Asep

Asep

Wabup Intan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor di Pameran Internasional Nusatic, Nusapet dan Nusahorti 2026

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri pameran terpadu berskala nasional yang mempertemukan industri akuatik, hewan peliharaan, dan hortikultura dalam satu ajang, "Nusatic, Nusapet dan Nusahorti 2026" di ICE BSD Kec. Pagedangan, Jum'at (12/06/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menekankan pentingnya penguatan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat untuk mewujudkan sektor perikanan dan peternakan yang maju, inovatif dan berkelanjutan

"Penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkenalkan dan memajukan potensi perikanan, pertanian dan peternakan Kabupaten Tangerang kepada dunia, perlu terus didorong dan ditingkatkan dalam rangka mewujudkan sektor yang semakin maju, inovatif, dan berkelanjutan," ujar Wabup Intan

Pihaknya berharap melalui event nasional yang juga diikuti oleh peserta dari mancanegara tersebut bisa menjadi sarana promosi, perluasan pasar dan mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan produktifitas, khususnya di sektor ikan hias, hewan peliharaan, dan hortikultura dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja

"Saya berharap kegiatan ini bisa mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi budidaya, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan yang saling menguntungkan sehingga dapat menyokong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja," harapnya

Menurut dia, ajang berskala nasional dan internasional tersebut juga membuktikan bahwa sektor ikan hias, hewan peliharaan, dan hortikultura Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang dan berdaya saing di pasar global.

"Even ini bagus sekali dan bermanfaat bagi para pelaku usaha kita. Kabupaten Tangerang merasa bangga menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, inovator, peneliti, dan masyarakat dalam satu wadah kolaborasi secara nasional bahkan internasional," ujarnya

Pihaknya juga berharap melalui kegiatan tersebut, para pengembangan sektor ekonomi kreatif, agribisnis, perikanan, peternakan, dan hortikultura dapat membuka lebih banyak peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding menjelaskan bahwa pameran berskala nasional "Nusatic, Nusapet dan Nusahorti 2026" tersebut mempertemukan industri akuatik, hewan peliharaan, dan hortikultura dalam satu ajang bahkan diikuti juga oleh peserta dari luar negeri. Pameran tersebut

"Pameran internasional ini akan membranding ikan hias kita, tumbuhan-tumbuhan hias kita dan hewan-hewan hias kita secara internasional sehingga akan menjadi daya tarik bukan hanya pelaku usaha di dalam negeri tetapi juga daya tarik untuk penggemar juga yang bergerak di bidang hiasan baik hewan maupun tumbuhan," jelas Kadir

Pameran tersebut berlangsung mulai tanggal 12–14 Juni 2026 di Hall 7, 8, 9, dan 10 ICE BSD serta menjadi wadah, mulai dari para pelaku usaha, komunitas, penghobi, hingga masyarakat umum yang melihat perkembangan terbaru di sektor industri aquatik, hewan peliharaan dan hortikultura.

"Acara hari ini selain mempromosikan keanekaragaman hayati kita tetapi juga ini membangun tradisi mencintai hewan dan tumbuhan kita," imbuhnya. (Red)

Bupati Tangerang Ingatkan ASN Jaga Integritas, Rahasia Negara, dan Pelayanan Publik

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri sekaligus menutup kegiatan Pengembangan Kompetensi Teknis Pelatihan Etika Pemerintahan dan Kesadaran Bela Negara Angkatan II yang digelar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kitri Bakti, Curug, Jumat (12/6/26).

Dalam arahannya, Bupati Maesyal Rasyid menandaskan bahwa etika pemerintahan dan kesadaran bela negara merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari tugas dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Etika pemerintahan dan bela negara itu tidak bisa dipisahkan. Keduanya melekat dan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kapasitas kita sebagai ASN. Setiap pegawai negeri sipil berkewajiban menjalankan nilai-nilai bela negara sekaligus menjunjung tinggi etika pemerintahan," tandas Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, bela negara bagi ASN tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada negara, tetapi juga diwujudkan melalui rasa cinta tanah air, kesetiaan kepada ideologi Pancasila, serta ketaatan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Cinta tanah air harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas ASN. Nilai-nilai Pancasila yang kita pegang merupakan wujud nyata kecintaan kepada bangsa dan negara. Di mana pun kita bertugas, semangat bela negara harus selalu tertanam dalam diri kita," ujarnya.

