Items filtered by date: Wednesday, 17 June 2026

Tangerang, lensafokus.id – SDN Kaduagung 2, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menggelar santunan anak yatim piatu, acara di laksanakan di halaman sekolah, Kegiatan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh kepala sekolah, guru-guru, orang tua siswa, serta tamu undangan dari lingkungan sekitar.


Acara dibuka dengan menampilkan pentas seni siswa, Dalam sambutannya, Kepala SDN Kaduagung 2 Hj. Murni Rotiyani S. Pd, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses belajar mengajar selama satu tahun ajaran berjalan, serta mengucapkan selamat kepada seluruh siswa kelas VI yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar, dan tak lupa berpesan agar tetap semangat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan menjaga nama baik sekolah.

Kegiatan pentas seni yang di selenggarakan seperti ini Alhamdulillah hampir setiap tahun dilaksanakan dengan tujuan yang jelas, agar siswa bisa mengembangkan bakatnya masing - masing, katanya. (17/6/26)

“Ini bukan akhir perjalanan, lanjut Hj. Murni, melainkan awal dari langkah baru teruslah belajar, berbuat baik, dan hormati orang tua serta guru di mana pun kalian berada,” ujarnya.

Sebelum acara penampilan pentas seni yang ditampilkan oleh siswa-siswi dari berbagai kelas, pihak sekolah memberikan santunan kepada anak yatim piatu, setelah itu beragam pertunjukan disajikan, mulai dari tarian daerah, pembacaan puisi, nyanyian lagu nasional dan daerah, hingga pertunjukan sederhana yang penuh makna, semua penampilan mendapatkan tepuk tangan meriah dari hadirin yang menyaksikan.

Para orang tua juga mengapresiasi kegiatan tersebut, menurut salah satu wali murid, acara seperti ini sangat bermanfaat terlebih adanya santunan kepada anak yatim piatu, semoga dengan adanya acara pentas seni siswa dapat mengembangkan bakat dan kepercayaan diri anak-anak, sekaligus menjadi momen berharga untuk mengenang masa sekolah.

Acara berakhir dengan foto bersama dan penutupan secara resmi, Seluruh pihak berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. ( Her )

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokua.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar pembinaan bagi kader dan pengelola Kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) di Ruang Ar-Rabiah. Kegiatan ini berlangsung intensif selama lima hari dan berakhir pada hari ini, Rabu (17/6/2026).

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan orang tua dalam membimbing remaja yang sedang mengalami transisi fisik, mental dan emosional.

"Melalui pembinaan BKR ini, kita ingin meningkatkan keterampilan orang tua dalam membimbing dan memotivasi remaja. Tujuannya agar mereka tumbuh menjadi generasi berkualitas dan menjadi fondasi keluarga yang sejahtera," ujar Tihar.

Ia menambahkan, para kader juga dibekali pemahaman program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Program ini mengedukasi masyarakat mengenai usia ideal menikah (minimal 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi laki-laki), serta pentingnya kesiapan fisik, mental, emosional, ekonomi, hingga pengetahuan seputar kehamilan.

Selain pengasuhan, kegiatan ini melatih kader menggunakan aplikasi New SIGA (Sistem Informasi Keluarga) dari BKKBN. Platform digital nasional ini mengintegrasikan data kependudukan, pelayanan KB dan program Bangga Kencana.

"Aplikasi New SIGA ini, mempermudah pencatatan data secara akurat dan akuntabel. Data yang valid ini sangat penting untuk mendukung penurunan stunting dan perencanaan keluarga yang tepat sasaran di Kota Tangerang," pungkas Tihar.

Dengan adanya sinergi antara peningkatan kapasitas kader BKR dan penguatan sistem data digital melalui New SIGA, DP3AP2KB Kota Tangerang berkomitmen penuh untuk terus mencetak generasi muda yang tangguh, sehat serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan dilakukannya Ground Breaking pembangunan Gedung IGD Maternal, Hemodialisa, dan Rawat Inap 6 lantai di RSUD Balaraja, Rabu (17/6/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas kesehatan tersebut bersama jajaran manajemen RSUD Balaraja, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pembangunan tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang sekaligus jawaban mengantisipasi atas meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Tangerang bagian barat dan daerah penyangga lainnya.

"Alhamdulillah hari ini kita memulai pembangunan sarana dan fasilitas kesehatan berupa perluasan IGD Maternal, ruang Hemodialisa atau cuci darah, serta gedung rawat inap. Ini merupakan bentuk antisipasi dan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien yang berobat ke RSUD Balaraja," ujar Bupati Maesyal.

