Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri perayaan HUT ke-18 Sekarwangi Cake di The Breeze BSD Kec. Pagedangan, Sabtu (20/06/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan sangat mengapresiasi Sekarwangi Cake yang menghadirkan ragam nusantara dalam perayaan HUT ke-18
"Kreativitasnya luar biasa, kita akan menyaksikan kue sepanjang 18 meter yang akan dihias oleh 18 baker dari berbagai daerah dan pasti selesainya ini jadi cantik," ungkap Wabup Intan
Menurut dia, hadirnya 18 pembuat kue (Baker) dari berbagai daerah yang berkolaborasi menghias kue bukan hanya untuk menunjukan kreatifitas, namun juga bahwa perbedaan itu sebuah kekuatan yang bisa menghasilkan sesuatu yang unik dan luar biasa.
"Ini bukan hanya bentuk kreatifitas tapi menunjukan bahwa perbedaan prinsip, ide dan pemikiran dengan tujuan yang sama akan menciptakan sesuatu yang luar biasa dan unik," ujarnya
Lanjut dia, pemerintah daerah melalui OPD terkait terus mendorong UMKM industri ekonomi kreatif agar bisa berkembang dan berdaya saing. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pendampingan, pelatihan sampai dengan pemberian bantuan sehingga UMKM dan para pelaku industri kreatif dapat memberikan kontribusinya terhadap perekonomian daerah
"Di Kabupaten Tangerang sampai saat ini industri kreatif dan UMKM ada sekitar 70.000. Mereka ini kebanyakan makanan dan minuman. InsyaAllah dengan tingginya jumlah UMKM ini menjadi tolak ukur dan tulang punggung perekonomian di Kabupaten Tangerang," jelasnya
Pihaknya pun mengucapkan selamat dan sukses kepada Sekarwangi Cake atas hari jadinya ke-18 dan berharap keberadaannya juga semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar, khususnya di Kec. Pagedangan
"Mudah-mudahan ke depan makin besar lagi dan makin bisa merekrut pegawai-pegawai atau masyarakat sekitar yang punya skill untuk menjadi stafnya Sekarwangi atau diundang sama Pemda untuk ngajarin supaya ibu-ibu juga bisa punya usaha rumahan yang bisa membantu perekonomian mereka," pungkasnya
Pada kesempatan yang sama, Founder Sekarwangi Cake, Ni Kadek Sekarwangi mengungkapkan bahwa pihaknya mengusung tema "Ragam Warna Indonesia, Berkarya dan Bersatu dalam Kreativitas" dalam rangka HUT ke-18. Tema tersebut menunjukkan simbol keberagaman Indonesia, mulai dari berbagai pulau, budaya dan bahasa memiliki satu tujuan yang sama, berkolaborasi bukan untuk kompetisi tapi kita untuk berkreasi bersama.
Kue sepanjang 18 meter tersebut didekorasi oleh 18 baker dari beberapa daerah di Indonesia, di antaranya Jakarta, Lampung, Bandung, Bogor, Bekasi, dan Kuningan.
"Kue ini adalah simbol yang memberikan pesan dan filosofi Indonesia, khususnya semua yang ada di sini. Bersatu, menyatukan perbedaan. Kita bersatu bersama, inilah keindahan Indonesia dan kita semua harus menciptakan masa depan yang cerah buat anak-anak kita dan generasi muda kita," jelasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi membuka gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Perawat Tingkat Provinsi Banten yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Banten. Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Citra Raya Sport Club, Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/06/26).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan yang besar atas kepercayaan yang diberikan oleh DPW PPNI Banten karena telah menunjuk Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga dan seni perawat yang kedua ini.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas penghargaan dan penghormatan ini. Kabupaten Tangerang sangat bangga dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Perawat yang kedua. Terima kasih Ibu Kadinkes dan Pak Ketua Umum atas kepercayaan ini," ujar Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menekankan betapa krusialnya peran perawat dalam ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberadaan perawat merupakan pilar utama yang mendampingi dokter demi memastikan pasien mendapatkan pelayanan medis yang optimal.
"Saya ingat betul, seorang pekerja di bidang kesehatan, bukan hanya dokter yang memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan masyarakat, tetapi perawat juga sangat luar biasa. Tanpa bantuan perawat, pelayanan pasien di rumah sakit tidak akan bisa berjalan optimal. Melalui program olahraga dan seni ini, para perawat diberikan kesempatan untuk menjaga kesehatan sekaligus mengukir prestasi," tambahnya.
Bupati Maesyal juga memberikan catatan khusus terkait sportivitas dan keselamatan, terutama pada cabang olahraga yang membutuhkan mobilitas tinggi seperti futsal. Beliau berpesan agar seluruh peserta mengutamakan kondisi fisik dan menjaga tali silaturahmi antarwilayah se-Provinsi Banten.
