Asep

Asep

Project Humanity UMN Hadirkan Edukasi Mitigasi Bencana di Banten Selatan Lewat Pameran Sawala Lembur

LEBAK, lensafokus.id – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar edukasi mitigasi bencana melalui Event Pameran Sawala Lembur yang berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan bertema "Membangun Kesadaran Mitigasi Bencana, Kenali Alam dan Siagakan Diri" tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 Bayah, Drs. Asep Darmamulya, M.Si. Pameran ini menjadi ruang edukasi, dialog, dan kolaborasi untuk memperkuat budaya sadar bencana di wilayah Banten Selatan.

Pameran Sawala Lembur merupakan bagian dari program Project Humanity yang digagas mahasiswa UMN bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan SMAN 1 Bayah.

Kepala SMAN 1 Bayah, Asep Darmamulya, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah yang berada di kawasan rawan bencana.

"Mitigasi bencana merupakan pengetahuan yang harus dimiliki masyarakat, khususnya para pelajar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya belajar di lingkungan sekolah," ujar Asep.

Penyelenggara Event Sawala Lembur, Gina Fajriatien Nisa, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMN, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil implementasi teori dan pengamatan lapangan yang dilakukan bersama tim mahasiswa UMN sejak April 2026.

Menurut Gina, kolaborasi antara akademisi, sekolah, pemerintah, komunitas, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya mitigasi bencana.

"Sebagai event organizer, saya merasa bangga sekaligus terhormat dapat memfasilitasi ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan besar, yaitu membangun kesadaran mitigasi bencana, mengenali alam, dan menyiagakan diri," katanya.

Ia menambahkan, sebuah kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wadah bertemunya gagasan, pengalaman, dan kesadaran bersama untuk menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif, dekat dengan masyarakat, dan mudah dipahami oleh semua kalangan," ujarnya.

Gina menjelaskan, nama Sawala Lembur dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam bahasa Sunda, sawala berarti ruang bermusyawarah atau bertukar pikiran, sedangkan lembur berarti kampung atau tempat hidup bersama.

"Karena itu, Sawala Lembur kami maknai sebagai ruang bersama untuk berdialog tentang masa depan kampung, tentang bagaimana masyarakat harus siap, sadar, dan tangguh menghadapi ancaman bencana," ungkapnya.

Tema mitigasi tsunami yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah dan kawasan Banten Kidul yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Selain potensi gempa megathrust dan tsunami, wilayah tersebut juga menghadapi ancaman longsor dan banjir yang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah daerah.

"Ancaman itu tidak boleh membuat kita hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, harus menjadi alasan untuk memperkuat kesiapan, memperluas pengetahuan, dan membangun budaya sadar bencana. Sebab, mitigasi terbaik selalu dimulai dari pengetahuan dan kesiapsiagaan," kata Gina.

Sebagai implementasi dari tema tersebut, penyelenggara menghadirkan tiga pendekatan edukasi dalam satu rangkaian kegiatan.

Pertama, peluncuran Buku Katalog Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal karya Cera. Buku tersebut diharapkan menjadi media literasi masyarakat dalam memahami risiko dan langkah-langkah pengurangan dampak bencana.

Kedua, peluncuran board game edukasi tsunami karya Adestua. Permainan edukatif ini dirancang sebagai media pembelajaran kreatif untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

"Belajar tentang kebencanaan tidak harus selalu kaku dan menegangkan. Melalui permainan edukatif, pesan mitigasi dapat lebih mudah dipahami dan diingat, khususnya oleh para pelajar," ujar Gina.

Ketiga, penyelenggaraan talk show kebencanaan yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta membangun dialog mengenai tantangan dan solusi dalam pengurangan risiko bencana.

Gina berharap para siswa SMAN 1 Bayah dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.

"Kalian adalah generasi masa depan Bayah dan Banten Kidul. Mulailah dari mengenali tanda-tanda alam, memahami jalur evakuasi, mengetahui titik aman, hingga berani mengambil keputusan cepat saat keadaan darurat," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Banten Kidul melalui sesi podcast yang dipandu host Jeselyn.

Selain menampilkan tiga program edukasi utama, Pameran Sawala Lembur juga memamerkan sejumlah karya mahasiswa lainnya, di antaranya Buku Saku untuk OSIS karya Ricky, Buku Modul Wali Murid karya Gavriella, serta Buku Guru karya Abigail F. (Red)

Tanam 10.000 Mangrove di Mauk, Bupati Tangerang Apresiasi Kolaborasi Jurnalis Peduli Lingkungan dan Dunia Usaha

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama komunitas jurnalis yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, PT Indah Kiat Pulp & Paper, melakukan penanaman 10.000 batang mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Kecamatan Mauk, Rabu (10/06/26).

Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi peran aktif para jurnalis yang tidak hanya menjalankan fungsi menyebarkan informasi publik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam aksi nyata pelestarian lingkungan dengan aksi penanaman 10 ribu batang mangrove di KUA

"Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup, PT Indah Kiat, teman-teman wartawan dari Jaringan Peduli Lingkungan, menanam 10.000 batang mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk. Ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan bukti nyata kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah, swasta, komunitas, dan insan pers," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, penanaman mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi kawasan pesisir. Selain berfungsi untuk menahan abrasi pantai, mangrove juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar.

"Manfaat mangrove sangat banyak. Yang pertama dapat menahan abrasi, kemudian menghasilkan oksigen yang baik bagi kualitas udara, mendukung penghijauan, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, program seperti ini harus terus kita lanjutkan dan perkuat," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan hutan mangrove yang tumbuh dan berkembang dengan baik juga dapat menjadi daya tarik wisata baru di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang. Salah satunya adalah Ketapang Urban Aquaculture yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi lingkungan dan mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

"InsyaAllah jika mangrove ini tumbuh subur dan semakin banyak, kawasan ini akan semakin hijau dan menarik. Ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar Kabupaten Tangerang untuk datang dan menikmati destinasi Ketapang Urban Aquaculture di Kecamatan Mauk," ungkapnya.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut, khususnya PT Indah Kiat, Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan, serta seluruh relawan dan masyarakat yang terlibat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Indah Kiat, teman-teman wartawan yang peduli terhadap lingkungan, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan pesisir yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya. (Red)

RSUD Tigaraksa Gelar Donor Darah Rutin, Jaga Ketersediaan Stok Darah di Kabupaten Tangerang

TANGERANG, lensafokus.id – RSUD Tigaraksa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, Melalui agenda rutin, rumah sakit milik pemerintah daerah ini kembali menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 1 RSUD Tigaraksa, Rabu (10/6/2026).

Dalam Kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Tigaraksa, dr. Elni Handayani, menyatakan bahwa aksi ini merupakan langkah konkret manajemen dalam merespons tingginya kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan.

"Kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin dari RSUD Tigaraksa yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali. Tujuannya adalah sebagai langkah nyata kami dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya untuk menjaga ketersediaan dan memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat di Kabupaten Tangerang," ujar dr. Elni.

Menariknya, aksi sosial ini tidak hanya menyasar pegawai Pemerintah Kabupaten Tangerang, tetapi juga dibuka lebar bagi masyarakat umum. Pihak manajemen bahkan telah melakukan sosialisasi masif jauh-jauh hari agar gerakan kemanusiaan ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Melihat urgensi pemenuhan stok darah yang dinamis, dr. Elni berharap angka partisipasi masyarakat dapat terus meningkat pada pelaksanaan-pelaksanaan berikutnya.

"Harapan kami ke depan adalah semakin banyak peserta yang ikut berpartisipasi. Kami juga mengajak dan mengimbau masyarakat untuk ikut serta, karena informasi mengenai kegiatan ini sudah disebarluaskan secara luas. Semoga dari waktu ke waktu, antusiasme warga yang berperan serta terus meningkat," tuturnya.

Lebih lanjut, dr. Elni memaparkan bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang memberikan dampak positif timbal balik (win-win solution), baik bagi penerima (resipien) maupun bagi pendonor itu sendiri.

Dari sudut pandang medis, donor darah dapat membantu mengoptimalkan sirkulasi darah. Selain itu, proses ini merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah merah baru sehingga regenerasi darah berlangsung lebih efektif.

"Tentu saja, kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Bagi para pendonor, ini adalah momen untuk berbagi tanpa merasa dirugikan. Secara medis, donor darah justru membuat tubuh menjadi lebih sehat karena dapat memicu proses pembentukan sel-sel darah baru secara lebih cepat," jelasnya.

Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa misi utama dari agenda rutin ini adalah menciptakan keseimbangan antara kesehatan individu dan kepedulian sosial di Kabupaten Tangerang.

"Jadi, tujuan kegiatan ini mencakup dua hal: memberikan manfaat kesehatan bagi pribadi pendonor, sekaligus membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pasokan darah," pungkasnya.

