Tangerang, lensafokus.id - Bunda PAUD Kecamatan di dampingi Camat Cisoka berkesempatan menghadiri kegiatan Gebyar PAUD yang diselenggarakan pada Jum'at, 14/08/2026. Di halaman kantor TP PKK Desa Selapajang Kabupaten Tangerang.
Terlihat lengkap hadir Penilik Paud Kecamatan Cisoka Sarkani, Bunda Paud Rodiyah dan Kepala Desa Selapajang Nurfakih dalam kegiatan ini. Berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan, menampilkan berbagai kreativitas serta potensi Anak-anak usia dini sebagai wujud pembelajaran yang menyenangkan, edukatif, dan bermakna juga kehadiran Bunda PAUD Kecamatan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan layanan Pendidikan Anak Usia Dini yang berkualitas.
Melalui Gebyar PAUD, terjalin sinergi yang semakin erat antara pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam sambutannya, Hani Bakri Sumartono menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter dan kecerdasan generasi penerus bangsa.
"PAUD bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi merupakan ladang subur untuk menanamkan Nilai-nilai dasar kehidupan. Karena itu, sinergi antara orang tua, guru, dan pemerintah sangatlah penting," ujar Bunda PAUD Kecamatan Cisoka.
Semoga kegiatan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, mari kita wujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan yang gemilang. (Lingga)
LEBAK, lensafokus.id – Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si., mendampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., dalam menyambut kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Kamis (13/8/2026).
Kunjungan tersebut dalam rangka peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, sebagai bagian dari program pembangunan dan revitalisasi infrastruktur yang dilaksanakan jajaran TNI-Polri untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Peresmian tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD yang dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sejumlah wilayah di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait perkembangan pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi.
Kapolri menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 874 jembatan telah dibangun dan direnovasi di berbagai wilayah jajaran Polda di Indonesia. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Kapolres Lebak AKBP Arninsi mengatakan, kehadiran Kapolri di Kabupaten Lebak menjadi sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi jajaran Polres Lebak untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Ya, hari ini kami mendampingi Bapak Kapolda Banten dalam menyambut kunjungan kerja Bapak Kapolri di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dalam rangka peresmian Jembatan Merah Putih Presisi. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas TNI-Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Arninsi.
Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat.
"Jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses transportasi, mempercepat mobilitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lebak," tuturnya.
Arninsi menambahkan, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama bagi wilayah yang membutuhkan akses penghubung antarwilayah.
"Kami berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat sehingga manfaat pembangunannya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya. (C2p)
TANGERANG, lensafokus.id – Penasehat Muslimat NU Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menghadiri dan membuka Pengajian Tiga Bulanan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Tangerang yang dirangkaikan dengan Santunan Yatim dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI, bertempat di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah sekaligus momentum untuk memperkokoh persatuan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, khususnya bagi para kader Muslimat NU di Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati hari ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan buah dari perjuangan para pahlawan, termasuk para ulama dan kiai NU melalui Resolusi Jihad.
“Tugas kita sekarang adalah menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa agar bangsa ini tetap kuat, damai, dan bermartabat. Ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus terus terjalin erat untuk menghindarkan kita dari perpecahan akibat perbedaan," ujarnya.
Menurutnya, peran ibu-ibu Muslimat NU sangat strategis di dalam keluarga maupun masyarakat. Sebagai garda terdepan pendidikan keluarga, Muslimat NU berperan besar dalam membentuk generasi yang berakhlak dan cinta tanah air. Di sisi lain, kiprahnya di masyarakat juga nyata melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih maju dan berdaya.
“Mendidik anak-anak yang sholeh dan sholehah, membina keluarga yang sakinah, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan adalah bentuk amal saleh yang nyata dari ibu-ibu Muslimat NU dalam mengisi kemerdekaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen pengajian tersebut sebagai sarana menyerap ilmu agama yang bermanfaat, memperbarui niat untuk senantiasa berbuat baik, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.
“Muslimat NU sebagai organisasi besar terus berkomitmen memperjuangkan harkat perempuan, menjadi pemersatu, dan terdepan dalam mensyiarkan agama Islam. Mari kita niatkan mencari ilmu dalam kebaikan, agar Muslimat NU maju dan semakin terdepan,” ucapnya.
Pihaknya juga berharap kegiatan santunan dan majelis ilmu semacam ini dapat terus membawa manfaat yang luas, memberikan keberkahan, rezeki, kesehatan, dan perlindungan dari Allah SWT bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Kegiatan pengajian dan santunan yatim ini dihadiri oleh ratusan jamaah dan kader Muslimat NU dari tingkat kecamatan (PAC) hingga tingkat desa/kelurahan (Ranting) se-Kabupaten Tangerang yang memadati Masjid Al-Amjad dengan penuh kekhidmatan. Acara puncaknya diisi dengan tausiyah agama oleh Rois Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat, MA. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melepas 200 pelajar jenjang SMP dan SMA pada acara Sarasehan Bupati Tangerang dengan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula Diklat Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penguatan kepada calon siswa dan tenaga pendidik sebelum memasuki lingkungan pendidikan baru.
Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Sekolah Rakyat menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan anak-anak Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak, berkualitas, dan mampu mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.
Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Bupati Maesyal menilai persiapan MPLS menjadi tahapan penting dalam membangun kesan pertama yang positif bagi para siswa. Menurutnya, MPLS tidak boleh dipandang sekadar sebagai formalitas awal masuk sekolah, tetapi harus menjadi gerbang untuk menciptakan rasa nyaman, aman, dan semangat belajar bagi semua peserta didik.
“Saya minta seluruh panitia dan tenaga pendidik mempersiapkan MPLS dengan sebaik-baiknya. Pastikan anak-anak kita merasa nyaman, aman, gembira, dan antusias ketika pertama kali memasuki Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar pelaksanaan MPLS mengedepankan prinsip ramah anak dan inklusif, serta terbebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan maupun tindakan senioritas yang berlebihan.
Selain itu, MPLS diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan karakter dan nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak hari pertama. Nilai religius, kedisiplinan, gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sekolah.
“Karakter harus dibangun sejak awal. Kita ingin anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, semangat gotong royong, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” katanya.
Bupati Maesyal juga meminta tenaga pendidik mengoptimalkan masa persiapan MPLS untuk melakukan pemetaan terhadap bakat, minat, dan potensi masing-masing siswa. Dengan demikian, proses pendidikan di Sekolah Rakyat dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik nantinya
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kenali bakat, minat, dan kemampuan mereka sejak awal agar bisa dikembangkan secara optimal,” pintanya.
Di hadapan para calon siswa dan tenaga pendidik, Bupati Maesyal berharap pelaksanaan MPLS dapat menjadi awal yang baik dalam membangun kepercayaan diri dan semangat belajar para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat bertugas kepada seluruh tenaga pendidik dan guru yang telah mendapatkan amanah untuk mendidik para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
“Selamat bertugas kepada seluruh guru dan tenaga pendidik. Mari bersama-sama memberikan pendidikan terbaik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu mengantarkan anak-anak kita meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan, sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 telah dilepas oleh Bupati Tangerang. Para siswa juga mendapat bingkisan berupa suvenir, mukena bagi perempuan, sarung bagi laki-laki, serta uang saku Rp500.000 per orang.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Insyaallah, Bapak Bupati akan hadir dalam acara MPLS di Poltek Curug. MPLS ini secara khusus metodenya langsung dari Kementerian Sosial dan akan dilaksanakan selama satu minggu,” ujarnya.
Aziz menjelaskan, pelaksanaan MPLS akan didampingi lima alumni Akademi Militer (Akmil) yang telah disiapkan. Pendampingan tersebut difokuskan pada pembentukan disiplin, kebersihan, sikap, dan tata krama siswa. Setelah MPLS, proses pembelajaran akan mengikuti teknis yang telah disiapkan pihak Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Sementara itu, salah satu calon siswi Sekolah Rakyat yang berasal dari Kecamatan Sindang Jaya, Siti Syahla Fauziyyah, mengaku senang dan bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Alumni Pesantren Darul Muttaqin 2 tersebut berharap kesempatan ini dapat menjadi jalan untuk membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya merasa senang bisa terpilih di antara murid-murid yang lain dan mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Siti mengatakan, dirinya ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih cita-cita menjadi seorang pilot. Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-cita yang selama ini diimpikannya.
"Terima kasih kepada Bupati Tangerang yang telah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Saya berharap dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik dan mewujudkan cita-cita di masa depan," ucapnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan di sejumlah wilayah seiring berlangsungnya musim kemarau.
Berdasarkan hasil pemantauan dan kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kecamatan Batuceper menjadi salah satu wilayah di Kota Tangerang yang masuk kategori Awas Kekeringan Meteorologis pada Dasarian III Juli 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan status tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca di wilayah tersebut, termasuk tutupan awan dan curah hujan. Berdasarkan pemantauan BMKG, Kota Tangerang juga tengah memasuki periode musim kemarau dengan intensitas hujan yang relatif rendah.
