Banten

Banten (6430)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan monitoring pelaksanaan perayaan Paskah bersama yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Gereja-Gereja (BKSG) Kabupaten Tangerang di Kecamatan Pasar Kemis, Jumat (24/4/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan pesan agar seluruh umat beragama di Kabupaten Tangerang terus menjaga persatuan dan mempererat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami pemerintah berharap umat Kristiani terus bergandengan tangan dengan umat lainnya, termasuk umat Islam, Hindu, Buddha, dan seluruh elemen masyarakat. Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi kerukunan di Kabupaten Tangerang tetap terjaga, harmonis, dan kondusif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dinilai mampu merangkul dan menjadi fasilitator semua pihak untuk bersama-sama menjaga toleransi dan memperkuat komunikasi antarumat beragama di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan sekitarnya

Menurutnya, perayaan Paskah nersma tersebut, tidak hanya menjadi momentum spiritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman.

“Ini adalah wujud nyata kebersamaan kita. Seluruh umat dan keyakinan di Kabupaten Tangerang tetap saling menghormati, menghargai, dan menjaga kerukunan dalam bingkai Pancasila,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuhnmenjamin kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama tanpa adanya pembatasan. Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh informasi yang menyesatkan dan menimbulkan perpecahan

“Tidak ada larangan ataupun pembatasan dalam beribadah di Kabupaten Tangerang. Jika ada informasi yang beredar terkait hal tersebut, saya pastikan itu tidak benar. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang seperti FKUB, camat, lurah, maupun aparat setempat apabila menemukan informasi yang meragukan dan berpotensi menimbulkan perpecahan

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan umat Kristiani yang telah menyelenggarakan perayaan Paskah dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

“Kami turut berbahagia dan mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kebersamaan, keharmonisan, dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang terus terjaga dan semakin kuat,” pungkasnya. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Sebanyak 1.580 warga Badui Luar dan Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, bersiap melaksanakan ritual adat tahunan Seba 2026. Tradisi sakral ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Lebak Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi antara masyarakat adat dan pemerintah.

Ritual Seba merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Badui sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen ladang yang melimpah. Dalam prosesi ini, warga Badui membawa berbagai hasil bumi seperti pisang dan umbi-umbian untuk diserahkan kepada pemerintah daerah.

Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Medi menyebutkan, hingga saat ini jumlah peserta yang terdata mencapai 1.580 orang. Namun, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (24/4).

“Untuk sementara tercatat 1.580 warga, namun kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat Badui Luar akan berangkat menggunakan sekitar 85 unit kendaraan jenis Elf. Sementara itu, sebanyak 60 warga Badui Dalam tetap mempertahankan tradisi leluhur dengan berjalan kaki menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 160 kilometer pulang-pergi menuju Rangkasbitung hingga Kota Serang.

Ciri khas masyarakat Badui Dalam terlihat dari pakaian serba putih lengkap dengan lomar (ikat kepala), sebagai simbol kesucian dan ketaatan terhadap adat. Sedangkan Badui Luar mengenakan pakaian hitam dengan lomar berwarna biru, yang menunjukkan keterbukaan terhadap modernisasi.

Rangkaian acara Seba 2026 akan dimulai pada Jumat (24/4) malam di Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, yang dihadiri Bupati Hasbi Asyidiki dan jajaran Forkopimda. Selanjutnya, pada Sabtu (25/4) malam, prosesi dilanjutkan di Pendopo Provinsi Banten bersama Gubernur Andra Soni dan pejabat daerah lainnya.

“Kami berharap pelaksanaan Seba tahun ini berjalan lancar dan seluruh peserta kembali ke kampung dengan selamat,” kata Medi.

Sementara itu, salah satu warga Badui Luar, Sarmudi mengaku antusias mengikuti tradisi tersebut. Ia bersama kelompoknya telah menyiapkan puluhan pohon pisang sebagai bagian dari persembahan.

“Kami senang bisa mengikuti Seba dan bertemu langsung dengan kepala daerah. Ini sudah ketiga kalinya kami ikut,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis mengatakan, pemerintah daerah turut menyemarakkan Seba 2026 dengan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya penyediaan stan UMKM di sekitar Alun-alun Rangkasbitung, serta rangkaian acara seperti fashion show tenun Badui, talkshow, permainan tradisional, senam sehat, lomba fotografi, hingga hiburan wayang golek dan pertunjukan musik.

Menurutnya, tradisi Seba Badui telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Kami optimistis kegiatan ini akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mempercepat pembangunan infrastruktur. Pada tahun anggaran 2026, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak (DPUPR), pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp75,5 miliar untuk perbaikan puluhan ruas jalan.

Anggaran tersebut difokuskan untuk penanganan 11 ruas jalan kabupaten serta 42 ruas jalan poros desa yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada tahun ini.