Manfaat nyata dari donor darah ini turut dirasakan oleh salah satu warga Kelurahan Kadu Agung, Asmiati, yang hadir sebagai pendonor. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman rutin yang sudah beberapa kali ia ikuti.

"Tujuan saya rutin mengikuti kegiatan donor darah ini adalah untuk menjaga agar sirkulasi darah di dalam tubuh tetap berjalan dengan lancar, sekaligus berharap setetes darah yang saya donorkan dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain," ungkapnya.

Ia mengaku selalu merasakan efek positif pada tubuhnya pasca-donor seperti tubuh selalu terasa fit dan segar dan badan terasa lebih enak dan terasa ringan. Kesadaran ini membuatnya berkomitmen untuk selalu hadir setiap ada undangan donor darah.

"Saya sudah melakukan donor darah sebanyak enam kali. Jumlah tersebut belum termasuk riwayat donor sebelum saya menggunakan aplikasi," terangnya.

Pada pelaksanaan donor darah kali ini, antusiasme masyarakat dan pegawai cukup tinggi. Tercatat sebanyak 74 orang mendaftar sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 63 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 11 orang lainnya ditunda atau tidak dapat mendonor karena belum memenuhi persyaratan medis, seperti kadar hemoglobin atau tekanan darah yang tidak sesuai standar. (Red)

Sekda Buka Seleksi Wawancara Beasiswa Gemilang 2026 ke Universitas Al-Azhar Kairo

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi membuka Seleksi Daerah Program Beasiswa Luar Negeri dalam skema Beasiswa Gemilang 2026 dengan kampus tujuan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Seleksi wawancara tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Rabu (10/06/2026).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja. Program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Pemkab Tangerang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi muda yang kompetitif di kancah internasional.

Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelontorkan dana sebesar Rp22 miliar khusus untuk program Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemerintah daerah juga berhasil mengoptimalkan daya tampung penerima beasiswa dari target awal 675 orang menjadi 976 mahasiswa.

"Total anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai mahasiswa yang tersebar di 35 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di Mesir, dengan rincian 424 mahasiswa baru, 497 mahasiswa ongoing yang saat ini sedang menempuh perkuliahan, dan 55 mahasiswa penerima bantuan tugas akhir/skripsi," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa, khusus untuk klaster keberangkatan Universitas Al-Azhar Kairo, terdapat lebih dari 50 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi kelayakan awal. Namun, karena keterbatasan kuota formasi, Pemkab Tangerang hanya akan memilih 25 peserta terbaik untuk diberangkatkan pada tahun ini.

"Hari ini kita menunggu hasil akhir seleksi untuk mengumumkan seluruh 976 penerima beasiswa secara terbuka kepada publik. Bagi anak-anakku yang belum beruntung hari ini, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan di tahun depan. Pegang teguh pepatah Labor Omnia Vincit bahwa kerja keras akan mengalahkan segalanya. Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong Indonesia Emas dan Indonesia Maju 2045," jelas Soma Atmaja.

Soma Atmaja mengungkapkan dalam proses seleksi wawancara dirancang secara ketat untuk menguji kesiapan akademis, linguistik, dan spiritual para calon mahasiswa. Tim penguji memberikan instrumen penilaian mendalam mulai dari uji percakapan aktif bahasa Arab, kemampuan membaca sekaligus mengartikan kitab kuning, hingga kelancaran hafalan Al-Qur'an minimal 2 juz.

"Selain kompetensi keagamaan, Pemkab Tangerang juga menerapkan verifikasi faktual yang ketat terkait persyaratan kelayakan ekonomi. Hal ini dilakukan agar program beasiswa penuh tepat sasaran dan diprioritaskan bagi calon penerima berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial," ungkapnya.

Di lokasi yang sama, salah satu peserta seleksi asal Kecamatan Jayanti, Nabila Wardani Haifurrahma, membagikan pengalamannya selama mengikuti proses penyaringan. Alumni Pondok Pesantren Modern Al-Mizan 3 ini menjelaskan bahwa dirinya harus melewati tahapan ujian di Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri ke program Beasiswa Tangerang Gemilang.

Nabila mengungkapkan motivasi besarnya untuk bisa belajar langsung di universitas Islam tertua di dunia tersebut.

