Banten

Banten (7128)

Tangerang, lensafokus.id – Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Kerja (Raker) yang dirangkaikan dengan diskusi publik mengenai bahaya teknologi deepfake.

‎Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang sebagai pembicara utama untuk membedah tantangan digital di era keterbukaan informasi.

‎Berlokasi di kawasan puncak Bogor, kegiatan raker ini turut di hadiri oleh Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah dan Tasripin Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) serta Sudirman Indra selaku penggagas Bank Air. Jum'at 18/09/26.

‎Dalam pemaparannya, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud  menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menangkal penyebaran konten manipulasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) tersebut.

‎Menurutnya, teknologi deepfake berpotensi memicu disinformasi di tengah masyarakat jika tidak diantisipasi dengan literasi digital yang kuat.

‎"Kehadiran teknologi deepfake ini menjadi tantangan baru bagi kita semua. Saya berharap KWRI bisa menjadi agen serta memiliki peran krusial sebagai benteng pertahanan informasi demi menjaga kondusivitas, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang," ujar Ketua DPRD dalam diskusi tersebut.

‎Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa tema ini sengaja diangkat dalam raker guna meningkatkan kompetensi dan kewaspadaan para jurnalis.

‎"Melalui diskusi ini, diharapkan wartawan yang tergabung dalam KWRI mampu mengidentifikasi produk informasi palsu dan tetap menyajikan berita yang akurat serta kredibel bagi masyarakat," ujarnya.

‎Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah, dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh jajaran organisasi KWRI harus mampu menguasai nomenklatur di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

‎Langkah strategis ini dinilai krusial agar organisasi jurnalistik tersebut dapat berkembang lebih profesional dan berintegritas dalam menjalankan roda organisasinya.

‎Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap struktur, program kerja, dan tata bahasa birokrasi di setiap dinas akan meningkatkan kualitas jurnalisme yang diusung oleh anggota KWRI.

‎"KWRI tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton. Kita harus mampu menguasai dan memahami nomenklatur yang ada di setiap OPD. Ini adalah kunci agar kita bisa bergerak lebih profesional, kritis, dan kemitraan yang terjalin dengan pemerintah daerah dapat berjalan secara terukur serta substantif," tegas Subandi Musbah.

‎Subandi juga menambahkan bahwa penguasaan nomenklatur ini akan memudahkan para jurnalis dalam melakukan fungsi kontrol sosial serta advokasi publik. Dengan memahami detail teknis program di pemerintahan, produk jurnalistik yang dihasilkan oleh anggota KWRI dipastikan akan lebih berbobot, akurat, dan edukatif bagi masyarakat.

‎"Ke depan, KWRI berkomitmen untuk terus mengadakan pembinaan dan pelatihan internal guna memperluas wawasan para anggotanya, sekaligus memperkuat posisi KWRI sebagai salah satu organisasi pers yang disegani dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah." pungkasnya. ‎

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Peluit panjang menutup perjalanan Liga Santri Wali Kota Cup 2026. Selama 14 hari, sebanyak 32 tim pondok pesantren se-Kota Tangerang tidak hanya berkompetisi di lapangan, tetapi juga membangun sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan antarsantri.

Kompetisi yang berlangsung pada 4–18 September 2026 di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh tersebut resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan, Jumat sore (18/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maryono mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Liga Santri Wali Kota Cup 2026.

IMG 20260919 WA0010

Menurutnya, Liga Santri bukan sekadar ajang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk belajar disiplin, bekerja sama, menghormati lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

“Liga Santri ini bukan hanya siapa yang menang dan kalah. Yang lebih penting bagaimana kita membangun sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan semangat persaudaraan di antara para santri,” ujar Maryono.

Ia berharap para santri terus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang keagamaan, pendidikan maupun olahraga. Menurutnya, setiap pertandingan dapat menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan berproses.

“Bagi yang menjadi juara, jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus berkembang,” tuturnya.

