Banten

Banten (7350)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat langkah mitigasi musim kemarau guna memastikan produksi gabah di Kabupaten Tangerang tetap tersedia. Berbagai upaya dilakukan diantaranya melaksanakan Sinergitas Stakeholder seperti Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Banten, Perguruan Tinggi dan instansi terkait.

Selain itu menyalurkan bantuan traktor, pompa air, pemanfaaatan sumber air alternatif, penggunaan varietas padi terhadap kondisi kering serta pendampingan penyuluh pertanian Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono, menjelaskan terkait upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dalam mengatasi dampak kekeringan melakukan mitigasi bantuan alat produksi pertanian (Alsintan) serta Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) kepada sejumlah Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kabupaten Tangerang.

Pemkab Tangerang juga melakukan kolaborasi bersama dengan SGU, Syngenta Indonesia dan BRIN yang sedang berjalan saat ini sebagai salah satu alternatif pola tanam untuk meningkatkan produktivitas padi yang bisa di lakukan oleh kelompok tani.

“Untuk tahun 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian yang bersumber dari APBD, APBN/Provinsi kepada kelompok tani. Penyaluran bantuan ini sebagai Mitigasi kekeringan dalam mendukung peningkatan produktivitas padi tetap terjaga di Kabupaten Tangerang,”tegas Ujang.

Sarana Produksi Pertanian yang telah disalurkan pada tahun 2026 diantaranya yaitu; Alat produksi Pertanian (Alsintan) Traktor Roda 2 sebanyak 44 unit, Cultivator 14 unit, Power Threser, Pompa air 75 Unit, Handsprayer 88 Unit. Pupuk NPK 25.825 Kg, Kompos 20.500 Kg, Organik 530.000 Kg, Pupuk Organik Cair 90 Liter, Benih Padi 86.900 Kg.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang juga menyalurkan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) sebanyak 26 Unit. IRPOM merupakan sistem pengairan lahan pertanian yang menggunakan mesin pompa air seperti tenaga surya, Diesel atau Listrik untuk menarik air dari sumbernya dan mengalirkannya ke area persawahan.

"IRPOM ini sebagai salah satu intervensi Pemerintah Daerah, Kementerian Pertanian RI melalui Kelompok Tani untuk membantu penyediaan air dan mengurangi resiko gagal panen akibat kekeringan, mempermudah akses air yang jaraknya cukup jauh dari lahan pertanian,” Jelas Ujang.

Bantuan lain untuk penyediaan untuk petani yaitu Irigasi Perpompaan (IRPIP) sebanyak 6 Unit, IRPIP ini untuk mengalirkan air kelahan pertanian tanpa menggunakan pompa. Selan itu ada bantuan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 22 Unit pada tahun 2025, JIAT ini merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan air dibawah permukaan tanah melalui sumur bor.

“Kami juga memberikan Sumur Pantek sebanyak 4 Unit, sumur Pantek berfungsi sebagai mengairi sawah di daerah yang sulit dijangkau irigasi permukaan atau saat musim kemerau. Dinas Pertanian juga memberikan bantuan sumur bor di beberapa titik lahan pertanian sebanyak 2 unit serta melakukan rehab jaringan Irigasi Tersier di 23 lokasi,” ucapnya.

Ia lanjutkan, dalam upaya meningkat produktivitas dan mendukung swasembada pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang memberikan bantuan benih padi dari UPTD Balai Benih kepada Kelompok Tani sebanyak 3,6 Ton.

“Bantuan sarana produksi Pertanian baik Alsintan, Saprodi, Pupuk dan Bantuan benih merupakan langkah-langkah Mitigasi kekeringan pada sektor Pertanian oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam upaya teknis, infrakstruktur, hingga penyesuaian pola tanam untuk menjaga produktivitas di saat musim Kemerau ini,” tegas Ujang.

Terkait wilayah yang terdampak kekeringan berdasarkan data di akhir bulan September 2026, terjadi di 17 Kecamatan, 53 desa dengan luas 667,05 Ha, Puso 340 Ha, Pulih 85 Ha, Panen 73 Ha dan terancam 230 Ha.

"Penyebab akibat tidak ada hujan, tidak ada sumber air, terdampak sumber air tapi sudah mulai kering, ada sumber air tapi jauh dari lokasi kejadian," jelasnya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, meninjau langsung bangunan dan sarana prasarana SMP Al-Mustofa Kota Tangerang yang telah selesai direnovasi melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, Jumat (16/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam memperkuat akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus memastikan tersedianya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Dalam kunjungannya, Sachrudin menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, upaya pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan memastikan anak-anak mendapatkan akses ke sekolah, tetapi juga harus diiringi dengan penyediaan fasilitas yang memadai.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pembentukan karakter generasi muda,” tutur Sachrudin.

Ia menjelaskan, ruang kelas yang layak, fasilitas pendukung yang memadai, serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.

