Banten

Banten (6053)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung titik lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga ikut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum serta makan bersama warga terdampak banjir. Jumat, (16/1/26).

Bupati Tangerang hadir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam dialognya bersama warga, Bupati menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan beberapa langkah penanganan banjir, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri

“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa penanganannya salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan ijin dan koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Namun demikian, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat.

“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya terus memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.

“Sudah lima hari ini, kami turun langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” jelasnya

Lanjut dia, secara keseluruhan banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan Pemkab Tangerang sendiri namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini kementrian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan

Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan

“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus merubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Ribuan jamaah memadati kawasan Komplek Al-Istiqlaliyyah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya Al-Istiqliyyah, Kamis malam (15/1/26).

Peresmian masjid tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Acara berlangsung khidmat dan sarat nilai religius serta budaya, dengan kehadiran para Paduka Yang Mulia raja dan sultan Nusantara yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan iman, akhlak, dan persatuan.

“Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai-nilai keimanan dan peradaban. Dari masjid inilah diharapkan lahir doa-doa yang menguatkan dan langkah-langkah kebaikan bagi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, keberadaan Masjid Kasepuhan Tangerang Raya diharapkan menjadi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Mari kita makmurkan masjid ini bersama-sama. Semoga dari tempat ini tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan Kabupaten Tangerang senantiasa diberkahi Allah SWT,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menerima penganugerahan pin kehormatan dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, adat dan persatuan bangsa.

Acara peresmian juga turut dihadiri langsung oleh pimpinan Ponpes Al Istiqlaliyyah Abuya Tohawi Romli (Abah Entoh) dan unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta jamaah dari berbagai wilayah Tangerang Raya. (Red)

Lebak, lensafokus.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama PWI Provinsi Banten dan PWI Kabupaten Lebak menggelar Kemah Budaya ke Baduy dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan bertema “Belajar Mencintai Budaya Baduy” ini dilaksanakan selama dua hari, 16–17 Januari 2026, dengan Kabupaten Lebak sebagai tuan rumah.

Sebelum memasuki kawasan adat Baduy, rombongan peserta secara resmi dilepas di Aula Museum Multatuli, Rangkasbitung, Jumat (16/1/2026). Pelepasan tersebut dihadiri dan disambut Asisten Daerah (Asda) III Setda Lebak, Iyan Fitriyana, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak.

Dalam sambutannya, Asda III Setda Lebak, Iyan Fitriyana, mengapresiasi PWI Pusat yang memilih Baduy sebagai lokasi Kemah Budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan upaya pelestarian budaya lokal serta penguatan peran pers yang beretika dan berwawasan kebudayaan.

“Baduy mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana, jujur, dan selaras dengan alam. Tema Belajar Mencintai dari Baduy menjadi pengingat penting bagi insan pers agar tetap menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial,” ujar Iyan.

Sementara itu, perwakilan Bidang Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, Ramon Damora, menegaskan bahwa Kemah Budaya ini merupakan bagian dari refleksi jurnalistik menjelang HPN 2026. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembelajaran langsung bagi wartawan untuk memahami nilai-nilai kebudayaan.

“Baduy memberi pelajaran tentang mencintai kehidupan dengan cara yang jujur, mencintai alam, tradisi, dan sesama. Nilai-nilai ini penting dihayati wartawan agar karya jurnalistik tidak hanya informatif, tetapi juga berjiwa dan berempati,” kata Ramon.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Kemah Budaya PWI. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Baduy yang hingga kini konsisten menjaga kelestarian alam dan tradisi leluhur.

“Lebak memiliki Baduy yang teguh memegang nilai budaya dan menjaga alam. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk merawatnya,” ucap Anik.

IMG 20260116 WA0031

Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Lebak sebagai tuan rumah Kemah Budaya PWI Pusat dalam rangka menyambut HPN 2026.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman bermakna bagi insan pers, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam merawat budaya dan keberagaman,” ujarnya.

Turut hadir dalam pelepasan rombongan tersebut Ketua Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan (KPWP) PWI Pusat Henny Murniati, Wakil Ketua II PWI Pusat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak yang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kemah Budaya PWI di wilayah tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mengikuti dialog budaya bersama tokoh adat Baduy, pengenalan nilai-nilai pikukuh sebagai pedoman hidup masyarakat Baduy, serta refleksi jurnalistik yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tetap menghormati aturan adat setempat.

