TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar pelaksanaan Apel Pagi Mingguan pekan ke-4 bulan Juli yang berlangsung di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (27/07/2026). Bertindak sebagai Pembina Apel, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, memimpin langsung jalannya apel yang diikuti oleh seluruh jajaran pejabat Eselon II, III, IV, hingga Staf Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tangerang.
Mengawali arahanya, Asda I mengajak seluruh peserta apel untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga jajaran aparatur Pemkab Tangerang dapat berkumpul menjalankan kewajiban dengan penuh semangat. Ia menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh ASN yang secara konsisten menjaga integritas, kedisiplinan, serta kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Asda I menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah di Kabupaten Tangerang sangat bergantung pada soliditas dan profesionalisme aparatur. Menurutnya, pelayanan publik yang berintegritas dan transparan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin berkembang dan berdaya saing tinggi.
"Terima kasih untuk seluruh ASN Kabupaten Tangerang. Kedisiplinan dan integritas yang telah ditunjukkan rekan-rekan semua adalah kunci utama dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin maju dan berkembang," ujar Prima.
Poin krusial yang disambut hangat dalam apel tersebut adalah pengumuman hasil survei Indeks Harmoni Indonesia (IHI) yang diselenggarakan pada periode 17 Juni hingga 17 Juli 2026. Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kabupaten Tangerang berhasil meraih Peringkat Pertama se-Provinsi Banten.
Capaian Indeks Harmoni Indonesia (IHI) Kabupaten Tangerang 2025–2026:
- Skor Indeks: Mencapai 6,58 (Kategori Baik), mengalami peningkatan signifikan dari periode sebelumnya serta semakin mendekati target RPJMD sebesar 6,7.
- Partisipasi Publik Luas: Melibatkan lebih dari 15.000 responden, di mana mayoritas pengisi survei berasal dari masyarakat umum, bukan hanya kalangan ASN.
- Fungsi Indikator: IHI merupakan tolok ukur nasional dalam menilai stabilitas kerukunan antarumat, kemandirian ekonomi, kondusivitas sosial-budaya, serta keberagaman masyarakat.
Asda I memberikan apresiasi khusus kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tangerang atas kerja kerasnya mengawal pelaksanaan survei hingga membuahkan hasil terbaik di tingkat provinsi.
"Hasil angka 6,58 ini membuktikan bahwa stabilitas ekonomi, sosial, serta kerukunan antarumat beragama dan elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang berada pada kondisi yang sangat kondusif. Mayoritas pengisi survei adalah masyarakat luas, yang mencerminkan kepercayaan dan rasa aman yang dirasakan warga secara langsung," jelasnya.
Di tengah dinamika kemasyarakatan yang terus berkembang, Asda I menginstruksikan seluruh jajaran ASN agar senantiasa tanggap dan memiliki kepekaan sosial serta kemampuan deteksi dini terhadap permasalahan di lapangan.
"ASN harus menjadi garda terdepan sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Ketika melihat potensi persoalan di tengah warga, segera respons dengan penuh kepekaan sosial. Perkuat tali silaturahmi, soliditas, dan solidaritas internal agar kita dapat merumuskan solusi yang tepat dan cepat," imbau Asda I.
Menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Asda I mengapresiasi para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tangerang yang telah melaksanakan pemusatan latihan sejak 1 Juli.
Ia mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran ASN untuk aktif berpartisipasi menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
"Mari kita gelorakan rasa cinta tanah air melalui peringatan HUT RI yang meriah, akrab, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Tidak harus bernilai mahal, namun penuh makna dan keceriaan bersama," tambahnya.
Di sektor Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Pemkab Tangerang terus meluncurkan berbagai program strategis, mulai dari percepatan penanganan stunting hingga penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Salah satu fokus utama pada tahun anggaran 2026 ini adalah penyaluran Beasiswa Tangerang Gemilang.
Melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Tangerang, pemerintah telah menyiapkam alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi 1.170 mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi.
"Sebagai aparatur dan staf, integritas dan komitmen kita hanya satu yaitu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi serta mengamankan seluruh instruksi pimpinan demi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja secara resmi menutup Gebyar Festival Kuliner UMKM di Kecamatan Kosambi, Minggu (26/07/26).
Gebyar Festival Kuliner UMKM 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026 di Halaman Kantor Kecamatan Kosambi. Kegiatan yang bertujuan sebagai bagian program menggerakkan perekonomian lokal melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendapat respon antusias dari masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Sekda Soma menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) yang telah menginisiasi program yang baik, serta kecamatan Kosambi dan warga sekitar yang terlihat antusias menyambutnya.
"Respon masyarakat yang sangat luar biasa, bukan hanya sekadar menjual produk, melainkan sebuah gerakan bersama yang menunjukkan semangat kolaborasi, gotong royong, dan komitmen kita untuk mengangkat potensi ekonomi rakyat," Ungkap Soma.
Menurutnya, acara ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pengembangan usaha mikro sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.