"Saya ingin sekali belajar bersama para ulama Al-Azhar. Bagi saya, Al-Azhar merupakan pusat dari moderasi dan keseimbangan dalam ajaran agama Islam. Harapan besar saya, semoga bisa lulus seleksi hari ini, dilancarkan studinya, sukses, dan kelak bisa membahagiakan kedua orang tua," tutur Nabila penuh harap. (Red)

Wabup Intan Tegaskan Lingkungan Pendidikan Harus Bebas Dari Segala Tindakan Kekerasan

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus bebas dari segala bentuk tindakan kekerasan. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka acara sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD/TK di Kabupaten Tangerang, Rabu (10/06/26).

"Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya," tegas Wabup Intan

Dalam sambutannya, dia menyebut bahwa kekerasan terhadap anak bukan hal yang remeh dan sepele. Bentakan, ejekan, atau kata-kata yang merendahkan dan perundungan dapat meninggalkan luka yang membekas dan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Untuk itu, pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang positif, kesabaran, dan keteladanan harus menjadi budaya dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan usia dini

"Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita," ujarnya

Dia juga menyoroti pentingnya peran strategis para guru PAUD dan TK yang sangat luar biasa. Guru PAUD dan TK merupakan salah satu pihak yang terlibat langsung dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhannya. Untuk itu, kerja sama dan kolaborasi yang kuat menjadi kunci suksesnya pembangunan manusia seutuhnya

"Kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan pembangunan manusia seutuhnya. Bapak dan ibu guru merupakan salah satu garda terdepan dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang Layak Anak," tandasnya

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Dia juga mengajak seluruh guru PAUD dan TK di Kab. Tangerang untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi secara aktif menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.

"Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan dengan penuh kasih sayang maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing," imbuhnya

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut dikuti oleh para guru PAUD dan TK dari 29 kecamatan dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Paramadina Jakarta dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Banten.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan kapasitas para pendidik sehingga mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

"Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kapasitas guru PAUD dan TK dalam upaya mencegah, mengenali serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal," jelas Asep. (Red)

VIRAL! Warga Cidadap Bertaruh Nyawa di Sungai Cibuni, Jembatan Gantung yang Dijanjikan Sejak 2017 Tak Kunjung Terwujud

CIANJUR, lensafokus.id – Kesabaran warga Kampung Cidadap, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, tampaknya telah mencapai batas. Setelah hampir satu dekade menanti pembangunan jembatan gantung yang tak kunjung terealisasi, jeritan mereka akhirnya meledak ke ruang publik melalui video yang viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan realitas pahit yang setiap hari dihadapi warga. Di tengah derasnya aliran Sungai Cibuni, masyarakat masih harus mengandalkan rakit sederhana sebagai satu-satunya akses penyeberangan. Kondisi yang dinilai tidak manusiawi itu kini mengundang gelombang simpati sekaligus pertanyaan besar terhadap perhatian pemerintah terhadap daerah pelosok.

Dalam video yang beredar luas, warga memohon langsung kepada Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM atau "Bapak Aing" agar turun tangan menyelesaikan persoalan yang sudah bertahun-tahun membelenggu kehidupan mereka.

Bagi warga Cidadap, jembatan gantung bukan sekadar proyek pembangunan. Jembatan itu adalah harapan, keselamatan, dan masa depan.

Setiap hari, anak-anak sekolah harus menghadapi risiko saat menyeberang sungai. Ibu hamil dan warga yang sakit kesulitan mengakses layanan kesehatan. Para petani pun harus berjibaku membawa hasil panen melewati jalur yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi ancaman maut ketika hujan turun dan debit sungai meningkat.

Tokoh pemuda Kampung Cidadap, Bang Bang Suryana, mengungkapkan bahwa perjuangan masyarakat bukan baru dimulai kemarin. Sejak tahun 2017, berbagai proposal dan permohonan telah diajukan kepada pemerintah daerah.

"Kami sudah berjuang sejak tahun 2017. Tahun 2021 kami kembali mengajukan. Tahun 2023, 2024 sampai 2025 kami terus mendatangi dinas terkait dan memasukkan proposal. Tapi sampai hari ini belum ada realisasi pembangunan jembatan gantung yang kami harapkan," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan panjangnya perjuangan warga yang seolah berjalan di tempat. Pergantian pejabat demi pejabat, kepala bidang demi kepala bidang, ternyata belum mampu melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak.

Ironisnya, di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, warga Cidadap masih harus bergantung pada rakit untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini memunculkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan mengapa kebutuhan dasar yang menyangkut keselamatan warga belum juga menjadi prioritas.

Tak hanya pemerintah daerah, sejumlah warga juga menyoroti minimnya dorongan dari Pemerintah Desa Sukakerta dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Kami hanya ingin diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai aspirasi yang sudah kami suarakan bertahun-tahun terus berakhir tanpa hasil," ujar seorang warga.

