Banten

Banten (6438)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyap Rasyid pada saat upacara dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tingkat Kab. Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (27/04/26)

"Mari kita terus perkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan," ujar Bupati Maesyal Rasyid

145.
Bupati yang membacakan amanat Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus mendukung visi besar pembangunan nasional melalui kolaborasi yang solid.

Dia juga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai salah satu kunci untuk meraih cita-cita bangsa

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama dalam mencapai cita-cita bangsa. Tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan tidak akan berjalan optimal,” tandasnya

Lebih lanjut, dia menyoroti sejumlah hal strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya penguatan program prioritas nasional, reformasi birokrasi berbasis digital, peningkatan kemandirian fiskal daerah, serta kolaborasi lintas wilayah dalam menangani berbagai persoalan, termasuk pengelolaan sampah dan pengentasan kemiskinan.

"Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur juga menjadi fokus utama, melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta pemberian beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," imbuhnya

Dia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah agar menjadikan Hari Otda ke-30 sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan inovasi di berbagai sektor, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Momentum Hari Otonomi Daerah ini harus menjadi penguat komitmen kita bersama untuk terus meningkatkan kinerja, pelayanan, serta inovasi di setiap lini pemerintahan untuk masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap semangat otonomi daerah dapat terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel, serta mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Upacara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, perwakilan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta seluruh peserta upacara dan tamu undangan. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berharap perusahaan di kawasan Desa Budi Mulya Kec. Cikupa bantu masyarakat sekitar kawasan untuk bersama-sama bergotong royong memperbaiki jalan.

Hal tersebut diutarakan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri Bakti Sosial PT. Sinar Intan Putra Nusa Desa Budi Mulya Kec. Cikupa, Senin (27/04/26)

"Saya harap perusahaan bisa bantu masyarakat untuk memperbaiki jalan. Karena ini lahan tanahnya masuk kawasan milik perusahaan, nanti akan kita undang perusahaannya untuk bisa bergotong-royong membantu memperbaiki jalan," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, perbaikan jalan tersebut perlu segera dilakukan mengingat akses jalan tersebut cukup vital, bukan hanya bagi perusahaan tapi juga masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya

"Akses jalan ini cukup vital dan perlu segera diperbaiki supaya hasil produksi dari perusahaan ini bisa cepat juga dikirimkan dan dipasarkan. Kalau jalannya bagus, ekonomi juga cepat juga meningkat nantinya," tandasnya

Dia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi bakti sosial yang dilaksanakan sebagai bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab perusahaan melalui program CSR kepada masyarakat sekitar perusahaan, khususnya PT Sinar Intan Putra Nusa. Sekitar 150 orang warga mendapatkan bantuan sembako yang diberikan oleh PT Sinar Intan Putra Nusa.

"Kami, pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada pimpinan perusahaan PT. Sinar Intan Putra Nusa di Desa Budi Mulia, Kecamatan Cikupa yang telah melaksanakan sebagian dari CSR-nya untuk kepentingan masyarakat," ujarnya

Pihaknya berharap bakti sosial yang dilakukan perusahaan tersebut bisa menjadikan contoh dan menginspirasi perusahaan lainnya untuk juga dapat melakukan kegiatan serupa sebagai bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat

"Ini menjadi contoh yang baik dan bisa menginspirasi perusahaan lainnya. Karena pegawainya sebagian besar adalah putra desa, mereka bekerja di sini membantu perusahaan, perusahaannya bantu juga dalam bentuk CSR-nya dalam bentuk sembakonya setiap tahun," imbuhnya

Dia juga menghimbau masyarakat di sekitar perusahaan untuk terus menjaga hubungan yang harmonis dengan perusahaan agar dampaknya dapat bersama-sama dirasakan

"Saya mohon masyarakat bisa bersama-sama saling menjaga hubungan agar tetap harmonis dan kondusif. Semakin maju dan sukses perusahaan, pastinya masyarakatnya juga sejahtera, ada kepastian usaha dan pendapatan," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Tangerang memberikan perhatian serius terhadap kualitas dan keamanan pangan dalam program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Mewakili Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tangerang, H. Astayudin, S.E., Bendahara DPC Gerindra, Nanang Susandhy, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Mauk untuk mengecek langsung cara kerja alat inovatif bernama Si Amanzi, Minggu (26/04/2026).

Si Amanzi (Sistem Keamanan Gizi) merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan oleh pelajar inovatif dari siswa MAN 3 Tangerang di Kecamatan Mauk. Alat ini dirancang khusus untuk mendeteksi kelayakan serta kandungan gizi makanan guna meminimalisir risiko keracunan pada siswa penerima manfaat program MBG.

