Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima kunjungan kerja dari Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Ruang Rapat Wareng, Lantai 3 Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/26). Kunjungan strategis ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk memaparkan keberhasilan tata kelola keuangan daerah, lompatan pertumbuhan ekonomi, serta berbagai program inovasi sosial yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Delegasi BKSAP DPR RI yang dipimpin langsung oleh Ketua Delegasi, Bramantyo Suwondo, disambut hangat oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud, Sekretaris Daerah, Soma Atmaja jajaran Forkopimda yang meliputi empat Kapolres dan Dandim, para Kepala OPD, serta jajaran Direksi BUMD Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan BKSAP DPR RI. Kehadiran lembaga legislatif ini dinilai mampu memberikan kontribusi positif, arahan strategis, sekaligus solusi bagi keberlanjutan program pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang yang terus berkembang pesat.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat datang. Kehadiran Bapak dan Ibu dari BKSAP DPR RI memang sangat kami tunggu. Kami memohon arahan sekaligus sinergi program pusat yang bisa dijalankan di daerah, guna memberikan solusi terhadap berbagai program pembangunan yang tengah kami selaraskan," ujar Bupati Maesyal.
Kabupaten Tangerang saat ini tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia, dengan total populasi mencapai kurang lebih 3.500.000 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Wilayah ini mencakup 29 kecamatan, 246 desa, 28 kelurahan, serta sekitar 11.500 RT/RW.
Bupati Maesyal memaparkan bahwa meskipun lokasinya berdampingan langsung dengan DKI Jakarta, karakteristik Kabupaten Tangerang sangat unik karena masih memiliki 246 desa yang mayoritas berada di wilayah tengah dan utara. Sementara itu, wilayah selatan telah menjelma menjadi kawasan perkotaan baru.
"Di wilayah selatan, kini telah wujud kota-kota baru seperti di Kecamatan Curug, Kelapa Dua, Cisauk, Pagedangan, dan Legok. Kawasan urban modern inilah yang memberikan kontribusi besar terhadap subsidi silang bagi wilayah-wilayah lain di utara dan tengah yang statusnya masih pedesaan. Strategi ini kami jalankan secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Bupati Maesyal.
Terkait ketahanan fiskal daerah, Pemkab Tangerang melaporkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, porsi APBD Kabupaten Tangerang menyentuh angka Rp8,74 triliun dengan target pendapatan daerah sebesar Rp8,2 triliun. Pendapatan tersebut ditopang kuat oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp5,2 triliun, Dana Transfer Pusat sebesar Rp2,52 triliun, dan pendapatan dari Provinsi sebesar Rp436 miliar.
Hebatnya, Pemkab Tangerang berhasil melampaui pemenuhan urusan wajib (mandatory spending) yang ditetapkan undang-undang, dengan rincian sebagai berikut:
• Sektor Pendidikan: Mengalokasikan 30% (Mandatory: 20%).
• Sektor Kesehatan: Mengalokasikan 25% (Mandatory: 10%).
• Sektor Infrastruktur: Mencapai 41% lebih (Mandatory: 40%).
• Belanja Pegawai: Berhasil ditekan di angka 27%, di bawah batas maksimal 30%.
"Berdasarkan data dari tingkat provinsi, penyusunan APBD Kabupaten Tangerang dinilai sebagai yang terbaik di Provinsi Banten selama tiga tahun berturut-turut. Efisiensi dan ketepatan alokasi ini kami tuangkan ke dalam lima komponen unggulan RPJMD bersama Ibu Wakil Bupati, yaitu tata kelola pemerintahan yang efektif, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan. Ini adalah representasi murni dari apa yang diinginkan masyarakat bawah saat kami turun ke lapangan," tegas Bupati Maesyal.
Sinergitas yang kuat di sektor ekonomi membawa tren yang sangat positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 berhasil mencapai 5,67%, di atas rata-rata pertumbuhan provinsi dan nasional. Angka ini kembali melonjak tajam pada kuartal berjalan tahun 2026 yang telah menyentuh 5,77%. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga kokoh di angka 76% lebih berkat sokongan masif di sektor kelayakan hidup, kesehatan, dan pendidikan.
