Banten

Banten (7350)

LEBAK, lensafokus.id – Perjuangan keluarga almarhumah Lilis binti Anda untuk memperoleh hak Jaminan Kematian (JKM) mulai menemui titik terang. Setelah mendapat pendampingan hukum dari DPP Badak Banten Perjuangan, berkas sanggahan atas penolakan klaim JKM Bukan Penerima Upah (BPU) akhirnya diterima secara resmi oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Rangkasbitung, Jumat (30/10/2026).

Penerimaan berkas tersebut berlangsung dalam audiensi di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rangkasbitung, Jalan Siliwangi No. 24, Muara Ciujung Timur. Pertemuan dihadiri tim advokasi DPP Badak Banten Perjuangan bersama pihak ahli waris.

Dalam audiensi tersebut, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Rangkasbitung, Andriyan, menyampaikan bahwa pihaknya akan memeriksa kembali berkas sanggahan yang diajukan oleh tim pendamping ahli waris.

“Berkas kami terima, akan diperiksa kembali melalui tim verifikasi, selanjutnya akan dikonsultasikan kepada pimpinan di Kanwil Banten. Dalam waktu dekat akan ada jawaban kepada pihak ahli waris melalui kuasa pendampingan,” kata Andriyan di hadapan tim Badak Banten Perjuangan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Divisi Advokasi DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni yang dikenal dengan sapaan King Badak, mengapresiasi kesediaan pihak BPJS Ketenagakerjaan menerima berkas sanggahan secara resmi. Namun, ia berharap proses pemeriksaan dapat berjalan sesuai ketentuan dan tidak berlarut-larut.

“Kami hargai Pak Andriyan sudah menerima berkas kami secara resmi. Tapi kami ingatkan, ini bukan sekadar berkas. Ini adalah hak hidup seorang janda almarhumah yang suaminya butuh santunan untuk menyambung hidup. Jangan sampai tim verifikasi dipakai sebagai alat untuk mengulur-ulur waktu dan menolak lagi dengan alasan baru,” tegas King Badak.

Ia menegaskan, DPP Badak Banten Perjuangan akan terus mengawal proses penyelesaian perkara tersebut hingga ada keputusan yang diharapkan oleh pihak ahli waris.

Menurut King Badak, pihaknya menilai dokumen sanggahan yang diajukan telah memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, ia berharap BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rangkasbitung maupun Kantor Wilayah Banten dapat mempertimbangkan seluruh dokumen dan argumentasi yang disampaikan.

“Kami akan tunggu jawaban dalam waktu dekat sesuai janji Pak Kacab. Jika hasilnya masih menolak dengan alasan yang mengada-ada, kami sudah siapkan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat tiga langkah yang akan ditempuh apabila hasil pemeriksaan kembali berujung pada penolakan, yakni:

1. Menggelar aksi unjuk rasa jilid III di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rangkasbitung.
2. Mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRD Kabupaten Lebak.
3. Melaporkan persoalan tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia.

“Kami tidak akan mundur selangkah pun,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus penolakan klaim Jaminan Kematian atas nama almarhumah Lilis binti Anda menjadi perhatian publik setelah alasan penolakan yang disebut berkaitan dengan riwayat penyakit diabetes dan status almarhumah sebagai ibu rumah tangga menjadi sorotan.

Dengan diterimanya berkas sanggahan tersebut, pihak ahli waris kini menunggu hasil pemeriksaan dan jawaban resmi dari BPJS Ketenagakerjaan terkait pengajuan klaim JKM tersebut. (C2P)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Kantor Kecamatan Curug, Jumat (30/10/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengatakan CKG merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya sekaligus mendeteksi penyakit sejak dini.

“Alhamdulillah, di Kecamatan Curug hari ini ada sekitar 300 warga yang hadir dan jumlahnya masih akan bertambah. Semuanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menyebut hingga saat ini, tercatat sekitar 2,04 juta warga Kabupaten Tangerang telah mengikuti CKG. Dia menyebut capaian CKG Kabupaten Tangerang tersebut telah melampaui target yang ditetapkan. Dari target nasional sekitar 1,6 juta orang dan target provinsi sekitar 1,9 juta orang, Program CKG Kabupaten Tangerang kini tercatat telah mencapai sekitar 2,04 juta orang.

