborasi antara BPBD Kota Tangerang dengan pihak sekolah, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana.

"Melalui sinergi antara BPBD Kota Tangerang dengan SMPN 6, kami berharap dapat tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tanggap terhadap potensi risiko bencana," pungkas Mahdiar. (Sumarna)

Page 23 of 714
Go to top