Melalui Kemah Budaya ini, PWI Pusat berharap peringatan HPN 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat jati diri pers nasional yang profesional, beretika, serta peduli terhadap pelestarian budaya dan nilai-nilai kebangsaan. (Cecep)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Pakuhaji, Kamis (15/1/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pakuhaji menyerahkan bantuan logistik dan meninjau langsung sejumlah titik banjir.

“Hari ini kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang sedang terdampak musibah banjir. Kami juga melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi akar permasalahan penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut,” ujar Bupati Measyal Rasyid

Pihaknya memastikan kondisi kesehatan warga terdampak, khususnya warga yang sakit mendapatkan pelayanan dan penanganan yang optimal. Untuk itu, dia menginstruksikan Puskesmas setempat untuk melakukan jemput bola dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami minta Puskesmas aktif melakukan jemput bola, terutama bagi warga yang sakit dan tidak bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan. Jangan sampai ada warga yang terlambat mendapatkan pelayanan medis,” tegasnya.

Bupati Tangerang juga menginstruksikan agar lokasi-lokasi dapur umum terus ditambah guna memastikan kebutuhan makanan warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik.

“Saya minta dapur umum ditambah agar kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bisa terpenuhi dengan baik, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya melakukan penanganan darurat sekaligus langkah-langkah lanjutan untuk meminimalkan risiko banjir dan memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

Adapun bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir meliputi: beras, mi instan, sarden, air mineral, perlengkapan bayi (baby kits), pakaian anak (kidswear) dan selimut

Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa lokasi, yakni Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji, Desa Pangkalan Kecamatan Teluknaga, serta Posko Polsek Pakuhaji. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 8 Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Balaraja, Kamis (15/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, jajaran pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian dan pembangunan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang. Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkarakter, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan bahwa peresmian MTs Negeri 8 ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan berbasis keagamaan, guna mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Pihaknya berharap keberadaan MTs Negeri 8 di Kecamatan Balaraja dapat semakin memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat sekitar serta menjadi pusat pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Kami berharap madrasah ini mampu mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Pihaknya pun mendorong pengelola madrasah untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, mutu tenaga pendidik, serta pengelolaan pendidikan agar MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi.

"Dengan diresmikannya MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pemerataan layanan pendidikan semakin meningkat dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Balaraja dan sekitarnya," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id –Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, melakukan monitoring pelaksanaan Gerebek Posyandu dan menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan bergizi dan susu di Posyandu Tulip 5, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, Kamis (15/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan pelayanan dan pendampingan kesehatan masyarakat di tingkat desa bahkan sampai ke tingkat RT dan RW. Program Gerebek Posyandu ini menjadi langkah strategis multisektor untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan optimal serta memperkuat pencegahan stunting sejak usia dini. Pelaksanaan program ini juga semakin memperkuat layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

“Melalui program Gerebek Posyandu, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh Posyandu aktif, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi multisektor antara pemerintah, kader Posyandu, masyarakat, akademisi dan swasta,” ujar Wabup Intan

Lanjut dia, program Gerebek Posyandu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara serentak dan berkala di seluruh Kabupaten Tangerang, sepanjang tahun 2026. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka stunting, serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

“Monitoring ini dilakukan secara bergiliran dan berkeliling ke seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Tangerang, baik yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Wakil Bupati, maupun yang diwakili oleh camat dan ketua TP PKK kecamatan masing-masing,” imbuhnya

Menurut dia, pelaksanaan program Gerebek Posyandu tidak hanya pelayanan fisik, namun juga diisi dengan edukasi kesehatan kepada para orang tua, ibu hamil dan kader Posyandu. Edukasi tersebut menekankan pentingnya pola asuh yang tepat, asupan gizi seimbang, serta upaya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak masa kehamilan.

“Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi bayi sebagai perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit serta upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan melalui pemeriksaan kehamilan rutin dan persalinan yang aman,” tandasnya

Pelaksanaan Gerebek Posyandu Tulip 5, Desa Jambe Dalam menyasar 65 daduta (bawah dua tahun), 256 balita, dan 12 ibu hamil yang berada di lingkup sasaran pelayanannya. Seluruh sasaran mendapatkan pelayanan yang meliputi penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, serta konsultasi kesehatan. Kegiatan Gerebek Posyandu Tulip 5 ini juga turut dihadiri oleh Camat Jambe, Ketua TP PKK Kecamatan Jambe, Kepala Desa Jambe, Ketua TP PKK Desa Jambe, serta para kader Posyandu yang selama ini berperan aktif dalam mendampingi dan melayani masyarakat.

“Kehadiran kami dan para pemangku kepentingan lainnya ini menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan nasional dan daerah,” pungkasnya. (Red)

Page 7 of 606
Go to top