Banten

Banten (6438)

Lebak, lensafokus.id – Polemik yang sempat mencuat antara Bupati Lebak, Moch Hasbi Asydiki Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, akhirnya menemui titik terang. Keduanya sepakat berdamai demi kemajuan serta kemaslahatan masyarakat Kabupaten Lebak.

Langkah rekonsiliasi tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Hasbi yang mendatangi kediaman Wakil Bupati Amir Hamzah di Kampung Kapugeran, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (1/4/2026). Kunjungan itu turut didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Halson Nainggolan serta sejumlah kyai dan alim ulama.

IMG 20260401 WA0041

Juru bicara keluarga H. Mulyadi Jayabaya, Agus R Wisas, menyampaikan bahwa kedatangan Bupati merupakan bentuk keseriusan untuk kembali bersinergi dalam membangun Lebak ke depan.

Menurutnya, kedua pemimpin daerah sepakat untuk tidak lagi memperdebatkan persoalan masa lalu dan lebih fokus pada agenda pembangunan.

“Ini bentuk kedewasaan para pemimpin kita. Kita tidak perlu lagi membicarakan yang sudah-sudah, yang terpenting bagaimana Lebak ke depan bisa maju di bawah kepemimpinan Pak Hasbi dan Pak Amir,” ujar Agus, Rabu sore.

Hal senada disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Lebak, Muhammad Akbar. Ia membenarkan adanya kunjungan tersebut sebagai bagian dari silaturahmi.

“Iya benar, Pak Bupati tadi mendatangi kediaman Pak Wakil sekitar pukul 15.00,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Amir Hamzah memastikan bahwa dinamika yang terjadi sebelumnya, termasuk insiden dalam acara halal bihalal, telah diselesaikan secara baik.

“Sudah beres tadi, Pak Bupati sudah datang ke rumah dan meminta maaf,” ungkap Amir.

Anggota DPRD Kabupaten Lebak, Regen Abdul Haris, menyambut baik perdamaian tersebut. Ia menilai, kesepakatan antara kedua pimpinan daerah menjadi sinyal positif bagi stabilitas dan kelangsungan pembangunan di Lebak.

Menurutnya, rekonsiliasi ini diharapkan mampu meredam berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat serta mencegah munculnya isu-isu liar yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.

“Perdamaian ini menjadi semangat baru untuk bersama-sama membangun Lebak. Kita berharap tidak ada lagi polemik yang berkembang dan situasi tetap kondusif,” pungkasnya. (Cecep)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara halal bihalal yang digelar di Aula Lt. 3 RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (01/04/26).

Dalam sambutannya, Bupati maesyal Rasyid menekankan bahwa kegiatan halal bihalal bukan hanya bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi namun juga momentum untuk memperkuat sinergi dan produktifitas dalam melayani masyarakat

"Dengan silaturahmi ada tiga poin yang kita dapat. InsyaAllah yang pertama akan menambah persaudaraan, kedua pastinya akan nambah rezeki, ketiga insyaAllah juga panjang umur. Ini juga momentum bagi kita untuk semakin memperkuat sinergi dan produktifitas," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia mengapresiasi seluruh jajaran RSUD Kab. Tangerang atas prestasi dan kemajuan yang telah diraih selama ini sebagai wujud nyata peningkatan pelayanan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

"Rumah sakit di Kabupaten Tangerang sudah berkurang keluhannya. Ini merupakan salah satu wujud nyata bahwa kita mementingkan urusan orang lain terlebih dahulu dan senantiasa berbenah," ungkapnya

Selain mengapresiasi RSUD Kab. Tangerang, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh manajemen, dokter, tenaga medis dan pegawai atas dedikasi, ketulusan dan tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat

"Saya dengan bu wakil ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Tangerang dan rumah sakit lainnya yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya, mementingkan urusan umum mementingkan kesehatan orang lain dari pada dirinya," ucapnya

Dia juga memberikan pesan agar seluruh pegawai tanpa kecuali untuk terus semangat dan senantiasa mengedepankan sisi humanis, informatif dan solusi dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan

"Mari kita terus tingkatkan semangat dan motivasi kita untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya yang dirawat di sini supaya mereka pulang dengan penuh senyuman dan juga sehat," pintanya

Pihaknya memohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan yang dilakukan dan mendoakan agar para dokter, tenaga medis dan seluruh pegawai rumah sakit pemerintah dan Puskesmas dapat melayani masyarakat dengan profesional dan bertanggung jawab.

Kami atas nama pemerintah daerah sebagai pemilik sebagai yang bertanggung jawab seluruh teman-teman yang ada di RSUD, Puskesmas, Dinkes dan semuanya

"Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Ibu Wakil bersama Pak sekda, para asisten, para kepala OPD, dengan ketulusan keikhlasan, kami menyampaikan Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin. Kami mendoakan supaya para dokter dan seluruh jajarannya tetap semangat dan profesional serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya," pungkasnya

Sementara itu, Direktur RSUD Kab. Tangerang, dr. Endang Widyastiwi mengatakan bahwa kegiatan halal bi halal bukan hanya sekedar tradisi tapi juga sarana untuk saling memaafkan mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi.