"Kami hadir mewakili Pak Astayudin untuk melihat langsung bagaimana inovasi lokal dari Mauk ini bekerja. Keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis adalah harga mati," ujar Nanang Susandhy saat meninjau simulasi alat tersebut di lokasi.

IMG 20260427 WA0012

Cara Kerja Alat Si Amanzi:
1. Sterilisasi: Wadah makanan (ompreng) disterilkan menggunakan teknologi sinar ultraviolet (UV).
2. Analisis AI: Kamera berteknologi AI memindai menu makanan untuk menghitung estimasi kalori dan nilai gizi secara otomatis.
3. Sensor Keamanan: Alat dilengkapi sensor bau dan kelembapan untuk mendeteksi zat berbahaya seperti amonia atau metana yang menandakan makanan telah basi atau tidak layak konsumsi.
4. Label Barcode: Setelah dinyatakan aman dan layak, mesin akan mencetak stiker barcode hasil uji kelayakan yang ditempel pada kemasan makanan.
Nanang menambahkan bahwa Fraksi Gerindra sangat mengapresiasi kreativitas anak muda Tangerang dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya berharap teknologi ini dapat terus disempurnakan dan diimplementasikan secara luas di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang.

"Harapan kami, dengan adanya teknologi ini, para orang tua merasa tenang saat anak-anak mereka makan di sekolah. Ini adalah langkah konkret mendukung generasi emas Indonesia," tambahnya.

Kunjungan ini memperkuat komitmen DPC Gerindra Kabupaten Tangerang untuk terus mengawal jalannya program MBG agar tetap tepat sasaran, higienis, dan berkualitas tinggi demi kesehatan generasi masa depan bangsa. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Tangerang Tax Expo yang diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang. Acara tersebut digelar di Marketing Office Telaga Bestari, Minggu pagi (26/4/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa penyelenggaraan Tangerang Tax Expo merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan perpajakan kepada masyarakat.

“Tujuan digelarnya acara ini adalah untuk mendekatkan pelayanan perpajakan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, sehingga masyarakat tidak perlu datang jauh ke kantor pelayanan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari inovasi pelayanan publik dengan konsep “Jemput Bola”, di mana pemerintah hadir langsung, mendekatkan diri ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan kemudahan dalam pembayaran maupun konsultasi pajak.

Menurutnya, pajak memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mengelola pajak secara transparan dan akuntabel.

“Hasil pajak itu kembali untuk rakyat. Digunakan untuk pembangunan jalan, Puskesmas, pendidikan, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Pemerintah daerah hanya diberi amanah untuk mengelola demi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi adanya berbagai promo dan kemudahan pembayaran pajak, termasuk diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta berbagai penawaran menarik melalui platform digital.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat, sehingga dapat mendukung pembangunan di Kabupaten Tangerang yang berkelanjutan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi, menjelaskan bahwa kegiatan Tangerang Tax Expo bukan yang pertama kali digelar. Pihaknya akan terus menyelenggarakan acara serupa di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kegiatan ini akan kami laksanakan di beberapa titik sebagai upaya mendekatkan pelayanan perpajakan kepada masyarakat. Selain layanan pajak, dalam acara ini juga terdapat bazar UMKM, layanan Samsat keliling, layanan perbankan dari Bank Jabar, serta berbagai pelayanan langsung dari Bapenda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan Tangerang Tax Expo tersebut juga diramaikan dengan berbagai hiburan menarik seperti pembagian doorprize dan senam zumba yang diharapkan masyarakat dapat merasakan pelayanan yang lebih nyaman sekaligus juga meriah. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Tradisi sakral Seba Baduy yang selama ini menjadi simbol harmoni antara masyarakat adat dan pemerintah, kini justru terseret dalam pusaran kontroversi. Sorotan publik menguat setelah muncul dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran kegiatan tahunan tersebut yang disebut mencapai sekitar Rp400 juta dari APBD Kabupaten Lebak.

Isu ini mencuat seiring kritik dari Bendahara Umum Pergerakan Perkumpulan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Lebak, Fahmi Faisal, yang menilai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata belum memberikan penjelasan terbuka dan rinci terkait penggunaan anggaran. Menurutnya, hingga kini belum ada paparan detail mengenai peruntukan dana, rincian belanja, maupun mekanisme pertanggungjawaban yang bisa diakses publik.

“Anggaran sebesar itu seharusnya disampaikan secara transparan. Publik berhak tahu setiap rupiah yang digunakan,” tegas Fahmi.

