Banten

Banten (6640)

CILEGON, lensafokus.id – Cabang olahraga (cabor) Senam Artistik (Gymnastic) kembali menjadi lumbung medali bagi Kontingen Kota Tangerang pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten 2026. Bertanding di GOR Krakatau Steel, Cilegon, pada 12–15 Juni 2026, para atlet muda Kota Tangerang tampil impresif dengan memborong 13 medali, terdiri dari 9 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Raihan tersebut tidak hanya menjadi salah satu penyumbang medali terbesar bagi Kota Tangerang, tetapi juga berhasil melampaui target yang sebelumnya ditetapkan oleh KONI Kota Tangerang.

Ketua KONI Kota Tangerang, Sudirman, mengaku bangga atas pencapaian para atlet senam artistik yang mampu menorehkan prestasi di atas ekspektasi.

“Target awal kami untuk cabor senam artistik adalah lima medali emas. Alhamdulillah, atlet-atlet kita mampu melampaui target dengan meraih sembilan emas dan total 13 medali. Ini prestasi luar biasa yang patut diapresiasi,” ujar Sudirman.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persani Banten, Sugito Adiwarsito. Menurutnya, atlet-atlet Kota Tangerang menunjukkan kualitas teknik, koreografi, serta mental bertanding yang sangat baik dibandingkan peserta dari daerah lain.

“Secara teknik, koreografi, dan mental bertanding, atlet Kota Tangerang sangat matang. Mereka tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga disiplin dalam menjalankan strategi pertandingan. Ini merupakan hasil dari pembinaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten,” kata Sugito usai penyerahan medali.

IMG 20260615 191900

Pada POPDA XII Banten 2026, medali emas Kota Tangerang diraih dari berbagai nomor bergengsi, di antaranya Floor Exercise, Pommel Horse, Rings, Vault, Parallel Bars, Horizontal Bar, serta All Around Putri. Sementara tiga medali perak dan satu medali perunggu turut melengkapi dominasi Kota Tangerang di cabang olahraga senam artistik.

Pelatih Kepala Senam Artistik Kota Tangerang, Suhenda, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet yang menjalani program latihan intensif selama enam bulan terakhir.

“Anak-anak berlatih dua kali sehari dengan fokus pada penyempurnaan teknik, pendaratan, dan ekspresi artistik. Saat ini penilaian juri tidak hanya melihat tingkat kesulitan gerakan, tetapi juga aspek estetika dan ketepatan teknik. Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan,” jelas Suhenda.

Menurutnya, dukungan penuh dari orang tua atlet juga menjadi faktor penting yang turut mendorong keberhasilan para atlet muda Kota Tangerang dalam meraih prestasi.

Tambahan 13 medali dari cabor senam artistik semakin memperkuat posisi Kota Tangerang dalam perburuan gelar juara umum POPDA XII Banten 2026. Prestasi tersebut sekaligus mempertegas keberhasilan sistem pembinaan olahraga pelajar yang selama ini dijalankan oleh KONI Kota Tangerang bersama Pemerintah Kota Tangerang.

Sudirman menegaskan, keberhasilan ini tidak akan membuat pihaknya berpuas diri. KONI Kota Tangerang telah menyiapkan program pembinaan berkelanjutan melalui pencarian bakat sejak usia dini guna menjaga tradisi prestasi di cabang senam artistik.

“Kami sudah menyiapkan program talent scouting hingga ke tingkat sekolah dasar agar regenerasi atlet terus berjalan. Kami ingin senam artistik Kota Tangerang tetap menjadi lumbung medali dan mampu melahirkan atlet-atlet yang bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” tegasnya. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id - Kicau Mania Nusantara Bupati Cup Tahun 2026 resmi digelar di lapangan highland stadium, Talaga Bestari, Kabupaten Tangerang, Minggu (14/6/26). Ajang yang diikuti komunitas pecinta burung dari berbagai daerah tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi dan penggerak ekonomi masyarakat.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengapresiasi seluruh panitia, komunitas kicau mania, sponsor, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar perlombaan.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, berbagi pengetahuan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap pelestarian satwa dan lingkungan,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menuturkan, komunitas kicau mania memiliki semangat kebersamaan yang kuat. Dari hobi yang sama, lahir persahabatan, kerja sama, hingga peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati Maesyal menjelaskan, berbagai event kicau mania terbukti mampu menarik peserta lintas daerah dan mendorong perputaran ekonomi. Sektor UMKM, perdagangan perlengkapan burung, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya turut merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.

