Items filtered by date: Sunday, 28 June 2026

Bogor, lensafokus.id – Sejumlah warga di Desa Babakan Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor mempertanyakan kejelasan nilai dan pencairan kompensasi atas pemasangan tiang jaringan WiFi yang didirikan di atas tanah milik mereka, hingga saat ini, sebagian pemilik lahan mengaku belum menerima kepastian terkait besaran ganti rugi maupun perjanjian tertulis yang mengikat kedua belah pihak.

Sesuai aturan, penyedia atau perusahaan harus mematuhi UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Penyedia jasa internet wajib mengantongi izin dari pemerintah daerah/setempat dan izin persetujuan dari warga atau pemilik lahan sebelum melakukan pemasangan, ketentuan umum dan persyaratan yang wajib dipenuhi.

1. Perizinan dan Legalitas
Izin Warga dan Lingkungan, penyedia wajib mengantongi izin dari pemilik lahan yang akan dipasangi tiang serta persetujuan lingkungan melalui koordinasi dengan Ketua RT/RW setempat.

Izin Pemerintah Wilayah, penyedia harus mendapatkan izin dari pemerintah desa/kelurahan dan kecamatan agar sesuai dengan tata ruang wilayah, Penyedia (provider) harus memiliki Izin Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi serta rekomendasi teknis dari Dinas Perhubungan atau instansi terkait di tingkat Kabupaten/Kota.

2. Ketentuan Teknis Pemasangan
Pemasangan tiang penyangga harus memenuhi standar keselamatan dan estetika, serta ketinggian tiang, tiang fiber optik harus memiliki tinggi standar antara 7 hingga 11 meter dari permukaan tanah, jarak aman dan ideal antar tiang maksimal 50 meter untuk menjaga kekuatan bentangan kabel.

3. Sanksi Atas Pelanggaran
Jika provider memasang tiang secara ilegal atau mengganggu akses/kenyamanan rumah warga tanpa izin, pemilik lahan berhak mengajukan tuntutan ganti rugi berdasarkan Pasal 15 UU Telekomunikasi.

Warga menilai keberadaan tiang tersebut akan berdampak pada penggunaan lahan, terutama pembangunan di masa mendatang, Mereka meminta agar pihak penyedia layanan internet dan pemerintah desa setempat memberikan transparansi penuh, mulai dari izin pemasangan, besaran nilai kompensasi yang sesuai dengan standar yang berlaku, hingga mekanisme pencairannya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola jaringan belum bisa di temui, dan belum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut, Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan musyawarah agar tidak menimbulkan perselisihan dan prasangka buruk di kemudian hari. (Tim)

Published in Nasional

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Karawaci menetapkan Aufa Bilal Aqsha sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Karawaci periode baru secara aklamasi. Pemilihan berlangsung di Hotel Golden Tulip, Kota Tangerang, Sabtu (27/6/2026).

Aufa terpilih tanpa melalui proses pemungutan suara setelah seluruh peserta Muscam secara bulat memberikan dukungan kepadanya. Kesepakatan tersebut menjadi simbol kuatnya soliditas kader Partai Golkar di Kecamatan Karawaci dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Muscam dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, jajaran pengurus DPD, para pengurus kelurahan, organisasi sayap, serta kader Partai Golkar dari berbagai wilayah di Kecamatan Karawaci.

IMG 20260628 WA0004

Selain memilih ketua baru, forum Muscam juga menjadi momentum evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun strategi dan program kerja organisasi untuk menghadapi tantangan politik serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi jalannya Muscam yang berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan.

"Alhamdulillah Muscam berjalan dengan baik. Semoga ketua yang terpilih mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat konsolidasi kader, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Sachrudin.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua PK Partai Golkar Karawaci, Aufa Bilal Aqsha menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh kader.

Ia menegaskan, langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada pembentukan struktur organisasi yang lebih efektif serta memperkuat konsolidasi hingga tingkat kelurahan agar roda organisasi berjalan lebih optimal.

"Kami akan memperkuat organisasi dan membangun konsolidasi sehingga seluruh kader memiliki visi, semangat, dan tujuan yang sama dalam membesarkan Partai Golkar di Karawaci," kata Aufa.

Mengusung visi "Karya Adaptif dan Kolaboratif", Aufa menegaskan kepemimpinannya akan berpijak pada empat pilar utama, yakni Karya Inklusif, Karya Nasionalis, Karya Demokratis, dan Karya Kreatif.

Menurutnya, kolaborasi lintas generasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan peran Partai Golkar dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Dengan terpilihnya Aufa Bilal Aqsha secara aklamasi, diharapkan kepengurusan baru mampu menghadirkan organisasi yang semakin solid, responsif terhadap dinamika masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan di wilayah Kecamatan Karawaci. (Sumarna)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Karawaci menetapkan Aufa Bilal Aqsha sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Karawaci periode baru secara aklamasi. Pemilihan berlangsung di Hotel Golden Tulip, Kota Tangerang, Sabtu (27/6/2026).

Aufa terpilih tanpa melalui proses pemungutan suara setelah seluruh peserta Muscam secara bulat memberikan dukungan kepadanya. Kesepakatan tersebut menjadi simbol kuatnya soliditas kader Partai Golkar di Kecamatan Karawaci dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Muscam dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, jajaran pengurus DPD, para pengurus kelurahan, organisasi sayap, serta kader Partai Golkar dari berbagai wilayah di Kecamatan Karawaci.

IMG 20260628 WA0004

Selain memilih ketua baru, forum Muscam juga menjadi momentum evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya sekaligus menyusun strategi dan program kerja organisasi untuk menghadapi tantangan politik serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi jalannya Muscam yang berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan.

"Alhamdulillah Muscam berjalan dengan baik. Semoga ketua yang terpilih mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat konsolidasi kader, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Sachrudin.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua PK Partai Golkar Karawaci, Aufa Bilal Aqsha menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh kader.

Ia menegaskan, langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada pembentukan struktur organisasi yang lebih efektif serta memperkuat konsolidasi hingga tingkat kelurahan agar roda organisasi berjalan lebih optimal.

"Kami akan memperkuat organisasi dan membangun konsolidasi sehingga seluruh kader memiliki visi, semangat, dan tujuan yang sama dalam membesarkan Partai Golkar di Karawaci," kata Aufa.

Mengusung visi "Karya Adaptif dan Kolaboratif", Aufa menegaskan kepemimpinannya akan berpijak pada empat pilar utama, yakni Karya Inklusif, Karya Nasionalis, Karya Demokratis, dan Karya Kreatif.

Menurutnya, kolaborasi lintas generasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan peran Partai Golkar dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Dengan terpilihnya Aufa Bilal Aqsha secara aklamasi, diharapkan kepengurusan baru mampu menghadirkan organisasi yang semakin solid, responsif terhadap dinamika masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan di wilayah Kecamatan Karawaci. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top