Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak para guru Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk terus menguatkan pendidikan karakter dan terus berinovasi menghadapi tantangan moral dan sosial di era digital dan pesatnya perkembangan informasi global saat ini. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Wilayah I yang berasal dari 11 kecamatan. Acara tersebut digelar di GSG Kecamatan Sukamulya, Kamis (21/05/26)
“Saya mengajak seluruh guru PAI, khususnya di wilayah I ini untuk terus menguatkan pendidikan karakter kepada anak didik dan mampu berinovasi menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi digital secara positif dalam proses Pendidikan,” ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa guru agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.Para guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan dan memberikan ilmu pengetahuan namun juga harus menjadi teladan bagi para anak didiknya
“Guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral bagi peserta didik,” tegasnya
Lanjut dia, tantangan moral dan sosial pesatnya pekembangan teknologi dan informasi yang dampaknya banyak dirasakan berupa merosotnya moral, kepedulian sosial, intoleransi, meningkatknya tindak kekerasan dan pelecehan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama, sedini mungkin baik oleh pemerintah, sekolah, keluarga maupun masyarakat
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tandasnya
Dia berharap kegiatan tersebut selain untuk menguatkan silahturahmi juga melahirkan semangat, wawasan, serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam demi menciptakan generasi muda Kabupaten Tangerang yang religius, berkarakter, toleran, dan berintegritas.
“Saya harap kegiatan ini, kita tidak hanya bisa saling bersilahturami, tapi juga melahirkan semangat dan wawasan baru dan meningkatkan kompetensi serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, karakter dan ahklak para generasi penerus bangsa,” harapnya
Menyoroti masih belum meratanya kebutuhan guru PAI di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata.
“Pemerintah daerah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata meskipun bertahap,” pungkasnya. (red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong transformasi perpustakaan untuk lebih menarik dan berwarna guna meningkatkan minat dan kujungan generasi muda, khususnya Gen Z dan Apha Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut diutarakan, Wabup Intan saat menutup Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 di Halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kamis (22/05/26)
"Saya minta berubah semua, supaya perpustakaan itu bisa lebih menarik, modern, lebih berwarna, dan penataannya lebih enak serta nyaman. Kalau zaman sekarang anak-anak bilangnya Instagramable," ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami informasi dan berita yang beredar di masyarakat
"Literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami setiap informasi itu sangat penting agar kita mampu berpikir kritis, kreatif, cerdas dan membangun karakter yang berkualitas," tandasnya
Menurut dia, kemampuan berpikir kritis dan cerdas bukan hanya membaca dan mudah percaya informasi berdasarkan judul atau cuplikan singkat di media sosial yang sering kali menimbulkan misinformasi yang merugikan dan membahayakan keharmonisan. Untuk itu kemampuan berpikir cerdas dan kritis itu harus dibangun dengan membaca dan melihat sebuah berita secara utuh dan valid kebenarannya
"Berpikir kritis itu bukan hanya membaca dan mudah percaya berita yang sepotong-potong di media sosial, tapi kemampuan dan keterampilan untuk memahami berita atau informasi secara utuh dan cek kebenarannya," tandasnya
Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan minat baca masyarakat, kreatifitas dan mendorong munculnya karya-karya literasi yang dibuat oleh generasi muda serta menjadikan perpustakaan semakin aktif berperan sebagai pusat pembelajaran
"Melalui kegiatan ini, kami berharap minat baca masyarakat semakin meningkat, perpustakaan semakin aktif menjadi pusat pembelajaran, dan generasi muda semakin terdorong untuk berkarya serta berprestasi," tandasnya
Wabup Intan juga mendorong Dinas Perpusip untuk lebih berani dan rutin menggelar kegiatan yang dapat meningkatkan minat baca dan kreatifitas generasi muda, khususnya anak-anak sekolah
"Untuk memacu kreativitas, Saya usul agar tahun depan, Dinas Perpusip bisa adakan lomba menulis bagi anak sekolah. Karya-karya terbaik nantinya akan dicetak dan dijadikan koleksi resmi di Perpustakaan Kabupaten Tangerang," ujarnya
