Banten

Banten (7350)

Jakarta, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Indonesia Creative Connect Dan Rakornas Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026 di Gedung Film Pesona Indonesia Jakarta Selatan, Minggu (25/10/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengungkapkan bahwa keberadaan UMKM, khususnya di sektor industri kreatif dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang, selain sektor perdagangan dan jasa. Pemerintah daerah terus hadir dan mendukung pengembangan dan pemberdayaan UMKM, khususnya di bidang industri ekonomi kreatif sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah

"Kita mengklusterkan potensi ekonomi kreatif ini menurut perwilayahan karena luasnya Kabupaten Tangerang. Di wilayah utara terkait dengan potensi kelautan, di wilayah selatan ada kuliner makanan dan minuman, di wilayah tengah atau barat ada kegiatan kerajinan dan bahan bakunya, kerjasama dengan Dekranasda. Tiga lokasi ini kita mapping sekaligus menjadi potensi yang bisa memajukan UMKM sekaligus juga dijalankannya ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang," ungkap Bupati Maesyal

Lanjut dia, peran pemerintah di semua tingkatkan berkomitmen hadir untuk masyarakat. Tidak hanya melakukan pembinaan yang berkelanjutan, pemberian bantuan stimulan berupa sarana prasarana dan permodalan serta layanan legalitas usaha dan beasiswa pendidikan juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian para pelaku usaha UMKM

"Pemerintah daerah membantu fasilitas tangkap ikan kepada para nelayan seperti perahu, alat tangkap, kita bantu lagi bahan bakarnya. Kepada istri-istri nelayan juga kita berikan pelatihan terkait olahan berbahan ikan, ada bakso, otak-otak, kerupuk dan bahan olahan ikan lainnya," imbuhnya

Bupati Maesyal juga memaparkan selain bantuan dan pembinaan, Pemkab Tangerang telah membangun Rumah Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro (RPPKUM) sebagai tempat untuk konsultasi dan pelatihan. Pemeritah daerah juga terus mendorong pihak swasta untuk berpartisipasi aktif membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya baik melalui program CSR maupun memberikan ruang yang lebih luas kepada para pelaku industri kreatif.

"Dukungan pemerintah ini cukup berhasil, terlihat jumlah 61.000 UMKM pada tahun 2024, dalam 1 tahun bertambah lagi sekitar 17.000 UMKM pada tahun 2025. Bertambahnya UMKM ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang yang saat ini adalah 5,67%," ujarnya

Kita berikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola ekonomi kreatif sehingga PAD di Kabupaten Tangerang dengan situasi kondisi dan aktivitas ekonomi kreatif sampai saat ini adalah 5,2 triliun dan kontribusi dari UMKM kepada masyarakat sekaligus juga kepada Pemda untuk dibangun ekonomi kreatif memberikan kontribusi kepada provinsi dan pada tingkat nasional.

Sementara Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha yang hadir sebagai salah satu pembicara mengungkapkan Kementerian Kebudayaan RI tengah berjuang untuk mendaftarkan warisan budaya tak benda Indonesia kepada UNESCO sebagai bagian dari warisan dunia

"Di akhir tahun ini, insya Allah kita akan mendaftarkan ke UNESCO bahwa tempe sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang akan siap menjadi bagian dari diplomasi budaya bisa menjadi bagian warisan budaya tak benda dunia. Kami butuh bantuan dari teman-teman semua," ungkap Giring

Dia menambahkan, saat ini ada sekitar 3.765 warisan budaya tak benda Indonesia yang siap sebagai bahan baku untuk harus terus dikembangkan, dilestarukan dan dimanfaatkan lebih luas.

"Saya harapkan akan lebih banyak lagi anak-anak muda kreatif yang mengembangkan tempe dan lain sebagainya menjadi yang adalah sebuah superfood, makanan super, agar bisa lebih mendunia lagi," ujarnya. (Red)

LEBAK | lensafokus.id — Perkumpulan Urang Banten (PUB) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan bertajuk “Baduy Lestari”. Dalam kegiatan tersebut, PUB menyerahkan secara simbolis 70 ribu bibit pohon kepada Desa Adat Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (25/10/2026).

