TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi meluncurkan layanan Investment and Potential Object Tangerang (IPO-T) bertajuk "Investasi Digital, Peluang Optimal". Layanan tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Lemo Hotel Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah. Menurutnya, di tengah perkembangan era digital, pemerintah dituntut untuk terus menghadirkan layanan informasi investasi yang mudah diakses, akurat, dan terpercaya untuk memberikan kemudahan bagi calon investor dalam mengenali potensi daerah yang dimiliki.
"Melalui DPMPTSP, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan Aplikasi IPO-T sebagai inovasi digital yang menghimpun informasi potensi investasi dalam satu platform. Kami berharap aplikasi ini menjadi media promosi yang efektif sekaligus memudahkan investor memperoleh informasi peluang investasi secara cepat, transparan, dan terpercaya," ujar Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, kehadiran IPO-T merupakan wujud komitmen Pemkab Tangerang dalam memperkuat pelayanan publik berbasis digital sekaligus meningkatkan daya saing daerah melalui kemudahan aksesq informasi investasi.
"Saya berharap IPO-T dapat meningkatkan realisasi investasi di Kabupaten Tangerang yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Bupati Maesyal juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk aktif memperbarui data potensi wilayah agar setiap informasi yang disajikan selalu lengkap, mutakhir dan terkini. Ia pun mengundang para pelaku usaha, investor, dan akademisi untuk memanfaatkan IPO-T sebagai sarana membangun kolaborasi dan membuka peluang investasi baru di Kabupaten Tangerang.
"Keberhasilan aplikasi ini membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Kabupaten Tangerang akan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki iklim investasi yang kondusif dan potensi ekonomi yang kompetitif," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan mengatakan, aplikasi IPO-T merupakan inovasi digital yang menghimpun data potensi dan peluang investasi di Kabupaten Tangerang dalam satu platform digital yang mudah diakses oleh calon investor.
"Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan aplikasi IPO-T atau Investment and Potential Object Tangerang. Di dalamnya memuat data potensi dan peluang investasi dari berbagai sektor, seperti industri, perdagangan, kesehatan, hingga UMKM yang disajikan per kecamatan," ujar Hendar.
Dia menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi investasi yang berbeda. Sebagai contoh, Kecamatan Kelapa Dua memiliki peluang pada sektor jasa, kawasan hunian, dan pendidikan swasta, sedangkan Kecamatan Kresek lebih berpotensi di sektor pertanian serta pengolahan dan ketahanan pangan. Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi referensi awal bagi para investor dalam menentukan lokasi investasi.
Hendar menambahkan, berbeda dengan aplikasi layanan perizinan yang telah dimiliki DPMPTSP, IPO-T tersebut berfungsi sebagai pusat informasi investasi. "Kalau aplikasi yang lain fokus pada pelayanan perizinan, IPO-T justru menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan calon investor. Jadi mereka tidak perlu lagi mencari informasi ke masing-masing perangkat daerah karena semuanya sudah kami himpun dalam satu aplikasi yang dapat diakses melalui ponsel maupun laptop," jelasnya.
Saat ini, lanjut Hendar, IPO-T baru memuat data dari lima kecamatan dan akan terus dikembangkan hingga mencakup seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
"Data yang tersedia akan terus diperbarui dan ke depan direncanakan terintegrasi dengan aplikasi Potensi dan Informasi Regional (PIR) milik BKPM agar data investasi daerah dan nasional dapat saling terhubung," imbuhnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lontar 2, Kecamatan Kemiri yang telah selesai direnovasi dengan memanfaatkan material fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU Lontar sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Rabu (22/7/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada PLTU Lontar yang telah mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui renovasi ruang belajar di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1.
"Hari ini kita meresmikan hasil renovasi di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1. Total ada lima unit yang dibangun, empat unit di SDN Lontar 2 dan satu unit di SDN Klebet 1. Ini merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya penyediaan sarana dan prasarana belajar yang layak," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, salah satunya perbaikan ruang kelas yang belum direnovasi agar seluruh bangunan sekolah memiliki kualitas yang seragam dan semakin nyaman digunakan oleh para siswa maupun tenaga pendidik.
