Banten

Banten (6618)

LEBAK, lensafokus.id – Penangkapan sejumlah terduga pelaku pembegalan benih bening lobster (benur) yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lebak beberapa waktu lalu menuai perhatian publik. Pasalnya, hingga kini perkembangan dan kelanjutan proses hukum terhadap para pelaku belum diketahui secara jelas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para terduga pelaku telah diamankan oleh aparat kepolisian setelah dilakukan penangkapan di wilayah hukum Kabupaten Lebak. Namun, masyarakat mempertanyakan sejauh mana penanganan perkara tersebut berjalan.

“Beberapa minggu yang lalu ada penangkapan terhadap pelaku pembegalan benur di wilayah hukum Polres Lebak. Tapi proses kelanjutannya sampai sejauh mana, itu yang belum diketahui,” ujar salah satu sumber kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Menurut sumber tersebut, para terduga pelaku dikabarkan telah dibawa dan diamankan di Mapolres Lebak untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Setahu saya para pelaku sudah diamankan di Mapolres Lebak. Namun untuk perkembangan kasusnya, tentu harus ditanyakan langsung kepada pihak kepolisian,” katanya.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada pihak Polres Lebak belum membuahkan hasil. Sejumlah pejabat yang berwenang memberikan keterangan diketahui sedang berada di Markas Polda Banten sehingga belum dapat dimintai penjelasan terkait perkembangan kasus tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Banten, Maruli Ahiles Hutapea, menyarankan agar informasi terkait penanganan perkara tersebut ditanyakan langsung kepada jajaran kepolisian setempat.

“Berkenan ke Polsek atau Polres setempat ya,” ujar Maruli singkat. (C2p)

LEBAK, lensafokus.id – Aktivitas pertambangan pasir kuarsa milik PT Mitra Jaya Minning (MJM) di Desa Ciginggang, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan. Perusahaan tambang tersebut disebut belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), fasilitas penting yang berfungsi mengelola limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Bidang AMDAL pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Wawan Wahyudi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (2/6/2026).

“PT MJM tidak memiliki IPAL. Kami akan cek apakah limbah domestiknya ada kerja sama dengan pihak ketiga,” kata Wawan.

Pernyataan tersebut menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat terkait pengelolaan limbah di lokasi tambang pasir kuarsa yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lebak tersebut.

Sejumlah warga dan pemerhati lingkungan menilai keberadaan IPAL sangat penting untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Pasalnya, limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi harus melalui pengolahan terlebih dahulu agar tidak berdampak terhadap kualitas tanah maupun sumber air di sekitar lokasi tambang.

IPAL sendiri merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem pengelolaan lingkungan yang bertujuan mengurangi kadar pencemar sebelum air limbah dilepas ke lingkungan. Dalam sektor pertambangan, fasilitas ini memiliki peran strategis untuk mengendalikan dampak lingkungan dari aktivitas operasional perusahaan.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam kewajiban perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup.

Sorotan terhadap PT MJM juga datang dari kalangan pemerhati lingkungan Kabupaten Lebak. Salah satunya disampaikan oleh Ewok yang menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

“Saat ini terjawab sudah, PT MJM tidak memiliki IPAL. Tentu hal ini harus menjadi perhatian serius karena setiap aktivitas pertambangan wajib memperhatikan aspek lingkungan dan melengkapi perizinan yang dibutuhkan, termasuk terkait pengelolaan limbah,” ujar Ewok.

Ia mendesak Pemerintah Provinsi Banten melalui instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan tersebut guna memastikan seluruh ketentuan lingkungan telah dipenuhi.

“Kami meminta Pemprov Banten mengambil langkah tegas dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan PT MJM karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” tegasnya.

Menurut Ewok, keberadaan IPAL sangat vital dalam industri pertambangan karena berfungsi mengolah air limbah yang berpotensi mengandung material pencemar sebelum dilepas ke lingkungan.

“Proses penambangan sering menghasilkan air yang bersifat asam dan mengandung unsur-unsur tertentu. Karena itu, keberadaan IPAL menjadi sangat penting untuk membantu proses pengolahan dan pengendalian kualitas air sebelum dibuang,” katanya. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menghadiri acara peresmian rehab panti asuhan Pondok Pesantren Darussalamah Assalimah Kecamatan Legok yang dilakukan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faizal Rizal bersama jajaran Dandim dan Kasrem, Senin (01/06/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Korem 052/Wijayakrama dan seluruh jajarannya atas kepedulian dan partisipasi aktifnya dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang sarana ibadah

"Kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Danrem, Pak Jenderal, beserta Pak Dandim dan Pak Kasrem yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap sarana ibadah di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan jajaran TNI dan Polri dalam menyukseskan program pembangunan daerah, khususnya program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan sarana keagamaan.