Penyerahan bibit berlangsung di kediaman Kepala Desa Adat Kanekes, Jaro Oom. Program ini diarahkan untuk mendukung penghijauan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperkuat upaya pelestarian lingkungan di wilayah adat Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar.

Penyerahan puluhan ribu bibit pohon tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian vegetasi di kawasan Kanekes. Pelaksanaannya juga perlu memperhatikan karakteristik lingkungan dan ketentuan adat yang selama ini menjadi pedoman masyarakat Baduy dalam menjaga alam.

Bagi masyarakat Baduy, alam memiliki kedudukan penting dalam tatanan kehidupan. Karena itu, upaya penghijauan tidak hanya berkaitan dengan penambahan tutupan vegetasi, tetapi juga perlu berjalan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Gerakan “Baduy Lestari” mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, hingga sektor usaha.

IMG 20261025 WA0033

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Gubernur Banten, Wakil Gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, Kapolda Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Danrem 064 Maulana Yusuf, serta Sekretaris Daerah Provinsi Banten.

Dari tingkat Kabupaten Lebak, kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Lebak dan Ketua DPRD Kabupaten Lebak.

Dukungan teknis juga datang dari Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum-Ciliwung serta Manager Pusat Pembibitan Rumpin, Bogor. Keterlibatan unsur tersebut diharapkan dapat mendukung kesesuaian program penghijauan dengan kondisi lingkungan setempat.

Sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan juga hadir, termasuk Ketua ICMI Banten, Ketua NU Banten, Ketua MUI Banten, serta perwakilan pengurus PWI Banten.

Dari sektor ekonomi dan perbankan, hadir pimpinan Bank Indonesia di Serang, Bank Banten, serta sejumlah pimpinan perusahaan swasta.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas lembaga dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menjaga keberadaan kawasan adat Baduy.

Program “Baduy Lestari” diharapkan tidak berhenti pada seremoni penyerahan bibit. Keberlanjutan kegiatan, mulai dari penentuan lokasi, pemilihan jenis tanaman, proses penanaman, hingga pemeliharaan, menjadi faktor penting agar program memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

Pemilihan jenis pohon juga perlu disesuaikan dengan kondisi geografis dan ekologis kawasan Kanekes serta dikonsultasikan dengan masyarakat adat agar pelaksanaannya tetap menghormati aturan dan kearifan lokal.

Setelah prosesi penyerahan bibit, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi para tokoh dan pemangku kepentingan untuk mempererat sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan serta warisan budaya masyarakat Baduy. (C2p)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Ratusan anak muda dan masyarakat memeriahkan KNPI Colour Night Run 5K Tangerang 2026 di Stadion Benteng, Sabtu malam (24/10/2026). Memadukan olahraga dan hiburan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat solidaritas dan memperkuat kolaborasi generasi muda Kota Tangerang.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, hadir membuka kegiatan sekaligus melepas para peserta sebagai tanda dimulainya lari malam yang kembali digelar untuk kedua kalinya tersebut.

Maryono, mengapresiasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang, yang konsisten menghadirkan kegiatan kreatif dan positif bagi generasi muda. Menurutnya, kegiatan kepemudaan harus menjadi ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, KNPI Colour Night Run kembali digelar untuk kedua kalinya dengan antusiasme peserta yang luar biasa. Ini menunjukkan besarnya semangat anak-anak muda Kota Tangerang. Energi positif ini harus kita arahkan untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Maryono.

Ia juga menegaskan, pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, generasi muda perlu melahirkan gagasan, membangun jejaring, dan menghadirkan aksi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemuda harus terus kompak dan berdampak. Jangan hanya berkumpul, tetapi jadikan kebersamaan sebagai kekuatan untuk melahirkan ide, gerakan, dan kontribusi nyata. Perbedaan komunitas dan organisasi harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan bergerak bersama,” tegasnya.

Terlebih menjelang Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Maryono juga mengajak generasi muda menghidupkan semangat persatuan melalui sikap saling menghargai, menjaga kebinekaan, dan berperan aktif dalam memajukan Kota Tangerang.

