Tangerang, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, memimpin pelaksanaan Apel Pagi Minggu pertama bulan oktober Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang berlangsung di Lapangan Raden Aria Yudhanegara,Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Senin (02/11/2026).
Dalam amanatnya Sekda Soma Atmaja menekankan sejumlah aspek strategis terkait integritas jabatan, efisiensi kinerja akhir tahun, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga kemandirian fiskal daerah.
Menanggapi pelaksanaan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Tangerang yang diselenggarakan pekan sebelumnya, Sekda Soma menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada para pejabat yang menduduki posisi baru.
"Kepada Bapak dan Ibu yang baru saja berpindah, berotasi, maupun mendapat promosi, kami ucapkan selamat. Selamat bekerja dengan baik bersama tantangan yang baru dan semangat yang baru dalam mengemban amanah ini," tutur Sekda Soma.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerahasiaan jabatan, memegang teguh sumpah janji ASN, serta mengedepankan koordinasi internal yang solid dalam menjalankan tugas kedinasan.
"Ingat sumpah janji kita sebagai PNS untuk menjaga kehormatan, setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Di balik setiap jabatan ada rahasia jabatan dan rahasia dinas. Jika ada hal yang perlu dikoordinasikan, lakukan secara internal di dinas masing-masing demi kelancaran tugas," lanjutnya.
Memasuki triwulan akhir tahun anggaran 2026, Sekda menyampaikan beberapa poin arahan penting dari Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, untuk ditindaklanjuti secara cepat oleh seluruh perangkat daerah. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta mengakselerasi penyerapan anggaran dan menyelesaikan program kerja tahun 2026 dengan tetap mengedepankan kualitas, transparansi, serta akuntabilitas, Setiap OPD diinstruksikan aktif merespon dan menyelesaikan aduan,laporan, maupun aspirasi masyarakat—baik yang disampaikan langsung secara resmi maupun yang mengemuka melalui saluran media sosial, Seluruh unit pelayanan—mulai dari Puspemkab, Kantor Kecamatan,Kedinasan, Puskesmas, Rumah Sakit, hingga Pemerintah Desa—wajib menerapkan standar pelayanan yang cepat,humanis, responsif, dan bebas dari pungutan liar (pungli), Mengapresiasi kinerja jajaran ASN di tengah tantangan pemotongan dana transfer ke daerah, Sekda mendorong Pemkab Tangerang untuk semakin mantap dan siap dalam mewujudkan kemandirian fiskal ke depan.
"Terima kasih atas kinerja Bapak dan Ibu sekalian yang menjadikan tahun 2026 ini tetap luar biasa di tengah tantangan fiskal dengan pengurangan transfer daerah. Ini menunjukkan bahwa kita harus siap dengan kemandirian fiskal di masa depan," ujar Soma Atmaja.
Rangkaian apel pagi diakhiri dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi 2 (dua) orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) purna praja angkatan XXXI.
Kedua lulusan IPDN yang resmi menerima penyerahan SK Pengangkatan tersebut yaitu:
1. Bagas Setyo Ramadhan, S.Tr.IP. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.
2. Muhammad Rehan, S.Tr.IP. – Inspektorat Kabupaten Tangerang.
Sekda Soma mengucapkan selamat bergabung dan berharap para lulusan IPDN ini dapat memberikan kontribusi terbaik, menjaga loyalitas, serta membawa inovasi positif bagi kemajuan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tangerang.
"Selamat kepada adik-adik alumni IPDN yang baru saja menerima SK. Selamat bekerja, tetap semangat, dan berikan kinerja terbaik untuk Kabupaten Tangerang," tutup Sekda. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Ancaman tanah longsor menjadi persoalan serius di berbagai wilayah Indonesia, terutama kawasan perbukitan, lereng, dan daerah dengan kondisi tanah yang rentan terhadap pergerakan. Curah hujan tinggi, buruknya sistem drainase, serta tingginya kandungan air di dalam tanah dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor yang mengancam keselamatan masyarakat dan merusak infrastruktur.