"Ini adalah bentuk sinergi dan kolaborasi bersama. TNI tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga memberikan bantuan sosial berupa sembako dan perlengkapan asrama seperti kasur untuk para santri. lni juga bukti nyata bahwa TNI betul-betul hadir, memperhatikan masyarakat, dan menyentuh langsung kebutuhan pokok di wilayah kita," ungkapnya

Ia memandaskan bahwa langkah nyata Korem 052/Wijayakrama tersebut sangat sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang secara rutin setiap tahunnya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sanitasi pondok pesantren (Sanitren).

"Mulai tahun anggaran mendatang, Pemkab Tangerang akan menambah porsi bantuan tersebut. Tidak hanya berfokus pada sanitasi, pemerintah daerah juga akan menganggarkan pembangunan fisik asrama pondok pesantren bagi yang memiliki kesiapan lahan," jelasnya

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa kolaborasi dan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah tersebut merupakan bentuk penjabaran dan pelaksanaan nyata dari Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Perhatian dan kepedulian yang besar terhadap pondok pesantren dan sarana pendidikan merupakan pondasi utama dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Bapak Presiden Prabowo terus konsisten memperhatikan masyarakat bawah. Melalui peningkatan sarana pesantren ini, kita sedang membangun SDM yang memiliki dua topangan utama yaitu pondasi pendidikan agama yang kuat dan pendidikan umum yang bermutu. Supaya barudak urang pada pinter engkena (supaya anak-anak kita pintar semua kedepannya)," tambahnya.

Ia juga menjabarkan bahwa program-program pusat lainnya seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, ketahanan pangan, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan terus dikawal secara bersama-sama melalui kolaborasi harmonis antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan unsur masyarakat.

Di akhir sambutannya, Moch. Maesyal Rasyid mengucapkan selamat kepada pimpinan Pondok Pesantren Darussalamah Asalim agar fasilitas asrama, sanitasi, yang telah disediakan oleh jajaran TNI ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya demi kenyamanan ibadah dan belajar para santri. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (01/06/26).

Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen daerah lainnya.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, semangat kebangsaan harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi energi bersama dalam memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Tangerang,” tegas Bupati Maesyal.

Lanjut dia, kehadiran jajaran Forkopimda, ASN, TNI, dan Polri dalam upacara tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila masih menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut harus terus dikumandangkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita semua menjalankan amanah dari Pemerintah Pusat dengan memastikan nilai-nilai dan norma-norma Pancasila terus dikumandangkan di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.

“Sebagaimana kita tahu bahwa Pancasila adalah dasar negara dan pegangan hidup kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Upaya yang terus menerus dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya di Kabupaten Tangerang, sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberagaman yang ada di Kabupaten Tangerang harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan. Nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati perlu terus dijaga agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan kondusif.

“Dengan Pancasila, kita hidup, duduk, berdiri dan juga menjalankan tugas bersama-sama. Dengan nilai-nilai Pancasila, kita pelihara, kita abadikan. Nilai-nilai Pancasila untuk toleransi juga terus kita kedepankan,” tegasnya.

Bupati Maesyal juga menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam pelayanan publik yang semakin baik. Dia juga tidak menutup mata bahwa Pemkab Tangerang masih memiliki berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menjawab harapan masyarakat.

“Pastinya, banyak PR yang harus kita kerjakan sebagai implementasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila terhadap kepentingan harapan masyarakat Kabupaten Tangerang. Untuk itu, kita jalankan dan kita tingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, serta kapasitas kita sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Ahmad Yani, Minggu (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, serta diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB tersebut diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang. Suasana penuh semangat kebangsaan terasa sejak awal pelaksanaan upacara hingga rangkaian acara berakhir.

Dalam amanatnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sachrudin di hadapan peserta upacara.

Ia menambahkan, nilai-nilai luhur Pancasila harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan, terutama di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

IMG 20260601 WA0101

Turut hadir dalam upacara tersebut unsur Forkopimda Kota Tangerang, di antaranya Kapolres Metro Tangerang Kota, Dandim 0506/Tangerang, Ketua DPRD Kota Tangerang beserta anggota, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, serta Ketua Pengadilan Negeri Tangerang.

Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Kota Tangerang, para asisten daerah, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, ASN, personel TNI/Polri, pelajar, serta berbagai organisasi kemasyarakatan se-Kota Tangerang.

Rangkaian upacara berlangsung dengan penuh khidmat, mulai dari pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, hingga doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan untuk kemajuan bangsa.