Menurutnya, RSUD Balaraja tidak hanya melayani warga Kabupaten Tangerang, tetapi juga menerima pasien dari berbagai daerah seperti Kabupaten Serang hingga Bogor. Karena itu, peningkatan kapasitas pelayanan menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

"Rumah sakit ini melayani masyarakat yang sangat luas. Karena itu kita harus menyiapkan fasilitas yang memadai agar pelayanan kepada pasien semakin optimal. Penambahan ruang rawat inap, IGD, dan Hemodialisa menjadi bagian dari upaya tersebut," ungkapnya.

Bupati juga mengapresiasi Direktur RSUD Balaraja beserta seluruh jajarannya yang terus berinovasi dan responsif dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Ia berharap pembangunan tersebut dapat berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, dan tepat mutu.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur RSUD Balaraja yang telah berinisiatif meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Kami juga berterima kasih kepada Kejaksaan, Kepolisian, dan seluruh pihak yang melakukan pendampingan agar pembangunan ini berjalan lancar, transparan, dan sesuai aturan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan yang cepat, ramah, bersih, nyaman, dan profesional. Dengan pelayanan yang baik, pasien akan merasa tenang dan proses pemulihan pun menjadi lebih baik," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Balaraja dr. Chorah Usman menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat sekaligus memenuhi standar pelayanan rumah sakit sesuai regulasi terbaru.

Ia mengungkapkan, saat ini ruang IGD Maternal masih memanfaatkan ruangan yang terbatas, padahal kasus maternal dan neonatal merupakan kasus berisiko tinggi yang membutuhkan fasilitas sesuai standar guna menekan angka kematian ibu dan bayi.

Selain itu, kebutuhan layanan Hemodialisa juga terus meningkat. Saat ini kapasitas ruang cuci darah hanya mampu menampung 13 mesin atau tempat tidur sehingga antrean pasien masih cukup tinggi.

"Dengan pembangunan ruang Hemodialisa yang baru dan lebih luas, kapasitas pelayanan dapat ditingkatkan hingga mencapai 40 mesin atau tempat tidur. Ini akan sangat membantu mengurangi antrean pasien yang membutuhkan layanan cuci darah," jelas dr. Chorah. (Red)

Published in Banten

CILEGON, lensafokus.id – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten Tahun 2026 resmi ditutup di Stadion Geger Cilegon oleh Gubernur Banten, Andra Soni, Rabu (17/06/26).

Pada kesempatan tersebut Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid yang hadir langsung menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh atlet yang telah berjuang habis-habisan di semua cabang olahraga. Kontingen Kab. Tangerang berhasil meraih total 167 mendali dengan rincian 50 emas, 56 perak dan 61 perunggu.

"Atlet-atlet kita sudah luar biasa berjuang di seluruh cabang olahraga. Alhamdulillah, kemarin pertandingan final sepak bola ditutup dengan kemenangan kita 1-0 melawan Kota Tangerang," ujar Maesyal Rasyid.

Lanjut dia, meski capaian yang diraih cukup membanggakan, dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan langsung bergerak melakukan evaluasi menyeluruh di setiap cabang olahraga. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan besar, mengingat Kabupaten Tangerang telah dipercaya oleh Gubernur Banten untuk menjadi tuan rumah perhelatan POPDA berikutnya pada tahun 2028.

"Kita dipercaya oleh Pak Gubernur selaku tuan rumah untuk tahun 2028. Tentunya, banyak sekali yang harus kita persiapkan dari sekarang, salah satunya adalah pembenahan dan kesiapan sarana olahraga. InsyaAllah, mulai tahun 2027 semua fasilitas sarana olahraga akan mulai kita persiapkan secara matang," ungkapnya.

Di hadapan para atlet pelajar, Bupati Maesyal Rasyid juga membakar semangat mereka agar tidak cepat puas atas capaian yang telah diraih dan tidak berkecil hati bagi yang belum meraih hasil maksimal. Menurut dia, perjalanan karier para atlet muda Kab. Tangerang masih sangat panjang, terlebih ada agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta POPDA mendatang yang sudah menanti di depan mata.

"Harus tetap semangat, jangan kecil hati! Perjalanan masih panjang. Dua tahun yang akan datang kita akan jadi tuan rumah, kesempatan bagi anak-anak kita masih sangat terbuka lebar," ujarnya

Sebagai bentuk apresiasi nyata dan komitmen dalam menyejahterakan para pejuang olahraga, Bupati Tangerang memastikan pemerintah daerah akan menyiapkan bonus khusus bagi para atlet yang berprestasi.

