KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Ribuan pencari kerja (pencaker) memadati kegiatan Gebyar Rekrutmen Kerja yang digelar di Tangerang Convention Center (TCC) Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengatakan Gebyar Rekrutmen Kerja merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pekerjaan bagi masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan program unggulan 3G, khususnya Gampang Kerja.
“Kami membuka Gebyar Rekrutmen Kerja untuk mendorong program unggulan 3G, Gampang Kerja bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. Antusiasnya sangat luar biasa, data terakhir ada 3.239 pencaker yang menjalani seleksi dari 7.678 orang yang melamar lewat aplikasi Tangerang LIVE,” ujar Sachrudin, Rabu (21/10/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menyediakan 1.267 lowongan pekerjaan dari 25 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.
Menurut Ujang, Gebyar Rekrutmen Kerja kali ini memiliki mekanisme berbeda dibandingkan bursa kerja pada umumnya. Para pelamar tidak hanya menyerahkan berkas lamaran, tetapi juga dapat mengikuti tahapan seleksi secara langsung di lokasi kegiatan.
“Gebyar ini berbeda dari job fair biasanya, jadi ribuan peserta yang hadir di sini tidak hanya melamar, melainkan langsung melakukan seleksi di tempat. Ada yang tes psikologi, tes kompetensi, sampai walk-in interview, bahkan ada yang langsung diumumkan hasilnya hari ini juga,” jelas Ujang.
Pelaksanaan seleksi langsung tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perekrutan dan mempertemukan perusahaan dengan kandidat yang sesuai kebutuhan. Bagi pencari kerja, kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk mengakses beragam lowongan dalam satu lokasi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pencari kerja yang mengikuti proses seleksi. Salah satunya Fahrur Rozi (25), warga Kecamatan Jatiuwung, yang mengaku terbantu dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang adanya acara seperti ini karena bisa mencoba melamar pekerjaan langsung, lowongannya ada banyak, dari kualifikasi lulusan SD sampai S1 semuanya ada. Apalagi prosesnya juga tidak ribet dan cepat,” ungkap Fahrur. (Sumarna)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Wali Kota Tangerang H. Sachrudin turut memperagakan gerakan pencak silat bersama ribuan pelajar dalam Gebyar Silat Benteng Pelajar Kota Tangerang Tahun 2026 di Stadion Benteng Reborn, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan sekitar 5.000 atlet pencak silat tingkat pelajar tersebut menampilkan Jurus Silat Benteng secara kolosal. Para pesilat, mulai dari anak-anak hingga remaja, tampil serempak memperagakan beragam jurus dan ketangkasan di hadapan jajaran Pemerintah Kota Tangerang dan para undangan.
Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan turut menyaksikan kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah. Suasana stadion pun dipenuhi semangat para pelajar yang menunjukkan kemampuan sekaligus kecintaan mereka terhadap seni bela diri tradisional Indonesia.
Sachrudin mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Silat Benteng Pelajar. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana membentuk karakter, kedisiplinan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental generasi muda.
“Tentunya selain melestarikan seni budaya luhur bangsa, silat ini membina mentalitas, karakter pantang menyerah, serta kedisiplinan para siswa. Maka memasyarakatkan dan membumikan silat di tengah pelajar ini harus terus kita upayakan,” ujar Sachrudin.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen mendukung pembinaan dan pengembangan atlet pencak silat sejak usia dini. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
“Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi warisan budaya yang harus kita banggakan. Melalui pembinaan yang terstruktur di tingkat pelajar, kita tidak hanya mencetak calon juara, tetapi juga membentengi anak-anak kita dengan kegiatan yang bernilai positif,” tuturnya.
Sachrudin berharap pengalaman mengikuti kegiatan berskala besar tersebut dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelajar, sekaligus memotivasi mereka untuk terus berlatih dan mengembangkan potensi di bidang olahraga pencak silat.
“Semoga ini menjadi pengalaman besar bagi mereka, menjadi bagian dari kebanggaan diri, orang tua, sekolah dan juga Kota Tangerang,” pungkasnya. (Sumarna)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang secara resmi membuka kegiatan Penguatan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kota Tangerang yang berlangsung di GOR Puri Beta, Kecamatan Larangan, Selasa (20/10/26).