Di tengah kebutuhan terhadap solusi mitigasi bencana yang lebih inovatif, Sudirman Indra memperkenalkan gagasan Bank Air dengan nomor Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) 001138168, melalui konsep teknologi sumur injeksi sebagai salah satu alternatif pengelolaan air bawah tanah untuk membantu mengurangi risiko bencana longsor.
Inovasi Bank Air ini mengedepankan pengelolaan air melalui sistem saluran, bak penampungan, dan sumur injeksi yang dirancang untuk mengatur aliran air berdasarkan karakteristik lapisan tanah dan kondisi geologi setempat.
Konsep tersebut menjadi salah satu gagasan yang menarik untuk dikaji sebagai alternatif penanganan kawasan rawan longsor, khususnya dalam mengelola air yang berpotensi memengaruhi kestabilan lereng.
Dalam rancangan teknis yang diperkenalkan Sudirman Indra, sistem Bank Air menggunakan sumur injeksi dengan kedalaman hingga 100 meter, pipa PVC berdiameter 6 inci, pompa berkapasitas 5 HP, serta bak injeksi berukuran 2 x 2 x 5 meter.
Air yang terkumpul dari cekungan di kawasan puncak bukit dialirkan melalui jaringan pipa menuju bak penampungan, kemudian diatur melalui sistem pompa dan jaringan sumur injeksi.
Gagasan ini menempatkan pengelolaan air sebagai salah satu aspek penting dalam mitigasi longsor. Sebab, peningkatan tekanan air pori pada lapisan tanah tertentu dapat mengurangi kekuatan geser tanah dan meningkatkan potensi pergerakan lereng.
Sistem yang ditampilkan dalam rancangan teknis terdiri dari beberapa komponen utama:
- Bak injeksi berukuran 2 x 2 x 5 meter.
- Pompa injeksi berkapasitas 5 HP.
- Pipa PVC berdiameter 6 inci.
- Sumur injeksi dengan kedalaman hingga 100 meter.
- Katup pengatur aliran dan filter sedimen.
- Sistem pemantauan kondisi pergerakan tanah.
Setiap komponen memiliki fungsi dalam mengatur aliran air dan mendukung proses pengelolaan air bawah tanah.
Namun, injeksi air ke dalam lapisan tanah harus melalui kajian hidrogeologi dan geoteknik secara menyeluruh. Penentuan kedalaman, tekanan, dan lapisan sasaran harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan peningkatan tekanan air pori maupun memperburuk kestabilan lereng.
Indonesia memiliki banyak kawasan dengan tingkat kerawanan longsor yang berbeda-beda. Mulai dari wilayah perbukitan, lereng jalan, kawasan permukiman di kaki gunung, hingga daerah dengan struktur tanah dan batuan yang rentan mengalami pergerakan.
Inovasi Bank Air karya Sudirman Indra berpotensi menjadi salah satu alternatif teknologi yang dapat dikaji untuk diterapkan di berbagai wilayah tersebut.
Meski demikian, penerapannya tidak dapat disamaratakan. Setiap lokasi membutuhkan penelitian kondisi tanah, struktur batuan, arah aliran air bawah tanah, serta tingkat kestabilan lereng.
Penanganan longsor tidak cukup hanya mengandalkan satu teknologi. Sistem drainase permukaan, saluran pembuangan air, penguatan lereng, pembangunan struktur penahan tanah, vegetasi penguat lereng, serta pemantauan pergerakan tanah tetap menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi bencana.
Karena itu, gagasan Bank Air perlu ditempatkan sebagai bagian dari pendekatan terpadu pengelolaan air dan mitigasi bencana.
Pengujian lapangan, pengukuran tekanan air pori, pemantauan pergerakan tanah menggunakan inclinometer, serta evaluasi kualitas dan arah aliran air menjadi tahapan penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas penerapannya.
Melalui inovasi Bank Air, Sudirman Indra menghadirkan gagasan teknologi yang mengangkat pentingnya pengelolaan air sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman longsor.
Inovasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, ahli geologi, dan masyarakat dalam mencari solusi penanganan bencana yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Sebab, menghadapi ancaman longsor bukan hanya tentang membangun infrastruktur setelah bencana terjadi, tetapi bagaimana melakukan identifikasi, pencegahan, dan mitigasi sejak dini. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tangerang kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Banten. Dalam ajang LPM Award 2026, LPM Kota Tangerang berhasil meraih penghargaan sebagai LPM Berprestasi dan Inspiratif Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua LPM Kota Tangerang, Hasanudin BJ, dalam acara penganugerahan LPM Award 2026 yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Jumat (31/10/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi LPM Kota Tangerang dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, menggerakkan partisipasi warga, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Tangerang hingga tingkat kelurahan.
Di bawah kepemimpinan Hasanudin BJ, LPM Kota Tangerang terus mendorong penguatan organisasi melalui berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sejumlah program yang menjadi perhatian di antaranya penguatan UMKM dan ekonomi kreatif di 104 kelurahan, gerakan swadaya masyarakat dan gotong royong dalam pembangunan lingkungan, pembinaan generasi muda agar lebih produktif dan mandiri, serta memperkuat sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan se-Kota Tangerang.
Ketua LPM Kota Tangerang, Hasanudin BJ, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan. Menurutnya, capaian tersebut bukan keberhasilan pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pengurus dan kader LPM di berbagai tingkatan.
"Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus LPM se-Kota Tangerang, mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan. Ini bukan penghargaan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh kader LPM yang selama ini tanpa lelah bergerak dan bekerja langsung di tengah masyarakat," ujar Hasanudin.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran LPM untuk terus meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat.
"Harapan kita bersama, LPM harus terus bergerak membentuk masyarakat yang tangguh, produktif, mandiri, berwawasan luas, serta mampu berdaya saing dalam bidang usaha dan pemberdayaan ekonomi. Kami ingin keberadaan LPM benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.
Hasanudin juga menegaskan bahwa LPM akan terus menjalankan peran sebagai wadah penyalur aspirasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah yang aktif, kritis, dan konstruktif dalam mengawal pembangunan.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, turut memberikan apresiasi atas capaian LPM Kota Tangerang tersebut. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi organisasi untuk semakin solid, inovatif, dan konsisten dalam mendukung pembangunan daerah.
Diraihnya penghargaan LPM Award 2026 menjadi momentum penting bagi LPM Kota Tangerang untuk memperkuat komitmen dalam membangun partisipasi masyarakat. Ke depan, LPM diharapkan tidak hanya hadir sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi, sosial, dan pembangunan lingkungan di seluruh wilayah Kota Tangerang. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengapresiasi kontribusi Universitas Tangerang Raya (UNTARA) dalam mencetak generasi muda berkualitas melalui pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang hadir mewakili Bupati Tangerang dalam acara Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tangerang Raya Tahun 2026 yang berlangsung di Aula UNTARA, Sabtu (31/10/2026).
Dalam sambutannya, Soma menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, salah satunya melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, KKN bukan sekadar bagian dari pemenuhan kewajiban akademis, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan kepedulian sosial, serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Kuliah Kerja Nyata merupakan wahana krusial bagi para mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus menyelami secara langsung berbagai dinamika dan persoalan di tengah masyarakat. Kami berharap para mahasiswa mampu menghadirkan gagasan segar, inovasi, serta solusi konkret bagi kemajuan desa," ujar Soma.
KKN UNTARA Tahun 2026 mengusung tema "UNTARA Membangun Desa Cerdas, Sehat, Produktif, dan Berkeadilan Hukum". Tema tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Soma menjelaskan, pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik maupun infrastruktur. Lebih dari itu, pembangunan juga perlu memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat.
Melalui program KKN, mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan untuk mewujudkan desa cerdas, memperkuat kesadaran hidup sehat, mengembangkan potensi ekonomi lokal agar lebih produktif, serta memberikan edukasi hukum bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Soma juga menyampaikan apresiasi kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian. Ia berharap para dosen dapat memberikan arahan dan bimbingan agar seluruh kegiatan KKN berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Semoga momentum KKN ini semakin mempererat sinergi dan kolaborasi strategis antara Universitas Tangerang Raya dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya dalam mengakselerasi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa," tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Soma berpesan kepada seluruh mahasiswa peserta KKN agar senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta menjalankan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab.
