TANGERANG, lensafokus.id – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang kembali memperkuat komitmennya dalam menciptakan tata kelola administrasi yang tertib, aman, dan akuntabel. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan pemusnahan arsip yang diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor BPKAD Kabupaten Tangerang, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam siklus kearsipan instansi. Sekretaris BPKAD Kabupaten Tangerang, Ataullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemusnahan arsip merupakan tahapan krusial dan fase terakhir dari rangkaian pengelolaan arsip yang meliputi penciptaan, penggunaan, penataan, hingga prosedur penghapusan secara resmi.
"Ini merupakan langkah strategis yang komprehensif. Perlu diketahui, sejak tahun 2008, baru kali ini BPKAD kembali melakukan pemusnahan arsip sebagai satu kesatuan rangkaian yang utuh. Pengelolaan arsip ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan upaya menjaga tertib administrasi agar setiap dokumen memiliki kepastian hukum dan status yang jelas," ujar Sekban BPKAD Ataullah.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pemusnahan arsip ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan telah melalui tahapan yang ketat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Landasan hukum yang digunakan antara lain Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012, serta Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) terkait penyusutan arsip. Adapun dokumen yang dimusnahkan merupakan arsip yang telah habis masa retensinya serta dipastikan tidak lagi memiliki nilai guna administratif, hukum, keuangan, maupun historis.
Lebih lanjut, kegiatan pemusnahan ini membawa sejumlah tujuan strategis bagi organisasi, di antaranya:
- Mengoptimalkan pengelolaan ruang penyimpanan arsip fisik
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan kearsipan
- Menjamin keamanan informasi sekaligus menjaga kerahasiaan dokumen negara
- Mendukung transformasi menuju tata kelola arsip yang modern dan digital.
Di era digital saat ini, pengelolaan arsip memegang peranan yang sangat vital sebagai sumber informasi utama, bahan dasar pengambilan keputusan, serta bukti pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, momentum pemusnahan arsip ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran (awareness) seluruh pegawai akan pentingnya tertib arsip yang konsisten mulai dari tahap penciptaan, penyimpanan, hingga penyusutannya.
Ataullah juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai definisi arsip yang sah di lingkungan kerja. Menurutnya, sebuah surat resmi baru dikategorikan sebagai arsip setelah melalui proses paraf berjenjang dari pelaksana hingga eselon 3, dan diakhiri dengan tanda tangan oleh Kepala Perangkat Daerah. Proses ini mencerminkan tanggung jawab yang besar, sehingga dokumen tidak boleh dimusnahkan secara sembarangan hanya karena kesalahan teknis atau keinginan sesaat untuk sekadar mengosongkan ruang kerja.
Selain itu, sejalan dengan adaptasi terhadap era Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Sekban menekankan bahwa meskipun operasional mulai beralih ke ranah digital, jejak rekam data akan tetap tercatat di sistem komputer.
"Di era SPBE saat ini, setiap aktivitas mulai dari pembuatan dokumen hingga proses penyuntingan tercatat dalam sistem komputer kita. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan arsip agar selaras dengan prinsip efisiensi, tata kelola yang bersih, akuntabel, serta mendukung gerakan go green melalui efisiensi penggunaan kertas," pungkasnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antar-instansi dengan melibatkan Dinas Perpustakaan dan Arsip, Inspektorat, serta Bagian Hukum Kabupaten Tangerang. Di akhir acara, Sekban Ataullah menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan teknis berkelanjutan yang telah diberikan oleh pihak-pihak terkait demi kelancaran agenda ini. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta pengurus UMKM Kec. Kelapa Dua harus kreatif dan inovatif dalam rangka membantu dan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Kec. Kelapa Dua
Hal tersebut diutarakan Wabup Intan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus UMKM Kecamatan Kelapa Dua Masa Bakti 2026-2029 yang dirangkaikan dengan peluncuran katalog UMKM edisi kedua, serta pembekalan pengurus UMKM, Kamis (16/07/26)
"Pengurus UMKM harus mampu berpikir kreatif, kekinian dan harus inovatif dalam menjalankan seluruh kegiatannya, membantu para pelaku usaha di Kecamatan Kelapa Dua," pinta Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang telah terbukti nyata mampu bertahan di masa-masa sulit dan tantangan perkembangan zaman. Penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital harus terus didorong agar UMKM bisa mampu bersaing
