Banten

Banten (7350)

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang menerima kunjungan study tiru dari TP PKK Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi antardaerah, serta berbagi inovasi berbasis teknologi dan pengetahuan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK guna meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan TP PKK Kabupaten Sarolangun. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi sarana untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat inovasi dalam menjalankan program-program PKK.

“Kami menyambut baik kunjungan TP PKK Kabupaten Sarolangun ke Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan

study tiru ini, kita dapat saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta mempelajari berbagai program dan inovasi yang telah dilaksanakan di masing-masing daerah,” ujar Rismawati.

Menurutnya, TP PKK memiliki peran strategis dalam mendukung astacita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya melalui pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, serta upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan sejahtera.

Ia juga berharap berbagai informasi dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan program PKK yang lebih inovatif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting, bagaimana program-program PKK dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen, kerja sama, dan peran aktif seluruh kader PKK agar pemberdayaan keluarga dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sarolangun Hj. RISHA fitria Hurmin, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh TP PKK Kabupaten Tangerang. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan

study tiru tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperoleh wawasan dan mempelajari praktik baik dalam pelaksanaan program pemberdayaan keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang beserta seluruh jajaran yang telah menerima kunjungan kami dengan baik. Kami berharap melalui kegiatan ini, kami dapat memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan yang nantinya bisa diterapkan serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sarolangun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kapasitas kader PKK, sekaligus mendorong lahirnya inovasi program yang mampu menjawab berbagai kebutuhan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang baik antarpengurus TP PKK perlu terus dibangun agar pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dapat berjalan semakin efektif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menegaskan kepedulian dan dukungannya terhadap para pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari menjadi bagian penting dalam menunjang mobilitas sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri Anniversary ke-1 Forum Ojek Online Bersatu Kabupaten Tangerang (FORBETA) di GSG Puspemkab Tangerang, Jumat (23/10/26).

“Rekan-rekan ojek online tidak hanya sebagai salah satu urat nadi transportasi harian, membantu mobilitas masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Pemerintah daerah tentu mengapresiasi peran dan kontribusi tersebut,” ujar Bupati Maesyal

Menurut dia, komunitas ojol juga menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Tangerang yang harus dirangkul. Pemkab Tangerang berharap FORBETA dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan.

“Saya berharap FORBETA terus menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah. Tetap jaga kekompakan, keselamatan di jalan, tertib berlalu lintas dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi FORBETA yang tidak hanya membangun solidaritas antarpengemudi, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim dan dhuafa.

"Kami doakan seluruh pengemudi ojol agar senantiasa diberikan keselamatan dalam bekerja, perlindungan, kelancaran rezeki serta keberkahan bagi keluarganya," ucapnya

Salah seorang pengemudi ojol, Acep, mengaku perhatian pemerintah daerah, khususnya Bupati Tangerang, kepada para pengemudi ojol selama ini cukup besar.

“Pemkab Tangerang sangat peduli kepada kami para ojol. Salah satu buktinya kami didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan oleh Pemda. Kami juga sering menerima bantuan. Jadi memang banyak perhatian dari Pemkab Tangerang, khususnya Pak Bupati, kepada para ojol,” ungkap Acep.

Menurut Acep, perhatian pemerintah daerah tersebut memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk pengakuan terhadap para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan dan memiliki risiko kerja cukup tinggi.

"Dukungan dan perhatian kepada kami pengemudi ojol merupakan bentuk pengakuan keberadaan ojol dan membuat kami merasa lebih aman dalam bekerja," pungkasnya. (Red)

LEBAK | lensatokus.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap penguatan kelembagaan pondok pesantren. Momentum Hari Santri 2026 dinilai menjadi kesempatan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren, kesejahteraan santri, serta pengembangan sumber daya manusia yang religius dan berkarakter.

Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori, mengatakan penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama diharapkan dapat mendorong perkembangan pesantren secara lebih terarah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kita meyakini adanya setingkat Direktorat Jenderal Pesantren dipastikan dapat membawa kemajuan pesantren dari tingkat pusat sampai daerah,” kata Ahmad Hudori di Lebak, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan keagamaan sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, dukungan terhadap pesantren perlu mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Ia menyebutkan, pesantren di Kabupaten Lebak terus berkembang dan tersebar di berbagai wilayah. Bantuan pembangunan gedung serta fasilitas pesantren juga dinilai penting untuk mendukung kegiatan belajar para santri.

Ahmad berharap pesantren mampu melahirkan generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami memastikan pesantren di Lebak terus berkembang dan santri belajar dengan tenang, aman serta dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan juga keilmuan,” ujarnya.

Dukungan terhadap pendidikan pesantren juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan. Ia mengatakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar pada 2026 untuk program beasiswa bagi 100 santri dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di pesantren modern.

Penerima bantuan tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam pengelompokan data sosial ekonomi.

“Kami berharap beasiswa santri itu dapat mendukung pembangunan dan mampu mengentaskan kemiskinan ekstrem,” kata Halson.

Program beasiswa tersebut diharapkan membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga penerima sekaligus memperluas kesempatan bagi santri dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak, KH Ade Bujhaerimi, menyebutkan bahwa jumlah pesantren yang terdaftar di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 1.600 unit.

Menurutnya, pesantren di daerah tersebut memiliki karakteristik beragam, mulai dari sistem pendidikan tradisional hingga modern.

Ade mengapresiasi upaya penguatan kelembagaan pesantren dan berharap kebijakan tersebut diikuti dengan dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan pendidikan, fasilitas, serta kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

“Kami mengapresiasi Prabowo-Gibran yang peduli terhadap pesantren yang diperkuat kelembagaan dengan adanya Direktorat Jenderal Pesantren, dipastikan terus berkembang,” katanya. (C2p)

Tangerang, lensafokus.id — Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

Kerja sama tersebut mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik, pembaruan data dan informasi status hara P dan K, pH tanah, serta kadar C-organik, hingga uji coba dan validasi teknologi pengelolaan lahan.

Selain itu, kerja sama ini mencakup peningkatan SDM penyuluh dan petani melalui teknologi pengelolaan lahan dan pembuatan pupuk organik hayati, penyusunan rekomendasi teknologi pengelolaan lahan berdasarkan karakteristik tanah, serta perancangan aplikasi seluler (mobile) untuk rekomendasi pengelolaan lahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menyampaikan bahwa pendampingan BRIN untuk kegiatan Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian (Padi) merupakan tindak lanjut program NGEMAS, yaitu kajian berbasis riset terkait peningkatan produktivitas lahan dan tanaman.

Pelatihan pembuatan pupuk organik juga menjadi wujud nyata sinergi strategis Pemkab Tangerang dengan BRIN. Kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk memperbaiki kualitas serta kesehatan tanah sawah, melainkan juga membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 15–30 persen, sehingga mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.

"Kita praktikkan formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN. Kita memadukan bahan-bahan pembenah tanah, seperti biochar arang sekam dan kotoran hewan (kohe) matang, yang kaya nutrisi organik dari rumput laut serta limbah organik yang diproses secara tepat dengan bantuan asam fosfat, perekat PPA, dan pengayaan urea terukur," Kata Ujang.

Ia melanjutkan, perpaduan bahan-bahan pembenah tanah tersebut merupakan teknologi sederhana namun tepat guna agar pemanfaatan sumber daya lokal dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi.

Abdul Munir sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, menambahkan bahwa riset dan inovasi peningkatan produktivitas padi sawah bersama BRIN ini dilaksanakan di lokasi Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekar Jaya, Sepatan.

"Lokasi percobaan berada di Kelompok Tani Bina Harapan, Desa Mekar Jaya, Sepatan, dengan luas lahan percobaan 1 hektare pada musim tanam ke-2, periode Oktober sampai dengan Desember 2026," ungkapnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang menggelar pengajian rutin dengan mengangkat tema *“Fiqih Wanita di Era Modern”* di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh pengurus TP PKK Kabupaten Tangerang serta TP PKK tingkat kecamatan. Pengajian tersebut menghadirkan penceramah Prof. Dr. KH. Wawan Wahyudin yang menyampaikan tausiah mengenai pemahaman fiqih wanita dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa pengajian rutin ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pemahaman keagamaan bagi para pengurus TP PKK, khususnya dalam menjalankan peran sebagai perempuan, istri, ibu, dan bagian dari masyarakat.