Selain menanamkan nilai-nilai bela negara, Bupati juga mengingatkan pentingnya penerapan etika pemerintahan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia pun meminta seluruh ASN untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, serta kepatuhan terhadap aturan dan pimpinan.

"Jalankan tugas sesuai tupoksi, patuh terhadap aturan dan perintah kedinasan yang benar. ASN harus menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.

Bupati Maesyal juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi pemerintahan yang bersifat terbatas. Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab untuk melindungi data dan informasi negara dari penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

"Saya ingatkan jangan sembarangan memberikan data atau dokumen kepada pihak mana pun tanpa izin pimpinan. Ada informasi yang memang harus dijaga kerahasiaannya sebagai bagian dari tanggung jawab kita kepada negara dan pemerintah daerah," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh peserta pelatihan agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak integritas ASN, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan norma hukum dan etika.

"ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat. Karena itu, jangan pernah terlibat narkoba, judi, maupun tindakan yang dapat mencoreng nama baik diri sendiri, keluarga, dan institusi. Integritas adalah modal utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Bupati berharap seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di perangkat daerah masing-masing. Menurutnya, ASN yang berintegritas, beretika, dan memiliki semangat bela negara akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

"Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bekal untuk membentuk ASN yang memiliki karakter kuat, loyal kepada negara, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

Pendaftar Tembus 1.297 Pasangan, Pemkab Tangerang Perketat Verifikasi Isbath Nikah Terpadu

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kemenag dan instansi terkait lainnya terus mematangkan persiapan pelaksanaan program Isbath Nikah Terpadu. Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah memimpin langsung rapat pemantapan tersebut di Ruang Rapat Solear, Gedung Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program pelayanan hukum isbath nikah terpadu sangat tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun dari 29 kecamatan, tercatat sebanyak 1.297 pasangan telah mendaftarkan diri. Angka tersebut melampaui kuota awal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, yaitu sebanyak 1.000 pasangan.

"Kuotanya kan 1.000 pasang, saat ini yang masuk sudah ada 1.297 pendaftar dari 29 kecamatan. Sudah melebihi kuota, namun yang terverifikasi lolos baru sekitar 847 pasang, dan sisanya sekitar 200 lebih belum masuk verifikasi. Oleh karena itu, masa pemenuhan administrasi kami perpanjang sampai tanggal 22 Juli mendatang," ungkap Wabup Intan.

Lanjut dia, pelaksanaan sidang isbath nikah terpadu tahap (batch) pertama rencana dijadwalkan bakal digelar pada tanggal 12 Juli 2026. Kegiatan sakral tersebut akan dipusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa.

“Program strategis ini dirancang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang. Kendati pendaftar peserta sidang isbath nikah terpadu membludak, proses verifikasi faktual dan administrasi dilakukan secara ketat,” tandasnya.

Wabup Intan juga menegaskan bahwa program Isbath Nikah Terpadu tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan, khususnya bagi kaum perempuan dan anak-anak, agar mereka mendapatkan hak legalitas dokumen kependudukan yang sah. Kendati demikian, pihaknya menggarisbawahi bahwa program ini bukanlah sarana untuk melegitimasi atau membuka celah bagi praktek-praktik nikah siri baru yang bisa menimbulkan dampak negatif.

"Melalui isbath ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang ingin memberikan kepastian hukum kepada perempuan dan anak. Namun perlu diingat, ini bukan untuk membuka dan mengesahkan yang namanya nikah siri. Ini bukan pintu masuk untuk melegalkan nikah siri secara bebas, makanya proses ini dikunci rapat dengan berbagai macam persyaratan yang sangat ketat," tegasnya.

Menurut dia, prioritas penerima manfaat program sidang isbath nikah terpadu ini adalah pasangan suami-isteri yang secara faktual di lapangan telah membina rumah tangga dalam kurun waktu yang cukup lama, namun terhambat masalah biaya dan kendala lainnya untuk mengurus administrasi pernikahannya ke pengadilan.

"Kalau bisa, memang persyaratannya kita kunci untuk orang-orang yang usia pernikahannya sudah lama sekali, seperti kakek-kakek dan nenek-nenek yang selama ini memang keterbatasan biaya untuk mendapatkan legalitas atas pernikahan mereka. Itu yang menjadi fokus utama kami," pungkasnya.