"Kondisi ekonomi sekarang menuntut kita berpikir untuk kreatif dan inovatif, menciptakan hal-hal yang baru. Saya percaya kondisi sesulit apapun yang namanya UMKM itu pasti bisa survive karena zaman covid justru yang tidak tutup itu UMKM usaha rumahan. Peningkatan kualitas SDM, penguatan kelembagaan, perluasan akses pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital harus terus kita dorong agar UMKM juga bisa bersaing," ujarnya
Dia juga sangat mengapresiasi penerbitan katalog UMKM Kec. Kelapa Dua sebagai upaya untuk menghimpun berbagai UMKM yang ada, mulai dari jenis produk yang dihasilkan, lokasi, maupun legalitas yang dimilki agar bisa dikenal lebih luas masyarakat
"Peluncuran katalog UMKM edisi kedua menjadi langkah yang sangat baik. Produk UMKM yang masuk katalog ini adalah produk-produk yang sudah dikurasi jadi terjamin kualitas dan legalitasnya," ujarnya
Dia juga berharap katalog UMKM Kec. Kelapa Dua terus dikembangkan menjadi platform digital agar lebih cepat dan luas dikenal, bukan lokal dan nasional tapi juga internasional
"Saya berharap ini juga ada wadah digitalnya sehingga pesanan bisa langsung melalui digital bukan cuma di sekitar Kabupaten Tangerang tapi bisa go nasional atau internasional. Mari kita jadikan semangat kebersamaan sebagai kekuatan untuk terus membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh dan sejahtera," pungkasnya
Sementara itu, Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat mengungkapkan potensinya UMKM di wilayahnya, bukan hanya ibu-ibu rumah tangga tapi juga ada generasi muda. Kecamatan Kelapa Dua berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi menghadirkan wirausaha-wirausaha baru yang bisa menggerakan potensi lokal dan memperluas lapangan kerja
"Potensinya UMKM bukan hanya emak-emak tapi juga anak muda dan hari ini kecamatan Kelapa Dua memghadirkan wirausaha baru, wirausaha muda dan hari ini kita ingin kolaborasi untuk membangun dan mendorong produk kita lebih unggul," ujar Dadang
Pihaknya juga berkomitmen untuk mengembangkan Katalog UMKM yang saat ini masih manual menjadi digital dan membuat branding ke perusahaan perusahaan sehingga dapat lebih mudah dikenal dan menjaring pasar potensial utuk produk-produk unggulan UMKM di Kec. Kelapa Dua. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dr. Ivan Yustiavandana meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 1 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Balaraja, Kamis (16/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala PPATK, Jamintel Kejaksaan Agung RI, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Sekolah ini berdiri di atas lahan hibah Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada Pemerintah Provinsi Banten agar dapat dibangun menjadi sekolah khusus. Alhamdulillah saat ini telah menampung sekitar 290 siswa dan jumlahnya akan terus bertambah," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan dan tumbuh kembang para siswa agar mampu belajar secara mandiri serta menggapai masa depan yang lebih baik. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama sebagai generasi penerus bangsa yang harus memperoleh pelayanan, pendidikan, dan kesempatan yang setara.
"Mereka mungkin berbeda secara fisik ataupun cara belajar, tetapi mereka adalah bagian dari kehidupan kita, ciptaan Tuhan yang memiliki hak yang sama. Tugas kita adalah saling menyayangi, menghormati, dan memberikan kesempatan terbaik bagi mereka untuk meraih masa depan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 24 Tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Gernas APU PPT) yang mengusung semangat "Indonesia Anti Pencucian Uang 24 Karat".
Ia menjelaskan, pelaksanaan Program MBG di SKhN 1 Kabupaten Tangerang menjadi contoh baik karena sepenuhnya didukung oleh dana CSR perusahaan swasta melalui Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa tanpa menggunakan anggaran APBN.
"Program makan bergizi gratis ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan, bukan dari APBN. Kami berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi benchmark nasional dalam mendukung pelaksanaan Program MBG," ujar Ivan.
Ia menambahkan bahwa memuliakan anak-anak berkebutuhan khusus merupakan bentuk nyata bela negara sekaligus bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif.
"Kita harus memuliakan saudara-saudara kita yang luar biasa. Mereka memiliki kemampuan dan potensi yang harus terus kita dukung. PPATK siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh mitra untuk memperluas gerakan kepedulian ini," imbuhnya.
Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Mantovani, menyampaikan terima kasih kepada PPATK dan para donatur, serta seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan Program MBG bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan cara belajar yang berbeda sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi mereka.
"Program MBG berbasis CSR ini menjadi bentuk kasih sayang sekaligus investasi masa depan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sebagai dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto," ujar Cahaya.
Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam rangka membangun ekosistem yang inklusif sehingga tidak ada lagi stigma negatif terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup, belajar, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan perpustakaan modern di lingkup Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (16/07/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan perpustakaan modern di Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu dari 6 perpustakaan modern yang akan dibangun di tahun 2026 dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat. Selain di Kec. Kelapa Dua, perpustakaan modern juga akan dibangun di Kec. Legok, Tigaraksa, Panongan, Balaraja, dan Kec. Jayanti
"Alhamdulillah sudah selesai dibangun. Perpustakaan modern di Kecamatan Kelapa Dua ini merupakan salah satu dari 6 perpustakaan yang akan dibangun tahun 2026 sebagai sarana salah satu program unggulan bupati dan wakil bupati untuk menggencarkan literasi di tengah masyarakat," ungkap Wabup Intan
Dia menyebut literasi juga merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya bisa dilihat dan dirasakan hari ini, namun sangat menentukan kualitas generasi di masa mendatang. Budaya gemar membaca, gemar belajar, dan terbuka terhadap pengetahuan adalah bagian dari pembangunan fondasi kemajuan daerah yang kokoh. Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan perpustakaan modern Kecamatan Kelapa Dua dengan sebaik-baiknya.
"Mari jadikan perpustakaan sebagai pusat tumbuhnya gagasan, lahirnya inovasi, dan berkembangnya semangat belajar sepanjang hayat. Semoga kehadiran perpustakaan modern ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan perpustakaan lainnya di Kabupaten Tangerang, sehingga budaya literasi terus tumbuh dan menjadi fondasi bagi kemajuan daerah kita," ujarnya
Dia berharap perpustakaan tersebut tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga ruang belajar, ruang berkarya, berdiskusi dan ruang kolaborasi serta sumber inspirasi bagi masyarakat Kelapa Dua
"Siapapun boleh datang ke sini. Insya Allah nanti akan ada beberapa event seperti bedah buku dan juga story telling di sini, jadi kita manfaatkan ruang literasi ini seluas-luasnya. Kita berharap perpustakaan ini menjadi ruang literasi, ruang diskusi, juga ruang kolaborasi dan inspiratif bagi anak-anak yang ada di sekitar Kecamatan Kelapa Dua," harapnya
Sementara itu, Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat mengungkapkan rasa syukurnya atas dipilihnya Kec. Kelapa Dua sebagai lokus pembangunan perpustakaan modern oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab. Tangerang. Keberadaan perpustakaan tersebut semakin menambah kenyamanan masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluannya.
"Kami merasa bersyukur dan bangga dari 6 kecamatan yang menjadi lokus program di tahun 2026 dan pertama yang diresmikan.
Kecamatan Kelapa Dua semakin kekinian dan representatif karena beberapa pelayanan ada di sini termasuk juga UPT Bapenda. Sambil menunggu antrian, masyarakat bisa baca di sini dan menjadi ruang diskusi," ujar Dadang
Lanjut dia, perpustakaan modern tersebut tidak hanya berisi buku-buku yang tersusun rapi tetapi juga perangkat digital yang difasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang
"Perpustakaan modern di Kecamatan Kelapa Dua ada dua model yang pertama di dalam lingkup Kantor Kecamatan Kelapa Dua dan yang kedua ada di desa Curug Sangereng," imbuhnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi SMP dan SMK Satya Muda Gemilang di Kecamatan Tigaraksa, dalam rangka monitoring dan memberikan motivasi kepada para peserta didik baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/26).
Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan Camat Tigaraksa. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran Yayasan Satya Muda Gemilang, para guru, serta ratusan siswa baru yang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS.
Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran yayasan dan pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan MPLS secara edukatif, semangat dan keakraban.
"Kami mengapresiasi pelaksanaan program MPLS yang berjalan dengan baik. Kami juga melihat adanya perkembangan jumlah peserta didik di sekolah ini yang menunjukkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat," ujar Bupati Maesyal
Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting sebagai langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter yang kuat sejak dini.
