Items filtered by date: Thursday, 11 June 2026

TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat literasi digital bagi generasi muda. Kali ini, Sekretaris Dinas Diskominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, memimpin langsung kegiatan sosialisasi literasi digital yang berlangsung di SMPN 2 Tigaraksa, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa/siswi dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem digital. Farhan menekankan pentingnya bagi pelajar untuk memahami cara kerja dunia digital, mulai dari potensi manfaat yang dapat diambil hingga risiko negatif yang mungkin timbul akibat penggunaan yang tidak bijak.

"Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi kepada anak-anak muda, khususnya pelajar SMP, agar mereka benar-benar memahami dunia digital. Kami ingin mereka tahu keuntungan apa yang bisa didapat, sekaligus mewaspadai hal-hal negatif yang bisa muncul akibat kesalahan atau perbuatan yang tidak semestinya di ruang digital," ujar Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa Diskominfo secara konsisten melakukan kampanye literasi digital melalui berbagai platform. Selain kunjungan langsung ke sekolah-sekolah (roadshow), kampanye edukasi juga digencarkan melalui kanal media sosial resmi seperti Instagram

Strategi multi-kanal ini diharapkan dapat menjangkau para pelajar dengan lebih efektif dan relevan dengan kebiasaan mereka sehari-hari. Diskominfo optimistis bahwa dengan edukasi yang berkelanjutan, para pelajar dapat menjadi pengguna internet yang cerdas dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif.

"Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa memahami karakter dunia digital sehingga mereka bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Kegiatan ini akan terus kami rutinkan, dan untuk tahun ini, Diskominfo menargetkan kunjungan edukasi ke enam sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Menyambut baik langkah tersebut, Kepala Sekolah SMPN 2 Tigaraksa, Kenedi, mengaku bahwa edukasi ini sangat krusial bagi siswa/siswinya. Ia menyoroti minimnya kesadaran akan bahaya jangka panjang dari konten yang mereka buat sendiri.

"Banyak anak yang menganggap remeh apa yang mereka posting di media sosial. Mereka tidak sadar bahwa satu kata atau perilaku buruk di internet bisa berdampak besar bagi masa depan mereka. Jejak digital itu tidak akan pernah hilang," ungkap Kenedi.

Kenedi berharap, melalui pembekalan ini, para siswa tidak lagi sembarangan menggunakan ponsel. Ia ingin anak didiknya paham bahwa ponsel bukan hanya alat untuk kesenangan sesaat, melainkan tanggung jawab besar yang harus digunakan dengan bijak. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensfokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 Sekolah Genius Binong Kec. Curug, Kamis (11/06/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepedulian dan kontribusi Sekolah Genius yang telah berperan aktif mencerdaskan peserta didik yang berasal dari Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat turut bangga dan senang, saudara-saudara kami yang dari Indonesia Timur bisa hadir di Kabupaten Tangerang untuk menimba ilmu untuk mendapatkan kecerdasan dan kepandaian melalui sekolah ini," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga memberikan pesan kepada para peserta didik di Sekolah Genius agar terus semangat dan tekun belajar dalam meraih apa yang dicita-citakan. Selain itu, disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan di sekolah hendaknya terus dijaga dan dilaksanakan dimanapun mereka berada nantinya.

"Terus semangat dan tekun belajar. Jaga disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan untuk menggapi cita-cita dan kesuksesan," ujarnya

Bupati Maesyal juga mengapresiasi pihak yayasan dan Sekolah Genius yang telah berperan aktif memberikan dan memajukan pendidikan kepada calon-calon pimpinan masa depan dari Indonesia Timur

"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepada sekolah yang dipimpin oleh Pak Bambang dan kepala sekolah Ibu Esther. Terima kasih telah mendidik calon-calon pimpinan di masa yang akan datang," ucapnya

Direktur Sekolah Genius, Esther K Wirawan, menjelaskan bahwa tema pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 mengusung tema "Kenali Diri, Nyatakan Karya". Seluruh peserta didik kelas 6, 9 dan kelas 12 dinyatakan lulus dan menyelesaikan pendidikannya selama kurang lebih 3 tahun terakhir.

"Tema kita hari ini adalah "Kenali Diri Nyatakan Karya". Pesan ini sederhana tetapi menjadi satu hal yang sangat penting karena mengenal diri dan mengenal kekuatan yang dimiliki menjadi dasar untuk kalian memperjuangkan nilai-nilai yang kalian harapkan," jelas Esther.