Ia berharap, KNPI terus menjadi wadah pemersatu lintas komunitas dan organisasi kepemudaan, sekaligus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan seperti Colour Night Run, juga diharapkan mampu menghidupkan ruang publik dan menggerakkan perekonomian lokal melalui aktivitas peserta dan pengunjung.

“Kita ingin kegiatan seperti ini tidak hanya meriah, tetapi juga membawa manfaat lebih luas. Anak muda semakin sehat, persaudaraan semakin kuat, ruang publik semakin hidup, dan pelaku usaha lokal ikut merasakan dampaknya. Dengan kolaborasi semua pihak, kita bisa membangun Kota Tangerang yang semakin maju, bahagia, dan sejahtera,” tutup Maryono. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Halaman Kantor Sekretariat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang, Kaduagung, Sabtu malam (24/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para santri, masyarakat, serta tokoh lintas agama. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada PCNU Kabupaten Tangerang beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan berbagai rangkaian positif dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional PCNU yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat,"

Ia menandaskan, santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, para santri juga terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan pembangunan bangsa di berbagai bidang.

Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional merupakan bentuk pengakuan bangsa Indonesia terhadap jasa, perjuangan, dan kontribusi santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Santri merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini, santri telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara, sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya

Ia menambahkan, pentingnya peran dan kontribusi para santri juga dalam menjaga keseimbangan kehidupan bermasyarakat, terutama melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, peningkatan keimanan dan ketakwaan, serta pembentukan karakter yang berakhlak mulia.

"Santri adalah pelopor dan penjaga kerukunan umat beragama, peningkatan keimanan dan ketaqwaan, serta pembentukan karakter dan akhlak mulia," tandasnya

Bupati Maesyal berharap semangat santri terus terjaga dan dapat diwariskan secara berkesinambungan kepada generasi penerus, sehingga lahir santri-santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga secara simbolis meluncurkan Rumah Mualaf di Sekretariat PCNU Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari upaya mendukung pembinaan dan pendampingan bagi para mualaf.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat toleransi, serta memelihara persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Kerukunan dan toleransi harus terus kita jaga bersama. Mari kita hormati perbedaan, memperkuat persaudaraan, serta membangun Kabupaten Tangerang yang aman, damai, dan harmonis,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, dr. KH. Makhmud Jumhur, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan dan sinergi yang telah diberikan sehingga rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tangerang dapat terselenggara dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian Hari Santri Nasional Tahun 2026. Berbagai kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi para santri dan masyarakat luas,” ujar dr. KH. Makhmud Jumhur.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh aspek sosial, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, serta pengembangan potensi generasi muda.

"Rangkaian kegiatan HSN PCNU antara lain: doa bersama, lomba kasidah, pelatihan memasak, Liga Santri, sosialisasi bantuan usaha, serta pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat," jelasnya

Lebih lanjut, Jumhur juga menyampaikan bahwa PCNU Kabupaten Tangerang juga terus mendorong pelaksanaan berbagai program kemasyarakatan sebagai bentuk kontribusi organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemberian beasiswa untuk mendukung akses pendidikan bagi generasi muda.

"Program beasiswa tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi para pelajar dan santri untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan generasi penerus yang berilmu dan berdaya saing," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Di bawah langit Bumi Perkemahan Cisoka, sejarah yang sempat terpendam kini bangkit kembali. Sabtu malam (24/10/2026) Suara cerita leluhur bergema memukau, menyapa sekitar 500 jiwa yang hadir dari berbagai penjuru, menyaksikan peristiwa luar biasa yang tak hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi kebangkitan identitas sebuah daerah.

Pertunjukan Seni Drama, Tari, dan Musik bertajuk Samagra Babad Cisoka telah menorehkan jejak indah di hati masyarakat. Lebih dari sekadar tawa dan tepuk tangan, acara ini menjadi ruang di mana masa lalu bertemu masa kini, menghubungkan generasi tua dengan para pemuda, dalam satu ikatan rasa bangga akan warisan leluhur.