Di sektor pendidikan, Pemkab Tangerang menggratiskan biaya sekolah SD dan SMP swasta secara bertahap sejak tahun 2025. Tidak hanya itu, gebrakan besar dilakukan di jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa penuh bagi anak-anak keluarga kurang mampu (kategori Desil 1 hingga Desil 5).
"Jika tahun 2025 lalu kami memberangkatkan 235 mahasiswa ke berbagai universitas ternama seperti di Kairo (Mesir), Swiss German University, IPB, Unpad, hingga Untirta, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis menjadi 900 warga Kabupaten Tangerang yang kami kuliahkan gratis sampai wisuda. Sasaran kami adalah masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka tidak hanya sekadar bermimpi, tapi bisa mewujudkannya menjadi kenyataan," tambah Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang tahun ini juga memperluas kerja sama dengan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dan menyiapkan kuota untuk calon dokter.
"Kami ingin anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang ini kelak ada yang menjadi pilot dan menjadi dokter. Ini tanggung jawab moral kami bersama Ibu Wakil Bupati," tambahnya.
Selain pendidikan, sektor riil terus dipacu. Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tangerang melonjak signifikan dari 61.000 unit di tahun 2024 menjadi 78.000 unit UMKM di tahun 2026. Penambahan 16.000 UMKM baru ini menjadi salah satu pilar utama pendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara di bidang ketahanan pangan, melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan, Pemkab Tangerang aktif menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), bibit hortikultura, bibit palawija, serta pemanfaatan lahan tidur bagi kelompok tani. Bagi para nelayan, bantuan berupa perahu dan jaring tangkap diberikan secara berkala untuk memastikan produktivitas dan kesejahteraan mereka meningkat.
Merespons capaian luar biasa Pemkab Tangerang, Ketua Delegasi BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo. menegaskan bahwa kehadiran BKSAP ke Kabupaten Tangerang adalah bagian dari upaya "membumikan diplomasi" agar dampak politik luar negeri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan industri di daerah.
"Selama ini diplomasi dianggap sebagai hal yang berada di awan-awan, tinggi, dan jauh dari realitas. Melalui fungsi keempat DPR RI selain pengawasan, penganggaran, dan legislasi—yaitu fungsi diplomasi—kami hadir di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah dengan seribu industri. Kami ingin memastikan ada kesinambungan antara diplomasi internasional yang kami jalankan dengan kebutuhan pemerintah daerah untuk meningkatkan industri dan UMKM," ujar Bramantyo.
Lebih lanjut, Bramantyo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tengah menjalani proses technical review untuk masuk menjadi anggota OECD. Proses ini menuntut harmonisasi perundang-undangan, peraturan pemerintah, hingga Peraturan Daerah (Perda) agar sesuai dengan standar global.
"OECD memiliki standar yang diakui dan dipahami di seluruh dunia. Jika regulasi kita sudah memenuhi standar OECD, investor asing akan dengan sangat mudah dan percaya diri menanamkan modalnya di Indonesia, yang harapannya tentu mengalir deras ke Kabupaten Tangerang. Saat ini, proses cepat atau lambatnya kita masuk OECD bolanya bukan di Paris, Prancis, melainkan ada di tangan kita sendiri; bagaimana kita bisa menyesuaikan semua hal itu," jelas Bramantyo.
Selain persoalan kebijakan, BKSAP DPR RI menyoroti pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk menyambut arus investasi pasca-kesepakatan komprehensif Indonesia dengan Uni Eropa.
