Banten

Banten (6430)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Pakuhaji dan Sukadiri, Rabu (1/4/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perhubungan Jaenudin, serta jajaran terkait menyampaikan bahwa pembangunan jalan telah mulai dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat.

“Hari ini alhamdulillah Bina Marga Kabupaten Tangerang telah memulai pembangunan dan perbaikan jalan dari pertigaan Tanah Merah hingga Kramat,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan, pengerjaan dilakukan secara bertahap persegmen guna mengurangi dampak kemacetan. Dari total penanganan sekitar 2,89 kilometer, saat ini difokuskan pada pembangunan sepanjang kurang lebih 720 meter yang akan dilanjutkan secara bertahap hingga Gandu Kramat.

“Metode ini dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. Kita bangun bertahap dan berkelanjutan sampai seluruh ruas terselesaikan,” jelasnya.

Dia berharap pembangunan dengan metode betonisasi ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sepatan dan Pakuhaji. Ia juga mengapresiasi jajaran Dinas Bina Marga, camat, dan lurah yang telah memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah membantu mensosialisasikan kepada masyarakat untuk bersabar. Pembangunan ini adalah yang sudah lama dinanti-nantikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut nantinya dapat memperlancar arus transportasi serta meningkatkan kenyamanan masyarakat. Terkait manajemen lalu lintas, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas potensi kemacetan selama proses pengerjaan berlangsung. Untuk itu, dia meminta dukungan dari unsur Forkopimcam, termasuk kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat apabila terjadi kemacetan. Kami juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu pengaturan lalu lintas agar tetap kondusif,” ungkapnya.

Lanjut dia, dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap. Tahun 2026 ini menjadi bagian dari penanganan awal, sementara sisanya akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Insyaallah perbaikan jalan ini akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Targetnya, seluruh jalan di Kabupaten Tangerang dapat dalam kondisi lebih baik ,” tandasnya.

Selain di Pakuhaji, Pemkab Tangerang juga melaksanakan pembangunan jalan di Sukadiri. Dari total kerusakan sekitar 2,7 kilometer, pada tahun 2026 ini ditangani sepanjang 1,157 kilometer, dengan tahap awal pembangunan sepanjang 687 meter.

Bupati menjelaskan, sisa ruas jalan yang belum tertangani akan dilakukan pemeliharaan sementara dan dilanjutkan dengan betonisasi pada tahun 2027.

“Karena keterbatasan anggaran dan banyaknya titik jalan rusak di wilayah lain, maka penanganan dilakukan bertahap. Namun kami pastikan semuanya akan dituntaskan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menambahkan bahwa pembangunan jalan Pakuhaji dan Sukadiri merupakan program prioritas daerah yang telah masuk dalam skema lelang dini, sehingga pengerjaan dapat segera dilaksanakan di awal tahun 2026.

“Kedua ruas jalan ini menjadi prioritas dan sudah masuk lelang dini, sehingga bisa lebih cepat dikerjakan. Sementara itu, ruas-ruas jalan lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang tetap berjalan dan dalam proses penanganan secara bertahap,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, rekonstruksi jalan merupakan bagian dari program strategis daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Berdasarkan perencanaan, total penanganan ruas Gardu Tanah Merah mencapai 2,916 kilometer yang dibagi dalam beberapa segmen.

"Untuk kegiatan lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis Sukadiri–Jati Gintung tahun 2026, pekerjaan meliputi rekonstruksi rigid beton sepanjang 687 meter dengan lebar 7 meter dan ketebalan beton 25 cm. Proyek ini ditargetkan dapat meningkatkan kondisi mantab jalan dari sebelumnya sekitar 4,025 km menjadi 5,182 km pada tahun 2026,"

Pihaknya berharap, melalui pembangunan ini, kualitas infrastruktur jalan semakin baik sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua, dan kami juga menghimbau kepada masyarakat apabila Jalan dalam proses pengerjaan untuk jangan dulu dilalui dan diinjak apabila belum waktunya untuk dipergunakan karena bisa merusak jalan yang sudah dibangun," pungkasnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Maraknya kendaraan truk yang parkir sembarangan di sepanjang Jalan H. Juanda dan Jalan Garuda, Kecamatan Batuceper, dikeluhkan warga. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan berlalu lintas hingga memicu kecelakaan di kawasan tersebut.

