TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kabupaten Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola kearsipan yang profesional melalui kegiatan pemusnahan arsip inaktif. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Disperpusip Kabupaten Tangerang, Jumat (26/6/2026).
Pemusnahan arsip menjadi bagian dari upaya strategis untuk menciptakan sistem pengelolaan arsip yang efektif, efisien, tertib, dan akuntabel. Selain mengoptimalkan kapasitas ruang penyimpanan, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Kepala Disperpusip Kabupaten Tangerang, Nurul Hayati, menjelaskan bahwa arsip yang dimusnahkan berasal dari Bagian Sekretariat dengan tahun penciptaan 2016. Sebanyak 441 dokumen atau setara lima boks arsip dimusnahkan karena telah habis masa retensinya dan tidak lagi memiliki nilai guna, baik secara administratif maupun hukum.
"Proses pemusnahan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh tahapan telah dilalui secara cermat, mulai dari identifikasi, penilaian, verifikasi, hingga penyusunan daftar usul musnah. Pelaksanaan kegiatan ini juga telah memperoleh persetujuan resmi dari Bupati Tangerang melalui surat persetujuan tertanggal 19 Juni 2026," ujar Nurul.
Ia menegaskan, pemusnahan arsip bukan sekadar mengurangi penumpukan dokumen, tetapi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang modern, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Pemusnahan arsip ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola kearsipan yang efektif, efisien, tertib, dan akuntabel. Seluruh proses telah dilaksanakan sesuai prosedur sehingga memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun hukum," katanya.
Menurut Nurul, penyusutan arsip akan mempermudah proses penemuan kembali arsip yang masih memiliki nilai guna, seperti arsip aktif dan arsip vital. Dengan demikian, pengelolaan dokumen menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien, sekaligus mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, tertib administrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Nurul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja sama dalam setiap tahapan penyusutan arsip. Menurutnya, sinergi lintas bidang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan sekaligus fondasi dalam membangun budaya kearsipan yang semakin profesional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Saya berharap penyusutan arsip dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dokumen, mendukung standar operasional yang lebih baik, serta memperkuat profesionalisme pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang bersama Wakil Bupati Tangerang menghadiri acara silaturahmi dan temu relawan yang tergabung dalam Relawan Bersatu Maesyal Rasyid–Intan (RBR). Kegiatan tersebut digelar di salah satu rumah makan di wilayah Kecamatan Sindang Jaya dan dihadiri ratusan relawan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Sabtu, (27/6/26)
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah memberikan dukungan dan perjuangan selama proses Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tangerang.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan yang telah berjuang bersama-sama mendukung kami pada Pilkada Kabupaten Tangerang. Dukungan dan kerja keras teman-teman semua menjadi bagian penting dari perjalanan kami hingga hari ini," ujar Maesyal Rasyid.
Ia juga berharap dukungan dan sinergi para relawan dapat terus terjalin dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang
"Kami mohon untuk terus dibantu dan didukung. Tanpa teman-teman relawan, saya dan Ibu Intan tidak akan berada pada posisi ini. Karena itu, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kebersamaan yang telah diberikan," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh relawan yang selama ini tetap menjaga komunikasi dan semangat kebersamaan.
"Saya memohon maaf karena baru pada kesempatan ini kita dapat berkumpul bersama. Pertemuan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan para relawan," ungkap Wabup Intan.
Menurutnya, relawan memiliki peran penting sebagai mitra dalam menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah
"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, minimal satu tahun sekali, sehingga hubungan kekeluargaan, komunikasi, dan silaturahmi yang telah terjalin dapat semakin kuat," tambahnya.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang temu kangen pasca-Pilkada. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati Tangerang dengan para relawan yang selama ini telah berkontribusi dalam perjuangan politik maupun pembangunan daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menunjukkan perhatian khusus kepada masyarakat di wilayah utara Kabupaten Tangerang dengan turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi warga, menyerap berbagai masukan, sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat dan anak-anak yatim, Jumat (26/6/26).