"Pemkab Tangerang akan menyesuaikan dengan bangunan yang sudah direnovasi oleh PLTU Lontar. Ruang kelas lainnya akan kami rehabilitasi agar seluruh fasilitas sekolah menjadi lebih baik, sehingga proses belajar mengajar berlangsung nyaman, aman, bersih, sehat, dan tertib," katanya.
Bupati berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PLTU Lontar terus berlanjut melalui berbagai program CSR lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami juga berharap kerja sama ini dapat diperluas, tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga program bedah rumah, kesehatan, dan program sosial lainnya. Saya meminta Pak Camat terus memfasilitasi agar program CSR PLTU Lontar dapat menjangkau lebih banyak desa di Kecamatan Kemiri," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dili Windu Rezeki Sugandi, melaporkan bahwa SDN Lontar 2 berdiri di atas lahan seluas 1.978 meter persegi dengan total tujuh ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta fasilitas pendukung lainnya.
Melalui program CSR PLTU Lontar, sekolah tersebut dapat memperoleh bantuan renovasi 3 ruang kelas, satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan satu fasilitas sanitasi. Sedangkan SDN Klebet 1 sebelumnya telah mendapatkan renovasi satu ruang kelas sejak Desember 2025.
"Perbaikan di SDN Lontar 2 dilaksanakan mulai Maret hingga Juli 2026. Alhamdulillah seluruh pekerjaan telah selesai dan hari ini dapat diresmikan. Kami menyampaikan terima kasih kepada PLTU Lontar atas dukungan yang diberikan dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Tangerang," ucapnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten melakukan kunjungan verifikasi lapangan di Posyandu Mawar 3, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kegiatan evaluasi ini digelar untuk memantau penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, Rabu (22/07/2026).
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengapresiasi kesiapan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta kader masyarakat Desa Sukamantri dalam menyelenggarakan pelayanan publik terintegrasi. Ia menegaskan bahwa penilaian lapangan ini merupakan sarana evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa.
"Penilaian ini menjadi sarana belajar bersama dan memperkuat inovasi pelayanan enam SPM. Posyandu harus berfungsi optimal sebagai sarana pelayanan publik yang paling dekat dengan pemukiman warga," ujar Tinawati.
Mewakili Bupati Tangerang, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tangerang Prima Saras Puspa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan dasar melalui Posyandu Mawar 3 yang telah beroperasi sejak 2015.
Prima menyampaikan bahwa Posyandu Mawar 3 terpilih menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata.
"Posyandu Mawar 3 menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata," kata Prima
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai dinas teknis, unsur kecamatan, perangkat desa, serta organisasi kemasyarakatan lokal. Menurutnya, kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu. Integrasi layanan 6 SPM diharapkan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah," ungkap Rismawati
Dalam kunjungan evaluasi tersebut, Tim Penilai Provinsi Banten bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung enam titik lokasi pelayanan terpadu. Peninjauan mencakup Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar terpadu bagi balita, ibu hamil, remaja, hingga lansia, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu, Bank Sampah untuk pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga, Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah pemanfaatan pekarangan dan ketahanan pangan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pendataan perbaikan hunian masyarakat, serta Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) guna menjaga ketenteraman dan ketertiban desa.
Sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penguatan operasional dan kesejahteraan warga, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama instansi terkait menyalurkan sejumlah bantuan stimulan.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa menyerahkan dua buah puzzle edukatif untuk Ketua TP Posyandu Desa. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyerahkan benih kangkung dan sawi untuk kader, sedangkan Dinas Kesehatan memberikan buku pedoman serta media sosialisasi.
Bantuan sosial dan pendidikan turut disalurkan berupa satu unit kursi roda dan alat bantu jalan dari Dinas Sosial, 30 paket buku gambar dan pensil warna dari Dinas Pendidikan, serta 40 buku mewarnai dari DP3AKKB untuk anak PAUD. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan 10 pasang sepatu bot untuk kepala desa dan lurah, BKKBN memberikan 50 butir telur untuk kader, serta Unit Pengumpul Zakat menyalurkan 10 paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat.
Rangkaian kegiatan evaluasi lapangan diawali dengan penyambutan tim penilai, dilanjutkan sesi pembukaan, paparan situasi Posyandu, dan penyerahan bantuan secara simbolis.