Dia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para panitia, komunitas literasi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan menarik
"Kepada seluruhnya, saya berharap festival ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan memperluas wawasan," pungkasnya
Acara tersebut juga dimeriahkan dengan talkshow bersama Maman Suherman (Kang Maman) dan Shahnaz Haque, penyerahan piagam penghargaan, pameran dan persembahan tarian dan lagu dari anak-anak. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id – Langkah besar menuju penguatan ketahanan air nasional mulai dibangun. Inovator konsep Bank Air dan Tol Air, Sudirman Indra melakukan pertemuan strategis dengan CEO PT ILCMI, Dr. Sofian Tjandra di kantor PT ILCMI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Pertemuan dua tokoh tersebut membahas berbagai gagasan inovatif terkait pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di tengah ancaman krisis air dan perubahan iklim yang semakin nyata.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, keduanya berdiskusi mengenai peluang kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat implementasi sistem pengelolaan air yang modern, ramah lingkungan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sudirman Indra menegaskan, silaturahmi tersebut bukan hanya agenda pertemuan biasa, melainkan upaya menyatukan visi besar demi masa depan pengelolaan air di Indonesia.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini tentang bagaimana menyatukan visi agar inovasi Bank Air dan Tol Air dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.
Konsep Bank Air dan Tol Air sendiri dinilai sebagai salah satu solusi alternatif dalam menjaga ketersediaan air bersih sekaligus mengantisipasi persoalan banjir dan kekeringan yang kerap melanda berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, CEO PT ILCMI, Sofian Tjandra menyambut positif gagasan yang dibawa Sudirman Indra. Menurutnya, pendekatan pengelolaan air berbasis konservasi sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini.
Ia menilai, inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi jangka panjang dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Permasalahan banjir dan kekeringan membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Karena itu, gagasan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan,” ungkap Sofian.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama konkret ke depan, mulai dari penyusunan kajian teknis, sosialisasi program kepada masyarakat dan pemerintah daerah, hingga implementasi pilot project di sejumlah wilayah yang membutuhkan penanganan serius terkait tata kelola air.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kedua pihak sepakat bahwa sinergi antara inovator, dunia usaha, dan lembaga strategis menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan air nasional sekaligus membangun infrastruktur yang tangguh menghadapi perubahan iklim di masa depan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan dan pertemuan lanjutan dengan jajaran manajemen Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC), di Kecamatan Legok, Rabu (20/5/26).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul di bidang penerbangan, khususnya bagi putra-putri asli Kabupaten Tangerang agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional
Dalam keterangannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pertemuan tersebut membahas tindak lanjut program penerimaan calon mahasiswa atau taruna melalui skema Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemkab Tangerang telah menyiapkan putra-putri terbaik untuk bisa mendapatkan kesempatan pendidikan di dunia penerbangan melalui PPIC.
“Kita telah menyiapkan putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang yang dipersiapkan menjadi pilot yang benar-benar asli Kabupaten Tangerang di PPIC ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia mengungkapkan, dirinya memiliki mimpi besar agar nantinya ada generasi muda asli Kabupaten Tangerang yang berhasil menjadi pilot lulusan PPIC dan mampu mengharumkan nama daerah.
“Saya punya mimpi ada anak asli Kabupaten Tangerang yang jadi pilot lulusan dari sini. Saya akan bangga sekali,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemkab Tangerang telah menyiapkan kuota sekitar 9 orang calon taruna yang akan mengikuti pendidikan di PPIC melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang.
Dari jumlah tersebut, dua (2) orang dipersiapkan untuk mengambil program pendidikan pilot, sementara sisanya diarahkan ke bidang teknis penerbangan lainnya seperti mekanik dan program keahlian pendukung lainnya.