Di panggung itu, kisah hidup kembali. Kostum yang penuh makna, tata cahaya yang memeluk setiap sudut panggung, serta narasi yang mengalir lembut namun menggetarkan jiwa — semua seolah membawa penonton melintasi waktu, menyaksikan sendiri bagaimana kisah Cisoka terukir dalam lembaran sejarah.

Anugrah Dwi Sandi, tokoh muda Cisoka yang hadir di antara penonton, tak kuasa menahan kekagumannya. Baginya, kehadiran seni yang mengangkat sejarah lokal bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus perubahan zaman.

"Kegiatan seni yang mengangkat sejarah daerah memiliki arti penting dalam memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal warisan sejarah di lingkungannya," ungkap Anugrah dengan nada tulus.

Lebih dari sekadar tontonan indah, pertunjukan ini ia yakini adalah jembatan pemahaman. Sejarah tak lagi menjadi catatan kaku di atas kertas, melainkan cerita yang hidup, yang dirasakan, dipahami, dan dicintai.

"Pertunjukan seni bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sarana edukasi dan penguatan identitas masyarakat. Melalui pendekatan kreatif, sejarah daerah diperkenalkan secara relevan kepada generasi muda," tambahnya.

Namun, di tengah kemeriahan dan keberhasilan yang diraih, ada pesan mendalam yang tak boleh terlupakan: sejarah harus dijaga dengan kebenaran. Penguatan literasi sejarah melalui pementasan seni ini perlu terus didukung rujukan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama dalam menggambarkan sosok tokoh, peristiwa, dan latar sejarah. Sebab, cerita yang benar adalah warisan yang abadi.

IMG 20261024 WA0057

Keindahan pementasan ini adalah buah dari persatuan. Samagra Babad Cisoka lahir dari kolaborasi indah lintas disiplin ilmu dan seni, antara komunitas Artura, Teater Bahtera, serta mitra seni lainnya yang bekerja dengan sepenuh hati. Di balik keberhasilan ini ada tangan-tangan kreatif yang mewujudkan mimpi menjadi kenyataan:

Tim Produksi & Seniman:
Sutradara: Rizka Puspitasari
Penulis Naskah & Koreografer: Irham Mulyana
Dramaturg: Badrussalam
Komposer Musik: Makhroji

Para Pemeran yang Memukau:
Ikbal Aulia Rahman (Syekh Mas Mas’ad)
Badrussalam (Syekh Mubarok)
Irvan Saputra Lubis (Sultan Maulana Yusuf)
Muhammad Alviansyah (Ki Daeng)
Haikal Fahmi (Raja Pajajaran)
Dias Eka Kusuma (Ki Buyut Seteng)
Aldi Firmansyah (Ki Mas Laeng)
Muhammad Ryan (Penjaga Perbatasan)

Samagra Babad Cisoka bukanlah akhir sebuah cerita, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang pelestarian budaya. Anugrah Dwi Sandi berharap cahaya yang telah dinyalakan ini tak akan padam.

"Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan mendapatkan ruang yang lebih luas. Kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal perkembangan teknologi dan budaya modern, tetapi juga memahami sejarah serta identitas daerahnya sendiri. Jika pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat berjalan bersama, saya optimistis upaya pelestarian budaya akan memiliki fondasi yang lebih kuat," harapnya dengan penuh keyakinan.

Langkah ke depan telah terbayang: penguatan komunitas seni, regenerasi pelaku budaya, pendokumentasian sejarah yang akurat, hingga penyelenggaraan kegiatan secara konsisten dan berkelanjutan. Sebab, sejarah Cisoka adalah harta bersama — dan harta ini layak dijaga, diwariskan, dan terus dinyalakan bagi generasi mendatang. (Lingga)

LEBAK, lensafokus.id — Kondisi pendidikan dan infrastruktur di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan. Meski telah berdiri sejak 2012, SMKN 1 Cihara hingga kini masih menumpang untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah lain. Sementara itu, akses jalan sepanjang kurang lebih empat kilometer menuju sekolah di Desa Ciparahu dikeluhkan rusak parah dan menyulitkan aktivitas siswa maupun guru.