"Sejalan dengan tema kegiatan tema Sinergi Tanpa Batas Mempererat Silaturahmi dan Tingkatkan Produktivitas, kami menekankan pentingnya kolaborasi komunikasi yang harmonis dan tentunya kerjasama yang solid, baik rumah sakit umum daerah maupun dengan seluruh pihak eksternal agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal dan profesional," ungkapnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Terobosan inspiratif datang dari Kepala Desa Bojongloa, Jusepta, yang menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor pertanian di wilayahnya. Pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Jusepta melakukan pengecekan langsung hasil panen perdana uji coba penanaman melon di Kampung Janur, Desa Bojongloa.

Hasilnya pun tak main-main. Uji coba tersebut berhasil menunjukkan capaian yang sangat memuaskan, bahkan melampaui standar umum hasil panen melon. Seluruh proses penanaman hingga panen dilakukan dengan pendanaan pribadi Jusepta yang mencapai hampir Rp80 juta, di atas lahan seluas kurang lebih 3.500 meter persegi.

Dalam proyek percontohan ini, terdapat dua varietas melon unggulan yang ditanam, yakni Melon Delon 65 dan Melon Madu Devina. Total sekitar 3.200 pohon melon berhasil dibudidayakan dengan hasil yang signifikan.

IMG 20260401 WA0010

Meski disebut sebagai tahap uji coba, hasil panen melon di Bojongloa ini justru melampaui ekspektasi. Bobot buah yang dihasilkan berkisar antara 2,8 hingga 3 kilogram per buah, jauh di atas standar rata-rata melon madu yang umumnya berada di kisaran 2,2 kilogram.

Misno, petani yang mengelola lahan tersebut, mengaku bangga dengan hasil yang dicapai. Menurutnya, kualitas melon yang dihasilkan kali ini termasuk kategori unggulan.

“Biasanya standar melon madu itu sekitar 2,2 kilogram. Alhamdulillah, sekarang bisa mencapai 2,8 sampai 3 kilogram per buah. Untuk varietas Madu Devina membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga panen, sedangkan Delon 65 sekitar dua setengah bulan,” jelasnya.

Jusepta menegaskan bahwa program ini bukan sekadar uji coba, melainkan langkah nyata untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada komoditas padi. Ia ingin membuka wawasan petani terhadap potensi besar dari tanaman hortikultura seperti buah-buahan.

“Ini murni dana pribadi saya untuk uji coba. Saya ingin masyarakat tidak hanya fokus pada penanaman padi saja. Ternyata buah-buahan seperti melon, semangka, dan lainnya bisa memberikan keuntungan yang lebih besar,” ungkap Jusepta.

Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada masyarakat agar berani mencoba hal baru tanpa takut gagal.

“Terus semangat dan jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” tambahnya.

Ke depan, Jusepta berencana melanjutkan uji coba dengan komoditas lain seperti semangka dan timun. Jika hasilnya konsisten berhasil, tidak menutup kemungkinan program tersebut akan dianggarkan melalui dana desa guna mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas.

Langkah inovatif yang dilakukan Kepala Desa Bojongloa ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi petani lokal melalui pengembangan komoditas bernilai jual tinggi di pasaran. (Mala)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Mengutip dari detik.com, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan harga BBM tidak akan mengalami kenaikan.

Sudah ada koordinasi antara pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi itu dilakukan agar setiap keputusan bisa diambil mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," tegas Prasetyo.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono menyampaikan, informasi yang beredar terkait kenaikan harga BBM telah diklarifikasi oleh pemerintah pusat. Berdasarkan rilis resmi, tidak ada penyesuaian harga BBM dalam waktu dekat.

“Pemerintah pusat sudah menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, kami turut mengimbau masyarakat Kota Tangerang untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” tegas Ruta, melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/26).

Ia juga menegaskan bahwa perilaku panic buying maupun penimbunan BBM justru dapat menimbulkan dampak negatif, termasuk potensi kelangkaan di lapangan serta risiko pelanggaran hukum.

”Selain itu, Pemkot Tangerang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait guna memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap berjalan lancar di wilayah Kota Tangerang,” katanya.

Masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta selalu mengacu pada sumber resmi agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang terpenting saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif. Tidak perlu panik, karena kondisi BBM masih aman dan stabil,” tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruara Sirait melakukan kunjungan ke sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah kelapa dua Pete, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berjalan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Senin (30/03/2026)

Dalam keterangannya, Maruara Sirait menjelaskan bahwa program BSPS merupakan bagian dari program bedah rumah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan bahwa program pembangunan 3 juta rumah terus bergulir secara berkesinambungan sejak tahun lalu hingga saat ini.

“Program ini bertujuan menekan angka masyarakat yang belum memiliki rumah. Dari data sebelumnya, angka tersebut terus ditekan secara signifikan,” ujar Maruara.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPR RI yang telah mendorong peningkatan anggaran sektor perumahan. Menurutnya, anggaran yang sebelumnya sebesar Rp150 triliun kini meningkat menjadi Rp200,3 triliun pada tahun 2026.

