Banten

Banten (6878)

LEBAK, lensafokus.id – Sebanyak 24 titik pekerjaan jaringan irigasi yang dikelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, resmi menyelesaikan tahapan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara yang dilaksanakan oleh Tim Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Selasa (4/8/2026).

Pelaksanaan PHO dilakukan sebagai tahap akhir pemeriksaan untuk memastikan seluruh pekerjaan telah diselesaikan sesuai spesifikasi teknis, mutu konstruksi, serta ketentuan yang telah ditetapkan. Tim BBWSC3 turun langsung ke lapangan guna melakukan pengecekan pada setiap titik pekerjaan sebelum dinyatakan layak untuk diserahterimakan.

Rampungnya 24 titik jaringan irigasi tersebut menjadi kabar baik bagi para petani di Kecamatan Cikulur. Infrastruktur irigasi yang telah diperbaiki dan dibangun diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, sehingga produktivitas hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.

Perwakilan Tim BBWSC3, Farid, mengatakan bahwa proses PHO merupakan bentuk komitmen untuk memastikan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai standar teknis dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di setiap titik pekerjaan. Alhamdulillah, secara umum hasil pekerjaan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap seluruh jaringan irigasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dipelihara bersama agar usia layanannya panjang serta mampu mendukung peningkatan produksi pertanian," ujar Farid.

Sementara itu, H. Nani menilai keberhasilan pembangunan jaringan irigasi tersebut tidak terlepas dari sinergi antara BBWSC3, pengurus P3A, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Kami mengapresiasi pengurus P3A yang aktif mengawal pekerjaan hingga selesai. Semoga fasilitas irigasi yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi para petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ungkap H. Nani.

Hal senada disampaikan Deden, yang mengajak seluruh masyarakat dan pengurus P3A untuk menjaga serta merawat jaringan irigasi agar tetap berfungsi secara optimal.

"Pembangunan sudah selesai, sekarang tugas kita bersama adalah menjaga dan merawatnya. Dengan pemeliharaan yang baik, jaringan irigasi ini akan terus memberikan manfaat bagi sektor pertanian dalam jangka panjang," tuturnya.

Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), H. Eli Sahroni, turut memberikan apresiasi atas rampungnya pelaksanaan PHO di 24 titik jaringan irigasi tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur irigasi merupakan langkah strategis dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Kami mengapresiasi Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), seluruh pengurus P3A, serta semua pihak yang telah bekerja keras hingga pembangunan ini dapat diselesaikan dengan baik. Irigasi merupakan urat nadi pertanian. Ketika pengairan berjalan lancar, produktivitas pertanian akan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," ujar H. Eli Sahroni.

Ia juga berharap masyarakat, khususnya para petani dan pengurus P3A, memiliki kepedulian untuk menjaga serta merawat jaringan irigasi yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Dengan semangat gotong royong dan rasa memiliki, saya yakin jaringan irigasi ini akan terus berfungsi secara optimal. Mari kita jaga bersama aset pembangunan ini sebagai investasi untuk masa depan pertanian Kabupaten Lebak yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan," pungkasnya. (C2p)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Wali Kota Tangerang H Sachrudin, Menyerahkan Sejumlah Peralatan Kelurahan Tangguh Bencana di Kantor BPBD Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat upaya mitigasi dan Penanggulangan bencana melalui peningkatan sarana dan prasarana.

Hari ini Selasa Wali Kota Tangerang H Sachrudin menyerahkan 16 unit Motor Operasional, 440 alat pemadam api Ringan (APAR), serta 20 paket perlengkapan Kelurahan Siaga Bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diberikan kepada empat UPT Damkar dan empat Pos Damkar.

Wali Kota Tangerang H Sachrudin mengatakan, penambahan sarana operasional tersebut merupakan upaya memperkuat sistem mitigasi bencana yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,"ujar Sachrudin.

Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, akantetapi membutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.

"Mitigasi bencana tidak bisa kita lakukan sendirian. Harus ada keterlibatan semua pihak.karena itu, kami terus meningkatkan kepasitas dan kualitas pelayanan melalui pelatihan dagi personel BPBD, Damkar, dan UPT, sehingga masyarakat melalui program Kelurahan Siaga Bencana," ujar Sachrudin, Selasa (4/08/2026).

IMG 20260804 WA0009

Sementara itu, Kepala Pelaksana Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar menjelaskan, keberadaan 16 motor operasional akan mempercepat waktu respon petugas, khususnya dalam menjangkau lokasi yang sulit diakses oleh kendaraan besar seperti gang-gang sempit di pemukiman,"ujar Mahdiar.

Kehadiran armada tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan awal sebelum unit pemadam utama tiba di lokasi kejadian. " Respons time menjadi salah satu indikator penting dalam pelayanan kami.dengan motor operasional ini, petugas dapat lebih cepat mencapai lokasi, melakukan asesmen kondisi, sekaligus memberikan penanganan awal sehingga risiko kejadian dapat diminimalkan," jelas Mahdiar.