"Pengusaha mikro bukan hanya sekadar usaha jual beli, tetapi juga menyangkut kreativitas, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Banyak contoh pelaku UMKM yang berawal dari usaha kecil di rumah, kemudian berkembang hingga mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah menuturkan ketakjubannya atas terselenggaranya Gebyat Festival Kuliner UMKM di Kecamatan Kosambi.
"Selama acara ini berlangsung, kami mendapat laporan bahwa setiap harinya Alhamdulillah 25 stand yang berbartisipasi semua produknya laris, " ujarnya.
Kemudian Anna menuturkan acara Gebyar festival Kuliner UMKM memberikan wadah bagi koperasi dan pelaku usaha mikro untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan memasarkan produknya kepada masyarakat luas dan membuka peluang kemitraan dan kerja sama bisnis dengan berbagai pihak.
"Kami ucapkan terimakasih kepada Kecamatan Kosambi atas respon positifnya semoga UMKM di Kosambi terus maju dan memiliki daya saing," kata Anna.
Di tempat yang sama, salah satu pengusaha mikro sektor kuliner Hafiz mengucapkan terimakasih telah diberikan ruang untuk menjual produk miliknya.
"Alhamdulillah kami bersyukur, selain terjadinya perputaran ekonomi terdapat ruang berkumpul dan berinteraksi satu sama yang lain, sering sering di adain lagi," kata Hafiz. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Stand Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menjadi salah satu stan favorit pengunjung dalam gelaran Festival Cisadane 2026. Sejak hari pertama pembukaan pada Kamis hingga Minggu (26/7/2026), stand tersebut selalu dipadati masyarakat, terutama keluarga yang membawa anak-anak.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, BPBD Kota Tangerang mengusung konsep edukasi kebencanaan yang dikemas secara menarik, interaktif, dan menyenangkan. Hasilnya, stand BPBD tak pernah sepi dari pengunjung yang datang sejak pagi hingga malam hari.
Salah satu daya tarik utama adalah area foto bertema kebencanaan yang dilengkapi berbagai atribut dan perlengkapan petugas. Anak-anak tampak antusias mengenakan helm SAR, rompi penyelamat, hingga perlengkapan rescue lainnya untuk berfoto bersama.
Tak hanya itu, wahana simulasi naik perahu karet juga menjadi favorit para pengunjung. Melalui simulasi evakuasi banjir, anak-anak dapat merasakan pengalaman menaiki perahu penyelamat dengan didampingi langsung oleh petugas BPBD yang ramah dan profesional.
Sementara itu, pada sesi edukasi satwa, BPBD menghadirkan ular sanca kembang sebagai media pembelajaran. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengenalkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai jenis-jenis ular, karakteristiknya, serta cara aman ketika menemukan ular di lingkungan tempat tinggal.
Petugas juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kemunculan ular di permukiman, sehingga masyarakat tidak panik dan dapat mengambil tindakan yang tepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang mengatakan, pendekatan edukatif tersebut sengaja dipilih agar materi kebencanaan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
"Kami ingin mengubah stigma bahwa kebencanaan itu menakutkan. Lewat kegiatan foto bersama, simulasi naik perahu, hingga edukasi bersama ular sanca kembang, anak-anak bisa belajar sambil bermain. Harapannya, mereka memahami mitigasi bencana sejak dini dan berani melapor apabila menemukan potensi bahaya," ujarnya.
Konsep tersebut pun mendapat apresiasi dari para orang tua. Selain menghibur, keberadaan stand BPBD dinilai mampu memberikan pengalaman edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak.
"Anak saya tadinya takut sama ular. Tapi setelah dijelaskan oleh petugas, sekarang jadi lebih berani dan paham. Naik perahunya juga senang sekali, petugasnya ramah-ramah semua," ujar Rina, warga Kecamatan Cibodas.
Selama penyelenggaraan Festival Cisadane 2026, petugas BPBD yang berjaga di stand juga dikenal responsif, santun, dan komunikatif dalam melayani setiap pengunjung. Suasana yang hangat dan interaktif membuat stand BPBD menjadi salah satu ikon favorit dalam festival tahun ini.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, BPBD Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi kebencanaan yang kreatif dan inovatif agar budaya sadar bencana dapat ditanamkan sejak usia dini.
Festival Cisadane 2026 pun menjadi momentum strategis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tangerang untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan partisipatif. (Sumarna)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang menghadirkan layanan administrasi kependudukan di Festival Cisadane 2026 untuk memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen penting, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, hingga dokumen kependudukan lainnya.
Sejak Festival Cisadane dibuka, Stand Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan, sebelum pelayanan dimulai setiap harinya, warga sudah terlihat mengantre untuk mendapatkan layanan, Minggu (26/7/2026).
Petugas di stand pelayanan pun harus bekerja ekstra karena tingginya antusiasme masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan. Rata-rata lebih dari 100 warga dilayani setiap harinya selama festival berlangsung.