"Manfaatkan masa MPLS ini dengan sebaik-baiknya. Kenali guru-gurunya, lingkungan sekolahnya, dan teman-teman barunya. Bangun semangat belajar sejak hari pertama. Tanamkan disiplin, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih kesuksesan tidak dapat diraih secara instan. Kesuksesan membutuhkan proses panjang yang diisi dengan kerja keras, ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
"Tidak ada kesuksesan yang datang begitu saja. Semua membutuhkan proses, usaha, dan doa. Kalian adalah calon pemimpin masa depan Kabupaten Tangerang, maka persiapkan diri mulai dari sekarang dengan belajar sungguh-sungguh," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Satya Muda Gemilang, Mas Iman Kusnandar, mengaku bersyukur atas kehadiran Bupati Tangerang beserta jajaran yang dinilainya menjadi suntikan motivasi bagi para siswa baru.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kehadiran beliau menjadi penyemangat sekaligus motivasi bagi anak-anak kami untuk lebih giat belajar dan berani memiliki cita-cita yang tinggi," ujar Mas Iman.
Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta didik di SMP dan SMK Satya Muda Gemilang terus mengalami peningkatan yang signifikan.
"Alhamdulillah, pada tahun ajaran 2026 jumlah peserta didik secara keseluruhan, baik SMP maupun SMK, telah mencapai sekitar 400 siswa. Ini merupakan peningkatan yang sangat membanggakan dibandingkan pada awal berdirinya yang hanya sekitar 51 siswa. Kepercayaan masyarakat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan," katanya.
Mas Iman menambahkan, khusus jenjang SMK, saat ini tersedia tiga program keahlian yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri, yakni Manajemen Perkantoran, Teknologi Digital, dan Teknik Otomotif.
"Kami terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ketiga program keahlian tersebut kami kembangkan agar lulusan memiliki kompetensi, keterampilan, serta karakter yang siap memasuki dunia kerja," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan kerja berkeliling Kecamatan Tigaraksa untuk memantau pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran. Rabu, (15/07/26)
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid meninjau rumah calon penerima bantuan di Kampung Babakan, Desa Pematang, serta mengecek hasil pembangunan RTLH di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, sekaligus memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar mendapatkan hunian yang layak dan akses air bersih
"Hari ini kita bersama melihat dan mengecek langsung, baik itu kondisi warga calon penerima program maupun hasil program RTLH yang telah dilaksanakan. Kita ingin memastikan rumahnya nanti benar-benar layak dan ada akses air bersihnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah milik Ibu Dalilah di Kampung Babakan, Desa Pematang. Rumah tersebut dipastikan segera direhabilitasi melalui program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis) sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini kami datang langsung ke rumah Ibu Dalilah untuk memastikan rumah ini segera dibangun atau direhabilitasi agar menjadi rumah yang sehat dan layak huni. Ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dilakukan secara bertahap," ujarnya
Selain memastikan pembangunan rumah, ia memperhatikan kondisi kesehatan Ibu Dalilah yang sedang sakit. Pada kesempatan tersebut, dia menginstruksikan kepada petugas Puskesmas yang turut hadir untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
"Alhamdulillah, Ibu Dalilah juga langsung ditangani oleh Puskesmas. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan. Pemerintah tidak hanya memperhatikan kondisi rumahnya, tetapi juga kesehatan warganya," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari Program Gebrak Pakumis, sebagai salah satu upaya Pemkab Tangerang untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Tangerang.
Selain persoalan rumah tidak layak huni, pihaknya juga menyoroti adanya usulan masyarakat tentang kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi kendala warga, terutama saat musim kemarau. Ia pun langsung menginstruksikan kepada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) untuk segera menyediakan solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi masalah tersebut
"Untuk kebutuhan air bersih, tadi saya sudah minta Kadis Perkim segera menyiapkan toren air dan tangki air sementara. Selanjutnya akan dilakukan pengeboran sumur agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih baik, khususnya saat musim kemarau," tandasnya.
Usai meninjau rumah Ibu Dalilah, Bupati melanjutkan kunjungan ke Desa Cileles untuk melihat secara langsung hasil pembangunan RTLH yang telah selesai dikerjakan. Tiga rumah yang dikunjungi tersebut milik Ibu Jakari, Ibu Amaidah, dan Ibu Asmin yang sebelumnya telah mendapat bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal Rasyid juga melakukan dialog dengan para penerima manfaat untuk memastikan kondisi rumah yang telah dibangun benar-benar memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat
Salah seorang penerima bantuan RTLH, Ibu Jakari, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Bupati Tangerang beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang atas kepedukian dan bantuan yang telah diberikan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan seluruh jajarannya yang telah membangun rumah saya menjadi layak huni. Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus, lebih nyaman ditempati, dan saya sangat bersyukur Bapak Bupati bisa membantu rumah saya," ungkap Ibu Jakari. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online dengan tidak lagi bertumpu pada pemutusan akses situs semata, tetapi menyasar seluruh mata rantai kejahatan digital yang menopang operasinya.