“Kami menyiapkan kuota sembilan orang yang akan masuk di PPIC, dengan kuota menjadi pilot dua orang, dan sisanya menjadi mekanik serta bidang lainnya,” tambahnya.
Pihaknya berharap kerja sama ini mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat serta melahirkan generasi profesional di sektor penerbangan yang berasal dari Kabupaten Tangerang.
Selepas pertemuan, Bupati Tangerang berkesempatan berkeliling meninjau fasilitas yang dimiliki oleh PPIC, salah satunya adalah Flight Simulator dan mencoba menerbangkan pesawat melalui Flight Simulator tersebut. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang secara resmi memulai rangkaian program akselerasi digitalisasi administrasi kependudukan melalui kegiatan bertajuk "Talkshow & Sosialisasi Aplikasi IKD Goes to Campus".Universitas Prasetiya Mulya Kampus BSD terpilih menjadi perguruan tinggi pertama sekaligus pelopor dalam pelaksanaan gerakan sosialisasi yang menyasar langsung kelompok civitas akademika dan generasi muda ini, Selasa(19/05/26).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi pemerintah daerah dalam merespons perkembangan teknologi yang kian masif, sekaligus merombak sistem pelayanan publik konvensional berbasis fisik menuju ekosistem digital yang efisien melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dalam kesempatan ini, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi, menekankan betapa krusialnya peran Administrasi Kependudukan (Adminduk) sebagai fondasi utama dari seluruh roda pelayanan publik di Indonesia. Adminduk bukan sekadar pelayanan dasar, melainkan pintu gerbang utama yang mengintegrasikan masyarakat dengan berbagai fasilitas negara, mulai dari sektor kesehatan, jaminan sosial, hingga sektor pendidikan tinggi.
"Adminduk ini seperti jargon yang selalu dilontarkan, bukan pelayanan dasar, tapi menjadi dasar bagi semua pelayanan. Mau ke rumah sakit, kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Pasti ber-urusan dengan adminduk. Kita mencatat semua, dari mulai lahir sampai meninggal, itu kita catat semua," ujar Kadisdukcapil Fachrul Rozi.
Lebih lanjut, ia memaparkan tantangan geografis dan demografis luar biasa yang dihadapi oleh Kabupaten Tangerang. Dengan luas wilayah mencapai 1.001 kilometer persegi dan total populasi yang melonjak hingga 3.500.000 jiwa pada tahun 2025, sentralisasi pelayanan publik di masa lalu sempat menimbulkan hambatan serta keterlambatan dalam pemenuhan hak-hak sipil warga.
Mengantisipasi hal tersebut, Disdukcapil telah melakukan ekspansi layanan secara agresif sepanjang tahun 2025 dengan membuka loket pelayanan di 29 kecamatan, satu Mall Pelayanan Publik (MPP), serta satu Gerai Pelayanan Publik. Penambahan titik layanan baru pun dijadwalkan rampung pada Oktober mendatang guna mendekatkan jarak birokrasi kepada masyarakat urban dan sub-urban.
"Dulu Kabupaten Tangerang pelayanan adminduk itu masih terfokus di dinas. Dengan luas wilayah 1.001 kilometer persegi, jumlah penduduk 3.500.000 (2025), itu ada sedikit hambatan dan terganggu pelayanan. Sehingga di tahun 2025 di bulan April, kemudian November, kita sudah membuka loket pelayanan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang, 29 kecamatan. Satu Mall Pelayanan Publik, satu Gerai Pelayanan Publik, dan nanti di bulan Oktober kita juga akan membuka lagi Mall Pelayanan Publik yang daerah Suvarna Sutera, satu di Citra, kemudian di Termoda," jelas Kadisdukcapil Fachrul Rozi.