“Dari hobi yang sama, lahir persahabatan, kerja sama, dan bahkan peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu mempererat persatuan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata. Ia berharap Kicau Mania Nusantara Bupati Cup dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar, profesional, dan membanggakan Kabupaten Tangerang.

Bupati Maesyal berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai sarana mempererat persaudaraan. “Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah perlombaan, tetapi persaudaraan dan kebersamaan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ronggolawe Nusantara (RNS), Petrus Julianus, mengungkapkan antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi. Sebanyak 25 sesi perlombaan digelar di dua lapangan berbeda, yakni kelas 24G dan 72G, dengan hampir seluruh tiket kelas 24G terisi penuh sejak sehari sebelum pelaksanaan.

“Untuk pesertanya kita hari ini mainkan ada 25 sesi. Yang 24G itu terpantau sampai semalam hampir semua sesi full semua, 24 peserta semua,” ujarnya.

Menurut Petrus, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Banten, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Lampung, Jakarta, Bandung, Jawa Timur, hingga Cirebon. Ia menilai tingginya partisipasi peserta dari luar daerah menunjukkan bahwa Kicau Mania Nusantara Bupati Cup semakin dikenal di kalangan pecinta burung berkicau.

“Peserta ada dari Jogja, Lampung, Jakarta, Bandung, Jawa Timur, Cirebon. Banyak dari luar Banten sendiri. Kalau Cirebon dan Serang juga banyak banget,” katanya.

Ia menjelaskan, perlombaan tahun ini mempertandingkan dua jenis burung, yakni Murai Batu dan Cucak Hijau. Penilaian dilakukan berdasarkan pakem yang telah dikenal luas di dunia kicau mania, mulai dari kualitas kicauan, irama, lagu, materi, volume suara, hingga gaya burung saat tampil di arena.

Selain menjadi ajang kompetisi, Petrus menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dari berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas UMKM, mulai dari penjualan sangkar, pakan burung, hingga berbagai produk pendukung lainnya.

“Pemain-pemain yang belum tahu lapangan sini akhirnya tahu. Orang yang belum pernah ke Kabupaten Tangerang akhirnya datang ke sini. UMKM-nya pun tetap berjalan. Ada jual sangkar, ada makanan, semuanya menurut saya luar biasa,” ujarnya.

Menurut dia, penyelenggaraan Kicau Mania Nusantara Bupati Cup Tahun 2026 berlangsung lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya. Kehadiran langsung Bupati Tangerang serta ramainya pelaku UMKM di lokasi menjadi indikator bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sukses sebagai ajang perlombaan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Yang terpenting UMKM tadi rame juga. Kalau UMKM jalan, otomatis roda perekonomian, khususnya Kabupaten Tangerang ini berjalan,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) DPC Kab. Tangerang terus menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendukung dan menyukseskan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri musyawarah cabang luar biasa DPC ABPEDNAS Kab. Tangerang di Aula DPW Pendopo Bupati Tangerang, Minggu (14/06/26)

"Kami mohon keberadaan ABPEDNAS bisa semakin mempererat kerjasama dalam membantu dan mendukung proses penyelenggaraan pemerintahan di desa, proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. ABPEDNAS adalah bagian dari pada komponen yang harus membantu kemajuan desa," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menandaskan bahwa keberhasilan pembangunan, pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat desa sangat ditentukan oleh seberapa harmonis hubungan antara lembaga atau organisasi di desa, kepala desa beserta seluruh jajarannya dan elemen masyarakat lainnya, termasuk ormas dan kader perempuan