“Melalui pengajian rutin ini, kami berharap seluruh pengurus TP PKK dapat terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama, khususnya mengenai fiqih wanita. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, perempuan perlu memiliki landasan agama yang kuat agar mampu menjalankan perannya dengan baik, bijaksana, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-pengurus TP PKK di tingkat kabupaten dan kecamatan.

“Semoga ilmu yang kita peroleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, para kader PKK dapat menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” tambahnya.

Sementara itu, melalui tausiyah yang disampaikan, Prof. Dr. KH. Wawan Wahyudin diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fiqih wanita, mulai dari aspek ibadah, kehidupan keluarga, hingga peran perempuan dalam kehidupan sosial di tengah dinamika masyarakat modern.

Pengajian rutin ini menjadi salah satu bentuk komitmen TP PKK Kabupaten Tangerang dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual para kader. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para pengurus TP PKK untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, berkualitas, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, TP PKK Kabupaten Tangerang berharap dapat memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang harmonis dan sejahtera. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan perhatian terhadap santri dan pendidikan keagamaan. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, sejumlah program disiapkan untuk mendukung pendidikan santri, guru madrasah, serta pembangunan sarana pondok pesantren. Hal tersebut disampaikannya usai Upacara Hari Santri 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (22/10/26).

Bupati Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang berencana memperluas program pendidikan gratis secara bertahap, tidak hanya bagi siswa SD dan SMP swasta umum, tetapi juga siswa madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah swasta. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengupayakan kuliah gratis bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah serta santri lulusan SMA atau sederajat melalui proses seleksi.

“Insyaallah, kita akan rumuskan bersama TAPD dan teman-teman dewan, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kita ingin memberikan perhatian lebih kepada santri, termasuk anak-anak yang bersekolah di madrasah swasta,” ujar Maesyal.

Ia menambahkan, di bidang sarana dan prasarana, Pemkab Tangerang juga terus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan asrama dan sanitasi pondok pesantren. Pada 2025, pembangunan asrama pesantren mencapai 50 unit, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 150 unit.

"Kita pastikan, perhatian terhadap pondok pesantren akan terus diupayakan setiap tahun, meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi keterbatasan," imbuhnya

Selain itu, Pemkab Tangerang tetap mempertahankan dukungan bagi para guru ngaji, marbot masjid, petugas pemulasaraan jenazah, serta sarana ibadah masyarakat. Salah satunya melalui pemberian insentif kepada sekitar 4.000 guru ngaji setiap tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap mereka yang berperan dalam pendidikan dan pelayanan keagamaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama dan keyakinan yang beragam sehingga sikap saling menghormati harus terus dijaga.

“Peringatan Hari Santri ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga persatuan dan keharmonisan. Bukan hanya memberikan perhatian kepada santri, tetapi juga memastikan kerukunan seluruh umat beragama di Kabupaten Tangerang tetap terpelihara,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu santri Pondok Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka, Ahmad Hakunazali, menyambut baik perhatian Pemkab Tangerang terhadap pendidikan santri dan pembangunan pondok pesantren. Menurutnya, program beasiswa sangat membantu santri dan menjadi motivasi untuk lebih giat belajar serta menuntut ilmu.

Ia juga berharap pembangunan asrama pesantren terus berlanjut agar santri memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman. Selama ini, kata dia, satu kamar asrama bisa ditempati oleh 10 orang atau lebih, sehingga penambahan fasilitas sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari para santri.

“Senang sekali dan sangat membantu. Semoga program ini terus berjalan, pembangunan pondok pesantren semakin baik, dan bisa menambah semangat santri untuk belajar, mengaji, serta memperdalam ilmu. Untuk seluruh santri di Indonesia, tetap berjuang dan semangat mencari ilmu demi kemajuan bangsa,” ujar Ahmad. (Red)

Page 8 of 735
Go to top