Maryono menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang akan terus mendorong berbagai kegiatan positif bagi generasi muda melalui pengembangan olahraga dan pembinaan kepemudaan.

Ia juga berharap Liga Santri Wali Kota Cup dapat terus berkembang dengan cakupan peserta yang lebih luas, termasuk melibatkan pondok pesantren dari luar Kota Tangerang.

“Mudah-mudahan ke depan cakupan pesertanya semakin luas, tidak hanya dari pondok pesantren di Kota Tangerang, tetapi juga dari luar daerah. Dengan begitu, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang memperluas silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antarsantri,” harapnya.

Ummul Rodhiyah Juara

Partai final mempertemukan Pondok Pesantren Ummul Rodhiyah dengan Pondok Pesantren Al Kamil. Dalam laga penentuan tersebut, Ummul Rodhiyah berhasil keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0. (Sumarna)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Partai final Liga Santri Kota Tangerang 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Jumat sore (18/9/2026).

Dalam laga puncak tersebut, tim santri Ummul Rodhiyah berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Al-Kamal dengan skor tipis 1-0.

Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit babak pertama dibunyikan. Kedua tim saling jual beli serangan dan berusaha menciptakan peluang hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

Gol kemenangan Ummul Rodhiyah akhirnya tercipta pada menit ke-80. Al-Kamal yang berupaya mengejar ketertinggalan terus memberikan tekanan, namun hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap 1-0 untuk kemenangan Ummul Rodhiyah.

Liga Santri Kota Tangerang 2026 diikuti sekitar 30 klub dari pondok pesantren se-Kota Tangerang dengan menggunakan sistem gugur. Kompetisi tersebut diinisiasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan KONI Kota Tangerang.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, hadir langsung menyaksikan pertandingan final. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.

“Liga Santri ini bukan sekadar ajang pertandingan. Ini adalah wadah silaturahmi, pembinaan karakter, dan menumbuhkan semangat kebersamaan serta sportivitas para santri. Pemkot Tangerang akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujar Maryono.

Jadi Ajang Pembinaan dan Silaturahmi Santri

Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang mengatakan, Liga Santri telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan para santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Tangerang.

“Alhamdulillah, final berjalan lancar dan sportif. Ini bukan hanya soal juara, tapi bagaimana santri belajar teamwork, stamina, dan akhlak di lapangan. Animo dari setiap pesantren tahun ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan Liga Santri pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih baik dan semakin meriah sehingga semakin banyak pondok pesantren yang berpartisipasi.

Selain memperebutkan piala bergilir Wali Kota Cup, para juara juga mendapatkan trofi dan uang pembinaan. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial dari kalangan pesantren yang dapat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Rutin Digelar Sambut Hari Santri

Liga Santri Kota Tangerang bukan merupakan kegiatan yang baru pertama kali digelar. Turnamen sepak bola antarpondok pesantren tersebut telah berlangsung secara rutin sejak 2022 dan menjadi salah satu kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional.

Stadion Benteng Reborn menjadi salah satu venue utama dalam penyelenggaraan Liga Santri, termasuk untuk kegiatan pembukaan dan partai final.

Melalui kompetisi tersebut, Pemkot Tangerang bersama FSPP berharap kegiatan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pembinaan karakter, silaturahmi, dan pengembangan potensi generasi muda di lingkungan pesantren. (Sumarna)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Warga Kota Tangerang yang kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-nya didaftarkan dan iurannya dibayarkan Pemkot Tangerang mengaku, terbantu saat membutuhkan layanan kesehatan. Kepastian kepesertaan membuat warga dapat mengakses fasilitas kesehatan tanpa terlalu khawatir memikirkan biaya pengobatan.

Salah satunya Rina (42), warga Kecamatan Karawaci. Ia mengaku menggunakan layanan JKN pada Juli 2026 ketika mengalami demam dan kondisi tubuh yang tidak kunjung membaik. Rina kemudian mendatangi salah satu puskesmas di wilayah Kecamatan Karawaci untuk mendapatkan pemeriksaan.