Acara yang dihadiri oleh pengurus ormas, akademisi, tokoh masyarakat, serta jajaran pemuda dari berbagai wilayah ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas, kemandirian dan peran strategis ormas dalam pembangunan daerah.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang Wawan Fauzi, menekankan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan ini agar tidak berhenti sekadar pada penyampaian materi, melainkan terwujud dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar penyampaian materi, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata. Mari kita bangun ormas yang kuat kelembagaannya, mandiri secara ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tegas Wawan.
Selain dorongan kemandirian ekonomi, Wawan juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif.
"Kehadiran ormas diharapkan dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam mengawal pesta demokrasi agar berjalan damai dan lancar," pungkasnya.
Kesbangpol Kota Tangerang berharap, seluruh elemen ormas dapat terus bersinergi, produktif dan berdaya saing demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus berkomitmen menekan serta memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi deteksi dini dan penanganan kasus kekerasan secara berkelanjutan bersama narasumber berskala nasional hingga internasional yang berlangsung di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Selasa (20/10/26).
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menyampaikan, sosialisasi ini merupakan agenda rutin Pemkot Tangerang yang menyasar berbagai lapisan masyarakat Mulai dari lingkungan sekolah, universitas, kelompok masyarakat, hingga organisasi mitra seperti PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).
"Setiap momen dan event selalu kami manfaatkan untuk menyampaikan pentingnya deteksi dini pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami ingin memastikan masyarakat Kota Tangerang tahu ke mana harus melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan," ujar Tihar.
Masyarakat Kota Tangerang yang ingin melapor dapat langsung datang ke UPTD PPA di Gedung Nyimas Melati atau memanfaatkan aplikasi percepatan pelayanan publik seperti Silacak Perak.
Dalam sosialisasi kali ini, DP3AP2KB menggandeng ECPAT Indonesia (Ending Child Sexual Exploitation), sebuah NGO internasional yang berfokus pada penghapusan eksploitasi seksual anak dan perlindungan perempuan.
Narasumber dari ECPAT Indonesia Maria Yohanista Djou menjelaskan, materi yang dibawakan mencakup dua topik utama, yaitu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penggerak yang tidak menghakimi korban.
"Korban kekerasan sering kali ragu melapor karena takut akan stigma sosial dan rasa malu. Oleh karena itu, masyarakat atau pendamping harus memberikan rasa aman, mendengarkan tanpa memotong, mengapresiasi keberanian korban, serta memberikan pilihan-pilihan langkah hukum maupun psikologis yang transparan," jelas Maria.
Ia juga mengapresiasi inovasi Pemkot Tangerang dalam membentuk kelompok kader di tingkat bawah dan kanal pelaporan yang mudah diakses.
"Meningkatnya jumlah laporan bukan berarti Kota Tangerang memburuk, melainkan mengindikasikan tingginya kesadaran masyarakat yang kini berani bersuara dan tahu ke mana harus mencari bantuan," tegasnya.
Di tingkat operasional, Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kota Tangerang memastikan kesiapan penuh dalam merespons aduan masyarakat.
Koordinator Satgas PPA Wilayah Timur, Soimah mengungkapkan, pihaknya siap memberikan pendampingan penanganan kasus, baik yang masuk melalui kontak pribadi Satgas, aplikasi Silacak Perak, maupun layanan darurat Laksa 112 dan SAPA 129.
"Dalam satu hari, warga yang datang ke kantor bisa mencapai 4 hingga 5 laporan, belum termasuk aduan via telepon dan kanal darurat. Kami tidak hanya menangani kejadian di Kota Tangerang, tetapi juga membantu warga Kota Tangerang yang mengalami kasus di luar wilayah," tutur Soimah.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor, baik melalui Satgas di tingkat kecamatan maupun kader PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) di tingkat kelurahan.
"Semua layanan di UPTD PPA Kota Tangerang mulai dari pendampingan pelaporan ke kepolisian, proses visum, konsultasi dan layanan psikologi, hingga pendampingan hukum seluruhnya disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya," tuturnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, NGO dan penggerak masyarakat di tingkat tapak, Pemkot Tangerang berharap ruang aman bagi perempuan dan anak dapat terus terwujud secara optimal di seluruh wilayah Kota Tangerang. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mencatatkan berbagai capaian strategis dan sejumlah prestasi.
