Banten

Banten (6430)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bersama jajaran perangkat daerah dan unsur terkait, mengawal langsung pelaksaan penataan dan pembongkaran bangunan liar (Bangli), sekaligus memulai normalisasi Sungai Cirarab yang berada di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan, Minggu (12/4/26).

Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya memimpin jalannya penertiban, tetapi juga turun langsung ke lapangan membantu proses pengangkatan puing-puing bangunan hasil pembongkaran. Aksi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir dan keselamatan warga.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkaokan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah yang telah dilakukan beberapa kali dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Dinas Tata Ruang, Dinas PUPR Provinsi Banten, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), unsur TNI-Polri, para camat, hingga RT/RW serta pemilik bangunan di sepanjang bantaran Sungai Cirarab

“Alhamdulillah, hari ini kita mulai pelaksanaan penertiban dan penataan di bibir Sungai Cirarab. Semua ini sudah melalui proses sosialisasi dan kesepakatan bersama, termasuk penandatanganan pernyataan dari para pemilik bangunan,” ujar Bupati Maesyal

Ia menjelaskan bahwa Sungai Cirarab memiliki peran penting sebagai saluran drainase yang terhubung dengan Situ Gelam yang hulunya berasal dari wilayah Legok. Kondisi bantaran sungai saat ini mengalami abrasi dan pengikisan tanah yang cukup mengkhawatirkan dan menyebabkan potensi bencana cukup tinggi, salah satunya banjir yang kerap melanda di wilayah sepanjang Sungai Cirarab

“Kalau kita lihat langsung di lapangan, sudah terjadi penggerusan tanah. Kami khawatir bangunan di bantaran sungai ini berisiko tinggi, apalagi saat debit air meningkat. Ini bisa membahayakan keselamatan warga,” jelasnya.

Sebanyak kurang lebih 62 bangunan yang berdiri di bantaran Sungai Cirarab ditertibkan, terdiri dari 41 bangunan di wilayah Pasar Kemis dan 21 bangunan di Sepatan. Penertiban ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir dan potensi bencana lainnya.

“Ini bukan semata-mata penertiban, tetapi upaya perlindungan terhadap masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Setelah proses pembongkaran selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melanjutkan tahap normalisasi sungai, yang kemudian diikuti dengan pembangunan turap untuk memperkuat struktur bantaran sungai.

“Setelah akses alat berat terbuka, kita langsung lakukan normalisasi. Selanjutnya akan dilakukan penurapan agar lebih aman dan mampu meminimalisir banjir,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat melalui BBWS. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur Banten, dan alhamdulillah mendapat dukungan, termasuk dari BBWS. Ini adalah kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya penataan ini, demi terciptanya lingkungan yang lebih aman, tertata, dan bebas dari risiko banjir.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak, khususnya masyarakat, agar upaya ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Pihak HKBP Kutabumi. Pengurus Gereja HKBP Kutabumi, Risma mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar.

“Pada dasarnya kami dari pihak gereja setuju untuk dilakukan normalisasi dan pembongkaran bangunan liar. Kami juga akan mematuhi aturan, karena ini semua demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Haji Suryo, pemilik usaha tempe di pinggir Sungai Cirarab yang turut terdampak penertiban. Ia mengaku mendukung langkah pemerintah, meski sebagian bangunan usahanya harus dibongkar.

“Kami setuju dilakukan pembongkaran dan normalisasi agar nantinya tidak terjadi banjir di wilayah Pasar Kemis. Namun kami berharap diberikan keringanan waktu untuk melakukan pemindahan barang-barang. Kami minta waktu satu sampai dua hari untuk proses tersebut,” ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tangerang menggelar Musyawarah Kerja III (Musker III) di Gedung PCNU, Kelurahan Tigaraksa, Ahad (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah kebijakan organisasi yang lebih strategis dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema “Halal bihalal - Silaturahmi - Konsolidasi - Penguatan Kelembagaan”, forum tersebut berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Musker III tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Hari Raya, tetapi juga sarana konsolidasi internal dalam memperkuat peran organisasi di tengah dinamika sosial masyarakat.