“Saya datang karena demam sudah beberapa hari. Di puskesmas saya daftar menggunakan kepesertaan JKN, kemudian diperiksa dokter. Setelah pemeriksaan, saya mendapat obat dan diminta kembali jika kondisi belum membaik,” ujar Rina.

Menurutnya, proses pelayanan cukup sederhana. Setelah menunjukkan identitas dan memastikan status kepesertaan JKN aktif, ia mengikuti alur pendaftaran yang berlaku di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dokter, konsultasi mengenai keluhan kesehatan, hingga obat yang diberikan dapat diterima sesuai ketentuan layanan JKN.

Pengalaman serupa dirasakan Dedi (51), warga Kecamatan Cibodas. Pada Agustus 2026, ia mendatangi puskesmas setelah mengalami keluhan nyeri pada bagian tubuh dan membutuhkan pemeriksaan. Setelah melakukan pendaftaran, Dedi menjalani pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan mendapatkan obat sesuai hasil pemeriksaan.

“Prosesnya menurut saya cukup jelas. Saya datang, mendaftar, lalu menunggu pemeriksaan. Setelah diperiksa dokter, saya diberi penjelasan mengenai kondisi saya dan mendapatkan obat. Karena kepesertaan JKN saya aktif, saya tidak perlu memikirkan biaya pelayanan yang menjadi tanggungan JKN,” kata Dedi.

Kisah warga tersebut menggambarkan pentingnya memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan kepesertaan yang aktif, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan sesuai prosedur dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Pemerintah Kota Tangerang sendiri terus memperkuat cakupan kepesertaan JKN sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap jaminan kesehatan. Hingga 1 September 2026, cakupan kepesertaan JKN Kota Tangerang tercatat mencapai 100,45 persen, sementara kepesertaan aktif mencapai 87,30 persen. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan kegiatan NGEMAS (Ngeriung Maesyal) yang digelar di Padepokan Seni Gema Wirahma, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Jumat, (18/9/26).

Pada Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dan menyerap aspirasi masyarakat dan para pelaku seni mengenai kondisi serta kebutuhan pengembangan seni dan budaya di wilayah tersebut.

“Kegiatan hari ini kita bersilaturahmi dengan masyarakat, sekaligus berdiskusi terkait bidang kesenian dan budaya, khususnya di Sanggar Gema Wirahma," ujar Bupati Maesyal

Bupati Maesyal mengatakan, pemerintah daerah telah memberikan dukungan terhadap kegiatan kesenian di Padepokan Gema Wirahma, termasuk bantuan peralatan kesenian. Lanjut dia, terkait dengan aspirasi masyarakat tentang kondisi bangunan padepokan yang mengalami kebocoran saat hujan akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Ada usulan untuk perbaikan gedung karena kalau hujan mengalami kebocoran. Nanti akan kita bantu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk bantuan alat-alat kesenian, kita juga sudah bantu.” imbuhnya

Selain bidang kesenian dan budaya, pada kegiatan tersebut juga disalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain kompor gas untuk mendukung usaha, sembako, serta fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita juga memberikan bantuan kompor gas untuk usaha, sembako untuk meringankan beban masyarakat, serta pemerintah daerah juga membantu melalui untuk BPJS Ketenagakerjaan.” ungkapnya

Bupati Maesyal menyebut keberadaan sanggar seni menjadi upaya untuk melestarikan seni budaya dan kearifan lokal serta salah satu ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni budaya

“Mudah-mudahan dengan kehadiran kita di sini dapat memberikan hal-hal yang positif, khususnya semangat untuk melestarikan budaya dan kesenian yang ada di Desa Pangkat.” jelasnya

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terkait aspirasi masyarakat tentang pembangunan harus disesuaikan dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku. Program yang membutuhkan pembiayaan dari APBD harus terlebih dahulu direncanakan dan dianggarkan.