Menurut dia, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik atau lulus ujian, namun juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih ketangguhan dan mempersiapkan generasi muda untuk dapat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

"Hari ini kalian melangkah ke tahap berikutnya dalam kehidupan kalian yang telah bekerja keras belajar banyak hal, tidak hanya sekedar ilmu pengetahuan tetapi tentang hidup disiplin, tanggung jawab dan tentang semangat untuk terus belajar serta berusaha menjadi generasi yang membawa perubahan bagi masyarakat daerah terutama untuk Indonesia tercinta," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Meski telah ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031, H. Muhammad Nur Kholis, S.Th.I memutuskan mengundurkan diri demi kepentingan organisasi yang lebih luas.

Keputusan tersebut disampaikan setelah rangkaian Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Manajemen Partai DPW PKB se-Indonesia yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB pada 10–11 Juni 2026 di Jakarta.

Dalam forum tersebut, Tim Koordinator DPP PKB menetapkan H. Muhammad Nur Kholis sebagai Ketua Dewan Tanfidz Definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang untuk periode 2026–2031 berdasarkan hasil penjaringan, evaluasi, serta berbagai pertimbangan organisasi.

Namun, setelah melakukan komunikasi dan kajian secara matang, Nur Kholis memilih untuk tidak melanjutkan amanah tersebut dan memutuskan fokus menjalankan tugasnya sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab politik untuk mengoptimalkan peran strategis Fraksi PKB di tingkat Provinsi Banten dalam mengawal agenda perjuangan partai serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

> "Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DPP PKB dan seluruh kader PKB. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek organisasi dan tugas politik yang saat ini saya emban, saya memutuskan untuk fokus menjalankan amanah sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten. Saya meyakini keputusan ini merupakan pilihan terbaik untuk memperkuat perjuangan PKB dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Muhammad Nur Kholis, Kamis (11/6/2026).

 

Meski mundur dari penetapan Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, Nur Kholis menegaskan komitmennya terhadap penguatan organisasi partai di Kabupaten Tangerang tidak akan berkurang. Ia memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap proses konsolidasi dan pengembangan partai agar PKB semakin solid menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

Keputusan tersebut juga mendapat perhatian kader dan pengurus PKB mengingat sosok Muhammad Nur Kholis dinilai memiliki kontribusi besar dalam membesarkan partai di Kabupaten Tangerang selama periode kepemimpinannya.

Di bawah kepemimpinannya, PKB Kabupaten Tangerang berhasil memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan perolehan kursi legislatif, mewujudkan kantor permanen DPC PKB Kabupaten Tangerang, serta mempererat sinergi dengan berbagai elemen Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu catatan penting yang mengukuhkan posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, PKB Kabupaten Tangerang menegaskan akan tetap menjaga soliditas organisasi serta menghormati seluruh mekanisme yang ditetapkan DPP PKB terkait proses penetapan kepemimpinan definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031. (Asp)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-53, Kelurahan Pasir Jaya menggelar diskusi bersama perwakilan perusahaan yang berada di kawasan Telesonic. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dengan penuh semangat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pasir Jaya Ardi Irawan, S.IP., M.IP. beserta jajaran staf, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasir Jaya, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan perusahaan, serta unsur masyarakat lainnya, Rabu (10/6/2026).

Dalam sambutannya, Lurah Pasir Jaya Ardi Irawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga serta menata kawasan Jalan Telesonic.

"Apabila kawasan ini terlihat hijau, bersih, rapi, indah, dan asri, maka akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di wilayah Pasir Jaya. Lingkungan yang tertata akan memberikan kenyamanan bagi para pelaku usaha," ujarnya.

Menurut Ardi, sebanyak 20 perusahaan diundang dalam kegiatan tersebut untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi dalam menciptakan kawasan Telesonic yang lebih baik melalui edukasi dan sosialisasi.

Ia menjelaskan bahwa penataan akan difokuskan pada keberadaan pedagang kaki lima (PKL), parkir liar, serta bangunan liar yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Mengingat kawasan tersebut merupakan jalur keluar-masuk kendaraan besar seperti kontainer dan truk, penataan dinilai sangat penting untuk mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan.

"Kami ingin Jalan Telesonic menjadi lebih tertib sehingga kemacetan yang sering terjadi pada pagi dan sore hari dapat berkurang. Kawasan ini juga berada di perbatasan tiga kelurahan, yaitu Pasir Jaya, Bunder, dan Kadu Jaya, sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak," jelasnya.