Meskipun infrastruktur fisik terus diperluas, Disdukcapil menilai bahwa digitalisasi penuh melalui IKD merupakan solusi jangka panjang yang paling mutakhir dan efisien. Aplikasi IKD dirancang untuk mengintegrasikan dokumen kependudukan esensial seperti KTP-el, Kartu Keluarga (KK), data biodata keluarga, hingga akta kelahiran langsung ke dalam gawai pintar (smartphone) milik penduduk.
"Tujuannya Agar pelayanan lebih dekat ke masyarakat. Ditambah sekarang era digitalisasi, kedepanya pelayanan adminduk itu bisa dilakukan secara lebih efisien melalui aplikasi digital. Salah satunya nanti yang akan disampaikan oleh Pak Suseno terkait IKD," tambahnya.
Implementasi IKD ini juga diproyeksikan menjadi jawaban konkret atas permasalahan klasik kelangkaan blangko KTP fisik yang kerap dikeluhkan warga di masa lampau. Walaupun Disdukcapil menjamin ketersediaan pasokan blangko fisik di Kabupaten Tangerang aman hingga akhir tahun anggaran berkat skema belanja hibah, peralihan ke format digital dipandang jauh lebih praktis dan adaptif terhadap gaya hidup mobile generasi masa kini.
"Dulu ramai, Blangko kosong, KTP tidak bisa dicetak, Tapi untuk kabupaten insyaallah untuk blangko kita aman sampai dengan akhir tahun karena kita sudah belanja hibah. salah satu alternatif supaya untuk tidak terlalu monoton di blangko, adalah IKD," jelasnya lagi.
Dalam kegiatan tersebut, isu krusial mengenai privasi dan keamanan data siber yang kerap menjadi kekhawatiran publik dikupas secara tuntas oleh Pak Suseno, seorang pakar keamanan informasi yang dihadirkan langsung sebagai narasumber utama. Sesi interaktif ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya untuk bertukar pikiran dan mendalami sistem proteksi enkripsi yang diterapkan dalam platform IKD.
Menutup agenda sosialisasi, Kadisdukcapil Fachrul Rozi menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan serta seluruh civitas akademika Universitas Prasetiya Mulya atas keterbukaan mereka menjadi mitra pertama program ini. Kerja sama ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, serta perluasan layanan adminduk berbasis kampus yang lebih luas ke depan di wilayah Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Kampus UNITOP dan Kampus Polytechnic Volunteer di Kabupaten Tangerang untuk meninjau kesiapan pembentukan dua perguruan tinggi vokasi baru, Selasa (19/05/26). Kunjungan tim tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja.
Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan dua perguruan tinggi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat di sektor industri dan kesehatan. Kampus Universal Tourism Polytechnic (UNITOP) akan fokus pada bidang hospitality, sedangkan Polytechnic Volunteer di bawah Yayasan PMI Kabupaten Tangerang akan fokus pada pendidikan kesehatan vokasi.
Menurut Soma, pendidikan vokasi memiliki karakteristik berbeda dibanding perguruan tinggi pada umumnya karena menitikberatkan pembelajaran praktik sebesar 70 hingga 80 persen dan teori sekitar 20 hingga 30 persen. “Kedua kampus ini memang disiapkan agar lulusannya langsung siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Tangerang saat ini berkembang menjadi pusat industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dengan pertumbuhan hotel, kafe, ruang konferensi, dan event nasional maupun internasional yang terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sumber daya manusia profesional di bidang hospitality dan pengelolaan event.
“Banyak industri hospitality berkembang di Kabupaten Tangerang. Karena itu, kami harus menyiapkan tenaga profesional yang mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan nasional maupun internasional,” ujarnya
Selain sektor pariwisata, Pemkab Tangerang juga mendorong penguatan pendidikan vokasi kesehatan melalui Polytechnic Volunteer. Jurusan yang direncanakan meliputi teknologi bandara, fisioterapi, dan gizi yang dinilai memiliki tingkat kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi di rumah sakit, klinik, dan lembaga pelayanan kesehatan lainnya
Soma menambahkan, sekolah vokasi dengan fokus teknologi bandara dan kesehatan masih sangat terbatas di Indonesia. Kehadiran politeknik tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga profesional, khususnya di lingkungan PMI dan fasilitas kesehatan lainnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong lahirnya dua politeknik baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menyebut saat ini di Provinsi Banten baru terdapat sekitar 84 perguruan tinggi, sedangkan di Kabupaten Tangerang baru terdapat 15 perguruan tinggi.