"Pembangunan di desa, baik di Kabupaten Tangerang maupun di Provinsi Banten itu sangat tergantung dengan peranan kepala desa berserta perangkat desanya, RT, RW dengan BPD. Pembangunan di desa itu juga tidak akan jalan optimal kalau tidak dibantu oleh semua masyarakat desa, termasuk ormas-ormas kaum perempuan yang ada di desa," tandasnya

Ia berpesan kepada seluruh peserta Muscablub DPC ABPEDNAS Kab. Tangerang bahwa usul, saran dan pendapat yang berbeda merupakan hal yang wajar dalam perjalanan sebuah organisasi. Untuk itu semua pihak agar senantiasa mengutamakan asas musyawarah untuk mufakat dan norma serta mekanisme yang telah ditetapkan agar setiap hasil Muscablub benar-benar nyata manfaatnya, bukan hanya bagi organisasi namun juga masyarakat.

"Siapapun nanti yang terpilih, silakan, yang terpilih ini memanage anggotanya dengan baik dan memajukan ABPEDNAS. Kalau hasil Muscablub nanti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, insyaAllah desa akan maju, kabupaten akan maju, provinsi akan maju tentunya akan mendapatkan predikat Indonesia yang maju," tegasnya

Sementara itu, Ketua Panitia Muscablub DPC ABPEDNAS, Ito Ilah menjelaskan bahwa Muscablub tersebut digelar karena adanya kekosongan untuk perangkat Dewan Pimpinan Cabang ABPEDNAS Kabupaten Tangerang yang harus segera diisi sesuai dengan rekomendasi DPP ABPEDNAS Provinsi Banten

"Alhamdulillah berkat kerja tim, terlaksana juga acara Muscablub Kabupaten Tangerang ini. Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan kita semua dan bisa membawa nama baik Kabupaten Tangerang lebih ke arah yang positif," ujar Ito. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah aktif sebagai gerakan kemanusiaan yang dilakukan secara rutin. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Tangerang bersama Unit Donor Darah (UDD) Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Minggu (14/6/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga menyerahkan penghargaan kepada 54 warga Kabupaten Tangerang yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 25 kali sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepedulian mereka terhadap sesama.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 54 pendonor yang telah mendonorkan darahnya hingga 25 kali. Semoga tetap sehat dan terus memberikan kontribusi bagi kemanusiaan melalui donor darah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, donor darah memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebutkan, dalam sepekan terakhir kegiatan donor darah yang digelar PMI dan UDD Kabupaten Tangerang berhasil mengumpulkan sekitar 146 kantong darah, terdiri dari 58 kantong darah pada kegiatan sebelumnya dan 88 kantong darah pada kegiatan yang berlangsung hari ini.

“Darah yang terkumpul akan disimpan dan dikelola oleh UDD untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan tidak ada yang membutuhkan karena sakit, tetapi jika ada yang membutuhkan, Kabupaten Tangerang siap membantu,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung layanan donor darah. Setiap tahun, Pemkab Tangerang mengalokasikan anggaran sekitar Rp22 miliar untuk mendukung operasional pelayanan donor darah agar masyarakat yang membutuhkan tidak terbebani biaya.

“Kami terus mendukung operasional donor darah agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan secara gratis. Darah yang tersedia akan didistribusikan ke rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya, baik di Kabupaten Tangerang maupun daerah lain yang membutuhkan,” jelasnya.

Dalam momentum Hari Donor Darah Sedunia, Bupati pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang yang dalam kondisi sehat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah yang akan digelar secara berkala di berbagai lokasi, termasuk di lingkungan pemerintah daerah, UDD, Puskesmas, maupun tempat-tempat lainnya yang mudah dijangkau masyarakat.

“Kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, mari manfaatkan momentum Hari Donor Darah Sedunia ini untuk ikut berkontribusi. Datanglah ke lokasi-lokasi donor darah dan berikan setetes darah untuk membantu sesama. Dengan stok darah yang tersedia, kita dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di Kabupaten Tangerang maupun di luar daerah,” ujarnya.

Ia berharap dengan semakin banyaknya masyarakat yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela dapat memenuhi kebutuhan darah dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin optimal.

