Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN”, dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Senin (04/05/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa isu pelecehan seksual di lingkungan kerja bukan lagi persoalan individu semata, melainkan persoalan serius yang berkaitan dengan relasi kuasa, budaya organisasi, serta kualitas tata kelola kelembagaan. Untuk itu, dia mendorong ASN untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai profesionalitas, integritas, dan rasa aman di lingkungan kerja.
“Lingkungan kerja yang aman adalah prasyarat utama bagi terwujudnya birokrasi yang profesional. Jika rasa aman tidak terpenuhi, maka bukan hanya individu yang terdampak, tetapi juga kinerja organisasi dan kepercayaan publik,” ujar Wabup Intan.
Dia menyampaikan keprihatinannya terhadap adanya potensi terjadinya pelecehan seksual di lingkungan internal pemerintahan. Ia secara tegas menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, baik secara verbal maupun non-verbal.
“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang menjadi korban pelecehan. Sekecil apapun bentuknya, baik ucapan, candaan yang merendahkan, maupun tindakan lainnya, itu tetap tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Ia pun meminta seluruh ASN, khususnya perempuan, untuk berani berbicara dan melaporkan jika mengalami atau mengetahui adanya tindakan pelecehan seksual.
“Jangan takut untuk speak up. Saat ini salah satu pimpinan di Kabupaten Tangerang adalah perempuan. Saya pastikan akan berdiri membela korban jika itu benar terjadi,” tandasnya.
Menurut dia, dampak kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis yang bisa membekas secara jangka panjang. Pemerintah daerah berkomitmen mengatasi dan menangani persoalan kekerasan seksual, salah satunya dengan membangun fasilitas pendukung berupa layanan trauma healing bagi para korban kekerasan sosial.
"Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga tengah menyiapkan fasilitas pendukung seperti layanan trauma healing bagi korban," ungkapnya
Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan bahwa pencegahan dan penanganan pelecehan seksual harus dilakukan secara komprehensif, melalui penguatan sistem, peningkatan kesadaran, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum dan tenaga profesional.
"Seminar ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat reformasi birokrasi yang berorientasi pada perlindungan, profesionalitas, dan kemanusiaan," ungkapnya
Lanjut dia, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang dapat memperkaya wawasan peserta, mulai dari perspektif hukum terkait sanksi dan mekanisme pelaporan, hingga pendekatan psikologis dalam penanganan korban.
"Kami berharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja ASN yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan gender," ujarnya
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Polresta Tangerang dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dan para peserta dari perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan arahan dan motivasi kepada para kepala sekolah SD dan SMP negeri yang baru terpilih maupun hasil rotasi. Kegiatan tersebut digelar di Aula Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Senin (4/5/26).
Dalam sambutannya, Bupati meninta para kepala sekolah SD dan SMP negeri tersebut untuk terus meningkatkan kompetensi dan berinovasi untuk kemajuan SD dan SMP masing-masing
"Tingkatkan terus kompetensi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas sekolah dan proses belajar mengajar demi terwujudnya kemajuan pendidikan yang unggul dan berkualitas di Kabupaten Tangerang," pinta Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengungkapkan bahwa proses seleksi kepala sekolah dilakukan secara detail dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan rekam jejak, loyalitas, kapasitas, serta kesiapan mental para calon kepala sekolah. Proses penetapan kepala sekolah juga telah dilakukan secara objektif melalui pembahasan yang mendalam bersama jajaran terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan BKPSDM.
“Pengisian kepala sekolah bukan berdasarkan faktor lain, tetapi murni berdasarkan kompetensi. Semua dibahas secara matang, tidak asal tanda tangan. Satu posisi bahkan bisa ada tiga calon yang dikaji secara menyeluruh,” ungkapnya
Dia menyebut para kepala sekolah yang terpilih merupakan sosok pilihan di antara ribuan guru di Kabupaten Tangerang. Dari ribuan guru yang ada, para kepala sekolah ini dipercaya menjadi pemimpin dan teladan di lingkungan pendidikan.
“Ini adalah amanah besar. Dari ribuan guru, Bapak/Ibu terpilih menjadi kepala sekolah, patut disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati menitipkan beberapa hal penting yang harus segera dilakukan oleh para kepala sekolah di lingkungan masing-masing. Pertama, menjaga kerapihan dan kebersihan lingkungan sekolah, termasuk memastikan tidak ada sampah dan saluran air yang tersumbat.