Kegiatan diawali dengan kunjungannya ke Kecamatan Teluknaga, di mana Bupati Tangerang berdialog langsung dengan kelompok nelayan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mendengarkan berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan para nelayan terkait kondisi usaha perikanan dan kebutuhan masyarakat pesisir. Menurut dia, turun langsung, mendekat tanpa batas ke masyarakat merupakan cara terbaik untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan berdiskusi, menyerap aspirasi, masukan dan keinginan masyarakat
"Bagi saya, turun langsung ke lapangan dan bertemu masyarakat adalah cara terbaik untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Aspirasi para nelayan ini menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun program yang tepat sasaran," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Usai dari Teluknaga, Bupati melanjutkan kegiatan dengan memberikan santunan kepada 140 anak yatim di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
"Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan, serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita," ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan program Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Jami Nurul Huda, Desa Kiara Patung Pakuhaji. Selain melaksanakan salat Jumat berjamaah, Bupati memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di lingkungan setempat.
Menurutnya, program Jumat Keliling menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan berbagai kebutuhan warga dapat diketahui dn ditindaklanjuti dengan baik.
"Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Melalui Jumling, kami bisa mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan," ungkapnya.
Kegiatan Bupati di wilayah utara Kabupaten Tangerang ditutup dengan pemberian santunan kepada 650 penerima yang terdiri dari anak yatim dan janda di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur. Kehadiran Bupati disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan kepada pemerintah daerah.
"Melalui kegiatan ini, kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung kebutuhan warga, serta memastikan berbagai program pembangunan dan pelayanan dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah pesisir dan pedesaan," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupat (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengingatkan para generasi Z yang sangat dekat dengan dunia digital akan dampak dan bahayanya narkoba. Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat membuka Talkshow Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 di Kampus Universitas Esa Unggul Citra Raya, Jum'at (26/06/26)
"Narkoba adalah ancaman nyata yang merusak masa depan generasi bangsa. Narkoba tidak hanya kesehatan tapi juga menghancurkan cita-cita, memutus masa depan dan menghilangkan potensi besar yang dimiliki gerasi muda," tegasnya
Dia juga menekankan bahwa para mahasiswa merupakan calon-calon pemimpin bangsa masa depan. Tema Talkshow "Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045," memiliki makna yang mendalam dan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini.
"Indonesia emas membutuhkan gerasi yang sehat, cerdas dan kuat. Sehat fisik dan mentalnya, cerdas dalam berpikir, mengambil keputusan dan memanfaatkan teknologi untuk hal positif serta kuat karakter dan integritasnya, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan dan godaan kehidupan, salah satunya narkoba," tandasnya
Lanjut dia, Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda-Bersinar) merupakan gerakan yang mengajak semua pihak untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, hebat, cerdas, kuat dan bersih dari narkoba.
"Gerakan ini dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat lagi oleh pihak sekolah dan kampus dan harus dijalankan oleh generasinya sendiri. Karena perang melawan narkoba itu bukan hanya tugas pemerintah dan penegak hukum, namun tanggung jawab kita bersama," jelasnya
Wabup juga mengajak semua pihak untuk saling menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam mengawal dan menyukseskan gerakan Ananda Bersinar di lingkungannya masing-masing
"Kepada mahasiswa yang hadir hari ini, saya mengajak jadilah pelopor dan agen perubahan gerakan Ananda Bersinar. Jadi teladan dan inspirasi bagi teman dan lingkungan kalian untuk hidup sehat, produktif dan bebas dari narkoba," ajaknya
Ketua Panitia Penyelenggara, Kepala Sub Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan pada Badan Kesbangpol, Asta Rangga Jiwo melaporkan bahwa kegiatan diikuti sekitar 100 peserta secara langsung dan lebih dari 1.000 peserta secara daring.
"Talkshow ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus membangun ketahanan diri dalam menciptakan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang bersih dari narkotika," jelas Angga
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan komitmen ikrar anti narkoba dilanjutkan penyematan pin anti narkoba secara simbolis kepada 5 orang peserta. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan pihak lainnya lebih serius menjalankan dan mengevaluasi program percepatan penurunan Stunting. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka rapat koordinasi evaluasi dan rencana aksi TPPS tahun 2026 di Ruang Media Center Dinas Kesehatan, Kamis (26/06/26)
"Saya minta kita semua lebih serius terhadap pelaksanaan dan evaluasi program rencana aksi TPPS ini. Kalau perlu perombakan strategi dan metode intervensi di lapangan, segera lakukan agar target penurunan angka stunting dapat dicapai secara riil, bukan sekadar seremonial," tegas Wabup Intan
Dalam arahannya, Wabup Intan menyoroti hasil Elevaluasi di lapangan yang menunjukkan adanya fenomena Lost Contact, di mana orang tua tidak kembali menimbangkan anaknya ke Posyandu setelah menghadiri acara besar seperti Gerebeg Posyandu atau seremonial lainnya.