Ardi berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga kawasan Telesonic menjadi lebih indah, nyaman, dan menjadi ikon kawasan industri yang tertata.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pasir Jaya **Ahmad Syahroni, SH** mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Selain membahas penataan kawasan, pihak kelurahan juga mengimbau perusahaan-perusahaan di kawasan Telesonic untuk mengumpulkan barang-barang anorganik yang masih layak guna di kantor Kelurahan Pasir Jaya agar dapat disalurkan melalui pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan di kawasan Telesonic memberikan respons yang sangat positif terhadap program ini. Pemerintah Kelurahan Pasir Jaya akan menindaklanjuti hasil diskusi agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Ahmad.

Ia menambahkan bahwa ke depan pihak kelurahan akan terus menggandeng para investor dan perusahaan di kawasan Telesonic guna mewujudkan lingkungan yang lebih tertata, hijau, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Kami akan melangkah secara bertahap dengan melibatkan seluruh stakeholder. Insyaallah program ini akan terus berlanjut demi kemajuan kawasan Telesonic dan Kelurahan Pasir Jaya," tutupnya. (Mala)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Maraknya aktivitas galian pasir ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak memicu alarm bahaya. Anggota DPRD Provinsi Banten asal Kabupaten Lebak, Musa Weliansyah, bahkan menilai kondisi saat ini sudah layak disebut sebagai "darurat tambang pasir ilegal" karena praktik penambangan tanpa izin semakin meluas dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.

Menurut Musa, aktivitas tambang ilegal yang terus beroperasi secara terbuka seolah menjadi tontonan publik. Ironisnya, hingga kini belum terlihat tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas yang diduga merugikan lingkungan dan negara tersebut.

"Keberadaan aktivitas galian pasir ilegal dapat merusak lingkungan. Pasir laut yang mereka gali kemudian dikemas ke dalam karung dan dijual ke kawasan industri di Tangerang maupun Cikande," kata Musa Weliansyah di Rangkasbitung, Kamis (11/06/2026).

Musa menyoroti wilayah Kecamatan Cihara sebagai salah satu titik yang paling mengkhawatirkan. Selain berada di kawasan pesisir pantai, sebagian aktivitas tambang pasir kuarsa bahkan disebut telah merambah kawasan Perhutani.

Menurutnya, maraknya tambang ilegal di Lebak Selatan tidak terlepas dari lemahnya penegakan hukum terhadap para pelaku, termasuk pihak yang membeli dan mendistribusikan hasil tambang ilegal tersebut.

"Di Kecamatan Cihara ada tiga lokasi. Salah satunya berada di kawasan Perhutani. Persoalan tambang ilegal ini terjadi karena lemahnya penegakan hukum. Seharusnya semua pihak yang terlibat, termasuk penadah dan pembelinya, diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Politisi yang dikenal vokal tersebut juga meminta Polda Banten segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan tambang ilegal yang masih beroperasi di Kabupaten Lebak.

Menurut Musa, para pelaku tambang ilegal terkesan tidak gentar terhadap penertiban. Ia menyebut pernah terjadi lokasi tambang yang ditutup oleh Satpol PP pada siang hari, namun kembali beroperasi pada malam harinya.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa para pelaku sangat bandel. Karena itu saya meminta Polda Banten segera mengusut tuntas aktivitas galian pasir ilegal tersebut," ujarnya.

Musa menegaskan dirinya tidak akan tinggal diam. Ia berkomitmen terus mengawal persoalan tambang ilegal yang dinilai semakin mengancam kelestarian lingkungan di Kabupaten Lebak.

Bahkan, salah satu aktivitas tambang pasir kuarsa yang beroperasi di kawasan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) telah dilaporkannya kepada aparat penegak hukum lingkungan di tingkat pusat.

"Saya akan terus mengawal persoalan ini. Untuk tambang pasir kuarsa yang beroperasi di kawasan KHDPK, sudah saya sampaikan ke Gakkum Kementerian Kehutanan agar segera ditindak tegas," katanya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, aktivitas tambang pasir ilegal disebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, di antaranya Kecamatan Cihara, Kecamatan Cimarga, dan Kecamatan Gunung Kencana.

Tak hanya persoalan legalitas tambang, sorotan juga mengarah kepada aspek lingkungan. Di Kecamatan Gunung Kencana, salah satu perusahaan tambang pasir yakni PT Mitra Jaya Minning (MJM) disebut belum memiliki Izin Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar apabila tidak segera ditangani.

