KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Kebakaran terjadi di wilayah Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026) sore. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang langsung bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.53 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan petugas segera menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Mengingat kondisi api cukup besar, pihaknya memperkuat penanganan dengan menambah personel dan armada pemadam.
Proses pemadaman berlangsung selama hampir empat jam. Petugas juga menghadapi kendala dalam pengisian sumber air sehingga perlu melakukan pengambilan air dari sejumlah titik di sekitar lokasi.
“Kurang lebih hampir empat jam dan kita perlu waktu untuk pengisian sumber air. Tadi juga dibantu dengan hidran dari perusahaan dan kita ambil air dari area sekitar,” ujar Mahdiar.
Dalam operasi tersebut, BPBD Kota Tangerang mengerahkan 14 unit armada pemadam kebakaran dengan 60 personel yang berasal dari Mako, Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta sejumlah pos pemadam kebakaran.
Penanganan kebakaran turut mendapat dukungan dari berbagai unsur terkait, di antaranya TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang mengerahkan armada tangki air untuk membantu kebutuhan pemadaman.
Mahdiar menjelaskan, berdasarkan hasil penanganan sementara, area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 20 persen dari keseluruhan area.
Adapun bagian yang terbakar merupakan area penempatan atau penyimpanan barang berupa bahan kain yang digunakan sebagai bahan pendukung produk perusahaan.
“Berdasarkan hasil penanganan sementara, area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 20 persen dari keseluruhan area. Lokasi yang terbakar merupakan bagian penempatan atau penyimpanan barang berupa bahan kain yang digunakan sebagai bahan pendukung produk perusahaan,” papar Mahdiar.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melakukan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.
Mahdiar memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah relatif kondusif. Petugas masih bersiaga hingga proses pendinginan dan pemeriksaan titik-titik rawan benar-benar selesai.
“Alhamdulillah sudah pendinginan. Tidak ada lagi sumber api yang masih besar dan lainnya sudah cukup kondusif. Mudah-mudahan satu sampai dua jam ke depan kita sudah pastikan sudah cukup aman dari sisi kebakaran ini sendiri,” jelasnya. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id — Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia resmi memulai langkah pembangunan pusat pendidikan Islam berbasis dakwah, keterampilan, dan kewirausahaan melalui prosesi peletakan batu pertama di Kampung Tapos Gardu RT 02 RW 01, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Ahad (13/9/2026).
Momentum tersebut dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Dai Muda Indonesia (PW IDMI) Provinsi Banten, serta kegiatan sosial berupa penyaluran santunan 100 paket bagi kaum dhuafa dari AirNav Indonesia.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri lebih dari 500 jamaah dan tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, ulama, dai, pengurus DKM, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar.
Bupati Tangerang dalam kegiatan tersebut diwakili Dr. Drs. H. A. F. Firzada Mahalli, S.E., M.Si., Asisten Administrasi Umum (Asda III). Turut hadir Camat Tigaraksa H. Cucu Abdurasyid, Kepala Desa Tapos Khaerudin, Ketua BPD Tapos Syahrudin, perwakilan kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Forum DKM se-Citra Raya, PW IDMI DKI Jakarta, Laskar Al-Bahjah, serta jajaran PW IDMI Banten.
Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia direncanakan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih satu hektare di kawasan Tapos, Tigaraksa. Sebagian lahan tersebut merupakan wakaf dari H. Darwoko, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha kayu gaharu di Tapos.
Wakaf tersebut menjadi bagian penting dari ikhtiar membangun pusat pendidikan yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga pusat kaderisasi dai, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Konsep Dai Preneur Indonesia dirancang untuk mempertemukan dua kekuatan yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri, yakni kedalaman spiritual dan kemandirian ekonomi. Para santri nantinya tidak hanya diarahkan mampu membaca kitab, menghafal Al-Qur'an, dan berdakwah, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, public speaking, literasi digital, kewirausahaan, pertanian, serta peternakan.
Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia, KH. Syahrul Ramadhan, S.Ag., M.M. (Syahdan), mengatakan pembangunan pesantren tersebut berangkat dari cita-cita menghadirkan model pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, pesantren masa depan tidak cukup hanya mencetak generasi yang memahami agama, tetapi juga harus mempersiapkan santri agar mampu berdiri tegak secara ekonomi dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
“Kami bercita-cita melahirkan santri yang kuat imannya, luas ilmunya, baik akhlaknya, terampil berdakwah, melek teknologi, sekaligus memiliki jiwa entrepreneur. Kami ingin mereka kelak tidak hanya mampu berbicara tentang perubahan dari mimbar, tetapi juga mampu menciptakan perubahan di tengah masyarakat,” ujar KH. Syahdan.
Ia menegaskan bahwa konsep “Dai Preneur” bukan dimaksudkan menjadikan dakwah sebagai komoditas, melainkan membangun kemandirian para dai agar pengabdian kepada umat semakin kuat.
“Dai harus memiliki kemandirian. Tangannya menengadah kepada Allah, tetapi dalam urusan kehidupan ia harus mampu bekerja, berkarya, dan memberdayakan umat. Karena itu kami membawa semangat: Iman Kuat, Skill Hebat, Hidup Selamat,” katanya.
KH. Syahdan berharap Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia kelak berkembang menjadi pusat kaderisasi dai dan pemberdayaan umat yang memberi manfaat bukan hanya bagi santri, tetapi juga masyarakat Kabupaten Tangerang dan Banten secara luas.
Pesantren tersebut direncanakan mengembangkan sejumlah program unggulan, antara lain tahfiz Al-Qur'an dan bahasa Arab, kajian kitab klasik, kepemimpinan dan public speaking, dakwah digital, kewirausahaan, serta pengembangan pertanian dan peternakan sebagai laboratorium kemandirian ekonomi santri.
Nuansa sosial turut mewarnai kegiatan tersebut. AirNav Indonesia memberikan santunan sebanyak 100 paket bagi kaum dhuafa, yang disalurkan dalam rangkaian kegiatan peletakan batu pertama dan pelantikan PW IDMI Banten.
Program tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan pesantren sejak awal tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membawa semangat kepedulian dan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat sekitar.
Bagi pengelola Dai Preneur Indonesia, keterlibatan berbagai elemen pemerintah, dunia usaha, organisasi dakwah, tokoh masyarakat, dan masyarakat merupakan modal sosial penting untuk mengembangkan pesantren secara berkelanjutan.
PW IDMI Banten Dilantik, Hasan Al-Farizy Targetkan Konsolidasi Dai hingga Daerah
Selain peletakan batu pertama, agenda penting lainnya adalah pelantikan kepengurusan PW Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Provinsi Banten.
Ketua Umum PW IDMI Banten, Ust. Hasan Al-Farizy, menyatakan kepengurusan baru akan diarahkan pada penguatan konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan kapasitas para dai agar mampu menghadapi perkembangan sosial dan teknologi.
Menurut Hasan, tantangan dakwah saat ini tidak lagi hanya berada di mimbar dan majelis taklim. Ruang digital telah menjadi “mimbar baru” yang harus diisi dengan konten keislaman yang moderat, santun, mencerahkan, dan mampu menjangkau generasi muda.
“Target kami setelah pelantikan bukan sekadar membesarkan organisasi, tetapi membesarkan manfaat. IDMI Banten harus hadir sampai ke masyarakat, memperkuat jaringan para dai, meningkatkan kompetensi dakwah, serta mendorong dai muda agar mampu berdakwah secara kreatif dan adaptif di era digital,” ujar Hasan.
PW IDMI Banten juga diharapkan memperluas konsolidasi kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pesantren, DKM, majelis taklim, lembaga pendidikan, dan organisasi keagamaan.
Hasan menegaskan bahwa IDMI Banten ingin menjaga dakwah yang menyejukkan dengan semangat “Bersatu dalam Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, Toleransi dalam Khilafiyah dan Furu'iyyah."
Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia. Bagi pengelola, batu yang diletakkan bukan hanya awal berdirinya sebuah bangunan, tetapi simbol dimulainya pembangunan manusia.
