Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi melepas sebanyak 3.000 lebih peserta program mudik gratis tahun 2026 ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Pelepasan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah dan Unsur Forkopimda di depan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang, Rabu (18/3/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program mudik gratis yang menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama Ibu Wakil Bupati, Forkopimda, Pak Sekda, seluruh OPD, MUI, Kemenag, DPRD, dan para camat dapat bersilaturahmi langsung dengan para pemudik ke Jawa dan Sumatra,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan, tahun 2026 program mudik gratis melayani 19 kabupaten/kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra (Lampung dan Palembang) dengan total 56 armada bus. Seluruh peserta merupakan warga yang bekerja dan berdomisili di Kabupaten Tangerang yang akan pulang ke kampung halamannya masing-masing
"Kami juga mendoakan agar seluruh peserta mudik dapat melakukan perjalanan dengan lancar, aman, dan selamat sampai tujuan, serta kembali ke Kabupaten Tangerang dalam keadaan sehat walafiat," imbuhnya
Lanjut dia, program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan berbagai perangkat daerah dengan Dinas Perhubungan sebagai leading sector. Berbagai persiapan matang telah dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, mulai dari penyediaan fasilitas, pengecekan armada hingga pemeriksaan kesehatan.
“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ke depan, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas program ini, termasuk mempertimbangkan penambahan jumlah armada dan rute tujuan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh peserta mudik gratis dan masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Atas nama pribadi, Ibu Wakil Bupati, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga masyarakat senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jaenudin, menjelaskan bahwa program mudik gratis tahun ini mendapat antusiasme sangat tinggi dari masyarakat.
“Total pendaftar mencapai lebih dari 10 ribu orang, dan yang dapat kami akomodir sebanyak lebih dari 3.000 peserta dengan 56 unit bus yang bekerja sama dengan perusahaan otobus di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Pihaknya menandaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program mudik gratis ini. Seluruh pengemudi dan kru telah menjalani tes kesehatan dan tes urine oleh Dinas Kesehatan serta BNK untuk memastikan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Selain itu, setiap kendaraan juga telah melalui pemeriksaan teknis (ramp check) guna memastikan kondisi armada aman dan laik jalan.
"Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan seluruh peserta mudik gratis dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat hingga tiba di kampung halaman masing-masing," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, RSUD Pakuhaji memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan prima. Hal tersebut dipastikan setelah dilakukan monitoring ke berbagai ruang pelayanan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Monitoring tersebut dipimpin oleh Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, yang didampingi oleh Asda III Firzada Mahalli. Kunjungan dilakukan ke sejumlah fasilitas layanan, seperti ruang rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), guna memastikan kesiapan pelayanan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.
Dalam keterangannya, Prima Saras Puspa menyampaikan apresiasi atas dedikasi RSUD Pakuhaji dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tetap optimal di tengah pelaksanaan ibadah puasa.
“Hasil tinjauan dan paparan yang disampaikan Direktur, kami mewakili Bupati Tangerang mengapresiasi pelayanan kesehatan yang tetap prima di tengah-tengah ibadah puasa,” ujarnya saat ditemui, Selasa (17/03/2026) kemarin.
Ia menegaskan, berdasarkan hasil monitoring di berbagai ruang pelayanan, seluruh layanan berjalan dengan baik, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Seluruh tenaga kesehatan dan jajaran RSUD Pakuhaji telah bekerja dengan baik serta mengutamakan keselamatan pasien,” tambahnya.
Di sela-sela kunjungan, Asda I, Asda 3 bersama Direktur RSUD Pakuhaji dan jajaran turut memberikan doa serta bingkisan kepada para pasien sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril agar segera pulih.
“Alhamdulillah, ada titipan dari Bupati dan Wakil Bupati berupa bingkisan sebagai bentuk kepedulian serta penyemangat bagi pasien yang sedang dirawat,” kata Prima.
Sementara itu, Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Ummie Kulsum, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan menjelang Idul Fitri secara menyeluruh, baik dari sisi tenaga medis maupun administrasi.
“Kami telah menetapkan jadwal bagi tenaga medis dan administrasi untuk tetap siaga. Seluruh petugas diwajibkan stand by dan memastikan alat komunikasi tetap aktif,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir terjadi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Pakuhaji dan sekitarnya, yang dipengaruhi oleh faktor cuaca serta kondisi lingkungan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan puskesmas untuk mengintensifkan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, agar mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, dr. Ummie berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta mendoakan agar pasien yang tengah menjalani perawatan dapat segera pulih. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Di tengah meningkatnya penggunaan layanan pembiayaan oleh masyarakat, muncul berbagai persoalan yang diduga merugikan konsumen. Lembaga Perlindungan Konsumen YAPERMA (Yayasan Anak Pejuang Rakyat Malang) mengungkap adanya sejumlah pola permasalahan yang kerap terjadi, mulai dari dugaan penagihan tidak sesuai prosedur hingga sengketa kredit yang berujung tekanan terhadap debitur.