Bupati Maesyal Beberkan Strategi Pembangunan Tangerang Saat Terima Kunjungan BKSAP DPR RI

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan kerja dari Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Ruang Rapat Wareng, Lantai 3 Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/26). Kunjungan strategis ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk memaparkan keberhasilan tata kelola keuangan daerah, lompatan pertumbuhan ekonomi, serta berbagai program inovasi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

Delegasi BKSAP DPR RI yang dipimpin langsung oleh Ketua Delegasi, Bramantyo Suwondo, disambut hangat oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud, Sekretaris Daerah, Soma Atmaja jajaran Forkopimda yang meliputi empat Kapolres dan Dandim, para Kepala OPD, serta jajaran Direksi BUMD Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan BKSAP DPR RI. Kehadiran lembaga legislatif ini dinilai mampu memberikan kontribusi positif, arahan strategis, sekaligus solusi bagi keberlanjutan program pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang yang terus berkembang pesat.

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat datang. Kehadiran Bapak dan Ibu dari BKSAP DPR RI memang sangat kami tunggu. Kami memohon arahan sekaligus sinergi program pusat yang bisa dijalankan di daerah, guna memberikan solusi terhadap berbagai program pembangunan yang tengah kami selaraskan," ujar Bupati Maesyal.

Kabupaten Tangerang saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia, dengan total populasi mencapai kurang lebih 3.500.000 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Wilayah ini mencakup 29 kecamatan, 246 desa, 28 kelurahan, serta sekitar 11.500 RT/RW.

Bupati Maesyal memaparkan bahwa meskipun lokasinya berdampingan langsung dengan DKI Jakarta, karakteristik Kabupaten Tangerang sangat unik karena masih memiliki 246 desa yang mayoritas berada di wilayah tengah dan utara. Sementara itu, wilayah selatan telah menjelma menjadi kawasan perkotaan baru.

"Di wilayah selatan, kini telah wujud kota-kota baru seperti di Kecamatan Curug, Kelapa Dua, Cisauk, Pagedangan, dan Legok. Kawasan urban modern inilah yang memberikan kontribusi besar terhadap subsidi silang bagi wilayah-wilayah lain di utara dan tengah yang statusnya masih pedesaan. Strategi ini kami jalankan secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Bupati Maesyal.

Terkait ketahanan fiskal daerah, Pemkab Tangerang melaporkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, porsi APBD Kabupaten Tangerang menyentuh angka Rp8,74 triliun dengan target pendapatan daerah sebesar Rp8,2 triliun. Pendapatan tersebut ditopang kuat oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp5,2 triliun, Dana Transfer Pusat sebesar Rp2,52 triliun, dan pendapatan dari Provinsi sebesar Rp436 miliar.

Hebatnya, Pemkab Tangerang berhasil melampaui pemenuhan urusan wajib (mandatory spending) yang ditetapkan undang-undang, dengan rincian sebagai berikut:

• Sektor Pendidikan: Mengalokasikan 30% (Mandatory: 20%).

• Sektor Kesehatan: Mengalokasikan 25% (Mandatory: 10%).

• Sektor Infrastruktur: Mencapai 41% lebih (Mandatory: 40%).

• Belanja Pegawai: Berhasil ditekan di angka 27%, di bawah batas maksimal 30%.

"Berdasarkan data dari tingkat provinsi, penyusunan APBD Kabupaten Tangerang dinilai sebagai yang terbaik di Provinsi Banten selama tiga tahun berturut-turut. Efisiensi dan ketepatan alokasi ini kami tuangkan ke dalam lima komponen unggulan RPJMD bersama Ibu Wakil Bupati, yaitu tata kelola pemerintahan yang efektif, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan. Ini adalah representasi murni dari apa yang diinginkan masyarakat bawah saat kami turun ke lapangan," tegas Bupati Maesyal.

Sinergitas yang kuat di sektor ekonomi membawa tren yang sangat positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 berhasil mencapai 5,67%, di atas rata-rata pertumbuhan provinsi dan nasional. Angka ini kembali melonjak tajam pada kuartal berjalan tahun 2026 yang telah menyentuh 5,77%. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga kokoh di angka 76% lebih berkat sokongan masif di sektor kelayakan hidup, kesehatan, dan pendidikan.