Turut hadir jajaran pimpinan dinas teknis terkait meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Bappeda serta Satpol PP, Camat Pasar Kemis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Sukamantri serta perwakilan UPT Puskesmas, KUA, MUI, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan para kader Posyandu Mawar. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Cikupa khususnya di Kelurahan Sukamulya terus berupaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan asri melalui partisipasi aktif dalam Lomba Kampung Hijau dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Tangerang. Penilaian lomba ini secara resmi dilaksanakan pada Rabu (22/07/2026) di Kantor Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Keikutsertaan dalam perlombaan ini merupakan bentuk ikhtiar nyata dan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat setempat. Fokus utamanya bukan semata-mata untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sebagai wadah edukasi untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup yang bersih dan sehat di tengah masyarakat.
Lurah Sukamulya, Soni Rahmat Sonjaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya terencana guna membentuk masyarakat yang unggul. Ia menegaskan bahwa inti dari perlombaan ini adalah menjaga dan menumbuhkan perilaku positif secara berkelanjutan di lingkungan warga.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, serta membudayakan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Ia menjelaskan, Dalam pelaksanaannya, tim penilai memusatkan kunjungannya atau lokus penilaian di RW 11, Perumahan Mediterania 2, Kelurahan Sukamulya. Kawasan ini tidak hanya menjadi area penilaian, tetapi juga diproyeksikan menjadi kampung percontohan bagi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) lainnya dalam menata lingkungan yang ideal.
"Ini sekaligus menjadi kampanye, menjadi contoh bagi RT/RW yang lain dalam rangka menata kampung, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman. Bukan kejuaraannya yang kami kedepankan, tetapi kampanye pola hidup sehatnya yang luar biasa," tambahnya menegaskan.
Sementara itu, perwakilan dari Forum Kabupaten Tangerang Sehat Emong Wiharya, yang hadir melakukan visitasi memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian warga dan sinergi yang terjalin. Kolaborasi aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW, dinilai sangat baik dan terkesan positif dalam mengimplementasikan instrumen-instrumen PHBS.
"Tentu kami mengapresiasi kemandirian masyarakat serta kolaborasi dari aparatur pemerintah. Terkesan di sini kami melihat masalah PHBS sudah sangat terwakili, dan pembinaan Asuhan Mandiri Toga (Tanaman Obat Keluarga) juga sudah berjalan kolaboratif. Lingkungannya cukup nyaman," jelasnya.
Lebih lanjut, pemanfaatan lahan lingkungan di RW 11 dinilai sangat produktif, salah satunya dibuktikan dengan eksistensi Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT di wilayah ini terpantau telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
"Ke depannya, program Kampung Hijau ber-PHBS ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek penataan lingkungan fisik semata. Kontribusi nyata dari inisiatif warga dan edukasi berkelanjutan ini diharapkan dapat membantu posyandu setempat dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan gizi anak-anak, serta menginspirasi kampung-kampung lain untuk bersama-sama mewujudkan kawasan yang luar biasa nyaman, bersih, dan asri," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri sekaligus membuka Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Tangerang di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa, Rabu (22/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan Warteksi Gemilang yang digelar bertujuan meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau karena telah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah
"Kegiatan Warung Tekan Inflasi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok. Harga-harga yang dijual di Warteksi ini kurang lebih telah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sekitar 45 persen sehingga masyarakat dapat membeli sembako dengan harga jauh lebih murah," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan bahkan diperluas jangkauannya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat secara langsung
"Kita berusaha terus secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini. Tadi masyarakat juga menyampaikan rasa terima kasih karena sangat terbantu. Kami berkomitmen kegiatan seperti ini akan lebih sering digelar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.
Lanjut dia, Masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pokok dengan harga subsidi, di antaranya beras premium Rp7.000 perkilogram, gula pasir Rp12.000 perkilogram, minyak goreng Rp13.500 perliter, bawang merah Rp20.000 perkilogram, bawang putih Rp25.000 perkilogram, cabai merah keriting Rp25.000 perkilogram, cabai rawit merah Rp30.000 perkilogram dan cabai rawit hijau Rp38.000 perkilogram.