"Kita tidak bisa menutup mata. Regulasi sudah baik, investor sudah mengantre, namun jika SDM lokal tidak siap, kita hanya akan menjadi penonton. Oleh karena itu, dalam diskusi hari ini, seperti halnya yang sempat kami bedah di Kabupaten Bekasi, kami ingin menggali peluang program pemagangan luar negeri bagi pemuda Kabupaten Tangerang serta penyiapan kurikulum pendidikan yang inline dengan kebutuhan industri global," tutup Bramantyo. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Warga mengeluhkan kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di depan Perumahan Grand Palm, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang sudah tidak berfungsi selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Akibat padamnya lampu penerangan tersebut, kawasan jalan di sekitar perumahan menjadi gelap gulita pada malam hari dan dikhawatirkan dapat memicu gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.
Ketua Karang Taruna Desa Cileles, Jayong, meminta kepada pihak PLN maupun instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan agar lampu penerangan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
"Kami berharap kepada PLN atau instansi terkait agar segera memperbaiki lampu penerangan jalan yang mati ini. Kondisinya sudah cukup lama dan sangat mengganggu kenyamanan serta keamanan masyarakat," ujar Jayong saat ditemui di Kantor Desa Cileles, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, terdapat sedikitnya sembilan titik PJU di sepanjang jalan depan Perumahan Grand Palm yang tidak berfungsi sejak tiga bulan lalu.
"Kami sebagai warga sangat mengeluhkan kondisi ini. Sudah tiga bulan lampu penerangan jalan mati, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan perbaikan dari pihak yang berwenang," katanya.
Jayong menambahkan, keberadaan PJU sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari sekaligus mencegah potensi tindak kriminalitas di kawasan tersebut.
"Seharusnya petugas lebih cepat tanggap apabila ada lampu penerangan jalan yang mati. Kami merasa terganggu karena kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Selain gelap, warga juga khawatir terhadap keamanan lingkungan," tegasnya. (War)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat literasi digital bagi generasi muda. Kali ini, Sekretaris Dinas Diskominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, memimpin langsung kegiatan sosialisasi literasi digital yang berlangsung di SMPN 2 Tigaraksa, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa/siswi dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem digital. Farhan menekankan pentingnya bagi pelajar untuk memahami cara kerja dunia digital, mulai dari potensi manfaat yang dapat diambil hingga risiko negatif yang mungkin timbul akibat penggunaan yang tidak bijak.
"Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi kepada anak-anak muda, khususnya pelajar SMP, agar mereka benar-benar memahami dunia digital. Kami ingin mereka tahu keuntungan apa yang bisa didapat, sekaligus mewaspadai hal-hal negatif yang bisa muncul akibat kesalahan atau perbuatan yang tidak semestinya di ruang digital," ujar Farhan.
Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa Diskominfo secara konsisten melakukan kampanye literasi digital melalui berbagai platform. Selain kunjungan langsung ke sekolah-sekolah (roadshow), kampanye edukasi juga digencarkan melalui kanal media sosial resmi seperti Instagram
Strategi multi-kanal ini diharapkan dapat menjangkau para pelajar dengan lebih efektif dan relevan dengan kebiasaan mereka sehari-hari. Diskominfo optimistis bahwa dengan edukasi yang berkelanjutan, para pelajar dapat menjadi pengguna internet yang cerdas dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif.
"Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa memahami karakter dunia digital sehingga mereka bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Kegiatan ini akan terus kami rutinkan, dan untuk tahun ini, Diskominfo menargetkan kunjungan edukasi ke enam sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Menyambut baik langkah tersebut, Kepala Sekolah SMPN 2 Tigaraksa, Kenedi, mengaku bahwa edukasi ini sangat krusial bagi siswa/siswinya. Ia menyoroti minimnya kesadaran akan bahaya jangka panjang dari konten yang mereka buat sendiri.
"Banyak anak yang menganggap remeh apa yang mereka posting di media sosial. Mereka tidak sadar bahwa satu kata atau perilaku buruk di internet bisa berdampak besar bagi masa depan mereka. Jejak digital itu tidak akan pernah hilang," ungkap Kenedi.