Ia berharap kehadiran mahasiswa UNTARA di tengah masyarakat tidak hanya menjadi pengalaman akademis, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi kemajuan desa serta pembangunan Kabupaten Tangerang.
Di tempat yang sama, Analis Kebijakan Ahli Pertama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Siti Aisyah Fatmah, menyampaikan bahwa kolaborasi akademisi dan masyarakat desa memberikan dampak positif yang nyata, khususnya dalam menggerakkan perekonomian warga.
Menurut Siti Aisyah, keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika melalui pengabdian masyarakat sangat efektif untuk membantu mendorong kemajuan desa secara berkelanjutan, termasuk dalam mendampingi serta memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
"Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan program KKN UNTARA. Keterlibatan aktif perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat seperti ini menjadi momentum penting untuk membantu mendorong kemajuan desa, khususnya dalam mengembangkan potensi serta memajukan UMKM lokal agar lebih berdaya saing," ujar Siti Aisyah Fatmah.
Ia juga berharap program KKN ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi desa.
"Saya berharap KKN UNTARA ini dapat terus berlanjut dan menghadirkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, sehingga UMKM lokal tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu naik kelas dan menopang kesejahteraan warga secara berkelanjutan," tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Tangerang Raya (UNTARA), Mardiyana, menyampaikan bahwa sebanyak 700 mahasiswa dari berbagai program studi akan diterjunkan untuk melaksanakan KKN dan membantu masyarakat di desa-desa lokasi pengabdian.
Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan momentum KKN sebagai kesempatan untuk menguji sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan.
"Ini merupakan ujian awal bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah. Saya berharap melalui kegiatan KKN ini, kehadiran mahasiswa UNTARA benar-benar dapat membantu masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan desa," ungkap Mardiyana. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Suasana Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mendadak memanas setelah puluhan massa dari sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (29/10/2026). Aksi yang diwarnai pembakaran ban bekas tersebut membuat asap hitam mengepul hingga masuk ke area gedung perkantoran.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Aksi Soak - Gerak - GM dan Galaksi bersama Aliansi Panca Tunggal datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan persoalan tata kelola aset dan pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang.
Ketegangan meningkat lantaran massa mengaku kecewa Kepala Dinas Kesehatan tidak kunjung menemui mereka untuk memberikan penjelasan secara langsung. Pembakaran ban bekas menjadi bentuk luapan kekecewaan para demonstran yang sejak awal meminta adanya ruang dialog dengan pimpinan instansi tersebut.
Dalam orasinya, salah seorang demonstran melontarkan pernyataan keras sebagai bentuk desakan agar Kepala Dinas Kesehatan tidak menghindari tuntutan massa.
“Jangan biarkan api perjuangan padam. Kalau Kepala Dinas yang sedang enak duduk di atas tidak mau menemui kita, bukan hanya ban, gedung pun berani kita bakar,” teriak salah seorang orator di tengah aksi.
Asap hitam dari pembakaran ban bahkan mengepul hingga ke dalam gedung yang saat itu masih dipadati pegawai pemerintahan.
Di balik aksi tersebut, massa membawa sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan penjelasan terbuka dari Dinas Kesehatan. Salah satunya menyangkut dugaan kesalahan tata kelola aset daerah, khususnya proses penghancuran bangunan Puskesmas yang disebut telah dilakukan sebelum tahapan lelang dilaksanakan.
Selain itu, massa juga menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan, kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) yang menyeret sejumlah pihak dalam pelaksanaan proyek pembangunan Puskesmas Curug dan kawasan Hutan Bambu Cisoka.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama dalam aksi tersebut adalah proyek pembangunan Puskesmas Curug dengan nilai kontrak hasil negosiasi sekitar Rp27,35 miliar.
Ketua LSM Solidaritas Anti Korupsi (Soak) sekaligus Koordinator Aliansi Panca Tunggal, Ansyah Sandy, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah hal yang perlu diklarifikasi, mulai dari dugaan ketidaksesuaian penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) hingga keberadaan tenaga ahli di lokasi pekerjaan.