“Kalau ada kegiatan yang diusulkan dan masuk dalam APBD, tentu dapat kita dukung sesuai dengan anggaran yang tersedia. Karena setiap penggunaan APBD harus direncanakan dan dipertanggungjawabkan.” tandasnya

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi anggaran tahun 2026 telah berjalan, sehingga usulan perbaikan bangunan padepokan akan diarahkan untuk dibahas pada penganggaran tahun berikutnya.

“Untuk kondisi bangunan ini, karena anggaran 2026 sudah berjalan, nanti kita alokasikan dalam anggaran 2027, sehingga padepokan ini bisa digunakan dengan nyaman untuk kegiatan anak-anak dan masyarakat yang mencintai seni budaya.” tuturnya

Bupati Maesyal berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan para pelaku seni terus berjalan sehingga berbagai potensi kesenian lokal dapat berkembang dan memperoleh ruang yang lebih luas untuk ditampilkan

“Yang lebih utama adalah potensi-potensi lokal kesenian yang ada di Kabupaten Tangerang bisa terus berkembang dan tampil.” pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia menggelar aksi bakti sosial pelayanan kesehatan berupa operasi bibir sumbing gratis di RSUD Balaraja, Jum'at (18/09/26)

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya pasien yang memerlukan tindakan operasi bibir sumbing, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kepercayaan diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah bersama Jamintel Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovan Kajati Banten, Kajari Kabupaten, Kapolres, Direktur RSUD Balaraja serta Ketua MUI Kabupaten Tangerang meninjau langsung pelaksanaan operasi bibir sumbing tersebut

Tercatat sebanyak 33 orang mendaftar sebagai calon penerima layanan. Setelah melalui pemeriksaan dan asesmen medis, sebanyak 27 peserta yang berusia antara 1 hingga 22 tahun dinyatakan siap dan layak menjalani tindakan operasi. Para peserta tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Tangerang, tetapi juga dari sejumlah daerah sekitar, di antaranya Bogor, Cilegon, Pandeglang, dan Serang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan seluruh pelayanan kesehatan dan tindakan operasi dalam kegiatan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Jamintel, seluruh layanan kesehatan dan tindakan operasi dalam kegiatan ini dilaksanakan tanpa membebankan biaya kepada masyarakat. Bahkan, RSUD Balaraja juga memberikan perhatian tambahan berupa asupan susu dan makanan bagi pasien serta keluarganya,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menambahkan, bagi peserta yang belum bisa menjalani operasi karena kondisi kesehatan, penanganan akan dijadwalkan kembali setelah kondisi pasien dinyatakan memungkinkan untuk menjalani tindakan medis. Pihaknya pun akan terus mendorong dan menguatkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat dan berkesinambungan, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi bersama berbagai pihak, pelayanan kesehatan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Jamintel Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di lingkungan Kejaksaan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter (character building) bagi jajaran Kejaksaan agar semakin memiliki kepedulian dan empati terhadap masyarakat.

“Penanganan medis ini sangat penting untuk mencegah potensi bullying dan mengembalikan rasa percaya diri anak-anak agar memiliki masa depan yang jauh lebih baik,” ujar Reda Manthovani.

Kegiatan bakto sosial operasi bibir sumbing gratis tersebut disambut positif oleh masyarakat penerima manfaat. Ibu Sena, orang tua peserta yang anaknya menjalani operasi di RSUD Balaraja mengaku bersyukur karena anaknya mendapatkan kesempatan menjalani operasi tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Saya sangat senang dan bersyukur anak saya bisa mengikuti operasi bibir sumbing gratis yang diadakan di Kabupaten Tangerang. Harapan saya, semoga kegiatan sosial seperti ini bisa terus dijalankan secara rutin agar masyarakat lainnya yang membutuhkan juga bisa terbantu,” ungkap Ibu Sena. (Red)

Page 3 of 713
Go to top