“Selain jalan kabupaten, kami juga membangun 42 titik jalan desa. Beberapa ruas seperti Rangkasbitung–Gajrug dan Rangkasbitung–Sajir bahkan sudah mulai dikerjakan,” ujar Hasbi, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, perbaikan jalan tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan mobilitas warga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab Lebak berkomitmen menghadirkan infrastruktur jalan yang berkualitas dan memiliki daya tahan tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Infrastruktur yang baik akan membuka akses, memperlancar distribusi, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Hasbi juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung program pembangunan tersebut agar berjalan sesuai rencana dan spesifikasi.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutupnya. (Cecep)

Lebak, lensafokus.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak tengah mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD dan SMP. Berbagai tahapan disusun guna memastikan proses berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.

Kepala Dindikbud Lebak, Doddy Irawan, mengatakan bahwa tahapan SPMB akan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat pada 1 hingga 31 Mei 2026. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman terkait mekanisme serta jalur penerimaan yang tersedia.

IMG 20260423 WA0305

Selanjutnya, pendaftaran dibuka pada 2 hingga 29 Juni 2026 melalui empat jalur, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. “Untuk juklak dan juknis saat ini masih kami usulkan ke pusat,” ujarnya.

Setelah masa pendaftaran berakhir, satuan pendidikan diwajibkan melaporkan jumlah kelebihan pendaftar pada 30 Juni 2026. Laporan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan rapat pemetaan bagi calon peserta didik yang belum tertampung pada 1 hingga 2 Juli 2026.

Tahapan berikutnya adalah rapat panitia SPMB di tingkat satuan pendidikan pada 3 Juli 2026, dilanjutkan pengumuman hasil seleksi pada 4 Juli 2026. Peserta didik yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang dan pembagian kelas pada 6 hingga 9 Juli 2026.

Rapat orang tua atau wali murid dijadwalkan pada 10 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan awal tahun ajaran baru. Sementara itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Orientasi Kepramukaan akan dilaksanakan pada 13 hingga 15 Juli 2026, bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027 pada 13 Juli 2026.

Doddy menegaskan, penyusunan tahapan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Lebak.

“Kami berharap seluruh proses SPMB tahun ini dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik,” pungkasnya. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan lapangan atau visitasi kepemimpinan nasional dari para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri. Kunjungan yang berlangsung pada 23-24 April 2026 ini bertujuan untuk melakukan studi mendalam mengenai tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi.

Rombongan peserta PKN tersebut terdiri dari 40 pejabat yang berasal dari berbagai instansi lintas kementerian dan pemerintah daerah di Indonesia, termasuk perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kejaksaan RI, hingga perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi.

Kegiatan visitasi ini mengangkat tema utama "Pengembangan Kepemimpinan Adaptif dan Transformatif dalam Mewujudkan Resiliensi Tata Kelola Pemerintahan Daerah". Kabupaten Tangerang dipilih menjadi lokus kunjungan (Visi Kepemimpinan Nasional/VKN) karena dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam implementasi kebijakan di dua sektor utama:

1. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: Terkait pengembangan kepemimpinan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang ketahanan pangan.

2. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro: Terkait strategi pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan melalui penguatan sektor koperasi dan UMKM.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang menerima langsung kunjungan tersebut bersama jajaran pejabat BKP-SDM, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Kabupaten Tangerang sebagai tempat berbagi ilmu bagi para calon pemimpin nasional.

"Hari ini kami menerima kunjungan visitasi dari peserta PKN Kemendagri Angkatan I Tahun 2026. Fokus diskusi kami hari ini mencakup kepemimpinan dengan sub-tema ketahanan pangan dan koperasi," ujar Sekda Soma.

Beliau menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan momentum kolaborasi yang saling menguntungkan.

"Mudah-mudahan para peserta bisa belajar banyak mengenai kondisi Kabupaten Tangerang saat ini. Sebaliknya, bagi kami di Pemerintah Kabupaten Tangerang, kunjungan ini sangat bermanfaat karena kami mengharapkan adanya masukan, kritik, dan saran perbaikan dalam menata kelola ketahanan pangan serta memajukan koperasi dan UMKM yang sedang kami kembangkan," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dijalankan di Kabupaten Tangerang untuk kemudian dapat diadaptasi atau diberikan rekomendasi peningkatan kualitas layanannya.

Visitasi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pengembangan kompetensi manajerial aparatur sipil negara di tingkat nasional, sekaligus menjadi sarana evaluasi eksternal untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan melalui kegiatan rutin Korve (kerja bakti) yang dilaksanakan setiap hari Kamis oleh seluruh pegawai di lingkup pemerintahan.

Sebanyak 32 perangkat daerah turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelaksanaan Korve dimulai jam 07.30 s.d 09.00. Memulai kegiatan dari Pos Bitung hingga area Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang menempuh jarak 9.200 meter. Para pegawai secara gotong royong membersihkan jalan, saluran air, serta lingkungan sekitar perkantoran guna menciptakan suasana yang bersih, sehat, dan tertata.

Kegiatan Korve ini tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi juga memiliki tujuan penting, di antaranya:

● Meningkatkan kesadaran dan kepedulian pegawai terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

●Mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan produktif.

●Mempererat kebersamaan serta semangat gotong royong antar pegawai.

●Menjadi contoh positif bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, diharapkan tercipta budaya hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi aktif seluruh elemen dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya mewujudkan daerah yang bersih, indah, dan berkelanjutan. (Red)

Page 6 of 643
Go to top