Langkah masif yang berfokus pada perlindungan, pemberdayaan perempuan, penanganan stunting, hingga bina keluarga lansia terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang secara signifikan.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengungkapkan, indeks pelayanan dan kualitas hidup masyarakat Kota Tangerang saat ini telah berada di atas rata-rata pencapaian tingkat provinsi maupun nasional.
"Kami mencatatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 67, melampaui target provinsi dan nasional yang dipatok pada angka 64. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesehatan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang terus mengalami peningkatan nyata," tegasnya.
Dalam dua tahun terakhir, DP3AP2KB Kota Tangerang sukses meraih sejumlah prestasi tingkat provinsi hingga nasional, seperti KLA Kategori Nindya, Juara 1 & 2 Lomba Keluarga Berkualitas Banten, Juara 1 Lomba Rumah Dataku, penghargaan Lomba TAMAS, serta apresiasi indeks pelayanan publik dari KPPPA dan BKKBN.
"Kami bermitra dengan PKK, DWP, dan Gabungan Organisasi Wanita di Kota Tangerang agar perempuan bisa setara gender dengan laki-laki untuk bisa memimpin, mengambil keputusan, serta menyampaikan pendapatnya," kata Tihar.
Melalui program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) yang diselenggarakan di 13 kecamatan, pembinaan tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas politik, sosial, dan budaya.
"Kami juga terus berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kepolisian dan Kejaksaan dalam upaya pencegahan serta advokasi hukum bagi perempuan dan anak," sambungnya.
Selain itu, program Bina Lansia melalui Sekolah Lansia menjadi salah satu inovasi unggulan DP3AP2KB Kota Tangerang yang telah mewisuda dua gelombang lulusan di seluruh kecamatan.
Mengusung kurikulum 7 dimensi kehidupan dan sistem pembelajaran secara bertahap (Standar 1 hingga 3), program ini melibatkan sinergi dari MUI, Kemenag, PKK, hingga relawan masyarakat melalui 12 kali pertemuan per semester.
"Lulusan dari Sekolah Lansia diharapkan menjadi agent of change di lingkungannya untuk mengajak para lansia lain tetap sehat, bahagia, berdaya guna, dan tidak merasa kesepian," paparnya.
Dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan, DP3AP2KB secara aktif berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Layanan kontrasepsi/KB (pil, suntik, dan metode lainnya) dilakukan secara masif melalui program roadshow di 13 kecamatan serta diselipkan pada momentum event resmi Kota Tangerang untuk menjangkau masyarakat secara luas.
"Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program strategis ini secara berkelanjutan (sustainable) demi mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang sehat, berdaya, dan sejahtera," tutup Tihar. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Gabungan Masyarakat Kebijakan Publik (GMPKP) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, di Tigaraksa, Senin (19/10/2026). Aksi tersebut dilakukan bersama puluhan petani yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan air untuk kebutuhan pertanian akibat musim kemarau panjang.
Dalam aksi tersebut, para petani datang menggunakan kendaraan dan menyampaikan aspirasi terkait lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Kondisi itu membuat mereka kesulitan bercocok tanam karena pasokan air yang dibutuhkan untuk mengolah lahan tidak tersedia.
Massa aksi menilai DPKP Kabupaten Tangerang perlu menyiapkan langkah konkret untuk membantu petani menghadapi kekeringan. Mereka menyebut sejumlah upaya yang dapat dilakukan, di antaranya pembangunan sumur bor dan penyediaan pompa air untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian.
Nur Alam, yang bertindak sebagai orator dalam aksi tersebut, mengaku belum puas dengan jawaban Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Suhartono. Menurutnya, antisipasi terhadap kekeringan seharusnya direncanakan sejak awal agar petani tidak terus bergantung pada curah hujan.
Ia menilai kondisi kekeringan yang terjadi saat ini menunjukkan perlunya perencanaan dan langkah penanganan yang lebih matang dari pemerintah daerah, khususnya dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Sementara itu, aktivis Kabupaten Tangerang, Saidi, meminta Bupati Tangerang mengevaluasi Kepala DPKP. Ia menilai persoalan ketersediaan air bagi petani perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Saidi juga menyatakan GMPKP bersama para petani berencana kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka belum mendapat tindak lanjut.
Para petani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kekeringan, termasuk menyiapkan sarana penyediaan air agar kegiatan pertanian dapat kembali berjalan dan kerugian petani dapat ditekan. (War)