KH. Syahdan berharap pesantren ini kelak mampu melahirkan generasi dai yang tidak hanya fasih menyampaikan ajaran agama, tetapi juga hadir membawa solusi atas persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami tidak sedang bermimpi hanya membangun gedung. Kami sedang berikhtiar membangun manusia dan menyiapkan peradaban. Dari Tapos ini, insyaallah akan lahir para santri dan dai yang dekat dengan Allah, dekat dengan umat, mampu berkarya, dan mandiri dalam kehidupan,” tutur KH. Syahdan.
Dengan kolaborasi pemerintah, ulama, dunia usaha, organisasi dakwah, para wakif, donatur, serta masyarakat, Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia diharapkan menjadi salah satu model pesantren yang mengintegrasikan iman, ilmu, dakwah, teknologi, dan kemandirian ekonomi.
Peletakan batu pertama pada 13 September 2026 pun menjadi titik awal sebuah cita-cita besar: dari Tapos membangun dai, dari pesantren memberdayakan umat, dan dari kemandirian ikut membangun negeri. (Mala)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh satuan pendidikan kembali dilaksanakan secara tatap muka mulai Senin (14/9/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya Pemkot Tangerang menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah preventif menyusul adanya informasi mengenai sebaran abu vulkanik di wilayah sekitar Kota Tangerang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan aktivitas pembelajaran di sekolah akan kembali berjalan secara tatap muka sesuai jadwal. Meski demikian, satuan pendidikan diminta tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan perkembangan informasi terkait kualitas udara.
«“Mulai besok kegiatan belajar mengajar kembali normal. Kami tetap mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan memastikan kegiatan belajar berlangsung dengan aman dan nyaman bagi peserta didik,” ujar Wahyudi, Minggu (13/9/2026).»
Sebelumnya, Pemkot Tangerang bersama jajaran terkait mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan PJJ selama beberapa hari. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap peserta didik, terutama untuk mengurangi aktivitas anak di luar ruangan ketika terdapat potensi paparan abu vulkanik.
Seiring berakhirnya masa PJJ, kondisi udara di sejumlah wilayah Kota Tangerang juga terus dipantau secara berkala.
Pemkot Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama instansi terkait memastikan pemantauan kualitas udara tetap dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi sekaligus perlindungan terhadap kesehatan masyarakat.
«“Pemkot Tangerang pun terus melakukan pemantauan kualitas udara di sejumlah titik. Masyarakat kami imbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan tidak perlu khawatir secara berlebihan,” kata Wahyudi.»
Pemkot Tangerang menegaskan, berakhirnya penerapan PJJ bukan berarti kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dihentikan. Pemantauan kualitas udara dan koordinasi lintas perangkat daerah akan terus dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, dapat berlangsung secara aman dan lancar.
Dengan kembali normalnya kegiatan belajar mengajar mulai Senin, Pemkot Tangerang berharap para peserta didik dapat kembali mengikuti pembelajaran di sekolah dengan nyaman. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid Masjid meresmikan Masjid Jami Baiturrahman yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Panggang, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Sabtu malam (12/9/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menandaskan masjid tidak hanya sebagai tempat menjalankan ritual ibadah namun juga harus menjadi tempat pembentukan karakter dan benteng moral, spiritual generasi muda
"Masjid juga harus hadir sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, ruang memperkuat silaturahmi, sekaligus wadah membangun ukhuwah Islamiyah serta jadi benteng moral dan spiritual generasi muda di tengah masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Membangun masjid merupakan langkah awal memakmurkan masjid dengan semangat kenersamaan dan kegotong royongan
“Membangun masjid adalah langkah awal yang sangat baik, tetapi memakmurkannya adalah tugas kita bersama selanjutnya dengan kebersamaan dan kegotong royongan,” tegasnya
Lanjut dia, momentum peresmian juga menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, dia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan momentum bagi kita untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Maesyal mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, panitia, DKM dan para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid. Menurutnya, berdirinya Masjid Jami Baiturrahman merupakan buah dari kerja sama dan niat tulus masyarakat Kampung Panggang.