"PT MJM tidak memiliki IPAL," ungkap Wawan Wahyudi, Kepala Bidang AMDAL pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten. (C2p)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar edukasi mitigasi bencana melalui Event Pameran Sawala Lembur yang berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan bertema "Membangun Kesadaran Mitigasi Bencana, Kenali Alam dan Siagakan Diri" tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 Bayah, Drs. Asep Darmamulya, M.Si. Pameran ini menjadi ruang edukasi, dialog, dan kolaborasi untuk memperkuat budaya sadar bencana di wilayah Banten Selatan.

Pameran Sawala Lembur merupakan bagian dari program Project Humanity yang digagas mahasiswa UMN bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan SMAN 1 Bayah.

Kepala SMAN 1 Bayah, Asep Darmamulya, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi bencana sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah yang berada di kawasan rawan bencana.

"Mitigasi bencana merupakan pengetahuan yang harus dimiliki masyarakat, khususnya para pelajar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya belajar di lingkungan sekolah," ujar Asep.

Penyelenggara Event Sawala Lembur, Gina Fajriatien Nisa, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMN, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil implementasi teori dan pengamatan lapangan yang dilakukan bersama tim mahasiswa UMN sejak April 2026.

Menurut Gina, kolaborasi antara akademisi, sekolah, pemerintah, komunitas, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya mitigasi bencana.

"Sebagai event organizer, saya merasa bangga sekaligus terhormat dapat memfasilitasi ruang edukasi, ruang dialog, dan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan besar, yaitu membangun kesadaran mitigasi bencana, mengenali alam, dan menyiagakan diri," katanya.

Ia menambahkan, sebuah kegiatan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wadah bertemunya gagasan, pengalaman, dan kesadaran bersama untuk menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga interaktif, dekat dengan masyarakat, dan mudah dipahami oleh semua kalangan," ujarnya.

Gina menjelaskan, nama Sawala Lembur dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Dalam bahasa Sunda, sawala berarti ruang bermusyawarah atau bertukar pikiran, sedangkan lembur berarti kampung atau tempat hidup bersama.

"Karena itu, Sawala Lembur kami maknai sebagai ruang bersama untuk berdialog tentang masa depan kampung, tentang bagaimana masyarakat harus siap, sadar, dan tangguh menghadapi ancaman bencana," ungkapnya.

Tema mitigasi tsunami yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis Bayah dan kawasan Banten Kidul yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Selain potensi gempa megathrust dan tsunami, wilayah tersebut juga menghadapi ancaman longsor dan banjir yang hampir setiap tahun terjadi di sejumlah daerah.

"Ancaman itu tidak boleh membuat kita hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, harus menjadi alasan untuk memperkuat kesiapan, memperluas pengetahuan, dan membangun budaya sadar bencana. Sebab, mitigasi terbaik selalu dimulai dari pengetahuan dan kesiapsiagaan," kata Gina.

Sebagai implementasi dari tema tersebut, penyelenggara menghadirkan tiga pendekatan edukasi dalam satu rangkaian kegiatan.

Pertama, peluncuran Buku Katalog Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal karya Cera. Buku tersebut diharapkan menjadi media literasi masyarakat dalam memahami risiko dan langkah-langkah pengurangan dampak bencana.

Kedua, peluncuran board game edukasi tsunami karya Adestua. Permainan edukatif ini dirancang sebagai media pembelajaran kreatif untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

"Belajar tentang kebencanaan tidak harus selalu kaku dan menegangkan. Melalui permainan edukatif, pesan mitigasi dapat lebih mudah dipahami dan diingat, khususnya oleh para pelajar," ujar Gina.

Ketiga, penyelenggaraan talk show kebencanaan yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta membangun dialog mengenai tantangan dan solusi dalam pengurangan risiko bencana.

Gina berharap para siswa SMAN 1 Bayah dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing.

"Kalian adalah generasi masa depan Bayah dan Banten Kidul. Mulailah dari mengenali tanda-tanda alam, memahami jalur evakuasi, mengetahui titik aman, hingga berani mengambil keputusan cepat saat keadaan darurat," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Banten Kidul melalui sesi podcast yang dipandu host Jeselyn.

Selain menampilkan tiga program edukasi utama, Pameran Sawala Lembur juga memamerkan sejumlah karya mahasiswa lainnya, di antaranya Buku Saku untuk OSIS karya Ricky, Buku Modul Wali Murid karya Gavriella, serta Buku Guru karya Abigail F. (Red)

Published in Banten
Go to top