Layanan yang paling banyak diajukan masyarakat meliputi pembuatan akta kelahiran, akta kematian, Kartu Keluarga (KK), pembuatan maupun penggantian Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang rusak, surat keterangan, serta berbagai layanan administrasi kependudukan lainnya.
Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran layanan Disdukcapil di tengah penyelenggaraan Festival Cisadane sangat membantu masyarakat. Selain dapat menikmati rangkaian acara festival, warga juga dapat menyelesaikan urusan administrasi secara langsung, cepat, mudah, dan tanpa dipungut biaya.
Salah seorang warga Kecamatan Jatiuwung, Ahmad Riadi, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan tersebut.
"Kalau bisa setiap hari ada stand seperti ini agar masyarakat lebih mudah dan cepat mengurus administrasi maupun akta yang dibutuhkan," ujar Ahmad.
Hal senada disampaikan Yani, warga RW 014, Kelurahan Gebang, Kecamatan Periuk. Menurutnya, pelayanan yang dihadirkan Disdukcapil di Festival Cisadane sangat meringankan masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
"Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat karena tidak perlu mengeluarkan biaya. Sambil menikmati Festival Cisadane, kami juga bisa langsung mengurus dokumen yang dibutuhkan. Kalau stand seperti ini sering diadakan, masyarakat Kota Tangerang pasti akan semakin senang," tuturnya. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri penutupan Quranic Impact Training (Q-IMPACT) Banten yang ditutup oleh Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma, Minggu (26/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Q-IMPACT yang merupakan ikhtiar positif untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus membentuk sumber daya manusia yang memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
"Kegiatan ini merupakan ikhtiar yang sangat baik dalam memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus membangun generasi yang tidak hanya berilmu tapi juga berakhlak mulia dan memiliki karakter yang kuat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan, kecintaan terhadap Al-Qur'an tidak cukup hanya diwujudkan dengan membaca dan menghafalnya, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, keadilan, kerja keras, kasih sayang, dan kepedulian sosial harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
"Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pedoman dalam bersikap, bekerja, bermasyarakat, dan memberikan manfaat bagi sesama," tandasnya.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus informasi, masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Karena itu, kegiatan seperti Q-IMPACT memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda.
"Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak, integritas, dan karakter masyarakatnya. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing dengan fondasi nilai-nilai religius, kebersamaan, dan gotong royong," ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan Q-IMPACT sebagai sarana memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an, memperkuat semangat dakwah yang menyejukkan, serta menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat.
"Semoga kegiatan ini mampu melahirkan semakin banyak generasi yang mencintai Al-Qur'an, mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta berkontribusi membangun Banten dan Indonesia yang lebih maju, harmonis, dan penuh keberkahan," pungkasnya
Ia juga berharap setelah selesainya kegiatan tersebut, seluruh peserta mampu menjadi teladan dan menginsiprasi lainnya baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat serta berperan aktif dalam pembangunan daerah dimanapun berada. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara NotaRace 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Notaris Indonesia (INI) ke-118 yang digelar di Eastvara BSD City Kab. Tangerang, Minggu (26/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-118 kepada Ikatan Notaris Indonesia. Menurutnya, organisasi profesi tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan diharapkan terus meningkatkan pengabdian di bidang administrasi hukum.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-118 kepada Ikatan Notaris Indonesia. Semoga semangat melayani masyarakat terus meningkat dan semakin memberikan kontribusi dalam bidang administrasi hukum maupun pertanahan," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya juga mengapresiasi penyelenggaraan NotaRace yang turut menghadirkan pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan para pelaku UMKM dan pertumbuhan perekonomian daerah.
"Melalui kegiatan ini kita tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan kita semua selalu sehat dan tetap semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Wabup Intan mengatakan NotaRace memberikan dampak positif bagi Kabupaten Tangerang karena mampu menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga berbagai potensi pariwisata dan perhotelan juga dapat lebih dikenal lebih luas
"Saya melihat acara ini sangat positif dan dampaknya sangat luas. Peserta datang dari seluruh Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan perekonomian daerah," ujar Wabup Intan.
Dia juga mengaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut yang juga melibatkan koordinasi lintas instansi, penyediaan fasilitas, pelayanan pemeriksaan kesehatan, hingga fasilitasi perizinan agar kegiatan tersebut juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung
"Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun karena selain memperkenalkan Ikatan Notaris Indonesia kepada masyarakat, juga memperkuat sinergi dengan pemerintah. Semoga Ikatan Notaris Indonesia semakin sukses dan terus mendampingi pemerintah dalam berbagai kegiatan yang positif," pungkasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI), Dr. Irfan Adiansyah, mengatakan antusiasme peserta yang mengikuti avara NotaRace tahun 2026 sangat tinggi. Dari sekitar 3.700 peserta, sekitar 70 persen merupakan notaris yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Melalui NotaRace ini kita ingin menunjukkan bahwa notaris tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus menjaga kesehatan agar tetap bersemangat dalam menjalankan amanah. Kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat hidup sehat bagi keluarga besar Ikatan Notaris Indonesia," ungkapnya. (Red)