Di sektor pendidikan, Pemkab Tangerang menggratiskan biaya sekolah SD dan SMP swasta secara bertahap sejak tahun 2025. Tidak hanya itu, gebrakan besar dilakukan di jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa penuh bagi anak-anak keluarga kurang mampu (kategori Desil 1 hingga Desil 5).

"Jika tahun 2025 lalu kami memberangkatkan 235 mahasiswa ke berbagai universitas ternama seperti di Kairo (Mesir), Swiss German University, IPB, Unpad, hingga Untirta, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis menjadi 900 warga Kabupaten Tangerang yang kami kuliahkan gratis sampai wisuda. Sasaran kami adalah masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka tidak hanya sekadar bermimpi, tapi bisa mewujudkannya menjadi kenyataan," tambah Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang tahun ini juga memperluas kerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dan menyiapkan kuota untuk calon dokter.

"Kami ingin anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang ini kelak ada yang menjadi pilot dan menjadi dokter. Ini tanggung jawab moral kami bersama Ibu Wakil Bupati," tambahnya.

Selain pendidikan, sektor riil terus dipacu. Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tangerang melonjak signifikan dari 61.000 unit di tahun 2024 menjadi 78.000 unit UMKM di tahun 2026. Penambahan 16.000 UMKM baru ini menjadi salah satu pilar utama pendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara di bidang ketahanan pangan, melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan, Pemkab Tangerang aktif menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), bibit hortikultura, bibit palawija, serta pemanfaatan lahan tidur bagi kelompok tani. Bagi para nelayan, bantuan berupa perahu dan jaring tangkap diberikan secara berkala untuk memastikan produktivitas dan kesejahteraan mereka meningkat.

Merespons capaian luar biasa Pemkab Tangerang, Ketua Delegasi BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo. menegaskan bahwa kehadiran BKSAP ke Kabupaten Tangerang adalah bagian dari upaya "membumikan diplomasi" agar dampak politik luar negeri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan industri di daerah.

"Selama ini diplomasi dianggap sebagai hal yang berada di awan-awan, tinggi, dan jauh dari realitas. Melalui fungsi keempat DPR RI selain pengawasan, penganggaran, dan legislasi—yaitu fungsi diplomasi—kami hadir di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah dengan seribu industri. Kami ingin memastikan ada kesinambungan antara diplomasi internasional yang kami jalankan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk meningkatkan industri dan UMKM," ujar Bramantyo.

Lebih lanjut, Bramantyo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tengah menjalani proses technical review untuk masuk menjadi anggota OECD. Proses ini menuntut harmonisasi perundang-undangan, peraturan pemerintah, hingga Peraturan Daerah (Perda) agar sesuai dengan standar global.

"OECD memiliki standar yang diakui dan dipahami di seluruh dunia. Jika regulasi kita sudah memenuhi standar OECD, investor asing akan dengan sangat mudah dan percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia, yang harapannya tentu mengalir deras ke Kabupaten Tangerang. Saat ini, proses cepat atau lambatnya kita masuk OECD bolanya bukan di Paris, Prancis, melainkan ada di tangan kita sendiri; bagaimana kita bisa menyesuaikan semua hal itu," jelas Bramantyo.

Selain persoalan kebijakan, BKSAP DPR RI menyoroti pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk menyambut arus investasi pasca-kesepakatan komprehensif Indonesia dengan Uni Eropa.

"Kita tidak bisa menutup mata. Regulasi sudah baik, investor sudah mengantre, namun jika SDM lokal tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton. Oleh karena itu, dalam diskusi hari ini, seperti halnya yang sempat kami bedah di Kabupaten Bekasi, kami ingin menggali peluang program pemagangan luar negeri bagi pemuda Kabupaten Tangerang serta penyiapan kurikulum pendidikan yang inline dengan kebutuhan industri global," tutup Bramantyo. (Red)

Cegah Dampak Negatif, Diskominfo Edukasi Literasi Digital ke Sekolah

TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat literasi digital bagi generasi muda. Kali ini, Sekretaris Dinas Diskominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, memimpin langsung kegiatan sosialisasi literasi digital yang berlangsung di SMPN 2 Tigaraksa, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa/siswi dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem digital. Farhan menekankan pentingnya bagi pelajar untuk memahami cara kerja dunia digital, mulai dari potensi manfaat yang dapat diambil hingga risiko negatif yang mungkin timbul akibat penggunaan yang tidak bijak.

"Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi kepada anak-anak muda, khususnya pelajar SMP, agar mereka benar-benar memahami dunia digital. Kami ingin mereka tahu keuntungan apa yang bisa didapat, sekaligus mewaspadai hal-hal negatif yang bisa muncul akibat kesalahan atau perbuatan yang tidak semestinya di ruang digital," ujar Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa Diskominfo secara konsisten melakukan kampanye literasi digital melalui berbagai platform. Selain kunjungan langsung ke sekolah-sekolah (roadshow), kampanye edukasi juga digencarkan melalui kanal media sosial resmi seperti Instagram

Strategi multi-kanal ini diharapkan dapat menjangkau para pelajar dengan lebih efektif dan relevan dengan kebiasaan mereka sehari-hari. Diskominfo optimistis bahwa dengan edukasi yang berkelanjutan, para pelajar dapat menjadi pengguna internet yang cerdas dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif.

"Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa memahami karakter dunia digital sehingga mereka bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Kegiatan ini akan terus kami rutinkan, dan untuk tahun ini, Diskominfo menargetkan kunjungan edukasi ke enam sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Menyambut baik langkah tersebut, Kepala Sekolah SMPN 2 Tigaraksa, Kenedi, mengaku bahwa edukasi ini sangat krusial bagi siswa/siswinya. Ia menyoroti minimnya kesadaran akan bahaya jangka panjang dari konten yang mereka buat sendiri.

"Banyak anak yang menganggap remeh apa yang mereka posting di media sosial. Mereka tidak sadar bahwa satu kata atau perilaku buruk di internet bisa berdampak besar bagi masa depan mereka. Jejak digital itu tidak akan pernah hilang," ungkap Kenedi.

Kenedi berharap, melalui pembekalan ini, para siswa tidak lagi sembarangan menggunakan ponsel. Ia ingin anak didiknya paham bahwa ponsel bukan hanya alat untuk kesenangan sesaat, melainkan tanggung jawab besar yang harus digunakan dengan bijak. (Red)

Bupati Tangerang Hadiri Pelepasan Peserta Didik Sekolah Genius Binong

Tangerang, lensfokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 Sekolah Genius Binong Kec. Curug, Kamis (11/06/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepedulian dan kontribusi Sekolah Genius yang telah berperan aktif mencerdaskan peserta didik yang berasal dari Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat turut bangga dan senang, saudara-saudara kami yang dari Indonesia Timur bisa hadir di Kabupaten Tangerang untuk menimba ilmu untuk mendapatkan kecerdasan dan kepandaian melalui sekolah ini," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga memberikan pesan kepada para peserta didik di Sekolah Genius agar terus semangat dan tekun belajar dalam meraih apa yang dicita-citakan. Selain itu, disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan di sekolah hendaknya terus dijaga dan dilaksanakan dimanapun mereka berada nantinya.

"Terus semangat dan tekun belajar. Jaga disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan untuk menggapi cita-cita dan kesuksesan," ujarnya

Bupati Maesyal juga mengapresiasi pihak yayasan dan Sekolah Genius yang telah berperan aktif memberikan dan memajukan pendidikan kepada calon-calon pimpinan masa depan dari Indonesia Timur

"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepada sekolah yang dipimpin oleh Pak Bambang dan kepala sekolah Ibu Esther. Terima kasih telah mendidik calon-calon pimpinan di masa yang akan datang," ucapnya

Direktur Sekolah Genius, Esther K Wirawan, menjelaskan bahwa tema pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 mengusung tema "Kenali Diri, Nyatakan Karya". Seluruh peserta didik kelas 6, 9 dan kelas 12 dinyatakan lulus dan menyelesaikan pendidikannya selama kurang lebih 3 tahun terakhir.

"Tema kita hari ini adalah "Kenali Diri Nyatakan Karya". Pesan ini sederhana tetapi menjadi satu hal yang sangat penting karena mengenal diri dan mengenal kekuatan yang dimiliki menjadi dasar untuk kalian memperjuangkan nilai-nilai yang kalian harapkan," jelas Esther.