"Mari kita jaga bersama kebersihan, kenyamanan dan keasrian Masjid Jami Baiturrahman ini. Saya berharap masjid ini terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus memberikan keberkahan bagi masyarakat dan Kabupaten Tangerang, pungkasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id.— Gelaran Tangerang 10K 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ajang lari yang berlangsung di Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026), tersebut diikuti sekitar 3.000 peserta.
Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti sekitar 2.500 peserta. Antusiasme tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari sekaligus membuka peluang bagi Kota Tangerang untuk menjadi salah satu destinasi penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi penyelenggaraan Tangerang 10K yang merupakan bagian dari Ultimate 10K Series.
Menurutnya, kehadiran event olahraga berskala besar tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Tangerang.
“Yang pertama saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas gagasannya kepada Harian Kompas yang mempunyai gagasan Ultimate 10K Series. Setelah Bandung, kemudian Surabaya, sekarang Kota Tangerang. Kita lihat kemajuannya luar biasa,” ujar Sachrudin.
Sachrudin menilai kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antardaerah yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, event olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata, produk UMKM, hingga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Ini salah satu upaya untuk mengembangkan potensi wisata, khususnya di Kota Tangerang, kemudian UMKM dan peningkatan perekonomian yang memang ini perlu kita kembangkan,” katanya.

Direktur Bisnis Harian Kompas, Lukmimto Wibowo, mengatakan Kota Tangerang memiliki potensi kuat untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan berbagai event olahraga.
Ia melihat karakter Kota Tangerang yang multikultural menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
«“Kami melihat Tangerang sangat berpotensi dengan kondisi kebudayaan yang multikultural. Itu menjadi daya tarik sendiri. Pasti di situ tersimpan banyak sekali potensi daerah, wisata dan sebagainya,” ungkap Lukmimto.
Menurutnya, penyelenggaraan event seperti Tangerang 10K tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial, budaya, dan ekonomi bagi daerah.
Sementara itu, Plt CEO Regional 4 bank bjb, Rahadian A. Hamdani, menilai Tangerang 10K dapat menjadi sarana untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah.
Menurutnya, aktivitas yang melibatkan ribuan peserta dan masyarakat tersebut berpotensi memberikan efek berganda terhadap sejumlah sektor, mulai dari transportasi, UMKM hingga pariwisata.
“Bagi bank bjb ini sesuai dengan visi kami, yaitu menjadi penggerak dan pendorong laju ekonomi di daerah. Dengan adanya 10K ini, kita melihat menjadi sarana membuka perkembangan ekonomi, baik dari transportasi, UMKM maupun pariwisata,” ujar Rahadian. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka turnamen Catur U17 Putra/Putri Tingkat Kabupaten Tangerang di Kawasan Pasar Modern Paramount Petals Kec. Curug,Sabtu (12/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pembinaan atlet agar mampu berprestasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat.
“Pemerintah tentu saja tidak bisa sendirian. Perlu peran serta masyarakat dan swasta untuk memfasilitasi para atlet muda agar bisa beraktivitas dan berprestasi,” ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dalam mendukung kegiatan olahraga merupakan langkah positif. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, sekaligus mengejar prestasi.
"Kolaborasi ini sudah tentu mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda, khususnya para atlet potensial untuk dapat mengembangkan diri, kompetisi dan mengejar prestasi, seperti turnamen Catur U-17 yang juga bagian dari proses pembinaan dan pencarian bibit atlet catur muda Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Bupati Maesyal menilai olahraga catur memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Catur membutuhkan kecerdasan, konsentrasi, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan menyusun strategi. Nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk generasi yang tangguh, disiplin, kritis, dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
Karena itu, ia meminta para peserta tidak hanya menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Setiap pertandingan harus dimanfaatkan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperkaya pengalaman.
“Jangan hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, serta menambah pengalaman,” pesannya.
Ia berharap kolaborasi seluruh pihak dalam pembinaan olahraga semakin kuat sehingga dapat melahirkan atlet-atlet catur muda potensial dari Kabupaten Tangerang. Mereka diharapkan tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi mampu bersaing dan mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten, nasional, bahkan internasional.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga dan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing," ujarnya. (Red)