"Kita harus ubah strategi. Jangan hanya menyuruh mereka datang ke Puskesmas lalu membagikan makanan. Kalau perlu, lakukan metode jemput bola, disamperin ke rumahnya, dipantau langsung, dan didampingi saat makan agar gizinya benar-benar masuk," tandasnya
Lanjut dia, guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, semua pihak lintas sektor harus terus menguatkan sinergi dan kolaborasi bersama dalam pelaksanaan rencana aksi percepatan penurunan Stunting tahun 2026
"Kader Dahsyat, Dapur Dahsyat Dharma Wanita dan PKK, petugas Puskesmas dan pendamping lainnya harus bersama-sama turun ke lapangan. Metode intervensi, pengawasan dan menu gizinya harus kita ubah agar lebih efisien dan berdampak nyata," jelasnya.
Wabup Intan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus bergerak cepat dan responsif dalam mengevaluasi pelaksanaan program Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026. Dia menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai leading sektor untuk terus mempererat dan memperkuat kolaborasi, baik dari penganggaran maupun program kegiatan rencana aksi TPPS Kab. Tangerang
"Kita akan mengagendakan rapat khusus bersama Bappeda untuk mengunci dukungan penganggaran program ini. Sebagai perpanjangan tangan dari Pak Bupati, saya menugaskan Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas KB untuk berkolaborasi menyusun strategi yang jauh lebih efektif," ujarnya
Selain itu, dia juga meminta semua pihak terus memperkuat monitoring, mulai dari tingkat desa melalui rembuk stunting dengan libatkan para camat agar pelaksanaan rencana aksi selanjutnya bisa lebih efektif dan tepat sasaran
"Sya minta seluruh jajaran bisa mendampingi tim survei eksternal yang akan turun pada bulan Agustus nanti agar sampling data yang diambil di lapangan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil," pungkas Wabup Infan.
Dia berharap melalui rapat koordinasi tersebut, TPPS Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk segera merumuskan rencana aksi baru yang lebih taktis, integratif, dan berbasis penanganan langsung di akar rumput demi mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas stunting. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid kembali menggelar dialog yang mengusung konsep kearifan lokal, ngariung bersama masyarakat. Kali ini Bupati Maesyal Rasyid bersama perwakilan OPD ngariung bersama komunitas nelayan di TPI Tanjung Pasir Kec. Teluknaga, Jum'at (26/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa sektor perikanan tangkap bukan hanya sekedar penggerak ekonomi, namun juga menjadi urat nadi kehidupan bagi ribuan kepala keluarga di sepanjang pesisir Kab. Tangerang
"Melalui dialog yang mengusung kearifan lokal seperti ini, pemerintah bersama pihak terkait lainnya hadir lebih dekat kepada masyarakat, khususnya nelayan untuk mendengarkan usulan, aspirasi dan keinginan masyarakat secara langsung dan terbuka tanpa sekat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia mengungkapkan bahwa selain bersilahturahmi dan menghimpun aspirasi para nelayan, pihaknya bersama para mitra pemerintah daerah juga memberikan bantuan sebgai bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan produktifitas, perlindungan dan pelayanan penerbitan kartu pass untuk kebutuhan barcode BBM bersudsidi serta kegiatan sosial bagi nelayan
"Kami semua bersama hadir juga memberikan bantuan kepada para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkap ikannya di antaranya: 10 unit bubu naga, 300 unit bubu rajungan, 15 keranjang ikan dan dibantu juga ada 3 akta notaris AHU untuk kelompok nelayan dan juga 200 sembako anak yatim," ungkapnya.
Dia berharap berbagi program dan bantuan yang terlah diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat serta mampu meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan nelayan
Menanggapi usulan dan aspirasi para nelayan terkait normalisasi sungai, PJU dan bantuan perahu, pemecahan gelombang, docking kapal dan akses jalur ke PIK, pihaknya berjanji akan berupaya maksimal membantu secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah serta terus mendorong pemerintah provinsi dan pusat serta pihak lainnya agar aspirasi masyarakat dapat segera direalisasikan
"InsyaAllah akan kita respon nanti sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada di Kabupaten Tangerang. Kita akan bantu nelayan untuk mereka bisa melaksanakan tangkap ikan ke laut, meningkatkan pendapatan dan hasil tangkapnya," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengikuti proses penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang diwakili oleh Kelurahan Tigaraksa, Kec. Tigaraksa. Kegiatan penilaian digelar secara virtual di Ruang Rapat Citus, Kantor Bupati Tangerang, Kamis (25/6/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan optimisme dan kesiapan Kabupaten Tangerang apabila kembali dipercaya mewakili Provinsi Banten pada ajang Lomba Kelurahan tingkat nasional.