Kedua, mengoptimalkan program sanitasi sekolah (Sanisek) serta memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif dengan menanam berbagai tanaman seperti cabai dan tomat sebagai bentuk inovasi dan edukasi bagi siswa.
Ketiga, melakukan perbaikan sarana dan prasarana ringan secara mandiri tanpa harus menunggu anggaran dari pemerintah daerah, dengan memanfaatkan dana yang tersedia.
“Jangan menunggu, sepanjang bisa dilakukan oleh kepala sekolah, segera lakukan. Sekolah yang bersih, rapi, aman dan nyaman akan mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas,” pesannya.
Dia juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dalam proses seleksi tersebut, serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk masukan dari organisasi profesi seperti PGRI dan organisasi profesi lainnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi meluncurkan buku cerita anak berjudul "Mangrove Penyelamat Pantai" karya Bunda PAUD Kabupaten Tangerang di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang Senin, (4/5/2026).
Acara peluncuran ini menjadi momentum penting dalam penguatan literasi dan pendidikan karakter bagi anak usia dini di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menekankan bahwa masa usia dini merupakan masa emas (golden age), di mana anak-anak memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap nilai-nilai, pengetahuan, dan kebiasaan. Oleh karena itu, pendidikan pada fase ini menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak.
"Pada masa inilah nilai-nilai moral, budaya, dan kebiasaan positif sangat penting untuk kita tanamkan. Salah satunya melalui media buku cerita yang menarik dan sarat akan pesan moral yang baik," ungkap Bupati Maesyal.
Ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bunda PAUD atas dedikasi dan kontribusi nyatanya dalam menghadirkan karya literasi yang edukatif.
"Saya menyampaikan penghargaan kepada Bunda PAUD Kabupaten Tangerang atas inisiatif dan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan pendidikan anak usia dini melalui karya yang inspiratif ini," ujarnya
Bupati Maesyal berharap buku tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pendidik, orang tua dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Tangerang. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD.
"Mari kita bersinergi demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan. Selamat dan sukses kepada Bunda PAUD Kabupaten Tangerang. Semoga buku ini memberikan manfaat luas bagi kemajuan pendidikan anak bangsa," pungkasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa peluncuran buku ini merupakan bentuk komitmennya dalam menghadirkan media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun karakter anak sejak dini.
Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi sumber literasi dan sarana edukasi yang ringan namun bermakna bagi anak-anak. “Melalui cerita yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak dapat belajar mencintai dan menjaga lingkungan sejak dini, dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dia juga mengajak seluruh pihak, baik orang tua, pendidik, maupun masyarakat, untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD.
"Dengan kolaborasi dan sinergi bwrsama yang semakin kuat ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli terhadap lingkungan," harapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin upacara gabungan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Upacara tersebut digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (4/5/26).
Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk mendengar langsung kebutuhan, layanan dan aspirasi masyarakat.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk terus bisa hadir di tengah masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan memastikan pelayanan kita tepat sasaran,” tandas Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, peningkatan kinerja seluruh aparatur menjadi kunci bagi setiap aparatur dalam menjalankan amanah sebagai pelayanan publik tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Kinerja pemerintah daerah merupakan bagian dari amanah dan kepercayaan yang harus diberikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang tanpa terkecuali. Semua harus kita layani dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia menambahkan upacara peringatan Hardiknas yang dirangkaikan dengan HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas diharapkan juga menjadi momentum seluruh aparatur di lingkungan Pemkab Tangerang untuk terus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga dengan upacara ini, kita selaku aparatur tidak pernah lelah dan tidak pernah letih dalam memberikan pelayanan secara maksimal dan optimal kepada masyarakat,” tegasnya.
Lanjut dia, peringatan Hardiknas tahun ini bertepatan juga dengan hari lahir mantan Bupati Tangerang, almarhum H. Ismet Iskandar. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Pada hari ini, 4 Mei 2026, kita melaksanakan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang juga bertepatan dengan hari lahir mantan Bupati Tangerang, Bapak H. Ismet Iskandar. Mari kita doakan beliau agar senantiasa mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini sekitar 500.000 pekerja rentan di Kabupaten Tangerang telah mendapatkan perlindungan sosial dengan total anggaran mencapai sekitar Rp101 miliar.