Menurut Sandy, pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya kerugian keuangan negara lantaran proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Namun, sejumlah indikasi yang ditemukan dinilai perlu ditelusuri dan diverifikasi lebih lanjut.
“Kami belum bisa menyimpulkan adanya kerugian negara karena pekerjaan masih berjalan. Namun, sejumlah kejanggalan akan kami dalami dan verifikasi lebih lanjut,” ujar Sandy kepada awak media.
Berdasarkan data tender SPSE Inaproc yang disampaikan pihak aliansi, proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp28,01 miliar dan dimenangkan PT Permata Anugerah Yalasamudra dengan harga hasil negosiasi sebesar Rp27,35 miliar.
Sandy juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang sejak Mei 2026. Namun, menurut pengakuannya, hingga aksi berlangsung pihaknya belum memperoleh jawaban yang dianggap memadai.
Atas kondisi tersebut, aliansi berencana meminta klarifikasi langsung kepada pihak penyedia jasa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek.
Tidak hanya itu, mereka juga menyatakan akan membawa persoalan tersebut kepada aparat pengawasan dan penegak hukum agar dugaan penyimpangan dapat diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami membutuhkan jawaban konkret dari pihak yang bertanggung jawab agar pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Aksi tersebut kembali menempatkan tata kelola anggaran dan transparansi proyek pembangunan fasilitas kesehatan sebagai sorotan publik. Massa mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memberikan penjelasan terbuka terhadap seluruh persoalan yang disampaikan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan atau klarifikasi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terkait berbagai tudingan dan tuntutan yang disampaikan massa aksi. Seluruh dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang. (Asp)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Kampung Al-Qur’an yang berlokasi di Desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Sabtu (31/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, khususnya inisiator dan pengelola Yayasan Kampung Al-Qur’an, atas kepedulian dan kontribusinya dalam menghadirkan pusat kegiatan masyarakat yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, Kampung Al-Qur’an merupakan sebuah inisiatif positif dan mulia yang tidak hanya menjadi tempat untuk belajar, membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana membangun karakter, memperkuat akhlak, serta menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan Kampung Al-Qur’an ini. Kehadirannya menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap pendidikan keagamaan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an," ungkapnya.
Dia berharap, keberadaan Kampung Al-Qur’an tersebut dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi para santri, tetapi juga seluruh masyarakat sekitar. Selain menjadi pusat pembelajaran agama, tempat ini diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
"Semoga Kampung Al-Qur’an ini terus berkembang, semakin banyak masyarakat yang terlibat, dan menjadi pusat pembinaan umat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung berbagai inisiatif masyarakat yang membawa kemaslahatan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan keterampilan menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Untuk itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan berbagai program pelatihan keterampilan yang disediakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tangerang.
"Saya mengajak masyarakat, terutama para pemuda dan pencari kerja, untuk tidak ragu mendaftarkan diri mengikuti pelatihan di BLK. Di sana masyarakat dapat meningkatkan kemampuan, memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, sehingga memiliki bekal dan daya saing yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri," ajaknya.
Sementara itu, selaku inisiator Kampung Al-Qur’an, Hj. Aida yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa pendirian Kampung Al-Qur’an dilandasi semangat untuk menghadirkan ruang pembinaan keagamaan yang dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
"Kami berharap Kampung Al-Qur’an ini dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang lebih baik melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kampung Al-Qur’an, Usep Saparudin menjelaskan bahwa Kampung Al-Qur’an merupakan salah satu program dakwah yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus meningkatkan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dia menambahkan berbagai kegiatan keagamaan dilaksanakan secara berkesinambungan, mulai dari pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur’an, pembinaan para santri, pengajian, hingga kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.
"Ini merupakan bagian dari program dakwah untuk mengajak masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an. Kami ingin menjadikan Kampung Al-Qur’an bukan hanya sebagai tempat belajar mengaji, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan yang mampu membangun kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah," jelasnya.
Pihaknya berharap melalui berbagai kegiatan tersebut, pihak yayasan berharap Kampung Al-Qur’an dapat menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani sekaligus menghadirkan lingkungan masyarakat yang religius, saling peduli, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. (Red)