Tak hanya soal anggaran, polemik juga diperkeruh dengan dugaan adanya penghapusan atau pencopotan narasi kritis di sejumlah media yang sebelumnya menyoroti persoalan tersebut. Dugaan ini menimbulkan kekhawatiran adanya intervensi terhadap arus informasi, yang seharusnya dijaga keterbukaannya sebagai bagian dari kontrol publik.

Kondisi ini dinilai ironis. Pasalnya, Seba Baduy bukan sekadar agenda seremonial, melainkan tradisi adat yang sarat nilai budaya, spiritualitas, dan filosofi kehidupan masyarakat Baduy. Ketika kegiatan tersebut dikelola dalam kerangka program pemerintah, maka prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi mutlak agar tidak mencederai nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Dari perspektif hukum, dugaan ketidaktransparanan anggaran dapat berpotensi mengarah pada pelanggaran Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Dalam aturan tersebut, Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 menegaskan bahwa setiap perbuatan yang merugikan keuangan negara atau menyalahgunakan kewenangan dapat dikenakan sanksi pidana.

Selain itu, prinsip tata kelola keuangan daerah yang transparan juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang mewajibkan setiap penggunaan anggaran publik dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Fahmi menambahkan, ketertutupan informasi berpotensi membuka celah penyalahgunaan dana, termasuk indikasi penggelembungan anggaran. Ia mendesak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak segera memberikan klarifikasi resmi, sekaligus menyajikan laporan penggunaan anggaran secara detail dan dapat diakses masyarakat.

Jika tidak segera ditangani, polemik ini dikhawatirkan akan mencoreng citra pelestarian budaya di Lebak serta menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Di tengah upaya menjaga warisan budaya, transparansi menjadi kunci utama agar tradisi tetap dihormati, bukan justru dipertanyakan. (Cecep)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Maesyal Rasyid secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji asal Kabupaten Tangerang yang berlangsung di Aula Masjid Al-Amjad, Sabtu (25/04/2026).

Sebanyak 393 jamaah haji diberangkatkan kloter ke-5 untuk Provinsi Banten, sekaligus menjadi kloter pertama bagi jamaah asal Kabupaten Tangerang pada haji tahun 2026.

Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal menyampaikan rasa syukur karena seluruh jamaah haji dalam kondisi sehat menjelang keberangkatan. Ia menjelaskan bahwa para jamaah akan singgah terlebih dahulu di Embarkasi Cipondoh untuk proses registrasi dan istirahat, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji dalam keadaan sehat. Setelah ini akan menuju embarkasi untuk registrasi dan beristirahat, kemudian melanjutkan perjalanan ke bandara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal mengungkapkan bahwa total jamaah haji asal Kabupaten Tangerang tahun 2026 mencapai 2.090 orang yang terbagi dalam 7 kelompok terbang (kloter).

“Secara keseluruhan, total jamaah haji tahun 2026 asal Kabupaten Tangerang sebanyak 2.090 orang yang dibagi menjadi 7 kloter,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan adanya peningkatan perhatian dari Pemerintah Daerah kepada para jamaah haji, salah satunya melalui pemberian uang saku. Jika pada tahun 2025 sebesar 500 ribu, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi 750 ribu untuk masing-masing jamaah.

“Alhamdulillah, perhatian pemerintah daerah kepada jamaah haji terus meningkat. Tahun ini uang saku naik menjadi Rp750 ribu per jamaah,” ungkapnya.

Bupati Maesyal berharap dan mendoakan seluruh jamaah haji, baik dari Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, maupun seluruh Indonesia, agar diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

“Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran dalam beribadah, dan kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Wilayah Kabupaten Tangerang, Abdullah Hasyim menuturkan adanya jamaah haji termuda asal Kabupaten tangerang di usia 17 tahun dan yang tertua usia 88 tahun.

Hasyim menekankan kepada seluruh jamaah haji agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.

“Ibadah haji ini memerlukan kondisi fisik yang prima, terlebih saat memasuki fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) pada tanggal 8, 9, 10, 11 hingga 13 Dzulhijjah. Agar seluruh jamaah benar-benar menjaga kesehatan agar dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan baik,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa terkait dinamika dan ketegangan yang terjadi di wilayah Timur Tengah, hingga saat ini kondisi jamaah haji di Tanah Suci tetap aman dan tidak terdampak oleh eskalasi tersebut.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi jamaah haji di Tanah Suci tidak terganggu dan tetap aman,” tegasnya. (Red)

Page 5 of 644
Go to top