Pendekatan baru ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memutus aliran dana, menindak pelaku, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak perjudian online.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online hanya akan efektif jika dilakukan secara menyeluruh.
“Pemberantasan judi online harus dilakukan menyeluruh. Tidak cukup atau tidak boleh berhenti hanya pada pemutusan akses situs, tetapi harus menyasar keseluruhan ekosistemnya,” ujar Meutya dalam OJK Banking Forum 2026 bertema Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi Perbankan serta Peningkatan Upaya Pemberantasan Kejahatan Keuangan dan Perjudian Online di Era Digital di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Meutya, strategi tersebut diperkuat melalui sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri perbankan, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi itu juga didukung Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang menjadi landasan penanganan judi online secara terpadu.
“Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 memperkuat sinergi antarinstansi dalam pemberantasan judi online. Penanganannya harus terintegrasi, mulai dari pemutusan akses, pemutusan aliran dana, hingga penegakan hukum,” katanya.
Meutya menekankan pemblokiran situs harus diikuti pemutusan rekening-rekening penampung yang menjadi jalur utama perputaran dana perjudian online.
“Pemutusan akses situs harus dibarengi dengan mengamputasi ‘leher’ ekosistem judi online, yaitu rekening-rekening penampung. Karena itu kolaborasi Komdigi, OJK, industri perbankan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kejahatan ini,” tegasnya.
Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Komdigi telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan konten bermuatan judi online. Bersama OJK, Komdigi juga melaporkan sekitar 38 ribu rekening yang diduga terkait aktivitas perjudian online, dengan sekitar 32.500 rekening telah ditutup setelah melalui proses cleansing.
Meutya mengapresiasi komitmen OJK dan industri perbankan dalam memperkuat pengawasan terhadap rekening mencurigakan serta mendorong penguatan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) agar penyalahgunaan rekening dapat dicegah sejak awal.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari kejahatan keuangan kini menjadi tantangan utama sektor jasa keuangan.
“Tugas kita bukan hanya memastikan perbankan tetap sehat, tetapi juga melindungi masyarakat dari berbagai modus scam dan judi online yang dapat menggerus kepercayaan terhadap sistem keuangan,” ujarnya.
Friderica menambahkan transformasi digital harus diiringi penguatan tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang aman, tepercaya, dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan perbankan memegang peran sentral dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
“Peningkatan upaya pencegahan kejahatan keuangan yang memanfaatkan layanan perbankan serta penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi hal yang strategis di era transformasi digital,” katanya.
Menurut Dian, hingga Mei 2026 OJK mencatat 2,8 juta penolakan hubungan usaha dengan calon nasabah, 51,2 ribu penutupan hubungan usaha terhadap nasabah yang terindikasi terkait judi online, serta 32.454 rekening diblokir setelah melalui proses Enhanced Due Diligence (EDD).
Meutya optimistis pendekatan yang menyasar seluruh ekosistem akan membuat pemberantasan judi online lebih efektif.
“Pemberantasan judi online hanya akan berhasil jika seluruh ekosistemnya kita putus bersama. Bukan hanya situsnya, tetapi juga aliran dananya, identitas pelakunya, serta penegakan hukumnya. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kita optimistis dapat menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan sehat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menyelenggarakan Workshop Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di seluruh perangkat daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen dalam memastikan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat yang setara, adil, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.
Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman menekankan bahwa Pengarusutamaan Gender merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis. Melalui PUG, setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan dirancang dengan memperhatikan kebutuhan, pengalaman, peran, serta akses yang berbeda antara perempuan dan laki-laki.
"Kami mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak memandang pelaksanaan Pengarusutamaan Gender sebagai beban administrasi semata, melainkan sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk menghadirkan pembangunan yang lebih berkualitas, tepat sasaran, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa workshop tersebut menjadi ajang diskusi untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan serta merumuskan solusi aplikatif dalam penerapan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimis dapat terus meningkatkan capaian dalam pelaksanaan PUG demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
"Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, konsolidasi, dan penguatan komitmen antarperangkat daerah. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk lebih memahami indikator penilaian serta mampu menyiapkan data dan dokumen pendukung secara lebih berkualitas dan tertib," ungkapnya
Sebagai informasi, Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta menghadirkan narasumber yang ahli di bidang kebijakan PUG untuk memberikan pendampingan teknis kepada para peserta. (Red)
SERANG, lensafokus.id – Aliansi Mahasiswa Demokrasi Banten Bersatu (AMDBB) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan memperoleh air bersih dan kebutuhan pokok dengan menggelar kegiatan bakti sosial di sejumlah wilayah Provinsi Banten.