"Melalui Program Warteksi Gemilang, Pemerintah Kabupaten Tangerang diharapkan juga mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli yang baik di tengah dinamika harga pangan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan Program Paket Subsidi Warteksi dilaksanakan selama tiga hari, mulai 22-24 Juli 2026 di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa dan Pasar Daon, Desa Daon, Kec. Rajeg.
"Paket subsidi ini terdiri atas delapan komoditas kebutuhan pokok dengan meliputi beras premium sebanyak 665 kilogram, gula pasir 200 kilogram, minyak goreng 200 liter, bawang merah 200 kilogram, bawang putih 200 kilogram, cabai merah keriting 150 kilogram, cabai rawit merah 150 kilogram, serta cabai rawit hijau 150 kilogram," ungkap Resmiyati
Menurutnya, nilai seluruh komoditas berdasarkan harga pasar mencapai Rp310.200. Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan subsidi sebesar Rp139.700 atau sekitar 45 persen sehingga masyarakat cukup membayar Rp170.500 untuk memperoleh seluruh isi paket tersebut.
"Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat," jelasnya
Salah seorang warga Cikupa, Yulianti, mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Warteksi Gemilang. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar dan sangat meringankan pengeluaran keluarga.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan jajarannya yang telah mengadakan program pangan murah seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama ibu-ibu, karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan, kalau bisa setiap bulan," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen dalam memastikan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak sekolah dasar. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP)Kabupaten Tangerang menggelar kegiata n sosialisasi pangan asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat,Utuh, dan Halal). Acara yang berlamgsung di GOR RW 12, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, ini tidak hanya menjadi wadah edukasi gizi, tetapi juga memperkuat implementasi program makan bergizi ditingkat akar rumput, Selasa(21/07/26).
Kegiatan ini menyasar siswa-siswi dari perwakilan empat sekolah dasar sekaligus, yakni SD Negeri 1 Cikasungka, SD Negeri 2 Cikasungka, SD Negeri 3 Cikasungka, dan SD Negeri 4 Cikasungka. Pemilihan Desa Cikasungka sendiri merupakan bagian dari lokus prioritas penanganan kawasan khusus di Kabupaten Tangerang tahun 2026.
Kehadiran langsung Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, di tengah para siswa dan tenaga pendidik memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut. Dalam arahannya, Bupati menegaskanpentingnya kegiatan makan bersama ini sebagai pelengkap strategis dari program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah hari ini kita bersama dengan SD Cikasungka 1, 2, 3, sampai dengan 4 bersama murid, guru, kepala sekolahnya untuk makan bersama, makan bergizi. Jadi ini melengkapi program MBG yang dijalankan oleh Bapak Presiden kita Prabowo Subianto. Tadi kita bersama dengan Kadis Pertanian, bersama juga dari Kementerian Pertanian, bersama juga dari Provinsi Banten, makan bersama bergizi di luar dari program MBG," ujar Bupati Maesyal.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal juga menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini melampaui aspek konsumsi pangan semata, melainkan terbangunnya silaturahmi yang erat antara jajaran pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, serta para siswa. Pesan-pesan moral dan edukatif turut serta anak-anak senantiasa giat belajar, menjaga kedisiplinan, serta berbakti kepada orang tua dan guru.
"Tapi ini yang penting adalah silaturahminya bersama dengan para guru, kepala sekolah, dankepada anak-anak supaya apa yang kita sampaikan itu bisa dijalankan oleh mereka. Nanti diprogramkan lagi oleh Dinas Pertanian pesan-pesannya supaya mereka ikut belajar mengajar dengan baik, disiplin, taat kepada kedua orang tuanya, taat juga kepada guru dan kepala sekolahnya sehingga bisa melaksanakan belajar dengan nyaman," tambah Bupati Maesyal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang agar anak-anak dapat memahami standar kualitas pangan asal hewan sejak usia dini.
