Banten

Banten (6618)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) DPC Kab. Tangerang terus menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendukung dan menyukseskan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri musyawarah cabang luar biasa DPC ABPEDNAS Kab. Tangerang di Aula DPW Pendopo Bupati Tangerang, Minggu (14/06/26)

"Kami mohon keberadaan ABPEDNAS bisa semakin mempererat kerjasama dalam membantu dan mendukung proses penyelenggaraan pemerintahan di desa, proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. ABPEDNAS adalah bagian dari pada komponen yang harus membantu kemajuan desa," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menandaskan bahwa keberhasilan pembangunan, pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat desa sangat ditentukan oleh seberapa harmonis hubungan antara lembaga atau organisasi di desa, kepala desa beserta seluruh jajarannya dan elemen masyarakat lainnya, termasuk ormas dan kader perempuan

"Pembangunan di desa, baik di Kabupaten Tangerang maupun di Provinsi Banten itu sangat tergantung dengan peranan kepala desa berserta perangkat desanya, RT, RW dengan BPD. Pembangunan di desa itu juga tidak akan jalan optimal kalau tidak dibantu oleh semua masyarakat desa, termasuk ormas-ormas kaum perempuan yang ada di desa," tandasnya

Ia berpesan kepada seluruh peserta Muscablub DPC ABPEDNAS Kab. Tangerang bahwa usul, saran dan pendapat yang berbeda merupakan hal yang wajar dalam perjalanan sebuah organisasi. Untuk itu semua pihak agar senantiasa mengutamakan asas musyawarah untuk mufakat dan norma serta mekanisme yang telah ditetapkan agar setiap hasil Muscablub benar-benar nyata manfaatnya, bukan hanya bagi organisasi namun juga masyarakat.

"Siapapun nanti yang terpilih, silakan, yang terpilih ini memanage anggotanya dengan baik dan memajukan ABPEDNAS. Kalau hasil Muscablub nanti dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, insyaAllah desa akan maju, kabupaten akan maju, provinsi akan maju tentunya akan mendapatkan predikat Indonesia yang maju," tegasnya

Sementara itu, Ketua Panitia Muscablub DPC ABPEDNAS, Ito Ilah menjelaskan bahwa Muscablub tersebut digelar karena adanya kekosongan untuk perangkat Dewan Pimpinan Cabang ABPEDNAS Kabupaten Tangerang yang harus segera diisi sesuai dengan rekomendasi DPP ABPEDNAS Provinsi Banten

"Alhamdulillah berkat kerja tim, terlaksana juga acara Muscablub Kabupaten Tangerang ini. Mudah-mudahan acara ini bisa berjalan lancar sesuai dengan harapan kita semua dan bisa membawa nama baik Kabupaten Tangerang lebih ke arah yang positif," ujar Ito. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah aktif sebagai gerakan kemanusiaan yang dilakukan secara rutin. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang diselenggarakan oleh PMI Kabupaten Tangerang bersama Unit Donor Darah (UDD) Kabupaten Tangerang di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Minggu (14/6/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga menyerahkan penghargaan kepada 54 warga Kabupaten Tangerang yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 25 kali sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepedulian mereka terhadap sesama.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 54 pendonor yang telah mendonorkan darahnya hingga 25 kali. Semoga tetap sehat dan terus memberikan kontribusi bagi kemanusiaan melalui donor darah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, donor darah memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebutkan, dalam sepekan terakhir kegiatan donor darah yang digelar PMI dan UDD Kabupaten Tangerang berhasil mengumpulkan sekitar 146 kantong darah, terdiri dari 58 kantong darah pada kegiatan sebelumnya dan 88 kantong darah pada kegiatan yang berlangsung hari ini.

“Darah yang terkumpul akan disimpan dan dikelola oleh UDD untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan tidak ada yang membutuhkan karena sakit, tetapi jika ada yang membutuhkan, Kabupaten Tangerang siap membantu,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung layanan donor darah. Setiap tahun, Pemkab Tangerang mengalokasikan anggaran sekitar Rp22 miliar untuk mendukung operasional pelayanan donor darah agar masyarakat yang membutuhkan tidak terbebani biaya.

“Kami terus mendukung operasional donor darah agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan secara gratis. Darah yang tersedia akan didistribusikan ke rumah sakit, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya, baik di Kabupaten Tangerang maupun daerah lain yang membutuhkan,” jelasnya.

Dalam momentum Hari Donor Darah Sedunia, Bupati pun mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang yang dalam kondisi sehat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah yang akan digelar secara berkala di berbagai lokasi, termasuk di lingkungan pemerintah daerah, UDD, Puskesmas, maupun tempat-tempat lainnya yang mudah dijangkau masyarakat.

“Kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, mari manfaatkan momentum Hari Donor Darah Sedunia ini untuk ikut berkontribusi. Datanglah ke lokasi-lokasi donor darah dan berikan setetes darah untuk membantu sesama. Dengan stok darah yang tersedia, kita dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di Kabupaten Tangerang maupun di luar daerah,” ujarnya.

Ia berharap dengan semakin banyaknya masyarakat yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela dapat memenuhi kebutuhan darah dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin optimal.

“Semoga para pendonor senantiasa diberikan kesehatan. Satu tetes darah dapat menolong jiwa manusia,” pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Keluarga Besar Gerakan Pramuka Kota Tangerang menggelar tahlilan tujuh hari wafatnya tokoh Pramuka Kota Tangerang, Herman Sulistyo, Sabtu (13/6/2026). Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momen penghormatan dan doa bersama untuk almarhum yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok pembina Pramuka yang berdedikasi tinggi dalam membentuk karakter generasi muda.

Kegiatan tahlilan dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, sejumlah tokoh Pramuka senior, perwakilan anggota TNI dari Yonif 203, para camat se-Kota Tangerang, serta keluarga besar Gerakan Pramuka Kota Tangerang.

Kehadiran Wali Kota Tangerang menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi Pemerintah Kota Tangerang atas pengabdian almarhum dalam memajukan dan membesarkan Gerakan Pramuka di Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Sachrudin menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Herman Sulistyo yang wafat pada usia 71 tahun. Menurutnya, almarhum merupakan sosok panutan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

> "Beliau adalah teladan bagi kita semua. Kehilangannya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh keluarga besar Pramuka Kota Tangerang. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Sachrudin.

 

Suasana haru dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara. Para peserta yang hadir bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Di mata para anggota Pramuka, Herman Sulistyo dikenal sebagai sosok pembina yang tegas dalam menanamkan disiplin, namun tetap memiliki kepedulian dan kasih sayang kepada para anggota. Semangat pengabdian, kepemimpinan, serta nilai gotong royong yang selalu ditanamkannya menjadi warisan berharga bagi dunia kepramukaan di Kota Tangerang.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pramuka. Namun, dedikasi dan keteladanan yang telah ditorehkannya diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Acara tahlilan ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan ramah tamah dan silaturahmi antara para tamu undangan, keluarga almarhum, serta anggota Pramuka Kota Tangerang yang hadir untuk mengenang jasa dan pengabdian Herman Sulistyo selama hidupnya. (Sumarna)

LEBAK, lensafokus.id – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Banjarsari–Malingping, Kabupaten Lebak, menuai perhatian masyarakat. Pasalnya, proyek yang diduga menggunakan anggaran pemerintah itu dikerjakan tanpa dilengkapi papan informasi kegiatan, sehingga memunculkan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan uang negara.

Kondisi tersebut membuat proyek yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten itu disebut-sebut warga layaknya proyek siluman. Sebab, tidak terdapat informasi yang menjelaskan sumber anggaran, nilai kontrak, nama pelaksana, konsultan pengawas, maupun jangka waktu pekerjaan.

Padahal, ruas Jalan Banjarsari–Malingping merupakan jalan kolektor primer yang pengelolaannya berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah Kabupaten Lebak.

Salah seorang warga setempat, Solihin, mengaku kecewa dengan minimnya keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui seluruh informasi proyek karena pembangunan tersebut menggunakan dana publik.

"Kami tidak tahu ini proyek dari mana, anggarannya berapa, siapa kontraktornya, dan kapan selesai. Papan proyek saja tidak ada. Kalau seperti ini, wajar kalau masyarakat bertanya-tanya," ujar Solihin kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).

Tidak hanya menyoroti ketiadaan papan proyek, warga juga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang tengah berlangsung. Mereka berharap pengawasan dari instansi terkait dilakukan secara maksimal agar pembangunan tidak terkesan asal jadi dan tetap sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Ketiadaan papan informasi proyek dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi yang selama ini digaungkan pemerintah. Padahal, papan proyek merupakan instrumen penting yang berfungsi memberikan akses informasi kepada masyarakat sekaligus sarana pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap badan publik wajib menyediakan informasi yang akurat dan mudah diakses masyarakat. Informasi mengenai program pembangunan dan penggunaan anggaran termasuk kategori informasi yang wajib diumumkan kepada publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait tidak adanya papan informasi pada pekerjaan TPT di ruas Jalan Banjarsari–Malingping. (C2p)

KELAPA DUA, lensafokus.id – Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, mencatatkan sejarah baru dalam dunia olahraga dengan menggelar KD PERTIWI Cup 1, turnamen sepak bola putri pertama yang digelar di wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Mini Kelapa Dua, Sabtu (13/6/2026), berjalan meriah, lancar, dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Sejak pagi hari, ratusan warga memadati stadion untuk menyaksikan pembukaan turnamen yang digadang-gadang menjadi momentum kebangkitan sepak bola putri di Kabupaten Tangerang. Cuaca cerah turut menambah semarak suasana pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Rangkaian acara diawali dengan upacara pembukaan, pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, santunan kepada anak yatim, hingga tendangan kick-off sebagai tanda dimulainya pertandingan perdana.

