Banten

Banten (7350)

BANTEN, lensafokus.id – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Banten, GS Ashok Kumar, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian kebijakan tersebut dilakukan secara bijak sehingga tidak menimbulkan stigma negatif terhadap industri perhotelan, khususnya terkait aktivitas rapat dan kegiatan pemerintahan di hotel.

Menurut Ashok, efisiensi anggaran merupakan langkah positif dalam memperkuat pengelolaan keuangan negara. Ia mendukung upaya pemerintah melakukan penataan internal dan penghematan anggaran melalui optimalisasi pemanfaatan fasilitas kantor kementerian maupun pemerintah daerah.

“Kami sangat mendukung komitmen pemerintah dalam melakukan penataan internal dan penghematan Anggaran Negara melalui optimalisasi fasilitas kantor kementerian maupun pemerintah daerah,” ujar Ashok, Jumat (6/11/2026).

Meski demikian, Ashok berharap seluruh pihak, khususnya regulator, dapat lebih berhati-hati dalam memilih istilah ketika menyampaikan kebijakan efisiensi. Menurutnya, penggunaan bahasa yang kurang tepat berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap sektor akomodasi formal yang selama ini menjalankan kegiatan usaha secara legal.

“Kami hanya berharap, bahasa yang digunakan bisa lebih bijak dan berkeadilan, agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap sektor akomodasi formal industri jasa perhotelan,” katanya.

Ashok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pusat Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Perkumpulan Urang Banten, Ketua Dewan Pembina Utama IKEI Pusat, serta Koordinator Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat PHRI tersebut menilai penyebutan industri perhotelan secara spesifik sebagai simbol pemborosan anggaran kurang mencerminkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian.

“Industri perhotelan saat ini telah bertransformasi secara masif demi mendukung program-program strategis nasional. Ini bukan sektor komoditas yang negatif,” tegasnya.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk transformasi industri perhotelan adalah penerapan sertifikasi halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada berbagai lini usaha, mulai dari fasilitas dapur, restoran, hingga manajemen pelayanan.

“Ini bukti komitmen kami untuk menyediakan ekosistem jasa yang bersih, aman, dan patuh terhadap syariat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ashok mengingatkan bahwa industri perhotelan memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Sektor ini tidak hanya melibatkan karyawan hotel, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok kebutuhan operasional, hingga petani lokal yang memasok bahan pangan.

Menurutnya, aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di hotel juga memberikan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung. Selain menggerakkan rantai pasok, kegiatan tersebut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah dan berbagai aktivitas usaha pendukung.

“Kegiatan MICE di hotel itu perputarannya langsung terasa. Dari MICE, ada kontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah melalui pajak hotel dan restoran. Belum lagi pajak-pajak lainnya, seperti pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak hiburan, dan seterusnya,” jelasnya.

Ashok menambahkan, operasional satu hotel melibatkan banyak komponen usaha yang saling berkaitan. Mulai dari pemasok gula, teh, kopi, perlengkapan kebersihan, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya. Karena itu, dampak ekonomi dari aktivitas perhotelan tidak hanya dirasakan oleh pengelola hotel, tetapi juga berbagai sektor pendukung.

“Satu hotel saja ada lebih dari 125 komponen multiplier effect. Dari pemasok gula, teh, kopi, sabun, sampo, odol, masih panjang lagi seterusnya,” pungkas Ashok, yang juga merupakan Founder 7P dan 5C Sustainable Hospitality Management.

Ia berharap evaluasi internal pemerintah terhadap penggunaan anggaran dapat tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan pengawasan, tanpa mengabaikan kontribusi industri perhotelan terhadap perekonomian dan lapangan kerja.

Menutup pernyataannya, Ashok menyampaikan pesan kepada seluruh pelaku industri perhotelan agar tetap menjaga optimisme dan memberikan pelayanan terbaik.

“And do it with smile. As always, we are at your service.” (C2P)

SERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil meraih Predikat Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, pada Kamis (5/11/2026).

Anugerah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada badan publik yang dinilai berhasil menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan acara dan mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi sebagai kebutuhan tata kelola pemerintahan modern yang bersih dan transparan.

“Keterbukaan informasi bukanlah sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang modern," tutur Andra Soni.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, bersyukur atas penghargaan keterbukaan informasi yang diraih, yang dinilai sebagai bukti nyata komitmen Pemkab Tangerang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini Pemkab Tangerang mendapatkan penghargaan kategori Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Banten,” ujar Mayang.

Lebih lanjut, Mayang menjelaskan bahwa Diskominfo Kabupaten Tangerang terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi publik melalui berbagai kanal resmi. Salah satunya dengan mengembangkan website yang berisi beragam data dan layanan informasi.

“Kami telah menyediakan website yang berisi banyak informasi publik agar masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya. Dengan begitu, layanan kepada masyarakat juga bisa semakin optimal,” jelasnya.