“Pekerja rentan tersebut meliputi nelayan, ojek, sopir, petani, pedagang kecil, hingga pekerja informal lainnya. Program ini telah berjalan sejak tahun 2022, dimulai dari 50.000 pekerja dan kini meningkat menjadi 500.000 pekerja,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, program perlindungan sosial tersebut dibiayai APBD dan diharapkan para pekerja dapat beralih menjadi peserta mandiri ke depannya seiring dengan meningkatnya kemampuan ekonomi.
Adapun program BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa cakupan Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan di Kabupaten Tangerang terus ditingkatkan, sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, Wakil Bupati, para kepala OPD, camat, ASN, serta personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas Kabupaten Tangerang. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang menggelar apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Sabtu (2/5/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, selaku inspektur upacara.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Kolaborasi Semesta dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Merata.” Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemkot Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar beserta jajaran, para kepala sekolah, dewan guru, peserta didik, serta komite sekolah.
Dalam amanatnya, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus membangun komitmen bersama, termasuk mendorong kesadaran orang tua agar tidak hanya menitipkan anak di sekolah, tetapi juga memberikan perhatian terhadap potensi dan perkembangan mereka,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sachrudin menyampaikan komitmen Pemkot Tangerang melalui program unggulan Gampang Sekolah (3G), yang bertujuan memastikan seluruh anak di Kota Tangerang mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi.
“Saat ini tidak ada lagi perbedaan antara sekolah favorit dan nonfavorit. Baik negeri maupun swasta di Kota Tangerang telah memiliki standar kualitas yang semakin merata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menambahkan bahwa tantangan pendidikan di era modern, termasuk pengaruh teknologi dan media sosial, harus diimbangi dengan penguatan karakter.
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagai fondasi intelektual siswa. Sekolah yang menjalankan program sekolah gratis juga wajib memberikan layanan pendidikan secara paripurna,” jelas Wahyudi.
Peringatan Hardiknas 2026 ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Tangerang. (Sumarna)
Lebak, lensafokus.id – Petani buah melon yang tergabung dalam Garda Tani Margawana Mulya bersiap melaksanakan panen perdana melon premium pada pertengahan Mei 2026, setelah melalui masa tanam selama 65 hari.
Garda Tani Margawana Mulya yang berada di bawah binaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pusat ini menjadi salah satu kebun melon terbesar di Provinsi Banten. Kebun tersebut memiliki sekitar 30 ribu pohon yang ditanam di lahan seluas kurang lebih empat hektare, berlokasi di Kampung Margawana, Desa Cipadang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.
Wakil Ketua I Kadin Banten Bidang Organisasi dan Tatalaksana, Agus R. Wisas, menyampaikan bahwa panen perdana ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lebak, khususnya para petani setempat.
“Kami sangat bangga, karena petani asal Kecamatan Cileles berhasil mengembangkan tanaman melon premium. Panen perdana Insya Allah akan dilakukan pada 11 Mei mendatang,” ujar Agus, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, hasil panen melon premium ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pasalnya, melon tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasaran, yakni sekitar Rp18 ribu per kilogram. Untuk pemasaran, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah supermarket di kota besar seperti Tangerang dan Jakarta.
Agus menjelaskan, melon premium ini dipasarkan secara khusus di supermarket dengan standar kualitas tinggi, mulai dari tampilan hingga kondisi buah yang harus sempurna tanpa cacat.
Selain itu, melon hasil budidaya Garda Tani Margawana Mulya memiliki cita rasa manis dengan tingkat kemanisan mencapai 12 brix dan bobot rata-rata antara 1,5 hingga 1,8 kilogram per buah.
Dari total lahan empat hektare tersebut, diperkirakan hasil panen mencapai sekitar 30 ton. Estimasi ini didasarkan pada populasi 30 ribu tanaman yang rata-rata menghasilkan dua buah melon per pohon.
“Intinya kita siap panen, tinggal menunggu kesediaan Bupati. Panen secara simbolis rencananya akan dilakukan oleh beliau,” tambah Agus.
Karena luasnya area perkebunan, proses panen tidak dilakukan sekaligus. Panen akan dibagi dalam dua hingga tiga tahap dalam rentang waktu satu minggu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengapresiasi keberhasilan para petani dalam mengembangkan melon premium tersebut. Ia menilai, hasil panen ini berpotensi besar dalam mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
Apresiasi serupa juga disampaikan Sekretaris PWI Banten, Fahdi Khalid. Ia menilai keberadaan kebun melon premium ini merupakan langkah konkret Kadin Banten dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani. (Cecep)