Lebih lanjut, Maruarar menegaskan bahwa peluncuran program BSPS dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Ia menilai program ini tidak hanya membantu masyarakat memiliki hunian layak, tetapi juga mendorong kemandirian melalui pengelolaan pembangunan secara swadaya.

Dalam kesempatan tersebut, Maruara juga mengapresiasi peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya kaum ibu, yang dinilai mampu bertahan dan menciptakan lapangan kerja di tengah berbagai tantangan ekonomi. Sebagai bentuk dukungan, ia menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada 10 pelaku UMKM berprestasi.

Ia turut meminta perbankan BUMN untuk terus mendorong kemajuan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, KUR dengan suku bunga rendah sekitar 0,5 persen per tahun sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha.

“Pinjaman KUR di bawah Rp100 juta bahkan tidak memerlukan agunan. Ini peluang yang harus dimanfaatkan masyarakat dibandingkan meminjam kepada rentenir dengan bunga tinggi,” tegasnya.

Selain itu, Maruara juga mengapresiasi kinerja para pengembang dan kontraktor yang telah berkontribusi dalam pembangunan ribuan rumah subsidi serta membuka lapangan kerja baru, sehingga membantu menekan angka pengangguran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa pihaknya terus menyediakan data akurat guna mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan. Ia menjelaskan bahwa data tersebut menjadi dasar dalam penentuan program, termasuk kategori masyarakat yang belum memiliki rumah (backlog) dan rumah tidak layak huni.

“Data ini penting agar intervensi pemerintah tepat sasaran, baik untuk masyarakat yang belum memiliki rumah maupun yang tinggal di hunian tidak layak,” jelas Amalia.

Amalia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, turut mengapresiasi program BSPS yang dinilai mampu membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian layak. Ia menyebutkan bahwa program tersebut memberikan dampak signifikan di wilayah Banten.

“Tahun lalu terdapat sekitar 1.500 unit rumah subsidi, dan tahun ini meningkat menjadi sekitar 2.500 unit. Khusus Kabupaten Tangerang, tercatat sebanyak 1.308 unit rumah,” ungkapnya.

Menurut Andra, program BSPS tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi warga yang akhirnya memiliki rumah sendiri.

“Memiliki rumah adalah impian banyak orang. Program ini benar-benar membantu masyarakat mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang mempertegas komitmennya dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal ini ditujukan saat Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid beserta Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam acara peluncuran bantuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Nasional Tahun Anggaran 2026, Senin (30/03/26).

Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Tangerang ini juga meresmikan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan serta Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang melibatkan kementerian PKP, BP Tapera, BRI, PNM, dan SMF.

Dalam keterangannya di hadapan awak media, Bupati Tangerang menyatakan bahwa program yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto inia selaras dengan visi pembangunan daerah di Kabupaten Tangerang.

"Alhamdulillah, program Bapak Presiden RI melalui Kementerian Perumahan dan Kemendagri sejalan dengan program Kabupaten Tangerang. Program BSPS ini memberikan bantuan sebesar Rp20 juta per rumah, yang dikolaborasikan dengan bantuan kredit usaha rakyat serta pemberdayaan ekonomi," ujar Bupati Maesyal.

Maesyal mengungkapkan bahwa Kabupaten Tangerang telah memiliki program rutin bedah rumah yang menyasar setidaknya 1.000 unit rumah setiap tahunnya melalui berbagai jalur, baik dari Dinas Perkim maupun program di tingkat kecamatan.

"Setiap tahun kita secara rutin membedah 1.000 rumah sesuai kawasan, belum lagi program parsial lainnya. Artinya, total hunian yang kita bangun setiap tahun sebenarnya melebihi angka tersebut," tambahnya.

Sesuai arahan Menteri PKP, program tahun ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan (atap, lantai, dinding), tetapi juga pada sirkulasi ekonomi penghuninya.

Pemkab Tangerang telah mulai mengintegrasikan bantuan hunian dengan sektor produktif.
"Membangun rumah bukan hanya untuk tempat tinggal, tapi bagian dari kesejahteraan. Kami sudah mulai membantu dari sisi ekonomi rakyat, seperti bantuan ternak lele melalui Dinas Perikanan, bantuan pangan, hingga bantuan bibit dan benih agar masyarakatnya sehat, ekonominya pun berjalan," jelas Bupati Maesyal.

Menutup keterangannya, Bupati berharap situasi ekonomi global tetap stabil sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang terus meningkat. Jika PAD tumbuh positif, pemerintah daerah berjanji akan menambah kuota jumlah rumah yang akan dibedah pada tahun anggaran berikutnya demi kepentingan masyarakat luas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari lembaga keuangan dan pemberdayaan seperti BRI, PNM, BP Tapera, serta SMF yang siap mendukung skema pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi rakyat. (Mala)

Page 15 of 644
Go to top