“Semoga para pendonor senantiasa diberikan kesehatan. Satu tetes darah dapat menolong jiwa manusia,” pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Keluarga Besar Gerakan Pramuka Kota Tangerang menggelar tahlilan tujuh hari wafatnya tokoh Pramuka Kota Tangerang, Herman Sulistyo, Sabtu (13/6/2026). Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momen penghormatan dan doa bersama untuk almarhum yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok pembina Pramuka yang berdedikasi tinggi dalam membentuk karakter generasi muda.

Kegiatan tahlilan dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, sejumlah tokoh Pramuka senior, perwakilan anggota TNI dari Yonif 203, para camat se-Kota Tangerang, serta keluarga besar Gerakan Pramuka Kota Tangerang.

Kehadiran Wali Kota Tangerang menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi Pemerintah Kota Tangerang atas pengabdian almarhum dalam memajukan dan membesarkan Gerakan Pramuka di Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Sachrudin menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Herman Sulistyo yang wafat pada usia 71 tahun. Menurutnya, almarhum merupakan sosok panutan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

> "Beliau adalah teladan bagi kita semua. Kehilangannya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh keluarga besar Pramuka Kota Tangerang. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Sachrudin.

 

Suasana haru dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara. Para peserta yang hadir bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Di mata para anggota Pramuka, Herman Sulistyo dikenal sebagai sosok pembina yang tegas dalam menanamkan disiplin, namun tetap memiliki kepedulian dan kasih sayang kepada para anggota. Semangat pengabdian, kepemimpinan, serta nilai gotong royong yang selalu ditanamkannya menjadi warisan berharga bagi dunia kepramukaan di Kota Tangerang.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pramuka. Namun, dedikasi dan keteladanan yang telah ditorehkannya diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Acara tahlilan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan ramah tamah dan silaturahmi antara para tamu undangan, keluarga almarhum, serta anggota Pramuka Kota Tangerang yang hadir untuk mengenang jasa dan pengabdian Herman Sulistyo selama hidupnya. (Sumarna)

LEBAK, lensafokus.id – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Banjarsari–Malingping, Kabupaten Lebak, menuai perhatian masyarakat. Pasalnya, proyek yang diduga menggunakan anggaran pemerintah itu dikerjakan tanpa dilengkapi papan informasi kegiatan, sehingga memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan uang negara.

Kondisi tersebut membuat proyek yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten itu disebut-sebut warga layaknya proyek siluman. Sebab, tidak terdapat informasi yang menjelaskan sumber anggaran, nilai kontrak, nama pelaksana, konsultan pengawas, maupun jangka waktu pekerjaan.

Padahal, ruas Jalan Banjarsari–Malingping merupakan jalan kolektor primer yang pengelolaannya berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah Kabupaten Lebak.

Salah seorang warga setempat, Solihin, mengaku kecewa dengan minimnya keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui seluruh informasi proyek karena pembangunan tersebut menggunakan dana publik.

"Kami tidak tahu ini proyek dari mana, anggarannya berapa, siapa kontraktornya, dan kapan selesai. Papan proyek saja tidak ada. Kalau seperti ini, wajar kalau masyarakat bertanya-tanya," ujar Solihin kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).

Tidak hanya menyoroti ketiadaan papan proyek, warga juga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang tengah berlangsung. Mereka berharap pengawasan dari instansi terkait dilakukan secara maksimal agar pembangunan tidak terkesan asal jadi dan tetap sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Ketiadaan papan informasi proyek dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi yang selama ini digaungkan pemerintah. Padahal, papan proyek merupakan instrumen penting yang berfungsi memberikan akses informasi kepada masyarakat sekaligus sarana pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap badan publik wajib menyediakan informasi yang akurat dan mudah diakses masyarakat. Informasi mengenai program pembangunan dan penggunaan anggaran termasuk kategori informasi yang wajib diumumkan kepada publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait tidak adanya papan informasi pada pekerjaan TPT di ruas Jalan Banjarsari–Malingping. (C2p)

Page 6 of 664
Go to top