"Kami selalu mendoakan agar prestasi olahraga mereka berjalan beriringan dengan prestasi akademis di sekolah masing-masing," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id - Cabang Olahraga (Cabor) Voli Indoor Putera Kabupaten Tangerang meraih medali emas setelah mengalahkan tim Kota Tangerang Selatan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten Tahun 2026. Laga tersebut berlangsung di GOR Mutiara Bunda Kota Cilegon, Selasa (16/06/2026).

Pertandingan ini berlangsung 4 set dengan skor 3-1, nilai tiap set antara tim Kabupaten Tangerang dan tim Kota Tangerang Selatan. Set pertama dimenangkan Kab.Tangerang 25 - 16, set kedua dimenangkan Kota Tangsel 25- 22, set ketiga dan kempat direbut kembali oleh Kab.Tangerang, masing-masing 32 - 30 dan 26 - 16.

Ketua PBVSI Kab.Tangerang, mengatakan perjuangan tim bola voli putera Kabupaten Tangerang sangat luar biasa. Mereka melakukan yang terbaik di pertandingan final ini hingga akhirnya mendapatkan Medali Emas.

“Tim bola voli putra pantas mendapatkan medali emas, mereka semua berjuang habis-habisan di lapangan untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Tangerang. Saya secara pribadi sangat senang sekali," ucapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang selalu mendukung tim bola voli Kab.Tangerang dari segi akomodasi, tempat istirahat atlet, kesehatan, vitamin, dan motivasi yang diberikan kepada para atlet hingga berada di titik final saat ini.

“Kami juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pelatih, official, Bapopsi Kabupaten Tangerang, orang tua, supporter dan masyarakatKabupaten Tangerang. Tim bola voli putera berhasil mengharumkan nama baik Kabupaten Tangerang dan ini mempertahankan juara selama 8 kali berturut-turut pada POPDA tingkat Provinsi Banten,” pungkasnya.

Sementara itu, Dhanu Rekza Pelatih tim Putera cabor Voli indoor Kabupaten Tangerang, mengatakan persiapan tim selama empat bulan tidak sia-sia. Tim melakukan latihan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras untuk mendapatkan medali emas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua, kepada Sekolah, Club voli, jajaran Pelatih, Pengurus PBVSI Kab.Tangerang serta semua yang terlibat sudah mendukung kami di pegelaran POPDA XII Prov.Banten tahun 2026, kemenangan ini kami persembahkan untuk mereka,” tuturnya.

Sebagai informasi, di tempat yang sama cabor bola voli puteri Kabupaten Tangerang mendapatkan Medali Perunggu setelah mengalahkan Kab.Lebak di perebutan tempat ke Tiga,dengan skor akhir 1-3. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menyambut kedatangan jamaah haji Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Kloter 12 JKB di Asrama Haji Provinsi Banten, Cipondoh-Kota Tangerang, Rabu (17/06/26)

Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma mengucapkan rasa syukurnya bisa menyambut para tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima dengan lancar dan kembali ke tanah air dlam keadaan sehat wal'afiat.

"Alhamdulillah, hari ini kita menyambut kepulangan mereka dalam keadaan selamat sebagai tamu-tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima. Selamat kepada kepada seluruh jamaah Kabupaten Tangerang dan keluarga, semoga menjadi haji yang mabrur," ujar Sekda Soma

Dia menandaskan bahwa momentum kepulangan ini bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar di tengah masyarakat. Predikat haji mabrur hendaknya tercermin dalam perubahan sikap, akhlak, kejujuran, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Jagalah kemabruran haji dengan senantiasa meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh serta menjadi pribadi yang membawa kesejukan bagi lingkungan. Jadilah penggerak kehidupan keagamaan di lingkungan masing-masing, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta turut menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat," tandasnya

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari penguatan koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh, peningkatan pelayanan administrasi, dukungan transportasi, pembinaan manasik, hingga rencana pembangunan fasilitas pusat manasik haji sebagai sarana pembelajaran bagi calon jamaah agar semakin siap menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

"Kami menyadari bahwa pelayanan kepada jamaah haji merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang harus terus ditingkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, berbagai masukan dari para jamaah akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan ibadah haji di tahun-tahun mendatang semakin baik," jelasnya

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten beserta seluruh jajarannya, atas pelayanan terbaik yang telah diberikan kepada seluruh jamaah haji Kab. Tangerang

"Atas nama pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten dan seluruh jajarannya yang selama ini selalu memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Tangerang dan kloter-kloter lainnya," pungkasnya

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten, H. Samsudin Kloter 12 JKB tersebut sebanyak 392 orang.