Bagi masyarakat Kampung Cidadap, keterlambatan pembangunan jembatan gantung bukan hanya soal tertundanya proyek fisik. Lebih dari itu, keterlambatan tersebut telah memperpanjang penderitaan warga yang setiap hari harus hidup berdampingan dengan risiko kecelakaan dan keterisolasian.

Kini, setelah video mereka viral dan menjadi perhatian publik, harapan baru kembali muncul. Warga berharap pemerintah tidak lagi sekadar mendengar, tetapi segera mengambil langkah konkret.

Sebab bagi masyarakat Cidadap, waktu terus berjalan. Sementara jembatan yang mereka impikan sejak 2017 masih sebatas harapan yang menggantung di atas derasnya Sungai Cibuni.

"Harapan kami sederhana. Kami hanya ingin menyeberang dengan aman. Kami ingin anak-anak berangkat sekolah tanpa rasa takut. Kami ingin jembatan yang sudah lama kami perjuangkan benar-benar dibangun," tutup warga penuh harap. (Asp)

Bupati Tangerang Ajak Guru Ngaji dan Ponpes Bersinergi Cegah Kekerasan Perempuan dan TPPO

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meminta kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah dan para pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO, Selasa (09/06/26)

"Kami mohon sekali lagi bantuannya kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah dan pengelola pondok pesantren, mari kita bergandeng tangan cegah pelanggaran pidana. Jangan pernah lelah dan letih untuk terus mengedukasi masyarakat," pinta Bupati Maesyal Rasyid

Dalam sambutannya, dia menandaskan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang bukan hanya tindak pidana atau pelanggaran hukum semata tapi juga merupakan tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma.

"Kalau ada kejadian seperti ini, bukan urusan pidana atau hukum saja. Persoalan kekerasan ini bukan sekadar pelanggaran hukum pidana, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma agama," tandasnya

Lanjut dia, tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengalami kenaikan setiap tahunnya harus benar-benar menjadi perhatian bersama semua pihak untuk ditekan dan ditangani bersama. Guru ngaji, ustad, ustadzah dan para pengelola Ponpes sebagai salah satu garda terdepan pembinaan umat diharapkan mampu memberikan sumbangsihnya secara nyata mengatasi berbagai tindakan KDRT yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus.

"Saya minta para guru ngaji, kyai, ustad, ustadzah dan pimpinan pondok pesantren bisa terus memberikan edukasi mengenai keharmonisan rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, serta pola asuh yang disisipkan dalam setiap ceramahnya. Supaya kita bersama bisa mengurangi kasus yang mengalami kenaikan setiap tahunnya," imbuhnya

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid juga terus mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak lintas sektor dalam rangka mendukung pemberdayaan lingkungan pesantren untuk aktifitas bina usaha bagi para santri

"Nanti kalau ada tanah di pondok pesantren yang nggak dipakai, kita akan bantu upayakan melalui dinas DP3A atau dinas terkait lainnya untuk bisa ditanamin holtikultura atau juga ditanamin palawija atau bikin bioflok kolam ikan supaya ada kesibukan bagi santri dan guru ngaji dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan," ujarnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran para ustad, ustadzah dan pondok pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah perempuan dan anak serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang.

"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif ustad, ustadzah serta pondok pesantren dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang atau TPPO melalui penguatan pengetahuan kewaspadaan, edukasi masyarakat serta sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan," jelas Asep

Lanjut dia, kegiatan tersebut menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten dan advokat dengan peserta ustad dan ustadzah, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, tokoh agama, para ketua MUI kecamatan serta tokoh masyarakat. (Red)

Pemkab Tangerang Sosialisasikan Program Tilawah Gemilang 2026

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Sosialisasi Program Tilawah Gemilang Tahun 2026 bersama perwakilan pengurus LPTQ dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tangerang pada Selasa (09/06/2026), di Ruang Sinergi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring dan membina potensi terbaik demi generasi Qur'ani yang berdaya saing.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, dalam penyampaiannya menekankan bahwa sosialisasi ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan visi keagamaan daerah. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda berbasis nilai-nilai suci Al-Quran.

"Melalui momentum ini, kita menyatukan visi keagamaan daerah demi masa depan yang lebih baik. Program ini adalah wujud komitmen kita dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Al-Quran," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh camat dan pengurus LPTQ tingkat kecamatan untuk segera menindaklanjuti hasil sosialisasi ini di wilayah masing-masing. Langkah proaktif di tingkat bawah dinilai sangat krusial guna menjaring potensi-potensi religius yang masih terpendam di pelosok desa.