“Nah, ini tentunya masih sangat terbatas. Karena itu, kehadiran dua politeknik baru ini sangat dibutuhkan, apalagi program studinya benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan kesehatan saat ini,” ujar Lukman.
Ia menjelaskan, program studi teknologi bandara saat ini baru tersedia di dua perguruan tinggi di Indonesia, padahal hampir seluruh pemerintah daerah membutuhkan tenaga profesional di bidang tersebut. Selain itu, tenaga fisioterapi juga masih sangat terbatas di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Lukman juga menyoroti tingginya kebutuhan tenaga kerja hospitality, baik di wilayah Banten maupun luar negeri. Menurut dia, industri pariwisata dan perhotelan terus berkembang, namun ketersediaan SDM terampil masih belum mampu memenuhi permintaan pasar, termasuk kebutuhan tenaga kerja di kapal pesiar dan jaringan hotel internasional.
“Ini momentum yang sangat tepat dari Pemda Kabupaten Tangerang. Dua politeknik ini akan menyiapkan SDM yang daya serap kerjanya sangat baik di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini,” katanya.
Pihaknya menargetkan seluruh persyaratan administrasi dan akademik pembentukan kedua politeknik tersebut dapat diselesaikan pada Juli 2026. Dengan begitu, Kampus UNITOP dan Polytechnic Volunteer diharapkan sudah dapat mulai beroperasi paling lambat September atau Oktober 2026.
“Harapan kami tim bisa bekerja keras memenuhi seluruh persyaratan. Kalau semuanya berjalan lancar, September atau paling lambat Oktober nanti dua politeknik ini sudah bisa beroperasi,” tutup Lukman. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pertemuan strategis bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/26),
Pertemuan lintas daerah tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antarwilayah demi mewujudkan pembangunan metropolitan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas inisiasi kerja sama yang dibangun antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana optimalisasi lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 95 hektar yang berada di Desa Ciangir, Kecamatan Legok , Kabupaten Tangerang. Menurut Bupati Tangerang, lahan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program strategis nasional.
“Pak Gubernur DKI ingin agar lahan Pemda DKI yang ada di Desa Ciangir ini bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan, dari total lahan 95 hektar tersebut, sekitar 1,4 hektar telah digunakan untuk fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sementara sisanya akan dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, kawasan pemukiman, dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air.
“Ada sekitar 38 hektar yang diperuntukkan bagi sektor pertanian dan 47 hektar untuk kawasan pemukiman. Di dalamnya juga direncanakan pembangunan tandon air. Yang terpenting, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pembahasan teknis pemanfaatan lahan ini akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Tangerang,” jelasnya.
Selain penataan lahan, pertemuan tersebut juga membahas penanganan isu strategis kawasan perkotaan, di antaranya pengelolaan sampah, pengendalian banjir, dan pengembangan transportasi massal berbasis aglomerasi.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa hubungan antara Jakarta dan Banten merupakan hubungan yang saling membutuhkan dan harus diperkuat melalui kolaborasi konkret lintas wilayah.
“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan transportasi,” ujar Andra.
Di bidang lingkungan, Pemerintah Pusat telah menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), termasuk di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.
Sementara dalam upaya pengendalian banjir, para kepala daerah juga menyepakati rencana pembangunan embung besar melalui dukungan kolaboratif antara DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang guna mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.