Upaya tersebut juga sejalan dengan program Gampang Sekolah yang diusung Pemkot Tangerang untuk membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dalam memperoleh pendidikan berkualitas.

“Revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga membangun harapan dan membuka peluang bagi masa depan anak-anak kita. Namun, fasilitas yang baik harus berjalan beriringan dengan pembelajaran yang berkualitas. Sekolah harus menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, berpikir kritis, berkreasi, membangun kedisiplinan, dan belajar menghargai perbedaan,” tegasnya.

Sachrudin juga mengingatkan seluruh warga sekolah agar menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah direnovasi secara optimal. Menurutnya, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya dilihat dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan peserta didik dalam menunjang proses pembelajaran.

Selain meninjau fasilitas sekolah, Sachrudin menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus menjalankan tugas mendidik dan membimbing generasi muda.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu guru atas dedikasi dan pengabdiannya. Peran guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan, membentuk karakter, serta membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Kepada para siswa, Sachrudin berpesan agar memanfaatkan lingkungan sekolah yang semakin nyaman sebagai motivasi untuk meningkatkan semangat belajar, mengembangkan bakat, dan meraih cita-cita.

“Untuk anak-anakku semua, manfaatkan fasilitas sekolah ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan semangat, jangan takut bermimpi, hormati guru dan orang tua, serta saling menghargai satu sama lain. Adik-adik memiliki potensi dan kesempatan untuk meraih masa depan yang baik. Teruslah berusaha dan jadilah kebanggaan keluarga serta Kota Tangerang,” pungkas Sachrudin. (Sumarna)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Gelanggang Olahraga (GOR) Nambo Sport Center Karawaci milik Pemerintah Kota Tangerang akan menjadi lokasi seluruh pertandingan cabang olahraga (cabor) hockey indoor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan penunjukan GOR Nambo Sport Center sebagai venue pertandingan didukung ketersediaan fasilitas yang dinilai memadai untuk menggelar kompetisi olahraga berskala besar.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang menyambut baik kepercayaan panitia penyelenggara yang menggunakan sejumlah fasilitas olahraga di wilayahnya untuk mendukung pelaksanaan Porprov VII Banten 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

“Kami menyambut baik kepercayaan panitia untuk meminjam sejumlah venue, termasuk GOR Nambo Sport Center untuk pertandingan Porprov VII Banten 2026 bulan depan. Semua sudah disiapkan, termasuk fasilitas agar semuanya representatif menggelar pertandingan nanti,” ujar Kaonang, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, GOR Nambo Sport Center memiliki sejumlah fasilitas pendukung, salah satunya tribun penonton di empat sisi lapangan dengan sistem tempat duduk individual (one seat) dan kapasitas maksimal hingga 5.000 penonton.

Selain tribun, fasilitas yang tersedia meliputi ruang ganti atlet, toilet modern, serta ruang VVIP untuk memfasilitasi tamu kehormatan selama pertandingan berlangsung.

“GOR Nambo Sport Center dipilih karena kapasitasnya yang cukup besar. Lapangannya bagus, tribunnya juga bisa menampung banyak penonton, belum lagi aksesnya yang sudah sangat memadai, terhubung langsung ke jalan raya yang sangat strategis,” tambahnya.

Kaonang menambahkan, pengalaman GOR Nambo Sport Center dalam menyelenggarakan berbagai kompetisi olahraga turut menjadi modal untuk mendukung pelaksanaan Porprov VII Banten 2026.

Sejumlah kejuaraan yang pernah digelar di venue tersebut di antaranya Liga Voli (Livoli) Divisi Utama Nasional 2025, Kejuaraan Karate Piala Kapolri, serta Kejuaraan Nasional Hockey Indoor 2026.

Pengalaman menjadi tuan rumah berbagai kompetisi tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan teknis dan operasional venue, sehingga pertandingan hockey indoor pada Porprov VII Banten 2026 dapat berlangsung dengan lancar.

“Sudah sesuai dengan agenda menuju kota olahraga, kami berharap penggunaan venue nanti bisa berdampak besar terhadap perkembangan sport city, sport tourism, dan sportainment di Kota Tangerang,” pungkasnya. (Sumarna)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau seluruh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk segera mengirimkan karya terbaik dalam ajang Lomba KIM Kota Tangerang Tahun 2026. Batas akhir pengumpulan karya tinggal lima hari lagi, yakni Selasa (20/10/2026).

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengajak seluruh peserta memanfaatkan sisa waktu yang tersedia secara optimal dan tidak menunda pengiriman karya hingga mendekati batas akhir.

“Kami mengajak seluruh Sobat KIM untuk segera mengumpulkan karya-karya terbaiknya. Lomba ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta potensi wilayah masing-masing melalui konten yang informatif, edukatif dan inspiratif,” ujar Mugiya, Kamis (15/10/2026).