Kenedi berharap, melalui pembekalan ini, para siswa tidak lagi sembarangan menggunakan ponsel. Ia ingin anak didiknya paham bahwa ponsel bukan hanya alat untuk kesenangan sesaat, melainkan tanggung jawab besar yang harus digunakan dengan bijak. (Red)
Tangerang, lensfokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 Sekolah Genius Binong Kec. Curug, Kamis (11/06/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepedulian dan kontribusi Sekolah Genius yang telah berperan aktif mencerdaskan peserta didik yang berasal dari Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat turut bangga dan senang, saudara-saudara kami yang dari Indonesia Timur bisa hadir di Kabupaten Tangerang untuk menimba ilmu untuk mendapatkan kecerdasan dan kepandaian melalui sekolah ini," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga memberikan pesan kepada para peserta didik di Sekolah Genius agar terus semangat dan tekun belajar dalam meraih apa yang dicita-citakan. Selain itu, disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan di sekolah hendaknya terus dijaga dan dilaksanakan dimanapun mereka berada nantinya.
"Terus semangat dan tekun belajar. Jaga disiplin dan tanggung jawab yang telah diterapkan untuk menggapi cita-cita dan kesuksesan," ujarnya
Bupati Maesyal juga mengapresiasi pihak yayasan dan Sekolah Genius yang telah berperan aktif memberikan dan memajukan pendidikan kepada calon-calon pimpinan masa depan dari Indonesia Timur
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepada sekolah yang dipimpin oleh Pak Bambang dan kepala sekolah Ibu Esther. Terima kasih telah mendidik calon-calon pimpinan di masa yang akan datang," ucapnya
Direktur Sekolah Genius, Esther K Wirawan, menjelaskan bahwa tema pelepasan peserta didik tahun ajaran 2025/2026 mengusung tema "Kenali Diri, Nyatakan Karya". Seluruh peserta didik kelas 6, 9 dan kelas 12 dinyatakan lulus dan menyelesaikan pendidikannya selama kurang lebih 3 tahun terakhir.
"Tema kita hari ini adalah "Kenali Diri Nyatakan Karya". Pesan ini sederhana tetapi menjadi satu hal yang sangat penting karena mengenal diri dan mengenal kekuatan yang dimiliki menjadi dasar untuk kalian memperjuangkan nilai-nilai yang kalian harapkan," jelas Esther.
Menurut dia, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik atau lulus ujian, namun juga tentang membentuk karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih ketangguhan dan mempersiapkan generasi muda untuk dapat memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
"Hari ini kalian melangkah ke tahap berikutnya dalam kehidupan kalian yang telah bekerja keras belajar banyak hal, tidak hanya sekedar ilmu pengetahuan tetapi tentang hidup disiplin, tanggung jawab dan tentang semangat untuk terus belajar serta berusaha menjadi generasi yang membawa perubahan bagi masyarakat daerah terutama untuk Indonesia tercinta," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinamika politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Meski telah ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031, H. Muhammad Nur Kholis, S.Th.I memutuskan mengundurkan diri demi kepentingan organisasi yang lebih luas.
Keputusan tersebut disampaikan setelah rangkaian Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Manajemen Partai DPW PKB se-Indonesia yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB pada 10–11 Juni 2026 di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Tim Koordinator DPP PKB menetapkan H. Muhammad Nur Kholis sebagai Ketua Dewan Tanfidz Definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang untuk periode 2026–2031 berdasarkan hasil penjaringan, evaluasi, serta berbagai pertimbangan organisasi.
Namun, setelah melakukan komunikasi dan kajian secara matang, Nur Kholis memilih untuk tidak melanjutkan amanah tersebut dan memutuskan fokus menjalankan tugasnya sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab politik untuk mengoptimalkan peran strategis Fraksi PKB di tingkat Provinsi Banten dalam mengawal agenda perjuangan partai serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
> "Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DPP PKB dan seluruh kader PKB. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek organisasi dan tugas politik yang saat ini saya emban, saya memutuskan untuk fokus menjalankan amanah sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Banten. Saya meyakini keputusan ini merupakan pilihan terbaik untuk memperkuat perjuangan PKB dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Muhammad Nur Kholis, Kamis (11/6/2026).