"hari ini kita mengadakan acara sosialisasi pangan asal hewan yang ASUH, yaitu aman, sehat,utuh, dan halal untuk anak-anak siswa-siswi sekolah dasar. Lokasinya yang kita undang adalah SD Negeri 1, 2, 3, dan 4 di Desa Cikasungka. Ada 10 lokus desa, dan salah satunya di Cikasungka yang kami pilih. Tujuannya agar para siswa sedini mungkin bisa mengetahui pangan asal hewanyang sehat, aman, utuh, dan halal," ujar Kabid Joko.
Joko Ismadi menambahkan, dengan keterbatasan kuota peserta di mana masing-masing sekolah hanya menghadirkan 60 orang siswa/i dari total ratusan murid, para peserta diharapkan mampu berfungsi sebagai agen perubahan atau narasumber bagi rekan sebaya mereka di sekolah.
"Harapannya anak-anak setelah pulang dari sini bisa memberitahu ke temen-temennya, karena inisatu SD cuma kebagian 60 orang, padahal satu SD ada kurang lebih 800 sampai 900 siswa. Jadikami harap anak-anak ini jadi narasumber baru di temen-temennya nanti untuk bisa mengedukasiterkait dengan pangan yang ASUH tadi. Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap tahun denganlokasi yang berputar di berbagai daerah di Kabupaten Tangerang," tambahnya.
Dukungan senada turut disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada DPKP Provinsi Banten, Ari Mardiana, ia mengapresiasi langkah mandiri Kabupaten Tangerang dalam mengawal keamanan produk hewan yangkini banyak terserap dalam menu harian program makan bergizi.
"Kegiatan ini cukup bagus ya, bahkan sangat bagus, karena memang mendukung bagaimana peredaran produk hewan khususnya di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten ini keamanannya terjamin. Jadi ASUH itu bukan hanya sekadar slogan dan itu harus aplikatif kepada masyarakat. Saat ini, hampir lebih dari 75% dari program MBG menggunakan produk hewan, contohnya yang paling murah adalah telur dan daging ayam yang dikonsumsi bisa seminggu tiga kali. Ini akan selalu kita dukung," ujar Ari.
Melalui pengenalan dini ini, Ari Mardiana berharap para siswa tidak hanya menikmati makanan bergizi,tetapi juga memiliki kepekaan untuk mengenali kualitas produk pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
"Mudah-mudahan dengan pengenalan dini tentang program atau tentang ASUH ini, anak-anak juga bisa melek dan bisa menjadi detektif cilik dalam hal ini, melihat apakah produk hewan yang memang dipergunakan oleh MBG ini bagus atau tidak. Kami berharap acara seperti ini rutin dilaksanakan. Melihat Kabupaten Tangerang sudah mandiri dan bisa berjalan sendiri, kami bisa berkonsentrasi ke kabupaten/kota lain," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafikus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung dua rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di Kampung Kali Asin, Desa Kali Asin, Kecamatan Sukamulya, yang akan segera dibangun melalui program bantuan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selasa, (21/7/26)
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi jajaran perangkat daerah, Camat Sukamulya, dan pemerintah desa melihat langsung dan memastikan kondisi rumah warga yang membutuhkan penanganan segera. Dua rumah yang ditinjau merupakan milik Bapak Suwaan dan Ibu Nawis yang lokasinya berdekatan.
"Hari ini saya datang ke Desa Kali Asin bersama tim, OPD, Camat, dan pemerintah desa untuk melihat langsung kondisi rumah Pak Suwaan. Insya Allah rumah ini akan segera kita perbaiki. Isi rumah yang memang diperlukan juga akan kita bantu," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengatakan, kondisi rumah milik Bapak Suwaan sangat memprihatinkan sehingga akan segera diperbaiki agar menjadi rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk dihuni. Selain perbaikan rumah, pemerintah juga akan membantu kebutuhan dasar yang diperlukan keluarga. Ia juga menginstruksikan agar rumah milik Ibu Nawis mulai dibangun pada hari ini. Proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan.
"Rumah Ibu Nawis hari ini mulai kita bangun. Mudah-mudahan dalam waktu tiga minggu sampai satu bulan sudah selesai. Yang kita bangun adalah rumah yang sehat dan memenuhi standar sehingga bisa ditempati dengan nyaman oleh keluarga. Harapannya, mereka tidak lagi khawatir rumah bocor saat musim hujan," ujarnya.
