Tangerang, lensafokus.id - Rumah Zakat peduli, Sebut Saja Nek Umi di usia senjanya, Nek Umi masih harus menjalani perjuangan hidup yang tidak ringan. Lansia yang hidup dalam keterbatasan ini dengan penuh kesabaran merawat anaknya yang menderita penyakit langka sejak usia 2 tahun.
Selama hampir 40 tahun, anak Nek Umi hanya dapat terbaring di tempat tidur dan membutuhkan pendampingan serta perawatan setiap hari. Kini, di usia sekitar 40 tahun, kondisi sang anak belum menunjukkan perubahan yang signifikan dan masih bergantung sepenuhnya kepada ibunya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Meski usia semakin bertambah dan kondisi fisik tidak lagi sekuat dahulu, Nek Umi tetap setia mendampingi dan merawat anak tercintanya. Dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimiliki, ia berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sambil terus memberikan kasih sayang dan perhatian kepada sang anak.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dhuafa yang tengah menghadapi ujian kehidupan, telah disalurkan Bantuan Pangan Keluarga kepada Nek Umi.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta meringankan beban yang selama ini dipikulnya.
Nek Umi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur yang telah berbagi rezeki dan peduli terhadap kondisi keluarganya. Baginya, bantuan yang diberikan bukan hanya menghadirkan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa masih banyak orang baik yang peduli terhadap perjuangan hidup yang dijalaninya.
Semoga bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi penerima maupun para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama. Semoga Nek Umi dan anaknya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Lingga)
TANGERANG, lensafokus.id – Upaya penertiban dan pembongkaran bangunan di kawasan eks Tempat Penampungan Pasar Sementara (TPPS) Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dilakukan tim gabungan pada Jumat sore, diwarnai ketegangan. Meski sebagian besar pedagang telah bersedia direlokasi ke Pasar Cisoka, proses pembongkaran bangunan akhirnya tertunda setelah mendapat penolakan keras dari pihak yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan.
Penertiban tersebut melibatkan tim gabungan dari Satpol PP Kabupaten Tangerang dengan pengamanan ketat aparat TNI dan Polri. Sebelum tindakan dilakukan, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis kepada para pedagang yang selama ini menempati area pasar liar yang berdiri di atas lahan milik Nyonya Yuli dan Tuan Budi.
Di lokasi, alat berat jenis ekskavator telah disiagakan untuk melakukan pembongkaran bangunan yang diduga tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta tidak sesuai dengan peruntukannya.
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriatna, kembali menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyediakan lokasi relokasi yang layak bagi para pedagang di Pasar Cisoka.
"Kami mengimbau para pedagang untuk pindah ke Pasar Cisoka yang telah disiapkan pemerintah. Selain itu, kami juga membantu proses pemindahan dengan menyediakan kendaraan angkut agar para pedagang tidak mengalami kesulitan," ujar Ana di lokasi.
Namun demikian, sejumlah pedagang kembali mengajukan beberapa tuntutan sebelum bersedia direlokasi. Mereka meminta adanya komitmen tertulis dari pemerintah terkait sejumlah fasilitas dan kebijakan di Pasar Cisoka.
Perwakilan pedagang, Ajat, menyampaikan empat poin tuntutan yang mereka ajukan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, yakni akses parkir tanpa sistem gerbang, angkutan umum dapat masuk ke area pasar, harga lapak yang terjangkau, serta aktivitas perdagangan yang dapat berlangsung selama 24 jam.
"Kami siap pindah ke Pasar Cisoka, tetapi kami ingin semua kesepakatan dituangkan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai," kata Ajat.
Menanggapi hal tersebut, Camat Cisoka, Sumartono, yang hadir bersama jajaran Polresta Tangerang dan Satpol PP, langsung menyatakan kesediaannya untuk mengakomodasi permintaan tersebut.
"Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Tangerang menyepakati empat poin yang diajukan para pedagang. Hari ini juga kita buat komitmen tertulis yang ditandatangani dan distempel resmi oleh Kecamatan Cisoka," tegas Sumartono.
Setelah kesepakatan ditandatangani, sebagian pedagang mulai membongkar lapak dan memindahkan barang dagangan mereka menggunakan kendaraan yang telah disediakan petugas.
Di tengah proses tersebut, petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN terlihat melakukan pemutusan aliran listrik demi alasan keselamatan. Berdasarkan temuan di lapangan, sambungan listrik pada bangunan yang berdiri di lokasi tersebut diduga menggunakan sambungan langsung atau by pass yang tidak sesuai ketentuan. Dugaan pelanggaran tersebut berpotensi melanggar aturan ketenagalistrikan yang berlaku.
Ketika seluruh persiapan pembongkaran telah rampung dan alat berat mulai bergerak, situasi mendadak berubah. Seorang perempuan bernama Lita, yang mengaku sebagai anak ahli waris Nyonya Yuli selaku pemilik lahan, secara tegas menolak pembongkaran bangunan yang berdiri di atas properti tersebut.