Menurut dia, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik atau lulus ujian, namun juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih ketangguhan dan mempersiapkan generasi muda untuk dapat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

"Hari ini kalian melangkah ke tahap berikutnya dalam kehidupan kalian yang telah bekerja keras belajar banyak hal, tidak hanya sekedar ilmu pengetahuan tetapi tentang hidup disiplin, tanggung jawab dan tentang semangat untuk terus belajar serta berusaha menjadi generasi yang membawa perubahan bagi masyarakat daerah terutama untuk Indonesia tercinta," pungkasnya. (Red)

Utamakan Kepentingan Organisasi, Muhammad Nur Kholis Lepas Kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang

TANGERANG, lensafokus.id – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Meski telah ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031, H. Muhammad Nur Kholis, S.Th.I memutuskan mengundurkan diri demi kepentingan organisasi yang lebih luas.

Keputusan tersebut disampaikan setelah rangkaian Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Manajemen Partai DPW PKB se-Indonesia yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB pada 10–11 Juni 2026 di Jakarta.

Dalam forum tersebut, Tim Koordinator DPP PKB menetapkan H. Muhammad Nur Kholis sebagai Ketua Dewan Tanfidz Definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang untuk periode 2026–2031 berdasarkan hasil penjaringan, evaluasi, serta berbagai pertimbangan organisasi.

Namun, setelah melakukan komunikasi dan kajian secara matang, Nur Kholis memilih untuk tidak melanjutkan amanah tersebut dan memutuskan fokus menjalankan tugasnya sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab politik untuk mengoptimalkan peran strategis Fraksi PKB di tingkat Provinsi Banten dalam mengawal agenda perjuangan partai serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

> "Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DPP PKB dan seluruh kader PKB. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek organisasi dan tugas politik yang saat ini saya emban, saya memutuskan untuk fokus menjalankan amanah sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten. Saya meyakini keputusan ini merupakan pilihan terbaik untuk memperkuat perjuangan PKB dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Muhammad Nur Kholis, Kamis (11/6/2026).

 

Meski mundur dari penetapan Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, Nur Kholis menegaskan komitmennya terhadap penguatan organisasi partai di Kabupaten Tangerang tidak akan berkurang. Ia memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap proses konsolidasi dan pengembangan partai agar PKB semakin solid menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

Keputusan tersebut juga mendapat perhatian kader dan pengurus PKB mengingat sosok Muhammad Nur Kholis dinilai memiliki kontribusi besar dalam membesarkan partai di Kabupaten Tangerang selama periode kepemimpinannya.

Di bawah kepemimpinannya, PKB Kabupaten Tangerang berhasil memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan perolehan kursi legislatif, mewujudkan kantor permanen DPC PKB Kabupaten Tangerang, serta mempererat sinergi dengan berbagai elemen Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu catatan penting yang mengukuhkan posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, PKB Kabupaten Tangerang menegaskan akan tetap menjaga soliditas organisasi serta menghormati seluruh mekanisme yang ditetapkan DPP PKB terkait proses penetapan kepemimpinan definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031. (Asp)

Tambang Pasir Ilegal Menggurita di Lebak Selatan, Musa Weliansyah Desak Polda Banten Bertindak

LEBAK, lensafokus.id – Maraknya aktivitas galian pasir ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak memicu alarm bahaya. Anggota DPRD Provinsi Banten asal Kabupaten Lebak, Musa Weliansyah, bahkan menilai kondisi saat ini sudah layak disebut sebagai "darurat tambang pasir ilegal" karena praktik penambangan tanpa izin semakin meluas dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.

Menurut Musa, aktivitas tambang ilegal yang terus beroperasi secara terbuka seolah menjadi tontonan publik. Ironisnya, hingga kini belum terlihat tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas yang diduga merugikan lingkungan dan negara tersebut.

"Keberadaan aktivitas galian pasir ilegal dapat merusak lingkungan. Pasir laut yang mereka gali kemudian dikemas ke dalam karung dan dijual ke kawasan industri di Tangerang maupun Cikande," kata Musa Weliansyah di Rangkasbitung, Kamis (11/06/2026).

Musa menyoroti wilayah Kecamatan Cihara sebagai salah satu titik yang paling mengkhawatirkan. Selain berada di kawasan pesisir pantai, sebagian aktivitas tambang pasir kuarsa bahkan disebut telah merambah kawasan Perhutani.

Menurutnya, maraknya tambang ilegal di Lebak Selatan tidak terlepas dari lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku, termasuk pihak yang membeli dan mendistribusikan hasil tambang ilegal tersebut.

