Banten

Banten (6278)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik terkait kabar penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) yang belakangan viral.

Pasalnya, status kepesertaan tersebut masih dapat dicek dan diajukan reaktivasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi menjelaskan, PBI-JKN terbagi menjadi dua kategori, yakni PBI-JKN yang dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan PBI Pemda yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Tangerang.

“Yang banyak viral saat ini mayoritas berasal dari PBI-JKN pusat. Masyarakat tidak perlu khawatir karena masih bisa mengajukan reaktivasi melalui Kantor Dinsos maupun kelurahan,” ujarnya.

Berdasarkan data sistem, per Februari 2026, tercatat sekitar 76.065 jiwa di Kota Tangerang mengalami penonaktifan kepesertaan PBI-JKN. Sejak dibukanya layanan reaktivasi Jumat (6/2) sudah sekitar 120 warga yang mengajukan permohonan reaktivasi.

Penonaktifan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ketidaksesuaian data kependudukan serta tidak masuknya warga dalam kategori desil 1 sampai 5, yang menjadi sasaran penerima PBI-JKN sesuai ketentuan Kementerian Sosial.

“Masyarakat diharapkan melakukan pengecekan terlebih dahulu, baik terkait status kepesertaan maupun desilnya. Pengecekan bisa dilakukan di kantor Dinsos, kelurahan, atau melalui operator data,” jelasnya.

Untuk pengajuan reaktivasi, masyarakat diminta membawa KTP, Kartu Keluarga, serta surat rujukan dari fasilitas kesehatan atau rumah sakit.

Proses pengusulan reaktivasi dilakukan melalui sistem milik Kementerian Sosial, dengan estimasi waktu verifikasi paling lama 3 x 24 jam. Bahkan, pada beberapa kasus, kepesertaan bisa aktif kembali dalam waktu 1 x 24 jam.

“Untuk sementara, pelayanan reaktivasi dilayani setiap hari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Dinsos terbuka dan siap melayani masyarakat,” tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan brand “Anak Gemilang Tumbuh Kuat Juara” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor DPPPA Kabupaten Tangerang, Selasa (10/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara sehat, kuat, dan optimal sebagai generasi penerus pembangunan.

“Yang lebih penting dari kegiatan ini adalah komitmen kita semua untuk memastikan pemerintah daerah hadir dalam kepentingan anak-anak, agar tumbuh kembangnya sehat, kuat, menjadi generasi penerus bangsa,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga menyampaikan bahwa perhatian dan kepedulian terhadap anak ini sejalan dengan program prioritas pembangunan nasional, termasuk dalam Astacita Presiden Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya pemenuhan hak anak melalui program kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menjalankan berbagai program untuk mendukung pembangunan anak, di antaranya program sekolah gratis SD dan SMP swasta secara bertahap sejak 2025, program beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu, pembangunan ruang ramah anak, penyediaan perpustakaan kecamatan, serta layanan kesehatan melalui Puskesmas.

“Kita ingin anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh gemilang, sehat, kuat, dan menjadi juara. Pemerintah daerah harus hadir agar anak-anak terhindar dari berbagai risiko sosial seperti narkoba, tawuran, maupun judi online,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan bahwa brand “Anak Gemilang Tumbuh Kuat Juara” merupakan identitas bersama yang menjadi penggerak semangat dalam pemenuhan hak anak di Kabupaten Tangerang.

“Brand ini bukan sekadar slogan, tetapi representasi arah pembangunan anak di Kabupaten Tangerang, yaitu anak-anak yang tumbuh kuat secara fisik, mental, dan sosial, gemilang dalam potensi, karakter, dan prestasi, serta siap menjadi generasi juara di masa depan,” jelas Asep.

Lanjut dia, sebagai implementasi dari brand tersebut, pihaknya juga menghadirkan program “Panggung Anak Gemilang”, yaitu sebuah ruang ekspresi yang ramah anak, inklusif, dan aman untuk mengembangkan bakat serta kepercayaan diri anak.

Pada kesempatan tersebut juga, DPPPA juga memperkenalkan Bang Narji sebagai Brand Ambassador Anak Gemilang Kabupaten Tangerang, yang diharapkan dapat memperkuat kampanye pemenuhan hak anak sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan generasi muda.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan anak memerlukan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.

“Anak-anak tidak meminta hadiah besar dari kita, mereka hanya meminta kesempatan untuk didengar, dipercaya, dan diberi ruang untuk menunjukkan potensi mereka,” ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana ibadah berupa musala di SMK Satya Muda Gemilang, Tigaraksa. Selasa, (10/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan harapannya agar pembangunan musala tersebut dapat berjalan lancar dan segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sarana ibadah berupa musala. Mudah-mudahan musala ini menjadi tempat ibadah bagi siswa-siswi dan para guru, serta bisa cepat selesai pembangunannya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia meyampaikan apresiasinya atas capaian SMK Satya Muda Gemilang yang telah meraih akreditasi A. Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras bersama para guru, siswa, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan sekolah.