Dalam aksi sosial tersebut, AMDBB menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga lokasi di Kecamatan Tirtayasa, yakni Kampung Tirtayasa, Kampung Laban, dan Kampung Samparwadi. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Selain itu, AMDBB juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat di Perumahan Griya Karundang Asri, Kecamatan Pontang, dan Kecamatan Cikande sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Demokrasi Banten Bersatu (AMDBB), Nur Hadi, mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama.
"Mahasiswa harus hadir bukan hanya ketika menyampaikan kritik, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan nyata. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa juga memiliki kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan," ujar Nur Hadi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, AMDBB berupaya hadir langsung memberikan bantuan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
AMDBB berharap bantuan air bersih dan paket sembako yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.
Organisasi tersebut juga mengajak pemerintah, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus bersinergi dalam menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat langkah mitigasi pascakebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Upaya tersebut dibahas dalam Forum Koordinasi Pimpiman Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (14/7/26).
Pertemuan tersebut dihadiri unsur pemerintah pusat, Forkopimda, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, serta para relawan yang bertujuan untuk mengevaluasi hari terakhir masa status kedaruratan serta penyusunan langkah-langkah pada masa transisi pascakebakaran.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan penanganan tidak berhenti setelah berakhirnya status kedaruratan. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur Satgas akan tetap melaksanakan berbagai upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api selama musim kemarau.
"Hari ini kami melakukan evaluasi sekaligus merancang upaya-upaya pada masa transisi pascakebakaran. Walaupun status kedaruratan akan berakhir, mitigasi tetap harus dijalankan oleh seluruh pihak, khususnya BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan OPD terkait, karena kita masih menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang," ujar Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, Pemkab Tangerang akan melanjutkan upaya pembasahan atau pendinginan secara berkala di seluruh area TPA Jatiwaringin melalui personel BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan tidak ada bara api yang muncul kembali.
"Kami masih terus melakukan penyiraman, pembasahan, dan pendinginan di seluruh area TPA Jatiwaringin. Petugas tetap siaga agar kondisi benar-benar aman dan tidak muncul kembali titik api selama musim kemarau," katanya.
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek dan jangka panjang, Pemkab Tangerang juga akan memperkuat infrastruktur penyediaan air di kawasan TPA. Upaya tersebut meliputi pembangunan dua unit toren air, pemasangan bioblock sebagai cadangan air, penyediaan mesin alkon berdaya semprot hingga 100 meter untuk menjangkau area yang sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran, hingga perencanaan pembangunan tandon air berkapasitas besar.
"Atas arahan dan masukan yang kami terima, pembangunan sarana penyediaan air akan segera kami realisasikan. Selain toren dan bioblock, kami juga menyiapkan mesin alkon agar proses pembasahan dapat menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan pemadam kebakaran," jelasnya.
Lanjutnya, masa transisi pascakebakaran belum dapat ditentukan batas waktunya karena sangat bergantung pada situasi dan kondisi musim kemarau. Oleh sebab itu, berbagai langkah mitigasi akan terus dilakukan hingga situasi dinilai benar-benar aman.
"Kami tidak bisa menentukan batas waktunya karena bergantung pada kondisi musim kemarau. Selama masih berpotensi terjadi kebakaran, penyiraman dan pembasahan akan terus dilakukan sebagai bagian dari mitigasi," ungkapnya.
Selain fokus pada penanganan di area TPA, Pemkab Tangerang juga akan terus memantau kondisi kesehatan masyarakat di sekitar lokasi melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap warga terdampak.
"Kondisi masyarakat sekitar juga terus kami pantau melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas agar dampak yang ditimbulkan dapat segera ditangani," tuturnya.
Bupati Maesyal menambahkan, Satgas Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin tetap dipertahankan meskipun status kedaruratan akan dicabut. Menurutnya, keberadaan Satgas yang melibatkan seluruh unsur Forkopimda menjadi kunci agar koordinasi dan penanganan di lapangan tetap berjalan secara terintegrasi.
"Satgas tetap diberlakukan. Seluruh unsur Forkopimda, BPBD, dan perangkat daerah terkait tetap bekerja bersama agar penanganan dan mitigasi berjalan terkoordinasi dengan baik. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan kita dalam mengantisipasi kondisi serupa di masa mendatang," imbuhnya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