IMG 20260412 WA0020

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang, Makhmud Jumhur, menegaskan bahwa Musker merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam mengevaluasi sekaligus menyusun program kerja ke depan.

“Ini kegiatan musyawarah kerja internal untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan merumuskan langkah satu tahun ke depan. Hasilnya akan kami implementasikan dalam bentuk program yang efektif dan berdampak langsung bagi umat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada penyusunan program kerja yang lebih aplikatif serta penguatan fungsi kelembagaan. Selain itu, keberadaan gedung baru PCNU juga dioptimalkan sebagai pusat aktivitas organisasi sekaligus pelayanan bagi warga Nahdliyin.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Temmy Setiawan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Kemandirian PCNU Kabupaten Tangerang. Hadir pula Andi Afandi bersama jajaran pengurus, perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) tingkat kecamatan, delegasi badan otonom (Banom), serta berbagai lembaga di lingkungan NU.

Melalui Musker III ini, PCNU Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri, profesional, serta konsisten dalam memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Cisoka, Polresta Tangerang, intensif melaksanakan patroli malam di sejumlah titik rawan di wilayah hukumnya.

Kegiatan patroli ini difokuskan pada lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas, seperti kawasan pertokoan, pemukiman warga, objek vital, hingga titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul masyarakat pada malam hari. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminalitas, mulai dari pencurian, balap liar, tawuran, hingga gangguan keamanan lainnya.

Kapolsek Cisoka, IPTU Aditya Surya Sakti, S.Tr.K., M.M., menegaskan bahwa patroli malam merupakan kegiatan rutin yang menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Patroli malam rutin kami laksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas serta memastikan wilayah hukum Polsek Cisoka tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Tidak hanya berpatroli, petugas juga aktif berinteraksi dengan masyarakat yang ditemui di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, anggota kepolisian memberikan imbauan kamtibmas serta mengajak warga untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat diminimalisir sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selama pelaksanaan patroli, situasi di wilayah hukum Polsek Cisoka terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Mala)

Lebak, lensafokus.id – Polres Lebak bertindak cepat dan tegas menindaklanjuti viralnya video dugaan penistaan agama yang meresahkan masyarakat. Dua orang terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. melalui Kasihumas Polres Lebak Iptu Moestafa Ibnu Syafir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, terlebih yang menyangkut isu sensitif seperti agama.

“Kami tegaskan, Polres Lebak bergerak cepat dan tegas. Kedua terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan secara intensif,” tegas Moestafa, Sabtu (11/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 8 April 2026 di Kampung Polotot Selatan, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak. Kasus bermula dari adanya dugaan pencurian di sebuah salon milik salah satu terduga pelaku berinisial NR terhadap MT.

Karena tidak adanya pengakuan dari MT, NR diduga memaksa korban untuk melakukan sumpah dengan cara menginjak Al-Qur’an, yang kemudian direkam dan disebarluaskan hingga viral di media sosial.

Akibat perbuatan tersebut, muncul reaksi keras dari masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Menyikapi hal tersebut, jajaran Polsek Malingping bersama Polres Lebak segera mengambil langkah cepat dengan mengamankan kedua terduga pelaku guna mencegah eskalasi situasi.," jelasnya.

Kapolres Lebak melalui Kasihumas Polres Lebak juga menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami pastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan tuntas oleh satreskrim , Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian,” imbau Kasihumas.(Cecep)

Tangerang, lensafokus.id - Sebanyak 40 karyawan yang akan memasuki masa pensiun mengikuti pelatihan ragam olahan ikan pada Sabtu, 11 April 2026.

Pelatihan ini merupakan salah satu program unggulan Dinas Perikanan dalam membangun kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha baru, serta mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Rudi Hartono selaku Kepala Dinas Perikanan menyampaikan pentingnya kemandirian ekonomi melalui peningkatan keterampilan usaha. Ia berharap, melalui pelatihan ini para peserta dapat membuka usaha baru guna meningkatkan kesejahteraan keluarga saat memasuki masa pensiun.