"Jaga silaturahmi kita se-Provinsi Banten. Junjukkan bahwa semua perawat sportif. Ke depan, saya juga memberi masukan agar diadakan perlombaan simulasi penanganan respon cepat (quick response) terhadap pasien. Saya punya pengalaman pribadi melihat bagaimana hebatnya perawat di IGD yang langsung mengejar pasien ke mobil ambulans tanpa menanyakan administrasi terlebih dahulu demi menyelamatkan nyawa. Itu perawat hebat, dan saya yakin seluruh perawat di Banten memiliki jiwa dedikasi yang sama," ucap Bupati Maesyal.
Di akhir sambutan, Bupati Maesyal mengingatkan pentingnya peran perawat dalam menyukseskan program prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penguatan layanan kesehatan, pencapaian target MDGs, ketahanan pangan, hingga pemeriksaan kesehatan berkala bagi masyarakat di 8 kabupaten/kota se-Banten. Acara kemudian resmi dibuka secara simbolis.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI, Murhabibi, menjelaskan bahwa ajang bergengsi ini diikuti oleh kontingen dari 8 Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten. Porseni kali ini melombakan berbagai macam cabang olahraga serta kesenian yang variatif.
"Alhamdulillah, kegiatan hari ini diikuti oleh 8 kabupaten/kota se-Banten. Cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan meliputi futsal, bulu tangkis, tenis meja, catur, stand up comedy, paduan suara, hingga lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD)," jelas Murhabibi.
Murhabibi berharap ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi mencari juara, melainkan menjadi wadah pemersatu dan penguat solidaritas profesi perawat yang memiliki akar pengabdian yang sama untuk bangsa.
"Harapan besar kami dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk merekatkan tali persaudaraan perawat Indonesia pada umumnya, dan se-Banten pada khususnya. Karena bagaimanapun, kami lahir dalam pendidikan yang sama, profesi yang sama, serta memiliki satu visi pengabdian yang sama untuk Indonesia," pungkasnya. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Bidang UMKM & Ekonomi Kreatif PTK Indonesia, Phang Mui Jun memimpin rapat koordinasi bersama seluruh anggota bidang pada hari ini di MGK Office Tower B,Lantai 8 Kemayoran, Jakarta Pusat. Sabtu (20/6/2026). Rapat ini fokus mematangkan program kerja yang akan disampaikan pada Rakernas PTK Indonesia 8 Agustus 2026 mendatang.
Dalam rapat koordinasi tersebut, para anggota membahas strategi penguatan UMKM binaan, pengembangan ekonomi kreatif, serta rencana pendampingan dan pelatihan untuk pelaku usaha di bawah naungan PTK Indonesia.
“Badan UMKM & Ekonomi Kreatif punya peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi anggota. Lewat Rakernas nanti, kami akan memaparkan program nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM, mulai dari akses permodalan, digitalisasi, sampai perluasan pasar,” ujar Phang Mui Jun.
Ia menegaskan bahwa arah program 2026-2027 akan lebih mengutamakan kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan kepada UMKM akar rumput agar naik kelas dan berdaya saing.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal Bidang UMKM & Ekonomi Kreatif untuk memastikan seluruh program yang dibawa ke Rakernas PTK Indonesia 8 Agustus 2026 sudah terukur, aplikatif, dan menjawab kebutuhan anggota di lapangan.
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IKA PMII Kabupaten Tangerang yang dirangkaikan dengan dialog publik dan santunan anak yatim, di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Sabtu (20/6/26).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Muscab merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan dan konsolidasi organisasi dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah dan kemajuan zaman
"Saya berharap Muscab ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat ukhuwah, serta melahirkan gagasan-gagasan yang konstruktif bagi kemajuan organisasi maupun pembangunan daerah, seiring dengan kemajuan zaman" ujar Maesyal Rasyid.
Ia juga mengajak keluarga besar PMII dan IKA PMII untuk terus mengambil peran aktif dalam pembangunan Kabupaten Tangerang melalui ide, inovasi, dan kontribusi nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat.
"Saya yakin, dengan semangat pergerakan yang dimiliki PMII, keluarga besar IKA PMII dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan, dan mendorong kemajuan Kabupaten Tangerang," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi kegiatan santunan anak yatim yang menjadi bagian dari rangkaian acara sebagai wujud kepedulian sosial dan kebermanfaatan organisasi bagi masyarakat.