"Menurut teman-teman di BMKG, lebih kepada kondisi cuaca di area tersebut, termasuk kondisi di atas wilayahnya. Karena itu, Kecamatan Batuceper menjadi salah satu wilayah yang perlu kita waspadai lebih intens," ujar Mahdiar, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan kajian BMKG, curah hujan di Kota Tangerang pada Dasarian II Juli 2026 berada pada kategori rendah, yakni 0–10 milimeter per dasarian, dengan sifat hujan di bawah normal. Sementara itu, puncak musim kemarau di Kota Tangerang diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Selain Kecamatan Batuceper, sejumlah wilayah lain juga menjadi perhatian dalam menghadapi potensi kekeringan, di antaranya Kecamatan Benda, Cipondoh, Pinang, dan Tangerang.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi memengaruhi ketersediaan air, terutama apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
"BPBD Kota Tangerang bersama perangkat daerah terkait juga akan memperhatikan kondisi ketersediaan air, termasuk potensi air bawah tanah di wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan air bersih," jelas Mahdiar.
Ia mengatakan, BPBD juga akan melakukan pemantauan terhadap ketersediaan air bawah tanah di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Sementara itu, cakupan jaringan air bersih Perumda Tirta Benteng dinilai menjadi salah satu faktor pendukung dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
"Ke depan kita juga akan mengecek kondisi ketersediaan air bawah tanah di wilayah-wilayah yang ada di Kota Tangerang. Perumda Tirta Benteng memang sudah mencakup hampir sebagian besar kecamatan dalam penyediaan air bersih. Selama Sungai Cisadane dan bahan bakunya masih mencukupi, secara dominan rata-rata masih aman," lanjutnya.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih apabila terjadi gangguan ketersediaan air.
BPBD Kota Tangerang juga akan berkoordinasi dengan Perumda Tirta Benteng dan organisasi perangkat daerah terkait untuk menyiapkan dukungan distribusi air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Mahdiar mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mulai mengalami gangguan ketersediaan air bersih, seperti debit air sumur yang semakin berkurang.
"Masyarakat yang mulai mengalami gangguan ketersediaan air bersih dapat segera melaporkan kondisi tersebut kepada kelurahan dan kecamatan, BPBD Kota Tangerang, maupun melalui layanan darurat 112. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya. (Sumarna)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Warga Kota Tangerang yang ingin mendapatkan layanan air bersih dari Perumda Tirta Benteng kini dapat mengajukan pemasangan sambungan baru dengan lebih mudah. Pendaftaran dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi SIGANTENG (Sistem Informasi Pelanggan Tirta Benteng) maupun secara langsung melalui layanan Perumda Tirta Benteng.
Direktur Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, mengatakan aplikasi SIGANTENG tidak hanya menyediakan layanan pendaftaran sambungan baru, tetapi juga berbagai kebutuhan pelanggan lainnya.
"Melalui aplikasi SIGANTENG, masyarakat tidak hanya dapat mengajukan pemasangan baru, tetapi juga mengakses berbagai layanan pelanggan seperti informasi tagihan, pemantauan pemakaian air, baca meter mandiri, pembayaran, hingga pengaduan," ujar Doddy Effendy, Kamis (13/8/2026).
Bagi masyarakat yang ingin mengajukan sambungan air bersih baru, sejumlah dokumen perlu dipersiapkan. Persyaratan tersebut meliputi:
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK);
- Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);
- Surat keterangan domisili bagi pemohon yang memiliki KTP di luar Kota Tangerang;
- Satu lembar materai Rp10.000.
Setelah seluruh dokumen dipersiapkan, masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi SIGANTENG. Selain itu, pendaftaran juga dapat dilakukan secara langsung melalui loket pelayanan Perumda Tirta Benteng.
"Layanan pendaftaran pasang meter baru juga tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang," jelas Doddy.
Menurutnya, pengembangan layanan digital tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan dan mempercepat akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Pada 2026, aplikasi SIGANTENG telah dilengkapi dengan fitur pengajuan pemasangan sambungan baru sehingga masyarakat tidak harus selalu datang langsung ke kantor pelayanan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait pemasangan sambungan baru, Perumda Tirta Benteng menyediakan layanan Call Center 1500041 dan WhatsApp 0811-6121-095.
Masyarakat juga dapat mendatangi langsung kantor Perumda Tirta Benteng yang berada di Jalan Dr. Sitanala, Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Berdasarkan jadwal pelayanan terbaru, kantor tersebut melayani masyarakat pada Senin hingga Jumat pukul 08.00–14.00 WIB.
Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perumda Tirta Benteng juga menghadirkan program khusus berupa diskon 81 persen biaya pemasangan sambungan baru.
Biaya yang sebelumnya sebesar Rp1.250.000, melalui program tersebut menjadi hanya Rp237.500.
"Proses pemasangan dilakukan tujuh hari setelah pembayaran. Kalau masih keberatan, masyarakat juga bisa mengajukan proses cicilan," tutur Doddy.
Perumda Tirta Benteng terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih di Kota Tangerang.
Pada Januari 2026, Perumda Tirta Benteng menambah 30.026 sambungan langsung di Zona II yang mencakup Kecamatan Jatiuwung, Periuk, Cibodas, dan Karawaci. (Sumarna)