Rudi juga menambahkan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki potensi pasar yang sangat besar karena jumlah penduduknya termasuk yang terbanyak keempat di Indonesia. Dengan demikian, prospek usaha di bidang pangan akan terus dibutuhkan.

Ia juga menyampaikan bahwa peluang mengikuti pelatihan di Dinas Perikanan terbuka bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. Masyarakat dapat mendaftarkan diri sesuai minat di bidang pangan olahan, baik produk beku (frozen) maupun kuliner siap saji berbahan ikan. Diharapkan, masyarakat memiliki keterampilan untuk memulai usaha di sektor pengolahan ikan.

Maryono selaku Ketua Koperasi Karyawan PT Adis menyambut baik kerja sama yang terjalin antara PT Adis dan Dinas Perikanan. Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap masyarakat, khususnya karyawan PT Adis yang akan memasuki masa persiapan pensiun.

Maryono berharap pelatihan ini dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, mengingat jumlah karyawan PT Adis yang besar perlu dibekali keterampilan usaha agar tetap produktif dan memiliki sumber pendapatan setelah pensiun.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Dinas Perikanan, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai strategi pemasaran produk, legalitas halal, izin edar, branding, serta hak merek oleh tim instruktur.

Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan olahan ikan berupa siomay dan tahu bakso ikan yang dipandu oleh tim instruktur bersertifikat BNSP. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Gelombang desakan perubahan di tubuh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang terus meluas hingga ke wilayah utara. Pasca Musyawarah Cabang (Muscab), harapan agar nakhoda baru mampu membawa transformasi nyata bagi kader akar rumput menjadi isu sentral yang tak terbendung.

Senada dengan pengurus kecamatan lainnya, Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan Mekarbaru, Sartiman, menegaskan bahwa momentum pergantian kepemimpinan ini harus menjadi titik balik bagi partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang tersebut untuk lebih "memanusiakan" strukturnya di tingkat bawah.

Sartiman menyoroti fenomena klasik di mana pengurus tingkat kecamatan dan desa seringkali hanya dilibatkan secara intensif saat momentum politik seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg). Setelah kontestasi usai, perhatian terhadap struktur bawah seringkali menguap.

"Sosok ketua baru nantinya harus memiliki visi untuk menjaga, membangun, sekaligus merawat akar rumput secara berkelanjutan. Kami tidak ingin ada kesan bahwa kami hanya digunakan saat acara-acara Pilkada dan Pileg saja. Partai harus hadir di tengah kader baik saat senang maupun susah," tegas Sartiman saat memberikan keterangan.

Menurut Sartiman, aspirasi yang ia sampaikan bukanlah suara pribadi, melainkan resonansi dari keresahan pengurus di tingkat paling bawah (Ranting) yang selama ini merasa kurang mendapat atensi dari elit DPC. Ia menekankan bahwa kekuatan asli PKB terletak pada loyalitas kader di tingkat akar rumput.

"Harapan ini adalah suara murni dari tingkat bawah. Kepemimpinan yang baru harus lebih memperhatikan DPAC. Perhatian itu bukan hanya soal koordinasi politik, tapi juga bagaimana pemberdayaan kader dilakukan secara konsisten agar mesin partai tetap hangat meski tidak sedang dalam masa kampanye," tambahnya.

Sebagai pimpinan partai di wilayah Mekarbaru, Sartiman berharap nakhoda PKB Kabupaten Tangerang mendatang adalah sosok yang inklusif dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dalam mengelola basis massa.

"Kapasitas kami di DPAC adalah ujung tombak. Jika ujung tombaknya tumpul karena tidak dirawat oleh pimpinannya, maka target-target besar partai akan sulit tercapai. Kami butuh figur yang mau turun, mendengar, dan memastikan bahwa struktur di bawah tetap hidup dan diperhatikan kesejahteraannya secara organisasi," pungkasnya.

Dengan munculnya berbagai nama calon ketua pasca-Muscab, para kader di tingkat kecamatan kini menanti siapa sosok yang berani berkomitmen penuh untuk mengembalikan marwah PKB sebagai partai yang dekat dengan rakyat dan peduli pada penggeraknya di garis depan. (Mala)

Page 11 of 643
Go to top