“Alhamdulillah sudah melampaui. Target nasional kita 1,6 juta, target provinsi 1,9 juta, dan sekarang sudah sekitar 2,04 juta masyarakat Kabupaten Tangerang yang melaksanakan cek kesehatan gratis,” ungkapnya.

Bupati menegaskan Pemkab Tangerang tidak akan berhenti melaksanakan program CKG meskipun telah melampaui target. Program CKG akan terus digencarkan melalui 44 Puskesmas hingga akhir Desember 2026 agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan.

“Program ini sangat bagus, kita akan terus laksanakan hingga akhir Desember, supaya masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya. Pemeriksaannya bukan hanya cek darah dan tekanan darah, tetapi juga ada pemeriksaan rontgen yang dilaksanakan Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Bupati berharap tingginya partisipasi masyarakat dalam CKG dapat mendorong budaya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit di Kabupaten Tangerang.

Pada pelaksanaan CKG di Kecamatan Curug tersebut, pemerintah kecamatan juga menyiapkan bantuan paket sembako bagi masyarakat dan ruang bagi para pelaku UMKM untuk menggelar produk-produk unggulannya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan apresiasi atas penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dari Ciputra Hospital berupa jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.000 pekerja rentan. Penyerahan simbolis yang mengusung tema "Satu Kepedulian, Seribu Perlindungan" ini diselenggarakan di Auditorium Ciputra Hospital, CitraRaya Tangerang, pada Kamis (29/10/2026).

Mewakili Bupati Tangerang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian dan panggilan kemanusiaan dari sektor swasta terhadap masyarakat pekerja di lingkungan sekitarnya.

"Kami sangat mengapresiasi kepedulian dari Ciputra Hospital. Mudah-mudahan ini merupakan panggilan kemanusiaan untuk seluruh pekerja yang ada di lingkungan ini, dan ke depannya semoga bisa terus bertambah perlindungannya, bukan hanya untuk 1.000 pekerja," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa kedepannya Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkolaborasi bersama para rumah sakit ataupun perusahaan dan bergandengan tangan meniru langkah baik ini dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan optimisme dan komitmen kita bersama, para pekerja rentan ini bisa segera dituntaskan. Bantuan CSR perlindungan ketenagakerjaan dari Ciputra Hospital ini menyasar berbagai profesi pekerja rentan di sektor informal. Para penerima manfaat tersebut mencakup petugas keamanan (sekuriti), pekerja rumah tangga, pengemudi ojek online (ojol), pedagang pasar, sopir, hingga pengurus keagamaan seperti marbot masjid dan pengurus tempat ibadah lainnya," jelasnya

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemkab Tangerang dalam menuntaskan perlindungan bagi pekerja rentan. Meski banyak yang telah terdaftar, saat ini masih tersisa sekitar 20.000 pekerja di sektor informal Kabupaten Tangerang yang belum terlindungi program jaminan sosial.

"Berdasarkan data profil Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang periode Januari - September 2026, kepesertaan jaminan sosial di Kabupaten Tangerang secara keseluruhan telah mencakup 1.082.363 pekerja, atau setara dengan pencapaian 69,89% dari total potensi peserta. Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Tangerang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga telah berhasil mendaftarkan dan melindungi 500.000 masyarakat miskin ekstrem atau pekerja rentan di," ungkapnya.

Langkah sinergis ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat penerima manfaat. Nurdin, seorang petugas keamanan (security) di kawasan Citra Raya yang mewakili penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur yang luar biasa atas kepedulian yang diberikan.

"Saya berterimakasih karna bisa mendapat kesempatan ini. Manfaatnya sangat besar untuk harapan masyarakat banyak, semoga pemerintah Kabupaten Tangerang serta Ciputra Hospital bisa membantu memberikan BPJS Ketenagakerjaan lebih banyak lagi. Harapannya semakin maju, kompak, dan semakin jaya untuk semuanya," ungkap Nurdin. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Serba Guna (GSG) Kwarcab Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang pada Rabu (28/10/26).

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kabupaten Tangerang secara resmi menggelar Upacara Pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Masa Bakti 2025–2030 serta Kwartir Cabang, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) dan Badan Kelengkapan Masa Bakti 2026–2031.