Di sektor transportasi, pengembangan dan perpanjangan jalur Mass Rapid Transit (MRT) menuju wilayah Tangerang juga terus dibahas dalam tahap kajian teknis sebagai langkah meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
"Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan kawasan metropolitan yang lebih tertata, tangguh, modern, dan sejahtera bagi masyarakat Jabodetabek," pungkasnya. (Red)
Subang, lensafokus.id – Maraknya peredaran obat keras ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Subang kembali menjadi sorotan. Aktivitas bisnis haram tersebut diduga berjalan secara terstruktur dan sistematis, bahkan terkesan kebal hukum meski telah beberapa kali diberitakan oleh berbagai media.
Salah satu lokasi yang disebut masih aktif beroperasi berada di kawasan Gunung Tua, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Di lokasi tersebut, kios penjual obat keras ilegal diduga tetap menjalankan aktivitasnya secara terang-terangan tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH).
Ironisnya, meski persoalan tersebut telah berulang kali menjadi perhatian masyarakat dan media, praktik peredaran obat keras ilegal itu disebut masih berjalan mulus seolah tidak tersentuh hukum. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran hingga indikasi kongkalikong dengan oknum tertentu.
Menurut keterangan salah satu warga yang berinisial D, kios tersebut diduga berada di bawah koordinasi seseorang berinisial F.
“Yang ngatur di sini inisial F. Kiosnya bukan cuma satu, ada belasan yang masih jalan sampai sekarang,” ujar D.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran obat keras ilegal di wilayah Subang bukanlah bisnis kecil, melainkan sudah terorganisir dengan rapi dan memiliki jaringan yang luas.
Selain itu, dugaan adanya praktik kongkalikong dengan oknum tertentu membuat publik semakin geram. Pasalnya, bisnis haram tersebut dikabarkan telah berlangsung selama bertahun-tahun namun tetap bebas beroperasi tanpa hambatan berarti.
D mengaku mengetahui aktivitas tersebut dan berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran obat keras ilegal di Kabupaten Subang.
Jika dibiarkan terus berlangsung, peredaran obat keras ilegal bukan hanya merusak moral generasi muda, tetapi juga dapat menciptakan citra buruk terhadap penegakan hukum di wilayah tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak yang diduga sebagai pemilik maupun koordinator peredaran obat keras ilegal berinisial F belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait dugaan yang beredar di masyarakat. (Asp)
TANGERANG, lensafokus.id – Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 yang digelar di Area Parkir Sektor C Kompleks Perkantoran Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid berharap dengan adanya festival tersebut bisa semakin meningkatkan budaya literasi di masyarakat
"Saya berharap dengan adanya festival ini, budaya literasi di kalangan masyarakat semakin meningkat, mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa," harap Bupati Maesyal
Ia menegaskan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berinovasi, serta membangun karakter masyarakat yang berkualitas. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membangun sumber daya manusia Kabupaten Tangerang yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.
“Festival literasi ini merupakan momentum yang sangat penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat harus semakin cerdas dalam menyaring informasi. Oleh karena itu budaya membaca dan semangat belajar harus terus kita hidupkan, terutama bagi generasi muda Kabupaten Tangerang,” ujarnya
Bupati menandaskan bahwa investasi di bidang literasi merupakan investasi jangka panjang yang manfaat dan pahalanya akan terus mengalir bagi generasi mendatang. Semakin banyak sumber literasi yang dimiliki juga akan mendorong meningkatkannya kualitas SDM.
“Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Buku-buku yang dihibahkan hari ini akan menjadi jembatan ilmu bagi generasi muda yang kelak tumbuh menjadi pengusaha, pemimpin, dan penggerak pembangunan Kabupaten Tangerang di masa depan,” tandasnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan budaya baca, pada kesempatan tersebut, dia juga menginisiasi gerakan moral hibah buku secara kolektif yang melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Hari ini saya mengawali dengan membeli paket buku untuk didistribusikan ke kecamatan, desa, dan taman bacaan masyarakat. Alhamdulillah seluruh Kepala OPD ikut menyisihkan rezekinya untuk membeli paket buku ini,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Disperpusip Kabupaten Tangerang yang terus mengembangkan fasilitas literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Saat ini, ruang perpustakaan dan sudut baca informal telah hadir di seluruh kecamatan, bahkan mulai berkembang di desa-desa lengkap dengan ruang bermain anak. Ketika orang tua datang mengurus administrasi, anak-anak mereka bisa memanfaatkan ruang baca yang bisa menambah ilmu pengetahuannya
“Saya berterima kasih kepada Ibu Kadis dan jajarannya. Di kecamatan-kecamatan sekarang sudah ada tempat khusus untuk belajar mengajar secara informal bagi masyarakat setempat, bahkan dilengkapi ruang bermain anak,” ungkapnya.
Bupati juga mengungkapkan rasa kagumnya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan daerah. Menurutnya, setiap hari gedung Disperpusip dipenuhi kunjungan pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa yang datang mencari referensi akademik dan memperluas wawasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, komunitas literasi, para narasumber, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti bazar buku murah, bedah buku, diskusi literasi, hingga perlombaan minat dan bakat pelajar sebagai upaya meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar dialog interaktif bertema “Menghadapi Era Post-Truth Melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoaks” pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi di era modern.
Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Direktur Visi Nusantara Subandi Musibah, akademisi Yasri Pratama dan Yulitha Widha Pratama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tangerang, serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Aldiansyah mengatakan, tantangan era post-truth dan maraknya hoaks harus dihadapi dengan langkah nyata melalui penguatan literasi publik.
Menurutnya, upaya tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Era post-truth dan bahaya hoaks harus dihadapi bersama. Kami berharap langkah ini dapat membawa Kabupaten Tangerang semakin gemilang dan menjadi salah satu pelopor menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menegaskan, program edukasi yang digagas KWRI Kabupaten Tangerang tidak akan berhenti sampai di kegiatan tersebut saja. Ke depan, KWRI akan melanjutkan berbagai program berkelanjutan seperti KWRI Goes to Campus dan KWRI Goes to School.
Program tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa agar semakin melek terhadap keterbukaan informasi publik serta mampu memahami pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi.
“Kami menyadari setiap sekolah dan kampus sudah memiliki insan persnya masing-masing. Kehadiran mereka sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi yang benar dan edukatif,” katanya.
Muhammad Aldiansyah juga berharap KWRI dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat secara luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPC KWRI Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya dialog interaktif tersebut.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
“Kondisi saat ini menghadirkan tantangan besar berupa era post-truth, ketika opini, emosi, dan persepsi sering kali lebih mudah dipercaya dibandingkan fakta sebenarnya,” ujar Intan.
Ia menjelaskan, informasi yang belum tentu benar dapat dengan cepat viral dan memengaruhi cara pandang masyarakat hingga menimbulkan keresahan maupun perpecahan sosial.
Bahkan, ia juga menyoroti maraknya video yang dipotong-potong sehingga tidak menampilkan informasi secara utuh dan berpotensi menggiring opini publik.
Dalam kesempatan tersebut, Intan menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda, khususnya Gen Z di Kabupaten Tangerang yang dinilai memiliki potensi luar biasa.
“Generasi muda kita kreatif, cepat belajar, adaptif, dan inovatif. Namun potensi itu harus dibarengi dengan karakter kuat dan kemampuan literasi yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, literasi digital bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, memverifikasi fakta, serta bijak menggunakan media digital.
Karena itu, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi, tidak mudah percaya hoaks, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber kebenarannya.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, seperti belajar, berkarya, berinovasi, membangun jejaring, dan menyebarkan optimisme,” pesannya.
Intan juga menegaskan, organisasi wartawan seperti KWRI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, media tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik dan penguat literasi masyarakat.
Ia menilai, menghadapi era post-truth tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh sinergi antara media, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif,” tandasnya. (Asp)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