Sejumlah truk besar terlihat memadati badan jalan, sehingga mempersempit ruang bagi pengguna jalan lain. Situasi ini diperparah saat hujan turun, di mana jarak pandang pengendara berkurang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Salah seorang warga, Andi, mengungkapkan bahwa keberadaan truk yang parkir di pinggir jalan sangat meresahkan masyarakat sekitar.

“Ruas jalan jadi semakin sempit. Kalau kami mau masuk ke garasi juga terganggu. Selain itu, sering terjadi kecelakaan karena kendaraan menabrak truk yang parkir, apalagi saat hujan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (1/4/2026).

IMG 20260401 WA0047

Keluhan serupa disampaikan warga Jalan Garuda, Yosef. Ia meminta agar Dinas Perhubungan Kota Tangerang segera melakukan penertiban terhadap truk-truk yang parkir di badan jalan.

“Kalau bisa petugas Dishub segera menertibkan dan menindak tegas. Jangan dibiarkan parkir sembarangan karena bikin macet dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Menurutnya, ruas Jalan H. Juanda dan Jalan Garuda sebenarnya cukup luas. Namun, dengan banyaknya truk yang parkir sembarangan tanpa mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan lain, kondisi jalan menjadi sempit dan rawan kemacetan.

Menanggapi hal tersebut, Camat Batuceper, Achsin Ghufron Falfeli, mengakui bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait persoalan tersebut.

Ia menjelaskan, kewenangan penanganan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas berada pada instansi terkait, seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan.

“Keluhan warga sudah sering kami terima. Meski bukan kewenangan kami secara langsung, sebagai pemerintah kecamatan kami akan segera menyampaikan dan melaporkan ke pihak berwenang, termasuk ke Polsek Batuceper dan Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Warga berharap, dengan adanya laporan tersebut, pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret guna menertibkan truk-truk yang parkir sembarangan, sehingga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban lalu lintas di wilayah Batuceper dapat kembali terjaga. (Sumarna)

Lebak, lensafokus.id – Polemik yang sempat mencuat antara Bupati Lebak, Moch Hasbi Asydiki Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, akhirnya menemui titik terang. Keduanya sepakat berdamai demi kemajuan serta kemaslahatan masyarakat Kabupaten Lebak.

Langkah rekonsiliasi tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Hasbi yang mendatangi kediaman Wakil Bupati Amir Hamzah di Kampung Kapugeran, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (1/4/2026). Kunjungan itu turut didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Halson Nainggolan serta sejumlah kyai dan alim ulama.

IMG 20260401 WA0041

Juru bicara keluarga H. Mulyadi Jayabaya, Agus R Wisas, menyampaikan bahwa kedatangan Bupati merupakan bentuk keseriusan untuk kembali bersinergi dalam membangun Lebak ke depan.

Menurutnya, kedua pemimpin daerah sepakat untuk tidak lagi memperdebatkan persoalan masa lalu dan lebih fokus pada agenda pembangunan.

“Ini bentuk kedewasaan para pemimpin kita. Kita tidak perlu lagi membicarakan yang sudah-sudah, yang terpenting bagaimana Lebak ke depan bisa maju di bawah kepemimpinan Pak Hasbi dan Pak Amir,” ujar Agus, Rabu sore.

Hal senada disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Lebak, Muhammad Akbar. Ia membenarkan adanya kunjungan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi.