"Kami siap apabila ditunjuk mewakili Provinsi Banten di tingkat nasional. Dari pengalaman dan sejarah yang sudah-sudah, Kabupaten Tangerang beberapa kali menjadi wakil Provinsi Banten pada lomba kelurahan tingkat nasional, bahkan pernah masuk lima besar kelurahan terbaik nasional," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa seluruh indikator yang menjadi bahan penilaian harus benar-benar sesuai dengan kondisi dan capaian nyata di lapangan, sehingga hasil yang diperoleh dapat mencerminkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang sesungguhnya.
"Kami berharap penilaian ini bukan hanya bersifat administratif atau seremonial semata, tetapi benar-benar menggambarkan progres dan kenyataan yang ada di lapangan. Apa yang dipaparkan harus sesuai dengan kondisi riil yang menjadi objek penilaian," tandasnya.
Ia menambahkan, Kelurahan Tigaraksa telah melakukan berbagai persiapan dan pembenahan dalam rangka penilaian tingkat provinsi. Berbagai program pemberdayaan masyarakat, inovasi pelayanan publik, serta pembangunan lingkungan terus diperkuat guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kelurahan Tigaraksa sudah siap. Apabila nanti ditunjuk untuk mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional, kami optimistis mampu memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Tangerang maupun Provinsi Banten," tegasnya.
Menurutnya, keikutsertaan Kelurahan Tigaraksa pada lomba kelurahan bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi momentum untuk mengukur keberhasilan pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang telah dilaksanakan di tingkat kelurahan.
"Kelurahan Tigaraksa menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil menunjukkan berbagai capaian dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Gema Muharam 1448 H dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan di Masjid Al Mujahidin, Desa Sodong, Kec. Tigaraksa, Kamis (25/6/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Sodong yang secara konsisten menyelenggarakan santunan anak yatim setiap tahun melalui program pengumpulan dana dari masyarakat.
“Ini merupakan contoh nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari masyarakat. Saya sangat mengapresiasi kebersamaan warga Desa Sodong yang saling membantu dan berbagi untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim,” ujar Wabup Intan.
Dia menyebut program santuan kepada anak yatim tersebut yang dilakukan masyarakat Desa Sodong layak menjadi inspirasi bagi wilayah lain karena mampu membangun budaya berbagi dan kepedulian sosial secara sukarela, gotong-royong dan berkelanjutan.
"Luar biasa sekali masyarakat Desa Sodong ini, dengan sukarela dan gotong royong berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim secara rutin. Ini layak jadi contoh dan inspirasi bagi wilayah lainnya di Kabupaten Tangerang," tandasnya
Lanjut dia, momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya juga menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.
Ia berharap kegiatan santunan anak yatim dan peringatan Tahun Baru Islam seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Sodong, para donatur, panitia, dan terutama bagi anak-anak yatim yang menerima santunan. Mari kita jadikan Muharam ini sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Wabup Intan juga memberikan pesan dan dorongan semangat kepada para anak yatim agar tetap semangat dan malu terhadap keterbatasan yang dimiliki. Namun mampu menjadikan keterbatasan yang dimiliki sebagai pelecut semangat untuk bisa berprestasi meraih cita-cita yang membanggakan banyak orang.
“Kepada anak-anak yatim, jangan pernah merasa rendah diri atau kehilangan semangat. Teruslah belajar, raih cita-cita setinggi mungkin. Jadilah generasi yang berprestasi dan membanggakan keluarga, masyarakat, serta Kabupaten Tangerang,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Intan juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Hj. Mulyanah mengungkapkan bahwa program santunan anak yatim di Desa Sodong sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan. Santunan yang diberikan merupakan hasil sukarela dan gotong-royong dari celengan warga, majelis taklim dan para donatur.