Selain pengelolaan informasi berbasis digital, Pemkab Tangerang juga mendorong partisipasi aktif seluruh perangkat daerah untuk terbuka dalam memberikan informasi publik, sehingga setiap kebijakan dan kegiatan pemerintah dapat diketahui masyarakat secara transparan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong perangkat daerah agar lebih terbuka dan berinovasi, supaya masyarakat dapat semakin mudah mengakses informasi dari berbagai sektor,” tuturnya.

Mayang menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi antarperangkat daerah agar sistem keterbukaan informasi di Kabupaten Tangerang semakin terintegrasi dan efisien. Ia juga berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja di tahun mendatang.

“Harapannya tentu bisa juara satu tahun depan. Kami akan terus berusaha agar pelayanan informasi publik di Kabupaten Tangerang semakin baik,” kata Mayang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar acara penganugerahan Corporate Social Responsibility (CSR) Award Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Lemo Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (05/11/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP).

Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Nomor 1100 tanggal 21 Oktober 2026 setelah melalui serangkaian proses pengusulan, verifikasi administrasi, dan penilaian oleh tim khusus. Program CSR dari berbagai perusahaan ini dinilai selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang dan mencakup berbagai bidang penting seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan upaya dari pemerintah semata. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama sektor dunia usaha dan elemen masyarakat, guna mengoptimalkan potensi serta mempercepat kemajuan daerah.

"Pembangunan Daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan, partisipasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan program CSR/TJSLP memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kualitas pelayanan publik," ungkap Moch. Maesyal Rasyid dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa penganugerahan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi perusahaan-perusahaan untuk terus berinovasi dalam merancang program-program yang tepat sasaran. Ia juga menyoroti bahwa esensi dari pembangunan yang sejati adalah ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung secara nyata oleh masyarakat luas, bukan sekadar melihat pada besaran anggaran yang dikeluarkan.

"Saya berharap penghargaan berupa piagam dan trofi CSR Award ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan program CSR di masa mendatang. Keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Pada tahun 2026 ini, terdapat 30 perusahaan dan instansi yang menerima penghargaan CSR Award, di mana masing-masing perusahaan tersebut juga terdata berkontribusi dalam dukungan Beasiswa S1 50% dan Beasiswa S2 50%. Berikut adalah daftar 30 penerima penghargaan tersebut:

1. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk

2. Sinar Mas Land

3. Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang

4. PT. Angkasa Pura Indonesia

5. PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk

6. PT. Marga Mandalasakti

7. PT. Paramount Enterprise Internasional

8. PT. PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar

9. PT. Adis Dimension Footwear

10. PT. Torabika Eka Semesta

11. PT. Bank Bjb Cabang Kabupaten Tangerang, Tbk

12. PT. Alam Sutera Reality

13. PT. Paragon Technology and Innovation

14. PT. Mayora Indah, Tbk

15. PT. Serpong Cipta Cahaya

16. PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk

17. PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk

18. PT. YKK AP Indonesia

19. PT. EDS Manufacturing Indonesia

20. PT. Doulton Indonesia

21. PT. Aetra Air Tangerang

22. PT. Serpong Cipta Kreasi

23. PT. LG Electronics Indonesia

24. PT. Batavia Alumindo Industri

25. PT. Ciputra Residence

26. PT. Surya Toto Indonesia, Tbk

27. PT. Hansung Fiber

28. PT. Indomarco Prismatama

29. PT. Savoria Kreasi Rasa

30. Swiss German University

Melalui momentum apresiasi ini, Pemkab Tangerang berharap kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat terus terjalin erat dan berkesinambungan. Dengan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan program-program CSR yang berjalan akan terus membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Kota Tangerang menurunkan kekuatan besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026. Sebanyak 1.739 personel disiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Tangerang yang akan berlaga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan rumah.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.261 atlet dan 478 ofisial yang akan berjuang dalam 59 cabang olahraga (cabor). Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam mendorong pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah di tingkat Provinsi Banten.

Dari total 478 personel pendukung, sebanyak 60 orang bertugas sebagai manajer cabang olahraga, 111 ofisial, 136 pelatih, 147 asisten pelatih, serta 24 pelatih fisik. Seluruh unsur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan dan performa atlet selama mengikuti pertandingan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan besarnya kekuatan kontingen menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi PORPROV VII Banten 2026.

Menurutnya, kesiapan kontingen tidak hanya ditentukan oleh jumlah atlet yang bertanding, tetapi juga dukungan para pendamping yang bertugas memastikan kebutuhan dan persiapan atlet berjalan optimal.

“Keikutsertaan Kota Tangerang dalam 59 cabang olahraga menunjukkan keseriusan daerah dalam mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga,” tegas Kaonang.

Ia berharap seluruh anggota kontingen dapat menjaga semangat, disiplin, kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

“Target kita tentu mempertahankan gelar juara umum, tetapi yang tidak kalah penting adalah memberikan penampilan terbaik dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kota Tangerang,” tambahnya.