"Di Kecamatan Cihara ada tiga lokasi. Salah satunya berada di kawasan Perhutani. Persoalan tambang ilegal ini terjadi karena lemahnya penegakan hukum. Seharusnya semua pihak yang terlibat, termasuk penadah dan pembelinya, diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Politisi yang dikenal vokal tersebut juga meminta Polda Banten segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan tambang ilegal yang masih beroperasi di Kabupaten Lebak.

Menurut Musa, para pelaku tambang ilegal terkesan tidak gentar terhadap penertiban. Ia menyebut pernah terjadi lokasi tambang yang ditutup oleh Satpol PP pada siang hari, namun kembali beroperasi pada malam harinya.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa para pelaku sangat bandel. Karena itu saya meminta Polda Banten segera mengusut tuntas aktivitas galian pasir ilegal tersebut," ujarnya.

Musa menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam. Ia berkomitmen terus mengawal persoalan tambang ilegal yang dinilai semakin mengancam kelestarian lingkungan di Kabupaten Lebak.

Bahkan, salah satu aktivitas tambang pasir kuarsa yang beroperasi di kawasan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) telah dilaporkannya kepada aparat penegak hukum lingkungan di tingkat pusat.

"Saya akan terus mengawal persoalan ini. Untuk tambang pasir kuarsa yang beroperasi di kawasan KHDPK, sudah saya sampaikan ke Gakkum Kementerian Kehutanan agar segera ditindak tegas," katanya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, aktivitas tambang pasir ilegal disebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, di antaranya Kecamatan Cihara, Kecamatan Cimarga, dan Kecamatan Gunung Kencana.

Tak hanya persoalan legalitas tambang, sorotan juga mengarah kepada aspek lingkungan. Di Kecamatan Gunung Kencana, salah satu perusahaan tambang pasir yakni PT Mitra Jaya Minning (MJM) disebut belum memiliki Izin Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar apabila tidak segera ditangani.

"PT MJM tidak memiliki IPAL," ungkap Wawan Wahyudi, Kepala Bidang AMDAL pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten. (C2p)

Project Humanity UMN Hadirkan Edukasi Mitigasi Bencana di Banten Selatan Lewat Pameran Sawala Lembur

LEBAK, lensafokus.id – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar edukasi mitigasi bencana melalui Event Pameran Sawala Lembur yang berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan bertema "Membangun Kesadaran Mitigasi Bencana, Kenali Alam dan Siagakan Diri" tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 Bayah, Drs. Asep Darmamulya, M.Si. Pameran ini menjadi ruang edukasi, dialog, dan kolaborasi untuk memperkuat budaya sadar bencana di wilayah Banten Selatan.

Pameran Sawala Lembur merupakan bagian dari program Project Humanity yang digagas mahasiswa UMN bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan SMAN 1 Bayah.

Kepala SMAN 1 Bayah, Asep Darmamulya, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah yang berada di kawasan rawan bencana.

"Mitigasi bencana merupakan pengetahuan yang harus dimiliki masyarakat, khususnya para pelajar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya belajar di lingkungan sekolah," ujar Asep.

Penyelenggara Event Sawala Lembur, Gina Fajriatien Nisa, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMN, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil implementasi teori dan pengamatan lapangan yang dilakukan bersama tim mahasiswa UMN sejak April 2026.

Menurut Gina, kolaborasi antara akademisi, sekolah, pemerintah, komunitas, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya mitigasi bencana.

"Sebagai event organizer, saya merasa bangga sekaligus terhormat dapat memfasilitasi ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan besar, yaitu membangun kesadaran mitigasi bencana, mengenali alam, dan menyiagakan diri," katanya.

Ia menambahkan, sebuah kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wadah bertemunya gagasan, pengalaman, dan kesadaran bersama untuk menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif, dekat dengan masyarakat, dan mudah dipahami oleh semua kalangan," ujarnya.

Gina menjelaskan, nama Sawala Lembur dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam bahasa Sunda, sawala berarti ruang bermusyawarah atau bertukar pikiran, sedangkan lembur berarti kampung atau tempat hidup bersama.

"Karena itu, Sawala Lembur kami maknai sebagai ruang bersama untuk berdialog tentang masa depan kampung, tentang bagaimana masyarakat harus siap, sadar, dan tangguh menghadapi ancaman bencana," ungkapnya.