Menurut dia, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman
"Program ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah daerah. Kami akan terus hadir kepada masyarakat untuk memastikan warga yang rumahnya tidak sehat dan tidak layak, kita bantu agar rumahnya bisa layak dan nyaman ditinggali," tandasnya
Sementara itu, penerima program pembangunan RTLH, Bapak Suwaan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah datang langsung melihat kondisi rumah kami. Alhamdulillah rumah kami akan dibangun sehingga nanti keluarga kami bisa tinggal dengan lebih nyaman dan aman," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ibu Nawis yang sudah berusia lanjut dan lemah mengaku sangat bersyukur rumahnya yang ambruk bisa langsung dimulai pembangunannya melalui program pemerintah.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Saya tidak menyangka rumah saya bisa dibangun. Semoga pembangunan berjalan lancar dan menjadi berkah bagi keluarga kami," tuturnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati yang berlokasi di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa. Selasa, (21/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa keberadaan Parahyangan Agung Bhuwana Raksati tersebut membuktikan bahwa Kabupaten Tangerang adalah daerah yang harmonis dan menjunjung tinggi toleransi. Pura tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga memiliki manfaat yang lebih luas sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, hingga destinasi wisata.
"Tempat ini bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi tempat edukasi, agro wisata, dan wisata budaya. Sudah banyak sekolah, termasuk dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga siswa SD dan SMP yang datang untuk belajar mengenal keberagaman. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Tangerang adalah daerah yang harmonis dan menjunjung tinggi toleransi," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pura telah memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan perizinan yang berlaku. Hal tersebut menjadi contoh bahwa seluruh umat beragama dapat menjalankan hak beribadah dengan tetap menaati aturan yang berlaku
"Umat Hindu telah menunjukkan keteladanan dengan membangun rumah ibadah sesuai peraturan yang berlaku. Semua perizinan telah dipenuhi. Saya yakin umat beragama lainnya juga memiliki komitmen yang sama untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan di Kabupaten Tangerang," tegasnya.
Ia juga berharap kawasan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berwisata, hingga menggelar kegiatan positif yang mempererat persaudaraan antarumat beragama.
"Terima kasih kepada komunitas umat Hindu yang telah membuka tempat ini tidak hanya untuk kepentingan ibadah, tetapi juga bagi masyarakat umum. Mudah-mudahan sarana ibadah ini membawa manfaat yang lebih besar dan semakin memperkuat persatuan serta kerukunan di Kabupaten Tangerang," ujarnya.
Bupati Maesyal Rasyid pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Hindu dan panitia pembangunan yang telah berhasil menyelesaikan pembangunan pura yang dimulai sejak April 2018 dan rampung pada Maret 2026.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat menghormati, menghargai, dan mengapresiasi berdirinya Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati ini. Pembangunannya memakan waktu delapan tahun dan menjadi bukti nyata semangat gotong royong serta kebersamaan masyarakat dalam membangun sarana ibadah," ucapnya.
Dengan diresmikannya Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semangat toleransi, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama semakin kuat, sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat edukasi budaya dan destinasi wisata religi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan pengelola pura, Wayan, menjelaskan pembangunan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati dimulai pada April 2018 dan selesai pada Maret 2026. Pembangunan dilakukan melalui dukungan berbagai pihak, termasuk bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Ia juga mengungkapkan selain menjadi tempat ibadah umat Hindu dari Kabupaten Tangerang dan daerah sekitarnya, pura tersebut juga telah dimanfaatkan sebagai lokasi studi banding oleh berbagai perguruan tinggi, kegiatan pembelajaran siswa, hingga lokasi foto pranikah.
"Setiap tahun tempat ini digunakan untuk kegiatan edukasi oleh sekolah-sekolah, dan berbagai institusi pendidikan lainnya. Kami juga membuka tempat ini untuk masyarakat yang ingin melakukan foto prewedding atau berkunjung. Tidak ada tarif yang ditentukan, hanya tersedia kotak amal secara sukarela," ujar Wayan. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota Tangerang terus menghadirkan berbagai inovasi untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan publik. Salah satunya melalui Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA), kanal pengaduan resmi yang memungkinkan warga menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun masukan terkait pelayanan publik secara cepat, mudah dan terintegrasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Mugiya Wardhany mengatakan, LAKSA menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"LAKSA hadir untuk memastikan setiap aspirasi dan pengaduan masyarakat dapat diterima, diteruskan kepada perangkat daerah terkait, serta ditindaklanjuti secara cepat. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini apabila menemukan kendala atau ingin memberikan masukan terhadap pelayanan publik di Kota Tangerang," ujar Mugiya, Senin (20/7/26).