Selain motor operasional, Pemerintah Kota Tangerang juga menyerahkan 440 APAR yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis di lingkungan padat penduduk serta 20 paket perlengkapan Kelurahan Siaga Bencana yang berisi perlengkapan dasar seperti pelampung, helm keselamatan, sepatu boots, jas hujan dan peralatan pendukung lainnya.

" Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik- baiknya," jelasnya.

Ia juga mengajak mediamassa untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya budaya siaga bencana sebagai bagian dari kolaborasi pentahelix dalam mewujudkan Kota Tangerang yang aman, yaman, tangguh, dan berkelanjutan. (Sumarna)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi memulai Program Pesta Diskon Kemerdekaan yang berlangsung mulai 3 hingga 31 Agustus 2026.

Melalui program yang digagas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang ini, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai keringanan pajak daerah dengan potongan hingga 45 persen sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Bapenda Kota Tangerang Kiki Wibhawa mengatakan, momentum kemerdekaan dimaknai sebagai kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kemudahan pelayanan, termasuk dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

"Melalui Pesta Diskon Kemerdekaan, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan membayar pajak. Pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik," ujar Kiki, Senin (3/8/26).

Untuk mempermudah pembayaran, Pemkot Tangerang menyediakan berbagai pilihan kanal pembayaran, baik secara langsung maupun digital. Masyarakat dapat membayar melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang, bank bjb, Alfamart dan Pos Indonesia.

Sementara pembayaran nontunai dapat dilakukan melalui Aplikasi Tangerang LIVE, Tokopedia, OVO, LinkAja, Shopee, GoPay, bjb DIGI, QRIS, PosPay, serta kanal pembayaran elektronik lainnya.

Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak menunda memanfaatkan program tersebut mengingat masa berlakunya hanya hingga 31 Agustus 2026.

"Selain menghemat biaya pembayaran pajak, partisipasi masyarakat dalam membayar pajak juga menjadi kontribusi nyata untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan publik di Kota Tangerang,” tandasnya.

Berikut berbagai keuntungan di Pesta Diskon Kemerdekaan:

• Diskon 17% untuk pokok PBB-P2 hingga Tahun Pajak 2014.
• Diskon 8% untuk pokok PBB-P2 Tahun Pajak 2015–2020.
• Diskon 45% BPHTB untuk perolehan hak melalui program PRONA, PTSL dan PTKL.
• Bebas sanksi administrasi (denda) untuk tunggakan hingga Tahun Pajak 2025

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang membuka sosialisasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang dilaksanakan di Aula Rapat Kecamatan Kemiri, Senin (03/08/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mendorong para kepala desa dan BPD untuk menjadi teladan dan garda terdepan dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

"Alhamdulillah Ini putaran kedua kami datang bersama dengan Pak Kajari dan stafnya kepada kepala desa dan BPD-nya dalam rangka memberikan peningkatan wawasan dan kompetensi terhadap kesadaran hukum dalam menjalankan tugasnya selaku abdi negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menandaskan para kepala desa dan BPD hendaknya tidak hanya paham tentang hukum dan peraturan yang berlaku tapi juga konsisten mampu mengimplementasikan dan mentransformasikan kepada masyarakat agar keamanan, ketertiban dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan tetap terjaga.

"Saya yakin tidak ada kepala desa menyalahgunakan kewenangannya. Kades dan BPD-nya tidak hanya paham hukum tapi juga mampu mengimplementasikan dan mentransformasikan dengan baik kepada masyarakat. Agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa untuk kepentingan masyarakat tetap transparan, keamanan dan ketertiban juga terjaga," tandasnya.

Dia juga meminta para kepala desa dan BPD bisa hadir untuk kepentingan masyarakat dan bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan sumber-sumber keuangan desa. Alokasi penggunaan sumber keuangan desa untuk pembangunan fisik, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat harus benar-benar tepat sasaran, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Saya mohon para kepala desa berusaha untuk sama-sama melaksanakan tugas penuh dengan amanah. Kita dipilih menjadi kepala desa maksudnya adalah saat rakyat itu membutuhkan kehadiran kita dalam persoalan apapun yang diharapkan didambakan, kita tidak boleh menghindar dan harus dihadapi, cari solusi yang bisa diselesaikan, kalau belum bisa diatasi lapor ke camat,nlapor ke kami untuk bisa kita tidak lanjutin," tegasnya.

Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Kab. Tangerang yang terus bersinergi dalam memperkuat pemahaman, dan kesadaran hukum kepada para kepala desa dan BPD sehingga bisa meningkatkan kapatuhan dan menghindari penyelewengan yang merugikan banyak pihak.

"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih kepada Pak Kajari dan juga perangkat jajarannya yang telah memberikan pengetahuan dan mengingatkan kita terus agar patuh peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memberikan pencerahan supaya kita terhindar dari tindak korupsi dan penyelewengan yang merugikan masyarakat," ucapnya.