“Iya benar, Pak Bupati tadi mendatangi kediaman Pak Wakil sekitar pukul 15.00,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Amir Hamzah memastikan bahwa dinamika yang terjadi sebelumnya, termasuk insiden dalam acara halal bihalal, telah diselesaikan secara baik.

“Sudah beres tadi, Pak Bupati sudah datang ke rumah dan meminta maaf,” ungkap Amir.

Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Haris, menyambut baik perdamaian tersebut. Ia menilai, kesepakatan antara kedua pimpinan daerah menjadi sinyal positif bagi stabilitas dan kelangsungan pembangunan di Lebak.

Menurutnya, rekonsiliasi ini diharapkan mampu meredam berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat serta mencegah munculnya isu-isu liar yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.

“Perdamaian ini menjadi semangat baru untuk bersama-sama membangun Lebak. Kita berharap tidak ada lagi polemik yang berkembang dan situasi tetap kondusif,” pungkasnya. (Cecep)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara halal bihalal yang digelar di Aula Lt. 3 RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (01/04/26).

Dalam sambutannya, Bupati maesyal Rasyid menekankan bahwa kegiatan halal bihalal bukan hanya bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi namun juga momentum untuk memperkuat sinergi dan produktifitas dalam melayani masyarakat

"Dengan silaturahmi ada tiga poin yang kita dapat. InsyaAllah yang pertama akan menambah persaudaraan, kedua pastinya akan nambah rezeki, ketiga insyaAllah juga panjang umur. Ini juga momentum bagi kita untuk semakin memperkuat sinergi dan produktifitas," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia mengapresiasi seluruh jajaran RSUD Kab. Tangerang atas prestasi dan kemajuan yang telah diraih selama ini sebagai wujud nyata peningkatan pelayanan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

"Rumah sakit di Kabupaten Tangerang sudah berkurang keluhannya. Ini merupakan salah satu wujud nyata bahwa kita mementingkan urusan orang lain terlebih dahulu dan senantiasa berbenah," ungkapnya

Selain mengapresiasi RSUD Kab. Tangerang, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh manajemen, dokter, tenaga medis dan pegawai atas dedikasi, ketulusan dan tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat

"Saya dengan bu wakil ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Tangerang dan rumah sakit lainnya yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya, mementingkan urusan umum mementingkan kesehatan orang lain dari pada dirinya," ucapnya

Dia juga memberikan pesan agar seluruh pegawai tanpa kecuali untuk terus semangat dan senantiasa mengedepankan sisi humanis, informatif dan solusi dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan

"Mari kita terus tingkatkan semangat dan motivasi kita untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya yang dirawat di sini supaya mereka pulang dengan penuh senyuman dan juga sehat," pintanya

Pihaknya memohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan yang dilakukan dan mendoakan agar para dokter, tenaga medis dan seluruh pegawai rumah sakit pemerintah dan Puskesmas dapat melayani masyarakat dengan profesional dan bertanggung jawab.

Kami atas nama pemerintah daerah sebagai pemilik sebagai yang bertanggung jawab seluruh teman-teman yang ada di RSUD, Puskesmas, Dinkes dan semuanya

"Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Ibu Wakil bersama Pak sekda, para asisten, para kepala OPD, dengan ketulusan keikhlasan, kami menyampaikan Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin. Kami mendoakan supaya para dokter dan seluruh jajarannya tetap semangat dan profesional serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya," pungkasnya

Sementara itu, Direktur RSUD Kab. Tangerang, dr. Endang Widyastiwi mengatakan bahwa kegiatan halal bi halal bukan hanya sekedar tradisi tapi juga sarana untuk saling memaafkan mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi.

"Sejalan dengan tema kegiatan tema Sinergi Tanpa Batas Mempererat Silaturahmi dan Tingkatkan Produktivitas, kami menekankan pentingnya kolaborasi komunikasi yang harmonis dan tentunya kerjasama yang solid, baik rumah sakit umum daerah maupun dengan seluruh pihak eksternal agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal dan profesional," ungkapnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Terobosan inspiratif datang dari Kepala Desa Bojongloa, Jusepta, yang menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor pertanian di wilayahnya. Pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Jusepta melakukan pengecekan langsung hasil panen perdana uji coba penanaman melon di Kampung Janur, Desa Bojongloa.