Prosesi pengukuhan dan pelantikan berjalan lancar dengan melantik pengurus Mabicab Tangerang dari unsur Forkopimda dan 50 orang pengurus Kwarcab, LPK serta Badan Kelengkapan Kwarcab Tangerang..

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Banten, Suwaib Amiruddin, dalam sambutannya mengapresiasi semangat para pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa menjadi pengurus Pramuka bukan sekadar memegang jabatan formal, melainkan membawa amanah dan tanggung jawab besar untuk kemajuan organisasi.

"Pengurus bukan cuma sekadar datang dan pulang pada saat rapat. Pengurus harus mengurusi apa yang harus kita tuangkan di dalam rantai organisasi dan membuat kejayaan. Pengurus harus memiliki tanggung jawab, kepemimpinan, dan membantu keluarga besar Pramuka agar roda organisasi berjalan dengan baik," ujar Ka Kwarda Banten.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang sekaligus Ketua Mabicab Grakan Pramuka Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, khususnya kepada Ketua Kwarcab Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah Effendi beserta jajaran.

Bupati Maesyal menegaskan pentingnya agenda rapat kerja (raker) untuk menyusun program strategis tahunan maupun jangka panjang demi menjaga konsistensi pembinaan karakter generasi muda di Kabupaten Tangerang.

"Setelah pelantikan ini, agenda utama adalah segera menggelar rapat kerja untuk menyusun program satu tahun ke depan dan lima tahun ke depan. Kegiatan kepramukaan harus menyentuh adik-adik di sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/K, MI, MTs, MA, hingga perguruan tinggi," tegas Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal juga mengapresiasi pencapaian Kwarcab Kabupaten Tangerang yang berhasil mempertahankan predikat sebagai Kwartir Cabang Tergiat di Kwarda Banten selama 20 tahun berturut-turut (4 kali penilaian 5 tahunan). Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat terus menjaga tradisi prestasi tersebut melalui kolaborasi erat hingga tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) dan Pembimbing Ranting (Mabiran) di kecamatan.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, dan ketrampilan generasi muda demi mendukung pembangunan daerah. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri dan membuka acara Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus yang digelar di Halaman Kantor Desa Sangiang Kec. Sepatan Timur, (28/10/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal menungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kebersamaan dan kegotong royongan masyarakat Desa Sangiang yang begitu antusias dan bersatu padu dalam kegiatan Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten.

"Alhamdulillah, saya bangga pak lurah dan masyarakatya sangat terbuka dan peduli sama potensi yang ada di desanya. Ini bagus, ada reog Ponorogo, ada tari, silat dan juga seni budaya lainnya disatukan dalam satu tampilan dan terus dilestarikan di Desa Sangiang Kecamatan Sepatan Timur ini," ujar Bupati Maesyal

Menurut dia, upaya pelstarian dan penggalian potensi desa, baik seni budaya maupun potensi desa lainnya harus terus dilakukan. Selain untuk menambah pendapatan dan meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat, juga bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan seni budaya kepada para generasi muda akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya

"Ini merupakan potensi yang harus dilestarikan, dipelihara dan dirawat bersama. Kegiatan-kegiatan para pemuda, pelaku seni budaya bisa diwadahi untuk juga bisa mendorong roda perekonomian masyarakat Kecamatan Sepatan Timur, khususnya di Desa Sangiang," ungkapnya.

Pihaknya berharap peran dan partisipasi generasi muda dalam memajukan desa dan masyarakat semakin nyata, sesuai dengan perkambangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, spiritual serta seni budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Desa Sangiang Kec.Sepatan Timur, Komarullah mengungkapkan bahwa gebyar seni budaya reog Ponorogo dan Debus Banten tersebut menjadi ajang kebersamaan dan silahturahmi sekaligus mengenalkan serta melestarikan seni budaya yang ada di wilayah Kecamatan Sepatan Timur, khususnya Desa Sangiang.

Kami dari pemerintahan desa, tidak hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur, ekonomi pendidikan dan kesehatan, namun juga terus menguatkan pelestarian seni dan budaya yang membangkitkan gairah pemerintahan desa, serta memelihara cagar budaya maupun seni budaya yang ada," jelasnya.

Setelah membuka acara gebyar seni budaya, Bupati Maesyal juga meninjau langsung jembatan di dekat SMPN 1 Sepatan Timur dan jalan di daerah Tanah Merah. Dia berjanji kepada masyarakat untuk memperbaiki dan membenahi kekurangan yang terjadi di lapangan.

Jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya adalah anak-anak yang mau sekolah ke SMP Negeri 1 Sepatan Timur. Tadi sudah saya lihat memang ada yang dalam proses pembangunan, ada juga memang ke depan beberapa titik lagi yang harus kita perbaiki. InsyaAllah nanti akan kita programkan untuk bisa dibangun untuk kebutuhan masyarakat," jelasnya. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang Nomor 25/G/2026/PTUN.SRG yang disebut memenangkan Kepala Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Ricki Jaenal Abidin, diharapkan menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan dan memperkuat persatuan masyarakat.

Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang dikenal dengan sapaan King Badak, mengajak masyarakat Desa Kerta, khususnya warga yang selama ini berbeda pandangan atau tidak setuju dengan kepemimpinan Ricki Jaenal Abidin, untuk menyikapi putusan tersebut dengan lapang dada.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi di tingkat desa merupakan hal yang wajar. Namun, setelah adanya putusan pengadilan, ia berharap masyarakat dapat kembali mengutamakan kerukunan dan kepentingan bersama.

“Warga Kerta yang saya hormati, terutama saudara-saudara saya yang kemarin mungkin kecewa, mungkin tidak suka, atau mungkin kontra dengan Pak Ricki. Saya memahami perasaan itu. Dalam demokrasi desa, perbedaan itu wajar. Tapi hari ini, pengadilan negara sudah memutuskan. PTUN sudah berkata bahwa Pak Ricki harus dipulihkan,” ujar King Badak.

Ia menegaskan, sikap menerima hasil proses hukum bukan berarti seseorang mengalami kekalahan, melainkan menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Legowo itu mulia. Legowo itu bukan kalah. Legowo artinya kita mengutamakan Desa Kerta di atas rasa suka dan tidak suka pribadi. Kalau terus bertengkar, yang rugi adalah anak-anak masyarakat, pembangunan desa akan berhenti. Kalau legowo dan bersatu, yang untung adalah semua,” jelasnya.

King Badak juga mengajak masyarakat untuk membuka lembaran baru dan memberikan kesempatan kepada Ricki Jaenal Abidin untuk melanjutkan tugasnya dalam membangun Desa Kerta. Ia menilai, kritik dan pengawasan terhadap pemerintahan desa tetap penting, selama dilakukan secara konstruktif dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Mari buka lembaran baru. Lupakan perbedaan kemarin. Beri kesempatan kepada Pak Ricki Jaenal Abidin untuk melanjutkan tugasnya membangun Desa Kerta. Kalau ada kekurangan, mari kita kritik dengan cara yang baik, kita awasi bersama, kita bangun bersama. Jangan dengan kebencian,” imbuhnya.

Selain mengajak warga untuk berdamai, King Badak menitipkan pesan kepada Ricki Jaenal Abidin agar tidak menyimpan dendam terhadap pihak-pihak yang sebelumnya berbeda pandangan. Menurutnya, kepala desa harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan maupun sikap politik warga.

“Saya juga sudah berpesan kepada Pak Ricki, kalau nanti sudah kembali menjabat, jangan ada dendam. Rangkul semua, bahkan yang kemarin kontra sekalipun. Jadikan mereka sahabat membangun desa. Jadilah Kades untuk semua warga Kerta, bukan hanya untuk pendukungnya saja,” katanya.

Ia menilai, keberhasilan membangun kerukunan di tengah masyarakat merupakan capaian penting yang harus menyertai proses penyelesaian persoalan melalui jalur hukum.

“Menang di PTUN itu baru kemenangan hukum. Tapi menang yang sebenarnya adalah ketika warga yang dulu bermusuhan bisa duduk ngopi bareng lagi di warung, bisa sholat berjamaah lagi di masjid yang sama. Itulah kemenangan Desa Kerta yang hakiki,” pungkas King Badak.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen warga untuk berperan aktif menjadi jembatan perdamaian demi menjaga keharmonisan di Desa Kerta.

“Mari yang kontra untuk legowo dan yang pro untuk tidak sombong. Kita satukan kembali Desa Kerta. Karena Kerta adalah rumah bersama,” tutupnya. (C2P)

Page 5 of 735
Go to top