Tema mitigasi tsunami yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah dan kawasan Banten Kidul yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Selain potensi gempa megathrust dan tsunami, wilayah tersebut juga menghadapi ancaman longsor dan banjir yang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah daerah.

"Ancaman itu tidak boleh membuat kita hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, harus menjadi alasan untuk memperkuat kesiapan, memperluas pengetahuan, dan membangun budaya sadar bencana. Sebab, mitigasi terbaik selalu dimulai dari pengetahuan dan kesiapsiagaan," kata Gina.

Sebagai implementasi dari tema tersebut, penyelenggara menghadirkan tiga pendekatan edukasi dalam satu rangkaian kegiatan.

Pertama, peluncuran Buku Katalog Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal karya Cera. Buku tersebut diharapkan menjadi media literasi masyarakat dalam memahami risiko dan langkah-langkah pengurangan dampak bencana.

Kedua, peluncuran board game edukasi tsunami karya Adestua. Permainan edukatif ini dirancang sebagai media pembelajaran kreatif untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

"Belajar tentang kebencanaan tidak harus selalu kaku dan menegangkan. Melalui permainan edukatif, pesan mitigasi dapat lebih mudah dipahami dan diingat, khususnya oleh para pelajar," ujar Gina.

Ketiga, penyelenggaraan talk show kebencanaan yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta membangun dialog mengenai tantangan dan solusi dalam pengurangan risiko bencana.

Gina berharap para siswa SMAN 1 Bayah dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.

"Kalian adalah generasi masa depan Bayah dan Banten Kidul. Mulailah dari mengenali tanda-tanda alam, memahami jalur evakuasi, mengetahui titik aman, hingga berani mengambil keputusan cepat saat keadaan darurat," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Banten Kidul melalui sesi podcast yang dipandu host Jeselyn.

Selain menampilkan tiga program edukasi utama, Pameran Sawala Lembur juga memamerkan sejumlah karya mahasiswa lainnya, di antaranya Buku Saku untuk OSIS karya Ricky, Buku Modul Wali Murid karya Gavriella, serta Buku Guru karya Abigail F. (Red)

Tanam 10.000 Mangrove di Mauk, Bupati Tangerang Apresiasi Kolaborasi Jurnalis Peduli Lingkungan dan Dunia Usaha

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama komunitas jurnalis yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, PT Indah Kiat Pulp & Paper, melakukan penanaman 10.000 batang mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Kecamatan Mauk, Rabu (10/06/26).

Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi peran aktif para jurnalis yang tidak hanya menjalankan fungsi menyebarkan informasi publik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam aksi nyata pelestarian lingkungan dengan aksi penanaman 10 ribu batang mangrove di KUA

"Kami bersama Dinas Lingkungan Hidup, PT Indah Kiat, teman-teman wartawan dari Jaringan Peduli Lingkungan, menanam 10.000 batang mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk. Ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan bukti nyata kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah, swasta, komunitas, dan insan pers," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, penanaman mangrove memiliki manfaat yang sangat besar bagi kawasan pesisir. Selain berfungsi untuk menahan abrasi pantai, mangrove juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar.

"Manfaat mangrove sangat banyak. Yang pertama dapat menahan abrasi, kemudian menghasilkan oksigen yang baik bagi kualitas udara, mendukung penghijauan, serta memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, program seperti ini harus terus kita lanjutkan dan perkuat," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan hutan mangrove yang tumbuh dan berkembang dengan baik juga dapat menjadi daya tarik wisata baru di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang. Salah satunya adalah Ketapang Urban Aquaculture yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi lingkungan dan mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

"InsyaAllah jika mangrove ini tumbuh subur dan semakin banyak, kawasan ini akan semakin hijau dan menarik. Ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung dari luar Kabupaten Tangerang untuk datang dan menikmati destinasi Ketapang Urban Aquaculture di Kecamatan Mauk," ungkapnya.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut, khususnya PT Indah Kiat, Jaringan Jurnalis Peduli Lingkungan, serta seluruh relawan dan masyarakat yang terlibat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada PT Indah Kiat, teman-teman wartawan yang peduli terhadap lingkungan, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan pesisir yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya. (Red)

Page 1 of 278
Go to top