Kaonang juga menjelaskan bahwa Pemkot Tangerang terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan atlet melalui pendampingan setiap cabang olahraga oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan umum daerah (Perumda) yang berperan sebagai Bapak Asuh Cabor.

“Besarnya jumlah personel pendukung menunjukkan bahwa perjuangan atlet tidak berjalan sendiri. Manajer, ofisial, pelatih, asisten pelatih, dan pelatih fisik memiliki peran masing-masing dalam memastikan kesiapan, pendampingan, serta kebutuhan atlet selama mengikuti pertandingan,” jelasnya. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menegaskan ambisi besar untuk merebut kembali gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Sebanyak 1.710 personel kontingen resmi dikukuhkan dan dilepas untuk berjuang membawa nama Kabupaten Tangerang di ajang olahraga terbesar tingkat Provinsi Banten tersebut.

Pengukuhan dan pelepasan kontingen berlangsung di GOR Indoor Sport Center, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Ketua KONI Kabupaten Tangerang, Forkopimda, jajaran pejabat Pemkab Tangerang, atlet, pelatih, serta pengurus cabang olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan optimisme sekaligus kebanggaannya terhadap semangat dan kekompakan seluruh kontingen yang akan berlaga di Porprov VII Banten 2026.

Menurutnya, kesiapan para atlet dan seluruh unsur pendukung menjadi modal penting dalam mewujudkan target prestasi sekaligus mengembalikan kejayaan Kabupaten Tangerang di pentas olahraga provinsi.

“Para atlet telah menyatakan kesiapan dan semangat yang tinggi untuk berjuang sekaligus merebut kembali gelar juara umum pada Porprov tahun 2026 ini,” ujar Maesyal Rasyid.

Bupati Maesyal mengungkapkan, total kontingen Kabupaten Tangerang yang dikukuhkan mencapai 1.710 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.053 atlet, serta jajaran pelatih dan official yang akan mendampingi perjuangan para atlet di berbagai cabang olahraga.

Ia menilai, keberhasilan meraih prestasi tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet di arena pertandingan, tetapi juga membutuhkan dukungan, pembinaan, disiplin, dan kekompakan seluruh elemen yang terlibat.

Maesyal juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, termasuk insan pers dan jurnalis, untuk turut memberikan doa serta dukungan moral kepada para atlet yang akan berjuang membawa nama daerah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, termasuk insan pers dan jurnalis, untuk bersama-sama memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada seluruh atlet agar dapat bertanding dengan maksimal, sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan, serta senantiasa diberikan kesehatan dan kondisi prima,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan prestasi para atlet, Pemkab Tangerang bersama masyarakat juga telah menyiapkan bonus bagi kontingen yang berhasil meraih medali.

Besaran bonus nantinya akan disesuaikan dengan capaian prestasi masing-masing atlet. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal dan mempersembahkan hasil terbaik.

Bupati Maesyal menegaskan bahwa seluruh atlet harus menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengedepankan disiplin dan semangat juang selama mengikuti pertandingan.

“Saya harap seluruh atlet dapat menjaga kekompakan, sportivitas, disiplin, dan semangat juang selama mengikuti pertandingan sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang,” harapnya. (Asp)

JAKARTA, lensafokus.id - Fenomena krisis etika di ruang digital kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya sebuah konten media sosial yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji seorang anak terhadap pahlawan nasional, Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution. 

Insiden ini memantik keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan yang menilai perlunya pembenahan moral dan literasi digital sejak dini.

Salah satunya tanggapan dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor, Tanto Sudiro.

Dirinya, menyatakan bahwa hal tersebut adalah suatu hal yang tidak pantas dilakukan terhadap siapapun yang telah meninggal dunia termasuk kepada seorang Jenderal Besar dan Pahlawan Nasional.

"Saya sangat prihatin dengan adanya insiden itu, untuk itu perlunya pembenahan moral dan
pentingnya literasi digital berbasis Pancasila sejak dini," ujarnya.

Menurutnya, bagi seorang anak kecil, hal ini tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab orang tuanya. Anak seusia tersebut umumnya belum mampu berinisiatif untuk melakukan hal-hal tercela seperti itu tanpa ada yang mengarahkan, terlebih untuk menyebarkan video tersebut melalui media sosial.

"Kita yang menganut adat ketimuran memandang orang tua adalah cerminan anak-anaknya. Kejadian ini menjadi momentum pentingnya pendidikan sejarah, penghormatan kepada Pahlawan Bangsa dan bimbingan serta pengawasan orang tua dalam menggunakan media sosial," katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, dirinya sebagai Ketua Umum dan seluruh pimpinan serta anggota Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor mengimbau dan mengajak Instansi Pemerintah, para orang tua, guru, organisasi pemuda serta masyarakat umum untuk bersama-sama mengangkat kembali nilai-nilai Luhur yang hingga saat ini terus dilanjutkan oleh Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor. (Red)

Page 2 of 735
Go to top