Hadir dalam acara tersebut Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu, Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat, Sekretaris Kecamatan Dwi Candra, perwakilan Polsek Kelapa Dua, Koramil 02 Curug, MUI, Forum RW, para lurah se-Kecamatan Kelapa Dua, KNPI, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, LPM, PMI, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat mengapresiasi terselenggaranya turnamen sepak bola putri pertama di Kecamatan Kelapa Dua. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi wadah positif bagi generasi muda perempuan untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan prestasi di bidang olahraga.

Dadang juga menjelaskan bahwa nama KD PERTIWI merupakan singkatan dari Kelapa Dua Park PERTIWI.

“KD PERTIWI bukan singkatan Kang Dadang atau Kang Dwi, melainkan Kelapa Dua Park,” ujar Dadang yang disambut tepuk tangan para peserta dan tamu undangan.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Tangerang, Eka Wibayu, memberikan apresiasi atas inisiatif Kecamatan Kelapa Dua dalam menggelar turnamen sepak bola putri tersebut. Ia menilai kompetisi seperti KD PERTIWI Cup sangat penting untuk menemukan dan membina talenta-talenta muda yang berpotensi menjadi atlet berprestasi.

“Ini langkah awal yang penting untuk menjaring bibit pemain sepak bola putri di Kabupaten Tangerang. Saat ini pemain putri masih sangat langka di seluruh wilayah Banten,” kata Eka.

Antusiasme juga datang dari para peserta. Okta dan Angi, pemain dari tim Putri Patriot Bekasi, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Menurut mereka, KD PERTIWI Cup menjadi ajang yang positif untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus memperluas jaringan pertemanan antar-atlet.

Di sisi lain, kehadiran turnamen ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Salah seorang warga Bencongan yang akrab disapa Bang Majid menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada panitia dan Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua yang sudah mengadakan kegiatan ini. Stadion Mini Kelapa Dua jadi ramai, masyarakat terhibur, dan UMKM lokal juga ikut merasakan manfaatnya. Suasananya sangat meriah dan penuh keceriaan,” ungkapnya. (Asp)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi menutup Kejuaraan Sepak Bola Piala Bupati Tangerang Kelompok Usia (KU) 13 dan KU-15 Tahun 2026 di Lapangan Sintetis Indomilk Arena, Kelapa Dua, Sabtu (13/6/26).

Turnamen yang berlangsung selama satu bulan tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian talenta-talenta muda sepak bola Kabupaten Tangerang. Sebanyak 30 klub ambil bagian pada kategori U-13 dan 29 klub pada kategori U-15 dengan total peserta mencapai 1.475 pemain muda dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, kompetisi usia dini harus terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses pembinaan atlet sepak bola daerah.

"Alhamdulillah peserta tahun ini sangat banyak, U-13 diikuti 30 tim dan U-15 sebanyak 29 tim. Ini harus terus dipertahankan dan insyaAllah akan kita putar setiap tahun agar kita mengetahui bibit-bibit terbaik anak-anak Kabupaten Tangerang yang selama ini berlatih dan mempersiapkan diri di 29 kecamatan," ujar Bupati Maesyal

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen mendukung pengembangan olahraga, khususnya sepak bola, melalui penyediaan sarana dan kompetisi yang berjenjang.

"Ini merupakan upaya regenerasi pemain sepak bola. Dari kompetisi U-13 dan U-15 ini, ke depan mereka bisa naik ke Persita U-16, U-18, U-20 hingga menjadi pemain Persita senior bahkan pemain nasional. Yang penting pembinaan terus berjalan, kompetisi terus berlangsung dan dukungan orang tua tetap diberikan," ujarnya.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada para juara serta memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih gelar agar tidak putus asa, melainkan terus berlatih meningkatkan kemampuannya

"Kepada yang menjadi juara saya ucapkan selamat. Bagi yang belum mendapatkan kesempatan, jangan pernah lelah dan jangan pernah putus asa. Kalian masih muda dan memiliki banyak kesempatan untuk meraih prestasi di masa depan," pesannya. (Red)

Page 4 of 662
Go to top