LEBAK, lensafokus.id – Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun 2025 di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, diduga raib. Pasalnya, bantuan ternak sapi yang seharusnya menjadi aset pemberdayaan masyarakat diduga raib dan bahkan disebut-sebut telah dijual oleh oknum kepala desa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan dugaan tersebut terjadi di Desa Mekarjaya dan Desa Sitrugen, Kecamatan Panggarangan. Program yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa itu kini menuai tanda tanya besar.
Menurut sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, bantuan ternak sapi dalam Program Ketahanan Pangan Desa Mekarjaya yang berasal dari Dana Desa Tahun 2025 diduga telah dijual.
"Untuk Desa Mekarjaya ada sekitar lima ekor sapi dengan nilai kurang lebih Rp70 juta yang diduga telah dijual oleh oknum kepala desa," ungkap sumber kepada wartawan.
Tak hanya Desa Mekarjaya, sumber tersebut juga menyebut dugaan serupa terjadi di Desa Sitrugen. Program Ketahanan Pangan berupa ternak sapi yang dibiayai Dana Desa Tahun 2025 disebut-sebut tidak lagi berada di lokasi sebagaimana mestinya.
Jika dugaan tersebut benar, maka hal ini berpotensi menimbulkan kerugian terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai menggunakan uang negara. Selain itu, masyarakat berhak mengetahui keberadaan aset desa yang dibeli dari Dana Desa dan diperuntukkan bagi kepentingan bersama.
Kepala Desa Mekarjaya, Sudirman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait keberadaan ternak sapi Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 belum memberikan jawaban.
Sementara itu, Kepala Desa Sitrugen, Iin, juga belum dapat dimintai keterangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui WhatsApp belum mendapat respons karena nomor yang bersangkutan tidak aktif.
Di tempat terpisah, Camat Panggarangan, Hendi, mengaku belum mengetahui secara rinci terkait pelaksanaan Program Ketahanan Pangan di kedua desa tersebut.
"Saya tidak mengetahui karena saya baru pindah tugas. Tapi untuk lebih jelasnya nanti saya akan menanyakan kepada Pak Ekbang," ujar Hendi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Mencuatnya dugaan hilangnya ternak sapi yang bersumber dari Dana Desa ini memicu perhatian masyarakat. Mereka berharap instansi terkait, baik tingkat kecamatan, kabupaten maupun aparat pengawas, segera melakukan pengecekan lapangan dan audit terhadap aset Program Ketahanan Pangan yang dibiayai dari Dana Desa Tahun 2025.
Pasalnya, program tersebut merupakan salah satu prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, bukan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.
Hingga kini, keberadaan ternak sapi yang diduga raib tersebut masih menjadi misteri dan menunggu penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait. (C2p)