"Apa dasar Bapak mau merobohkan properti milik saya? Bangunan ini saya dirikan dengan biaya sendiri. Kalau mau memindahkan pedagang silakan, tetapi kalau mau merobohkan bangunan milik saya, Bapak tidak punya hak," teriak Lita di hadapan petugas.
Mengingat situasi mulai memanas dan untuk menghindari potensi benturan antara petugas dengan pihak yang menolak pembongkaran, alat berat akhirnya ditarik mundur. Petugas gabungan pun diminta untuk tetap siaga sambil menunggu langkah dan keputusan lebih lanjut.
Sementara itu, informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan sebagian pedagang yang telah mengangkut barang dagangannya belum langsung menempati Pasar Cisoka. Barang-barang tersebut justru dipindahkan ke rumah maupun gudang milik masing-masing pedagang.
Penundaan pembongkaran ini menambah panjang polemik keberadaan pasar liar di eks TPPS Cisoka yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Meski berbagai tuntutan pedagang telah direspons dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, masih terdapat sejumlah pihak yang bertahan dan menolak pengosongan lokasi, sehingga proses penataan kawasan belum dapat diselesaikan secara menyeluruh. (Mala)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Komitmen Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang dalam mempercepat transformasi digital di sektor pertanian perkotaan (urban farming) terus diperkuat. Langkah nyata ini, dibuktikan melalui Pelatihan Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Internet of Things (IoT) yang digelar lewat kolaborasi strategis bersama Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang.
Kegiatan kolaboratif ini diikuti secara antusias oleh berbagai elemen, mulai dari 15 anggota pilihan Forum KWT Kota Tangerang, penyuluh pertanian lapangan, anggota tim produksi pertanian, hingga mahasiswa dari Universitas Brawijaya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun mengatakan, penerapan teknologi modern di lingkup pertanian kota bukan lagi sekadar pilihan, melainkan langkah strategis yang harus diambil guna memperkuat ketahanan pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
"Melalui teknologi ini, kami ingin peserta lebih terampil mengelola penyiraman otomatis demi mewujudkan pertanian perkotaan yang modern, efisien dan berkelanjutan," jelasnya, Jumat (19/6/26).
Penggunaan teknologi IoT dinilai penting karena mampu mendistribusikan air secara otomatis dan akurat. Langkah ini tidak hanya meminimalkan risiko pemborosan air, tetapi juga menjaga kesinambungan dan stabilitas hasil panen.
"Dengan bekal keilmuan yang diperoleh, kami berkomitmen untuk segera menerapkan teknologi penyiraman cerdas ini di lingkungan masing-masing agar pertanian perkotaan kita semakin modern," harap Muhdorun. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Jami Al Hidayah Desa Muncung Kec. Kronjo, Jum'at (19/06/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa Jumling yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang digelar pemerintah daerah untuk melihat dan menghimpun berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik di bidang pembangunan, pelayanan maupun pemberdayaaan masyarakat
"Kami, pemerintah daerah hadir langsung bersama kepala dinas, ada juga pimpinan dewan, camat, MUI, Baszas dan DMI, lebih dekat ke masyarakat. Selain bersilahturahmi dan salat Jumat berjamaah, juga melihat, mendengarkan langsung apa aspirasi dan harapan masyarakat, khususnya di Desa Muncung Kronjo ini," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya berjanji aspirasi dan harapan masyarakat Kronjo yang disampaikan akan dibahas lebih lanjut bersama OPD terkait untuk bersama-sama dibahas serta mencari solusi terbaik dan tindak lanjut selanjutnya.
"Ada tadi usulan masyarakat terkait perbaikan jalan, jembatan dan lainnya. InsyaAllah, setelah ini selesai, akan ada petugas dari Binamarga ke lokasi. Kita bahas lebih lanjut bersama dinas terkait, apakah bisa dilakukan tahun ini atau tahun berikutnya," ungkapnya
Pada kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan sarana keagamaan total sebesar 40 juta rupiah dari DMI dan Baznas serta sarung dan Alqur'an kepada DKM Masjid Jami Al Hidayah
"Kami ingin juga ikut berpartisi, untuk bisa membantu pembangunan masjid ini. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat sehingga masjid ini bisa diselesaikan tepat pada waktunya dan insyaAllah tidak putus sampai di sini," ucapnya
Menutup sambutannya, dia mengucapkan terima kasih atas sinergi dan dukungan masyarakat terhadap program-program pemerintah daerah yang telah dan sedang dilakukan.