"Kami serahkan jamaah haji asal Kabupaten Tangerang kepada Bapak Sekretaris Daerah, Soma Atmadja, Kloter 12 JKB dengan jumlah 392. Semoga jamaah asal Kabupaten Tangerang menjadi haji yang mabrur, sehat dan mampu menjadi teladan keimanan serta kebajikan di masyarakat," ujarnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Dalam upaya menciptakan generasi muda yang tangguh dan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) pada Program Lingkungan Pendidikan Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari perwakilan guru (khususnya bidang kesiswaan) serta pelajar jenjang SMA/SMK/Sederajat se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Parakan, Rabu (17/06/2026).

Kasubid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Dan Agama, Risma Nurmalayanti mengatakan bahwa program Sekolah Bersinar merupakan salah satu program BNK yang berada di bawah naungan Kesbangpol Kabupaten Tangerang. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Menurut Risma, kegiatan sosialisasi tersebut memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang saat ini semakin beragam bentuk dan modus penyebarannya.

“Kehadiran kegiatan ini membawa dampak yang sangat positif, terutama bagi anak-anak maupun remaja saat ini yang rentan terpapar narkoba. Terlebih lagi, kita sering kali tidak mengetahui jenis-jenis narkoba baru yang beredar di luar sana, sehingga edukasi seperti ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan para pelajar,” kata Risma.

Ia menambahkan, ancaman penyalahgunaan zat adiktif tidak hanya berasal dari narkotika konvensional. Beberapa produk yang akrab di kalangan remaja juga perlu diwaspadai karena berpotensi mengandung zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan.

“Sebagai contoh sederhana adalah penggunaan vape. Kita banyak yang tidak menyadari bahwa di dalam komponen atau bahan-bahan tertentu terdapat indikasi kandungan zat adiktif yang berbahaya,” ujarnya.

Risma menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan langkah antisipasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BNN Provinsi Banten, BNN Kota Tangerang hingga BNN Kota Tangerang Selatan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

Selain itu, Kesbangpol dan BNK secara rutin melaksanakan sosialisasi serta roadshow ke berbagai kampus, SMA, SMK, dan sekolah lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan dan masa depan mereka.

“Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memetakan beberapa wilayah rawan. Jika ditemukan adanya wilayah atau individu yang sudah terdampak, informasi tersebut akan segera diteruskan kepada pihak kepolisian, khususnya Satresnarkoba untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Risma berharap para pelajar dapat memahami secara utuh dampak negatif penyalahgunaan narkoba sehingga mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh yang dapat merusak masa depan mereka.

“Setelah memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup, saya berharap para siswa dapat lebih waspada serta mampu menjaga diri mereka sendiri. Mereka harus tahu bahwa narkoba itu sama sekali tidak membawa kebaikan, melainkan memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan masa depan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Kabupaten Tangerang, H. Dedy Sutardi, SH, menyampaikan bahwa sosialisasi Pendidikan Bersinar yang dilaksanakan saat ini merupakan tahap pertama dari rangkaian kegiatan yang akan digelar di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.

“Hari ini, kegiatan sosialisasi diadakan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan Bersinar atau Bersih Narkoba. Pelaksanaan sosialisasi ini baru memasuki tahap pertama karena jumlah peserta yang cukup banyak, sehingga nantinya akan ada sesi lanjutan di wilayah lainnya,” ujar Dedy.

Ia menjelaskan, tahap pertama kegiatan difokuskan bagi siswa-siswi di wilayah Tigaraksa dan sekitarnya. Selanjutnya, sosialisasi akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah lain, termasuk kawasan Pantura yang memiliki sebaran sekolah cukup luas.

Menurut Dedy, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini yang ditujukan kepada para siswa sebagai generasi penerus bangsa. Melalui penyuluhan yang diberikan, para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba serta mampu menjauhkan diri dari penyalahgunaannya.