"Sosialisasi kali ini secara khusus membedah berbagai program unggulan dan transformasi perlombaan yang akan dihadapi para calon kafilah, di antaranya cabang Tilawah Anak yang difokuskan pada penguatan fondasi dan keindahan bacaan sejak usia dini," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, untuk menjawab tantangan zaman, bidang Tafsir Al-Quran pada program tahun ini menuntut penguasaan substansi dalam tiga bahasa. Peserta wajib memahami Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab sebagai instrumen diplomasi dakwah di tingkat global.

"Aspek literasi ilmiah keagamaan menjadi fokus utama melalui cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran dan Karya Tulis Ilmiah Hadits. Kedua cabang ini dirancang untuk memacu daya kritis sekaligus kreativitas generasi muda Islam agar mampu mengkaji teks keagamaan secara akademis," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa, Pemkab Tangerang berkomitmen penuh mendukung program ter melalui penyediaan anggaran dan fasilitas. Dukungan tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang religius sekaligus berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Dengan pola pembinaan yang terstruktur, objektif, dan terstandarisasi, diharapkan Kabupaten Tangerang dapat melahirkan kafilah-kafilah tangguh. Kafilah ini siap mempertahankan tradisi juara dan membawa nama daerah di berbagai ajang kompetisi keagamaan," harapnya. (Red)

Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, Pemkot Tangerang Fasilitasi Kerja Sama Kejari dengan Tiga BUMD

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akuntabel, transparan, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dengan tiga BUMD Kota Tangerang di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), yaitu Perumda Tirta Benteng, Perumda Pasar dan PT TNG, Selasa (9/6/26).

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, pendampingan hukum dari Kejari diperlukan agar setiap kebijakan maupun program yang dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, tidak ada keraguan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing institusi.

"Alhamdulillah, baru saja kita menyaksikan penandatanganan kesepakatan atau MoU antara Kejari dengan BUMD Kota Tangerang, yaitu Perumda Tirta Benteng, Perumda Pasar, dan PT TNG. Ini dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, termasuk tata kelola BUMD," ujar Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Pradana Probo Setiarjo menyampaikan, kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan Kejari dalam mengawal pembangunan daerah melalui fungsi pendampingan hukum.

"Tujuannya tentu untuk mewujudkan tata kelola yang baik, sehingga pembangunan berkelanjutan dapat berjalan dengan optimal. Pada akhirnya, hal tersebut akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Pradana.

Ia menambahkan, Kejari Kota Tangerang siap memberikan pendampingan dan bantuan hukum, baik litigasi maupun nonlitigasi, guna memitigasi potensi perbuatan melawan hukum dalam pelaksanaan program-program BUMD.

Di tempat sama, Direktur Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pendampingan hukum menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

"Tata kelola perusahaan menjadi perhatian utama, sehingga kami tidak melakukan kegiatan di luar ketentuan yang berlaku. Pendampingan hukum ini sangat penting, terutama untuk menghindari kesalahan-kesalahan dan membantu penyelesaian persoalan keperdataan yang mungkin terjadi," tutup Doddy. (Red)

Gotong Royong Lindungi Anak di Ruang Digital, YouTube Terbitkan Digital Wellbeing Guidebook Dukung PP TUNAS

Jakarta, lensafokus.id - YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sesuai dengan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Peluncuran buku panduan ini menjadi komitmen nyata YouTube untuk mendukung implementasi regulasi perlindungan anak di ruang digital melalui edukasi yang praktis dan masif bagi orang tua serta pendidik.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa peluncuran Digital Wellbeing Guidebook merupakan langkah penting menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital.

Banyak orang tua masih membutuhkan panduan jelas untuk mendampingi anak berinteraksi dengan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya.

“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” tegas Meutya Hafid saat peluncuran di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Meutya menekankan bahwa orang tua kini harus melindungi anak tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang semakin kompleks.

“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.

Sebagai platform digital, YouTube menjalankan tanggung jawabnya sesuai Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dengan menyediakan edukasi dan panduan praktis bagi orang tua.

“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” jelas perwakilan YouTube.

Buku ini disusun melalui kolaborasi YouTube dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta para ahli terkait.

Meutya menegaskan bahwa tujuan perlindungan anak di ruang digital bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkannya secara aman, sehat, dan sesuai tahap perkembangan usia. (Red)

Page 2 of 279
Go to top