"Terima kasih atas sinergi dan dukungan masyarakat Kronjo, khususnya Desa Muncung ini yang telah diberikan untuk kemajuan dan kelancaran pembangunan yang sedang dilakukan," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolresta Tangerang, Anggota DPRD, Kadis LH, Kadis Bina Marga SDA, Camat beserta jajaran Fokopimcam, organisasi kepemudaan, relawan dan mahasiswa bersama melakukan Corve Jum'at Bersih dalam rangka mendukung program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Desa Tobat Kec. Balaraja, Jum'at (19/06/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa Corve Jum'at Bersih tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program Indonesia Asri yang telah dicanangkan pemerintah pusat
"Hari ini kita serentak akan melaksanakan corve Jumat Bersih sebagai bentuk dukungan terhadap program Indonesia Asri yang telah dicanangkan Presiden Prabowo di Kecamatan Balaraja," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia mendorong elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, khususnya mahasiswa untuk lebih aktif dan rutin terlibat langsung dalam gerakan kebersihan di setiap kecamatan dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih, rapih dan sehat.
"Kami harap mahasiswa ini bisa menjadi contoh teladan dan mengajak temen-temen yang lain untuk ikut bergotong royong bersih-bersih. Ajak mahasiswa yang lain bersama-sama untuk gerakan kebersihan seperti ini, bukan hanya di Kecamatan Balaraja tapi juga kecamatan lainnya," ujarnya
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang yang terlibat langsung, bergotong royong bersama membersihkan sampah yang diharapkan juga bisa mendorong dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah dan lingkungannya
"Banyak terima kasih untuk petugas kebersihan, relawan, TNI, Polri, Pak Kadis LH dan mahasiswa yang bergotong royong membersihkan sampah. Langsung turun tangan, turun kaki, turun segala-galanya ikut langsung dan ngotrol Jumat Bersih hari ini," ucapnya
Bupati Maesyal Rasyid juga menegaskan bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, TNI dan Polri, namun juga tugas masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang asri, sehat dan nyaman. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap sampah dan lingkungannya.
"Buanglah sampah di tempat yg disediakan, buat lubang-lubang kecil untuk sampah organik dalam skala yang kecil rumah tangga. Mari bersama sama kita wujudkan lingkungan yang bersih dan asri," pesannya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id – Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, SH, S.I.K., M.Si., bersama jajaran menyalurkan bantuan paket sembako kepada Pengurus Presidium Ojek Online (Ojol) Kemitraan Masyarakat (Kantibmas) Kota Tangerang, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Warung Ojol Bu Mey, depan Kantor Satpas SIM Metro Tangerang, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Presidium Ojol Kantibmas Kota Tangerang serta sejumlah pejabat dari Polres Metro Tangerang Kota.
Bantuan sembako yang disalurkan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya. Secara simbolis, bantuan diserahkan langsung oleh Kapolres kepada Ketua Presidium Ojol Kantibmas Kota Tangerang, Yudha Tirayoh, didampingi Sekretaris Ummi Kalsum, Humas Budi Priyono, serta beberapa anggota ojek online lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas, Kanit Lantas, serta jajaran pejabat Polres Metro Tangerang Kota.
Dalam sambutannya, Kapolres Metro Tangerang Kota menyampaikan apresiasi atas peran aktif komunitas ojek online yang selama ini turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Ojol bukan hanya menjadi mitra transportasi masyarakat, tetapi juga mitra Polri di lapangan. Banyak informasi kamtibmas yang kami peroleh dari rekan-rekan ojol karena mobilitas mereka yang tinggi dan menjangkau seluruh wilayah," ujar Kombes Pol. Jauhari.
Menurutnya, penyaluran bantuan sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Metro Tangerang Kota kepada masyarakat, khususnya para pengurus dan anggota ojek online yang selama ini aktif membantu berbagai kegiatan sosial dan keamanan lingkungan.
Ia menambahkan, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan komunitas ojek online yang telah terbukti hadir membantu masyarakat, baik saat pandemi maupun pascapandemi.
"Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban rekan-rekan pengurus presidium ojol. Yang terpenting adalah silaturahmi dan komunikasi yang selama ini terjalin dapat terus terjaga. Jika ada gangguan kamtibmas, laporan cepat dari rekan-rekan ojol sangat membantu kami dalam merespons situasi di lapangan," lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Presidium Ojol Kantibmas Kota Tangerang, Yudha Tirayoh, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Metro Tangerang Kota beserta jajarannya atas perhatian yang diberikan kepada komunitas ojek online.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi para pengurus dan anggota ojol yang selama ini turut berperan sebagai mata dan telinga kepolisian dalam membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kota Tangerang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh jajaran. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Ke depan, Presidium Ojol Kantibmas akan terus mendukung program-program Polres Metro Tangerang Kota, mulai dari patroli sambang, sosialisasi tertib berlalu lintas, hingga pencegahan tawuran dan tindak kriminalitas seperti curat, curas, dan curanmor," ujar Yudha.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran kepolisian dan para pengurus ojek online. Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga berpesan agar para pengemudi ojol senantiasa mengutamakan keselamatan saat bekerja, mematuhi peraturan lalu lintas, serta terus menjadi duta kamtibmas yang humanis di tengah masyarakat. (Sumarna)