"Selamat atas diraihnya predikat akreditasi A oleh SMK Satya Muda Gemilang. Semoga kerja keras bersama dari para guru, siswa dan pihak terkait lainnya bisa menambah semangat baru untuk meraih prestasi-prestasi lainnya," ujarnya

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan sekolah SMK tersebut, termasuk mendorong kolaborasi dengan para alumni agar sekolah semakin berkembang dan jumlah peserta didik terus meningkat.

Menurutnya, perkembangan jumlah siswa di sekolah tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sebelumnya jumlah siswa SMP hanya 7 orang dan SMK 4 orang, namun kini meningkat menjadi sekitar 65 siswa SMP dan 147 siswa SMK.

“Ini luar biasa. Sekolah ini membantu keluarga yang tidak mampu karena memberikan pendidikan gratis,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan kepada semua pihak akan pentingnya untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Tangerang mendapatkan akses pendidikan tanpa terkecuali dan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena tidak punya biaya.

“Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah. Baik di sekolah negeri maupun swasta, yang penting anak-anak Kabupaten Tangerang harus sekolah,” tegasnya.

Ia pun berharap SMK Satya Muda Gemilang dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Tigaraksa serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meminta pihak kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak menjelang Bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri Rakor Forkopimda menjelang Bulan Ramadan di GSG Puspemkab Tangerang, Selasa, (10/02/26)

"Saya minta kepada para camat, Diperindag, Dinas Pertanian dan pihak terkait lainnya bisa saling koordinasi untuk menggelar Gerakan Pangan Murah serentak dalam 1 hari berbarengan menjelang Ramadan," pinta Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, Pemkab Tangerang bersama MUI juga akan segera membahas Surat Edaran (SE) untuk menjaga kesucian dan ketenangan selama bulan Ramadan. Untuk itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada OPD terkait terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan MUI bekerja sama dengan Pemkot Tangerang dan Pemkot Tangsel agar SE yang diedarkan nantinya bisa seragam dengan kedua wilayah tersebut.

"Besok bersama MUI akan kita bahas terkait surat edaran untuk menjaga kesucian dan ketenangan selama bulan Ramadan. Kita juga ingin surat edaran ini seragam baik dengan Kota Tangerang maupun Tangsel," ungkapnya

Dia menambahkan, SE bersama yang dikeluarkan nantinya berisi antara lain tentang penutupan sementara tempat hiburan malam, pembatasan jam operasional rumah makan dan restoran serta himbauan lainnya untuk bersama-sama menjaga kesucian dan ketenangan di bulan Ramadan

"Surat edaran ini kita akan berlakukan paling lambat 1 hari sebelum Ramadan sampai dengan 2 atau 3 hari setelah lebaran. Kita akan segera susun dan bahas supaya bisa segera ditandatangani bersama dan kita sebarkan kepada masyarakat," imbuhnya

Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menegaskan pentingnya ketepatan sasaran penerima GPM dan keakuratan data terkait fluktuasi harga dan ketersediaan komoditi pokok di masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan lebaran.

"Kita ingin agar pelaksanaan GPM itu nanti harus tepat sasaran penerimanya. Terus keakuratan data terkait harga dan ketersedian bahan pokok juga terus dipantau agar kita bersama juga bisa melakukan langkah antisipasinya," tandasnya

Selian itu pihaknya juga menekankan pentingnya upaya-upaya penindakan tegas sebagai efek jera kepada para pihak yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan, baik itu terkait dengan permainan harga maupun segala aktifitas yang mencemari kesucian bulan suci Ramadan

"Kalau ada pelanggaran-pelanggaran, bagaimana laporannya, jangan sampai cuma formalitas. Tindakan tegas kepada para pelanggar juga harus diterapkan agar masyarakat bisa melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman," pungkasnya

Hal lain yang perlu menjadi pembahasan dan perhatian serta kewaspadaan bersama pada Rakor tersebut adalah potensi bencana mengingat musim penghujan dan berbagai aktifitas di bulan Ramadan yang bisa membuat kegaduhan dan gangguan Kamtibmas. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten bekerja sama dengan Artha Graha Group menyalurkan sebanyak 3.000 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Khusus di Kabupaten Lebak, sebanyak 300 paket sembako disalurkan langsung kepada warga penerima manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat PWI Kabupaten Lebak, Selasa (10/2/2026).

Ketua PWI Provinsi Banten, Riyan Nopandra, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara insan pers dan dunia usaha dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kerja sama PWI Banten dengan Artha Graha Group ini menunjukkan bahwa pers dapat berkolaborasi dengan sektor swasta untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Momentum HPN kami maknai dengan aksi sosial,” ujar Riyan Nopandra yang akrab disapa Opan.

Sementara itu, perwakilan Artha Graha Group, David, menyampaikan bahwa bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan untuk turut berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

IMG 20260210 WA0059

Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok, di antaranya gula pasir, minyak goreng, dan mi instan merek premium.

Ketua PWI Kabupaten Lebak, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data penerima agar tepat sasaran.

“Di Kabupaten Lebak, kami menyalurkan 300 paket sembako kepada warga kurang mampu. Ini bukan hanya bantuan material, tetapi juga wujud nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat,” jelas Ajat.