Menurut Mugiya, keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat sekaligus membangun narasi positif di tengah masyarakat.

Melalui kompetisi tersebut, Diskominfo Kota Tangerang berharap informasi mengenai pembangunan daerah, potensi lokal, serta berbagai kegiatan masyarakat dapat dikemas secara kreatif sehingga menjangkau khalayak yang lebih luas.

“Melalui Lomba KIM ini, kami ingin mendorong kolaborasi aktif masyarakat dalam mengemas informasi secara kreatif agar pesan-pesan pembangunan dan edukasi bisa tersampaikan dengan menyenangkan,” tutupnya. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, sekaligus Pembina Wushu Kabupaten Tangerang, secara resmi membuka Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) 2026 yang diikuti 442 atlet dari lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Tangerang Raya, Kamis (15/10/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kejuaraan tersebut. Menurutnya, TWOC 2026 menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan sekaligus memberikan ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan prestasi.

“Wushu bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik dan ketangkasan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, konsentrasi, pengendalian diri, sportivitas, serta penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas,” ujar Wabup Intan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen terus mendorong kemajuan olahraga melalui pembinaan atlet, penguatan organisasi olahraga, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.

"Prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, pendampingan pelatih, serta dukungan keluarga dan berbagai pihak," imbuhnya

Pihaknya berharap TWOC 2026 dapat berlangsung lancar dan sukses serta melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, hingga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Wabup Intan juga berpesan kepada seluruh atlet yang bertanding agar tetap semangat, menjaga kesehatan dan keselamatan, menghormati keputusan wasit dan juri, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dr. Nana Supiana, yang hadir mewakili Gubernur Banten, mengapresiasi penyelenggaraan TWOC 2026 sebagai wadah untuk menguji hasil latihan, membangun mental bertanding, dan menjaring potensi atlet.

"Pembinaan olahraga perlu dilakukan secara berjenjang melalui sinergi pemerintah daerah, KONI, organisasi cabang olahraga, sekolah, perguruan tinggi, pelatih, dan orang tua atlet. Prestasi tim wushu Indonesia cukup membanggakan bisa meraih 5 medali emas, 3 perak, dan satu perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand," ungkapnya

Ketua Pengcab Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang, Iyon Aritonang menyampaikan bahwa TWOC 2026 diikuti 442 atlet yang berasal dari 29 kontingen kategori Taolu dan 16 tim kategori Sanda.

"Jumlah peserta dan keterlibatan atlet dari lima provinsi ininmenjadikan kejuaraan ini sebagai ajang kompetisi yang strategis untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya," ujarnya

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, KONI, Dispora, Universitas Tangerang Raya, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet sebagai bagian dari dukungan terhadap keamanan dan perlindungan selama mengikuti kegiatan olahraga. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Masyarakat Kabupaten Tangerang kini punya akses pelayanan publik yang lebih dekat dan praktis. Mal Pelayanan Publik (MPP) Suvarna Sutera disiapkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan secara terpadu, baik dari unsur pemerintahan dan instansi lainnya dalam satu lokasi.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPMPTSP Kabupaten Tangerang dengan calon tenant dan instansi pengisi MPP Suvarna Sutera, di Hotel Lemo, Kamis (15/10/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir langsung pada acara tersebut mengatakan, MPP Suvarna merupakan bagian dari upaya Pemkab Tangerang menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, aman, nyaman dan transparan.

“Masyarakat tidak perlu lagi mengurus layanan ke tempat yang berbeda-beda. Cukup datang ke satu tempat, berbagai urusan pelayanan bisa diakses. Ini konsep one stop service,” ujar Bupati Maesyal.

Menurutnya, MPP Suvarna tidak hanya mendekatkan layanan administrasi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kemudahan perizinan dan pelayanan bagi dunia usaha. Karena itu, Maesyal meminta seluruh petugas senantiasa mengedepankan keramahan, kecepatan dan profesionalitas dalam melayani masyarakat.

“Keberhasilan MPP bukan diukur dari megahnya gedung, tetapi dari bagaimana masyarakat dilayani dengan baik. Berikan pelayanan dengan prinsip SIP: Senyum, Integrasi dan Profesional,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi Pemkab Tangerang dengan instansi vertikal, pengelola kawasan dan seluruh tenant dapat menjadikan MPP Suvarna sebagai pusat pelayanan publik yang benar-benar memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang mengurus dokumennya

“Pemerintah harus hadir, pelayanan harus mudah, dan masyarakat harus merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

MPP Suvarna Sutera nantinya akan melayani masyarakat mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pajak daerah, perizinan, BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan, pertanahan, urusan keagamaan sesuai dengan kewenangan dan berbagai layanan lainnya. Total ada sekitar 40 tenan yang siap mengisi MPP Suvarna Sutera. (Red)

Page 11 of 735
Go to top