“Harapan kami, materi yang diberikan dapat menjadi input yang efektif bagi para siswa. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menjauhi narkoba, tumbuh menjadi pelajar yang sehat, dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang tanpa narkoba,” tutupnya. (Red)

Published in Banten

BOGOR, lensafokus.id – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menertibkan aktivitas tambang dan galian C bermasalah kembali diuji. Di saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi gencar melakukan penataan sektor pertambangan demi menekan kerusakan lingkungan, aktivitas galian C di Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, justru diduga masih beroperasi tanpa hambatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas alat berat dan kendaraan pengangkut material masih terlihat keluar masuk lokasi galian. Pemandangan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai legalitas usaha pertambangan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Padahal, setiap kegiatan pertambangan wajib memenuhi berbagai persyaratan perizinan sesuai ketentuan perundang-undangan sebelum melakukan eksploitasi sumber daya alam. Selain itu, aspek lingkungan dan keselamatan juga menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pelaku usaha tambang.

Keberadaan galian C yang diduga masih beroperasi ini menjadi sorotan warga. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mengintensifkan pengawasan terhadap aktivitas tambang yang berpotensi merusak lingkungan maupun tidak memenuhi aspek legalitas.

Sejumlah sumber menyebutkan aktivitas galian tersebut diduga berkaitan dengan seseorang berinisial G. Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi keterkaitan pihak yang dimaksud dengan aktivitas tambang tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta aparat penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait status perizinan dan dampak lingkungan dari aktivitas tersebut.

"Kalau memang izinnya lengkap tentu tidak ada masalah. Tapi kalau tidak memiliki izin atau melanggar ketentuan, harus ada tindakan tegas. Jangan sampai aturan hanya berlaku untuk sebagian pihak," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Aktivitas galian C yang tidak memenuhi ketentuan kerap menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerusakan lingkungan, longsor, pencemaran jalan akibat lalu lalang truk pengangkut material, hingga gangguan terhadap kenyamanan masyarakat sekitar.

Masyarakat juga meminta agar penegakan hukum dilakukan secara konsisten tanpa tebang pilih. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan tata kelola pertambangan yang tertib, berkelanjutan, dan berpihak pada kelestarian lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola lokasi galian maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai status legalitas aktivitas pertambangan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang. (Tim)

Published in Nasional

LEBAK, lensafokus.id – Keberadaan puluhan warung remang-remang di kawasan Kampung Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dikeluhkan warga. Warung-warung yang berdiri di sepanjang pesisir pantai tersebut diduga kerap beralih fungsi menjadi tempat hiburan malam yang menyediakan minuman keras dan wanita pendamping.

Tokoh masyarakat Bayah, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa aktivitas warung remang-remang tersebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai semakin meresahkan masyarakat sekitar.

"Keberadaan warung remang-remang itu sangat meresahkan warga. Apalagi jika malam hari, warung tersebut menyediakan wanita-wanita pendamping dan minuman keras," ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, warung-warung tersebut mulai beroperasi sejak sore hingga dini hari. Selain menjadi tempat berkumpul para pengunjung untuk mengonsumsi minuman keras, lokasi tersebut juga kerap dipadati pendatang dari luar daerah.

Dedi menilai, hingga saat ini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat terkait, sehingga aktivitas di kawasan tersebut terus berlangsung setiap hari.

"Warung-warung itu sudah lama ada, tetapi belum juga ada tindakan. Akibatnya banyak pendatang yang datang ke sana untuk minum-minuman keras yang disediakan di lokasi," katanya.

Ia menambahkan, lokasi warung remang-remang tersebut berada tidak jauh dari jalan utama Bayah-Sawarna, sehingga aktivitasnya mudah terlihat oleh masyarakat umum. Bahkan, suara musik dari lokasi sering terdengar hingga ke badan jalan.

"Kadang terlihat pengunjung dalam kondisi mabuk. Kami meminta aparat dan Forkopimcam Bayah segera mengambil tindakan untuk memberantas warung remang-remang itu karena sangat mengganggu kenyamanan masyarakat," tegasnya.

Senada dengan itu, warga lainnya, Asep, menyebut peredaran minuman keras di kawasan tersebut cukup tinggi. Berbagai merek minuman keras diduga diperjualbelikan secara bebas meskipun tidak dipajang secara terbuka di etalase warung.

"Berbagai merek minuman keras diperjualbelikan di sana," ungkapnya.

Warga mengaku telah beberapa kali memberikan teguran kepada para pemilik warung. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan sehingga aktivitas usaha tetap berjalan seperti biasa.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Seksi Intelijen Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak, Wahyudin, mengaku akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

"Kami akan melakukan pengecekan ke lokasi. Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti dan laporkan kepada pimpinan," kata Wahyudin. (C2p)

Published in Banten
Go to top