Ketua penyelenggara kegiatan, Jayadi yang juga menjabat sebagai Kades Patramanggala mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi Kadarkum tersebut diikuti sebanyak 124 peserta.

"Total peserta pada hari ini tercatat 124 orang dari 7 kecamatan dan 62 desa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan serta para narasumber. Tentunya ini sangat baik buat kita semua sebagai pamong di desa," ungkap Jayadi. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Camat Sindang Jaya melakukan peletakan batu pertama pembangunan 4 (empat) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, Senin (3/8/26).

Empat rumah yang dibangun kembali tersebut merupakan milik Ibu Jamilah, Bapak Masud, Bapak Asdi, dan Ibu Marsiyah. Keempat rumah berada di lokasi yang berdekatan sehingga proses pembongkaran dan pembangunan dapat dilakukan secara bersamaan.

Bupati Measyal Rasyid mengatakan program pembangunan RTLH tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kecamatan Sindang Jaya, dan pemerintah desa setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan RTLH tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan hunian yang sehat dan nyaman dengan fasilitas sanitasi yang memadai.

"Rumah yang tadinya tidak layak, insyaAllah akan menjadi rumah yang layak huni. Yang sebelumnya belum memiliki sanitasi, air bersih, dan toilet yang memadai, semuanya akan dibangun sehingga masyarakat dapat tinggal di rumah yang sehat, bersih, dan nyaman," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Camat Sindang Jaya beserta kepala desa yang telah bergotong royong bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat.

"Terima kasih saya ucapkan kepada Camat dan kepala Dldesa yang mau bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang membangun rumah-rumah ini. Hari ini empat rumah langsung kita bongkar agar proses pembangunannya bisa dilakukan secara bersamaan dan selesai dalam waktu yang bersamaan pula," ujarnya

Ia juga menegaskan program pembangunan RTLH ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, sehat, dan layak.

Salah satu penerima bantuan, Ibu Jamilah, mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selama ini ia mengaku selalu merasa khawatir tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali. Terima kasih Pak Bupati Maesyal dan jajaran yang telah membangun rumah saya. Selama ini kalau tidur selalu was-was rumah akan roboh, kalau hujan juga sering kebanjiran karena lantainya masih tanah. Alhamdulillah, saya tidak bisa berkata-kata lagi, hanya bisa mendoakan semoga Bapak Bupati selalu diberikan kesehatan dan keberkahan," ungkapnya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai merealisasikan program rekonstruksi dan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis pada Agustus 2026. Salah satu ruas yang menjadi prioritas utama adalah Jalan Muhammad Toha, mengingat tingkat kerusakannya yang cukup berat serta tingginya aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan seluruh proses pengadaan pekerjaan telah selesai dan saat ini memasuki tahapan penandatanganan kontrak serta persiapan rekayasa lalu lintas sebelum pekerjaan fisik dimulai.

"Alhamdulillah proses pengadaan sudah selesai. Dalam minggu ini kami targetkan penandatanganan kontrak, kemudian dilanjutkan rapat persiapan dan rekayasa lalu lintas. Insya Allah awal Agustus ini pekerjaan fisik sudah mulai dilaksanakan," ujar Taufik, Sabtu (1/8/2026).

IMG 20260803 WA0020

Ia menjelaskan, perbaikan Jalan Muhammad Toha akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa segmen. Untuk ruas dengan tingkat kerusakan paling berat, pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan sesuai dengan masa kontrak.

Taufik berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan proyek tersebut, termasuk mematuhi rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan selama proses pembangunan berlangsung agar pekerjaan dapat berjalan lancar.

Selain Jalan Muhammad Toha, Jalan Prabu Kian Santang juga dipastikan masuk dalam daftar prioritas rekonstruksi pada tahun 2026. Ruas jalan tersebut dipilih karena mengalami kerusakan cukup berat dan merupakan jalur strategis yang berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Taufik mengungkapkan bahwa proyek rekonstruksi Jalan Sangego–Gatot Subroto juga segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek tersebut telah menyelesaikan proses lelang dan kini memasuki tahapan administrasi kontrak sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Tak hanya itu, Jalan Berhias di Kecamatan Karawaci juga masuk dalam daftar perbaikan tahun ini. Dinas PUPR akan kembali melakukan pengecekan lapangan sebagai bagian dari program peningkatan dan rekonstruksi jalan yang telah direncanakan.

Menurut Taufik, seluruh program perbaikan jalan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah. Pada tahun 2026, Pemkot Tangerang mengalokasikan anggaran sekitar Rp69 miliar untuk menangani sejumlah ruas jalan strategis yang mengalami kerusakan.

"Penentuan prioritas tidak hanya berdasarkan banyaknya aduan masyarakat, tetapi juga hasil survei teknis terhadap kondisi jalan. Aspek keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama, sehingga ruas dengan tingkat kerusakan berat dan mobilitas tinggi kami dahulukan untuk ditangani," tegas Taufik. (Sumar)

Page 2 of 688
Go to top