"Santunan tahun ini diberikan kepada 120 anak yatim yang berasal dari 8 RT di Desa Sodong. Dana santunan dihimpun dari program celengan warga, kontribusi majelis taklim, serta donasi masyarakat yang terkumpul sepanjang tahun," ungkapnya
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: anggota DPRD Kabupaten Tangerang Hj. Hernih Susilawati, Sekretaris Kecamatan Tigaraksa beserta jajaran, Kepala Desa Sodong beserta Ketua TP PKK Desa Sodong dan jajaran, Ketua DKM Masjid Al Mujahidin beserta pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jamaah dan warga setempat. (Red)
Bandung, lensafokus.id – Warga Lingkungan Jl sasak bubur Desa Singa Jaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, menyampaikan kekhawatiran mendalam maraknya peredaran obat-obatan keras golongan G yang terus berulang di wilayah mereka. Meskipun sudah beberapa kali ditindak kepolisian, praktik tersebut kerap muncul kembali dalam waktu singkat.
Menurut keterangan warga, obat-obatan seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan sejenisnya beredar bebas tanpa resep dokter, berkedok di tempat usaha seperti warung dan konter. Padahal obat golongan G ini berisiko tinggi menyebabkan ketergantungan, kerusakan organ, gangguan jiwa, hingga kematian jika disalahgunakan.
"Sudah berkali-kali digerebek dan ditindak, tapi tak lama kemudian tempatnya buka lagi. Kami sangat resah, apalagi anak muda banyak yang tergoda," ujar salah satu warga.
Merespons keluhan itu, Polsek Cililin turun melakukan operasi penindakan. Petugas menutup tempat yang diduga menjadi sarana peredaran dengan memasang garis polisi, sekaligus menyita barang bukti dan memproses hukum pelaku.
Kapolsek Cililin menegaskan tindakan ini sebagai bentuk penegakan hukum. "Kami akan lakukan penindakan tegas, tidak hanya menutup sementara, tapi juga memutus rantai peredarannya agar tidak terulang kembali," ujarnya. Kamis (25/6/2026).
Warga berharap penanganan kali ini benar-benar tuntas sehingga lingkungan kembali aman dan terhindar dari penyalahgunaan obat berbahaya. Masyarakat juga diajak aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran serupa.(Tim)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menerima kunjungan tim Kementerian Kesehatan RI dan tim Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta dalam rangka pembahasan rencana pembangunan Klinik Jantung Harapan Kita di Kabupaten Tangerang. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Solear, Gedung Kantor Bupati Tangerang, Kamis (25/6/26).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan RS Jantung Harapan Kita untuk membangun klinik jantung di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Alhamdulillah, kami merasa senang dan berterima kasih atas rencana pembangunan Klinik Jantung Harapan Kita di Kabupaten Tangerang. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat karena akan semakin mendekatkan layanan kesehatan jantung yang berkualitas," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan lahan yang berada di seberang RSUD Tigaraksa sebagai lokasi pembangunan klinik jantung Harapan Kita. Lokasi tersebut dinilai sangat strategis karena berada dekat dengan RSUD Tigaraksa sehingga dapat mendukung kolaborasi pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien penyakit jantung.
"Kami sudah menyiapkan lokasi di seberang RSUD Tigaraksa. Lahannya sudah siap dan sangat strategis karena berdekatan dengan RSUD Tigaraksa, sehingga nantinya dapat berkolaborasi dalam penanganan pasien jantung dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat," ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran Klinik Jantung Harapan Kita diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat Kabupaten Tangerang yang selama ini harus melakukan pengobatan maupun kontrol rutin ke Jakarta.
"Kehadirannya tentu akan memudahkan masyarakat yang membutuhkan layanan jantung, sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta untuk berobat ataupun kontrol rutin. Kami berharap pembangunan klinik ini dapat segera direalisasikan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan, Pengembangan Strategi dan Layanan (PPSL) Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Dr. drg. Maya Marinda Montain, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap rencana pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
"Alhamdulillah, kami merasa senang dan bersyukur atas atensi dan perhatian yang begitu besar dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang yang langsung sigap menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung rencana pembangunan klinik ini," ujar Maya.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan perencanaan dan administrasi akan terus diproses bersama berbagai pihak terkait. Apabila seluruh proses berjalan lancar, pembangunan Klinik Jantung Harapan Kita di Kabupaten Tangerang ditargetkan dapat mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2027.
"Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik. InsyaAllah apabila tidak ada kendala, pembangunan awal dapat dimulai pada akhir tahun 2027," pungkasnya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