"Terima masih dan apresiasi kepada IKA PMII yang dalam Muscabnya juga tidak melupakan anak-anak yang kurang beruntung sebagi wujud keberadaanya terhadap kepedulian sosial, membantu sesama," ucapnya
Ia berharap Muscab IKA PMII mampu menghasilkan keputusan terbaik yang semakin memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menata kawasan bekas Tempat Penampungan Pasar Sementara (Eks TPPS) Cisoka mulai menunjukkan hasil positif. Memasuki hari ketiga pelaksanaan penertiban, sejumlah lapak pedagang di lokasi pasar liar tersebut mulai dibongkar secara bertahap, Sabtu (20/6/2026).
Pelaksanaan penertiban mendapat pengawalan ketat dari tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama juga turut hadir untuk memastikan proses berjalan aman dan kondusif.
Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., S.IP., menegaskan bahwa seluruh tahapan penertiban telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), melalui kajian hukum yang matang serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh pihak yang terdampak.
"Semua tahapan sudah dijalankan sesuai aturan dan kajian hukum yang berlaku. Kami telah beberapa kali melakukan mediasi baik dengan pemilik lahan maupun para pedagang. Pendekatan yang kami lakukan bersifat humanis dan persuasif," ujar Sumartono saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, meskipun sempat terjadi penolakan dan perlawanan dari sebagian pihak, pemerintah tetap mengutamakan langkah-langkah yang tidak memicu konflik maupun benturan di lapangan.
"Kami berupaya menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Cisoka. Karena itu setiap langkah dilakukan dengan hati-hati dan mengedepankan dialog agar proses penataan berjalan tanpa gejolak," katanya.
Sumartono mengungkapkan, memasuki hari ketiga pelaksanaan penertiban dan penataan ruang kawasan Eks TPPS Cisoka, perkembangan yang terjadi cukup signifikan. Lapak-lapak pedagang yang sebelumnya berdiri di lokasi kini mulai dibongkar secara bertahap.
"Alhamdulillah hari ini mulai terlihat hasil yang signifikan. Bangunan dan lapak para pedagang sudah mulai dibongkar secara bertahap. Selanjutnya para pedagang akan menempati pasar modern yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang," jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan penertiban, mulai dari aparat keamanan, OPD terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga insan pers yang turut mengawal jalannya proses penataan kawasan tersebut.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Satpol PP, TNI, Polri, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan media memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas dan menjalankan fungsi sosial kontrol. Terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan baik sehingga penertiban dapat berjalan lancar dan aman," ungkapnya. (Mala/tim)
LEBAK, lensafokus.id – Momentum bersejarah mewarnai perjalanan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak. Organisasi wartawan tertua di Indonesia ini resmi menempati sekretariat baru yang berlokasi di Jalan Langlang Buana, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang ditandai dengan kegiatan tasyakuran penuh khidmat, Sabtu (20/6/2026).
Acara tersebut dihadiri Sekretaris PWI Provinsi Banten Fahdi Khalid, Ketua PWI Lebak RA Sudrajat, Ketua Dewan Penasehat PWI Lebak H. Ahya, jajaran pengurus, anggota PWI, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan.
Tasyakuran digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas hadirnya sekretariat baru yang dinilai lebih representatif dibanding kantor sebelumnya yang berada di kawasan Balong Rancalentah, Rangkasbitung.
Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menegaskan bahwa keberadaan sekretariat baru bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan simbol semangat baru untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan pelayanan kepada seluruh anggota.
“Sekretariat ini bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya para wartawan, tetapi juga menjadi pusat koordinasi organisasi dalam menjalankan berbagai program yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat,” ujar RA Sudrajat.
Menurutnya, fasilitas yang lebih memadai akan menjadi energi baru bagi PWI Lebak dalam menjalankan berbagai agenda strategis, mulai dari pendidikan dan pelatihan jurnalistik, advokasi wartawan, hingga penguatan sinergitas dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Sekretaris PWI Provinsi Banten, Fahdi Khalid, memberikan apresiasi atas kerja keras dan kekompakan pengurus PWI Lebak yang berhasil menghadirkan sekretariat baru sebagai pusat aktivitas organisasi.
Ia berharap kantor baru tersebut mampu menjadi rumah besar bagi seluruh anggota PWI sekaligus menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan menjaga profesionalisme insan pers.
“Sekretariat ini harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota. Dengan semangat kebersamaan, PWI Lebak dapat terus menjaga profesionalisme dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” kata Fahdi.
Keberadaan sekretariat baru ini juga menjadi penegasan komitmen PWI Kabupaten Lebak dalam menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme pers di tengah dinamika perkembangan informasi yang semakin cepat.
Melalui fasilitas yang lebih representatif, PWI Lebak optimistis dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya wartawan sekaligus menjaga marwah organisasi sebagai garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. (C2p)