Hasilnya pun tak main-main. Uji coba tersebut berhasil menunjukkan capaian yang sangat memuaskan, bahkan melampaui standar umum hasil panen melon. Seluruh proses penanaman hingga panen dilakukan dengan pendanaan pribadi Jusepta yang mencapai hampir Rp80 juta, di atas lahan seluas kurang lebih 3.500 meter persegi.

Dalam proyek percontohan ini, terdapat dua varietas melon unggulan yang ditanam, yakni Melon Delon 65 dan Melon Madu Devina. Total sekitar 3.200 pohon melon berhasil dibudidayakan dengan hasil yang signifikan.

IMG 20260401 WA0010

Meski disebut sebagai tahap uji coba, hasil panen melon di Bojongloa ini justru melampaui ekspektasi. Bobot buah yang dihasilkan berkisar antara 2,8 hingga 3 kilogram per buah, jauh di atas standar rata-rata melon madu yang umumnya berada di kisaran 2,2 kilogram.

Misno, petani yang mengelola lahan tersebut, mengaku bangga dengan hasil yang dicapai. Menurutnya, kualitas melon yang dihasilkan kali ini termasuk kategori unggulan.

“Biasanya standar melon madu itu sekitar 2,2 kilogram. Alhamdulillah, sekarang bisa mencapai 2,8 sampai 3 kilogram per buah. Untuk varietas Madu Devina membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga panen, sedangkan Delon 65 sekitar dua setengah bulan,” jelasnya.

Jusepta menegaskan bahwa program ini bukan sekadar uji coba, melainkan langkah nyata untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada komoditas padi. Ia ingin membuka wawasan petani terhadap potensi besar dari tanaman hortikultura seperti buah-buahan.

“Ini murni dana pribadi saya untuk uji coba. Saya ingin masyarakat tidak hanya fokus pada penanaman padi saja. Ternyata buah-buahan seperti melon, semangka, dan lainnya bisa memberikan keuntungan yang lebih besar,” ungkap Jusepta.

Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada masyarakat agar berani mencoba hal baru tanpa takut gagal.

“Terus semangat dan jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” tambahnya.

Ke depan, Jusepta berencana melanjutkan uji coba dengan komoditas lain seperti semangka dan timun. Jika hasilnya konsisten berhasil, tidak menutup kemungkinan program tersebut akan dianggarkan melalui dana desa guna mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas.

Langkah inovatif yang dilakukan Kepala Desa Bojongloa ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi petani lokal melalui pengembangan komoditas bernilai jual tinggi di pasaran. (Mala)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Mengutip dari detik.com, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan harga BBM tidak akan mengalami kenaikan.

Sudah ada koordinasi antara pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi itu dilakukan agar setiap keputusan bisa diambil mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," tegas Prasetyo.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menyampaikan, informasi yang beredar terkait kenaikan harga BBM telah diklarifikasi oleh pemerintah pusat. Berdasarkan rilis resmi, tidak ada penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.

“Pemerintah pusat sudah menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, kami turut mengimbau masyarakat Kota Tangerang untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” tegas Ruta, melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/26).

Ia juga menegaskan bahwa perilaku panic buying maupun penimbunan BBM justru dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk potensi kelangkaan di lapangan serta risiko pelanggaran hukum.

”Selain itu, Pemkot Tangerang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait guna memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap berjalan lancar di wilayah Kota Tangerang,” katanya.

Masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta selalu mengacu pada sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif. Tidak perlu panik, karena kondisi BBM masih aman dan stabil,” tutupnya. (Red)

Page 14 of 643
Go to top