Keterbatasan gedung sekolah sendiri kini menjadi persoalan yang belum menemukan kepastian penyelesaian. Di tengah harapan agar memiliki fasilitas pendidikan mandiri, muncul pula informasi mengenai kemungkinan merger pada 2027. Kondisi tersebut menambah ketidakpastian bagi pihak sekolah, terlebih bangunan yang selama ini digunakan disebut akan menjalani rehabilitasi.

Kepala SMKN 1 Cihara, Agus S., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya masih menumpang di SMPN 3 Cihara sejak sekolah tersebut berdiri, atau sekitar 14 tahun.

Menurut Agus, pihak sekolah telah mengusulkan penyediaan gedung sendiri kepada instansi terkait. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai realisasi usulan tersebut.

“Sudah kami usulkan kepada pihak terkait agar siswa tidak lagi menumpang. Namun, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti. Hanya ada kabar bahwa pada 2027 akan dilakukan merger,” ungkapnya.

Agus juga mengaku bingung mengenai kelanjutan kegiatan belajar mengajar apabila gedung SMPN 3 Cihara yang selama ini digunakan untuk menumpang mulai direhabilitasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai lokasi dan keberlangsungan KBM para siswa selama proses pekerjaan berlangsung.

Persoalan rencana merger pada 2027 maupun dampak rehabilitasi gedung tersebut masih membutuhkan penjelasan resmi dari instansi berwenang, termasuk kepastian kebijakan dan langkah yang akan diambil untuk menjamin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Di luar persoalan fasilitas gedung, akses jalan menuju SMKN 1 Cihara juga menjadi keluhan. Jalan sepanjang sekitar empat kilometer di Desa Ciparahu dilaporkan mengalami kerusakan, dengan permukaan berlubang, berlumpur, serta dipenuhi genangan air ketika hujan turun.

Kondisi itu menyulitkan siswa dan guru saat berangkat maupun pulang sekolah. Selain mengganggu perjalanan, lumpur dan genangan air juga kerap mengotori sepatu serta seragam para pelajar.

Seorang siswa SMKN 1 Cihara yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, kerusakan jalan tersebut telah lama dikeluhkan dan belum kunjung diperbaiki.

“Jalannya rusak parah. Apalagi saat kondisi hujan, jalan jadi becek serta lubang jalan dipenuhi genangan air, mengakibatkan sepatu hingga seragam sekolah pun sering kotor terkena percikan lumpur yang berada di jalan,” katanya, Sabtu (24/10/2026).

Ia menuturkan, kondisi jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pelajar, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor.

“Sudah sering teman yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor terjatuh akibat melindas jalan yang berlubang,” ujarnya.

Siswa tersebut berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar akses menuju sekolah lebih aman dan nyaman.

“Inginnya sih cepat diperbaiki saja,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Asep, warga sekitar. Ia mengaku prihatin karena jalan yang rusak tersebut digunakan setiap hari oleh siswa, guru, dan masyarakat untuk menunjang aktivitas mereka.

Menurut Asep, kondisi itu perlu mendapat perhatian pemerintah agar tidak terus menimbulkan risiko bagi pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah.

“Semoga saja Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah bisa peka dan segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab, dengan kondisi jalan seperti itu, bisa mengancam keselamatan anak sekolah bahkan guru,” ucap Asep.

Persoalan yang dihadapi SMKN 1 Cihara memperlihatkan dua kebutuhan mendasar yang masih dinantikan penyelesaiannya, yakni kepastian fasilitas gedung sekolah sendiri dan perbaikan akses jalan menuju lokasi pendidikan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah serta instansi terkait segera memberikan kejelasan mengenai usulan pembangunan gedung, informasi rencana merger pada 2027, pengaturan kegiatan belajar mengajar apabila gedung yang digunakan direhabilitasi, serta rencana penanganan jalan di Desa Ciparahu.

Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan dari instansi terkait mengenai kepastian pembangunan gedung SMKN 1 Cihara maupun jadwal perbaikan akses jalan menuju sekolah tersebut. (C2p)

Page 7 of 735
Go to top