Usai pelaksanaan upacara, Wali Kota Tangerang bersama jajaran Forkopimda menyalami para peserta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kekompakan seluruh unsur pemerintah serta masyarakat dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

Pada kesempatan tersebut, Sachrudin juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat Kota Tangerang untuk terus menjadikan Pancasila sebagai “rumah besar” yang mempersatukan keberagaman.

“Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita optimistis pembangunan Kota Tangerang yang inklusif, maju, dan berkeadaban dapat terus terwujud demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” katanya.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ditutup dengan sesi foto bersama dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Lapangan Ahmad Yani yang menjadi lokasi kegiatan kembali menegaskan perannya sebagai pusat pelaksanaan kegiatan kenegaraan dan kebangsaan di Kota Tangerang. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke 118 yang mengusung tema "IDI Berkemajuan, Bangsa Sehat dan Sejahtera", Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Sentra Mulia Jaya Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Wilayah Banten menggelar aksi kemanusiaan.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial Operasi Mata Katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang pada Minggu, 31/05/2026.

Kegiatan Baksos ini ditujukan bagi penderita katarak yang masuk dalam kriteria Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Desil 1 sampai 5. Pada pelaksanaan kali ini, tercatat sebanyak 66 pasien katarak hadir untuk mendapatkan tindakan medis.

Kepala Sentra Mulia Jaya Jakarta, Siti Indriasari Oktaviana, menjelaskan bahwa operasi katarak ini merupakan bagian dari wujud nyata kepedulian sosial pemerintah pusat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah demi menyejahterakan masyarakat.

"Kegiatan sosial ini sangat beragam, dan khusus operasi katarak, kami bekerja sama erat dengan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang untuk menyaring penerima manfaat yang tepat sasaran, dari Desil 1 hingga Desil 5, yang membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN," ujar Siti Indriasari.

Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Endang Widyastiwi, menyampaikan kesiapan penuh pihak rumah sakit dalam memfasilitasi bakti sosial ini. Pihak RSUD menyediakan empat kamar operasi dan mengerahkan tim dokter spesialis mata serta perawat mata dengan kapasitas ruangan sekitar 80 pasien.

RSUD Kabupaten Tangerang juga tetap membuka pelayanan pada hari libur untuk melakukan pemeriksaan pasca operasi (post operative care) guna memastikan kondisi pasien pasca-tindakan dalam keadaan baik dan sehat.

Sementara itu, Ketua Perdami Banten, Dr. Darmawan M Sophian, menyatakan bahwa bakti sosial ini merupakan komitmen berkelanjutan Perdami untuk memberantas kebutaan akibat katarak di wilayah Banten. Dalam operasi kali ini, tim medis menggunakan teknologi terbaru yang meminimalisir sayatan dan mempercepat proses penyembuhan pasien.

"Pada operasi kali ini, kami menggunakan teknik Phacoemulsification (fakoemulsifikasi). Teknik ini merupakan metode operasi modern dengan luka minimal, tanpa jahitan yang menyulitkan, proses tindakan yang cepat, serta masa penyembuhan yang jauh lebih singkat. Hal ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup para pasien secara signifikan agar mereka bisa kembali melihat dengan jelas dan mandiri," jelas Darmawan.

Ia juga menambahkan bahwa Perdami Banten menurunkan lebih dari 10 dokter spesialis mata untuk memastikan kelancaran bakti sosial ini. Seluruh pasien yang telah menjalani operasi akan mendapatkan pengawasan medis berkala, dimulai dari pemeriksaan H+1 pasca operasi di RSUD, hingga pemeriksaan H+7 yang akan diarahkan ke fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat dari domisili masing-masing pasien.

Sebagai bentuk perhatian lebih, Kemensos juga memberikan bingkisan bagi para pasien yang pulang setelah dinyatakan stabil oleh tim dokter.

Kesan mendalam turut dirasakan oleh para penerima manfaat. Sopian, salah satu pasien asal Kecamatan Cisoka, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas terselenggaranya program ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan operasi gratis ini.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali dengan adanya operasi katarak gratis ini. Selama ini penglihatan saya sudah sangat terganggu untuk beraktivitas. Alhamdulillah, pelayanannya cepat, dokternya ramah, dan semuanya gratis tanpa biaya. Program ini benar-benar membantu masyarakat kecil seperti kami," ungkap Sopian usai menjalani tindakan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, H. Aziz Gunawan, mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan koordinasi lintas sektor dan mengapresiasi kolaborasi ini. Kerja sama tersebut telah menggerakkan seluruh elemen mulai dari tingkat camat, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para pendamping, sehingga pelaksanaan bakti sosial ini berjalan sukses, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan di 29 kecamatan se Kabupaten Tangerang. (Red)

Page 9 of 662
Go to top