Meski mundur dari penetapan Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, Nur Kholis menegaskan komitmennya terhadap penguatan organisasi partai di Kabupaten Tangerang tidak akan berkurang. Ia memastikan tetap memberikan dukungan penuh terhadap proses konsolidasi dan pengembangan partai agar PKB semakin solid menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Keputusan tersebut juga mendapat perhatian kader dan pengurus PKB mengingat sosok Muhammad Nur Kholis dinilai memiliki kontribusi besar dalam membesarkan partai di Kabupaten Tangerang selama periode kepemimpinannya.
Di bawah kepemimpinannya, PKB Kabupaten Tangerang berhasil memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan perolehan kursi legislatif, mewujudkan kantor permanen DPC PKB Kabupaten Tangerang, serta mempererat sinergi dengan berbagai elemen Nahdlatul Ulama dan masyarakat.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu catatan penting yang mengukuhkan posisi PKB sebagai salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, PKB Kabupaten Tangerang menegaskan akan tetap menjaga soliditas organisasi serta menghormati seluruh mekanisme yang ditetapkan DPP PKB terkait proses penetapan kepemimpinan definitif DPC PKB Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2031. (Asp)
Tangerang, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-53, Kelurahan Pasir Jaya menggelar diskusi bersama perwakilan perusahaan yang berada di kawasan Telesonic. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dengan penuh semangat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pasir Jaya Ardi Irawan, S.IP., M.IP. beserta jajaran staf, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasir Jaya, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan perusahaan, serta unsur masyarakat lainnya, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Lurah Pasir Jaya Ardi Irawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga serta menata kawasan Jalan Telesonic.
"Apabila kawasan ini terlihat hijau, bersih, rapi, indah, dan asri, maka akan menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di wilayah Pasir Jaya. Lingkungan yang tertata akan memberikan kenyamanan bagi para pelaku usaha," ujarnya.
Menurut Ardi, sebanyak 20 perusahaan diundang dalam kegiatan tersebut untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi dalam menciptakan kawasan Telesonic yang lebih baik melalui edukasi dan sosialisasi.
Ia menjelaskan bahwa penataan akan difokuskan pada keberadaan pedagang kaki lima (PKL), parkir liar, serta bangunan liar yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Mengingat kawasan tersebut merupakan jalur keluar-masuk kendaraan besar seperti kontainer dan truk, penataan dinilai sangat penting untuk mengurangi potensi kemacetan dan kecelakaan.
"Kami ingin Jalan Telesonic menjadi lebih tertib sehingga kemacetan yang sering terjadi pada pagi dan sore hari dapat berkurang. Kawasan ini juga berada di perbatasan tiga kelurahan, yaitu Pasir Jaya, Bunder, dan Kadu Jaya, sehingga dibutuhkan kerja sama semua pihak," jelasnya.
Ardi berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga kawasan Telesonic menjadi lebih indah, nyaman, dan menjadi ikon kawasan industri yang tertata.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pasir Jaya **Ahmad Syahroni, SH** mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Selain membahas penataan kawasan, pihak kelurahan juga mengimbau perusahaan-perusahaan di kawasan Telesonic untuk mengumpulkan barang-barang anorganik yang masih layak guna di kantor Kelurahan Pasir Jaya agar dapat disalurkan melalui pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan di kawasan Telesonic memberikan respons yang sangat positif terhadap program ini. Pemerintah Kelurahan Pasir Jaya akan menindaklanjuti hasil diskusi agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Ahmad.
Ia menambahkan bahwa ke depan pihak kelurahan akan terus menggandeng para investor dan perusahaan di kawasan Telesonic guna mewujudkan lingkungan yang lebih tertata, hijau, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Kami akan melangkah secara bertahap dengan melibatkan seluruh stakeholder. Insyaallah program ini akan terus berlanjut demi kemajuan kawasan Telesonic dan Kelurahan Pasir Jaya," tutupnya. (Mala)