Berdasarkan penelusuran dan pengaduan yang diterima, YAPERMA menyebut bahwa sebagian konsumen mengaku mengalami tekanan saat proses penagihan, termasuk yang diduga dilakukan di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.
“Dari laporan yang kami terima, ada pola penagihan yang dinilai berpotensi melampaui batas kewajaran. Ini tentu perlu ditelaah lebih lanjut agar tidak merugikan konsumen,” ujar Ketua Umum YAPERMA, Moch. Ansory, S.H.
Dugaan Ketidakseimbangan Posisi Konsumen!!, Sejumlah pengaduan juga mengindikasikan bahwa konsumen kerap berada pada posisi yang lemah, terutama dalam memahami isi perjanjian pembiayaan. Dalam beberapa kasus, konsumen mengaku tidak sepenuhnya memahami klausul yang disepakati di awal.
Kondisi ini, menurut YAPERMA, berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari, terutama ketika terjadi keterlambatan pembayaran atau kondisi ekonomi debitur yang menurun.
“Banyak masyarakat baru menyadari isi perjanjian ketika sudah terjadi masalah. Di sinilah pentingnya edukasi dan pendampingan hukum,” tambahnya.

Perdata atau Pidana?
YAPERMA juga menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang diduga membawa sengketa pembiayaan ke ranah pidana. Padahal, menurutnya, tidak semua persoalan kredit dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.
“Perlu kehati-hatian dalam melihat suatu perkara. Sengketa kredit pada dasarnya merupakan hubungan keperdataan, sehingga penyelesaiannya pun seharusnya mengedepankan mekanisme perdata atau alternatif penyelesaian sengketa,” tegas Moch. Ansory.
Dorongan Transparansi dan Evaluasi,"
Atas berbagai temuan tersebut, YAPERMA mendorong adanya peningkatan transparansi dari pelaku usaha, khususnya dalam menjelaskan hak dan kewajiban konsumen sejak awal perjanjian.
Selain itu, lembaga ini juga mengajak pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap praktik penagihan agar tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan etika yang berlaku.
Ruang Klarifikasi Terbuka
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaku usaha yang berkaitan dengan pola pengaduan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna menjaga keberimbangan informasi.
Imbauan untuk Masyarakat!!!
YAPERMA mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila merasa dirugikan, serta lebih teliti dalam memahami isi perjanjian sebelum menandatangani dokumen pembiayaan.
“Perlindungan konsumen adalah hak setiap warga negara. Jangan sampai masyarakat merasa sendirian ketika menghadapi persoalan seperti ini,” pungkasnya. (Lingga)
Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja melakukan monitoring kesiapan pelayanan kesehatan di RSUD Tigaraksa menjelang libur panjang hari raya Idulfitri 1447 H, Selasa (17/03/26)
Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma mengungkapkan rasa harunya saat diminta orang tua untuk memberikan nama pada bayi yang baru dilahirkan di RSUD Tigaraksa. Ada tiga bayi baru lahir terdiri dari 2 bayi berjenis kelamin perempuan dan 1 laki-laki yang diberi nama Soma saat kunjungannya
"Bangga sekaligus mengharukan sekali saat orang tua meminta saya untuk memberikan nama anak yang baru dilahirkan tadi. Dua (2) bayi perempuan saya kasih nama Kristine dan Anaza, 1 bayi laki-laki namanya Regan," ungkap Soma
Soma pun mengucapkan selamat kepada ibu yang baru melahirkan dan mendoakan semoga ibu dan anak yang dilahirkan segera pulih kesehatannya serta menjadi anak yang sholeh, sholehah, berguna bagi orang tua dan bangsa
"Selamat ya. Semoga ibu cepat sembuh dan pulih, kembali bisa beraktifitas. Semoga anak yang dilahirkan membawa kebahagiaan dan kebanggaan bukan hanya untuk orang tua tapi juga nusa dan bangsa," ucapnya
Soma juga memberikan pesan dan semangat kepada para pasien untuk tetap semangat dan tidak berkecil hati karena harus merayakan hari raya di rumah sakit.
"Jangan berkecil hati walaupun merayakan lebaran tahun ini di rumah sakit. Tetap semangat dan ceria karena itu juga salah satu obat yang mujarab untuk kesembuhan," ujarnya.
Lanjut dia, kunjungan ke Rumah Sakit Daerah merupakan agenda rutin tahunan menjelang hari raya Fdulfitri tahun 2026. Selain untuk melihat langsung kesiapan layanan rumah sakit menghadapi libur panjang hari raya juga untuk memberikan dorongan moril kepada para pasien yang dirawat.