Melalui LAKSA, masyarakat dapat menyampaikan berbagai pengaduan, seperti jalan rusak, lampu penerangan jalan umum (PJU) mati, tumpukan sampah, drainase tersumbat, banjir, pelayanan administrasi kependudukan, hingga berbagai persoalan layanan publik lainnya.
Agar laporan dapat diproses lebih cepat, berikut langkah-langkah menggunakan LAKSA:
• Sampaikan laporan melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Tangerang LIVE, WhatsApp 0811-1500-152, Instagram @lapor_laksa, email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., atau media sosial resmi Pemerintah Kota Tangerang.
• Tuliskan kronologi secara jelas, meliputi lokasi, waktu kejadian, serta permasalahan yang dialami.
• Sertakan bukti pendukung, seperti foto atau video agar memudahkan proses verifikasi.
• Cantumkan identitas dan nomor kontak aktif, sehingga petugas dapat menghubungi pelapor apabila membutuhkan informasi tambahan.
• Pantau perkembangan laporan, karena setiap pengaduan akan diteruskan kepada perangkat daerah yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
Mugiya menjelaskan, seluruh laporan yang masuk akan diverifikasi oleh admin LAKSA sebelum diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai dengan jenis pengaduan. Setelah itu, masyarakat dapat memantau progres penanganan hingga laporan dinyatakan selesai.
"Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik. Melalui LAKSA, warga dapat berperan aktif membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai persoalan di lapangan sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran," tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang gelar apel pagi minggu ketiga di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin(20/07/26). Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Daerah (Asda) III Bidang Hukum, Administrasi, dan Umum, Firzada Mahalli.
Dalam arahannya, Firzada Mahalli menyampaikan sejumlah poin penting, mulai dari apresiasi atas prestasi daerah hingga imbauan krusial terkait antisipasi bencana di tengah musim kemarau.
Membuka arahannya, Asda III menyampaikan rasa syukur atas pencapaian gemilang Kafilah Kabupaten Tangerang yang berhasil mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Banten secara lima kali berturut-turut. Prestasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang demi mewujudkan visi Tangerang yang semakin gemilang.
Selain itu, ia juga mengingatkan para pegawai untuk senantiasa menjaga kedisiplinan dan kesiapan dalam menjalankan tugas pelayanan publik usai apel pagi.
"Alhamdulillah minggu lalu kita kembali meraih juara MTQ lima kali berturut-turut. Semoga tahun-tahun ke depan kita juga akan terus meraih prestasi di ajang MTQ dan bidang lainnya, agar selaras dengan harapan para pimpinan agar Kabupaten Tangerang semakin gemilang," ujar Asda III Firzada.
Lebih lanjut ia menekankan kepada pegawai untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang yang sudah berlangsung selama hampir tiga minggu tanpa turun hujan. Firzada menginstruksikan para pemangku kepentingan terkait, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), untuk siaga penuh mengantisipasi potensi bencana, terutama ancaman kebakaran lingkungan.
"Saya mengingatkan kepada kita semua bahwa saat ini kita memasuki musim kemarau dan hampir tiga minggu tidak turun hujan. Kondisi ini harus kita waspadai bersama karena potensi kebakaran sangat besar. Untuk itu, saya instruksikan stakeholder terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, dan Lingkungan Hidup untuk siaga menjaga kebersihan serta kondisi lingkungan guna menghindari risiko bencana kebakaran," pungkasnya.
Menutup arahannya, Asda III juga mengingatkan perwakilan perangkat daerah (OPD) dan para kepala dinas untuk senantiasa disiplin dan hadir dalam agenda-agenda kedinasan selanjutnya demi menjaga produktivitas kinerja pelayanan kepada masyarakat. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