Salah satu penerima bantuan, Titin (58), warga Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI dan Artha Graha. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari keluarga kami,” ungkapnya.

Melalui kerja sama dengan Artha Graha Group, PWI Banten menegaskan bahwa peringatan HPN 2026 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (Cecep)

Tangerang, lensafokus.id – Pelaksana Tugas (Plt) Penanggung Jawab Penerangan Jalan Umum (PJU) Kabupaten Tangerang, Yosep, menjelaskan bahwa perencanaan dan pemasangan PJU dilakukan melalui dua skema anggaran dalam satu tahun, yakni anggaran murni dan Anggaran Biaya Tambahan (ABT). Dengan mekanisme tersebut, pemasangan PJU memungkinkan dilakukan hingga dua kali dalam satu tahun, menyesuaikan ketersediaan anggaran daerah.

Menurut Yosep, pengajuan PJU dapat dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Selain itu, masyarakat juga dapat mengusulkan langsung, namun realisasinya tetap bergantung pada ketersediaan anggaran Pemerintah Daerah.

“Jika PJU belum tersedia, artinya anggarannya memang belum ada. Bayangkan saja, dari sekitar 300 desa, misalnya ada 50 desa yang mengajukan, belum tentu semuanya bisa kita akomodir,” ujar Yosep.

Ia menegaskan bahwa penentuan lokasi PJU dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama pada wilayah dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi serta kerawanan kriminalitas yang lebih besar.

Terkait pengajuan PJU yang belum terealisasi meskipun telah diajukan sejak beberapa tahun lalu, Yosep mengungkapkan adanya kendala administrasi di masa lalu. “Kita pejabat sering berganti, bahkan sudah empat kali pindah gedung. Ada data yang tercecer dan hilang, sehingga tidak terakomodir. Namun pada prinsipnya, pembangunan tetap diupayakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelasnya.

Ia mencontohkan, hasil Musrenbang tahun 2023 yang belum terealisasi bukan hal yang luar biasa, karena bisa saja baru terealisasi pada tahun 2026.

Yosep juga memaparkan bahwa pembangunan PJU mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 47 yang mengatur kewenangan berdasarkan status jalan. Untuk jalan nasional, pembangunan PJU menjadi kewenangan kementerian terkait, seperti ruas jalan dari Manis hingga Jayanti sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Jalan provinsi dengan panjang sekitar 112 kilometer, di antaranya ruas Bitung–Legok–Parung serta Cisoka–Tigaraksa–Panongan, menjadi kewenangan Dishub Provinsi. Sementara itu, jalan kabupaten dengan panjang sekitar 1.098 kilometer, termasuk jalan lingkungan, menjadi kewenangan Dishub Kabupaten Tangerang.

Untuk kawasan perumahan, Yosep menegaskan bahwa penyediaan PJU merupakan kewajiban pengembang. “Pengembang wajib menyediakan utilitas, termasuk PJU. Jika perumahan sudah diserahterimakan ke Pemda, maka PJU yang ada akan kita pelihara,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran membuat Pemda saat ini lebih memprioritaskan jalan umum yang lalu lintasnya padat dan rawan kriminalitas. “Bukan berarti perumahan tidak diprioritaskan, tetapi untuk saat ini fokus kita masih pada jalan umum,” tambahnya.

Terkait pemeliharaan, Yosep menjelaskan bahwa pemeriksaan PJU dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali atau menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika ditemukan PJU mati dan material tersedia, perbaikan akan langsung dilakukan. Namun, cuaca ekstrem belakangan ini menjadi salah satu penyebab seringnya gangguan PJU.

“Saat cuaca hujan terus, satu panel bisa diperbaiki sampai tiga kali dalam sebulan,” ungkapnya. Saat ini, Dishub Kabupaten Tangerang hanya memiliki tujuh tim teknis, masing-masing terdiri dari tiga orang, yang melayani 29 kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jainudin, menyampaikan optimisme bahwa program PJU akan rampung. “Insyaallah penerangan jalan umum tahun 2026 rampung semua,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Pasir Nangka, Toto, menyampaikan apresiasi atas pemeliharaan PJU yang kini kembali menyala di sepanjang Jalan Pasir Nangka hingga Sudirman. Ia menyebut pengajuan perbaikan telah dilakukan sejak lama, namun baru terealisasi sekarang.

“Alhamdulillah sekarang sudah menyala kembali. Jalan ini banyak dilalui karyawan pabrik, apalagi ada titik jalan berlubang yang rawan kecelakaan jika gelap,” ujarnya.

Namun, Toto berharap perbaikan PJU juga dapat segera dilakukan di Perumahan Mustika. Menurutnya, meski perumahan tersebut telah diserahterimakan ke Pemda, banyak lampu PJU yang mati meski tiangnya sudah tersedia.

“Warga banyak yang kerja shift malam dan pulang sekitar jam 12 malam, sehingga rawan kriminalitas. Pengajuan sudah lama kami sampaikan, semoga bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Mala)

Page 17 of 628
Go to top