"Kunjungan ini adalah agenda rutin tahunan pemerintah daerah. Hari ini Bapak Bupati ke RSUD Balaraja, Ibu Intan ke RSUD Tangerang dan saya ke RSUD Tigaraksa. Selain untuk melihat kesiapan layanan kesehatan rumah sakit umum daerah jelang hari raya, juga untuk memberikan doa serta dukungan moril kepada para pasien yang dirawat," imbuhnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan monitoring pelayanan kesehatan di RSUD Balaraja dalam rangka memastikan kesiapan layanan jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Selasa (17/03/26).
Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk mengecek langsung kondisi dan kesiapan pelayanan di rumah sakit, khususnya saat momentum menjelang lebaran.
"Alhamdulillah, hari ini tepatnya hari Selasa, jelang Idulfitri, agenda rutin kita melaksanakan kunjungan ke rumah sakit, dan tahun ini di RSUD Balaraja bersama Dirut RSUD Balaraja, Kadinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, serta jajaran tenaga medis lainnya," ujar Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, monitoring dilakukan dengan mengunjungi tiga ruang pelayanan, yaitu ruang persalinan, ruang anak, dan ruang dewasa, untuk melihat langsung kondisi pasien dan kesiapan tenaga medis.
"Di ruang persalinan, ibu dan bayinya alhamdulillah sehat, di ruang anak juga anak-anak tetap sehat dan semangat dengan pendampingan orang tua, sementara di ruang dewasa ada empat pasien yang kondisinya membaik dan segera pulang untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga," jelasnya.
Bupati Maesyal menilai bahwa seluruh tenaga medis di RSUD Balaraja telah menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Upaya seluruh personil medis, baik dokter spesialis, dokter umum, maupun perawat sudah berkinerja baik dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan pasien. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi, semoga terus dijalankan dengan penuh tanggung jawab karena ini bagian dari kewajiban dan amal kita," pungkasnya.
Sementara itu, dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Balaraja, dr. Makhmud Jumhur menjelaskan adanya penanganan kasus persalinan darurat yang terjadi dua hari sebelumnya dan menjadi perhatian dalam monitoring tersebut.
"Kasus pasien dua hari lalu melahirkan spontan di kolong jembatan jalan tol, kemudian dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan penatalaksanaan lanjutan, dan alhamdulillah setelah diperiksa kondisi ibu dan bayinya dalam keadaan baik," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan tidak adanya kelainan kongenital maupun gejala penyakit lain pada bayi sebagai bagian dari tanggung jawab RSUD Balaraja sebagai rumah sakit penyangga wilayah barat Kabupaten Tangerang.
"Kasus ini termasuk pasien terlantar karena keluarga tidak ditemukan, sehingga kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan DP3A terkait tindak lanjut, termasuk penjaminan yang insyaallah ditanggung Pemerintah Kabupaten Tangerang," jelasnya.
Menurutnya, penanganan tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui RSUD Balaraja dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi kepada seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid memastikan perbaikan jalan dan jembatan Kalibaru Kosambi diperbaiki.
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri acara silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat di Kampung Benda Baru Desa Rawarengas Kecamatan Kosambi, Selasa (17/03/26)
"Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran. InsyaAllah, tahun ini Jembatan Kalibaru kita bangun supaya tidak macet lagi, begitu juga dengan perbaikan jalan-jalan lainnya yang saat ini sedang dalam proses lelang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Pihaknya memohon maaf atas keterlambatan pelaksanaan pembangunan yang terjadi. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena harus melalui proses lelang dan mengikuti aturan yang berlaku .
"Saya memohon maaf jika ada keterlambatan pembangunan. Semua ada aturannya, harus melalui proses anggaran dan tender lelang," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga mengapresiasi masyarakat Desa Rawarengas Kecamatan Kosambi yang terus menjaga tradisi silahturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan elemen masyarakat lainnya.
"Saya bangga, hari ini dalam suasana hangat bulan suci Ramadan, masyarakat terus menjaga tradisi silahturahmi dan berbagai kebahagiaan dengan sesama. Ini adalah cermin fondasi kekuatan umat dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Lanjut dia, Bulan suci Ramadan bukan hanya momen meningkatkan ibadah personal seperti puasa, tarawih, dan zakat, tetapi juga momentum memperkuat hubungan sosial tanpa memandang suku, ras dan agama.
"Orang Islam itu baik, bergaul dengan siapa saja, baik dengan saudara kita yang beragama Kristen, Buddha, Hindu, maupun agama lainnya. Saya senang melihat di Kabupaten Tangerang, kita saling menghargai dan menjaga Itulah kekuatan kita," ujarnya. (Red)